Milad ke-112 Muhammadiyah PCM Tempel Mengadakan Workshop Sukses PPDB 2025

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Tahun 2024, Muhammadiyah genap berusia 112 tepatnya 18 November 2024. “Dikarenakan masa pilkada maka peringatan Milad Muhammadiyah Cabang Tempel Sleman Yogyakarta baru dilaksanakan pasca pilkada yakni pada tanggal 10 Desember 2024,” demikian Drs. H. Samsul Alam, M.Si selaku ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel menyampaikan sambutannya dalam acara rangkaian milad Muhammadiyah ke 112 tingkat cabang Tempel yang bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Jalan Tempel Seyegan KM 5.5 Gendol Sumberrejo Tempel Sleman. “Adapun puncak acara milad InsyaAllah akan diadakan gelar potensi siswa dan servis gratis atau hemat pada Bulan Januari 2025 yang di pusatkan di perguruan Muhammadiyah Gendol.PCM Tempel sangat mengucapkan terimakasih atas partisipasi aktif dan dukungan semua biaya acara pagi ini oleh SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Sambutan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman disampaikan oleh H. Arif Sulistyo, SE yang menyampaikan apresiasi terhadap acara milad ini dengan acara berfikir berupa workshop Sukses PPDB 2025.“Mari sinergi dan keberlanjutan pendidikan dari TK ABA, SD Muhammadiyah SMP Muhammadiyah dan SMK Muhammadiyah 1 dan 2 Tempel untuk terus dilakukan melalui program-program yang bagus. Workshop ini bertajuk Sukses PPDB 2025 dengan menghadirkan tiga pemateri hebat, pemateri yang pertama oleh H.Supardi, M.Pd dengan tema “ Glowing School”. Pemateri yang kedua H. Suparyanto, S.Pd dengan tema “ Manajemen Sukses PPDB 2025”, dan pemateri yang ketiga H.Moh Yusuf SS, M.Si dengan tema “Jariyah School”. Workshop ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 1 Tempel, perwakilan Kepala Sekolah dan Guru TK, SD, SMP dan SMK Muhammadiyah se-Kecamatan Tempel, Perwakilan PDM, PCM, PRM, PCA, PRA serta IGABA Tempel serta perwakilan wali murid serta siswa SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Acara yang pertama diawali dengan pembukaan, pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, Sambutan Kepala Sekolah, Sambutan – Sambutan, acara inti, tanya jawab, penutup. Memasuki acara inti yakni penyampaian materi oleh H.Supardi,M.Pd mengenai Glowing School yakni pembaharuan yang dilakukan disatuan pendidikan. Pembaharuan yang dimaksud dapat berupa perubahan kurikulum, perbaikan fasilitas sarana dan prasarana sekolah, peningkatan layanan sekolah baik administrasi maupun kegiatan belajar mengajar serta adanya kolaboratif antara pendidik dengan peserta didik. Materi yang kedua dengan tema Manajemen Sukses PPDB 2025 oleh H. Suparyanto, S.Pd, strategi sukses PPDB yang dapat dilakukan yakni, 1) Bentuk Tim PPDB disekolah ; 2) Pembekalan Tim PPDB; 3) Penyusunan Program PPDB ; 4) Rapat Kerja Finalisasi Program PPDB; 5)Pelaksanaan PPDB yang mencakup tahapan Pelaksanaan, Evaluasi, dan RTL. Hal yang perlu dilakukan sebelum memulai strategi tersebut, sekolah harus menentukan pilihannya dengan dua pilihan yakni “Sekolah Bermutu” atau “Sekolah Unggul”. Dengan ditentukannya kriteria tersebut maka sekolah akan lebih mudah dalam mensukseskan PPDB dan mempermudah TIM PPDB dalam mempromosikan sekolah untuk menarik minat siswa beserta wali muridnya bergabung dengan sekolah yang dipromosikan. Lalu bagaimana yang dapat kita lakukan sekarang untuk mensukseskan PPDB 2025? Untuk mensukseskan PPDB 2025 hal-hal yang dapat menjadi motivasi kita adalah Bangkit; Semangat; Jangan Menunda; Jangan Mengeluh; Jangan Menyalahkan Keadaan; Jangan Mempermasalahkan keberadaan Kompetitor; dan Tetap Kompak. Materi yang terakhir oleh H. Moh Yusuf SS, M.Si dengan mengangkat tema “ Jariyah School”. Kata “Jariyah” berasal dari bahasa Arab yang berarti “berlanjut”. Dengan demikian, yang dimaksud dengan “Jariyah School” adalah salah satu bentuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, yaitu membangun sekolah. Dalam konteks guru, mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada murid-murid juga merupakan amal jariyah. Ilmu yang diajarkan oleh guru akan menjadi sumber pahala yang terus mengalir, selama ilmu tersebut diamalkan oleh murid-muridnya. Pada kesimpulannya, seorang pendidik atau seorang guru harus selalu sabar dan semangat dalam mendidik maupun membimbing peserta didiknya ke jalan yang benar guna mencapai masa depan yang cerah. Memasuki purna acara terdapat sesi tanya jawab, hadirin yang mengikuti workshop dipersilakan untuk menyampaikan atau memberikan pertanyaan mengenai materi yang telah disampaikan oleh ketiga narasumber tersebut. Selanjutnya, yang sudah memberikan pertanyaan kepada narasumber mendapatkan sebuah doorprize sebagai bentuk cindera mata bagi yang sudah memberanikan diri untuk bertanya. Selain itu, ketiga pemateri tersebut juga mendapatkan sebuah buku dari sekolah. Setelah semua acara selesai berjalan dengan lancar. Tak hanya penanya saja, yang mendapatkan cindera mata namun seluruh peserta workshop mendapatkan souvenir berupa payung. Setelah semua berjalan dengan lancar memasuki acara yang selanjutnya yakni pembacaan doa yang di pimpin oleh Ustadz Wahyu Rahmadi, S.Ag selaku Guru Ismuba di SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Sebelum acara ditutup, terakhir memasuki sesi foto bersama. Dapat disimpulkan bahwa dengan mengikuti acara Workshop terdapat banyak manfaat. Seperti halnya, mendapat ilmu baru ataupun wawasan baru dalam usaha mensukseskan PPDB ditahun yang akan datang. Semoga workshop ini dapat membuat wawasan kita semakin bertambah demi kemajuan SMP Muhammadiyah 1 Tempel di masa yang akan datang.“MUTESA?” Jaya.., jaya.., jaya… Reportase : Ayu Tri Utami, S.Pd. Guru SMP Muhammadiyah 1 Tempel Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MEK PCA Tempel Gelar Lomba Kelompok Wanita Tani Aisyiyah (KWTA) dan lomba Pengolahan Pangan

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Aula Panti Asuhan Baitul Qowwam menjadi saksi perhelatan lomba yang diadakan oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) bekerja sama dengan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LHPB) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tempel pada Sabtu 30 November 2024. Kali ini mengadakan dua cabang lomba yang diikuti oleh sembilan ranting, yaitu lomba Kelompok Wanita Tani Aisyiyah (KWTA) dan lomba Pengolahan Pangan. Sri Kayati Nuringsih, SE, yang merupakan Ketua MEK PCA Tempel menuturkan “ kegiatan ini menjadi salah satu bentuk Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah untuk mendukung ketahanan pangan”. Gerakan ini berupaya untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, relasi juga untuk menyikapi permasalahan di ketiga bidang tersebut sehingga meningkatkan perekonomian warga aisyiyah dan sekelilingnya. Dengan keterpaduan tiga hal diatas harapannya lebih banyak keuntungan yang kita dapatkan. Contoh aliran kolam ikan diteruskan pada tanaman, Buah/tanaman yg tidak layak jual diberikan pada ternak dan ikan serta ternak dan ikan menghasilkan kotoran sebagai pupuk tanaman. Selain itu juga diadakan lomba olahan pangan yang aman dan sehat agar keluarga tidak bosan, kita berusaha lebih berkreasi dan berinovasi dalam memasak makanan bergizi, unik unik dan enak-enak di meja makan kita Melalui lomba ini, mari kita teruskan GLHA dengan cinta menanam dan memasak sebagai gaya hidup warga Aisyiyah tambah Nur Cahya W S.Pd Sekretaris MEK PCA dan Sekretaris acara Margiyanti S. Pd Bertindak selaku Juri GLHA adalah Pamuji Sri Subekti S.Si, Nur Rahayu M/Pd dan Wahyu Prihatmoko M.Pd sedangkan untuk lomba olahan pangan dengan juri Sri Arumi S.Ag, Ida Eri S.Pd dan Siti rofi’ah” S.Pd. Sedangkan untuk hasil lomba adalah Juara 1 PRA Lumbungrejo II, Juara 2 Merdikorejo dan Juara 3 Tambakrejo dengan peserta lomba yang mengikuti 6 Ranting dari 9 Ranting.

Loading

380 Jama’ah Hadiri Kajian Ahad Pon PCA Tempel, Ustadz H. Agus Triyanta Ungkap 3 Ciri Ikhlas

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Sekitar 380 jamaah hadir pada Pengajian Ahad Pon Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel di Balai Kalurahan Pondokrejo, Tempel, Sleman pada Ahad, 13 Oktober 2024. Pengajian Ahad Pon merupakan salah satu agenda rutin PCA Tempel. Teknis pelaksanaannya digilir bergantian dari sembilan ranting ‘Aisyiyah yang ada di Kapanewon Tempel. Pada kesempatan kali ini, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Pondokrejo mendapatkan jatah ketempatan pengajian. “Kalurahan Pondokrejo adalah milik kita bersama, saya selaku  dari warga Pondokrejo merasa senang ‘Aisyiyah memanfaatkan fasilitas yang ada untuk syiar agama, “ucap Lurah Pondokrejo,  R Widayatma,SE pada saat PRA Pondokrejo menyampaikan keinginannya untuk memakai Balai Kalurahan Pondokrejo. Di sisi lain dirinya dan ibu lurah juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir membersamai acara pengajian karena berbarengan dengan acara lain yang tidak bisa ditinggalkan. Acara pengajian dimulai pukul 13.00 WIB dengan diawali bacaan basmallah dan doa pembuka majelis. Setelah itu lantunan ayat suci Al Quran dikumandangkan oleh Hj. Nurhayati. Kemudian Paduan Suara PRA Pondokrejo dengan dirijen Ibu Palupi menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Aisyiyah. “Monggo, /ibu semua kita perhatikan apa yang akan disampaikan oleh  Ustadz Agus sambil menikmati makanan dan minuman yang ada. Jangan sampai makanan dan minumannya bisa masuk namun ilmunya tidak masuk,”pesan  Sukamdi, S.Ip dalam sambutannya mewakili  Lurah Pondokrejo. Lebih lanjut Ketua PCA Tempel, Ibu Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD  juga memberikan sambutan. “Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Yang pertama PCA Tempel akan mengadakan Lomba Olahan Pangan dan Lomba GLHA. Kedua tentang miras yang merajalela, kami mohon ibu-ibu memperhatikan putra-putrinya agar tidak terkena minuman keras. Ketiga mari kita ajak putra putri kita untuk mengaji, “tegas Ibu Banun dalam sambutannya. Inti pengajian disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Agus Triyanta, MA, MH, Ph.D selama kurang lebih 40 menit. Beliau menyampaikan tentang manusia yang melakukan kejahataan atau kekejian yang kadang di luar batas nalar kita karena dia digoda oleh syaitan. “Dalam surat Al Hijr ayat 39, syaitan sudah menegaskan bahwa akan menjadikan manusia memandang baik perbuatan maksiat dan akan menyesatkan semua manusia. Namun syaitan juga memberi contekan bahwa hanya orang ikhlas yang tidak dapat digoda syaitan,”ucap Ustadz Agus. “Ada tiga ciri ilhlas menurut kitab. Pertama lahir dan batinnya sama, dipuji atau dikritik atau diejek rasanya sama saja. Kedua mudah melupakan kebaikan yang dia perbuat. Ketiga tujuan amalan adalah mencari pahala di akhirat saja, “lanjut beliau dalam tausiahnya. Selama berlangsungnya pengajian, jamaah yang hadir terlihat mengikuti dengan khidmad. Menjelang waktu Ashar, pengajian diakhiri dengan membaca hamdallah dan doa penutup majelis. Reportase  Pamuji Sri Subekti S.Si  PCA Tempel, MPI PDM Sleman. Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah, Materi Baitul Arqom PCA Tempel

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Rangkaian kegiatan Baitul Arqam Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah dengan tema Penguatan Kepemimpinan ‘Aisyiyah Menuju Tempel Berkemajuan di Kaliurang, 14-15 September 2024 M dengan 98 peserta, terdiri dari berbagai utusan yakni 41 ‘Aisyiyah, 2 NA, 55 guru PAUD. Menurut Ervin Iswandayani S.Pd Sekretaris PCA Tempelsetelah pembukaan diisi tiga materi tentang keteladan Kepemimpinan Muslimah, Tuntunan Sholat dan Dakwah Digital serta hari kedua, diawali dengan rangkaian ibadah sholat tahajud, tadarus, sholat subuh, dan kajian ayat serta dilanjutkan dengan outbond. Sedangkan materi keempat tentang etos kerja dalam mengemban amanah dan Materi kelima tentang revitalisasi ideologi muhammadiyah. Drs. H. AS Ardani Pimpinan PDM Sleman dalam kesempatan tersebut menyampaikan Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah berdasar pada Surat Ali ‘Imran ayat 104 dan 110 menjadi landasan bagi Muhammadiyah dalam merevitalisasi ideologinya. “ Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah, bertujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Aisyiyah adalah organisasi perempuan persyarikatan Muhammadiyah yang bersifat otonom dan memiliki wewenang untuk menyelenggarakan amal usaha. Seluruh anggotanya adalah anggota Muhammadiyah. Muhammadiyah melakukan usaha untuk mewujudkan cita-citanya dengan mendirikan amal usaha, menyusun dan membuat program, serta melaksanakan kegiatan organisasi yang telah diprogramkan. Amal Usaha Muhammadiyah adalah lembaga yang didirikan oleh Muhammadiyah/Aisyiyah, diatur dengan aturan Muhammadiyah, dan berfungsi sebagai media beramal, berusaha, dan kaderisasi. Semua aset menjadi milik persyarikatan. Fungsi Amal Usaha Muhammadiyah adalah sebagai tempat untuk Yanmas, media untuk berdakwah, media kaderisasi, dan pengembangan keilmuan. Hierarkhi/Tata Urutan Aturan Persyarikatan Muh/Aisyiyah adalah sebagai berikut: Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah adalah cara atau serangkaian strategi untuk menggerakkan kembali/memacu pertumbuhan organisasi dengan cara melakukan perubahan, melaksanakan gerakan organisasi dengan menyeleraskan kondisi yang ada. Ideologi adalah ajaran yang secara sistematis dan menyeluruh membahas mengenai gagasan, cara mendapatkan keyakinan mengenai, dan kehidupan yang benar sesuai yang dicita-citakan. Ideologi berarti “keyakinan hidup”, yang mencakup pandangan hidup, tujuan hidup, dan cara yang digunakan untuk melaksanakan dan mencapai tujuan hidup. Adapun tujuan Revitalisasi Ideologi adalah: Dasar dan Sumber Ideologi Muhammadiyah terdapat pada: Masalah-masalah yang mendasari munculnya Revitalisasi Ideologi adalah: Pokok-Pokok Pikiran Ideologi Muhammadiyah adalah bias disarikan bahwa hidup manusia harus berdasarkan Tauhid (mengesakan) Alloh, beribadah, serta tunduk dan taat hanya kepada Alloh Swt. Hidup manusia itu bermasyarakat dan Hanya hukum Alloh yang sebenar-benarnyalah yang dijadikan sendi untuk membentuk pribadi dan mengatur ketertiban hidup Bersama (bermasyarakat) untuk mencapai kebahagiyaan hakiki di dunia dan akhirat. Berjuang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya adalah wajib, sebagai ibadah kepada Alloh, berikhsan dan berishlah kepada manusia. Perjuangan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga terwujud Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya hanya akan berhasil apabila mengikuti jejak (It-tiba’) perjuangan para Nabi, terutama Nabi besar Muhammad SAW. Perjuangan mewujudkan pokok-pokok pikiran tersebut hanya akan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya dan berhasil bila dengan berorganisasi. Organisasi adalah satu-satunya alat dan cara perjuangan yang sebaik-baiknya. Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Baitul Arqam PCA Tempel, Penguatan Kepemimpinan ‘Aisyiyah Menuju Tempel Berkemajuan

Tempel, PImpinan Cabang ‘Aisyiyah Tempel mengadakan Baitul Arqam (BA) dengan mengusung tema Penguatan Kepemimpinan ‘Aisyiyah Menuju Tempel Berkemajuan di Kaliurang, 14-15 September 2024 M. “Baitul Arqam ini diikuti oleh 98 peserta, 41 ‘Aisyiyah, 2 NA, 55 guru PAUD”, ungkap Banun Rohyatiningsih, S. Pd.SD, Ketua PCA Tempel sekaligus sebagai ketua penyelenggara dalam laporannya. Tak lupa juga ucapan terima kasih kepada PDM Sleman, PCM Tempel, PCA Tempel, Gramasurya, dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya BA tambahnya. Samsul Alam ,  S.Ag, M.Si., selaku Ketua PCM Tempel dalam sambutannya memberikan semangat kepada peserta untuk mngikuti berbagai kegiatan BA dengan sungguh-sungguh. Dra Hanik Rosyada, M.Ag., Ketua PDA Sleman hadir memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi BA PCA Tempel menyampaikan “ Aisyiyah berperan dalam aktualisasi perempuan berkemajuan mencerahkan peradaban bangsa dan kepemimpinan” . Menurut Ervin Iswandayani S.Pd  kegiatan ini dalam rangkaian BA di hari pertama, setelah pembukaan diisi tiga materi tentang keteladan Kepemimpinan Muslimah oleh Ketua PDA Sleman , Tuntunan Sholat pemateri PDM Sleman dan Dakwah Digital bersama Arief Hartanto MPI PDM Sleman. Di hari kedua, diawali dengan rangkaian ibadah sholat tahajud, tadarus, sholat subuh, dan kajian ayat serta dilanjutkan dengan outbond. Setelah bersih diri, materi keempat dan kelima disampaikan. Materi keempat tentang etos kerja dalam mengemban amanah. Materi kelima tentang revitalisasi ideologi muhammadiyah. Rangkaian acara diakhiri dengan post test dan Penutupan Kegiatan BA. Kontributor : Pamuji Sri S, MPI PDM Sleman, Peserta BA PCA Tempel

Loading

Workshop Pembelajaran Berbasis Litnum dan PCK di SMP Muhammadiyah 1 Tempel

Tempel. Pdmsleman.Or.Id Bertempat di aula SMP Muhammadiyah 1 Tempel Sleman Yogyakarta pada Jum’at 30/8 telah sukses digelar workshop peningkatan kompetensi bagi guru. Adapun tema workshop peningkatan kompetensi yakni “Pembelajaran berbasis literasi numerasi dan Pedagogical Content Knowledge (PCK) untuk peningkatan mutu satuan Pendidikan”. Acara ini diikuti sebanyak 40 peserta baik dari guru SMP Muhammadiyah 1 Tempel dan diikuti oleh guru mitra sekolah dari SD Negeri dan SD Muhammadiyah sekitar.Dalam sambutannya kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Wahdan Arifudin, S.Pd menyampaikan bahwa :“Dengan workshop ini diharapkan kita memiliki pemahaman yang sama dalam pembelajaran berbasis litnum atau literasi numerasi serta dengan PCK (Pedagogical Content Knowledge). Hal ini sesuai dengan assessment yang diadakan skala nasional berupa AKM (Assesmen Kompetensi Minimal) yang akan dilaksanakan tanggal 9 September 2024 serta adanya PISA (Program for International Student Assesment) bagi sekolah ter-sampling. Dalam hal ini SMP Muhammadiyah 1 Tempel juga menjadi sampel pelaksanaan PISA pada tahun 2025 yang akan datang”Yulia Rachmawati, M.Pd dari BKS (Badan Kerjasama Sekolah) SMP Muhammadiyah se-Sleman selaku pemateri menyampaikan pentingnya pelaksanaan literasi numerasi dan PCK bagi guru-guru terlebih di era digital dan Kurikulum Merdeka ini. Adapun poin-poin materi disampaikan sebagai berikut:• Dapat dikatakan sukses Literasi apabila anak-anak dapat membaca, memahami, dan melakukan apa yang mereka lihat dan baca di kehidupan sehari-hari mereka di masyarakat.• Dapat dikatakan sukses Numerasi apabila anak-anak melakukan pemahaman, analisis, dan pengimplementasi. Dapat menggunakan ketrampilan menghitung dalam masalah disehari hari, jika sukses numerasi akan menciptakan anak-anak yang Solutif dalam kehidupan sehari-hari atau dikatakan anak-anak menjadi lebih Aplikatif di lingkungan masyarakat.• Saat ini pemerintah sedang gencar gencarnya terus menciptakan generasi muda yang berkompeten dengan mewajibkan program Literasi dan Numerasi kepada anak-anak di Indonesia serta selalu menerapkan profil pelajar Pancasila.• Komponen Literasi :1. Konten ( Informasi/Sastra)2. Proses Kognitif3. Konteks ( Personal, Saintifik, dan Sosial Budaya) Mengevaluasi takarannya lebih tinggi daripada memahami, jadi era ini guru harus membiarkan anak menyampaikan kritik yang mereka ingin sampaikan kepada orang lain namun diarahkan dengan mengkritik dengan Bahasa yang benar dan cara penyampaian yang tepat, lalu anak juga harus berani memberikan solutif atas kritik yang ia sampaikan.• Komponen Numerasi :d. Konten (Aljabar, Bilangan, Geometri, Pengukuran, Data dan Ketidakpastian) dalam hal numerasi ini tidak harus guru matematika yang menyampaikan semua mata pelajaran harusnya ada konten yang berkaitan dengan numerasi .e. Proses Kognitif ( Pemahaman, Penerapan,Penalaran)f. Konteks ( Personal, Saintifik, dan Sosial Budaya)• Banyak permasalahan yang dialami SD/SMP saat ini seperti anak-anak yang sudah lulus SD belum bisa membaca dan menulis dengan lancar, ini sebabkan beberapa faqktor seperti Fase Pondasi mereka belum tercapai. Jadi untuk anak bisa mengikuti pembelajaran di fase berikutnya maka Wajib menyelesaikan fase sebelumnya agar anak memiliki modalitas yang kuat dalam mengikuti kurikulum yang ada. Salah satu cara untuk mencapai itu bisa dengan cara sekolah menyediakan buku penghubung antara wali murid dan pihak sekolah jadi aka nada keterhubungan antar keduanya untuk bisa saling membantu untuk anak menyelesaikan fase sebelumnya dan terus bisa mengikuti fase-fase selanjutnya. Materi 2 “Penggunaan Pedagogical Content Knowledge dalam pembelajaran”• Point-point penting guru dalam memulai kelas dan pembelajaran yang mengesankan bisa dikatakan sebagai berikut : Reportase H Wahdan A SMPM 1 Tempel

Loading

Musyker PCM Tempel di SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Bersama Menuju Masyarakat Tempel Berkemajuan

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Dengan mengambil tema, “Bersama menuju masyarakat Tempel berkemajuan”,  Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel menggelar acara Musyawarah Kerja Cabang/Musykercab pada Ahad, 28 Juli 2024 di SMP Muhammadiyah 1 Tempel Jalan Tempel-Seyegan KM 5,5 Gendol, Sumberrejo, Tempel, Sleman.  Acara dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel, seluruh majelis PCM Tempel, PCA Tempel, PM dan NA Tempel, PRM dan PRA Sumberrejo, Kokam Tempel serta Kepala sekolah dan Guru karyawan SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel, H. Samsul Alam, M.Si menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran segenap hadirin bahwa kita harus terus mendukung AUM/Amal Usaha Muhammadiyah di Tempel diantaranya SMP Muhammadiyah 1 Tempel yang kita gunakan untuk Musykercab ini. Semoga semaikin maju dan berkembang. Aamiin. Dalam sambutan dan pembukaan oleh ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, MA menyampaikan bahwa  “Musykercab yang dilaksanakan PCM Tempel ini kita apresiasi sebaik-baiknya kenapa? Sesungguhnya yang kita tulis itu yang kita kerjakan dan apa yang kita kerjakan harus kita tulis. Mudah-mudahan dalam musykercab ini dapat berjalan baik, berkemajuan dan mencerahkan. Muhammadiyah berkemajuan itu adalah memiliki 5 ciri pokok.” Pertama, Muhammadiyah tetap bertauhid dengan benar yakni tauhid ada tiga Rububiyah, Uluhiyah dan Asma wasifat. Rububiyah, artinya yakin tidak ada Rabb yang disembah kecuali Allah, Uluhiyah, yaitu tauhid yang benar-benar tidak ada ilah selain Allah, Allah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, Asma wasifat, bahwa Allah itu mempunyai nama-nama dan sifat yang sangat baik perlu kita manifestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ciri Kedua, Wasathiyah, maknanya jangan sampai bermakna harus ikut beribadah dengan agama lain tapi wasathiyah sesuai tuntunan Islam. Ciri ketiga melaksanakan agama yang rahmatan lil alamiin, kita harus menjaga kelestarian dan kekompakan dengan warganya. Ciri keempat, Muhammadiyah berkeyakinan bahwa dalam Islam harus ada gerakan ijtihad dan tajdid/pembaharuan dalam metodologi. Ciri kelima, Muhammadiyah tetap berpegang teguh pada Al Qur’an dan Sunah. Sementara itu Sekretaris PCM Tempel H. Supardi, M.Pd menyampaikan pokok-pokok hasil Musykercab Muhammadiyah Tempel yang berlangsung dari pagi sampai jelang Ashar sebagai berikut: 1. Pendataan dan optimalisasi pemanfaatan tanah wakaf 2. Intensifikasi iuran organisasi 4. Optimalisasi penggalangan  LAZISMU dan peremajaan AmbulanMu 5. Intensifikasi kajian Islam warga Muhammadiyah dan pengembangan masjid 6. Revitalisasi pondok pesantren 7. Pendirian  BUMM Tempel 8. Peningkatan mutu pendidikan dasar Muhammadiyah di Tempel Semoga dengan berpegang teguh pada hasil-hasil Musykercab Muhammadiyah Tempel dapat menjadikan Muhammadiyah di Tempel lebih berkemajuan dan selalu mendapat ridho Allah SWT. Aamiin. Bravo PCM Tempel !!! Reportase H. Wahdan Arifudin S.Pd, KS SMPM 1 Tempel, MPI PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading