NGAGLIK BERKEMAJUA
![]()
NGAGLIK BERKEMAJUA
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Kunjungan Silaturohmi Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY ke Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sleman berlangsung dengan sangat romantis dan harmonis pada Jum’at 7 Juni 2024. Dalam Kunjungannya PWPM DIY dipimpin langsung Ketua Ustadz Arief Darmawan (Ustadz Arda) Bersama jajarannya. Dalam Kunjungannya ke Sleman Ustadz Arda selalu bangga atas sambutan dan penerimaanya, dirinya juga menyampaikaan “ Kunsiroh ini bertujuan sebagai bentuk sinergitas antara Wilayah dan daerah sehingga kompak selalu dan terjadi kekerabatan yang mendalam”. Mas Arda yang juga kader Muda Muhammadiyah mendorong seluruh warga persyarikatan untuk lebih berdiaspora kader untuk kepemimpinan di seluruh tingkatan. Dalam penerimaan Kunsiroh yang disambut langsung oleh Mas Ketua Prakasa (Aat) Sleman menyampaikan akan selalu menjamu secara Istimewa siapapun tamu yang hadir di PDPM Sleman. Inilah bentuk penghormatan kepada seluruh jajaran PWPM DIY dan Kunsiroh kali ini dibuat lebih menarik dibuat dengan model Lesehan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman dengan suguhan makanan khas Sleman disajikan dalam menjamu seluruh jajaran PWPM dan yang Luar biasa PWPM disambut oleh seluruh jajaran PDPM dan PCPM se kabupaten sleman, Alhamdulillah hadir ratusan Pemuda dan KOKAM menyambut kedatangan PWPM, ujar Mas Aat. Dalam sambutannya Mas Aat selalu menegaskan “ dalam dalam tubuh Pemuda Muhmmadiyah ada jiwa semangat juang Jendral Sudirman, maka Pemuda Muhammadiyah Sleman selalu aktif dalam segala kegiatan dan selalu bersinergi dengan pemerintahan yang ada di Sleman saat ini”. Kunsiroh dari PWPM yang diterima oleh ratusan anggotan PDPM Sleman berlangsung dengan penuh semangat dan kekeluargaan, apalagi di Joglo Rumah Dinas yang syahdu ini. Jiwa ber-Fastabiqulkhairat selalu kita tanamkam kepada seluruh anggota dari tingkat daerah, cabang dan ranting dan tidak lupa Mas aat sebagai ketua PDPM Sleman, mengucapkan terimakasih kepada Bupati sleman dan OP Kab Sleman selalu memberi ruang serta banyak bersinergi dalam kegiatan kepemudaan. Sebagaimana disampaikan Arif Hakim SE Sekretaris PDPM Sleman kepada Arief Hartanto disela acara. Mas Aat bangga dengan kepemimpinan Bupati Sleman saat ini, pemuda dapat memberikan masukan dan sering diajak berembug untuk pemuda milenial dalam kegiatan yang positif, ujarnya. Kustini Sri Purnomo, sebagai Bupati Sleman dalam arahannya “mengapresiasi KOKAM dan PDPM Sleman yang selama ini bersinergi dalam Kerjasama dalam segala lini, terkhusus menitipkan untuk bersama-sama merawat keamanan dan ketertiban yang ada di Sleman”. Dalam, diskusiya Kustini Sri Purnomo juga memaparkan program Internet Gratis di setiap Padukuhan dan Sport center yang ada di sleman untuk menunjang kegiatan positif dan kreatifitas pemuda untuk aktif dan digital. Di akhir arahannya, Kustini Sri Purnomo sebagai Bupati Sleman memberikan Batik Parijoto kepada Ketua PWPM DIY Mas Arda sebagai kenang-kenangan dan menjelaskan makna batik Parijoto yang menjadi icon batik Sleman. Reportase Arif Hakim SE, Sekretaris PDPM Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman
![]()
Turi, Pdmsleman.or.Id Kawasan sabuk Merapi sisi selatan, yakni Turi dan Pakem merupakan cacthment area bagi kita yang berada di perkotaan, baik Sleman, Jogja, maupun Bantul. Kesadaran ini diwujudkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) melalui Majelis Lingkungan Hidup (MLH), mengukuhkan Pengurus Kebun Bibit Balai Benih Muhammadiyah masa jabatan 2024-2027 dan yang mengukuhkan adalah DR. Sapardiyono Wakil Ketua PWM DIY yang digelar di Turi, Sleman pada Minggu, 9 Juni 2024. “Didirikan pada 2019, Kebun Bibit Muhammadiyah dimaksudkan sebagai wahana produksi sekaligus pemasaran bibit holtikultura dan bibit lainnya, serta sebagai kebun edukasi, tak hanya itu, Kebun Bibit Muhammadiyah juga diharapkan dapat menjaga vegetasi di daerah tangkapan air (water catchment area) agar tidak rusak”, kata Ketua Pengelola Kebun Bibit Balai Benih Muhammadiyah, Totok Pratopo. “Sehingga kalau hutan atau vegetasi di daerah hulu ini rusak, maka ancamanya adalah gangguan air minum bagi warga yang tinggal di sisi selatan,” kata dia lagi. Totok menuturkan, jumlah lahan yang akan dikelola oleh Balai Benih Muhammadiyah di Turi adalah seluas seperempat hektare atau 2400 meter persegi. Kebun tersebut sudah ditanami berbagai macam aneka buah sejak lima tahun lalu. Kedepan, Pengurus Kebun Bibit Balai Benih Muhammadiyah akan membudidayakan serta memperbanyak koleksi tanaman-tanaman buah yang langka dan banyak diminati. “Sehingga warga persyarikatan (Muhammadiyah) yang menghendaki untuk menanam atau menghijaukan kawasan bisa mendapatkan bibit dengan mudah dan dengan senang hati menerima,” tandas Totok. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PWM DIY Ahid Mudayana menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari dakwah lingkungan yang dilakukan Muhammadiyah. Dia menambahkan, kebun bibit yang berjalan sejak lima tahun silam ini akan ditanami pohon-pohon yang sudah jarang ditemui, seperti Nangka, kluwih, cempedak, dan lain sebagainya. “Sehingga pohon-pohon yang semakin jarang kita lihat itu, tetap bisa nikmati keberadaannya. Dan semoga ini bisa berjalan dengan baik sehingga nanti bisa kita budidayakan menjadi banyak dan itu bisa diberikan kepada warga Muhammadiyah dan warga Daerah Istimewa Yogyakarta,” tutur Ahid. Pada kesempatan itu, Ahid juga mengucapkan selamat kepada Totok Pratopo beserta para Pengurus Kebun Bibit Balai Benih Muhammadiyah yang baru saja dikukuhkan. “Semoga dengan dikukuhkannya ini menambah ghirah semangat kita terus berdakwah, khususnya dalam melestarikan lingkungan di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ucap Ahid. Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY Sapardiyono mengatakan, budidaya bibit pohon di kebun Balai Benih Muhammadiyah merupakan program yang sangat bermanfaat bagi umat manusia. Sebagaimana disampaikan Jenal A. Nurfalah, Sekretaris MLH PWM DIY kepada Arief Hartanto pada Ahad disela-sela acara. “Pohon itu mempunyai arti yang sangat luar biasa berguna bagi umat manusia. Jadi kita menanam pohon itu sesungguhnya menanam masa depan. Tidak hanya sekedar (bermanfaat) secara ekonomi, tapi pohon itu nantinya akan mengurai CO2 menjadi oksigen, sehingga bisa turut mengurangi panas bumi,” tuturnya. Selain itu, tambah Sapardiyono, pohon juga berfungsi sebagai ‘rumah’ berbagai macam hewan, sehingga kemudian menimbulkan suatu ekosistem baru. “Jadi, sesungguhnya menanam pohon itu tidak sekedar kita menanam dan menghasilkan ekonomi yang banyak, tapi juga dalam rangka melestarikan bumi,” tandasnya. Hadir pula dalam kesempatan itu ketua PDM Sleman H. Harjaka, Ketua MLH sleman H. Kusno Wibowo, MLH se DIY, PCM, PCA Turi dan KOKAM dalam acara yang berlangsung ditengah nuansa kebun asri di Ngentak Bangunkerto Turi. Reportase Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman
![]()
TVRI Yogyakarta Official Dikirimkan oleh Mas Broto dari Makkah
![]()
Minggir, Pdmsleman.Or.Id Drs.AS.Ardani, MA salah satu pimpinan PDM Sleman dalam pengajian Ranting Aisyiyah Sendangrejo Minggir pada Ahad 9 Juni 2024 yang bertempat di Joglo Seco Wijayan Botokan RT 03, Sendangrejo Minggir selaku narasumber dengan mengangkat tema Prinsip Dasar Hidup Islami menurut Muhammadiyah dan beberapa persoalan hukum. Menurutnyasebagai warga Muhammadiyah dan Aisyiyah sudah sepantasnya bila dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi, harus berperilaku sesuai dengan kaidah yang telah digariskan oleh persyarikatan sesuai dengan PHIWM (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah), yang didalamnya diberisikan prinsip-prinsip dasar hidup, yang meliputi bidang Aqidah, Ibadah, Ahlaq dan Mu’amalah. Dasar utama kehidupan ini sesuai firman Allah surat An Nisa, 36 yang artinya “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”. Pengertian dasar Aisyiyah adalah, Organisasi otonom khusus, yang seluruh anggotanya anggota Muhammadiyah dan diberi wewenang menyelenggarakan amal usaha yang ditetapkan oleh Pimpman Muhammadiyah dalam koordinasi Unsur Pembantu Pimpinan (Ps. 5 ayat 2 AD) dan Usaha Aisyiyah diwujudkan dalam bentuk Amal Usaha, Program atau Kegiatan, (Ps 8 ayat 2). Kemudian juga salah satu pembahasan bahwa warga Muhammadiyah tidak boleh nikah siri karena pelaksanaan nikah harus sesuai dengan ketentuan UU No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Menurut Ketua PRA Sendangrejo Romdiyah didampingi Erna Ekawati SE, selaku tuan rumah menuturkan bahwa “ pengajian kali ini sangat penting untuk penguatan ideologi Muhammadiyah bagi para anggota ‘Aisyiyah di ranting Sendangrejo dengan materi yang disampaikan “. Sementara Arif Kurniawan S.Ag. MH yang merupakan Wakil Ketua DPRD Sleman selaku tuan rumah acara dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang digelar kali ini, “ saya juga turut memotivasi kaum perempuan untuk bisa lebih berdaya dan bermanfaat untuk masyarakat”. Di sela acara pengajian tersebut juga digelar pasar murah dan door prize
![]()
PCM Pakem
![]()
Jihadi TV
![]()
Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY Sabtu 18 Juni 2024 Pukul 13.00 WIB – 15.20 bertempat di Angkringan Sultan Jl Truntung, Truntung Tamanmartani Kalasan Sleman D.I.Y., menyelenggarakan Pelatihan Manejemen Pengelolaan Hewan Qurban ( Hendeling, teknik dan praktik penyembelihan dan praktek asah alat/pisau sembelih). Alhamdulillah pelatihan berlangsung dengan lancar dan antusias, diikuti oleh Perwakilan PCM sekabupaten Sleman, perwakilan DMI sekabupaten Sleman, PRM dan DMI di Kapanewon Kalasan , serta para takmir masjid di kalurahan Tamanmartani. Pelatihan disampaikan oleh Tri Hartanto Saputro ketua Juleha Sleman. Materi pelatihan disampaikan dua sesi, sesi pertama penjelasan tentang teknik Hendeling dan praktik penyelidikan hewan, Alhamdulillah banyak pertanyaan disampaikan oleh para peserta, dan diskusi berjalan dengan menarik. Sesi kedua pemateri menyampaikan tentang teknik dan praktik asah peralatan sembelih baik pra maupun pasca menyembelih. “ Alhamdulilahilladzi bi ni’matihi tathimusholihaat, banyak ilmu pengalaman dan manfaat yang didapat. Silaturahmi diantara para juru sembelih baik di lingkungan internal Muhammadiyah maupun dengan para peserta perwakilan dari lembaga lain berlangsung hangat dan penuh keakraban” tandas Mohammad Hasan, S.H.I., Ketua Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY. Semoga JagalMu bisa menjadi wadah bagi para juru sembelih khususnya di perserikatan Muhammadiyah untuk bersama-sama menebarkan manfaat dan bisa mewujudkan apa yang menjadi misi utama dari Lembaga Pengawasan Pengkajian dan Pendampingan Produk Halal (LP4H) PDM Sleman. Sebagai tindak lanjut dari Pengukuhan Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY maka dilaksanakan Koordinasi Edukasi dan Sosialisasi kegiatan tetsebut. Ditulis Mohammad Hasan, S.H.I., (Ketua Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman D.I.Y.) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
TVRI Yogyakarta Official Dikirim Broto Purwanto, Ketua rombongan 2 SOC Sleman @everyone https://buletinsleman.com/2024/06/05/jaga-keamanan-makanan-jemaah-haji-indonesia-petugas-cek-sampel-sebelum-makanan-didistribusikan/
![]()
Gamping, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Gamping mengikuti kegiatan Katrina (Kajian Ketahanan Keluarga Sakinah Nasyiatul ‘Aisyiyah) disingkat KA3NA, Ahad (6/4/24) di Sego Welut Godean, Sleman, D.I.Yogyakarta. Kajian ini dihadiri beberapa PCNA yaitu PCNA Gamping, PCNA Godean, PCNA Minggir, PCNA Seyegan, PCNA Moyudan, dan PCNA Tempel. Sofi menjelaskan kajian bulanan yang diadakan oleh Departemen Dakwah Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Sleman ini diadakan bergantian di 3 area. “Katrina diadakan tiap bulan bergantian tiga area. Sleman timur, tengah, barat. Sejauh ini sudah terlaksana di PCNA Sleman, PCNA Kalasan, dan PCNA Godean.” jelas Ketua Umum PDNA Sleman tersebut. Katrina ke-3 kali ini diisi oleh Siti Arifah, S.Kep., Ns., M.Kep. Beberapa poin penting yang ia sampaikan, yaitu karakter perempuan berkemajuan adalah iman dan taqwa, taat beribadah, akhlak karimah, berpikir tajdid, bersikap wasatiyah, amaliyah sholihah, dan sikap inklusif. Ia juga menerangkan bahwa Nasyiatul Aisyiyah (NA) berperan membentuk keluarga tangguh, mendukung keluarga sebagai sel kokoh dalam struktur masyarakat, menanamkan nilai-nilai moral dan etika. Kegiatan ini sangat menarik karena berisi tentang ilmu tentang rumah tangga sehingga dapat menjadi bekal para anggota kajian. Siti Arifah menegaskan bahwa ada 4 nilai-nilai keluarga sakinah. “Setidaknya ada 4 nilai-nilai yang menjadi dasar keluarga sakinah, yaitu kelembutan, kebaikan, kasih sayang, dan nirkekerasan.” sebutnya. Di akhir acara kegiatan bertambah menarik dengan adanya pembagian doorprize dan menjajakan pernak pernik NA diantaranya bros NA dan gantungan kunci. Acara ditutup dengan doa bersama dan foto bersama. Sofi berharap KA3NA menjadi wadah belajar kader NA dan umum tentang keluarga islami. “Kami berharap KA3NA menjadi wadah belajar teman-teman NA dan masyarakat umum khususnya perempuan muda di Sleman mengenai bagaimana menjadi keluarga muda islami yang berdaya dan tangguh. Selain itu juga sebagai wadah silaturahim antar PDNA dan PCNA, juga antar PCNA di Sleman”, harapnya. Penulis: Rizki Putri Ramadani (Ketua Departemen Pustaka, Informasi, dan Teknologi Digital PCNA Gamping)
![]()