Luncurkan KHGT, Langkah Muhammadiyah untuk Dunia Islam

SLEMAN. Pdmsleman.Or.Id Persyarikatan Muhammadiyah resmi memperkenalkan Kalender Hijriah Global Tunggal atau KHGT, sebuah inovasi penting dalam penanggalan Islam yang menerapkan prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Bertempat di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Sleman, Yogyakarta, pada Rabu (25/06), peresmian turut dihadiri tokoh-tokoh penting dari dalam dan luar negeri, dan menandai momentum bersejarah bagi umat Islam dan peradaban dunia. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa peluncuran KHGT merupakan komitmen Muhammadiyah dalam berkhidmat untuk peradaban dunia Islam secara lebih luas. “Hari ini adalah hari bersejarah. Muhammadiyah menghadirkan KHGT untuk menegaskan peran dan posisinya di tengah globalisasi yang tak terelakkan,” ujar Haedar. Agama Islam, ujarnya, adalah agama kosmopolitan yang mengandung nilai-nilai universal, rahmatan lil ‘alamin, yang ditujukan untuk seluruh alam. Haedar menambahkan, bahwa Islam telah berhasil menembus batas-batas geografis dan budaya, dari Jazirah Arab hingga Eropa, Balkan, Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara. Oleh karena itu, Haedar meyakini bahwa KHGT menjadi sebuah keniscayaan mutlak guna mewujudkan persatuan dunia Islam yang selama ini terkendala oleh perbedaan penanggalan. “KHGT adalah keniscayaan mutlak untuk mewujudkan persatuan dunia Islam,” tegasnya. Menurutnya, KHGT bukan sekadar sebuah agenda astronomi atau teknis penanggalan biasa, melainkan wujud nyata dari semangat Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Kalender ini merupakan langkah maju yang penting untuk membayar utang peradaban Islam yang sudah terlalu lama tertunda. “Kita harus mulai berubah, mengubah ijtihad kita agar dan demi hutang peradaban kita. Saya yakin kita akan terus memperkenalkan KHGT, mari bersatu untuk satu hari, untuk satu tanggal yang sama, bagi seluruh kawasan dunia Islam,” ajak Haedar. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hamim Ilyas, mengungkapkan bahwa KHGT merupakan hasil kajian mendalam dan keputusan yang diambil dalam Musyawarah Nasional Muhammadiyah ke-32 pada Februari 2024. “Dengan KHGT, Muhammadiyah ingin melunasi utang peradaban. Selama 14 abad sejarah Islam, belum ada sistem kalender Islam yang berlaku secara global dan unifikatif. KHGT hadir untuk mewujudkan kesatuan waktu bagi umat Islam di seluruh dunia,” jelas Hamim. Hamim menandaskan, bahwa KHGT berlandaskan tiga prinsip utama, yaitu keseragaman hari dan tanggal di seluruh dunia untuk menandai awal bulan baru, penggunaan hisab atau perhitungan astronomi sebagai metode utama penentuan waktu yang memungkinkan peramalan jauh ke depan, dan kesatuan matlak, yakni pandangan bahwa seluruh permukaan bumi merupakan satu zona waktu dalam kalender Islam. (Athiful/ Depok)

Loading

PIDATO KEBANGSAAN HUT RI-79 | “INDONESIA BERNYAWA MENUJU INDONESIA RAYA”

Muhammadiyah Channel Refleksi Haedar Nashir di HUT ke 79 RI YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak segenap warga bangsa untuk sama-sama melakukan refleksi dalam momentum HUT ke 79 RI. Haedar mengatakan, merayakan kemerdekaan tentu mengandung rasa gembira sebagai ekspresi kesyukuran atas karunia Tuhan yang sangat berharga. Namun kegembiraan mesti disertai penghayatan akan makna merdeka dan nilai-nilai dasar yang menjadi nyawa Indonesia. Agar kegembiraan itu tidak bersifat lahiriah semata, apalagi berubah menjadi pestapora. “Apakah Pancasila saat ini benar-benar dijadikan ruh, jiwa, atau nyawa dalam penyelenggaran dan kebijakan membangun Negara Republik Indonesia? Apakah seluruh warga dan pemimpin Indonesia senantiasa berpikir, bersikap, dan bertindak di atas landasan nilai utama Pancasila. Pancasila tidak menjadi jargon dan kata-kata belaka,”jelas Haedar pada Jumat (16/8) di Yogyakarta. Haedar mengatakan Pancasila niscaya menjadi praktik hidup berbangsa dan bernegara yang luhur dan utama. Wujudkan dan praktikkan Pancasila dalam kehidupan politik, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, dan kebijakan-kebijakan publik secara nyata. “Kekuasaan dalam pemerintahan negara di eksekutif, legislatif, yudikatif, dan lembaga-lembaga bentukan pemerintahan lainnya haruslah berdiri tegak di atas nilai dasar Pancasila dan konstitusi Indonesia. Agama dan kebudayaan menjadi nilai luhur yang membentuk dasar moral dan etika berindonesia,”jelas Haedar. Haedar menekankan, ketika saat ini bangsa Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-79, maka hayati dan praktikkan nilai-nilai dasar yang menjadi nyawa Negara Republik Indonesia itu. Jangan berhenti di kulit luar dan kesemerakkan lahiriah semata. “Bangunlah jiwa Indonesia agar lahir Indonesia Raya yang bernyawa. Yakni Indonesia yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sebagai tujuan dan cita-cita nasional yang digoreskan para pendiri negara. Bawalah negara dan bangsa tercinta ini pada cita-cita luhurnya yang mulia,”imbuh Haedar. Rakyat Indonesia menderita ratusan tahun akibat kezaliman penjajah yang menikmati bumi dan kekayaan negeri ini. Di antara pejuang bangsa itu bahkan banyak yang tidak berpredikat Pahlawan Nasional, bahkan gugur tanpa nama. “Karenanya, jangan biarkan Indonesia saat ini nestapa apalagi mati suri karena raganya terlepas dari jiwanya. Korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, politik uang, politik transaksional, politik dinasti, utang negara, salah urus dan penyimpangan dalam pengelolaan sumberdaya alam wujud dari penghianatan atas jiwa kemerdekaan Indonesia,”tegas Haedar. Haedar juga menegaskan bahwa kemerosotan moral, etika, dan segala tindakan buruk dalam berbangsa-bernegara merupakan bentuk perusakan jiwa Indonesia.“Kunci Indonesia Raya agar tetap bernyawa dan tidak salah arah dalam memperjuangkannya berada di pundak para pemimpin bangsa,”jelas Haedar. Haedar berpesan agar para pemimpin Indonesia berjiwa, berpikiran, bersikap, dan bertindak sejalan Pancasila, agama, kebudayaan, dan sejarah Indonesia nan sarat makna. Menjadi para pemimpin negarawan yang mengedepankan kepentingan Indonesia di atas kepentingan diri, kroni, dinasti, dan golongan sendiri. Haedar mengutip pidato Mr Soepomo yang mengingatkan: “Kepala Negara dan badan-badan Pemerintahan lain harus bersifat pemimpin yang sejati, penunjuk jalan ke arah cita-cita luhur, yang diidam-idamkan oleh rakyat. Negara harus bersifat badan penyelenggara, badan pencipta hukum yang timbul dari hati sanubari rakyat seluruhnya.”. “Para pemimpin Indonesia harus sudah selesai dengan dirinya, dengan mengutamakan sikap memberi dan bukan meminta apalagi mencuri dari Indonesia,”tegas Haedar. Haedar mengutip pernyataan John F Kennedy, Presiden Amerika Serikat. “Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu.” “Jangan sampai Indonesia Raya kehilangan nyawa karena warga dan elite bangsanya bertindak sekehendaknya. Menjadi elite dan warga pemburu kuasa, tahta, dan gemerlap dunia. Para pemimpin Indonesia termasuk para ilmuwannya, niscaya menjadi penjaga integritas kenegarawan berbasis nilai-nilai luhur Pancasila, Agama, dan kebudayaan bangsa,”tutur Haedar. Terakhir, Haedar berpesan kepada para elite untuk menjaga kebenaran, moral, etika, pengetahuan, dan kemajuan bangsa. Mereka konsisten mengutamakan kepentingan negara dan bangsa dengan berkorban sepenuh jiwa-raga. “Para elite negeri jangan sibuk membangun legasi dan kepentingan diri yang merusak nilai-nilai luhur dan membebani masa depan Indonesia. Jadilah elite dan warga penyebar kebaikan berbasis iman dan taqwa agar Tuhan memberkahi Indonesia. Keberhasilan Indonesia di bidang ekonomi, politik, dan kemajuan fisik sedigdaya apapun tidak akan bertahan lama jika negara dan bangsa kehilangan nilai-nilai luhur nan utama. Menjadi Indonesia tanpa nyawa!,”pungkas Haedar.

Loading

Pernyataan sikap Masyarakat Muhammadiyah Kapanewon Ngaglik Atas Maraknya Peredaran Minuman Keras Di Yogyakarta

Ngaglik.Pdmsleman.Or.Id Konsumsi minuman keras merupakan tradisi masyarakat jahiliyah, dan secara tegas diharamkan oleh Allah Swt. dalam beberapa ayat Al-Qur’an, misalnya QS. Al-Maidah ayat 90 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamar (minuman keras), berjudi, berkurban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Karena itu jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” Dalam hadits riwayat Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Apabila umatku telah menghalalkan lima perkara maka wajib atas mereka kebinasaan, yaitu apabila telah muncul  saling laknat-melaknati, mereka telah meminum berbagai khamar, memakai sutera, mendatangkan biduan, dan laki-laki merasa cukup dengan laki-laki (gay) dan wanita dengan wanita (lesbian). Saat ini peredaran minuman keras di Yogyakarta sudah semakin masif, toko yang memperjualbelikan minuman keras menjamur di mana-mana bahkan sampai ke polosok desa, dan anak-anak muda sebagai generasi penerus umat tak luput dari sasaran peredaran minuman keras. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan karena terjadi di Kota Pelajar yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Berkaitan dengan hal itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kapanewon Ngaglik dengan mengatasnamakan Keluarga Besar Muhammadiyah Kapanewon Ngaglik secara tegas menyatakan sikap: Demikian pernyataan sikap ini dibuat semata-mata untuk meraih ridha Allah dan bentuk kepedulian terhadap kemaslahatan umat. PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH KAPANEWON NGAGLIK Ngaglik, 15 Muharram 1446 H   21 Juli 2024 M Ketua,     Prof. Dr. Ir. H. Sukamta, S.T., M.T., IPU., ASEAN. ENG.NBM. 779 033 Sekretaris,     Maman Sulaeman, S.HutNBM. 1 418 425

Loading

Muhammadiyah DIY Selenggarakan  Sholat Idul Adha 1445 H di 614 Lokasi.

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY ) akan selenggarakan sholat Idul adha 1445 H pada hari Senin (17/6/2024) besok di 614 Lokasi. Ratusan titik lokasi yang akan menjadi tempat pelaksanaan sholat Iduladha 1445 H bagi warga muhammadiyah tersebar di lima kabupaten/kota di DIY. Kabupaten Bantul menjadi daerah dengan titik lokasi terbanyak dengan 234 tempat. Ketua PWM DIY Ustadz Ikhwan Ahada dalam pesanyannya menyampaikan ; 1. Muhammadiyah tidak menafikan selama adanya perbedaan dalam hal penggunaan metode (penetapan awal bulan hijriyah), maka akan selalu terjadi perbedaan waktu pelaksanaan ibadah, sampai kapanpun. Karenanya sekali lagi pada saatnya,  Muhammadiyah hadir untuk mengedepankan solusi demi persatuan umat dengan Kalender Hijriyah Global Tumggal (KHGT). 2. Perbedaan tahun ini hendaknya disikapi dengan ; a. كونه شخص بالغ , setiap kita memiliki jiwa yang dewasa (maturithy), yang ditunjukkan dengan sikap biasa saja atas perbedaan dan tidak membuat gaduh di dunia nyata maupun dunia maya, tentunya dengan kesadaran atas kemajemukan keyakinan dan budaya di Indonesia.  b.  تعزيز موقف التسامح , mengedepankan sikap toleran sesama warga bangsa dan antar kelompok yang memiliki sikap berbeda. c. تحسين جودة العبادة, momen perbedaan penentuan awal bulan Hijriyah, hendaknya dijadikan titik tumpu untuk beribadah menjadi lebih baik. Untuk itu marilah kita berduyun -duyun untuk menegakkan shalat Ied Adha di 614 titik yang tersebar dari tingkat Wilayah, Daerah, Cabang, Ranting bahkan tingkat Jamaah di Wilayah PWM DIY, Senin, 17 Juni 2024. Dengan semangat di atas semoga pelaksanaan ibadah di Indonesia dan Jogjakarta khususnya, berjalan damai, aman, dan nyaman meski dalam perbedaan. Nasrun minaLlaahi wa fathun qoriib.. Salam w.w.w.

Loading

MDMC Ajak Tabayyun Isu Gelombang Panas (Heatwaves) dan Bangun Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) ajak masyarakat ber-tabayyun dalam menanggapi isu gelombang panas (heatwaves) akibat kenaikan suhu bumi mencapai maksimal yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Melalui webinar “Pencegahan dan Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Gelombang Panas di Indonesia” yang dilaksanakan pada siang ini (7/5), MDMC mengundang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan tenaga kesehatan untuk menjawab fenonema heatwaves secara ilmiah. Dr. Siswanto, M.Sc., Sub Koordinator Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, menyebutkan bahwa suhu panas yang terjadi di Indonesia saat ini tidak termasuk dalam fenomena heatwaves, akan tetapi sebagai akibat dari perubahan iklim. Sebagaimana pernyataan resmi yang telah diinfokan oleh BMKG bahwa Indonesia tidak termasuk dalam wilayah gelombang panas karena geografi Indonesia berada pada titik evakuator dan terdiri dari lautan dan kepulauan. Adapun salah satu tanda untuk dapat dikatakan sebagai fenomena gelombang panas adalah terjadinya kenaikan suhu panas yang tidak normal dan terjadi selama 5 hari berturut-turut, sedangkan Indonesia tidak mengalami hal tersebut. Di sisi lain, cuaca ekstrem yang saat ini terjadi tetap harus dikaji penyebab dan dampaknya. Maka dari itu Budi Setiawa, Ketua MDMC menghimbau seluruh wilayah untuk menyiapkan diri hadapi perubahan iklim saat ini. Sebagaimana release yang diterima redaksi petang ini. “Fenomena ini mengajak kita (MDMC) untuk berpikir serta bersiap-siap, tentu kesiapan membutuhkan pemahaman yang serius tentang heatwaves. Jangan sampai kita mengabaikan peringatan dari lembaga resmi” ujarnya Menurut Budi, apapun kondisinya (fenomena iklim) jika berdampak pada keberlangsungan hidup seseorang maka antisipasi adalah kewajiban bagi MDMC dengan memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat. Jika dipandang secara kesehatan, fenomena cuaca ekstrem saat ini memang memiliki dampak cukup serius terutama bagi anak-anak, lansia dan penyandang komorbid. dr. Nurmila Sari, Sp.PD., dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar, menyampaikan bahwa tekanan panas yang berlebih dapat menimbulkan terjadinya penyakit heat stress. Maka dari itu, selain dengan pemahaman mengenai perubahan iklim yang baik, tindakan preventif untuk mengurangi risiko dampak kesehatan perlu dipersiapkan. Seperti pemenuhan kebutuhan air dalam tubuh, menghindari kontak langsung dengan matahari dan penggunaan bahan pakaian yang menyerap keringat.

Loading

Silaturrahmi Syawal 1445 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Hadirkan Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed . Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar acara Silaturrahmi Syawal 1445 H pada Rabu, 1 Mei 2024 di Masjid Agung Dr. Wahidin Sudirohusodo, Jl. Parasamya Tridadi Sleman. Acara ini insya Allah dihadiri oleh ribuan pengurus, kader, struktur organisasi Muhammadiyah, AUM dan warga Muhammadiyah Sleman. Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, diundang sebagai pembicara utama. Beliau memberikan pandangan inspiratif tentang peran Muhammadiyah dalam mencerahkan peradaban dan kebangsaan. Ketua PDM Sleman, H. Harjaka M.Pd, menyampaikan “ pentingnya kehadiran seluruh elemen Muhammadiyah dalam acara ini untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat dalam menjalankan misi keagamaan dan peradaban dan kebangsaan khususnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita sebagai bagian dari Muhammadiyah dan warga Sleman ” ujar H. Harjaka sebagaimana disampaikan kepada arief Hartanto dari MPI PDM Sleman. Dalam rangka mendukung kegiatan organisasi, disediakan pula layanan pengurusan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) bagi yang membutuhkan. Mobil Keliling (KTAM) dari PWM DIY siap melayani para anggota yang ingin mengurus atau memperpanjang keanggotaannya. Selain itu, untuk memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kalangan warga Muhammadiyah, panitia juga membuka kesempatan bagi para pelaku UMKM yang ingin menampilkan produk dagangan mereka dalam acara ini. Mereka yang berminat dapat menghubungi panitia penyelenggara untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Acara Silaturrahmi Syawal ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat jalinan di antara anggota Muhammadiyah Kabupaten Sleman untuk siap berkontribusi dalam memajukan masyarakat dan bangsa.

Loading

Partisipasi PDM Sleman Dalam Muhammadiyah Jogja Expo ( MJE ) 2023

Pdmsleman.Or.id Gelaran Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) 2023 yang digelar Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY melalui Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PWM DIY kembali digelar  di Jogja Expo Center (JEC), Bantul pada 24-26 November 2023 yang bertujuan mengangkat prestasi dan potensi warga Muhammadiyah se-DIY. MJE kali ini akan mengangkat potensi 632 ranting dan 50 cabang Muhammadiyah di DIY. Oleh karena itu, jamaah persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah akan tumpah ruah dengan harapan potensi yang ada di masing-masing akan betul-betul teraktualisasi,” ujar Ikhwan Ahada dilansir dari Republika Online. Digelar dengan konsep yang lebih megah dengan rangkaian acara yang lebih beragam dan jumlah stan (booth) UMKM yang lebih banyak yakni total 182 stan  di indoor area. Di area outdoor, pihaknya menyediakan panggung untuk acara konser amal dan juga menyediakan 10 booth khusus untuk SMK di bawah naungan Muhammadiyah, terutama yang memiliki jurusan otomotif. Di stan-stan panitia MJE 2023 akan memberikan fasilitas layanan service sepeda motor gratis untuk para driver ojek online (ojol). Kegiatan MJE ini juga mendapatkan sambutan yang semangat dari PDM Sleman dengan mengirimkan  peserta MJE dari Sleman yakni PCM Gamping, Seyegan, Kalasan, Tempel, Pakem, Sleman dan Minggir dan adapun untuk ranting PRM Bendosari Moyudan, Nogotirto Gamping, Madurejo Prambanan yang menempati stand no 41-50 dan ditambah kelaz VVIP No. 16 stand dari PDM Sleman. Menurut H. Nasirun Wakil Ketua PDM Sleman sebagaimana disampaikan kepada Arief Hartanto MPI PDM Sleman” kami mempunyai harapan dengan mengikuti MJE akan muncul PCM dan PRM serta Amal Usaha Unggulan di Sleman Sehingga percepatan kemajuan di Sleman semakin lancar dan sukses”. Selain itu akan ada penampilan Grup Karawitan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman Dalam rangka menjaga dan melestarikan kebudayaan yang akan tampil pada Jumat, 24 November 2023 pagi  bertempat di  Panggung Level Selasar MJE #3, Jogja Expo Center. Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Rapat Kerja Tim Pemenangan Dewan Perwakilan Daerah RI Ir. Ahmad Syauqi Soeratno MM  

Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 15Juli 2023 di Kantor bersama PCM Gamping yang juga menjadi Posko Pemenangan TPD Sleman, digelar  Rapat Kerja Tim Pemenangan Dewan Perwakilan Daerah RI Ir. Ahmad Syauqi Soeratno MM  Bersama segenap jajaran PDM PDA Sleman yang juga di hadiri dari TPW DPD H.Isnawan,SE dan jajaran PDM Sleman. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Anggota Pimpinan PDM Sleman, Anggota PDA Sleman, Ketua Majelis & Lembaga PDM Sleman, , Anggota TPW DPD (3 Orang), Ketua Ortom Tingkat Daerah, Ketua IGABA, Ketua BKS SD/MI Muh. Kab. Sleman,Ketua PCA se Kab. Sleman, Anggota TPD DPD Sleman, Ketua dan Wakil PCM (2 Orang), Ketua BKS SMP Muh. Kab. Sleman dan Ketua BKS SMA/SMK Muh. Kab. Sleman. Team Pemenangan Wilayah H. Muhammad Isnawan  menandaskan bahwa “ ke depan perjuangan tidak semakin mudah, kita harus berusaha keras dua kali lipat untuk memenangkan Calon DPD RI yang direkomendasikan oleh PWM DIY Ir. Ahmad Syauqi Soeratno MM, karena ini menjadi Marwah bagi persyarikatan di Yogyakarta sebagai tempat lahirnya Muhammadiyah”. Hal inipun juga dikuatkan oleh M. Nasirundari PDM Sleman dan Ketua Team  Darojat Nur Ahmad bahwa dalam konteks pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), pembentukan tim pemenangan yang solid dan efektif sangat penting untuk meraih kemenangan dengan menggalang dukungan masyarakat dan seluruh warga persyarikatan untuk meraih suara terbanyak dalam pemilihan mendatang. Tim pemenangan bekerja secara terorganisir untuk menyusun strategi kampanye yang efektif. Mereka melakukan analisis mendalam terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat Sleman serta merancang pesan-pesan yang relevan dan dapat diterima oleh pemilih. Selain dukungan dari tim pemenangan juga menjalin kerjasama dengan partai politik , organissi masyarakat, penggemar sepak bola untuk memperluas jaringan dan basis dukungan. Kerjasama ini membantu memperluas jangkauan pesan kampanye dan kemenangan dalam pemilihan DPD di Sleman.   Reportase        : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman

Loading