Wasiat Luhur Dalam Pendidikan Keluarga Aisyiyah

 Tempel. Pdmsleman.Or.Id Gen Z, sebuah generasi yang penuh dengan warna- warni karakter yanng kadang sangat mengkhawatirkan. Mereka tumbuh Bersama berkembangnya gadget dan tehnologi informasi yang membersamainya. Mereka tumbuh berkembang di dalamnya, belajar darinya, bahkan hidup bersamanya (gadget itu). Akibatnya adalah settingan norma dalam pikirannya adalah setingan gadget,bukan hasil pendidikan moral dan perilaku yang terpola dan terencana. Pola pikiran dan perilaku mereka cenderung mengikuti apa yang ada di gadget. ‘Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan, karena remaja remaja kita terdidik oleh nilai yang entah berasal dari mana, dan banyak sekali betentangan dengan norma keseharian hidup kita. Mereka cenderung menjadi insan insan yang cuek, tak peduli lingkungan sekitar, tak banyak tahu tentang adab, tata krama dan lain sebagainya’.  Padahal, dalam masyarakat kita, banyak wasiat- wasiat yang luhur. Oleh karenanya, sebagai orang tua, apalagi ibu, tidak boleh kecolongan, mengandalkan gadget sebagai sarana edukasi anak. Ii amat berbahaya. Demikianlah disampaikan Dra. Mutia Hariati Hussin, M. Si, dosen senior di Prodi Hubungan Internasional UMY di depan 60 an pimpinan Cabang Aisyiyah se Cabang Tempel pada Ahad 1 Maret 2026, sebagai bagian dari Pengabdian Masyarakat Skema khusus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ber-wasiat bukan hanya mewariskan harta tetapi juga nilai moral, etika, atau filosofi hidup yang dijaga oleh keluarga atau komunitas dan diwariskan dari generasi ke generasi. Wasiat juga bisa berupa pepatah dan peribahasa seperti misalnya, “alon-alon waton kelakon’, “Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit” atau “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Ini adalah bentuk wasiat budaya yang mengajarkan kesabaran, kerja sama, dan solidaritas. Dalam Kehidupan Sehari-Hari, orang tua mewariskan nasihat tentang kejujuran, kerja keras, dan kesederhanaan sebagai wasiat moral. Desa atau masyarakat adat dapat melestarikan pepatah tradisional sebagai wasiat kolektif, yang mengatur hubungan sosial dan menjaga harmoni, dan di level nasional wasiat para pendiri bangsa berupa semboyan atau falsafah hidup, misalnya Bhinneka Tunggal Ika, menjadi pedoman bersama yang harus terus dijaga. Secara Filosofis, wasiat dalam bentuk pepatah/peribahasa adalah penjaga identitas budaya yang menjadi pedoman hidup. Ia berfungsi sebagai jembatan antar generasi, memastikan agar generasi berikutnya tetap berpegang pada nilai luhur sehingga nilai kebijaksanaan tidak hilang ditelan zaman. Berbagi Wasiat menegaskan bahwa berbagi bukan hanya soal harta, tetapi juga soal warisan intelektual dan moral .

Loading

Milad UMY 45, Beri Penguatan Organisasi Muhammadiyah Di Kapanewon Tempel Sleman

 Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pada Ahad 1 Maret 2026 bertepatan dengan hari kelahiran (Milad) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang ke 45, sejumlah dosen UMY melakukan pengabdian Masyarakat (Abdimas) di lingkup organisasi Muhammadiyah se Cabang Tempel. Kegiatan Abdimas ini merupakan komitmen UMY dalam memberdayakan masyarakat melalui implementasi dari hasil kajian dan riset pada dosen. Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) UMY, apt. RR. Sabtanti Harimurti M. Sc. Ph. D.  menegaskan bahwa “ UMY sangat komit terhadap pemberdayaan masyarakat tidak hanya di lingkungan Muhammadiyah, tetapi juga kepada masyarakat luas secara umum”. Komitmen tersebut ditunjuukan dengan program pengabdian masyarakat yang terstruktur setiap tahunnya, baik itu melalui program KKN mahasiswa atau program pengabdian masyarakat oleh para dosennya.  Menurut Dr. drg. Laelia Dwi Anggaeni, sp. KGA., program pengabdian masyarakat tahun ini terbagi dalam dua skema besar, yakni skema regular dan skema khusus. “UMY meluncurkan 14 program Abdimas skema khusus, ada skema Desa Binaan Wirokerten, Wirobrajan, ada yang ke Koperasi Merah putih, ada edukasi dan mitigasi bencana alam, ada yang mendampingi teman teman yang menyandang disabilitas, penguatan pada PCM Tempel, Cangkringan, Tamantirto dan lain lain, bahkan ada yang melakukan abdimas di Lapas Wirogunan” tegas dr Lia, sapaan akrabnya. Kick Off Pengabdian masyarakat skema khusus ini juga dihadiri oleh Ketua Badan Pembinan Harian UMY, Dr. H. Agung Danarto M. Ag yang juga menyambut baik Upaya ini, sekaligus menegaskan pentingnya keterlibatan semua dosen UMY dalam perstyarikatan Muhammadiyah dari Pusat, Wilayah, Daerah, Cabang, Ranting, termasuk dalam organisasi otonomnya. Program Abdimas di Kapanewon tempel ini diikuti oleh 10 dosen, yang terbagi dalam 4 kelompok masyarakat yakni pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Aisyiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah dan satu Pimpinan Ranting Muhammadiyah. Ketua pelaksana, Dr. Sugeng Riyanto, menambahkan bahwa kegiatan yang berlangsung di PP darul Ulum Tempel tersebut berlangsung sangat meriah dan diikuti oleh 150 peserta, perwakilan dari PCM, PCA dan AMM. Sementara kegiatan dengan PRM/PRA Merdikorejo baru akan dilaksanakan setelah lebaran.  Pada kesempatan ini Dr. H. Agung Danarto M.Ag., juga menyerahkan dana bantuan kepada PCM Tempel sebesar Rp. 44.250.000, untuk modal peternakan domba yang hasilnya nanti dapat membatu kegiatan kegiatan Muhammadiyah di lingkup Kapanewon Tempel. Ketua PCM Tempel, Samsul Alam, S. Ag., M. Si. Menyambut baik acara ini. Menurutnya warga Muhammadiyah Tempel telah mendapatkan edukasi yang sangat bermakna dan menggugah semangat warga Muhammadiyah untuk lebih giat lagi mengembangkan Muhammadiyah.  Rep Roy Riyanto Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kunjungan Majlis Tabligh Muhammadiyah Moyudan Teguhkan Umat Dalam Menjalankan Ajaran Islam

    Moyudan,Pdmsleman.Or.Id Di masa penjajahan Belanda, masyarakat awam termasuk umat Islam tidak diperbolehkan untuk belajar di sekolah, sementara ilmu pengetahuan agama maupun umum sangat dibutuhkan agar warga masyarakat berpengetahuan, dan dapat menjalankan ajaran agama dengan baik dan benar.    Sebelum Islam datang, di Nusantara sudah ada agama Hindu, Budha, animism dan dinamisme.  Hal tersebut berpengaruh pada umat Islam dalam pengamalan agama.  “Melihat kondisi seperti itu, Ahmad Dahlan tergerak agar umat bisa belajar dengan baik.  Beliau kemudian mendirikan Muhammadiyah, sehingga umat bisa belajar, dapat menjalankan ajaran sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad,” terang Ustad Nursalim dari Bagian Tabligh Pimpinan Muhammadiyah Moyudan di depan Jamaah Musholla Al-Ukhuwwah Depok Sombangan XIII Sumbersari Moyudan Sleman, MInggu (1/3/2026), usai Sholat Tarawih. Ustad Nursalim menegaskan Muhammadiyah bukanlah agama, tetapi sebuah organisasi atau persyarikatan umat yang dikelola dengan manajemen professional.  Persyariktan memiliki beberapa bagian seperti Tabligh, Tarjih, Bidang Pendidikan, dan berbagai amal usaha  “Bagian Tarjih misalnya membahas hukum-hukum dan tata cara ibadah, sehingga ummat tidak perlu lagi khawatir dalam menuaikan ajaran agama seperti bagaimana menunaikan sholat, zakat, puasa, haji dan lainnya,” papar Ustad Nursalim.   Muhammadiyah, lanjut Nursalim, memiliki kekayaan lebih dari 450 trilyun yang berasal dari ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) termasuk ribuan sekolah, universitas, poliklinik, rumah sakit.  Selain itu persyarikatan juga memiliki panti asuhan, lembaga sosial hingga institusi keuangan dan investasi, imbuhnya.  “Seluruh kekayaan itu milik persyarikatan Muhammadiyah, dikelola professional.  Jangan ragu menjalankan ibadah dan ber-Muhammadiyah, namun tetap menghormati dan menghargai organisasi keagamaan lain,” pesannya.  Jarak antara saat Nabi Muhammad mengenalkan Islam dengan sekarang terpaut cukup lama, sehingga Muhammadiyah berfungsi menuntun umat beribadah sesuai dengan ajaran nabi, terhindar dari pengaruh budaya, agama, dan kepercayaan yang ada sebelumnya. Muhammadiyah didirikan yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di tahun 1912 itu untuk memurnikan ajaran Islam, memajukan pendidikan dan sosial, papar Ustad Salim.  Ia juga mengajak seluruh jama’ah untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan memperbanyak amal, terlebih di bulan suci Ramadhan.  Hubungan sosial kemasyarakatan pun perlu dijaga untuk mewujudkan ketentraman dan kesejahteraan bersama. Berdasar surat Pimpinan Cabang Muhammadiyah Moyudan, pada Ramadhan 1447 H ini Majlis Tabligh menerjunkan 67 pendakwah, terbagi 13 kelompok, masing-masing terdiri dari 4 hingga 7 orang.  Para da’I atau pendakwah sebelumnya diberi pembekalan, kemudian mengunjungi dan memberi ceramah di 39 masjid / musholla yang tersebar se-Kalurahan Sumbersari Moyudan. Rep  Giek Sugiyanto Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kajian Ekologi Bagi Warga Aisyiyah Berbah, Kebersihan Hati dan Lingkungan 

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Berbah menyelenggarakan  pengajian Ramadhan  pada hari Sabtu, 11 Ramadhan 1447 H  bertepatan dengan 28 Februari 2026  bertempat di Masjid Al Hikmah Krikilan, Tegaltirto, Berbah, Sleman. Yogyakarta . Hadir dalam kegiatan Ketua PCA Berbah Hj. Isrodah,S.Pd beserta pengurus PCA Berbah, beserta 5 Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) di Berbah. Guru  IGABA SE Berbah. Dalam sambutannya Ketua PCA Berbah Hj. Isrodah. SPd menyampaikan bahwa pengajian ini merupakan pengajian rutin yang diadakan setiap Ramadhan, yang tempatnya bergilir dari ranting ke ranting. Di ikuti oleh seluruh jamaah Aisyiyah di seluruh Berbah. Bahkan ada jamaah bapak-bapak yang ikut serta dalam kegiatan ini. Antusiasme jamaah semakin banyak disetiap tahunnya. Dikesempatan ini dihadiri 250 jamaah Aisyiyah dari seluruh ranting di Cabang Berbah. “Semoga tahun depan bisa lebih banyak lagi jamaah yang mengikuti pengajian.” Dalam pengajian Ramadhan 1447 H diawali dengan tadarus Al Quran secara Bersama-sama dipinpin oleh Ibu Siti Aminah, S,Pd. Pengajian kali ini mengambil tema “Gerakan Aisyiyah membangun kesalehan ekologis berkeadilan” yang disampaikan oleh ustadzah Dra. Sri Sumyarsi.,M.Pd., M.S.I wakil ketua MTP PDA Sleman.  Dalam Tausyiah ustadzah  Sri  Sumyarsi  menyampaikan bahwasanya seorang ibu itu harus tangguh dalam segala hal. Terutama dalam membangun kesalehan ekologis berkeadilan sesuai dengan QS. Al Mukminin ayat 1-2. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang menjaga sholatnya shalat akan membuat manusia tenang yang tak terhingga, didalam hati. Betapa ada rasa Deket yang luar biasa (bisa dirasakan) pada Allah SWT apabila dijalankan dengan khusyuk. “Mari membangun budaya bersih melalui sholat. Sholat hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang bersih saja, sholat akan menjadikan kebersihan lahir batin bagi pelakunya.” Ajak ustadzah. Sejauh mana peran kita terhadap kebersihan? Diantaranya  pertama Aisyiyah beliau peka pada keshakihah ekologis . Berkeadilan melalui dakwah amar makruf nahi Munkar yang mengintegrasikan ajaran Islam dengan pelestarian lingkungan sekitar. Kedua Fokus utamanya menjadikan kebersihan dan pengelolaan sampah 3R Reduce, Reuse, Recycle  sebagai bagian dari Iman serta menempatkan perempuan sebagai agen perubahan. Sesuai dengan penggalan QS. Al An’am: 151 yang artinya “demikian itu yang diperintahkan Tuhan kepadamu supaya kamu berpikir(Ta’qiluun). Maka manfaatkanlah dan berupayalah menjadi muslimah yang cerdas, pintar, kaya ilmu, Energik bersemangat serta senantiasa aktif dalam menyiarkan kebenaran Allah SWT, sehingga benar-benar menjadi wanita yang berilmu dan terdidik.Ketiga Aisyiyah memandang menjaga kebersihan dan lingkungan sebagai wujud nyata iman. al thuhuru syathruliman ( Kesucian itu bagian dari iman).     Disinilah ekolagi dijadikan ladang amal Sholih untuk menyelamatkan bumi. Dengan demikian marilah kita fungsikan rumah tangga yang mampu untuk menanamkan nilai-nilai kepekaan lingkungan pada keluarga dalam mengurangi sampah dengan memanfaatkan limbah sampah organik sebagai pupuk untuk tanaman dan mengurangi sampah-sampah plastik.“Peran Ekofeminisme perempuan difungsikan sebagai manajer Rumah Tangga yang mampu menanamkan nilai kepekaan terhadap lingkungan keluarga dalam mengurangi sampah.” Tutur ustadzah mengakhiri tausyiah nya. Acara  berakhir dengan pembagian dorprice spesial untuk bapak-bapak yang selalu aktif mengikuti pengajian Ramadhan yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah dan dorprice untuk para jamaah yang beruntung. Rep Kusnadi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Angkatan Muda Muhammadiyah Tegaltirto Gelar Gema Ramadhan Bersama Seribu Santri TPA

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Ranting Tegaltirto didukung  Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Tegaltirto, LazisMu Berbah  bersama Pemerintah Kalurahan Tegaltirto  menyelenggarakan pengajian Gema Ramadhan bersama seribu Santri TPA Kalurahan Tegaltirto pada hari Ahad 22 Februari 2026 di Gedung Serbaguna Kalurahan Tegaltirto, Berbah, Sleman , Yogyakarta. Ketua Panitia pengajian TPA  Ramadhan tahun 1447 H,  Syerin  bahwa pengajian seribu Santri TPA se Kalurahan Tegaltirto merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah Ranting Tegaltirto. Dalam rangka mengisi dan memaknai bulan suci Ramadhan perlu adanya kegiatan edukatif, religius serta membangun perkembangan karakter islami anak anak santri TPA. Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak mulia serta kecintaan terhadap Al Quran sejak usia dini. Dengan mengusung tema ‘ Ramadhan Berkah, Aku Tumbuh Sholeh Bersama Al Quran’. Kegiatan ini bertujuan untuk membimbing santri TPA agar semakin dekat dengan Al Qur’an sehingga mereka mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dengan pengajian ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat beribadah memperkuat akhlak terpuji, serta membentuk  pribadi anak yang Sholeh Solehah. Pengajian dakwah santri nantinya akan di sampaikan oleh ustadz Agus Santoso,SKom atau lebih di kenal sebagai Bang Jack Sparrow. “Melalui kegiatan pengajian tersebut diharapkan tercipta suasana Ramadhan yang penuh berkah, kebersamaan dan pembelajaran bermakna bagi seluruh santri TPA se Tegaltirto.”  Selain kegiatan pengajian tidak lupa panitia menggandeng para pelaku usaha UMKM Kalurahan Tegaltirto untuk menggelar aneka jenis produk dengan di sediakan mini bazar bagi UMKM Tegaltirto.” Selain berkegiatan pengajian juga membuka kesempatan berusaha untuk kemajuan umat.” Ucap ketua panitia pengajian Santri TPA Kalurahan Tegaltirto. ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tegaltirto Rohadi menyampaikan terimakasih kepada segenap panitia yang telah sukses menyelenggarakan pengajian bagi santri untuk membangun ukuwah islamiah serta meningkatkan ibadah kepada Allah  dibulan Ramadhan. Plt Lurah  yang sekaligus menjabat  Carik Tegaltirto Yustina Dwi Rahayu, SPd mewakili pemerintah Kalurahan Tegaltirto sangat mendukung terselenggaranya kegiatan pengajian Ramadhan bagi anak santri TPA, dalam rangka membangun karakter anak dengan iman dak takwa kepada Allah SWT.  “Harapannya dengan  pengajian Santri TPA membentuk  anak yang Sholeh dan Sholehah agar menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, agama dan  Negara.” Pendakwah yang juga motivator  Bang Jack Sparrow yang memberikan pembelajaran serta membangkitkan semangat santri  untuk lebih mencintai Al-Qur’an serta meletakkan nilai keimanan dengan gaya khas dan permainan sulap dan cerita menjadi sarana dakwah yang edukatif interaktif yang sesuai dengan untuk karakter santri yang berusaha anak-anak. Ditambahkan dengan pemberian hadiah dan door prize menjadi penyemangat anak santri dalam menyerap materi yang diberikan Bang Jack Sparrow. Kegiatan pengajian Santri TPA yang diselenggarakan Angkatan Muda Muhammad Ranting Tegaltirto berlangsung seru  dan diakhiri dengan buka puasa bersama  dengan bekal takjil yang telah dipersiapkan oleh masing-masing TPA berasal.  Rep Kusnadi Berbah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Syiar Bermuhammadiyah Kapanewon Turi Angkat Tema Puasa, Diabetes, dan Amanah Tubuh

Turi, Pdmsleman.Or.Id Kegiatan Syiar Bermuhammadiyah Kapanewon Turi digelar Ahad Kliwon, 22 Februari 2026, bertepatan 5 Ramadhan 1447 H, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngablak, Bangunkerto, Turi. Pengajian berlangsung pukul 06.00–07.40 WIB ini menghadirkan Ustadz dr. Agus Widiyatmoko, Sp.PD., M.Kes., dosen FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus dokter di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Ketua PCM Turi Drs. Bambang Rahmanto menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa kepada segenap jama’ah dan terima kasih kepada keluarga SMPM 1 Turi selaku penyelenggara kegiatan yang diikuti jamaah lintas ranting Muhammadiyah, Aisyiyah dan AUM se-Kapanewon. Dalam tausiahnya, dr. Agus menekankan bahwa tubuh manusia merupakan amanah dari Allah SWT yang wajib dirawat, bukan sekadar dimanfaatkan. “Tubuh adalah amanah Allah, bukan milik kita sepenuhnya. Cara kita makan, beristirahat, dan beribadah menentukan kualitas kesehatan dan kekuatan ibadah,” ujarnya. Pesan ini mengaitkan dimensi spiritual dengan tanggung jawab medis, terutama di bulan Ramadhan ketika pola hidup umat berubah signifikan. Ia menjelaskan puasa sebagai “terapi dari langit” yang memberi jeda pada sistem metabolisme sekaligus menguatkan disiplin spiritual. Menurutnya, puasa yang dijalankan dengan adab makan yang benar saat sahur dan berbuka dapat membantu proses reset metabolik. “Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi melatih kendali diri, memperbaiki pola makan, dan menata niat ibadah. Jika adabnya benar, dampak kesehatannya nyata,” kata dr. Agus. Topik diabetes juga menjadi sorotan utama. Ia mengingatkan bahwa diabetes kerap datang perlahan tanpa gejala mencolok, sehingga dikenal sebagai “pembunuh senyap”. Dampaknya bisa serius, mulai dari gangguan saraf mata hingga komplikasi ginjal dan pembuluh darah. “Diabetes bukan sekadar penyakit, tapi pesan lembut agar kita memperbaiki gaya hidup. Kontrol gula darah, aktivitas fisik, dan kepatuhan berobat adalah bagian dari ikhtiar,” tuturnya. Ia mengimbau jamaah dengan riwayat diabetes untuk tetap berpuasa secara aman dengan konsultasi medis, penyesuaian obat, dan pemantauan gula darah. Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menguatkan literasi kesehatan jamaah sekaligus memperteguh nilai dakwah berkemajuan. Pesan-pesan praktis seperti makan sesuai tuntunan sunnah, porsi seimbang, tidak berlebihan saat berbuka, serta menjaga hidrasi menjadi penekanan. Di akhir pengajian, dr. Agus mengajak jamaah menutup dengan doa agar diberi kesehatan untuk menguatkan ibadah. “Mari merawat amanah-Nya. Sehatkan tubuh agar ibadah lebih kuat dan konsisten,” ucapnya. Kegiatan Syiar Bermuhammadiyah Kapanewon Turi ini diharapkan menjadi ruang edukasi rutin yang memadukan nilai keislaman dengan pengetahuan kesehatan, sehingga jamaah mampu menjalani Ramadhan secara aman, produktif, dan bermakna. Rep Editor  Arief Hartanto  MPI PDM Sleman

Loading

Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Australian players looking for a polished online gaming hub often compare what Zoome brings to the table against locally licensed competitors, noting its broad pokies catalogue, AUD-friendly banking, and a loyalty setup that feels tuned to the way punters in Sydney, Melbourne, and Perth tend to play across long weekend sessions.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.
Players looking for hassle-free ways to enjoy classic table games and slots online often compare welcome bonuses and payout speeds before signing up, and a solid resource like ModernGhana - bingo sites no ID verification UK can help simplify the decision when you want to skip lengthy signup checks and get straight to the action.