Refleksi Demonstrasi Tuntutan Rakyat dan Sikap Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Aula Masjid KH. Sudja RS PKU Muhammadiyah Gamping, Ahad (5/10/2025) pagi dipenuhi ratusan peserta dari jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Aisyiyah, Ortom, PCM, PCA, PRM hingga PRA se-Kabupaten Sleman hadir memenuhi undangan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PDM Sleman dalam forum silaturahmi dan diskusi bertajuk “Refleksi Demonstrasi Tuntutan Rakyat dan Sikap Muhammadiyah.” Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan pembukaan resmi oleh Ketua PDM Sleman, H. Harjaka S.Pd., S.Ag., M.A. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya forum ini untuk membangun kesadaran kebangsaan. “Kita perlu melakukan refleksi atas dinamika demonstrasi yang beberapa waktu terakhir mewarnai kehidupan politik nasional. Muhammadiyah harus memberi pandangan yang jernih dan konstruktif, agar umat tidak terjebak dalam arus yang merugikan bangsa,” ujarnya. Sementar Dokter Faisol selaku Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping menyampaikan “ kami menyambut baik acaranya sekaligus sebagai upaya untuk lebih mengenalkan RS PKU Gampingn secara lebih luas dan kami berkomitmen untuk mendukung berbagai kegiatan PDM Sleman”. Diskusi menghadirkan empat narasumber lintas perspektif. Mereka adalah Ir. Achmad Syauqi Soeratno (Anggota DPD RI Daerah Pemilihan DIY), Dr. Abdul Gafar Karim (akademisi FISIPOL UGM), Kombes Pol. Burkan Rudy Satria, S.I.K. (Wakil Direktur Tindak Pidana Umum, Bareskrim Polri), serta H. Singgih Januratmoko, M.M. (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Fraksi Golkar) dengan moderator Trapsi Haryadi, M.IP. Dalam paparannya, Ir. Achmad Syauqi Soeratno yang juga menjadi Ketua BAP Badan Akuntabilitas Publik  Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) “Saya menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh LHKP PDM Sleman ini, khususnya untuk memberikan edukasi politik yang objektif dan solutif, terkait peran Muhammadiyah dalam hidup berbangsa dan bernegara, dengan berbagai dinamikanya.” Sementara itu, Dr. Abdul Gafar Karim mengingatkan bahwa konsolidasi demokrasi Indonesia masih belum rampung. “Kita punya referensi konstitusi dan dasar negara, tetapi implementasinya sering kali terhambat oleh kepentingan politik jangka pendek. Situasi ini yang menyebabkan demokrasi kita belum matang. Perlu check-up menyeluruh,” tegasnya. Ia juga menyoroti isu fundamental kesejahteraan rakyat yang erat kaitannya dengan akses pendidikan dan kesehatan. Dari perspektif kepolisian, Kombes Pol. Burkan Rudy Satria menjelaskan dinamika pengamanan aksi massa. “Polri selalu berusaha mengedepankan pendekatan humanis. Ketika demonstrasi berlangsung tertib, maka polisi membelakangi massa sebagai tanda situasi aman. Tapi jika berhadapan langsung, itu artinya ada potensi gangguan. Tantangan kita adalah mencegah provokasi yang bisa menimbulkan anarki,” jelasnya. Ia mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat tetap harus menghormati hak orang lain, menjaga ketertiban, serta menaati hukum. Adapun H. Singgih JanuratmokoAnggota DPR RI Komisi VIII dengan lingkup tugas di bidang Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungam Anak.    Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak peserta mengajukan pertanyaan seputar sikap Muhammadiyah dalam menghadapi gejolak politik nasional. Beberapa peserta menyoroti bagaimana organisasi Islam ini sebaiknya menempatkan diri, tidak larut dalam pragmatisme politik, tetapi juga tidak apatis terhadap proses demokrasi. Demonstrasi sebagai bagian dari dinamika demokrasi, namun harus disikapi dengan kedewasaan dan warga Muhammadiyah diharapkan menjadi kekuatan moral yang mampu menjaga keutuhan bangsa dengan bekal memahami makna demokrasi dan juga memberi kontribusi nyata dalam ranah publik dan kebijakan serta peran strategis Muhammadiyah dalam menjaga kehidupan berbangsa. Reportase n Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PRM Margokaton Seyegan Wakili  Muhammadiyah DIY di Lomba CRM Nasional Muhammadiyah

Sleman , Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Margokaton Seyegan mendapatkan amanah untuk maju ke lomba Cabang Ranting Muhammadiyah (CRM) Nasional mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “PRM Margokaton menghaturkan terima kasih atas kesempatan, dukungan, dan bantuan yang diberikan sehingga kami bisa tampil di Muhammadiyah Jogja Expo #4 dan dipercaya maju ke lomba CRM Nasional mewakili PWM DIY,” Nur Khoirudin Ketua PRM Margokaton. Pada tahap assessment awal, PRM Margokaton berhasil masuk kategori PRM Unggul. Capaian ini menjadi modal penting untuk melangkah ke tahapan selanjutnya. “Alhamdulillah di assessment awal, PRM Margokaton berhasil masuk kategori PRM Unggul,” tambahnya. Tahapan berikutnya, PRM Margokaton bersama Masjid Al Barokah Pakem dan PCM Kalasan sebagai wakil PDM Sleman akan tampil dalam presentasi di hadapan dewan juri lomba CRM PP Muhammadiyah pada Ahad, 12 Oktober 2025, di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ajang tersebut merupakan seleksi tahap pertama untuk menentukan Nominasi PRM Unggul Nasional se-DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Doa, bimbingan, dan dukungan selalu kami harapkan agar dapat memenuhi harapan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami,” ujar perwakilan PRM Margokaton. PRM Margokaton selama ini dikenal aktif di tengah masyarakat, berupaya menegakkan amar makruf nahi munkar di lingkungan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Sleman sebagaimana disampaikan kepada Arief Hartanto dari MPI PDM Sleman pada Jum’at 4 Oktober 2025. Pada Musyawarah Ranting, 14 Oktober 2023, ditetapkan kepemimpinan periode 2022-2027 dengan Ketua Nurkhoirudin dan Sekretaris Sumardiono. Struktur ini membawahi tiga bidang utama: tabligh dan kemasjidan, pendidikan dan kaderisasi, serta ekonomi dan layanan sosial. Bidang tabligh dan kemasjidan memiliki program unggulan Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah melalui pengajian Ahad Kliwon. Kegiatan ini konsisten menghadirkan jamaah dalam jumlah besar. Pada pengajian pertama, 14 Januari 2024, jamaah mencapai sekitar 450 orang, melebihi target awal 300 orang. Dalam perkembangannya, rata-rata jamaah mencapai 500–800 orang, bahkan menembus 1.200 orang saat pengajian Ahad Kliwon spesial Milad Muhammadiyah ke-112 pada 24 November 2024. Selain itu, bidang tabligh juga mengelola pengajian pimpinan, pemberdayaan masjid, penyelenggaraan shalat Id, hingga safari Ramadan. Di bidang pendidikan dan kaderisasi, PRM Margokaton menggulirkan program pengajian ortom, layanan kartu anggota, pengkaderan mubalig, pendampingan amal usaha Muhammadiyah (AUM), hingga gerakan orang tua asuh. Margokaton memiliki tiga ortom aktif — Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah — serta sejumlah AUM, termasuk SD Muhammadiyah Bolu, TK ABA Margokaton 1–3, KB Aisyiyah, dan tujuh TPA resmi Kemenag. Bidang ekonomi dan layanan sosial turut aktif melalui pemberdayaan UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, pentasarufan zakat, infak, sedekah, serta penggalangan kencleng infak untuk tanah wakaf. Dengan prestasi dan kiprahnya, PRM Margokaton ditetapkan PCM Seyegan sebagai ranting percontohan. Pada MJE ke-4, 12–14 September 2025, PRM Margokaton tampil bersama wakil Sleman lainnya. Kepercayaan itu berlanjut saat PDM Sleman menunjuk mereka sebagai peserta lomba CRM tingkat provinsi. Hingga PWM DIY menetapkan PRM Margokaton menjadi salah satu peserta lomba CRM Nasional. “Semoga Allah memberikan kemudahan dan meridai setiap gerakan dakwah Muhammadiyah di Ranting Margokaton,” doa dan harapan dari jajaran pimpinan PRM. Dengan semangat dan capaian yang sudah diraih, PRM Margokaton optimistis dapat mengharumkan nama Sleman dan DIY di ajang nasional. Rep : Dhian N  PRA MArgokaton Editor  : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Milad ke 113, Muhammadiyah Angkat Tema Memajukan Kesejahteraan Bangsa

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah pada 18 November 2025 genap berusia 113 tahun dari hari kelahirannya tahun 1912. Tahun ini Muhammadiyah mengangkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan tujuan dari diangkatnya tema tersebut di Milad ke 113 Muhammadiyah, pertama, Muhammadiyah melalui gerakannya semakin memperkuat dan memperluas usaha dalam memajukan kesejahteraan masyarakat yang berorientasi pada kesejahteraan sosial-ekonomi yang memiliki tumpuan pada kesejahteraan rohaniah (sejahtera spiritual dan moral), sehingga melahirkan kesejahteraan yang utuh lahir dan batin. Kedua, Muhammadiyah terus mendorong dan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan umum sebagaimana perintah UUD 1945 yang semakin nyata dan merata, lebih khusus bagi kesejahteraan rakyat dalam pondasi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia sejalan sila kelima Pancasila.Haedar mengatakan, milad tahun ini berada dalam dinamika kehidupan kebangsaan yang kompleks dan menuntut kesadaran kolektif untuk secara terus menerus mewujudkan cita-cita nasional, yaitu Indonesia yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Muhammadiyah yang sejak berdirinya bergerak aktif dalam kebangkitan nasional untuk Indonesia merdeka serta berperan dalam mendirikan dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, meneguhkan komiten kebangsaannya yang berbasis pada dasar nilai keislaman untuk terwujudnya tujuan nasional Indonesia sejalan dengan cita-cita “Baldatun Thayyibatun Wa rabbun Ghafur”, yaitu “Suatu negara yang indah, bersih suci dan makmur di bawah perlindungan Tuhan Yang Maha Pengampun”. Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki komitmen dan usaha untuk memajukan kesejahteraan bangsa, baik sejahtera lahir maupun batin. Dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah sebagai asas fundamental gerakan, antara lain terkandung pernyataan berikut “Masyarakat yang sejahtera, aman, damai, makmur, dan bahagia hanyalah dapat diwujudkan di atas keadilan, kejujuran, persaudaraan dan gotong-royong, bertolong-tolongan dengan bersendikan hukum Allah yang sebenar-benarnya, lepas dari pengaruh setan dan hawa nafsu.” Di dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) sebagai konsep filosofis terkandung pernyataan kedua yang bersifat paham agama, yakni “Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad saw, sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa, dan menjamin kesejahteraan hidup materiel dan spiritual, duniawi, dan ukhrawi.” Di antara enam belas langkah usaha Muhammadiyah sebagaimana terumuskan dalam Anggaran Rumah Tangga juga terkait dengan kesejahteraan, yaitu: “(6) Memberdayakan kaum perempuan dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial… (8) Memajukan perekonomian dan kewirausahaan ke arah perbaikan hidup yang berkualitas. (9) Meningkatkan kualitas kesehatan, pertolongan kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat. (10) Memelihara, mengembangkan, dan mendayagunakan sumber daya alam dan lingkungan untuk kesejahteraan…” Makna “kesejahteraan” atau “sejahtera” (welfare, prosperity) terkandung mendalam dan luas, yang secara kebahasaan ialah “hal atau keadaan sejahtera; keamanan, keselamatan, ketenteraman.” Kesejahteraan atau sejahtera dapat memiliki empat arti. Kesejahteraan dalam arti umum mengandung pengertian yaitu “menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai.” Dalam ekonomi, “sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda, yaitu memiliki arti khusus resmi atau teknikal (lihat ekonomi kesejahteraan), seperti dalam istilah fungsi kesejahteraan sosial.” Dalam kebijakan sosial, “kesejahteraan sosial menunjuk ke jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini adalah istilah yang digunakan dalam ide negara sejahtera.” “Muhammadiyah meletakkan kesejahteraan dalam konteks kehidupan bangsa yang memiliki kaitan subtansial dengan perintah konstitusi kepada Pemerintah Negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yaitu “memajukan kesejahteraan umum”,”jelas Haedar pada Rabu (1/10). Haedar menegaskan, bangsa Indonesia setelah merdeka harus maju kesejahteraannya yang merata kepada seluruh rakyat, bukan terbatas pada sebagian golongan bangsa saja, lebih-lebih hanya golongan kecil. Dengan kesenjangan sosial-ekonomi yang masih menjadi masalah dalam kehidupan bangsa, maka diperlukan kebijakan-kebijakan strategis dan praksis dari pemerintah dalam usaha memajukan kesejahteraan umum yang luas merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Loading

Tabon Qur’an Center, Cetak Generasi Berakhlak Mulia

Kalasan, Tabon Qur’an Center hadir sebagai lembaga pendidikan yang berfokus pada pengajaran dan penyebaran ilmu Al-Qur’an. Lembaga ini dirancang untuk memberikan pendidikan menyeluruh mulai dari tahfidz, tahsin, tajwid, tilawah, qira’ah hingga kajian ilmiah. Beralamat di Kowang, Kelurahan.Tamanmartani, Kecamatan.Kalasan, Kabupaten Sleman dengan pengasuh Riandi Pratama, Lc., lembaga ini menargetkan lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Proses pembelajaran di Tabon Qur’an Center tidak sekadar transfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an agar siswa mampu menjadikannya pedoman hidup,” terang Riandi Pratama, Lc. selaku pengasuh. Program yang dikembangkan di Tabon Qur’an Center mencakup empat aspek utama. Pertama, tahfidz Qur’an, yaitu menghafal Al-Qur’an secara keseluruhan atau sebagian sesuai kemampuan siswa. Kedua, tajwid, yakni pembelajaran aturan membaca Al-Qur’an secara benar dan tartil. Ketiga, tafsir, yaitu upaya memperdalam makna dan penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an. Keempat, ilmu Al-Qur’an yang mempelajari sejarah, struktur, dan karakteristik kitab suci. Visi lembaga ini jelas dan terarah, yakni “Menjadi lembaga pendidikan Al-Qur’an yang unggul dan terpercaya dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan beriman, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.” Untuk mencapai visi tersebut, Tabon Qur’an Center mengusung sejumlah misi yang terintegrasi. Pertama, mengembangkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kedua, meningkatkan pemahaman dan pengamalan isi Al-Qur’an, sehingga tidak hanya berhenti pada aspek bacaan. Ketiga, membangun karakter dan akhlak mulia bagi setiap siswa agar dapat menjadi teladan di tengah masyarakat. Keempat, meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an dengan kurikulum, metode pembelajaran, serta sumber daya manusia yang profesional. “Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dipahami, dihayati, dan diamalkan. Itulah mengapa setiap program pembelajaran di Tabon Qur’an Center selalu diarahkan pada pembentukan pribadi yang Qur’ani,” tambah Riandi. Selain program utama, Tabon Qur’an Center juga rutin menyelenggarakan kajian ilmiah dan halaqah yang membahas persoalan keislaman kontemporer dengan perspektif Qur’ani. Hal ini menjadi wadah bagi para santri maupun masyarakat luas untuk terus memperdalam ilmu dan memperluas wawasan keagamaan. Dengan sistem pendidikan yang komprehensif, lembaga ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki spiritualitas dan akhlak yang kokoh. “Kami ingin agar para santri tidak hanya bisa menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari,” tegas pengasuh. Rep  Riandi Pratama LC, majelis Ponpes PDM

Loading

Musypimcab I ‘Aisyiyah Tempel Dorong Peran Perempuan Berkemajuan Menuju Tempel Berkeadilan

 Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kapanewon Tempel menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) I periode 2022–2027 di Gedung Darul Ulum pada Ahad (28/9/2025) atau bertepatan dengan 5 Rabi’ul Akhir 1447 H. Dengan mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Tempel Berkeadilan”, kegiatan ini dihadiri 96 peserta yang mewakili pimpinan cabang, ranting, dan undangan dari berbagai elemen masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan registrasi pukul 07.00 WIB, dilanjutkan pra-acara, dan pembukaan pada pukul 08.30 WIB. Prosesi pembukaan diawali dengan Kalam Ilahi oleh Hj. Nurhayati, S.Sos., dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars ‘Aisyiyah yang dipandu Dra. Hj. Siti Salamah. NA :Amalia Rosyida  S. Psi selaku MC membawakan acara dengan apik kemudian dilanjutkan rangkaian acara pembukaan Rapat kerja kali ini. Dalam sambutannya, Ketua PCA Tempel, Hj. Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD., menegaskan bahwa forum Musypimcab bukan sekadar pertemuan organisatoris. “Musyawarah ini bukan hanya sekadar forum organisatoris, melainkan juga sarana silaturahmi, bertukar gagasan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat, memperkokoh langkah perjuangan, serta membawa kemajuan bagi umat, bangsa, dan persyarikatan,” ujarnya. Turut memberikan sambutan Ketua PCM Tempel, H. Supriyoto, M.Pd., serta Panewu Tempel, Dakiri, S.Sos., M.Si., yang hadir bersama Lurah Mororejo, H. Joko Ristanto. Panewu Tempel menekankan pentingnya sinergi program antara pemerintah kapanewon dengan ‘Aisyiyah. “Kami menyambut baik langkah-langkah ‘Aisyiyah yang peduli pada isu strategis seperti optimalisasi peran perempuan, pencegahan stunting, serta penanganan kenakalan remaja. Program-program ini sangat relevan untuk didukung bersama,” ungkapnya. Amanat sekaligus pembukaan Musypimcab disampaikan Dra. Retno Endah Sawitri, M.Ag., yang menegaskan komitmen ‘Aisyiyah dalam mendinamisasikan peran perempuan. “Realitas tantangan dan problematika umat saat ini semakin kompleks. Karenanya, ‘Aisyiyah harus hadir secara nyata dalam mengurai dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Sinergi yang kuat antara pimpinan organisasi, majelis, lembaga, dan seluruh warga ‘Aisyiyah menjadi kunci untuk mencapai tujuan organisasi sekaligus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar,” tuturnya. Setelah pembukaan, sidang pleno dimulai dengan penjelasan tata tertib oleh Sekretaris PCA Tempel, Suyatmi, S.Pd. Sidang dibuka dengan pidato iftitah Ketua PCA Tempel, Hj. Sri Wasiati, S.Pd., kemudian dilanjutkan laporan pertanggungjawaban pimpinan cabang oleh Ervin Iswandayani, S.Pd. Sidang pleno juga mengesahkan anggota tambahan PCA Tempel periode 2022–2027. Agenda sidang semakin dinamis dengan presentasi dari sembilan ranting yang memaparkan perkembangan masing-masing, sekaligus memberikan tanggapan atas laporan PCA Tempel. Memasuki sesi sidang komisi, peserta dibagi ke dalam tiga komisi. Komisi A membahas percepatan strategi ‘Aisyiyah cabang yang dipimpin Hj. Sri Arumi, S.Pd.AUD. Komisi B mengulas penguatan ranting dan amal usaha menuju keunggulan, dipimpin Hj. Siti Rofingah, A.Md.Keb. Komisi C membahas penguatan ideologi, kepemimpinan, dan tata kelola organisasi, dipimpin Hj. Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD., dan Nur Kasihati, S.Ag., S.Pd.SD. Acara ditutup dengan pengesahan hasil sidang dan pidato penutup oleh Hj. Siti Rofingah, A.Md.Keb. Sebagai bentuk apresiasi, PCA Tempel memberikan penghargaan kepada tiga ranting terbaik, yaitu Ranting Margorejo, Ranting Lumbungrejo 2, dan Ranting Banyurejo. Acara ini mendapakan support dari 9 personil KOKAM Tempel yang membantu keamanan dan kelancaran acara. Musypimcab I ‘Aisyiyah Kapanewon Tempel 2022–2027 ini diharapkan menjadi tonggak strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun masyarakat berkemajuan serta menciptakan keadilan sosial di Tempel. Rep : Ervin Iswandayani, S.Pd PCA Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Profil PRM Margokaton 2022-2027 #lpcrm #muhammadiyah #margokaton

https://youtu.be/_0SxgBo5_00?si=lEEdAfsrhXJ1TAek Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh PRM Margokaton saat ini masuk nominasi Ranting Unggul tingkat Nasional, utusan PWM DIY. Support dan doa restu bapak/ibu/sdr sangat kami harapkan agar dapat memenuhi harapan tampil sebagai juara di lomba Cabang, Ranting dan Masjid Unggul tingkat Nasional. Mohon dibantu like, share, & subscribe channel YouTube PRM Margokaton. Boleh tinggalkan jejak komentar positif/membangun ☺️Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran mengemban amanah ini.

Loading

Kuatkan Jaringan Kaderisasi Antar Cabang Dan Ranting ‘Aisyiyah, MPK PDA Sleman Gelar Pertemuan Antar Cabang (PAC)

Sleman, Pdmsleman.Or.id Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Sleman menyelenggarakan kegiatan pertemuan antar cabang (PAC)  dilaksanakan pada hari Ahad 28 September 2025 pukul 09.00 – 12.00.  Adapun kegiatan ini terbagi dalam dua zona yaitu zona Tengah bertempat diruang pertemuan Aisyiyah Mlati yang dihadiri oleh anggota Pimpinan MPK Tingkat cabang dan ranting Sleman, Mlati, Seyegan, Ngaglik dan Depok, sekitar 50 orang. Sedangkan untuk zona barat bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Gamping yang dihadiri oleh anggota Pimpinan MPK Tingkat cabang dan ranting Moyudan, Minggir, Godean, Gamping, sekitar 58 orang.  Kegiatan PAC ini merupakan salah satu program kerja MPK PDA sleman yang bertujuan untuk memperkuat jaringan kaderisasi dan sistem perkaderan di Aisyiyah. Hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari Pimpinan Aisyiyah Daerah Sleman Hj Sunarti dan Dra Hj Suharti, dalam sambutannya menyampaikan “ apresiasi yang sangat baik tentang kegiatan PAC yang diadakan oleh MPK PDA Sleman, harapannya dapat memotivasi cabang maupun ranting untuk selalu berkembang dan Berkemajuan”. Kegiatan PAC yang berlangsung ini selain konsolidasi antar cabang dan ranting, juga ada materi yang disampaikan oleh MPK PDA Sleman yaitu tentang Sistem perkaderan Aisyiyah (SPA) dan konsep Baitul Arqom. Sementara Waridil Khotimah selaku ketua MPK PDA Sleman menuturkan bahwa kegiatan PAC ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat jaringan kaderisasi antar cabang dan ranting serta menyamakan persepsi tentang sistem perkaderan Aisyiyah. Melalui kegiatan ini harapannya bisa turut mewujudkan dan menumbuhkan semangat berorganisasi bagi seluruh kader Aisyiyah di kabupaten Sleman. “Semoga acara ini dapat bermanfaat dan tercapai sesuai tujuan yang diharapkan, masing-masing cabang juga ranting secara menyeluruh dapat menyelengarakan kegiatan Baitul Arqom”, pungkasnya. Kegiatan PAC berikutnya insya allah akan dilaksanakan dibulan Oktober yaitu di zona utara (Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan) dan zona timur (Ngemplak, Kalasan, Berbah, Prambanan), dengan harapan kegiatan bisa berjalan lancar seperti kegiatan PAC yang sudah berlangsung. Rep Amin Hasanah (AH) PDA Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading