Selamat Jalan “ Kolonel” Santoso, Sosok KOKAM Militan Ngaglik Sleman.

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Kamis siang 14 November 2024 , dalam perjalanan takziyah menuju Muja Muju Umbulharjo melewati Ring Road menjelang underpass Kentungan ternyata jalanan macet dan ada kerumunan warga serta nampak polisi di sana. Sempat bertanya kepada yang ada di pembatas jalan di tengah, katanya ada penemuan jenazah di tepi jalan, Innalillahi wa inna ilaihi rojiun ….. perjalanan kamipun berlanjut sampai ke tempat takziyah alm. H. Sudarmadi sampai sore. Sepulang dari Muja muju sorenya buka WA group ada notif berpulangnya Kolonel Santoso, salah satu anggota KOKAM Ngaglik yang legendaris di kalangan Muhammadiyah Sleman dengan keunikan dan militansinya, ternyata yang tadi siang diketemukan di sebelah ring road tadi,  Innalilahi wa inna ilaihi rojiun .. husnul khotimah .. Aamiin. Kenangan pribadi dengan almarhum adalah sepeda dan salam khasnya setiap bertemu di berbagai kegiatan Muhammadiyah Sleman dan Yogyakarta dan kadang bisa menikmati pijatannya di sela acara. Disekitar 2006-2020 sering ketemu di kantor PDM Sleman dan akhir-akhir ini banyak beraktifitas di Masjid Ahmad Dahlan Rejodani Ngaglik Sleman. Sementara itu banyak pula kenangan dari para kolega lain  tentang almarhum seperti dari Ayahanda Eko Sumardiyanto PDM Sleman ; “ Kang Santoso kader yang militan, secara pribadi saya sendiri kenal sudah dari tahun 2003 ketika masih di kantor PDM di Jombor, Mlati. Sama-sama sering menginap di kantor PDM” Saat itu kang Santoso sudah aktif di kokam dan membantu kegiatan2 Muhammadiyah. Bahkan sangat sering mendampingi Ketua PDM Saat itu Pak Abdul Choliq Muchtar di berbagai acara. Ciri khas kang Santoso adalah bersepeda dalam membantu kegiatan di Muhammadiyah baik itu Pengajian, acara syiar hingga Relawan Kebencanaan. Sebagai Relawan kang Santoso juga beberapa kali turut aktif dalam Relawan Kebencanaan seperti Erupsi Merapi 2006, Gempa Jogja 2006, Erupsi Merapi 2010 serta waktu Tahun Tahun 2016 Kang Santoso turut menjadi Relawan saat Banjir di Garut Jawa Barat bersama MDMC Sleman dan Ambulan AMM Sleman kala itu. Sementara Ndan Ndan Enkadhe menyampaikan “ Kami keluarga kokam Sleman merasakan duka atas meninggalnya mas Santoso. Mohon doa, semoga Allah menerima amal Sholihnya dan mengampuni semua kesalahannya. Semangatnya dalam berKokam patut kita tiru dan lestarikan”. Tetap semangat hadir di semua kegiatan persyarikatan, meski dg perjuangan yang tidak mudah. Beliau selalu berubah hadir meski harus berawpeda atau bahkan jalan kaki. Terimakasih mas Santoso. Semoga Allah melimpahkanampunan dan RahmatNya. Sekretaris KOKAM Nasional Periode 2018-2023 DR. Iwan Setiawan @kolomcetak) menuliskan KOLONEL SANTOSO: KOKAM INSPIRATIF DARI JOGJASahabat2 Kokam dan Pemuda Muhammadiyah tentu akrab dengan wajah orang yang naik sepeda ini, dialah Kang Santoso, salah satu anggota Kokam yang rumahnya di Sleman. Ada yang memberinya jabatan: Kolonel Santoso, saya tidak bisa jawab kalau ada yang tanya kenapa jabatan Kolonel bisa nyangkut di Namanya.Saya pribadi tidak ingat persis kapan kenal Kang Santoso. Hanya selalu melihat Kang Santoso sering ikut ngepam, istilah kawan2 Kokam, setiap ada acara Muhammadiyah. Iya Kang Santoso selalu hadir dan mengenakan baju Kokam dalam banyak acara Muhammadiyah.Kang Santoso tidak punya HP, tapi dia selalu tahu setiap akan ada acara Kokam juga Muhammadiyah. Mata batinnya terlatih untuk mencium adanya kegiatan Muhammadiyah.Kang Santoso tidak punya Sepeda Motor, tapi dia akan hadir di acara Muhammadiyah dengan sepedanya, tanpa kenal jarak tempuh.Belum lama ini saya ketemu Kang Santoso di Musywil NA DIY di Wates, Kulonprogo. Saya hampiri dia dan ngobrol dengannya: Kang Santoso cerita dia menuju wates nge-gowes berangkat dari rumahnya didekat Monjali jam 04.00 wib dan sampai Wates jam 07.00 wib.Ada kawan yang cerita, suatu saat sepedanya rusak dan Kang Santoso harus ngepam di acara Muhammadiyah. Akhirnya Kang Santoso jalan kaki dari rumahnya menuju lokasi. Padahal jarak dari rumahnya menuju lokasi jauh sekali. Demi tugas kang Santoso rela jalan kaki. Sementara Kang Eko Triyanto kabareminggir.Com mencatat sosok Santoso sebagai contoh untuk belajar tentang loyalitas dan keikhlasan dari kader KOKAM bersahaja. Santoso. Kawan-kawan biasa memanggilnya Kolonel Santoso. Loyalitasnya tidak diragukan lagi berbagai kegiatan siap ia ikuti. Hampir tidak menolak tugas yang dipercayakan kepadanya. Jauh dekat, siang malam, bukan menjadi alasan untuk mangkir. Luar biasanya, ia menempuh perjalanan dengan sepeda onthel. Bahkan berpuluh kilo meter pun ia tempuh dengan sepeda. Kokam dan Pemuda Muhammadiyah di wilayah DIY, sudah akrab dengan kader dari Sleman ini. Pernah suatu ketika ia bersepeda dari Sleman sampai Kulon Progo untuk berpartisipasi dalam kegiatan. Karena dedikasinya ini ia sering dijuluki: Kolonel Santoso. Ketulusannya awet, dari waktu ke waktu. Siapapun yang duduk di jajaran kepemimpinan teras Pemuda Muhammadiyah maupun Muhammadiyah, ia tetap semangat. Seperti dilansir pmdiy.or.id, Kang Santoso tidak memiliki handphone, meski demikian ia seperti tidak ketinggalan informasi tentang Kokam dan Muhammadiyah. Sepertinya memiliki mata batin yang terlatih untuk mengetahui adanya kegiatan Muhammadiyah. Ia juga belum memiliki sepeda motor. Dan itu bukan menjadi alasan untuk tidak hadir dalam berbagai kegiatan Muhammadiyah. Jauh dekat ia tempuh dengan mengayuh sepeda. Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Upgrading Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Ahad, 3 Nopember 2024 bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Sleman , Krapyak triharjo Sleman hadir  38 pimpinan dari 44 Pimpinan ranting ‘Aisyiyah Sleman menyelenggarakan kegiatan Upgrading Pimpinan yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader.  Dengan maksud dan tujuan untuk memperkuat dan memperteguh idiologi dalam berorganisasi di ‘Aisyiyah. “ Kegiatan ini untuk mengawali periode kepemimpinan 2022-2027. Diundang pula kader ‘Aisyyah dari Nasyiatul ‘Aisyiyah di ranting Sleman untuk menunjukkan  estafet kepemiminan kedepannya” sebagaimana disampaikan oleh Ketua Penyelenggara Siti Norohmah, S.Pd. Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Sleman dalam sambutannya menyampaikan “ kegiatan ini sangat bagus, untuk menyatukan gerak langkah organisasi kepada semua pimpinan dengan materi yang menari”k. Diibaratkan organisasi ‘Aisyiyah ini satu tubuh yang terdiri dari kepala, kaki, tangan, tubuh dll. Maka tidak bisa berjalan sendiri, harus Bersama-sama. Papar Murdiastuti, S.Pd selaku Ketua PRA Sleman. Dalam awal pidato iftitah ketua PCA Sleman Musabikhah, M.Pd menyampaikan bahwa “ Sleman sedang tidak baik-baik saja bahkan se daerah istimewa Yogyakarta dengan maraknya Minuman keras dan beralkohol lainnya”. kita sebagai Warga ‘Aisyiyah harus berperan hadir menegakkan agama Islam yang sebenar benarnya dengan gerakan dakwah amar ma’ruf Nahi Munkar dengan berbagai cara. Risalah Islam Berkemajuan. Didalamnya terdapat  ciri  perempuan berkemajuan salah satunya  Akhlaqul karimah. Contoh, Yang kelihatannya sepele dan tidak terasa kadang kita berkata yang menyakiti orang lain, maka dari itu kita kembali kepada al quran Qulan kariima, Qoulan sadidan. Berkata yang baik, berkata yang jujur atau benar. Diibaratkan pula berkata tidak melalui lisan tp kadang kita bermedsos melalui whatsapp dll. Maka perlu berhati-hati. Hasanudin M.Pd selaku narasumber mencerahkan bagaimana kita dalam beraisyiyah? Memiliki komitmen , konsisten dalam berkidmat, memperkokoh system gerakan dll. 7 tantangan Muhammadiyah  a.l  tujuh tantangan dakwah Muhammadiyah 1. Medsos yg mempengaruhi gaya hidup 2. Globalisasi dan perkembangan ekonomi yg sangat liberal 3. Realitas paham agama yg berkembang di masyarakat 4. Perkembangan multikultural ttg HAM, toleransi dan pluralisme 5. Menurunnya penguasaan ilmu agama Narasumber kedua Retno Endah Sawitri, M.Ag dari PDA Sleman menyampaikan Kriteria Dasar pemimpin yaitu : Punya inelegensi yang baik, Memiliki kematangan social, Memiliki motivasi intrinsic dan motivasi  berprestasi, memiliki kepedulian, memiliki karakter yang baik, dan dapat berkomunikasi secara efektif. Di akhir sessi dilaksanakan Deklarasi Anti MIRAS dari PRA Sleman, dengan pernyataan: 1.  menolak dan mengecam tindakan berkaitan dengan peredaran, konsumsi, dan penyalahgunaan minuman beralkohol dan narkoba di wilayah kab sleman. 2. Menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menyelamatkan anak bangsa dari bahaya miras. Kontributor : Musabikhah, M. Pd. PCA Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sleman adakan Pelatihan Bioproduk Bersama Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Kimia Universitas Airlangga Surabaya

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pelatihan pembuatan bioproduk merupakan kegiatan pengabdian masyarakat oleh Departemen Kimia Universitas Airlangga (UNAIR), yang pada tahun ini diadakan di Yogyakarta. Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Sleman berkesempatan menjadi mitra sasaran. Diadakan di SMP Muhammadiyah Depok Sleman, pelatihan ini mentargetkan perempuan muda ataupun ibu ibu produktif untuk dapat memanfaatkan bahan-bahan sisa maupun bahan -bahan yang ada disekitar kita untuk meningkatkan nilai guna barang tersebut. PDNA Sleman menyambut baik dengan menghadirkan perwakilan dari 16 cabang di wilayah Kabupaten Sleman, untuk dapat mempelajari pembuatan bioproduk berupa yoghurt dan eco-enzym. Pelatihan diberikan oleh Dosen Departemen Kimia Universitas Airlangga Dr. Sri Sumarsih, M.Si dan Drs. Tokok Adiarto, M.Si mengenai apa itu bioproduk, manfaatnya dan proses pembuatan yoghurt serta eco-enzym sebagai salah satu coontoh bioproduk. Dipandu oleh Fatiha Khairunnisa, M.Si sebagai ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNAIR dan Nazula Rahma Shafriani, M.Biomed  (Dosen program studi D4 Teknik laboratorium medis UNISA Yogyakarta), pelatihan berjalan lancar dan meriah. Peserta pun sangat antusias mempelajari mengenai manfaat bioproduk, serta mengikuti kegiatan praktik pembuatan yoghurt dan eco-enzym. Peserta mendapatkan masing-masing satu paket bahan pembuatan yoghurt dan eco-enzym yang terdiri dari toples besar, EM4, molase, bibit yoghurt, susu dan toples kecil. Bahan bahan ini dapat digunakan untuk mempraktekkan hasil dari pelatihan ini di rumah. Harapannya setelah peserta mendapatkan pelatihan dan mempraktekkannya, kedua produk ini dapat menjadi produk unggulan rekan rekan pimpinan daerah nasyiatul asiyiayh sleman yang memiliki nilai ekonomi. “Dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini kami berharap PDNA Sleman sebagai mitra sasaran yang beranggotakan wanita usia produktif, yaitu usia remaja hingga 40 tahun, dapat mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat bioproduk rumah tangga berupa yogurt dan eco-enzyme secara mandiri”, ungkap Fatiha Khairunnisa, M.Si selaku ketua tim pengabdi. ‘’Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sleman sangat berterimakasih kepada departemen Kimia Universitas Aisrlangga atas pelatihan dan bantuan yang diberikan, berupa bahan baku, peralatan dan bantuan modal bagi PCNA yang dapat mengirimkan video pembuatan yoghurt dan eco-enzym di cabang masing-masing’’ berikut pernyataan Galuh Mega, Ketua Departemen ekonomi dan kewirausahaan PDNA Sleman. Adapun peserta terbaik yang berhasil mengirmkan video pembuatan yoghurt dan eco-enzym Bersama anggota cabang adalah PCNA Seyegan (Tim) diketuai Ananda Mahardika, dan PCNA Moyudan (Individu) atas nama Maretha Putri Pratama.

Loading

Sikapi PP No.28 Tahun 2024 Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman Gelar FGD

Sleman, Pdmsleman.Or.IdAhad (27/10/2024) Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman mengadakan focus grup discussion ((FGD) mengenai Peraturan Pemerintah Nomer 28 Tahun 2024 bersama Dinkes Sleman, Balai Pengendalian Penduduk dan Dinas P3AP2KB kabupaten Sleman, MHH PWA DIY dan ketua PP Pusat ‘Aisyiyah.Kegiatan ini dilaksakanan di kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman dengan peserta sebanyak 120 peserta. Peserta berasal dari anggota MKS, Makes, MHH dan MTK serta pimpinan daerah dari 17 cabang yang ada di kabupaten Sleman.Yuli Kuswandari selaku ketua panitia menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang PP No.28 Tahun 2024 yang ditinjau dari berbagai perspektif dari pakar-pakar yang sesuai dengan keahliannya sehingga mendapatkan informasi yang jelas dan tidak partial sehingga dapat menyikapi PP tersebut dengan jelas dan bijak. Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi antar cabang di kabupaten Sleman. Kegiatan FGD ini dibuka langsung oleh ketua PDA Sleman, Dra. Hanik Rosyada, M.Ag. sekaligus memberikan sambutan. Kegiatan FGD ini dimoderatori oleh Umi Sulasi Putri dari MHH PDA Sleman dan menghadirkan empat pemateri yang pakar di bidangnya. Sesi pertama disampaikan oleh Prof. Dra. Sri Wartini, SH., MH., Ph. D selaku ketua divisi peraturan perundang-undangan dan advokasi MHH PWA DIY. Dalam menanggapi PP No.28 tahun 2024 tentang pelaksanaan Undang-undang (UU) kesehatan yang telah diterbitkan merupakan kelanjutan dari UU No.17 tahun 2023 yang seharusnya ada sinkronisasi dari perundang-undangan merujuk pada UU No.12 tahun 2011 tentang pembentukan perundang-undangan.Sesi kedua oleh Dra. Dwi Wiharyanti, M. Si. dari Balai Pengendalian Penduduk dan Dinas P3AP2KB kabupaten Sleman dimana lebih menggaris bawahi mengenai pasal 103 ayat 4 mengenai penyediaan alat kontrasepsi (alkon) dan pasal 104 ayat 3 mengenai penyediaan alkon bagi pasangan usia subur dan kelompok yang beresiko. Sangat berharap Aisyiyah dapat mendukung kebijakan pemerintah dengan adanya modul parenting Aisyiyah. Sesi ketiga disampaikan oleh dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus dari Dinas Kesehatan kabupaten Sleman yang lebih menjelaskan kesehatan reproduksi.Materi terakhir oleh Dr. Siti ‘Aisyah, M.Ag. menyampaikan mengenai pandangan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah mengenai peraturan tersebut. Posisi ‘Aisyiyah dalam gerakan perempuan yaitu wasathiyyah modernisasi Islam berkemajuan dimana pendekatan pengembangan pemikiran Islam melalui pendekatan bayani, burhani dan ‘irfani. Menanggapi pasal 103 ayat 4 butir e PP No.28 tahun 2024 menegaskan bahwa pergaulan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, dibatasi dengan ghodul bashar/menahan pandangan untuk menjaga kehormatan diri sesuai QS. An Nur ayat 30-31 dan larangan jelas dan tegas mendekati zina yang sesuai QS. Al Isra’ ayat 32.

Loading

380 Jama’ah Hadiri Kajian Ahad Pon PCA Tempel, Ustadz H. Agus Triyanta Ungkap 3 Ciri Ikhlas

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Sekitar 380 jamaah hadir pada Pengajian Ahad Pon Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel di Balai Kalurahan Pondokrejo, Tempel, Sleman pada Ahad, 13 Oktober 2024. Pengajian Ahad Pon merupakan salah satu agenda rutin PCA Tempel. Teknis pelaksanaannya digilir bergantian dari sembilan ranting ‘Aisyiyah yang ada di Kapanewon Tempel. Pada kesempatan kali ini, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Pondokrejo mendapatkan jatah ketempatan pengajian. “Kalurahan Pondokrejo adalah milik kita bersama, saya selaku  dari warga Pondokrejo merasa senang ‘Aisyiyah memanfaatkan fasilitas yang ada untuk syiar agama, “ucap Lurah Pondokrejo,  R Widayatma,SE pada saat PRA Pondokrejo menyampaikan keinginannya untuk memakai Balai Kalurahan Pondokrejo. Di sisi lain dirinya dan ibu lurah juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir membersamai acara pengajian karena berbarengan dengan acara lain yang tidak bisa ditinggalkan. Acara pengajian dimulai pukul 13.00 WIB dengan diawali bacaan basmallah dan doa pembuka majelis. Setelah itu lantunan ayat suci Al Quran dikumandangkan oleh Hj. Nurhayati. Kemudian Paduan Suara PRA Pondokrejo dengan dirijen Ibu Palupi menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Aisyiyah. “Monggo, /ibu semua kita perhatikan apa yang akan disampaikan oleh  Ustadz Agus sambil menikmati makanan dan minuman yang ada. Jangan sampai makanan dan minumannya bisa masuk namun ilmunya tidak masuk,”pesan  Sukamdi, S.Ip dalam sambutannya mewakili  Lurah Pondokrejo. Lebih lanjut Ketua PCA Tempel, Ibu Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD  juga memberikan sambutan. “Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Yang pertama PCA Tempel akan mengadakan Lomba Olahan Pangan dan Lomba GLHA. Kedua tentang miras yang merajalela, kami mohon ibu-ibu memperhatikan putra-putrinya agar tidak terkena minuman keras. Ketiga mari kita ajak putra putri kita untuk mengaji, “tegas Ibu Banun dalam sambutannya. Inti pengajian disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Agus Triyanta, MA, MH, Ph.D selama kurang lebih 40 menit. Beliau menyampaikan tentang manusia yang melakukan kejahataan atau kekejian yang kadang di luar batas nalar kita karena dia digoda oleh syaitan. “Dalam surat Al Hijr ayat 39, syaitan sudah menegaskan bahwa akan menjadikan manusia memandang baik perbuatan maksiat dan akan menyesatkan semua manusia. Namun syaitan juga memberi contekan bahwa hanya orang ikhlas yang tidak dapat digoda syaitan,”ucap Ustadz Agus. “Ada tiga ciri ilhlas menurut kitab. Pertama lahir dan batinnya sama, dipuji atau dikritik atau diejek rasanya sama saja. Kedua mudah melupakan kebaikan yang dia perbuat. Ketiga tujuan amalan adalah mencari pahala di akhirat saja, “lanjut beliau dalam tausiahnya. Selama berlangsungnya pengajian, jamaah yang hadir terlihat mengikuti dengan khidmad. Menjelang waktu Ashar, pengajian diakhiri dengan membaca hamdallah dan doa penutup majelis. Reportase  Pamuji Sri Subekti S.Si  PCA Tempel, MPI PDM Sleman. Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

PDA Sleman Terima Silaturahmi Jum’at Curhat Polresta Sleman dan Pengukuhan BIKKSA Cahaya Hati PDA Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pada hari Jumat, 11 Oktober 2024 Kapolres Sleman   Kombel Pol. Yuswanto Ardi, SH., SIK., MSI. beserta jajarannya telah melaksanakan silaturahmi ke PDA Sleman. Kegiatan ini disambut hangat oleh ketua PDA Sleman,    Dra. Hanik Rosyada, M.A. beserta segenap pimpinan Daerah Aisyiyah di Aula PDM Sleman. Dalam sambutannya, Dra. Hanik Rosyada, M.A.  menyampaikan bahwa “ Aisyiyah dan Muhammadiyah bergerak sinergi dalam menyongsong Indonesia maju. Sesuai dengan gerakan Muhammadiyah yaitu risalah Islam berkemajuan dan gerakan Aisyiyah dengan perempuan berkemajuan dan untuk Indonesia baru berkemajuan sehingga terbentuk anak-anak yang unggul dan berkemajuan”. Selanjutnya, Hanik juga mengajak Polres Sleman untuk bersinergi dalam program Aisyiyah dengan jalan bareng dan songgo bareng. Selanjutnya, Kombes Pol. Yuswanto Ardi, SH., SIK., MSI. menyampaikan maksud dan tujuan dalam silaturahmi. Sesuai dengan Mars Aisyiyah yaitu beramal dan berdarma bakti membangun negera. “ Saat ini kepolisian fokus untuk keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di kota Yogyakarta sebagai kota pelajar”. Gangguan kamtibnas yang melibatkan anak-anak makin hari berkurang, akhir 2023-2024 situasi kota Jogja terutama Sleman kian kondusif. Aisyiyah dan Muhammadiyah mempunyai potensi dalam bidang pendidikan dan kemajuan, mengajak untuk menyalurkan potensi agar lebih peduli pada anak-anak. Dalam masalah yang melibatkan anak-anak mulai dari kejahatan jalan, miras, kejahatan seksual, judi online, dll. Evaluasi anak terlibat sebagai korban mau pelaku, benang merahnya adalah tidak mendapatkan apresiasi dari sekolah dan di rumah. Sekolah lebih mengutamakan kuantitatif yang berkaitan dengan nilai. Padahal banyak harus digali dengan potensi di bidang lain. Karena anak tidak mendapatkan tempat nyaman, akhirnya mereka menunjukkan eksistensi dari zero jadi hero, salah satunya dengan masuk ke kelompok² tertentu / geng. Untuk itu warga Jogja, kepolisian memiliki program memanggil sebagai tindak lanjut mengutus perwakilan dari  –  Sleman, salahsatunya Aisyiyah ini.  Ingin bekerjasama dengan menambah informasi mengenai hal tersebut. Dengan banyak kegiatan-kegiatan Aisyiyah banyak  menularkan potensi kepada yang lain dan berharap  PDA dapat melanjutkan komunikasi dengan polres dengan adanya program  memanggil ini. Setelah menyampaikan maksud dan tujuan dari silaturahmi ini,   Ardi membuka dialog tanya jawab dan   –   Pimpinan Aisyiyah antusias sekali mengikutinya dan mendapatkan titik temu untuk saling bersinergi dalam menjaga anak-anak negeri dalam menjaga Sleman yang lebih aman dan nyaman yang Acara dilanjutkan dengan Pelantikan Biro Informasi dan Konsultasi Keluarga Sakinah (BIKKSA) Cahaya Hati PDA Sleman sebagai bentuk kolaborasi dengan Polres Sleman dalam mewujudkan Sleman yang berkemajuan. Kontributor : Dewi Novitasari, S. Psi. (Sekretaris BIKKSA Cahaya Hati Sleman) Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiah (PDNA) Sleman adakan Upgrading dan Rapat Pleno

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah Sleman mengadakan kegiatan Upgrading Pimpinan dan rapat pleno dengan tema ‘’Perempuan muda, sehat mental mampu berperan dan bermanfaat’’ pada minggu, 06 Oktober 2024. Tema ini dilatarbelakangi oleh cukup tingginya angka kejadian kasus gangguan kesehatan mental masyarakat di Kabupaten Sleman, khususnya perempuan. Acara dilaksanakan di aula gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman. ‘’Kegiatan upgrading pimpinan sangat penting untuk dilakukan, ibarat pisau apabila sering digunakan tentu mengalami tumpul, dan memerlukan proses diasah kembali.’’ Demikian penyampaian sambutan oleh Ibu Atika Nalattama, S.Ag, selaku wakil sekretaris Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman yang hadir dalam pembukaan upgrading. ‘’Harapannya, upgrading ini menjadi peroses mengasah Kembali yunda Nasyiatul ‘Aisyiyah sleman, untuk semakin tajam memberikan peran dalam persyarikatan, keluarga dan juga masyarakat’’ tambah Ibu Atika. Selain itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah turut hadir dan memberikan amanat, diwakili oleh sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah sleman Bapak Arif Mahfud, S.Ag.,M.SI Beliau berpesan agar Nasyiatul ‘Aisyiyah Sleman peduli terhadap beberapa isu social terkait masuknya Gerakan islam trans, maraknya penjualan minuman keras secara bebas, ketergantungan anak muda pada game online, judi online dan juga pinjalan online. NA harus mempu hadir memberikan edukasi kepada remaja putri di wilayah Sleman untuk menghindari hal hal diatas. Serta beliau juga berpesan kepada seluruh pimpinan untuk menjaga komitmen dengan menguatkan ideologi Muhammadiyah, laksanakan peroses kaderisasi formal dan informal, serta menguatkan jejaring di wilayah Kabupaten Sleman.          Pada kesempatan ini PDNA Sleman mengundang Sumarni Susilawati, S.Si., M.Si. dari Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah sebagai narasumber dengan materi ‘Penguatan organisasi Nasyiatul ‘Aisyiyah  dan Ayunda Dessy Pranungsari, S. Psi., M. Psi yang merupakan  dosen Fakultas Psikologi UAD, anggota PWNA DIY dan konselor Family learning centre PWM DIY untuk memberikan materi ‘Menjadi perempuan muda sehat mental dengan bernasyiah’.          Upgrading dan rapat pleno ini dihadiri oleh seluruh pimpinan daerah nasyiatul ‘Aisyiyah, termasuk Ketua departemen dan perwakilan departemen untuk memaparkan laporan kegiatan dan rencana kegiatan serta evaluasi kegiatan.          Ketua PDNA Sleman, Sofi Nuria Melati, S.E. menutup kegiatan dengan mengajak seluruh anggota pimpinan untuk bersama menjaga komitmen bernasyiah, dan peduli kepada lingkungan sekitar. Harapannya ayunda PDNA Sleman memiliki mental yang kuat, mampu berperan dan memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Reportase Sofi Nuria Melati, S.E PDNA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pimpinan Ranting Aisyiyah Sleman, Kolaborasi Tiga Majelis Gelar Sosialisasi dan Pelatihan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Hari Ahad 06 Oktober 2024 Masehi bertepatan dengan 03 Rabiul Akhir 1446 Hijriah Pimpinan Ranting Aisyiyah Sleman (PRA Sleman) melalui kolaborasi 3 majelis atau lembaga yaitu majelis hukum dan HAM (MHH), majelis ekonomi dan ketenagakerjaan (MEK) dan lembaga lingkungan hidup dan penanggulangan bencana (LLHPB). “ Kegiatan Kolaborasi lintas majelis atau lembaga ini adalah yang pertama kali dilakukan kedepannya semoga dapat terjalin kerjasama yang serupa sehingga program kerja dari masing-masing majelis dapat berjalan” tutur Musabikhah M.Pd . Dalam kegiatan kali ini diadakan sosialisasi dan pelatihan dengan mengambil tema : 1) Hak-hak perempuan pasca perceraian                2) pengelolaan limbah dan biopori 3) pemanfaatan lahan kosong income keluarga. Sosialisasi dan pelatihan tersebut dihadiri oleh 20 perwakilan dari Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Sleman dan 31 perwakilan dari jamaah masjid disekitar wilayah ranting Sleman. Sosialisasi tersebut menghadirkan Endang Rohjiani SH. yang menyampaikan materi tentang pengolahan sampah organik dengan biopori. Kemudian pemateri kedua yaitu Dra. Sri Sangadatun, MH memberikan materi tentang hak-hak perempuan pasca perceraian. Acara diakhiri dengan praktek pembuatan kompos oleh apt. Rosi Rosilina, S. Far. dan peserta jamaah yang hadir di berikan kenang-kenangan bibit Toga. Kontributor : Musabikhah, M. Pd. (PCA Sleman) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCA Sleman Kolaborasi 3 Majelis Mengadakan Pelatihan Rukti Jenazah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id PCA Sleman melalui kolaborasi majelis yaitu Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK), Majelis Kesehatan (Makes) dan Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) pada hari Sabtu, 6 Oktober 2024 M bertepatan dengan tanggal 2 Rabiul Akhir menggelar Pelatihan Rukti Jenazah di Gedung Aisyiyah Sleman. Pelatihan diikuti oleh PH, BPP, anggota MTK, Makes dan MKS dari 8 ranting yang masing-masing mengutus 4 orang atau lebih dari 1 orang PH dan BPP, 1 orang dari MTK, 1 orang dari Makes dan 1 orang dari MKS. Pelatihan Rukti Jenazah menjadi program pertama setelah kegiatan Baitul Arqam dan di tahun kedua kepemimpinan. Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Ibu Musabikhah, M. Pd. selaku ketua PCA Sleman sekaligus memberikan sambutannya. “Kegiatan ini nantinya akan menjadi awal mula terbentuknya tim Rukti Jenazah di cabang dan menyusul pembentukan Tim Rukti Jenazah yang ada di masing-masing ranting yang nantinya pelatihan hari ini memberi kebermanfaataan untuk kegiatan di masyarakat sekitar “ tuturnya. Pelatihan ini dipandu oleh Umi Nur Arifah dari Tim Rukti Janzah PKU Gamping/Sleman. Banyak peserta antusias dalam mengikuti pelatihan ini. Materi disampaikan dengan jelas dan dimengerti dilanjutkan dengan kegiatan praktek. Banyak sharing dan tanya jawab dari banyak peserta, sehingga kegiatan pelatihan ini menjadi lebih semarak. Reportase Dewi Novitasari S.PSi Majelis Kesejahteraan Sosial PCA Sleman. Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah, Materi Baitul Arqom PCA Tempel

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Rangkaian kegiatan Baitul Arqam Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah dengan tema Penguatan Kepemimpinan ‘Aisyiyah Menuju Tempel Berkemajuan di Kaliurang, 14-15 September 2024 M dengan 98 peserta, terdiri dari berbagai utusan yakni 41 ‘Aisyiyah, 2 NA, 55 guru PAUD. Menurut Ervin Iswandayani S.Pd Sekretaris PCA Tempelsetelah pembukaan diisi tiga materi tentang keteladan Kepemimpinan Muslimah, Tuntunan Sholat dan Dakwah Digital serta hari kedua, diawali dengan rangkaian ibadah sholat tahajud, tadarus, sholat subuh, dan kajian ayat serta dilanjutkan dengan outbond. Sedangkan materi keempat tentang etos kerja dalam mengemban amanah dan Materi kelima tentang revitalisasi ideologi muhammadiyah. Drs. H. AS Ardani Pimpinan PDM Sleman dalam kesempatan tersebut menyampaikan Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah berdasar pada Surat Ali ‘Imran ayat 104 dan 110 menjadi landasan bagi Muhammadiyah dalam merevitalisasi ideologinya. “ Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah, bertujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Aisyiyah adalah organisasi perempuan persyarikatan Muhammadiyah yang bersifat otonom dan memiliki wewenang untuk menyelenggarakan amal usaha. Seluruh anggotanya adalah anggota Muhammadiyah. Muhammadiyah melakukan usaha untuk mewujudkan cita-citanya dengan mendirikan amal usaha, menyusun dan membuat program, serta melaksanakan kegiatan organisasi yang telah diprogramkan. Amal Usaha Muhammadiyah adalah lembaga yang didirikan oleh Muhammadiyah/Aisyiyah, diatur dengan aturan Muhammadiyah, dan berfungsi sebagai media beramal, berusaha, dan kaderisasi. Semua aset menjadi milik persyarikatan. Fungsi Amal Usaha Muhammadiyah adalah sebagai tempat untuk Yanmas, media untuk berdakwah, media kaderisasi, dan pengembangan keilmuan. Hierarkhi/Tata Urutan Aturan Persyarikatan Muh/Aisyiyah adalah sebagai berikut: Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah adalah cara atau serangkaian strategi untuk menggerakkan kembali/memacu pertumbuhan organisasi dengan cara melakukan perubahan, melaksanakan gerakan organisasi dengan menyeleraskan kondisi yang ada. Ideologi adalah ajaran yang secara sistematis dan menyeluruh membahas mengenai gagasan, cara mendapatkan keyakinan mengenai, dan kehidupan yang benar sesuai yang dicita-citakan. Ideologi berarti “keyakinan hidup”, yang mencakup pandangan hidup, tujuan hidup, dan cara yang digunakan untuk melaksanakan dan mencapai tujuan hidup. Adapun tujuan Revitalisasi Ideologi adalah: Dasar dan Sumber Ideologi Muhammadiyah terdapat pada: Masalah-masalah yang mendasari munculnya Revitalisasi Ideologi adalah: Pokok-Pokok Pikiran Ideologi Muhammadiyah adalah bias disarikan bahwa hidup manusia harus berdasarkan Tauhid (mengesakan) Alloh, beribadah, serta tunduk dan taat hanya kepada Alloh Swt. Hidup manusia itu bermasyarakat dan Hanya hukum Alloh yang sebenar-benarnyalah yang dijadikan sendi untuk membentuk pribadi dan mengatur ketertiban hidup Bersama (bermasyarakat) untuk mencapai kebahagiyaan hakiki di dunia dan akhirat. Berjuang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya adalah wajib, sebagai ibadah kepada Alloh, berikhsan dan berishlah kepada manusia. Perjuangan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga terwujud Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya hanya akan berhasil apabila mengikuti jejak (It-tiba’) perjuangan para Nabi, terutama Nabi besar Muhammad SAW. Perjuangan mewujudkan pokok-pokok pikiran tersebut hanya akan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya dan berhasil bila dengan berorganisasi. Organisasi adalah satu-satunya alat dan cara perjuangan yang sebaik-baiknya. Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading