160 Guru SD-SMP Muhammadiyah Peserta Baitul Arqam Siap Bangun Kembali Semangat Bermuhammadiyah

Prambanan, Pdmsleman.Or,Id Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman dan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PDM Sleman mengadakan Baitul Arqam Elementary Angkatan II Tahun 2023 pada Sabtu (7/10). Kegiatan ini dilaksanakan di Kompleks Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prambanan, Yogyakarta. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ustaz Fajar Shodiq, Direktur PPM MBS Prambanan. Ananda Furqon Darmawan, siswa PPM MBS Prambanan mengawali kegiatan dengan pembacaan kalam ilahi. Selanjutnya, para peserta Baitul Arqam Elementary II yang berjumlah sekitar 155 orang yang terdiri atas guru SD dan SMP Muhammadiyah se-Sleman menyanyikan “Indonesia Raya” dan “Sang Surya”. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari pihak Dikdasmen PNF, MPKSDI, dan PPM MBS Prambanan. Pertama-tama, Ketua Dikdasmen PNF PDM Sleman, H. Surahmad, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqam diharapkan tidak hanya menjadi persyaratan formal saja, tetapi sebagai bentuk komitmen oleh setiap pihak untuk mempelajari nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. “Nantinya selama dua hari ini, Bapak-Ibu akan berkesempatan mempelajari ketauhidan dan kompetensi yang berkaitan dengan pendalaman agama Islam lainnya,” ujarnya. Kemudian, Ketua MPKSDI PDM Sleman, Hendro Sucipto, S.Pd., mengucapkan terima kasih atas kesanggupan kerja sama dengan Dikdasmen PNF PDM Sleman dan PPM MBS Prambanan dalam rangka mewujudkan Baitul Arqam Elementary Angkatan II ini. Ia menegaskan tentang kepentingan Baitul Arqam sebagai upaya membangun semangat ber-Islam dan bermuhammadiyah bagi semua warga Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa setiap tingkatan Baitul Arqam, di antaranya elementary ‘dasar’, intermediate ‘menengah’, dan advance ‘atas’, ada untuk menyamakan visi dan tujuan sesuai dengan yang diinginkan Muhammadiyah. “Sehingga, semoga ilmu yang didapat dalam dua hari ini bisa diaplikasikan bagi kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks keluarga maupun kelompok sosial yang lebih besar,” harap Hendro Sucipto. Kegiatan berikutnya adalah penyerahan peserta secara simbolis dari MPKSDI PDM Sleman kepada Dikdasmen PDM Sleman yang diwakili oleh masing-masing ketua, Hendro Sucipto, S.Pd. dan H. Surahmad, S.Pd. Wakil Ketua PDM Sleman, Drs. H. Irfan Haris sebagai pemberi sambutan berikutnya mengajak para peserta untuk mengucapkan syukur atas penyelenggaraan Baitul Arqam sebagai kesempatan berharga untuk menimba ilmu. Ia menyampaikan perbedaan pemerolehan ilmu yang dilakukan setelah kemajuan teknologi digital saat ini. “Sayangnya, ketika ilmu itu jadi lebih mudah didapatkan, jadinya kita sekadar ‘men-download’ saja, hanya sebagai koleksi,” ujarnya. Selain keprihatinan yang ia ungkapkan mengenai komitmen menuntut ilmu, ia juga menyampaikan tentang komitmen berkiprah di Muhammadiyah, baik pimpinan cabang maupun pimpinan ranting, yang saat ini semakin lama semakin sedikit. “Perlu ada gerakan untuk membangun kembali semangat bermuhammadiyah,” tegasnya. Drs. H. Irfan Haris sendiri menuturkan kisahnya yang telah aktif di Muhammadiyah sejak mengenyam pendidikan di bangku sekolah melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ia berharap, semoga dengan Baitul Arqam bisa terbangun kembali kegiatan dan semangat bermuhammadiyah yang menetap dalam hati masing-masing para peserta. Setelah itu, ia menutup kegiatan dengan memberi ketukan sebanyak tiga kali sebagai simbolisasi pembuka kegiatan Baitul Arqam, diikuti tepuk tangan peserta. Penulis: Rasya Swarnasta (MPKSDI PDM Sleman 2022-2027) Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Coaching Clinic Kepala Sekolah Muhammadiyah se-Sleman, Upaya Branding Sekolah Muhammadiyah Unggulan

Sleman. Pdmsleman.Or.Id Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Sleman dan Forum Guru Muhammadiyh (FGM) Sleman bekerjasama dengan Grand Keisha Yogyakarta melaksanakan Coaching Clinic Kepala Sekolah Muhammadiyah bertajuk Branding Sekolah Muhammadiyah di Hotel Grand Keisha, Jl. Gejayan Condongcatur, Yogyakarta pada Selasa, 29-08-2023. Pada sambutannya, Ketua Forum Guru Muhammadiyh (FGM) Sleman, H. Sigit Rohmadiantoro yang juga sebagai Kepala SMK Muhammadiyah Prambanan menuturkan “Coaching Clinic ini dihadiri 117 peserta dari unsur Paud, TK, SD, SMP, SMA dan SMK, serta tamu dari BKS Pontianak”. Ucapan terima kasih kepada Grand Keisha yang telah menyediakan tempat, makanan, maupun fasilitas lainnya dan sekaligus General Manajernya menjadi salah satu nara sumber dalam acara tersebut tambah Sigit. Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Sleman, H. Surakhmad, S.Pd. menyampaikan sambutannya,  mengawali dengan menampilkan slide berjudul “AUM Unggulan Bertebaran di Sleman”. Sebuah judul yang diambil sebagai bagian dari cita-cita agar Sekolah Muhammadiyah menjadi sekolah yang memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Sekolah tanpa keunggulan akan ditinggalkan. Jadi sekolah muhammadiyah harus memiliki keunggulan agar diminati dan tidak ditinggalkan. Dirinya juga mengingatkan tujuan pendidikan Muhammadiyah yaitu “membentuk manusia muslim yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cakap percaya pada diri sendiri, berdisiplin, bertanggung jawab, cinta tanah air, memajukan dan memperkembangkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan dan beramal menuju terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Pasal 3, Qaidah Dikdasmen”. Visi Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman adalah mewujudkan pendidikan Muhammadiyah Daerah Sleman yang unggul, mandiri, kompetitif dan berkemajuan. Visi ini sejalan dengan tujuan pendidikan Muhammadiyah. Langkah-langkah atau kebijakan-kebijakan dalam majelis harus diambil sesuai dengan visi yang sudah ditetapkan. Bagaimana langkah mewujudkan visi maka diturunkan melalui misi-misi. Terdapat enam misi disini yakni Pertama menerapkan karakter utama pendidikan ISMUBA yang berkemajuan. Kedua, Menerapkan pendidikan holistik dan integratif. Ketiga, menghasilkan lulusan berkemajuan, unggul, kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Keempat, mengimplementasikan tata kelola modern yang transparan dan akuntabel. Kelima, mengimplementasikan penyelenggaraan pendidikan yang inklusif. Keenam, meningkatkan kolaborasi antar lembaga pendidikan baik internal maupun eksternal,”terang H. Surakhmad, S.Pd. Lebih lanjut tentang Dinamika transformasi atau manajemen perubahan, “Pada bagian apa perlu dilakukan transformasi atau manajemen perubahan. Pada beberapa hal seperti merasa sudah “besar”, rutinitas dan birokratis, fixed mindset (pemikiran yang mandek), dan merasa tidak ada tantangan. Step perubahan yang dapat dilakukan adalah dengan menghidupkan sekolah, lalu mengembangkannya, dan harapan berikutnya sekolah akan maju pesat,”ucapnya. Pada akhir sambutan, menyampaikan harapannya semoga dengan branding sekolah dengan menunjukkan keunggulannya maka Sekolah Muhammadiyah menjadi sekolah yang dituju, sekolah yang diminati melebihi sekolah lainnya. Setelah selesai sambutan acara dilanjutkan dengan coaching oleh dua pemateri Ibnu Novel Hafidz, General Manager Grand Keisha dan Ibnu SR, Konsultan branding Brandpreneur. Reportase : Pamuji Sri Subekti S.Si KS SMKM 2 Turi, MPI PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading