Tempel, Pdmsleman.Or.IdRamadhan ditunggu, karena Allah memberikan keistimewaan pada bulan ini. Ada tiga hal yang Allah akan berikan selama bulan Ramadhan, yaitu dosa diampuni, pahala yang dilipat gandakan dan derajat ditingkatkan. Barang siapa yang melakukan puasa Ramadhan karena iman dan mengharap ridla Allah, pasti diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.Sebuah hadits menyebutkan, pahala mengalir pada setiap langkah ke masjid untuk shalat fardhu dan langkah berikutnya dosanya diampuni. Dalam hadits qudsi juga disebutkan, setiap amal anak Adam akan dilipat gandakan, setiap kebaikan akan diganjar sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali Puasa. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang mengganjarnya. Pada bulan Ramadhan pahala puasa itu dilipat gandakan yang jumlah kelipatannya hanya Allah yang tahu.Sahabat Ubai bin Ka’ab yang ditunjuk oleh Khalifah Umar bin Khaththab untuk menjadi imam shalat tharawih pernah ditanya oleh Khalifah Umar tentang makna taqwa. Ubai lantas balik bertanya: “Pernahkah anda berjalan di jalan yang banyak rintangan?”Khalifah menjawab: “Ya, saya pernah berjalan di tempat yang seperti itu”Ubai lanjut bertanya: “Apa yang Khalifah lakukan saat berjalan di tempat seperti itu?”Jawab Umar bin Khaththab:”Aku berjalan dengan sangat hati-hati agar kakiku tidak luka”Ubai bib Ka’ab melanjutkan: “Itulah taqwa”.Begitupun hakekat puasa dalam meraih ketaqwaan. Kita melaksanakannya dengan hati-hati agar puasa kita tidak sia-sia. Puasa yang sia-sia hanya memperoleh lapar dan dahaga saja, tanpa pahala”.Kehati-hatian dalam ucapan dan tindakan. Hal-hal yang makruh saja dihindari, apalagi hal yang haram. Sebuah hadits menyebutkan bahwa, “Apabila seseorang di antara kalian sedang pada hari sedang puasa, jika ada seseorang yang mencela atau mengajak berkelahi atau berdebat, katakanlah, “Aku sedang puasa”” MENENTUKAN KAPAN MULAI BERPUASA?Rasulullah bersabda, “Puasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah (berhenti puasa) karena melihat hilal. Karena itu, jika hilal itu tidak terlihat bagi kalian, sempurnakanlah hitungan bulan sya’ban tiga puluh hari”. Dalam hadis yang lain, “Karena itu jika hilal tersebut tertutup awan maka puasalah tiga puluh hari”.Dua cara menentukan awal dan akhir puasa, cara pertama menggunakan metode rukyat yaitu mengamati secara visual munculnya bulan baru. Pengamatan bisa menggunakan teropong. Pengamatan visual hanya bisa dideteksi bila bulan muncul dua derajat lebih di atas ufuk. Ufuk adalah garis cakrawala antara bumi dan langit.Cara lain menghitung awal atau akhir bulan dengan cara hisab. Hisab adalah cara penghitungan matematis berdasarkan ilmu falak. Ketelitian ilmu hisab pada jaman sekarang sudah sangat tinggi. Terjadinya gerhana dalam seratus tahun mendatang, waktunya, durasinya dalam satuan detik sudah bisa diramalkan dengan akurat. Dalam menghitung terjadinya hilal, perhitungan hisab tidak perlu menambah dua derajat. Begitu melewati ufuk seberapa pun kecilnya, bulan baru sudah bergulir. KALENDER HIJRIAH GLOBAL TUNGGAL (KHGT)Sebagian ulama memimpikan penyatuan kalender Islam yang berlaku untuk semua negara di belahan bumi mana pun juga. Selama ini kalender Islam menganut perhitungan bulan regional atau nasional. Pelaksanaan ibadah tahunan umat Islam berbeda-beda sesuai dengan penampakan bulan masing-masing wilayah atau negara. Akibatnya terjadi perbedaan mulai puasa atau satu Syawal di masing-masing negara. Bahkan dalam satu negara bisa perbedaan waktu antara golongan yang berbeda caranya. Dengan kesepakatan Kalender Hijriah Global Tunggal, maka diharapkan tidak ada lagi perbedaan diantara seluruh dunia.Disamping banyak sekali manfaat, penggunaan KHGT, juga mengakibatkan implikasi dalam kehidupan yang luas. Terjadi perubahan penentuan awal hari, yang selama ini saat Magrib, saat munculnya bulan, berubah menjadi tengah malam. Sebagai contoh, bayi yang lahir sebelum tengah malam di akhir Ramadhan perlu dikenakan zakat bila menganut KHGT, namun tidak dikenai zakat bila memakai kalender regional.Karena pengaruhnya yang sangat luas, banyak organisasi dan negara yang mempertimbangkan untuk tidak segera memberlakukan KHGT. Catatan dari ceramah Ust.Wildan Wahied tanggal 23 Pebruari 2025 Reportase H. Sadhono Hadi KIM Tempel gedung dakwah Muhammadiyah Karang gawang Mororejo Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()