Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar acara Silaturrahmi Syawal 1445 H pada Rabu, 1 Mei 2024 di Masjid Agung Dr. Wahidin Sudirohusodo, Jl. Parasamya Tridadi Sleman. Acara ini insya Allah dihadiri oleh ribuan pengurus, kader, struktur organisasi Muhammadiyah, AUM dan warga Muhammadiyah Sleman. Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, diundang sebagai pembicara utama. Beliau memberikan pandangan inspiratif tentang peran Muhammadiyah dalam mencerahkan peradaban dan kebangsaan. Ketua PDM Sleman, H. Harjaka M.Pd, menyampaikan “ pentingnya kehadiran seluruh elemen Muhammadiyah dalam acara ini untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat dalam menjalankan misi keagamaan dan peradaban dan kebangsaan khususnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita sebagai bagian dari Muhammadiyah dan warga Sleman ” ujar H. Harjaka sebagaimana disampaikan kepada arief Hartanto dari MPI PDM Sleman. Dalam rangka mendukung kegiatan organisasi, disediakan pula layanan pengurusan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) bagi yang membutuhkan. Mobil Keliling (KTAM) dari PWM DIY siap melayani para anggota yang ingin mengurus atau memperpanjang keanggotaannya. Selain itu, untuk memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kalangan warga Muhammadiyah, panitia juga membuka kesempatan bagi para pelaku UMKM yang ingin menampilkan produk dagangan mereka dalam acara ini. Mereka yang berminat dapat menghubungi panitia penyelenggara untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Acara Silaturrahmi Syawal ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat jalinan di antara anggota Muhammadiyah Kabupaten Sleman untuk siap berkontribusi dalam memajukan masyarakat dan bangsa.
Tempel, Pdmsleman.Or.Id Posko MudikMU Sleman di Tempel dalam mendukung pelayanan arus mudik untuk warga masyarakat pada 5 April – 15 April 2024 yang dibuka 24 Jam di kompleks Masjid Baitussalam PCM Tempel (Jl. Magelang Km 17 Tempel) diwarnai dengan berbagai dinamika.Menurut Komandan Posko Sutiyono Ketika ditemui Arief Hartanto MPI PDM Sleman menyatakan ” sampai hari terakhir sebanyak 555 pemudik penerima manfaat keberadaan posko MudikMu Tempel ini, dengan 391 memanfaaatkan fasilitas untuk istirahat, 109 memakai fasilitas dapur mini, 33 pemakai bengkel darurat, 21 menggunakan faslitas Kesehatan dan ambulanMu”,Ada beberapa catatan kejadian yang menonjol selama kegiatan PoskoMu diantaranya pada Sabtu, 13 April 2024 sekitar pukul 03.30, sebuah minibus menabrak pohon di timur Posko MudikMU Tempel. Rombongan minibus yang berisi 10 orang berasal dari Tawangmangu menuju Banjarnegara mengalami insiden tersebut, mengakibatkan bagian depan minibus ringsek dan patahnya as roda belakang. Diduga kecelakaan ini disebabkan oleh sopir yang mengantuk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Minibus kemudian ditarik ke arah Posko MudikMU untuk menunggu perbaikan lebih lanjut. Sementara itu, para penumpang diberi kesempatan untuk beristirahat di Masjid Baitussalam yang berada di lingkungan Posko MudikMU. Mereka juga mendapat fasilitas sarapan dan makan siang dari PoskoMU sambil menunggu jemputan dari Banjarnegara.Pada hari berikutnya Ahad, 14 April 2024 terjadi peristiwa kesehatan yang melibatkan Arya Saputra (15 tahun). Sepulang dari silaturahmi ke rumah temannya di Pasar Tempel, Arya berencana kembali ke kampung halaman di Tegal, Jawa Tengah. Dia berjalan kaki menuju Jombor untuk mencari bus ke Tegal, namun di tengah perjalanan, tepatnya di Jl Magelang Km 17, Arya mendadak tidak sadarkan diri.Tim Posko MudikMU Tempel segera mengevakuasi Arya ke Posko MudikMU Aman yang berada di Masjid Baitussalam PCM Tempel. Setelah diperiksa oleh petugas jaga RS PKU Muhammadiyah Sleman, Arya disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu. “Awalnya kami mendapat laporan dari warga di sekitar lokasi ditemukannya Arya lalu kami evakusai ke Posko Mudikmu dan setelah stabil lanjut kami dalami terkait asal usulnya. Usut punya usut kedatangan Arya ke Jogja karena dijanjikan pekerjaan oleh temannya sebagai pedagang baju di Pasar Tempel, tetapi karena tidak sesuai harapan maka ia memutuskan kembali ke Tegal. Karena kurangnya informasi bekal yang disiapkan hanya cukup untuk berangkat ke Jogja saja sedangkan untuk pulang hanya tersisa Rp2000 saja. Berhubung sudah tidak punya tujuan lagi ia nekat jalan kaki dari Tempel ke Terminal Jombor berharap ada yang memberinya tumpangan. Sampai Jl Magelang KM 17 badannya sudah tidak sanggup lagi hingga tak sadarkan diri.Juang Mahron, personel Posko MudikMU Tempel, menyatakan bahwa “ kami memfasilitasi pemulangan Arya, yang dievakuasi oleh tim Posko MudikMU Tempel ke Tegal dengan menggunakan bus Citra Adi Lancar. Juang berharap Arya dapat berangkat dari agen Gamping pukul 20.00 dan tiba dengan selamat sampai rumah di dekat Stasiun Tegal”. Kedua peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya Posko MudikMU Tempel dalam memberikan pelayanan kepada para pemudik, baik dalam situasi darurat seperti kecelakaan, maupun dalam menangani kondisi kesehatan pemudik yang membutuhkan bantuan. Posko MudikMu ini diinisiasi MDMC PWM DIY, dan di Kab. Sleman PDM Sleman melalui MDMC DAN LAZISMU SLEMAN membuka 3 titik posko mudikmu masing2 di Gamping, Prambanan dan tempel.Khusus di tempel MDMC dan LazizMu Sleman berhasil menghimpun 148 relawan yg tergabung dlm gugus tugas Posko MudikMu Tempel. 148 personil ini terdiri dari 8 dokter dan 14 tenaga medis bidan /perawat dari PKU Muhamadiyah Sleman, 6 unit mobil ambulanMu beserta 32 driver dan co driver, 12 personil KOKAM, 11 personil TSPM, dan melibatkan 61 Teknisi kesehatan dan mesin juga siswa dari SMK Muhammadiyah di sleman barat. Juga 10 personil dari MDMC Sleman yg bertugas mengendalikan posko mudikmu di Tempel. Posko MudikMU Tempel terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk mendukung perjalanan para pemudik agar tetap aman dan nyaman sebagai salah satu bagian Muhammadiyah yang berkomitmen selalu memberi untuk negeri sebagai perwujudan Islam berkemajuan dan Rahmatan lil alamin. Reportase Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Gamping, Pdpmsleman.Or.Id PDPM ( Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah ) Sleman terus menebar kebahagiaan di bulan Ramadhan 1445 H ini dengan berbagi berkah bersama masyarakat. Pada Sabtu sore 6 April 2024 yang penuh keberkahan, menyelenggarakan acara berbuka puasa bersama Ponpes Al Ghifari Muhammadiyah Gamping. Dalam kegiatan tersebut, PDPM Sleman tidak hanya berbagi hidangan, tetapi juga berbagi kebaikan dengan menyampaikan bantuan dari donatur Steps2 Allah London, bekerja sama dengan Aisyiyah PDA Sleman. “Pada kesempatan sore ini kami menyalurkan bantuan dari donatur Steps2 Allah London bersama Aisyiyah PDA Sleman untuk kebutuhan sehari-hari bersama para santri, ” ujar Prakasa, Ketua PDPM Sleman. Pengurus Panti Asuhan Abu Dzar Al-Ghifari Ustadz Nur Kholis dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan PDPM Sleman ke Panti Asuhan Al Ghifari “ Saya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya segenap pengurus PDPM Sleman dan donator yang menyempatkan waktunya untuk datang serta berbagi kepada adik-adik di Panti Asuhan Abu Dzar Al-Ghifari ini. Semoga mendapat balasan yang lebih oleh Allah SWT. Kegiatan berbagi ini telah menjadi bagian rutin yang dilakukan setiap tahun di Sleman. Ini merupakan wujud sinergi antara Pemuda dan Aisyiyah, yang selalu berupaya untuk membantu masyarakat dengan menyalurkan berbagai bantuan dari berbagai sumber. “Hj. Aminah Masykur selaku perwakilan Steps2Allah London di Yogyakarta selalu memperhatikan dan mensuport kegiatan positif yang dilakukan oleh AMM, dan kami berharap kegiatan seperti ini dapat membangkitkan semangat beribadah dan kreativitas para santri Al Ghifari Muhammadiyah Gamping,” tuturnya kepada Arief Hartanto pada Sabtu sore. PDPM Sleman dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan dan selalu bergerak cepat dan berlomba-lomba dalam kebaikan di berbagai bidang. Dalam bulan suci Ramadhan ini, kegiatan berbagi ini menjadi momentum yang tepat untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Dengan kerja sama antara PDPM Sleman, Steps2 Allah London, dan Aisyiyah PDA Sleman, diharapkan lebih banyak lagi masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari kebaikan yang disebarkan. Reportase Arif Hakim SE Sekretaris PDPM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Tempel,Pdmsleman.Or.Id Menyambut mudik Lebaran Idul Fitri 2024 ini dalam mendukung pelayanan arus mudik aman bagi warga masyarakat maka Posko MudikMU Sleman didirikan. Layanan ini akan berlangsung dari 3 April – 16 April 2024 dengan jam operasional 24 Jam. Syauqi Soeratno, Senator terpilih DPD RI dari Yogyakarta dalam kesempatan peresmian Posko MudikMU di Tempel Sleman pada Jum’at malam 5 April 2024 menyampaikan “ Alhamdulillah hari ini Sleman meresmikan posko MudikMU salah satu diantara tiga posko yang berada di bawah koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman yang merupakan salah satu program yang MudikMU pada Lebaran Syawal 1445 H tahun 2024”. Data Pemerintah memprediksi tahun ini untuk Daerah Istimewa Jogja saja yang akan masuk ke wilayah ini sekitar 11 juta pemudik, PoskoMU siap membantu melayani para pemudik yang membutuhkan bantuan dan pertolongan, jadi jangan sungkan dan jangan ragu-ragu serta kenali titik-titik mudikMU dan datanglah bilamana membutuhkan bantuan. Harapannya semoga di hari Raya Idul Fitri ini sampai selesai tidak ada persoalan yang serius, semua dapat menjalankan ibadah dengan lancar dimudahkan dalam mudik hingga Balik, tandas Syauqi kepada Arief Hartanto pada Jum’at malam. H Nasirun dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman ketika meresmikan posko mudikMU berharap semoga aman mudiknya sampai tujuan dan Muhammadiyah terus memberikan bukti nyata merespon dengan manfaat nyata . “Posko ini siap melayani para pemudik untuk istirahat, cek kesehatan agar tetap bugar aman dan nyaman dalam perjalanan dan juga jadi pusat informasi penting terkait arus mudik,” Koordinator Posko MudikMu PDM Sleman Nurkhoirudin ketika ditemui menyampaikan untuk wilayah Kabupaten Sleman ada 3 titik Posko MudikMU yakni :Masjid Baiturrahman Jl. Magelang No.KM 17 Ngebong Margorejo Tempel Sleman https://maps.app.goo.gl/PbwqPM7kYdCnq8rK9, Gamping Masjid KH Sudja, Bodeh Ambarketawang Gamping Sleman https://maps.app.goo.gl/drJwqdkLFoQdpYQx6?g_st=aw dan Masjid Al Qomar, Candirejo Baru Marangan Bokoharjo Prambanan Sleman https://maps.app.goo.gl/spLWknaKzMB2ko5z8. Dukungan penuh dari PDM Sleman dengan kolaborasi dari LRB MDMC, LAzismu, LLHPB PDA serta menugaskan SMK Muhammadiyah dengan Personil Teknisi Kendaraan, Tim Media (olah data) dan tim Medis dan Pimpinan AUM Kesehatan menyiapkan personal Tim Kesehatan dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping, Prambanan dan Tempel sebagai Penanggungjawab Posko Mudik/MU serta melibatkan Ortom dari Pemuda Muhammadiyah, NA, KOKAM dan Tapak Suci dan AmbulanceMU. Reportase Arief HArtanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka menyambut Pemudik dalam libur hari Raya Idul Fitri 1445 H tahun 2024 lembaga Resiliensi Bencana dan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman mendirikan Posko MudikMU 2024 Hal ini dalam upaya mendukung pelayanan arus mudik aman dan kesiapsiagaan kedaruratan untuk warga masyarakat berupa Posko MudikMU Sleman. Layanan iniakan dilaksanakan pada 3 April – 16 April 2024 dengan jam operasional 24 Jam. Koordinator Posko MudikMu PDM Sleman Nurkhoirudin ketika ditemui menyampaikan untuk wilayah Kabupaten Sleman ada 3 titik Posko MudikMU yakni : 1. Masjid Baiturrahman Jl. Magelang No.KM 17, Ngebong, Margorejo, Kec. Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55552 https://maps.app.goo.gl/PbwqPM7kYdCnq8rK9 2. Gamping : Masjid KH Sudja, Bodeh, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta https://maps.app.goo.gl/drJwqdkLFoQdpYQx6?g_st=aw 3. Masjid Al Qomar, Candirejo Baru,, Marangan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572 https://maps.app.goo.gl/spLWknaKzMB2ko5z8 “ Adapun standar layanan sebagaimana dikoordinasikan bersama MDMC.DIY disetiap PoskoMu disediakan layanan kesehatan, tempat Istirahat, Dapur Mini, Toilet, tempat Ibadah, Perbengkelan dan AmbulanMU” tutur Nur Khairudin yang biasa disapa Ndan Enka ini dengan contact Hp: 082133113286. Sedangkan petugas jaga meliputi Kesehatan 2 Personil, Data Informasi 1 Personil, Driver AmbulanMU 1 Personil, Keamanan 2 Personil, Montir Bengkel 1 Personil serta Layanan Umum 3 Personil. Setiap harinya terbagi dalam 3 shift yakni Shift 1 : Pukul 07.00 – 14.00 WIB, Shift 2 : Pukul 14.00 – 21.00 WIB dan Shift 3 : Pukul 21.00 – 07.00 WIB. Tentunya hal ini mendapat dukungan penuh dari PDM dengan menugaskan SMK Muhammadiyah dengan Personil Teknisi Kendaraan. Tim Media (olah data) dan tim Medis dan Pimpinan AUM Kesehatan menyiapkan personal Tim Kesehatan dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping, Prambanan dan Tempel sebagai Penanggungjawab Posko Mudik/MU. Keberadaan PoskoMU ini harapannya memberikan layanan kepada masyarakat serta meningkatkan kesadaran terhadap lalu lintas yang akan memberikan dampak yang positif bagi pemudik guna mendapatkan kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan perjalanan dan mengurangi resiko gangguan keamanan menyambut Idul Fitri 1445 dan merupakan bentuk Syiar Muhammadiyah sebagai perwujudan Rahmatan lil alamin. Bahan Nur Khairudin LRB PDM Sleman Editor Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id PDM Sleman menyelenggarakan Pengajian Ramadhan di Rumah Dinas Bupati Sleman, Jum’at 29 MAret 2024 dengan angkat tema “Dakwah Kultural Perkuat Basis Akar Rumput.” . Dimotori Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) dan Majelis Tabligh kegiatan ini berlangsung semarak dan memenuhi Pendopo Rumah Dinas Bupati. H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., Ketua PDM Sleman mengawali sambutannya dengan memaparkan tentang gerakan dakwah kultural sebagai tema kegiatan Pengajian Ramadhan. “Gerakan dakwah kultural yang dimaksud adalah Muhammadiyah jangan ‘alergi’ dengan kebudayaan,” ujarnya. Dengan catatan, tentu kebudayaan-kebudayaan yang berbau syirik atau animisme-dinamisme tetap perlu dihindari. Harjaka menegaskan bahwa Muhammadiyah perlu turut hadir, tetapi dengan misi untuk berdakwah kepada masyarakat meluruskan akidah. Pemateri pertama, Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag. menyampaikan pematerian tentang “Hubungan Agama dan Budaya dalam Kehidupan Masyarakat” dalam rangka mengawali diskusi tentang agama dan budaya. Ia menegaskan bahwa budaya dan masyarakat bukanlah sesuatu yang terpisah, sehingga keterhubungan keduanya tidak perlu dicari karena saling terkait satu sama lain. Ustadi Hamsah menjelaskan tentang ragam budaya antara lain budaya pikir, budaya materi, dan budaya bahasa. “Sekalipun agama dan budaya itu menyatu, Islam membingkainya,” demikian tegas Ustadi Hamsah. Lebih lanjut, ia mengapresiasi implementasi dakwah Muhammadiyah di masyarakat yang ngerampungi, ora mbrebeki—di mana masalah diselesaikan tanpa harus berkoar-koar. Pada akhir pemateriannya, ia berpesan bahwa semangat yang dibawa dalam dakwah kultural Muhammadiyah adalah agar tidak menjauhi target dakwah kita, yaitu masyarakat. Selanjutnya, pemateri kedua, Dr. Moh. Soehadha, M.Hum. memaparkan materi tentang “Pendekatan Dakwah Kultural Masyarakat Kecil, Menengah, dan Atas”. Ia mengawali dengan mengulang kembali Islam profetik yang digagas Kuntowijoyo di mana terdapat nilai-nilai humanisasi ‘dadi uwong’, emansipasi dan liberasi ‘nguwongke wong’, dan transedensi ‘ngumawulo marang Gusti Allah’. Selanjutnya, ia mengajukan metode yang bisa dilakukan dalam dakwah kultural Muhammadiyah, di antaranya kesatuan, rasionalisasi, dan toleransi. Sebagai contoh, kebudayaan jathilan yang dirasionalisasi konsepnya oleh Muhammadiyah menjadi keterampilan bela diri seperti tapak suci. “Kita tidak menolak, tetapi kita mengubah dari dalam,” ujarnya. Apa yang diubah adalah wujud kebudayaan, yaitu system gagasan, nilai, norma, aturan, sistem tindakan, atau hasil karya. Pemateri ketiga, Ahmad Najib Wiyadi, M.H.I. mengawali materi tentang “Dakwah Kultural Muhammadiyah melalui Masyarakat Kecil Menengah” dengan mengajak seluruh peserta untuk berefleksi tentang praksis dakwah yang tengah terjadi. Ia memerinci beberapa modal dakwah yang diperlukan, yaitu memiliki pemahaman Al-Qur’an dan Sunnah yang baik, memahami prioritas dakwah, menguasai manajemen konflik, memahami budaya lokal dengan baik, cakap berkomunikasi, dan memiliki penguasaan soft skills atau skills khusus. Tahapan yang bisa dilakukan di antaranya melakukan observasi, mapping social, assessment, menentukan target, action program, dan evaluasi. Pemateri keempat atau yang terakhir, Bachtiar Dwi Kurniawan, M.P.A. memaparkan materi tentang “Dakwah Kultural Melalui Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ) Memaksimalkan Potensi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai Penggerak.” Ia membagi dakwah kultural ke dalam beberapa level, yaitu level mikro, level meso, dan level makro. Setiap level ini memiliki metode dakwah yang berbeda. Sebagai contoh, dakwah yang dilakukan dalam level mikro memerlukan tindakan yang nyata. “Ketika permasalahannya adalah kelaparan, misalnya, maka mereka punya tujuan untuk kenyang. Sapi lapar, dikasih makan. Nggak bisa kalau kita adzan terus tahu-tahu ia kenyang,” ujarnya. Bupati Sleman Dra.Hj. Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan kali itu menyampaikan selamat datang kepada segenap hadirin di Pendopo Rumah Dinas Bupati, semoga ibadah puasa kita, tarawih, zakat kita diterima oleh Allah subhanahu wa taala. “ Perlu adanya kolaborasi semua ortom-ortom dan pimpinan yang ada di Muhammadiyah dan sekaligus harus berani merambah dakwah dan pendidikan era digital, hal ini sejalan adanya program internet padukuhan di Kabupaten Sleman”. Dalam kesempatan itu pula dilakukan launching wakaf gerakan pembangunan kantor PDM Sleman oleh Bupati, Ketua PDM, PDA Sleman. Tanah untuk bangunan sudah disediakan oleh PDM tinggal membangunnya, mumpung bulan Ramadan saat yang tepat untuk berwakaf membangun Gedung Muhammadiyah Sleman. Acara dilanjutkan dengan Buka Bersama dansholat Maghrib berjama’ah segenap peserta. Kegiatan Pengajian Ramadhan ini dihadiri oleh segenap personalia dari ortom dan AUM se-Kabupaten Sleman dengan jumlah kurang lebih dua ratus orang. Kegiatan ini juga disiarkan melalui akun YouTube MUNAS Channel. Disampaikan oleh Hendro Sucipto, S.Th.I., M.Pd., Ketua MPKSDI PDM Sleman, dalam pembukaan kegiatan, harapannya pelaksanaan pengajian dengan tema ini dapat mencerahkan kader dalam setiap ortom untuk menurunkan gerakan praksis di tingkat daerah, cabang, maupun ranting. LInk Dokumentasi bisa dilihat disini : https://drive.google.com/drive/folders/1gzXg92A0t_AfAlsBnDgP1gIxIPFnqR9h?usp=drive_link Penulis: Rasya Swarnasta (MPKSDI PDM Sleman) Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman