Berbah, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 17 Mei 2025 Majelis Ekonomi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (ME-PCM) Berbah menyelenggarakan pelatihan bisnis UMKM bertempat di Gedung PIAT UGM. Menurut Ketua ME PCM Berbah H. Siswanto, S.Ag. sebagai penanggungjawab kegiatan ini, sebanyak 60 peserta sesuai target terpenuhi, bahkan lebih. Peserta tidak dipungut biaya alias Gratis. Karena keterbatasan tempat terpaksa dibatasi, menyesuaikan ruang yang tersedia. Ruang nyaman ber-AC lengkap dengan LCD dan kelengkapan pertemuan yang memadai. Kegiatan ini bekerjasama dengan Bank BPD DIY Syari’ah dan UMKM Kapanewon Berbah. Pemateri utama adalah Dr. H. Riduwan, S.E .,M.Ag. (Wakil Ketua WM DIY) dan Arif Wijayanto (Pimpinan Unit Usaha Syari’ah Bank BPD DIY) Rencana acara ini akan dibuka secara resmi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berbah Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. M.A. Sanusi – ME PCM Berbah.
Berbah, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah mengadakan pengajian Hari Bermuhammadiyan pada Jumat Legi, 9 Mei 2025 bertempat di Masjid Al Huda Kadisono Tegaltirto Berbah Sleman. Acara ini dihadiri sekitar 400-an jama’ah perwakilan dari 6 Ranting Muhammadiyah se Kapanewon Berbah, SD Muhammadiyah se Kapanewon Berbah, TK/PAUD/KB Aisayiyah se Kapanewon Berbah, AUM, LAZISMU dan simpatisan. Dalam sambutannya Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berbah H. Ahmad Muhajir Hanifi antara lain menyampaikan bahwa ada dua agenda penting untuk mendapatkan perhatian bersama yaitu Palatihan UMKM pada tanggal 17 Mei 2025 dan Khitanan Massal pada tanggal 22 Juni 2025. Pelatihan UMKM bertempat di PIAT UGM tahap pertama dibatasi untuk 60 peserta dari 6 Ranting, sehingga tiap Ranting mengirim 10 peserta. Sedangkan khitanan massal bertempat di SD Muhammadiyah Semoya Tegaltirto dengan target 100 peserta, diutamakan warga persyarikatan dan simpatisan selebihnya untuk umum. Sementara dalam tausiyahnya Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag. yang juga Wakil Rektor Universitas Ahad Dahlan Yogyakarta menyampaikan bahwa kriteria sukses hidup terutama bagi warga Muhammadiyah seperti termaktub dalam mars Muhammadiha yaitu Islam agamaku dan Muhammadiyah gerakanku. Ada 5 kriteria yaitu (1) semua aktifitas hidupnya menjadi amal, (2) amal kebaikannya bertambah dari waktu ke waktu, (3) ilmunya bertambah seiring dengan kemajuan jaman, (4) saudara nya bertambah, dan (5) perbuatan kita bermanfaat bagi sesama. Rep : (M.A. Sanusi, KIM Tirto Gumregah Berbah). Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Pakem, Pdmsleman. Or.Id Jum’at Legi 11 Dzulhijjah 1446 H bertepatan dengan tanggal 9 Mei 2025 diadakan acara pengajian yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Pakem. Acara ini bertempat di Taman Kanak-Kanak (TK) ABA Watuadeg dan mengusung tema “Menjadi Pegawai Muhammadiyah yang Visioner dan Amanah”. Narasumber yang dihadirkan adalah Prof. Dr. Ir. Sukamto, ST, IPU, ASEAN Eng, seorang pakar yang memiliki pengalaman luas dalam bidang manajemen dan kepemimpinan. Pengajian ini merupakan bagian dari upaya PCM dan PCA Pakem untuk menjalin ukhuwah dan melakukan pembinaan terhadap pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di wilayah Pakem. Peserta yang hadir terdiri dari berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah, termasuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), serta Panti Asuhan. Selain itu, PCA Pakem juga mengelola empat TK, lima Kelompok Bermain (KB), dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), AUM Kes PKU Pakem serta pengurus Aisyiyah dan Muhammadiyah. Acara ini dihadiri oleh sekitar 256 orang, yang menunjukkan antusiasme dan komitmen para pegawai Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas diri dan organisasi. Prof. Dr. Ir. Sukamto selaku pebicara menekankan pentingnya visi dan amanah dalam menjalankan tugas sebagai pegawai Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa menjadi pegawai yang visioner berarti mampu melihat jauh ke depan dan merencanakan langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan organisasi. Sementara itu, amanah adalah sikap bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan menjaga kepercayaan yang diberikan. Setiap pegawai Muhammadiyah harus menyadari bahwa bekerja bukan sekedar profesi, melainkan wujud nyata dari pengabdian dan amanah Allah. “Menjadi pegawai Muhammadiyah adalah pilihan hidup, sekaligus ladang amal menuju Ridha-Nya tutur Prof Sukamto”. Reportase Hj. Sumarah M.Pd Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Prambanan , Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka menanamkan pemahaman mendalam tentang rukun Islam kelima, SD MBS Prambanan menyelenggarakan kegiatan Edutrip bertajuk “Edukasi Manasik Haji” di Wisata Edukasi Religi “Qolbu” Boyolali pada Senin 5 Mei 2025. Kegiatan dimulai dengan sholat dhuha bersama di sekolah, dilanjutkan dengan perjalanan menuju lokasi manasik. Sesampainya di Wisata Religi Qolbu, peserta didik yang biasa disapa ananda disambut suasana edukatif yang menyerupai suasana Kota Suci Makkah, menambah semangat dan antusiasme mereka untuk mengikuti rangkaian kegiatan manasik. Sebelum memulai praktik manasik, ananda mendapat arahan dan pengenalan seputar ibadah haji dari para pendamping. Kegiatan dilaksanakan secara berkelompok, dimulai dari niat ihram di miqat, thawaf qudum, sa’i antara Shafa dan Marwah, hingga wukuf di Arafah yang menjadi puncak ibadah haji. Selanjutnya, ananda bermalam di Muzdalifah, melempar jumrah, melaksanakan tahallul, thawaf ifadah, dan diakhiri dengan thawaf wada’. Kepala SD MBS Prambanan, Ustadzah Rizana, menyampaikan bahwa Edutrip merupakan program tahunan sekolah. “Tahun ini, kegiatan dilaksanakan menjelang bulan Dzulhijjah dengan tujuan memberikan pendidikan yang utuh mengenai haji, mulai dari syarat dan rukunnya hingga sejarah di baliknya. Harapannya, anak-anak memperoleh pemahaman mendalam, meningkat keimanannya, dan terasah literasinya,” jelasnya. Senada dengan itu, Ustadzah Ayu selaku guru Al-Islam menambahkan, “Melalui praktik langsung ini, ananda tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga merasakan pengalaman spiritual yang mengesankan. Ini bagian dari pendidikan karakter Islami yang kami tanamkan.” Kesan positif pun datang dari para peserta. Ananda Kenzo dari kelas 4A mengungkapkan, “Saya sangat senang ikut kegiatan ini karena bisa belajar dan praktik langsung ibadah haji. Momen paling seru waktu melempar jumrah karena itu simbol melawan godaan setan.” Sementara itu, Ananda Firyal dari kelas 5D menilai kegiatannya sangat seru dan lokasi manasik mirip seperti yang asli. Ananda Nara dari kelas 3D juga menyampaikan kegembiraannya, terutama saat thawaf dan melempar jumrah. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SD MBS Prambanan menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pembelajaran kontekstual berbasis nilai-nilai keislaman yang menyentuh aspek kognitif, afektif, dan spiritual peserta didik. Reportase Arum Noviana S.Pd SDM MBS Prambanan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Komite mendukung penuh semua kompetisi yang diikuti siswa-siswi, bahkan kompetisi yang diikuti oleh guru-guru sekolah tersebut. “Keikutsertaan dalam berbagai kompetisi merupakan wahana untuk mengasah prestasi, menguatkan mental dan karakter serta membentuk pribadi juara sesuai bidang yang ditekuni,” pungkas Eny Purwaningsih kepala SD Muhammadiyah Semingin. Rep Edy – KIM Moyudan)