SD MBS Kembali Berjaya di Kancah Nasional, Ananda Sina Raih Juara 3 OSN IPS 2025

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id Tsaqiifsina Yodha Pribadi, atau akrab disapa Sina, murid kelas 6 SD MBS Prambanan (Jl. Piyungan Km.2, Marangan, Bokoharjo, Prambanan), berhasil menorehkan prestasi Juara 3 Olimpiade Sains Nasional (OSN) Cabang Ajang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Tingkat Pendidikan Dasar Nasional di Jakarta, Jumat (26/09/25). Kompetisi bergengsi yang diadakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini menjadi ajang unjuk kemampuan para pelajar terbaik dari seluruh Indonesia. Seleksi dimulai dari tingkat sekolah dan kabupaten/kota, dilanjutkan ke tingkat provinsi. Dari ribuan peserta, terpilih 115 murid di babak semifinal, hingga akhirnya 50 peserta terbaik melaju ke babak final di Jakarta. Ustazah Sri Lestari, S.Pd. selaku guru pembimbing bidang IPS SD MBS, turut berperan penting dalam mengarahkan dan memotivasi Ananda Sina. Beliau membangun komunikasi yang baik dengan murid dan orang tua, menyusun strategi belajar, serta menyiapkan materi dan latihan soal secara intensif. Dalam prosesnya, Ananda Sina pun menunjukkan ketekunan dan semangat belajar tinggi hingga akhirnya berhasil memperoleh kejuaraan. “Saya senang dan bangga bisa meraih medali di tingkat nasional. Terima kasih kepada orang tua dan para guru, terutama Ustazah Tari yang telah membimbing saya dengan sabar. Kuncinya adalah belajar konsisten dan banyak berlatih agar siap menghadapi setiap soal,” ujar Sina penuh rasa syukur. Ustazah Rizana Avida, ST., S.Pd., selaku Kepala SD MBS menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut. “Keluarga besar SD MBS mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih ananda. Kesuksesan adalah buah dari kerja keras dan ketekunan yang tidak akan mengkhianati hasil. Prestasi nasional ini merupakan langkah awal untuk menelurkan prestasi membanggakan lainnya. Bagi Ananda Sina, tetap rendah hati dan selalu semangat serta jadilah agen perubahan yang menginspirasi teman-teman meraih prestasi terbaiknya,” ungkapnya. Keberhasilan Ananda Sina menjadi bukti bahwa semangat belajar, ketekunan, dan dukungan dari orang tua serta sekolah dapat melahirkan generasi muda yang berprestasi dan berdaya saing tinggi. Melalui prestasi gemilang ini, SD MBS kembali mengukir kebanggaan dengan mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional. Rep : Noviana Widyaningrum, S.Pd. SD MBS Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Belajar Kepengasuhan Bayi FORPAMA DIY Kunjungi Panti Bayi Sehat

Bandung, Pdmsleman.Or.id MPKS PDM Sleman mengirimkan kafilahnya sebanyak 15 orang dari 8 panti yang dibina pada kegiatan studi tiru Forum Silaturahmi Panti Asuhan Muhammadiyah -Aisyiyah (FORPAMA) DIY yang dibawah naungan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY melaksanakan kunjungan Studi Tiru ke Pimpinan Cabang Muhamamadiyah (PCM) Sukajadi Kota Bandung, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu (04/10) bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sukajadi Kota Bandung. Adapun AUM yang dikunjungi adalah Panti Bayi Sehat Muhammadiyah Cabang Sukajadi. Sementara menurut Wahyu Purhantara selaku ketua MPKS PDM Sleman, “ diharapkan setiap panti dapat mencontoh pola manajemen panti, kepengasuhan kemandirian panti, pola-pola kerjasama antar Lembaga”. Hal Ini bertujuan lanjut Wahyu, yang juga menjadi kordinator bidang kelembagaan FORPAMA, panti-panti Muhammadiyah Aisyiah mampu mencerahkan dan memajukan umat. Dalam sambutannya ketua PCM Sukajadi, Rahmat Sanjaya menyampaikan ucapan selamat datang terhadap rombongan FORPAMA DIY “Kami ucapkan selamat datang kepada rombongan FORPAMA dari DIY, kehadiran bapak ibu merupakan  kebahagiaan bagi kami dan harapannya bisa menjadi sarana menguatkan ukhwah” tuturnya. PCM Sukajadi pada tahun ini mengikuti LPCR Award mewakili Kota Bandung “Kami sebenarnya merasa belum pantas mendapatkan kepercayaan ini karena masih perlu banyak pembenahan” ucapnya. Cabang Muhammadiyah Sukajadi memiliki 6 ranting Muhammadiyah, 2 sekolah Muhammadiyah, 2 Panti Muhahammadiyah termasuk panti bayi yang akan dikunjungi, Klinik Pratama, Surya Mart, dan beberapa Amal Usaha dibidang ekonomi lainnya “ Kami berkomitmen selalu berkonsolidasi dengan berbagai stakeholder, dan memiliki cita-cita Muhammadiyah Sukajadi Berkemajuan dan Unggul yang terejawantahkan dalam program terkait penguatan organisasi usaha dan amal usaha di Sukajadi” tambahnya. Wibowo Ketua FORPAMA menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti Studi Tiru sejumlah 50 orang “Peserta Studi Tiru ini kurang lebih 50 orang yang terdiri dari 25 Panti dengan perwakilan masing – masing  panti 2 orang” ungkapnya. Untuk meningkatkan kalitas pengasuh di Panti terdapat kelas FORPAMA. Wibowo berharap dengan adanya Studi Tiru ini peserta bisa mendapatkan informasi dan referensi terkait pengelolaan. Ferry Sopyan Kepala Panti Bayi Sehat Muhammadiyah menjelaskan terkait dengan profil singkat Panti tersebut, ia menjelaskan bahwa mereka merawat bayi yang baru lahir, anak yang terlantar, anak hasil hubungan diluar nikah dan lain sebagainya “Kami membesarkan dan merawat anak dari bayi sampai dewasa bahkan ada yang sampai menikah, nanti tergantung kondisi jika ada keluarganya yang mampu  merawatnya maka kami kembalikan anak tersebut” ungkapnya. Dalam menerima anak asuh tentunya melalui asessement terlebih dahulu yang dilakukan Tenaga Pekerja Sosial Profesional yang dimiliki oleh Panti Sehat Muhammadiyah “Kami dalam melakukan pengasuhan anak harus melalui assessment terlebih dahulu, jika anak tersebut belum diketahui orang tuanya maka akan dibuatkan akta kelahiran terlebih dahulu” tambahnya. Rep Wicak & Yu Poer

Loading

Kesehatan Jiwa dalam Islam Jadi Sorotan Kajian PCM Turi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi kembali menggelar Kajian Ahad Kliwon dengan tema “Kesehatan Jiwa dalam Islam” di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi, Ahad (5/10/2025).  Hadir sebagai narasumber  Dr. Djoko Santoso, M.Si., dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menyoroti pentingnya menjaga kesehatan jiwa dalam perspektif Islam. Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran oleh jama’ah oleh Guru TK Aisyiyah yang tergabung dalam IGABA Turi bersama sekitar 500 an jama’ah yang memenuhi Gedung Dakwah Turi di Ngablak. Dalam sambutannya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bambang Rahmanto menekankan bahwa kegiatan pengajian rutin ini bukan hanya sarana memperkuat keimanan, tetapi juga mempererat silaturahmi. “Kita bisa menghirup udara segar di Turi, berjamaah salat Subuh, dan kemudian bersilaturahim bersama di Gedung Dakwah ini. Insya Allah dengan silaturahim itu kita dibukakan pintu-pintu rezeki,” ungkapnya. Selain itu juga mengajak para jama’ah untuk bersama-sama beramal jariyah dalah satunya untuk kelangsungan AmbulanMU Turi yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat namun disisi lain memerlukan operasional yang cukup tinggi. Memasuki inti kajian, Dr. Djoko Santoso menjelaskan bahwa kesehatan jiwa memiliki kaitan erat dengan keimanan dan kebahagiaan. “Islam mengajarkan keseimbangan, bukan hanya fisik tetapi juga jiwa. Kesehatan jiwa tidak bisa dilepaskan dari bagaimana kita menjaga hubungan dengan Allah, dengan sesama, dan dengan diri sendiri,” terangnya. Menurutnya, kesehatan adalah nikmat yang sering kali terlupakan. “Coba bayangkan, ketika saudara kita sakit, mungkin tidak bisa hadir di sini. Maka ketika kita sehat, itu sudah menjadi rezeki yang luar biasa dari Allah,” tambahnya. Ia juga berpesan agar dalam setiap pertemuan sesama muslim cukup menanyakan kabar kesehatan. “Kalau ketemu itu pertanyaannya cuma satu saja: sehat, Bapak-Ibu? Itu sudah cukup,” ujarnya. Ia menambahkan, salah satu kunci kebahagiaan dalam hidup adalah menerima diri sendiri tanpa selalu membandingkan dengan orang lain. “Kalau kita ini masih banding-banding, maka sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa bahagia,” jelas Djoko. Dalam penjelasannya, Dr. Djoko mengaitkan konsep kesehatan jiwa dengan istilah qalbun salim dalam Alquran, yakni hati yang bersih dan selamat. “Allah menegaskan dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 88-89 bahwa yang akan menyelamatkan manusia di akhirat hanyalah hati yang sehat (qalbun salim). Ini menunjukkan bahwa kesehatan jiwa menjadi bagian penting dari kesempurnaan iman,” tegasnya. Arief Hartanto Turi   

Loading

Refleksi Demonstrasi Tuntutan Rakyat dan Sikap Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Aula Masjid KH. Sudja RS PKU Muhammadiyah Gamping, Ahad (5/10/2025) pagi dipenuhi ratusan peserta dari jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Aisyiyah, Ortom, PCM, PCA, PRM hingga PRA se-Kabupaten Sleman hadir memenuhi undangan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PDM Sleman dalam forum silaturahmi dan diskusi bertajuk “Refleksi Demonstrasi Tuntutan Rakyat dan Sikap Muhammadiyah.” Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan pembukaan resmi oleh Ketua PDM Sleman, H. Harjaka S.Pd., S.Ag., M.A. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya forum ini untuk membangun kesadaran kebangsaan. “Kita perlu melakukan refleksi atas dinamika demonstrasi yang beberapa waktu terakhir mewarnai kehidupan politik nasional. Muhammadiyah harus memberi pandangan yang jernih dan konstruktif, agar umat tidak terjebak dalam arus yang merugikan bangsa,” ujarnya. Sementar Dokter Faisol selaku Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping menyampaikan “ kami menyambut baik acaranya sekaligus sebagai upaya untuk lebih mengenalkan RS PKU Gampingn secara lebih luas dan kami berkomitmen untuk mendukung berbagai kegiatan PDM Sleman”. Diskusi menghadirkan empat narasumber lintas perspektif. Mereka adalah Ir. Achmad Syauqi Soeratno (Anggota DPD RI Daerah Pemilihan DIY), Dr. Abdul Gafar Karim (akademisi FISIPOL UGM), Kombes Pol. Burkan Rudy Satria, S.I.K. (Wakil Direktur Tindak Pidana Umum, Bareskrim Polri), serta H. Singgih Januratmoko, M.M. (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Fraksi Golkar) dengan moderator Trapsi Haryadi, M.IP. Dalam paparannya, Ir. Achmad Syauqi Soeratno yang juga menjadi Ketua BAP Badan Akuntabilitas Publik  Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) “Saya menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh LHKP PDM Sleman ini, khususnya untuk memberikan edukasi politik yang objektif dan solutif, terkait peran Muhammadiyah dalam hidup berbangsa dan bernegara, dengan berbagai dinamikanya.” Sementara itu, Dr. Abdul Gafar Karim mengingatkan bahwa konsolidasi demokrasi Indonesia masih belum rampung. “Kita punya referensi konstitusi dan dasar negara, tetapi implementasinya sering kali terhambat oleh kepentingan politik jangka pendek. Situasi ini yang menyebabkan demokrasi kita belum matang. Perlu check-up menyeluruh,” tegasnya. Ia juga menyoroti isu fundamental kesejahteraan rakyat yang erat kaitannya dengan akses pendidikan dan kesehatan. Dari perspektif kepolisian, Kombes Pol. Burkan Rudy Satria menjelaskan dinamika pengamanan aksi massa. “Polri selalu berusaha mengedepankan pendekatan humanis. Ketika demonstrasi berlangsung tertib, maka polisi membelakangi massa sebagai tanda situasi aman. Tapi jika berhadapan langsung, itu artinya ada potensi gangguan. Tantangan kita adalah mencegah provokasi yang bisa menimbulkan anarki,” jelasnya. Ia mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat tetap harus menghormati hak orang lain, menjaga ketertiban, serta menaati hukum. Adapun H. Singgih JanuratmokoAnggota DPR RI Komisi VIII dengan lingkup tugas di bidang Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungam Anak.    Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak peserta mengajukan pertanyaan seputar sikap Muhammadiyah dalam menghadapi gejolak politik nasional. Beberapa peserta menyoroti bagaimana organisasi Islam ini sebaiknya menempatkan diri, tidak larut dalam pragmatisme politik, tetapi juga tidak apatis terhadap proses demokrasi. Demonstrasi sebagai bagian dari dinamika demokrasi, namun harus disikapi dengan kedewasaan dan warga Muhammadiyah diharapkan menjadi kekuatan moral yang mampu menjaga keutuhan bangsa dengan bekal memahami makna demokrasi dan juga memberi kontribusi nyata dalam ranah publik dan kebijakan serta peran strategis Muhammadiyah dalam menjaga kehidupan berbangsa. Reportase n Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PRM Margokaton Seyegan Wakili  Muhammadiyah DIY di Lomba CRM Nasional Muhammadiyah

Sleman , Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Margokaton Seyegan mendapatkan amanah untuk maju ke lomba Cabang Ranting Muhammadiyah (CRM) Nasional mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “PRM Margokaton menghaturkan terima kasih atas kesempatan, dukungan, dan bantuan yang diberikan sehingga kami bisa tampil di Muhammadiyah Jogja Expo #4 dan dipercaya maju ke lomba CRM Nasional mewakili PWM DIY,” Nur Khoirudin Ketua PRM Margokaton. Pada tahap assessment awal, PRM Margokaton berhasil masuk kategori PRM Unggul. Capaian ini menjadi modal penting untuk melangkah ke tahapan selanjutnya. “Alhamdulillah di assessment awal, PRM Margokaton berhasil masuk kategori PRM Unggul,” tambahnya. Tahapan berikutnya, PRM Margokaton bersama Masjid Al Barokah Pakem dan PCM Kalasan sebagai wakil PDM Sleman akan tampil dalam presentasi di hadapan dewan juri lomba CRM PP Muhammadiyah pada Ahad, 12 Oktober 2025, di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ajang tersebut merupakan seleksi tahap pertama untuk menentukan Nominasi PRM Unggul Nasional se-DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Doa, bimbingan, dan dukungan selalu kami harapkan agar dapat memenuhi harapan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami,” ujar perwakilan PRM Margokaton. PRM Margokaton selama ini dikenal aktif di tengah masyarakat, berupaya menegakkan amar makruf nahi munkar di lingkungan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Sleman sebagaimana disampaikan kepada Arief Hartanto dari MPI PDM Sleman pada Jum’at 4 Oktober 2025. Pada Musyawarah Ranting, 14 Oktober 2023, ditetapkan kepemimpinan periode 2022-2027 dengan Ketua Nurkhoirudin dan Sekretaris Sumardiono. Struktur ini membawahi tiga bidang utama: tabligh dan kemasjidan, pendidikan dan kaderisasi, serta ekonomi dan layanan sosial. Bidang tabligh dan kemasjidan memiliki program unggulan Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah melalui pengajian Ahad Kliwon. Kegiatan ini konsisten menghadirkan jamaah dalam jumlah besar. Pada pengajian pertama, 14 Januari 2024, jamaah mencapai sekitar 450 orang, melebihi target awal 300 orang. Dalam perkembangannya, rata-rata jamaah mencapai 500–800 orang, bahkan menembus 1.200 orang saat pengajian Ahad Kliwon spesial Milad Muhammadiyah ke-112 pada 24 November 2024. Selain itu, bidang tabligh juga mengelola pengajian pimpinan, pemberdayaan masjid, penyelenggaraan shalat Id, hingga safari Ramadan. Di bidang pendidikan dan kaderisasi, PRM Margokaton menggulirkan program pengajian ortom, layanan kartu anggota, pengkaderan mubalig, pendampingan amal usaha Muhammadiyah (AUM), hingga gerakan orang tua asuh. Margokaton memiliki tiga ortom aktif — Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah — serta sejumlah AUM, termasuk SD Muhammadiyah Bolu, TK ABA Margokaton 1–3, KB Aisyiyah, dan tujuh TPA resmi Kemenag. Bidang ekonomi dan layanan sosial turut aktif melalui pemberdayaan UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, pentasarufan zakat, infak, sedekah, serta penggalangan kencleng infak untuk tanah wakaf. Dengan prestasi dan kiprahnya, PRM Margokaton ditetapkan PCM Seyegan sebagai ranting percontohan. Pada MJE ke-4, 12–14 September 2025, PRM Margokaton tampil bersama wakil Sleman lainnya. Kepercayaan itu berlanjut saat PDM Sleman menunjuk mereka sebagai peserta lomba CRM tingkat provinsi. Hingga PWM DIY menetapkan PRM Margokaton menjadi salah satu peserta lomba CRM Nasional. “Semoga Allah memberikan kemudahan dan meridai setiap gerakan dakwah Muhammadiyah di Ranting Margokaton,” doa dan harapan dari jajaran pimpinan PRM. Dengan semangat dan capaian yang sudah diraih, PRM Margokaton optimistis dapat mengharumkan nama Sleman dan DIY di ajang nasional. Rep : Dhian N  PRA MArgokaton Editor  : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Milad ke 113, Muhammadiyah Angkat Tema Memajukan Kesejahteraan Bangsa

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah pada 18 November 2025 genap berusia 113 tahun dari hari kelahirannya tahun 1912. Tahun ini Muhammadiyah mengangkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan tujuan dari diangkatnya tema tersebut di Milad ke 113 Muhammadiyah, pertama, Muhammadiyah melalui gerakannya semakin memperkuat dan memperluas usaha dalam memajukan kesejahteraan masyarakat yang berorientasi pada kesejahteraan sosial-ekonomi yang memiliki tumpuan pada kesejahteraan rohaniah (sejahtera spiritual dan moral), sehingga melahirkan kesejahteraan yang utuh lahir dan batin. Kedua, Muhammadiyah terus mendorong dan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan umum sebagaimana perintah UUD 1945 yang semakin nyata dan merata, lebih khusus bagi kesejahteraan rakyat dalam pondasi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia sejalan sila kelima Pancasila.Haedar mengatakan, milad tahun ini berada dalam dinamika kehidupan kebangsaan yang kompleks dan menuntut kesadaran kolektif untuk secara terus menerus mewujudkan cita-cita nasional, yaitu Indonesia yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Muhammadiyah yang sejak berdirinya bergerak aktif dalam kebangkitan nasional untuk Indonesia merdeka serta berperan dalam mendirikan dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, meneguhkan komiten kebangsaannya yang berbasis pada dasar nilai keislaman untuk terwujudnya tujuan nasional Indonesia sejalan dengan cita-cita “Baldatun Thayyibatun Wa rabbun Ghafur”, yaitu “Suatu negara yang indah, bersih suci dan makmur di bawah perlindungan Tuhan Yang Maha Pengampun”. Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki komitmen dan usaha untuk memajukan kesejahteraan bangsa, baik sejahtera lahir maupun batin. Dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah sebagai asas fundamental gerakan, antara lain terkandung pernyataan berikut “Masyarakat yang sejahtera, aman, damai, makmur, dan bahagia hanyalah dapat diwujudkan di atas keadilan, kejujuran, persaudaraan dan gotong-royong, bertolong-tolongan dengan bersendikan hukum Allah yang sebenar-benarnya, lepas dari pengaruh setan dan hawa nafsu.” Di dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) sebagai konsep filosofis terkandung pernyataan kedua yang bersifat paham agama, yakni “Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad saw, sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa, dan menjamin kesejahteraan hidup materiel dan spiritual, duniawi, dan ukhrawi.” Di antara enam belas langkah usaha Muhammadiyah sebagaimana terumuskan dalam Anggaran Rumah Tangga juga terkait dengan kesejahteraan, yaitu: “(6) Memberdayakan kaum perempuan dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial… (8) Memajukan perekonomian dan kewirausahaan ke arah perbaikan hidup yang berkualitas. (9) Meningkatkan kualitas kesehatan, pertolongan kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat. (10) Memelihara, mengembangkan, dan mendayagunakan sumber daya alam dan lingkungan untuk kesejahteraan…” Makna “kesejahteraan” atau “sejahtera” (welfare, prosperity) terkandung mendalam dan luas, yang secara kebahasaan ialah “hal atau keadaan sejahtera; keamanan, keselamatan, ketenteraman.” Kesejahteraan atau sejahtera dapat memiliki empat arti. Kesejahteraan dalam arti umum mengandung pengertian yaitu “menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai.” Dalam ekonomi, “sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda, yaitu memiliki arti khusus resmi atau teknikal (lihat ekonomi kesejahteraan), seperti dalam istilah fungsi kesejahteraan sosial.” Dalam kebijakan sosial, “kesejahteraan sosial menunjuk ke jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini adalah istilah yang digunakan dalam ide negara sejahtera.” “Muhammadiyah meletakkan kesejahteraan dalam konteks kehidupan bangsa yang memiliki kaitan subtansial dengan perintah konstitusi kepada Pemerintah Negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yaitu “memajukan kesejahteraan umum”,”jelas Haedar pada Rabu (1/10). Haedar menegaskan, bangsa Indonesia setelah merdeka harus maju kesejahteraannya yang merata kepada seluruh rakyat, bukan terbatas pada sebagian golongan bangsa saja, lebih-lebih hanya golongan kecil. Dengan kesenjangan sosial-ekonomi yang masih menjadi masalah dalam kehidupan bangsa, maka diperlukan kebijakan-kebijakan strategis dan praksis dari pemerintah dalam usaha memajukan kesejahteraan umum yang luas merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Loading

Tabon Qur’an Center, Cetak Generasi Berakhlak Mulia

Kalasan, Tabon Qur’an Center hadir sebagai lembaga pendidikan yang berfokus pada pengajaran dan penyebaran ilmu Al-Qur’an. Lembaga ini dirancang untuk memberikan pendidikan menyeluruh mulai dari tahfidz, tahsin, tajwid, tilawah, qira’ah hingga kajian ilmiah. Beralamat di Kowang, Kelurahan.Tamanmartani, Kecamatan.Kalasan, Kabupaten Sleman dengan pengasuh Riandi Pratama, Lc., lembaga ini menargetkan lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Proses pembelajaran di Tabon Qur’an Center tidak sekadar transfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an agar siswa mampu menjadikannya pedoman hidup,” terang Riandi Pratama, Lc. selaku pengasuh. Program yang dikembangkan di Tabon Qur’an Center mencakup empat aspek utama. Pertama, tahfidz Qur’an, yaitu menghafal Al-Qur’an secara keseluruhan atau sebagian sesuai kemampuan siswa. Kedua, tajwid, yakni pembelajaran aturan membaca Al-Qur’an secara benar dan tartil. Ketiga, tafsir, yaitu upaya memperdalam makna dan penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an. Keempat, ilmu Al-Qur’an yang mempelajari sejarah, struktur, dan karakteristik kitab suci. Visi lembaga ini jelas dan terarah, yakni “Menjadi lembaga pendidikan Al-Qur’an yang unggul dan terpercaya dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan beriman, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.” Untuk mencapai visi tersebut, Tabon Qur’an Center mengusung sejumlah misi yang terintegrasi. Pertama, mengembangkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kedua, meningkatkan pemahaman dan pengamalan isi Al-Qur’an, sehingga tidak hanya berhenti pada aspek bacaan. Ketiga, membangun karakter dan akhlak mulia bagi setiap siswa agar dapat menjadi teladan di tengah masyarakat. Keempat, meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an dengan kurikulum, metode pembelajaran, serta sumber daya manusia yang profesional. “Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dipahami, dihayati, dan diamalkan. Itulah mengapa setiap program pembelajaran di Tabon Qur’an Center selalu diarahkan pada pembentukan pribadi yang Qur’ani,” tambah Riandi. Selain program utama, Tabon Qur’an Center juga rutin menyelenggarakan kajian ilmiah dan halaqah yang membahas persoalan keislaman kontemporer dengan perspektif Qur’ani. Hal ini menjadi wadah bagi para santri maupun masyarakat luas untuk terus memperdalam ilmu dan memperluas wawasan keagamaan. Dengan sistem pendidikan yang komprehensif, lembaga ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki spiritualitas dan akhlak yang kokoh. “Kami ingin agar para santri tidak hanya bisa menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari,” tegas pengasuh. Rep  Riandi Pratama LC, majelis Ponpes PDM

Loading

Musypimcab I ‘Aisyiyah Tempel Dorong Peran Perempuan Berkemajuan Menuju Tempel Berkeadilan

 Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kapanewon Tempel menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) I periode 2022–2027 di Gedung Darul Ulum pada Ahad (28/9/2025) atau bertepatan dengan 5 Rabi’ul Akhir 1447 H. Dengan mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Tempel Berkeadilan”, kegiatan ini dihadiri 96 peserta yang mewakili pimpinan cabang, ranting, dan undangan dari berbagai elemen masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan registrasi pukul 07.00 WIB, dilanjutkan pra-acara, dan pembukaan pada pukul 08.30 WIB. Prosesi pembukaan diawali dengan Kalam Ilahi oleh Hj. Nurhayati, S.Sos., dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars ‘Aisyiyah yang dipandu Dra. Hj. Siti Salamah. NA :Amalia Rosyida  S. Psi selaku MC membawakan acara dengan apik kemudian dilanjutkan rangkaian acara pembukaan Rapat kerja kali ini. Dalam sambutannya, Ketua PCA Tempel, Hj. Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD., menegaskan bahwa forum Musypimcab bukan sekadar pertemuan organisatoris. “Musyawarah ini bukan hanya sekadar forum organisatoris, melainkan juga sarana silaturahmi, bertukar gagasan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat, memperkokoh langkah perjuangan, serta membawa kemajuan bagi umat, bangsa, dan persyarikatan,” ujarnya. Turut memberikan sambutan Ketua PCM Tempel, H. Supriyoto, M.Pd., serta Panewu Tempel, Dakiri, S.Sos., M.Si., yang hadir bersama Lurah Mororejo, H. Joko Ristanto. Panewu Tempel menekankan pentingnya sinergi program antara pemerintah kapanewon dengan ‘Aisyiyah. “Kami menyambut baik langkah-langkah ‘Aisyiyah yang peduli pada isu strategis seperti optimalisasi peran perempuan, pencegahan stunting, serta penanganan kenakalan remaja. Program-program ini sangat relevan untuk didukung bersama,” ungkapnya. Amanat sekaligus pembukaan Musypimcab disampaikan Dra. Retno Endah Sawitri, M.Ag., yang menegaskan komitmen ‘Aisyiyah dalam mendinamisasikan peran perempuan. “Realitas tantangan dan problematika umat saat ini semakin kompleks. Karenanya, ‘Aisyiyah harus hadir secara nyata dalam mengurai dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Sinergi yang kuat antara pimpinan organisasi, majelis, lembaga, dan seluruh warga ‘Aisyiyah menjadi kunci untuk mencapai tujuan organisasi sekaligus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar,” tuturnya. Setelah pembukaan, sidang pleno dimulai dengan penjelasan tata tertib oleh Sekretaris PCA Tempel, Suyatmi, S.Pd. Sidang dibuka dengan pidato iftitah Ketua PCA Tempel, Hj. Sri Wasiati, S.Pd., kemudian dilanjutkan laporan pertanggungjawaban pimpinan cabang oleh Ervin Iswandayani, S.Pd. Sidang pleno juga mengesahkan anggota tambahan PCA Tempel periode 2022–2027. Agenda sidang semakin dinamis dengan presentasi dari sembilan ranting yang memaparkan perkembangan masing-masing, sekaligus memberikan tanggapan atas laporan PCA Tempel. Memasuki sesi sidang komisi, peserta dibagi ke dalam tiga komisi. Komisi A membahas percepatan strategi ‘Aisyiyah cabang yang dipimpin Hj. Sri Arumi, S.Pd.AUD. Komisi B mengulas penguatan ranting dan amal usaha menuju keunggulan, dipimpin Hj. Siti Rofingah, A.Md.Keb. Komisi C membahas penguatan ideologi, kepemimpinan, dan tata kelola organisasi, dipimpin Hj. Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD., dan Nur Kasihati, S.Ag., S.Pd.SD. Acara ditutup dengan pengesahan hasil sidang dan pidato penutup oleh Hj. Siti Rofingah, A.Md.Keb. Sebagai bentuk apresiasi, PCA Tempel memberikan penghargaan kepada tiga ranting terbaik, yaitu Ranting Margorejo, Ranting Lumbungrejo 2, dan Ranting Banyurejo. Acara ini mendapakan support dari 9 personil KOKAM Tempel yang membantu keamanan dan kelancaran acara. Musypimcab I ‘Aisyiyah Kapanewon Tempel 2022–2027 ini diharapkan menjadi tonggak strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun masyarakat berkemajuan serta menciptakan keadilan sosial di Tempel. Rep : Ervin Iswandayani, S.Pd PCA Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading