Bekal Ramadhan, Mengapa Bulan Ramadhan Ditunggu-tunggu ?

Tempel, Pdmsleman.Or.IdRamadhan ditunggu, karena Allah memberikan keistimewaan pada bulan ini. Ada tiga hal yang Allah akan berikan selama bulan Ramadhan, yaitu dosa diampuni, pahala yang dilipat gandakan dan derajat ditingkatkan. Barang siapa yang melakukan puasa Ramadhan karena iman dan mengharap ridla Allah, pasti diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.Sebuah hadits menyebutkan, pahala mengalir pada setiap langkah ke masjid untuk shalat fardhu dan langkah berikutnya dosanya diampuni. Dalam hadits qudsi juga disebutkan, setiap amal anak Adam akan dilipat gandakan, setiap kebaikan akan diganjar sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali Puasa. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang mengganjarnya. Pada bulan Ramadhan pahala puasa itu dilipat gandakan yang jumlah kelipatannya hanya Allah yang tahu.Sahabat Ubai bin Ka’ab yang ditunjuk oleh Khalifah Umar bin Khaththab untuk menjadi imam shalat tharawih pernah ditanya oleh Khalifah Umar tentang makna taqwa. Ubai lantas balik bertanya: “Pernahkah anda berjalan di jalan yang banyak rintangan?”Khalifah menjawab: “Ya, saya pernah berjalan di tempat yang seperti itu”Ubai lanjut bertanya: “Apa yang Khalifah lakukan saat berjalan di tempat seperti itu?”Jawab Umar bin Khaththab:”Aku berjalan dengan sangat hati-hati agar kakiku tidak luka”Ubai bib Ka’ab melanjutkan: “Itulah taqwa”.Begitupun hakekat puasa dalam meraih ketaqwaan. Kita melaksanakannya dengan hati-hati agar puasa kita tidak sia-sia. Puasa yang sia-sia hanya memperoleh lapar dan dahaga saja, tanpa pahala”.Kehati-hatian dalam ucapan dan tindakan. Hal-hal yang makruh saja dihindari, apalagi hal yang haram. Sebuah hadits menyebutkan bahwa, “Apabila seseorang di antara kalian sedang pada hari sedang puasa, jika ada seseorang yang mencela atau mengajak berkelahi atau berdebat, katakanlah, “Aku sedang puasa”” MENENTUKAN KAPAN MULAI BERPUASA?Rasulullah bersabda, “Puasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah (berhenti puasa) karena melihat hilal. Karena itu, jika hilal itu tidak terlihat bagi kalian, sempurnakanlah hitungan bulan sya’ban tiga puluh hari”. Dalam hadis yang lain, “Karena itu jika hilal tersebut tertutup awan maka puasalah tiga puluh hari”.Dua cara menentukan awal dan akhir puasa, cara pertama menggunakan metode rukyat yaitu mengamati secara visual munculnya bulan baru. Pengamatan bisa menggunakan teropong. Pengamatan visual hanya bisa dideteksi bila bulan muncul dua derajat lebih di atas ufuk. Ufuk adalah garis cakrawala antara bumi dan langit.Cara lain menghitung awal atau akhir bulan dengan cara hisab. Hisab adalah cara penghitungan matematis berdasarkan ilmu falak. Ketelitian ilmu hisab pada jaman sekarang sudah sangat tinggi. Terjadinya gerhana dalam seratus tahun mendatang, waktunya, durasinya dalam satuan detik sudah bisa diramalkan dengan akurat. Dalam menghitung terjadinya hilal, perhitungan hisab tidak perlu menambah dua derajat. Begitu melewati ufuk seberapa pun kecilnya, bulan baru sudah bergulir. KALENDER HIJRIAH GLOBAL TUNGGAL (KHGT)Sebagian ulama memimpikan penyatuan kalender Islam yang berlaku untuk semua negara di belahan bumi mana pun juga. Selama ini kalender Islam menganut perhitungan bulan regional atau nasional. Pelaksanaan ibadah tahunan umat Islam berbeda-beda sesuai dengan penampakan bulan masing-masing wilayah atau negara. Akibatnya terjadi perbedaan mulai puasa atau satu Syawal di masing-masing negara. Bahkan dalam satu negara bisa perbedaan waktu antara golongan yang berbeda caranya. Dengan kesepakatan Kalender Hijriah Global Tunggal, maka diharapkan tidak ada lagi perbedaan diantara seluruh dunia.Disamping banyak sekali manfaat, penggunaan KHGT, juga mengakibatkan implikasi dalam kehidupan yang luas. Terjadi perubahan penentuan awal hari, yang selama ini saat Magrib, saat munculnya bulan, berubah menjadi tengah malam. Sebagai contoh, bayi yang lahir sebelum tengah malam di akhir Ramadhan perlu dikenakan zakat bila menganut KHGT, namun tidak dikenai zakat bila memakai kalender regional.Karena pengaruhnya yang sangat luas, banyak organisasi dan negara yang mempertimbangkan untuk tidak segera memberlakukan KHGT. Catatan dari ceramah Ust.Wildan Wahied tanggal 23 Pebruari 2025 Reportase H. Sadhono Hadi KIM Tempel gedung dakwah Muhammadiyah Karang gawang Mororejo Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pashmina To School, Pengabdian Masyarakat UMY di PCNA Tempel

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Ahad 16 Februari 2025 bertempat di embung Mororejo digelar acara Judul Acara Pashmina Goes To School dengan mengangkat tema “ Peningkatan Pengetahuan Pimpinan Cabang Tempel dalam menjaga kesehatan Reproduksi” Acara ini digelar sebagai kerjasama antara PCNA ( Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah ) Tempel dengan Pengabdian Masyarakat UMY dengan jumlah peserta 54 orang terdiri dari PCM,PCA Tempel, PRM,PRA Mororejo juga melibatkan perwakilan siswa SMP dan SMK Muh.di wilayah kapanewon Tempel. Acara dimulai dengan lantunan INdonesia Raya, Mars Muhammadiyah dan Mars NA dilanjutkan dengan lantunan Al Qur’an. Kemudian untuk mengetahui pemahaman awal para peserta dilakukan pre test, untuk mendalami sampai seberapa jauh pengetahuan audiens akan materi yang akan disampaikan. ketua Tim Pengabdian Masyarakat di bidang kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Yuni Astuti M.Kep.,Ns., Sp.Kep.Mat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dari kampus sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat terutama warga Aisyiyah dan Muhammadiyah bisa mengajukan permohonan kerjasama. Dalam kesempatan kali ini materi yang disampaikan meliputi Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Putri, Edukasi Anemia dan Nutrisi untuk remaja serta Edukasi Self management. Menurut Yuni “ masalah kesehatan reproduksi remaja selain berdampak secara fisik, juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental dan emosi, keadaan ekonomi dan kesejahteraan sosial dalam jangka panjang. Dampak jangka panjang tidak hanya berpengaruh terhadap remaja itu sendiri, tetapi juga terhadap keluarga, masyarakat dan bangsa pada akhirnya”. Dengan pemahaman yang benar tentang berbagai tema ini diharapkan menjadi bekal bagi remaja di Tempel dalam menghadapi kehidupan dan mensikapinya sebagaimana diajarkan Islam dan Sunnah. Reportase Ervis Is S,PD PCA Tempel Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Relawan Muhammadiyah Sleman Turut Tangani KLB 130 Warga Keracunan Makanan di Krasakan Tempel

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Ahad, 9 Februari 2025 terjadi peristiwa KLB ( Kejadian Luar Biasa ) yakni berupa keracunan makanan di dusun Krasakan Lumbungrejo Tempel Sleman. Berita yang berkembang dan menurut sumber dari WA group team Relawan Muhammadiyah Sleman yang dikirim oleh Nur Khairudin menyebutkan bahwa “ kronologi peristiwa ini bermula dari adanya acara hajatan pernikahan warga pada hari Sabtu 8 Februari 2025 di dusun Krasakan”. Sesaat setelah acara selesai ada beberapa warga melaporkan merasakan sakit perut, pusing, dan lemas pada malamnya kemudian pada pagi hari Ahad 9 Februari 2025 banyak warga yang mengalami gejala yang sama, kemudian di larikan ke klinik setempat dan dikarenakan tidak dapat mampu mengatasi jumlah warga yang mengalami gejala sehingga di rujuk di beberapa rumah sakit seperti RSUD Sleman, RS PKU Muhammadiyah Sleman, RS Queen Latifa, RSA UGM, RS JIH, RSU Muntilan dan Puskesmas Tempel 1 . BPBD Sleman, Dinas Kesehatan Sleman, PMI Kabupaten Sleman, MDMC DIY dan Warga sekitar mendirikan Posko Gabungan di Krasakan dimana Posko ini bertujuan untuk memberikan bantuan dan koordinasi dalam penanganan kasus keracunan makanan yang terjadi. Muhammadiyah, melalui MDMC DIY, segera mengambil langkah cepat untuk membantu penanganan kasus ini. Beberapa tindakan yang dilakukan antara lain Antar Jemput Pasien: Tim Muhammadiyah melakukan antar jemput pasien yang dirujuk ke rumah sakit. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua pasien mendapatkan perawatan yang diperlukan dengan cepat dan aman. Koordinasi dengan Posko Gabungan: Tim Muhammadiyah juga melakukan koordinasi dengan Posko Gabungan untuk memastikan semua langkah penanganan berjalan dengan baik dan terkoordinasi. Update terakhir pukul 18.30 WIB menurut warga Krasakan Hery Hartoyo yang berada di Posko Gabungan menyebutkan Update sementara Pasien di rujuk di beberapa RS sebagai berikut : 1.RSUD Sleman 49 orang dengan rincian pulang 45, mondok 3, Observasi 1. 2.RSUD Muntilan 9 orang 3. RS PKU Sleman 19, Opname 1, Observasi 1 , Pulang 17 4. Posko Kesehatan di Krasakan 38 orang 5. RSA 7 orang, observasi 1 6. RS Queen Latifah 6 orang, pulang 6 7. JIH 2 orang, opname 2 dengan total korban 130 orang Sementara itu menurut Juang Mahron dari Relawan AmbulanMU Tempel “ kami bergerak personil sejumlah 10 orang dan 4 unit Armada roda 4” Dengan personil Afuza Nur Hanifan Huzaini, Juang Mahron, Andika Pratama, Afif Naufal Arifin, Puput Purnomo, Surana, Fanny jaka susila, Sugit Yuli atmoko, Razan dan Irwan S adapun armada AmbulanMu Tempel, Ambulan Desa Pendowoharjo, AmbulanMu Seyegan, AmbulanMu Turi, Unit Roda 2 dan kendaran pribadi. Dalam hal ini PCM Tempel Samsul Alam beserta jajaran juga turun langsung melakukan pendampingan keluarga korban, Reportase Arief Hartanto

Loading

40 Tahun Mutemsa, Bersama Berbagi, Wujudkan Generasi Peduli dan Berkarakter Mulia

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Rabu, 5 Februari 2025. SMK Muhammadiyah 1 Tempel (Mutemsa) memperingati Milad yang ke-40.Dalam agenda pekan Milad, Mutemsa menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti Corporate Social Responsibility (CSR), Parenting, hingga Pengajian Akbar.CSR diawali dengan kegiatan bersih masjid. Mutemsa menerjunkan tim guru dan murid untuk membersihkan tiga masjid di Srumbung Magelang dan Caturharjo Sleman.Di sekolah pun tim guru dan murid melayani Free Laundry & Permak, sambil memperkenalkan dua jurusan unggulan yaitu Perhotelan dan Desain Produk Busana.Dalam pelaksanaannya selama dua hari sebelumnya, Permak gratis telah menyelesaikan 50 pcs pakaian yg masuk baik dari warga sekolah maupun lingkungan sekitar sekolah. Sedangkan pada free Laundry, telah terpenuhi kurang lebih 15kg pakaian dari target 50kg yang ditawarkan sebagai kuota gratis.Dilanjutkan dengan Parenting pada hari ini, oleh dr. Inggar Bagus Wibisana, S. Ked., A.P., M.M.yang berpesan, “Cara untuk mencegah berbagai macam jenis kenakalan remaja, harus bersinergi antara orang tua dengan pihak sekolah karena pola asuh anak menjadi tanggung jawab bersama.”Pekan Milad masih akan berlanjut hingga hari Sabtu, 8 Februari 2025 dengan CSR Free Laundry & Permak serta Pengajian Akbar oleh Drs. H. Purwana, MA yang dimeriahkan dengan bazaar sembako hingga cek kesehatan gratis.Sesuai dengan tema Milad Mutemsa tahun ini, semua kegiatan bertujuan untuk berbagi, peduli dan mewujudkan Karakter Mulia. Info PPDB :08112650222 (admin)bit.ly/mutemsa_ppdb2025 (link pendaftaran) Reportase : Errista Dewanti, S. Pd. SMK Muhammadiyah 1 Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Abdimas UMY, Ketua PP Aisyiyah di PCA Tempel Sleman, Seminar Antisipasi Perubahan Iklim

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Aisyiyah Tempel mengadakan acara seminar dengan tajuk Pendidikan Kesehatan Keluarga dalam Mengantisipasi Perubahan Iklim pada Ahad, 2 Februari 2025 di Gedung Dakwah Darul Ulum Sanggrahan Mororejo Tempel Sleman. “Acara ini terlaksana berkat kerjasama dengan UMY dari Program Pengabdian Masyarakat. Alhamdilillah peserta dari PCA dan perwakilan masing-masing 3 orang dari 9 PRA hadir. Kami harap peserta nanti menyampaikan ilmu yang didapat kepada masing-masing PRAnya, ” ungkap Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD., Ketua PCA Tempel. Kegiatan diisi oleh tiga narasumber, sesi I Ibu Salamah Orbayinah, sesi II Ibu Lucitania Rizki, S.IP, MM, dan sesi III Bapak Dr. Sugeng Riyanto, S. IP, M. Si. “Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah bagaimana warga Aisyiyah mampu menjalankan tugas dan fungsinya di masyarakat dalam mengemban amanah risalah Aisyiyah berkemajuan. Termasuk salah satunya upaya menjaga lingkungan dari perubahan-perubahan iklim, ” ucap Ibu Salamah Orbayinah, Ketua PP Aisyiyah. Pada sesi I ini lebih lanjut beliau menjelaskan tentang 10 komitmen perempuan berkemajuan termasuk diantaranya bagaimana perempuan menguasai IPTEK dan berperan dalam pelestarian lingkungan. Pada sesi II narasumber mengupas lebih detail mengenai apa itu Perubahan Iklim, penyebab perubahan iklim, akibat cuaca ekstrim, tentang pemanasan global, dan apa peran yang bisa dilakukan.“Jika sering terjadi bencana dan kerusakan lingkungan maka kedepan akan mempengaruhi kondisi sosial ekomomi manusia. Apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan diantaranya mengurangi penggunaan plastik, mengolah sampah, penghijauan, ” tandas Ibu Lucitania Rizki, S. IP, MM yang sehari-hari bekerja sebagai Kepala Urusan Internasional UTY. Sesi III disampaikan tentang Gaya Hidup Sehat untuk menghadapi Perubahan Cuaca Ekstrim.“Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghadapi perubahan iklim adalah banyak minum air putih, makan makanan bergizi, olahraga, menjaga lingkungan bersih dan lestari, penghijauan, ” ujar Bapak Dr. Sugeng Riyanto, S. IP, M. Si., Dosen HI UMY. Setelah paparan narasumber, dilanjutkan sesi diskusi, lalu acara ditutup dengan pemberian bibit tanaman alpukat dari UMY untuk PCA Tempel. Reportase Pamuji Sri S, S.Si MPI PDM SLeman Editor Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman

Loading

Gempar 4, Milad ke-57 SD Muhammadiyah Domban 3 Tempel

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Sabtu 25 Januari 2025 pagi suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti SD Muhammadiyah Domban 3 dimana dalam rangka merayakan Milad yang ke-57, sekolah ini menggelar rangkaian kegiatan dengan dihadiri ratusan siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar Domban Mororejo. menjadikan momen ini sebagai ajang silaturahmi yang hangat. Acara dimulai dengan pembukaan yang meriah, di mana para peserta disambut dengan keramahan dari panitia. Alunan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran menggema di udara, menambah khidmat suasana. Setelah itu, seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Sang Surya dengan penuh penghayatan. Kepala SD Muhammadiyah Domban 3, Yoni Nuur Adi Susanto, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas pencapaian sekolah yang telah berdiri selama 57 tahun. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter siswa yang unggul,” ujarnya. Sambutan dilanjutkan oleh Samsul Alam S.Ag, M.Si, perwakilan dari PCM Tempel, yang juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan pendidikan di sekolah ini. Doa yang dipimpin oleh KH Abdl Azis, komite sekolah, menutup rangkaian pembukaan acara dengan harapan agar SD Muhammadiyah Domban 3 semakin maju dan sukses di masa depan. Setelah pembukaan, rangkaian kegiatan outbond pun dimulai. Dengan bimbingan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan Bahasa Inggris, para siswa diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai permainan yang mengasah kerjasama dan keterampilan komunikasi. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi siswa dalam belajar bahasa Inggris secara langsung. Pada kesempatan ini juga dihadiri wisatawan dari Thailand Sakis chemamat dan Kim Boyeon dari Korea Selatan untuk mengasah menjajal kemampuan bahasa Inggris siswa yang juga menjadi ekstrakurikuler di SD Muh Domban 3 yakni English club. Puncak acara adalah lomba mewarnai yang diikuti oleh sekitar 100 peserta dari taman kanak-kanak (TK) Tempel dan sekitarnya. Anak-anak dengan antusias menunjukkan kreativitasnya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan di antara siswa, orang tua, dan masyarakat. Dengan semangat yang tinggi, SD Muhammadiyah Domban 3 siap melangkah serta berkomitmen untuk mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Reportase Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Gelar Potensi Sekolah Muhammadiyah se-Tempel Meriah, Dihadiri 1500 Pengunjung

Tempel, Pdmsleman.Or.IdBertempat di bengkel SMK Muhammadiyah 2 Tempel pada Sabtu, 18 Januari 2025 sukses dan meriah pelaksanaan Gelar Potensi Sekolah Muhammadiyah se-Tempel.“Milad Muhammadiyah ke-112” sebagai wujud atas berdirinya Muhammadiyah sampai saat ini yang masih kokoh untuk menjunjung iman dan takwa serta menjadikan ajaran yang berlafaskan islam yang hakiki dan otentik. Sebagai rasa syukur ini maka Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Tempel mengelar acara dengan tema “Menghadirkan kemakmuran untuk semua” ujar Dedy Setyawan, M.Pd, Ketua Panitia Gelar Potensi Sekolah yang menampilkan 13 atraksi dan penampilan kreatif dari PCA Tempel, TK ABA Gendol, SD Muhammadiyah Gendol 1, SD Muhammadiyah Gendol 3, SD Muhammadiyah Gendol 4, SD Muhammadiyah Ngabean 1, SD Muhammadiyah Ngabean 2, SD Muhammadiyah Domban 1, SD Muhammadiyah Domban 2, SD Muhammadiyah Domban 3, SD Muhammadiyah Kragan, SD Muhammadiyah Gondanglegi, SMP Muhammadiyah 1 Tempel, SMK Muhammadiyah 1 Tempel, SMK Muhammadiyah 2 Tempel.Selain itu ditampilkan pula servis hemat dari Ahhas, pemeriksaan kesehatan gratis, cek spooring mobil, donor darah dan bazzar UMKM dari PCA, pameran karya siswa dari SD, SMP dan SMK Muhammadiyah, BMT Mitra Mulia serta dari Ambulanmu yang melakukan penggalangan dana untuk peremajaan armada Ambulanmu Tempel yang sudah beroperasi selama 13 tahun, Alhamdulillah terkumpul dana lebih dari 30 juta rupiah.Dalam sambutannya ketua PCM Tempel, H. Samsul Alam, M.Si menyampaikan ” ucapan terimakasih atas terselenggaranya event ini dan ini bentuk kolaborasi dari segenap warga Muhammadiyah dan juga lembaga lain yang mensupport acara ini, tentu kerjasama ini Insya Allah akan menghadirkan kemakmuran untuk semua dan kita harus saling bertaawun, kerjasama dalam mewujudkannya”.Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman dalam hal ini dihadiri H. Arif Mahfud, S.Ag, M.Si menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini dan memberi motivasi bahwa kita dihadapkan pada masalah ideology dan pemahaman agama yang menyimpang serta masalah miras, pil kebo, judi online, pinjaman online dan masalah yang lain. Untuk itu Arif Mahmud mengajak untuk terus memantapkan diri menyekolahkan anak-anak di sekolah Muhammadiyah karena terkait ilmu agama, aqidah, akhlaq akan menjadikan kuat iman aqidah dan akhirnya menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah sehingga akan terhindar dariperbuatan menyimpang tersebut.Acara juga didukung pula para sponsor dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Grama Surya, dan mitra sponsor lain serta pemberian santunan bagi siswa Yatim oleh BMT Mitra Mulia.Didukung pula oleh Tapak Suci Tempel, Pemuda Muhammadiyah Tempel, Nasyiatul Aisyiyah Tempel, Kokam Tempel, Hizbul Wathan Tempel serta dihadiri lebih dari 1.500 hadirin dari orang tua siswa, siswa, dan masyarakat umum. Reportase H. Wahdan Arifudin SMPM Tempel MPI PDM Sleman Editor Arief HArtanto SE MPI PDM SLeman

Loading

Strategi Dakwah Jitu Hadapi Gen Z                

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Tempel bekerjasama dengan Tim Abdimas UMY menyelanggarakan pelatihan dakwah bagi pengurus cabang pemuda Muhammadiyah dan Nasyiyatul Aisyiyah Tempel Sleman Yogyakarta (PCPM dan PCNA). Pelatihan dakwah ini bertajuk strategi dakwah di kalangan kaum Gen Z. Pelatihan ini bertujuan agar kedua organisasi kepemudaan Muhammadiyah tersebut mampu untuk memilih strategi yang tepat dalam menyampaikan dakwah terumata di kalangan komunitas seusia mereka yang masuk dalam kelompok Gen Z. Tim dosen UMY diwakili oleh Dr. Sugeng Riyanto dam Sobar M Johari Ph. D, yang menggandeng ahli manajemen, Muhammad Ichsan SE MM, dosen Akademi Manajemen Putra Jaya (AMPJ) Yogyakarta. Menurut pandangan Sobar, dakwah di kalangan Gen Z memerlukan strategi berbeda dengan kaum sebelumnya, oleh sebab Gen Z tumbuh bersama dengan tumbuhnya gadget yang mendampinginya setiap hari. Gen Z adalah kelompok anak muda yang melek tehnologi, ekspresif, multi tasking dan cepat berpindah antara sati ektifitas ke aktifitas yang lain. Sementara, Sugeng Riyanto menambahkan bahwa dakwah di kalangan Gen Z memerlukan kesabaran ekstra. “Cara cara tradisional mulai harus dikombinasi dengan cara baru yang memanfaatkan tehnologi dan sosial media. Mereka ini adalah generasi yang ekspresif, jadi kalau cuma diceramahi terus, ya mereka bosan. Maka perlu  dicari media yang lebih interkatif misalnya penggunaan sosial media, atau mereka diajak berkatifititas bersama dalam permaian/game. Bahkan sesekali kegiatan tadabur alam sangat penting bagi mereka, atau bahkan sesekali diajak piknik” lanjut Sugeng. Muchamad Ichsan mengharapkan PCPM Dan PCNA mempunyai sistem organisasi yang bagus, sehingga dakwah ke kalangan Gen Z bisa dikelola dengan baik. Perlu planning, executing dan evaluating. Dakwah jangan ditempatkan sebagai kegiatan ritual belaka, tetapi dakwah harus dikelalola dalam prinsip prinsip manajemen yang baik. Manajemen dakwah perlu diperhatikan. Ini akan mendukung keberhasilan dakwah. Pelatihan yang diikuti oleh 60an peserta ini dilaksanakan pada 21-22 Desember 2024 di Desa Wisata Ploso Kuning, Turi Sleman, sebuah Lokasi yang sejuk dan kondusif untuk kegiatan kepemudaan. Ilham, ketua PCPM Tempel, menyambut gembira kolaborasinya dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. “Kami harap semua perguruan tinggi seperti UMY ini, sering sering berkolaborasi dengan masyarakat sekitar agar masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari keberadaannya. Kegiatan seperti ini sangat positif bagi kami”.

Loading