PRM Margokaton
![]()
PRM Margokaton
![]()
PRM Margokaton
![]()
Muhammadiyah Turi
![]()
Moyudan.Pdmsleman.Or.id Ramadhan telah memberi kesempatan kepada umat untuk memperbaiki diri, mengantarkan umat pada hari kemenangan. Berkat rahmat Allah SWT., umat mampu menahan lapar, dahaga, mengendalikan hawa nafsu hingga memperbanyak ibadah. Allah SWT. telah memberikan kehidupan, kesehatan, dan kesempatan menyambut Idul FItri dengan kebersihan hati. Ustad Heru Suprayitno menegaskan Idul Fitri bukan sekedar perayaan, tetapi awal dari ujian sesungguhnya. Bukan hanya merayakan kemenangan tetapi juga harus merenungkan apa yang harus dilakukan pasca Ramadan. Sebagai insan bertaqwa, sebagai alumni madrasah Ramadan, ada 3 JJJKperan penting umat. Pertama berperan untuk diri sendiri. Ramadan telah membentuk diri kita disiplin sholat, disiplin membaca Qur’an, disiplin menahan amarah, memperbanyak sedekah, serta manjauhi maksiat. “Kita harus menjadikan ibadah dan amal baik sebagai bagian dari hidup kita, bukan sekedar ritual musiman, dengan tetap istiqomah. Jangan biarkan semangat Ramadan mati begitu saja. Khusus kaum muda, remaja masjid, teruslah bersemangat mengurus kegiatan di masjid, jangan jauhkan dirimu dari masjid.” tegasnya. Kedua, berperan untuk keluarga, membangun rumah tangga dengan nilai-nilai Ramadan. Karena keluarga adalah benteng utama dalam membentuk peradaban. Jika ingin membangun bangsa yang kuat, mulailah dari keluarga yang kuat. Ramadan telah mengajarkan kepada kita arti kasih sayang, kebersamaan, dan tanggung jawab. Maka, setelah Ramadhan, kita harus terus membimbing keluarga dalam kebaikan, jangan biarkan rumah tangga diisi dengan kemaksiatan, pertengkaran dan kelalaian. Jadikan rumah tangga sebagai tempat penuh dengan ketenangan, ketaqwaan dan keberkahan. Sebagai suami, jadilah pemimpin yang adil dan bertanggung jawab. Sebagai istri, jadilah pendamping yang sholihah penuh kasih sayang. Sebagai orang tua, jadilah teladan bagi anak-anaknya. “Kita didik anak-anak menjadi generasi unggul dan kuat, kuat fisik, mental, ekonomi dan kuat keimanannya,” tegas khatib.Kedepan, anak-anak kita menghadapi tantangan yang tidak mudah, diperlukan mental kuat dengan terus memohon pertolongan Allah dengan sabar dan doa. Ketiga, berberan untuk bangsa, menjadi umat yang bermanfaat. Menukil Hadits Riwayat Ahmad, Khoirunnaas anfa’uhum linnaas. “Sebaik-baik umat adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” Bangsa kita tidak hanya membutuhkan umat soleh individu, tetapi juga Soleh sosial yang peduli sesama dan peduli sosial. “Jangan hanya sibuk dengan ibadah pribadi, tetapi melupakan tanggungjawab sosial. Jangan hanya mencari pahala untuk diri sendiri, tetapi lupa menegakkan keadilan dan membela kebenaran di masyarakat,” tegasnya. Qur’an Al-Maidah: 2 mengajarkan umat untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan dan taqwa, jangan bertolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Di sinilah pentingnya sebuah organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, sebagai sarana untuk bersama-sama mencapai tujuan mulia dengan dakwah yang lebih baik, lebih terarah dan sistematis. Karena kebaikan yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir. “Idul Fitri bukan akhir perjalanan ibadah, melainkan awal tantangan baru. Ramadhan telah menempa kita menjadi pribadi yang lebih baik, dan harus kita jaga dan kita terapkan nilai-nilai yang telah kita pelajari,” pungkasnya.Rep Sugiyanto Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman
![]()
Pdmsleman,Or.Id Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H berlangsung khidmat di Lapangan Masjid Jami At-Taqwa Minomartani, Jalan Piranha Raya No. 7 Mlandangan, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (20/3/2026) pagi. Sejak pukul 06.00 WIB, ribuan jamaah telah memadati lokasi untuk menunaikan ibadah sekaligus menyimak khutbah Idul Fitri yang penuh makna. Bertindak sebagai imam adalah Ustadz Miftahus Surur, S.E., M.E., AWP-S, sementara khutbah disampaikan oleh Ustadz Drs. Agus Triyanta, M.A., M.H., Ph.D. dengan tema “Sebagai Layaknya Orang yang Lulus Ujian”. Dalam khutbahnya, Agus Triyanta menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kemenangan setelah umat Islam menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. “Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan, karena umat Islam merayakan kemenangan setelah menahan berbagai dorongan nafsu dan godaan syaitan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar ritual ibadah, melainkan sebuah proses pendidikan spiritual yang mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan ketahanan dalam menghadapi ujian kehidupan. “Puasa adalah pelajaran bahwa untuk mencapai kesuksesan tidak ada jalan pintas, tidak ada shortcut. Semua harus melalui proses dan perjuangan,” tegasnya. Lebih lanjut, ia mengkritisi fenomena masyarakat modern yang cenderung menginginkan hasil instan tanpa melalui proses yang benar. Menurutnya, puasa menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati hanya dapat diraih melalui usaha dan pengorbanan yang sungguh-sungguh. Dalam penjelasannya, ia juga mengaitkan puasa dengan konsep ketakwaan sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an. “Tujuan utama puasa adalah agar kita menjadi insan yang bertakwa, dan ketakwaan itulah yang akan mengantarkan pada kebahagiaan sejati,” ungkapnya. Ia menambahkan, kebahagiaan yang hakiki bukan terletak pada materi, jabatan, atau popularitas, melainkan pada kedekatan dengan Allah SWT. “Orang yang bertakwa akan merasakan kebahagiaan sejati, karena ia mampu menerima segala ketentuan Allah dengan lapang dada,” jelasnya. Menutup khutbah, jamaah diajak menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki diri, serta menjaga nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana haru dan khusyuk terasa saat doa dipanjatkan bersama, memohon agar seluruh amal ibadah diterima dan diberikan kesempatan bertemu Ramadhan berikutnya. Pelaksanaan Sholat Idul Fitri ini berlangsung tertib dan lancar, serta menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Minomartani dan sekitarnya. Berikut khutbah lengkapnya Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Gamping, Pdmsleman.Or.Id Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan pengabdian berjudul ” Penguatan Literasi Politik Bagi Pimpinan Dan Anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah Trihanggo Utara dan Trihanggo Selatan Gamping Sleman. .” Program ini merupakan bagian dari catur darma perguruan tinggi UMY terutama dalam darma pengabdian. “Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi politik di kalangan pimpinan dan anggota Ranting Muhammadiyah (PRM) Trihanggo Utara dan Trihanggo Selatan, yang terletak di Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Proposal ini mengidentifikasi rendahnya pemahaman kader Muhammadiyah terkait literasi politik yang berbasis pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan, serta terbatasnya kemampuan mereka dalam membaca dinamika politik secara kritis. Hal ini menyebabkan kesenjangan dalam partisipasi politik yang berdampak pada rendahnya peran PRM dalam memberikan edukasi politik yang menyeluruh dan berkualitas di tingkat akar rumput. ” jelas Drs. Juhari Sasmito Aji, M.Si pada 17 Maret 2026. Program ini dilaksanakan oleh Drs. Juhari Sasmito Aji, M.Si, yang menjadi ketua. Anggota program pengabdian adalah Prof. Dr. Ulung Pribadi, , M.Si. (Dosen) dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, Wisnu Harja (Anggota Tendik) dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, Firda Nadia Aulia (Mahasiswa) Ilmu Pemerintahan, Della Rahmi Fitriana (Mahasiswa) Ilmu Pemerintahan, Andhira Verdelia Suharno (Mahasiswa) Ilmu Pemerintahan, dan Drs, Oktiva Anggraini (Mitra pengabdian) dari Universitas Widya Mataram Yogyakarta. UMY melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) secara aktif memfasilitasi dosen untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menjadi komitmen UMY dalam pelaksanaan catur darma perguruan tinggi Muhammadiyah. Bukti UMY adalah kampus berdampak. Rep Juhari Sasmito Gamping
![]()
NGAGLIK BERKEMAJUAN
![]()
Turi , Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Turi sukses menyelenggarakan kegiatan “Kajian Kemuslimahan & Launching Program Pusat Belajar Keluarga” pada Sabtu (14/03/2026). Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Turi, acara ini dihadiri oleh 25 peserta yang berasal dari berbagai organisasi lintas sektoral, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penguatan peran perempuan dan keluarga. Kegiatan ini merupakan buah manis dari kerja sama antara PCNA Turi dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kolaborasi ini terwujud melalui salah satu dosen UMY, yakni Yunda Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I., yang merupakan Kepala Departemen Dakwah dan Pendidikan PCNA Turi sekaligus juga bertindak sebagai narasumber utama. Dalam penyampaiannya, Anisa DM membawakan materi mendalam mengenai strategi menghidupkan bulan suci melalui framework Ramadan yang mindful (sadar penuh), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan). Selain itu, Yunda Anisa juga menekankan “ pentingnya empat pilar bagi wanita untuk meraih surga, yakni menjaga salat wajib, menunaikan puasa Ramadan, menjaga kehormatan diri, serta taat kepada suami”. Suasana diskusi berlangsung sangat dinamis; para peserta tidak hanya menyimak secara pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam memberikan pertanyaan serta umpan balik yang kritis selama sesi materi berlangsung. Meski Ketua PCNA Turi, Yunda Dyah Harumming Kinanti, berhalangan hadir secara fisik, esensi kepemimpinannya tetap terasa kental. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan moril serta sumbangsih konsep yang ia rancang sejak awal. Hal ini didukung penuh oleh kerja keras jajaran Pimpinan Harian (PH) PCNA Turi yang bahu-membahu dalam mempersiapkan segala aspek teknis demi terwujudnya acara yang bermanfaat ini. Melalui peluncuran “Pusat Belajar Keluarga” hasil kolaborasi dengan akademisi UMY ini, PCNA Turi berharap dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi para perempuan di wilayah Turi dan sekitarnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam aspek keagamaan maupun dalam membina ketahanan keluarga. Rep Nana PCNA Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah 2 Turi menggelar kegiatan peningkatan motivasi berprestasi bagi siswa dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yaitu Dr. Sutipyo Ru’ya, M.Si. dan Dr. Yusron Masduki, M.A. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari ikhtiar sekolah dalam menumbuhkan semangat berprestasi siswa agar memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing di masa depan pada Rabu 11 Maret 2026 bertempat di UAD. Acara yang diikuti oleh siswa dan guru berlangsung dengan penuh antusias. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat membangun karakter siswa yang unggul, percaya diri, serta memiliki motivasi belajar yang tinggi. Dalam penyampaian materinya, Dr. Yusron Masduki menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Ia berpesan agar guru menerapkan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) sehingga proses belajar menjadi lebih hidup dan mampu mendorong keterlibatan aktif siswa. Selain itu, Dr. Yusron juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus meningkatkan semangat berprestasi. Ia menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan siswa yaitu “ menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik, membangun growth mindset, belajar dari kegagalan, fokus pada proses pembelajaran, serta melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan”. Sementara itu, Dr. Sutipyo Ru’ya menjelaskan “ konsep sederhana dalam menghadapi kehidupan melalui tiga prinsip utama, yaitu Risk (risiko), Uncertainty (ketidakpastian), dan Hope (harapan). Menurutnya, setiap individu perlu berani menghadapi risiko, siap menerima ketidakpastian, serta tetap menjaga harapan sebagai kekuatan untuk terus melangkah menuju kesuksesan”. Pamuji SS, S.Si selaku Kepala Sekolah menyampaikan “ kami berharap melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah 2 Turi berharap siswa semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan prestasi, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan lanjutan”. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inspiratif dan berorientasi pada masa depan siswa. Rep Pamuji S.Si SMKM 2 Turi Editor Arief Hartanto
![]()
Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana Ramadhan yang penuh berkah terasa hangat di lingkungan SMP Muhammadiyah 2 Godean melalui kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H pada Jum’at, 6 Maret 2026 yang diselenggarakan dengan berbagai rangkaian kegiatan pembinaan keislaman bagi para siswa. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid At Tauhid yang berada di lingkungan sekolah yang beralamat di Sembuh Lor, Sidomulyo, Godean, Sleman Yogyakarta. Pesantren Ramadhan tahun ini mengambil tema “Dengan Ramadhan kita raih ilmu dan kebersamaan” diawali dengan kegiatan Pra-Ramadhan yang dilaksanakan jelang memasuki bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan bekal spiritual dan pemahaman kepada seluruh murid agar dapat menyambut dan menjalani Ramadhan dengan lebih baik, penuh kesadaran ibadah, serta meningkatkan akhlak dan kepedulian sosial. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah aksi berbagi takjil on the road yang dilaksanakan di gerbang sekolah pinggir jalan utama barat perikanan Godean. Dalam kegiatan ini, para siswa yang tergabung dalam IPM Ranting SMP Muhammadiyah 2 Godean membagikan 90an paket takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan berbagi tersebut dipimpin oleh Ketua IPM, Candra Nugraha, dengan pendampingan pembina IPM, Danang Dwi Cahyono, S.Pd. dan waka kesiswaan Lathifah Mutiq, S.Pd.I. Melalui kegiatan ini, para siswa dilatih untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama, terutama di bulan suci Ramadhan. Setelah kegiatan berbagi takjil, rangkaian acara dilanjutkan dengan pengajian menjelang berbuka puasa yang disampaikan oleh Arif Jatmiko, S.Si. dan didampingi seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas fenomena remaja masa kini, tantangan yang dihadapi generasi muda, serta bagaimana seorang pelajar muslim seharusnya bersikap di tengah arus perubahan zaman. Para siswa diajak untuk tetap menjaga akhlak, memperkuat iman, serta bijak dalam menggunakan teknologi dan pergaulan. Setelah berbuka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah yang dipimpin oleh imam Idrus Aqibuddin, M.Pd., Guru Ismuba. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan kultum sebelum sholat tarawih oleh Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin, S.Pd yang mengangkat tema berbakti kepada orang tua. Dalam kultumnya, beliau mengajak para siswa untuk meneladani kisah keteladanan Uwais Al Qarni, salah satu tokoh dari kalangan Khairu Tabi’in, yang dikenal luas karena pengabdian dan kecintaannya yang luar biasa kepada sang ibu. Melalui kisah tersebut, para siswa diingatkan bahwa ridha Allah sangat erat kaitannya dengan ridha orang tua, sehingga berbakti kepada orang tua merupakan salah satu jalan menuju keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Kegiatan Pesantren Ramadhan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta akhlak mulia dalam diri para siswa. Dengan demikian, Ramadhan benar-benar menjadi momentum untuk membentuk generasi pelajar yang berilmu, beriman, dan berkarakter serta menjadikan Muhago Tumbuh yakni menumbuhkan generasi yang:✨ Takwa✨ Unggul✨ Mandiri✨ Ber-Akhlak✨ Ulet✨ HebatMenumbuhkan akhlak mulia,menumbuhkan jiwa kepemimpinan,menumbuhkan budaya literasi,dan menumbuhkan karakter sejak dini.Bersama MUHAGO (SMP Muhammadiyah 2 Godean),kita tumbuh — pelan tapi pasti,kuat dalam nilai,siap menghadapi masa depan. Aamiin Rep H. Wahdan A S.Pd SMPM 2 Godean
![]()