Festival Anak Sholeh Angkatan Muda Muhammadiyah Tegaltirto 

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka Syiar  Islam, tawadhu terhadap  ilmu serta menyemarakkan bulan Suci  Ramadhan  Panitia  Gema Ramadhan 1447 H Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM)  Ranting  Tegaltirto menyelenggarakan Lomba Festival Anak Sholeh pada hari Ahad 8 Maret 2026 bertempat di Komplek Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Berbah, Sleman, Yogyakarta. Wakil Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegaltirto H. Heriyanto menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Panitia Penyelenggara Festival Anak Sholeh AMM Ranting Tegaltirto atas terselenggaranya kegiatan dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadhan 1447 H. Kegiatan lomba selain sebagai Syiar Islam namun juga sebagai ajang menyalurkan kemampuan , memupuk bakat minat para santri TPA untuk menunjukkan kemampuan. Langkah presentasi akan menjadi kenangan dan bekal dalam menyongsong kehidupan bermasyarakat yang akan datang.“Semoga para Santri TPA akan menjadi penerus Syiar Islam juga dalam berkemajuan Muhammadiyah.” Ketua Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Tegaltirto Andrian Eka Putra Puwadi menyampaikan bahwa Festival Anak Sholeh tidak hanya sekedar perlombaan tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.“Melalui kegiatan ini pihaknya berusaha menanamkan nilai-nilai keislaman  dan kemuhammadiyahan kepada anak anak sejak dini agar tumbuh menjadi generasi yang beriman berilmu dan berakhlak mulia.” Ketua Panitia Gema Ramadhan  1447 H AMM Ranting Tegaltirto Syerin Anasya Maharani  menyampaikan bahwa festival Anak Sholeh merupakan rangkaian tiga kegiatan  Ramadhan tahun 1447 H, kegiatan pertama adalah Pengajian Dan buka bersama yang berlangsung pada hari Ahad 22 Februari 2026 di Gedung Serbaguna Tegaltirto dengan menampilkan Kak Jack Saparow. Kegiatan kedua sekarang ini Festival Anak Sholeh dengan  menggelar delapan jenis  Lomba.Adapun macam lomba adalah lomba Dai Cilik, Lomba Tartil Al Qur’an, Lomba Gerakan Sholat, lomba Adzan,  Lomba Hafalan Surat Al Qur’an, Lomba cerdas Cermat Al Qur’an, Lomba  Mewarnai dan lomba Kaligrafi. Lomba tersebut diikuti oleh 261 Santriwan dan Santriwati kontingen dari TPA Masjid se Kalurahan Tegaltirto.” Suksesnya kegiatan Festival Anak Sholeh merupakan partisipasi dan kerjasama pengurus Remaja Masjid TPA se Kalurahan Tegaltirto . Juga terimakasih  panitia  yang telah berkontribusi secara aktif  sehingga acara berjalan lancar.” Tutur Syerin. Selanjutnya Syerin juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan yang merupakan penutup ataupun puncak kegiatan Gema Ramadhan 1447 H adalah Gema Takbir  yang diselenggarakan pada hari terakhir bulan Ramadhan malam hari Raya Idul Fitri .“Dimana malam itu diadakan lomba Takbir , pembagian hadiah serta penutupan rangkaian Kegiatan  Gema Ramadhan tahun 1447 H.” Fajar H dari seksi acara menyampaikan bahwa kegiatan  Festival Anak Sholeh AMM Ranting Tegaltirto memilih diselenggarakan pada bulan Ramadhan merupakan kesepakatan dari hasil  pengamatan bahwa kegiatan Santri TPA akan sangat berhasil dan mendapatkan dukungan penuh dari Pengurus TPA dan Takmir Masjid ketika kegiatan diadakan pada bulan Romadhon.” Semangat berjuang dan berkorban serta berkegiatan akan terlihat pada bulan Ramadhan.” Jelas Fajar. Kusnadi  Berbah

Loading

Saatnya Warga Muhammadiyah Harus Melek Hukum Dan Digital

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Di tengah derasnya arus informasi yang membanjiri gawai masyarakat, diperlukan sikap hati hati dan mitigasi untuk membaca, memahami dan menerukan atau menindaklanjuti  setiap informasi yang masuk. Jika tidak, maka warga Masyarakat akanmudah terjebak dalam beritah bohong, hoak, fitnah penipuan, bahkan yang lebih parah adalah tindakan melanggar hukum. Mengantisipasi hal tersebut, Tanto Lailam S.H LLM (Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) membeberkan pandangan dan sarannya untuk warga Muhammadiyah di kapanewon Tempel, sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat skema khusus UMY Sabtu lalu. Program pengabdian ini merupakan solusi atas ketimpangan informasi di era digitial yang memberikan pengaruh signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Era digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, berinteraksi, dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam paparannya Tanto mengemukakan “ Berbagai informasi yang valid dan hoax – deepfake saling bersaing untuk mempengaruhi masyarakat. Hoax merupakan informasi yang direkayasa untuk menutupi informasi sebenarnya atau upaya penutarbalikan fakta menggunakan informasi yang seolah-olah meyakinkan tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya”. Hoax juga bisa diartikan sebagai tindakan mengaburkan informasi yang sebenarnya, dengan cara membanjiri suatu media dengan pesan yang salah agar bisa menutupi pesan yang benar. Berdasarkan riset Mafindo, tema politik tercatat menjadi tema disinformasi yang menonjol, yaitu sebanyak 773 hoaks atau 48,5 persen dari total hoaks setahun terakhir. Sementara itu, dalam kasus deepfake yang seolah merupakan video yang sangat realistis, tetapi sepenuhnya palsu dan digunakan untuk menipu publik atau merusak reputasi seseorang, termasuk tokoh-tokoh politik dan tokoh masyarakat, seperti halnya video deepfake Prabowo, Jokowi, Sri Mulyani. Untuk mengatasi persoalan di masyarakat tersebut, workshop membangun kesadaran hukum dan politik menjadi semakin penting agar masyarakat tidak hanya aktif secara digital, tetapi juga cerdas, kritis, dan bertanggung jawab secara hukum dan etika. Kesadaran hukum membantu masyarakat memahami hak dan kewajiban, mencegah pelanggaran hukum (seperti ujaran kebencian, hoaks, dan kejahatan siber), serta mendorong kepatuhan pada aturan hukum yang berlaku. Kesadaran politik mendorong partisipasi yang sehat dalam proses demokrasi dan tatanan masyarakat yang baik dan berkeadilan. Untuk membangun kesadaran hukum dan politik masyarakat di era digital, beberapa point penting dibawah ini menjadi acuan meliputi Pola pendidikan dan sosialisasi literasi digital berbasis Masyarakat, Pendidikan politik berbasis masyarakat melalui kempanye publik di media social dan Gotong royong di masyarakat untuk saling menginformasikan dan mengingatkan mengenai konten-konten hukum dan politik yang sekiranya menimbulkan kontroversi. Rep  : Roy Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM sleman

Loading

Celengan Wakaf, Inovasi Pemberdayaan Ekonomi Jamaah Aisyiyah di Tempel Sleman

Tempel, Pdmsleman.Or.Id  Gagasan pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf mulai diperkenalkan kepada masyarakat akar rumput di Kabupaten Sleman guna mendorong lahirnya model pendanaan ekonomi syariah yang berkelanjutan bagi anggota organisasi perempuan Muhammadiyah. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Dr. Yuli Utami, S.Ag., M.Ec., dosen Fakultas Ekonomi UMY saat memberikan pemaparan konsep celengan wakaf pada Sabtu lalu di hadapan pengurus Aisyiyah Cabang Tempel, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada penguatan organisasi Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting. Dalam paparannya, Yuli menjelaskan bahwa celengan wakaf merupakan konsep sederhana namun memiliki dampak jangka panjang bagi penguatan ekonomi masyarakat. Melalui mekanisme ini, wakaf tunai dihimpun dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota lembaga keuangan rintisan, kemudian dikelola sebagai dana abadi untuk pembiayaan usaha berbasis syariah. “Celengan wakaf ini pada dasarnya adalah cara kolektif menghimpun wakaf tunai dari anggota. Dana tersebut kemudian menjadi modal abadi yang dapat digunakan untuk pembiayaan usaha syariah bagi masyarakat,” ujar Yuli dalam pemaparannya. Ia menilai, model ini dapat menjadi solusi bagi organisasi di tingkat ranting dan cabang yang selama ini masih bergantung pada iuran dan infak anggota untuk menjalankan berbagai kegiatan organisasi. Menurut Yuli, ketergantungan pada iuran rutin seringkali membuat gerak organisasi menjadi terbatas. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembiayaan yang tidak membebani anggota secara langsung, namun tetap mampu menopang kegiatan organisasi secara berkelanjutan. “Selama ini kemandirian organisasi di tingkat cabang dan ranting masih mengandalkan iuran dan infak anggota. Padahal, jika dikelola dengan konsep wakaf produktif, dana kecil yang terkumpul bisa menjadi sumber pembiayaan jangka panjang,” jelasnya. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, tim pengabdian masyarakat UMY juga memberikan simulasi praktik pembiayaan berbasis ekonomi syariah kepada para peserta. Beberapa skema yang diperkenalkan antara lain pembiayaan mudharabah, musyarakah, murabahah, hingga ijarah. Simulasi tersebut dilakukan agar para peserta tidak hanya memahami konsep wakaf produktif, tetapi juga mampu mengelola dana secara profesional sesuai prinsip ekonomi syariah. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu anggota Aisyiyah aktif mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan praktik pembiayaan usaha kecil, pengelolaan dana wakaf, hingga kemungkinan penerapan konsep tersebut di lingkungan mereka. Diskusi bahkan berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa, menandakan besarnya minat peserta untuk memahami sistem ekonomi syariah yang lebih aplikatif bagi masyarakat. Program pengabdian ini juga mendapat dukungan dari pihak kampus. Kepala Sub Direktorat Pengabdian Masyarakat UMY, Dr. drg. Laelia Dwi Anggaeni, Sp.KGA., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan UMY pada tahun ini. Menurutnya, UMY menjalankan berbagai program pengabdian melalui dua skema besar, yakni skema reguler dan skema khusus. “UMY meluncurkan 14 program pengabdian masyarakat dalam skema khusus. Ada program di Desa Binaan Wirokerten, Wirobrajan, pendampingan Koperasi Merah Putih, edukasi mitigasi bencana, pendampingan bagi penyandang disabilitas, hingga penguatan organisasi Muhammadiyah seperti di PCM Tempel, Cangkringan, dan Tamantirto,” jelas dr. Lia. Ia menambahkan, beberapa tim pengabdian bahkan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di lembaga pemasyarakatan. “Bahkan ada tim yang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Lapas Wirogunan. Ini menunjukkan komitmen UMY untuk hadir di berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya. Melalui program seperti celengan wakaf ini, UMY berharap literasi keuangan syariah di tengah masyarakat semakin meningkat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi jamaah, khususnya di lingkungan organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Loading

Ketua PCM Turi Ajak Maksimalkan Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi, Drs. Bambang Rahmanto, mengajak umat Islam untuk memaksimalkan berbagai amalan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan materi dalam kegiatan Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bangunkerto 1 dan Bangunkerto 2, Kecamatan Turi, Sleman. Dalam kesempatan tersebut, Bambang Rahmanto menekankan pentingnya memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadhan sebagai momentum meraih keutamaan Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan. “Sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal ibadah. Jangan sampai kesempatan ini terlewat begitu saja,” ujarnya di hadapan para peserta Baitul Arqam. Ia menjelaskan beberapa amalan sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten setiap malam selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Salah satunya adalah bersedekah setiap hari meskipun dengan nominal kecil. “Sedekahkan kepada siapa saja setiap hari minimal Rp1.000 dalam sepuluh malam terakhir. Jika Lailatul Qadar jatuh pada malam tersebut, maka pahala sedekah itu seakan-akan dilakukan selama 84 tahun,” jelas Bambang Rahmanto. Selain sedekah, ia juga menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan shalat sunnah minimal dua rakaat setiap malam. Menurutnya, amalan sederhana namun dilakukan dengan istiqamah dapat menjadi ladang pahala besar apabila bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. “Kerjakan shalat sunnah minimal dua rakaat setiap malam. Jika malam itu adalah Lailatul Qadar, maka seolah-olah kita melakukan shalat selama 84 tahun,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya membaca Al-Qur’an, salah satunya dengan membaca Surat Al-Ikhlas minimal tiga kali setiap malam. “Jika kita membaca Surat Al-Ikhlas tiga kali setiap malam dan itu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka pahalanya seperti mengkhatamkan Al-Qur’an selama puluhan tahun,” tambahnya. Lebih lanjut, Bambang Rahmanto mendorong umat Islam untuk memahami makna dan keagungan Lailatul Qadar dengan membaca tafsir Surat Al-Qadar. Menurutnya, pemahaman yang mendalam akan membuat seseorang lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah. Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak hanya menunggu malam ke-27 Ramadhan untuk memperbanyak ibadah. Sebab, Lailatul Qadar bisa terjadi pada malam mana pun di sepuluh malam terakhir. “Jangan menunggu malam tertentu saja. Jadikan seluruh sepuluh malam terakhir sebagai target ibadah kita,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Bambang Rahmanto juga mengingatkan doa yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika mencari Lailatul Qadar, yaitu “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” yang berarti, Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku. Selain memperbanyak ibadah, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan istirahat yang cukup, seperti melakukan tidur siang sejenak atau qailulah, serta menjaga pola makan agar tidak berlebihan. Bambang Rahmanto juga mengajak umat Islam untuk melibatkan keluarga dalam ibadah malam, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Ia menutup pesannya dengan mengingatkan agar seluruh amal ibadah dilakukan dengan ikhlas dan tidak dipamerkan di media sosial. “Biarlah ibadah itu menjadi rahasia indah antara kita dengan Allah. Yang paling penting adalah kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya,” pungkasnya.

Loading

Baitul Arqam ‘Aisyiyah Turi Perkuat Kader Perempuan Berkemajuan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bangunkerto I dan II, Turi, Sleman menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam sebagai upaya memperkuat kaderisasi dan memperdalam pemahaman keislaman bagi anggota ‘Aisyiyah. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kartopranjanan Ngentak pada 6–7 Maret 2026 ini dihadiri berbagai unsur pimpinan Muhammadiyah serta tokoh masyarakat setempat. Sejumlah tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan PCM Turi, PCA Turi, dukuh setempat, PRM Ngentak, serta unsur masyarakat seperti RW, RT, dan takmir masjid. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan gerakan dakwah perempuan Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan yang dipandu oleh panitia. Rangkaian pembukaan meliputi tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, serta Mars ‘Aisyiyah, sebelum dilanjutkan dengan sambutan dari para pimpinan organisasi. Ketua PRA Ngentak, Siti Kusniah, S.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Baitul Arqam menjadi sarana penting untuk memperkuat ideologi serta komitmen kader dalam menjalankan dakwah Islam. “Melalui kegiatan ini kami berharap para kader ‘Aisyiyah semakin memahami nilai-nilai perjuangan organisasi dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya. Sementara itu Ketua PCA Turi, Sri Winarti, M.Pd, menyampaikan bahwa kaderisasi merupakan ruh gerakan ‘Aisyiyah yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, kader ‘Aisyiyah tidak hanya dituntut aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, berilmu, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Kader ‘Aisyiyah harus memiliki iman yang kuat, ikhlas dalam beramal, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” kata Sri Winarti. Kegiatan Baitul Arqam tersebut menghadirkan berbagai materi yang bertujuan memperkaya wawasan peserta, di antaranya dinamika perjuangan ‘Aisyiyah, ibadah praktis, kepemimpinan dalam organisasi, hingga motivasi perempuan inspiratif dan risalah perempuan berkemajuan. Materi-materi tersebut disampaikan oleh sejumlah narasumber dari unsur pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah seperti dengan materi PHIWM / Kepemimpinan, Motifasi Perempuan Inspiratif, Kreatif, Produktif dan Risalah Perempuan Berkemajuan, ke Aisyiyahan dengan pemateri MPK PDA Sleman, Firra Berlinawati, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog, PCM TURI Drs. Bambang, Hj. Sri W Mpd. Turi, Pdmsleman.Mu.Or.Id Selain materi kelas, peserta juga mengikuti kegiatan spiritual seperti shalat tahajud, shalat subuh berjamaah, kultum, serta aktivitas kebersamaan berupa senam dan outbound untuk mempererat ukhuwah di antara peserta. Dalam perspektif organisasi, kader ‘Aisyiyah merupakan penerus, pelopor, sekaligus penggerak amal usaha yang memiliki peran strategis dalam menyebarkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir kader-kader perempuan Muhammadiyah yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara benar, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, empati sosial, serta semangat berkhidmat bagi umat. Kegiatan Baitul Arqam tersebut ditutup dengan pembagian santunan hari raya kepada 18 Duafa dan 5 anak yatim. Eni S salah satu panitia berpesan kepada para peserta agar terus aktif dalam gerakan dakwah dan kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungan masing-masing. Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat peran ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam yang berkontribusi dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Rep : Eni S  PCA Turi Editor  ARief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Ngoding Iman, Bangun Website, Digital Branding PCM Tempel Berbasis WordPress

 Tempel, Pdmsleman.Or.Id Ir. Asroni. MT. M. Eng, ahli IT sekaligus dosen Tehnik Informatika Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengabdikan sebagian ilmunya untuk kemajuan Muhammadiyah di Cabang Tempel, Sleman. Asroni membimbing PCM Tempel yang diwakili oleh Angkatan Muda Muhammadiyah nya untuk sigap merespon perkembangan jaman dalam melakukan dakwah. Kegiatan yang bertajuk Ngoding Iman, Bangun Website: Digital Branding PCM Tempel Berbasis WordPress tersebut dilaksanakan di Kompleks SMK Muhammadiyah Tempel dan diikuti oleh Angkatan Muda Muhammadiyah Cabang Tempel. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempel, Sleman. Program dikemas dalam bentuk pelatihan satu hari bertema Ngoding Iman, Bangun Website yang berfokus pada penguatan digital branding dan pengelolaan website organisasi berbasis WordPress untuk menjangkau Generasi Z. “Angkatan Muda Muhammadiyah adalah masa depan persyarikatan, umat, dan bangsa; karena itu harus lahir pemimpin-pemimpin muda dari rahim Muhammadiyah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mengelola ruang digital secara professional” tegas Asroni. Berangkat dari semangat tersebut, penguatan kapasitas digital menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem dakwah yang relevan dengan karakter Generasi Z. Sementara itu, Ketua AMM Tempel, Ilham Sukron S. IP. mengakui bahwa sejauh ini di level PCM Tempel masih masih belum mengoptimalkan penggunaan web site untuk sarana pengembangan organisasi dan dakwah. Permasalahan tersebut meliputi belum optimalnya pemanfaatan website sebagai pusat informasi resmi, belum tertatanya struktur konten organisasi, serta keterbatasan keterampilan pengurus dalam mengelola platform digital. Pelatihan dirancang berbasis praktik langsung (hands-on), meliputi login dan setup WordPress, pembuatan halaman dasar (Beranda, Profil, Program, Berita, Kontak), penyusunan menu navigasi, publikasi berita dan media, desain halaman menggunakan Elementor atau Block Editor, instalasi plugin penting (SEO, Form Kontak, WhatsApp Button, Social Feed), hingga uji tampilan desktop dan mobile. Syukon menyambut baik kegiatan ini karena akhirnya PCM Tempel website resmi memiliki web site dengan struktur konten yang tertata, serta meningkatnya kompetensi peserta dalam manajemen website dan branding digital. Kegiatan ini diharapkan memperkuat citra organisasi, meningkatkan publikasi dakwah, serta membangun ekosistem dakwah digital yang adaptif dan berkelanjutan di kalangan Generasi Z. Dalam kegiatan ABdimas ini juga diserahkan dana hibah dari UMY kepada PCM Tempel untuk pengembangan ternak domba. Rep Roy Tempel editor Arief hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Optimalkan Wakaf Produktif: LazisMu Berbah Panen Timun Jawa dan Salurkan Santunan ke Panti Asuhan

Berbah ​ Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Kantor Layanan Berbah menunjukkan langkah nyata dalam kemandirian ekonomi umat. Bertempat di Gedung Dakwah Hj. Amronah Fadil, Jl. Sampaan-Berbah, Tegalturi, Tegaltirto, Berbah Sleman, Lazismu Berbah menggelar aksi ganda, yakni penyaluran santunan bagi anak yatim dan panen perdana mentimun jawa di lahan wakaf produktif, Kamis pagi (5/3/26). ​Dalam agenda tersebut, Lazismu Berbah menyerahkan dana sebesar Rp12.000.000 kepada Panti Asuhan (PA) Ukhuwatul Aitam Berbah. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Kepala Kantor Lazismu Berbah, Saifu Rijal, kepada Ketua PA Ukhuwatul Aitam, Anas Mahduri. ​”Alhamdulillah, hari ini kami melakukan pentasyarufan ZIS (Zakat, Infaq, Shadaqah) untuk santri PA Ukhuwatul Aitam. Harapan kami, bantuan ini dapat membuat para santri berbahagia menyambut hari yang fitri nanti,” ujar Saifu Rijal. ​Anas Mahduri menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa selain santri yang menetap di panti, dana tersebut juga akan menyasar anak-anak yatim di lingkungan Berbah yang tinggal bersama orang tua mereka. ​”Kami rutin memberikan bantuan sembako, biaya sekolah (SPP), hingga pakaian baru untuk Lebaran. Alhamdulillah, dukungan dari Lazismu hari ini sangat membantu dan akan kami belikan baju buat lebaran nanti dan untuk operasional kami, apalagi pekan ini jadwal santunan cukup padat,” jelas Anas. ​Salah satu daya tarik utama acara ini adalah panen perdana Timun Jawa di lahan seluas 1.000 m² yang berada di belakang Kantor PCM Berbah. Lahan ini merupakan wakaf dari Hj. Amronah Fadil yang baru mulai difungsikan pada November 2025 lalu. ​Kusdiana, petani yang mengelola lahan tersebut, mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 2.000 lubang tanam yang digarap sejak Januari 2026.“Ini adalah panen perdana setelah 43 hari masa tanam. Saat ini kebutuhan pasar untuk Timun Jawa mencapai 2 ton per hari, sehingga potensi ekonominya sangat besar,” ungkap Kusdiana. ​Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah, Akhmad Muhajir Hanifi, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi penguatan pilar ekonomi dakwah. “Selama ini dakwah mengandalkan ZIS, namun ke depan kita harus memperkuat diri melalui wakaf produktif. Komoditas timun ini akan terus kami kembangkan ke tanah wakaf lainnya agar hasilnya bisa menopang kegiatan dakwah secara berkelanjutan,” tegasnya. ​Selain sektor pertanian, Lazismu Berbah juga aktif dalam layanan sosial dan pemberdayaan tenaga kerja. Saifu Rijal menambahkan bahwa saat ini pihaknya mengoperasikan 2 Unit Mobil Ambulans dan 1 Unit Mobil Layanan Umat. Kemudian​ ada unit Usaha Ayam Potong dimana jualnya berlokasi di depan kantor, buka setiap pukul 05.30 hingga 10.00 WIB. Unit usaha ini mampu menjual rata-rata 100 potong ayam per hari dan mempekerjakan warga sekitar dengan gaji standar UMR. ​Dengan sinergi antara pengelolaan zakat yang amanah dan pemanfaatan aset wakaf yang produktif, Lazismu Berbah optimis dapat terus menebar manfaat lebih luas bagi masyarakat Sleman. Kusnadi Berbah

Loading

Saatnya AMM Berperan Dalam Pembangunan Desa

 Tempel, Pdmsleman.Or.Id Sirkulasi kepemimpinan pemerintahan di tingkat desa di wilayah Sleman dan sekitarnya beberapa waktu yang lalu, banyak memunculkan wajah- wajah kaum muda. Banyak Pamong dan Kepala Dukuh yang usianya masih tergolong muda dan belia. Sayangnya dari sekian banyak tokoh muda yang muncul dalam tampuk kepemimpinan desa dan komunitas tersebut, jarang yang menyertakan kader Muhammadiyah. Alasannya utamanya adalah minimnya ketertarikan kader Muhammadiyah untuk berkiprah dalam birokrasi pemerintah di Tingkat desa. Untuk itu Aangkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Tempel menggelar Focus Group Discussiaon (FGD) bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyarta yang sedang mengembangkan program Pengabdian Masyarakat bertajuk “ Penguatan Organisasi Muhammadiyah Di Tingkat Cabang”. Tampil sebagai leader dalam FGD tersebut adalah Zain Maulana, S. IP. M.A., Ph. D., dosen Prodi Hubungan Internasional UMY.  Kader kader Muhammadiyah yang tergabung dalam AMM Tempel sebenarnya sangat potensial tampil sebagai pemimpin desa atau Lembaga dan komunitas setempat. AMM Tempel yang pengurusnya lebih dari 60 orang ini, mempunyai kapasitas yang bagus, karena mereka umumnya terdidik di berbagai universitas, mempunyai pengalaman dalam pengelolaan organisasi, percaya diri dan dididik untuk mempunyai integritas yang baik sebagai warga persyarikatan maupun sebagai warga negara.  “Angkatan Muda Muhammadiyah adalah masa depan persyarikatan,  umat dan bangsa, maka harus muncul pemimpin-pemimpin muda dari rahim muhammadiyah” ungkap Zain di sela sela acara yang diselenggarakan di Kompleks Pondok Pesantre Darul Ulum Tempel itu. Di bagian lain, Ilham Sukron, ketua AMM Tempel, menyambut baik adanya FGD ini, yang mampu menambah motivasi  dan wawasan sebagai calon pemimpin masa depan. Peran serta kader Muhhamadiyah dalam kepemimpinan bangsa akan memperkuat pula keorganisasian Muhammadiyah di level cabang dan ranting. Rep : Roy Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Aisyiyah Tempel Perlu Optimalkan Peluang Bisnis Exit Tol

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen, termasuk Exit Tol Banyurejo di Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Yogyakarta, merupakan proyek strategis nasional yang meningkatkan konektivitas transportasi antarprovinsi menuju Magelang dan Semarang. Proyek infrastruktur ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan efisiensi sistem waktu dan logistik, serta daya saing daerah. “Dalam rangkaian jalan tol yang dibangun, dibangun pula pintu jalan keluar atau exit tol. Jalan keluar atau exit tol merupakan kesempatan baik bagi masyarakat sekitar karena mengandung potensi untuk menumbuhkan perekonomian local”. Demikian sebagian dari paparan dosen Ilmu Hubungan Internasional UMY, Dr. Wahyuni Kartikasari, S.T., S.I.P., M.Si, dalam kegiatan diskusi di hadapan para Pimpinan Cabang Aisyiyah Tempel Sleman beberapa waktu lalu. Penjelasan Wahyuni tersebut merupakan rangkaian dari program pengabdian masyarakat Universitas Yogyakarta yang bertemakan penguatan organisasi Muhammadiyah di lingkungan Cabang Tempel. Aisyiyah merupakan bagian dari Muhammadiyah. Dosen HI UMY ini mengamati bahwa dengan dibangunnya jalan tol dan exit tol, maka diperlukan kawasan-kawasan UMKM yang terletak di luar jalan tol. “ Keberadaan exit tol ini merupakan peluang usaha dan bisnis bagi PCA Tempel”. Sebagai Lembaga yang mempunyai bidang garap di wilayah Tempel, kini PCA Tempel melalui Majelis Ekonominya, mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah untuk membangun Jalan Tol Bawen – Yogyakarta. Karakter pengguna jalan tol yang memerlukan rest area karena menempuh perjalanan jauh ataupun pengguna jalan tol yang bertujuan wisata yang menyukai wilayah-wilayah yang mempunyai keunikan dan kekhasan daerah merupakan celah potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang bisnis ataupun menumbuhkan dan meningkatkan berbagai bentuk perekonomian lokal. Di area Tempel terdapat exit tol yang diperkirakan akan banyak masyarakat pengguna jalan yang ingin beristirahat dan mencari kebutuhan seperti makanan, minuman, atau barang lain yang dibutuhkan. Artinya, ini berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) lokal, seperti peningkatan akses pasar dan distribusi barang. Panitian Pelaksana kegiatan Abdimas UMY, Sugeng Riyanto, menambahkan bahwa “kegiatan Abdimas di merupakan bagian dari Skema khusus untuk penguatan Cabang dan Ranting Muhammadiyah”.  Menurutnya, terdapat 10 dosen UMY yang melakukan pengabdian di Muhammadiyah Cabang Tempel, sesuai dengan bidang mereka masing masing. Dalam acara ini diserahkan pula hibah untuk mitra yaitu PCA Tempel berupa modal untuk pembelian bibit indukan ternak domba untuk dapat dikembangbiakkan, sehingga pada akhirnya menjadi salah satu sumber usaha dan pendapatan bagi pendanaan kegiatan yang dilakukan PCA Tempel.  rep Roy Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Australian players looking for a polished online gaming hub often compare what Zoome brings to the table against locally licensed competitors, noting its broad pokies catalogue, AUD-friendly banking, and a loyalty setup that feels tuned to the way punters in Sydney, Melbourne, and Perth tend to play across long weekend sessions.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.
Players looking for hassle-free ways to enjoy classic table games and slots online often compare welcome bonuses and payout speeds before signing up, and a solid resource like ModernGhana - bingo sites no ID verification UK can help simplify the decision when you want to skip lengthy signup checks and get straight to the action.