Sleman, Pdmsleman.Or.Id Lebih dari 5.000 jama’ah yang berasal dari 17 Kapanewon di Kabupaten Sleman hadir dalam Pengajian Hari Muhammadiyah Kabupaten Sleman yang diselenggarakan pada Sabtu, 20/09/2025 di Masjid Agung dr Wahidin Soerirohoesodo Sleman.”Kegiatan ini dirancang sebagai sarana strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meneguhkan komitmen dakwah di tengah masyarakat dan mohon doa restu kepada seluruh warga Muhammadiyah Sleman dalam pembangunan gedung dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah PCM Sleman”, tutur Ketua PCM Sleman Prof. Dr. Ir. H. Zahrul Mufrodi, ST. MT. IPM,Ketua PDM Kabupaten Sleman yang diwakili Sekretaris PDM Kabupaten Sleman H. Arif Mahfud, S.Ag.,M.S.I. menyampaikan bahwa tujuan diadakannya Hari Bermuhammadiyah salah satunya sebagai penguatan UMKM dan potensi seni budaya di lingkungan Muhammadiyah Sleman.Pengajian yang dihadiri oleh warga Muhammadiyah, Aisyiyah, Ortom dan Pengawai AUM tersebut menghadirkan ust. Prof. Dr. Irwan Akib M.Pd. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Budaya dan Olahraga sebagai pembicara dengan tema “Meneguhkan Ideologi Muhammadiyah dan Menguatkan Dakwah yang Mencerdaskan, Mencerahkan, Memajukan dan Menggembirakan”.Ust. Irwan Akib menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi seluruh warga Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman.“Tujuan bermuhammadiyah adalah untuk mendapatkan ridho Allah SWT, maka dalam ber-kegiatan di Muhammadiyah harus dilakukan dengan hati yang sungguh-sungguh,” katanya.Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga diadakan Kick Off pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Sleman, proses pengukuhan agen Surya Citra Madani cabang se-Daerah Sleman yang dikukuhkan oleh H. Arief Sulistya, S.E., pemberianan piagam penghargaan untuk 10 peserta MJE#4 utusan PDM Kabupaten Sleman, serta launching aplikasi SuratMU PDM Sleman yang menjadi salah satu program prioritas PDM Kabupaten Sleman dan diharapkan dapat membantu kelancaran proses administrasi di lingkup Muhammadiyah Sleman.Bupati Sleman, yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Sleman Susmiyarto, M.M. mengapresiasi peran aktif Muhammadiyah dalam membantu antisipasi radikalisme di kalangan pelajar.“Kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah dengan Muhammadiyah terus dibangun dalam membangun Sleman yang Aman dan Sejahtera,” katanya.Rangkaian Hari Bermuhammadiyah dimeriahkan dengan Bazar UMKM, Pentas Seni Tari Saman dari SMA Muhammadiyah 1 Sleman, cerita anak dari SD Muhammadiyah Mantaran, Solo Vokal dari SMP Muhammadiyah 1 Sleman Angklung dari PRA Griya Taman Asri, pemeriksaan kesehatan gratis, dan Pembuatan KTA Muhammadiyah. Rep : Totok Yudho Priambodo Staff PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pengajian Hari Bermuhammadiyah Kabupaten Sleman digelar bertempat di Masjid Agung Kabupaten Sleman dr. Wahidin Sudiro Husodo Beran Sleman pada Sabtu 20 September 2025 dengan menghadirkan inti Pengajian yanga disampaikan oleh Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd. dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ternyata sejak 1,5 tahun yang lalu merupakan warga Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sidokarto Godean sebelumnya tinggal di Makasar Sulawesi Selatan dan pada kesempatan ini juga sekaligus bersilaturahi dengan warga Muhammadiyah Sleman. Menurut Irwan Akib “ tujuan kita bermuhammadiyah tidak ada yang lain selain untuk untuk meraih Ridha Allah dan menghadirkan ketulusan dalam pengabdian kita kepada Allah SWT sebagai tugas kekhalifahan kita untuk membesarkan Persyarikatan Muhammadiyah dan menjadikan Muhammadiyah ini sebagai lahan untuk beribadah”. Dalam sambutannya PDM Sleman yang disampaikan oleh H. Arif Mahfud, S.Ag, M.Si menyampaikan bahwa acara ini merupakan ajang silaturahmi, kolaborasi serta upaya penguatan bagi warga Muhammadiyah di Sleman. Acara hari ini dihadiri tidak kurang dari 5000 jamaah. Selain itu juga diramaikan oleh UMKM, pemeriksaan kesehatan serta penggalangan dana dalam rangka pembangunan gedung dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Sleman. Seketaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto MM menyampaikan apresiasi “ Pemerintah Kabupaten Sleman senantiasa menjalin kerjasama dengan Muhammadiyah dalam rangka memajukan umat dan wilayah Kabupaten Sleman, mari selalu bergandeng tangn menjadikan Sleman aman, sejahtera lahir dan batin”. Selain itu dilakukan pengukuhan Agen Surya Citra Madani Cabang oleh PDM Sleman selaku biro Umroh resmi PDM Sleman oleh wakil Pimpinan Daerah Kabupaten Sleman H. Arif Sulistyo, Pengukuhan agen ini diwakili oleh setiap Pimpinan Cabang Muhammadiyah 2 (dua) personil sekaligus diserahkan surat tugas kepada perwakilan agen. Dalam kesempatan tersebut diadakan juga penyerahan Piagam Penghargaan kepada 10 Cabang, Ranting dan Takmir Peserta MJE#4 Tahun 2025 utusan PDM Sleman : Pimpinan Cabang Muhammadiyah Prambanan, Berbah, Godean, Kalasan, Minggir, Sleman serta Pimpinan Ranting Margokaton, Pimpinan Ranting Aisyiyah Sumberarum, Perumnas Condongcatur dan Takmir Masjid Al Kautsar Mrincingan. Juga penyerahan Sertifikat Wakaf kepada PCM Gamping 2 sertifikat, PCM Berbah 2 sertifikat dan PCM Prambanan 10 buah. Disela acara selain bazaar puluhan UMKM binaan PCM PCA Sleman juga dilakukan pemeriksaan kesehatan yang pada kali ini tercatat pasien sebanyak 227 orang dengan cek tensi,gula darah,asam urat dengan diampu team dari PKU Sleman, PKU Gamping dan Unisa dengan penanggung jawab pemeriksaan Fitnaningsih Endang Cahyawati dan Siti Istiyati. Rep H, Wahdan Arifudin MPI PDM Sleman, PCM Godean Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.
Sleman, Pdmsleman.or.id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sleman menjadi tuan rumah dalam gelaran pengajian akbar bertajuk “Hari Ber-Muhammadiyah (HBM) se-Kabupaten Sleman”. Acara yang mengusung tema “Meneguhkan Ideologi Muhammadiyah dan Menguatkan Dakwah yang Mencerdaskan, Mencerahkan, Memajukan dan Menggembirakan” ini digelar di Masjid Agung dr. Wahidin Soedirohoesodo pada Sabtu, 20 September 2025. Acara yang rencananya akan dihadiri oleh seluruh jajaran Pimpinan Daerah, organisasi otonom, amal usaha, hingga simpatisan Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman ini menghadirkan pembicara utama Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., yang merupakan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meneguhkan komitmen dakwah di tengah masyarakat. “Kegiatan ini menjadi momen konsolidasi ideologis dan spiritual bagi kader, simpatisan, serta warga Muhammadiyah untuk terus memperkuat gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar secara kolektif,” tutur Ketua PCM Sleman, Prof. Dr. Ir. H. Zahrul Mufrodi, ST. MT. IPM Selain pengajian utama, panitia juga menyiapkan rangkaian acara lainnya untuk menarik minat peserta. “Kami tidak hanya menyiapkan pengajian, tetapi juga ada pemeriksaan kesehatan gratis oleh PKU Gamping dan UNISA, layanan PPPK, KTAM Mobile, pentas seni, dan bazaar,” kata Arif N Hakim dalah satu panitia kepada Arief Hartanto. Pengajian Hari Ber-Muhammadiyah ini diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan, silaturahmi, serta evaluasi gerakan Muhammadiyah di tingkat daerah secara berkesinambungan, sekaligus menghidupkan tradisi ilmu dan budaya Islam yang mencerahkan. Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Alhamdulilah 10 stand dari PDM Sleman bisa mengikuti #MJE4 dari awal sampai akhir. Peserta merasa puas dengan pelaksanaan acara tersebut. Semoga acara tersebut mampu membawa gerak perserikatan semakin semangat, terutama pengembangan ekonomi bagi umat.
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kunjungan silaturahmi ke Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) dan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Sleman yang berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Ahad pagi 14 September 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh cabang dan ranting di Sleman, serta pengurus dari Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Muhammad Arif Darmawan, S.Pd., Ketua PWPM DIY, dan M. Qomarudin, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan PWPM DIY didampingi oleh Dr. Iwan Setiawan, Wakil Ketua PWM DIY. Turut hadir pula Ketua PWNA DIY, Dr. Syahdara Anisa Makruf, sementara seperti dari PDPM Sleman hadir Prakasa Radya Sulendra sebagai Ketua, dan Shofi Nuria Melati sebagai Ketua PDNA dan H Arief Sulistyo dan Eko Sumardiyanto mewakili PDM Sleman. Dalam sambutannya, Arif Darmawan menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah untuk memperkuat sinergi di tingkat cabang dan ranting. “Sleman telah mencapai 100% Musyawarah Cabang (Musycab), ini merupakan pencapaian luar biasa yang harus kita jaga dan kembangkan bersama,” ujarnya. Acara inti berupa sharing keaktifan dan keunggulan masing-masing cabang menjadi momen penting untuk saling belajar dan memperkuat jaringan. Setiap cabang memaparkan program unggulan yang telah dijalankan, serta tantangan yang dihadapi dalam menggerakkan kader di wilayahnya. Selain itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan pembacaan deklarasi anti miras, narkoba, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak. Deklarasi ini menjadi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi muda di Sleman. “Kami bertekad untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan kekerasan yang merugikan perempuan dan anak-anak,” tegas Shofi Nuria Melati, Ketua PDNA Sleman. Prakasa Radya Sulendra, Ketua PDPM Sleman, menambahkan bahwa sinergi antara Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah sangat strategis dalam membangun karakter dan kapasitas kader. “Kolaborasi ini bukan hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” katanya. Kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan anggota dari berbagai cabang. Dengan dukungan penuh dari PWM dan PWNA DIY, diharapkan sinergi ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Sleman. Rep Arif Nurman Hakim Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Yogyakarta, Pdmsleman.Mu.Or.id (MJE) bukan hanya menjadi simbol eksistensi organisasi, melainkan juga menjadi ruang hangat untuk mempererat tali silaturahmi antara para kader dan warga Muhammadiyah. Hal ini diungkapkan oleh Eko Asyafiq, salah satu kader dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Prambanan, yang menekankan pentingnya pertemuan tersebut sebagai momentum penguatan persaudaraan dan ideologi. Menurut Eko Asyafiq, setiap pertemuan di MJE menyimpan makna yang lebih dalam daripada sekadar rutinitas organisasi. “Di balik setiap pertemuan, terajut semangat persaudaraan, penguatan ideologi, dan ikhtiar bersama untuk terus berkontribusi bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa MJE berperan sebagai wadah strategis untuk memperkokoh nilai-nilai Muhammadiyah sekaligus menggerakkan langkah kolektif dalam berbagai bidang sosial dan kemanusiaan. Muhammadiyah sendiri hadir bukan hanya sebagai sebuah gerakan sosial keagamaan, tetapi juga sebagai keluarga besar yang senantiasa menumbuhkan semangat kebersamaan di antara anggotanya. Kunjungan ke MJE menjadi bukti nyata bahwa organisasi ini terus menjaga dan memperkuat jaringan internalnya demi mencapai tujuan bersama. Kehangatan dan kekompakan yang terjalin dalam setiap pertemuan di MJE mencerminkan nilai-nilai luhur yang diusung Muhammadiyah, yakni persaudaraan, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Dengan semangat tersebut, Muhammadiyah terus berupaya memberikan dampak positif tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi bangsa dan kemanusiaan secara umum. Sebagai penutup, Eko Asyafiq menegaskan bahwa MJE bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang yang menginspirasi dan memotivasi seluruh kader Muhammadiyah untuk terus berjuang bersama. “Muhammadiyah hadir bukan hanya sebagai gerakan, tetapi juga sebagai keluarga besar yang selalu menumbuhkan semangat kebersamaan,” tutupnya. Dengan demikian, kunjungan di MJE menjadi simbol kuat bahwa Muhammadiyah tetap eksis dan relevan dalam menghadapi tantangan zaman, sambil terus mempererat ikatan persaudaraan dan memperkuat ideologi yang menjadi landasan perjuangan mereka. Muhammadiyah hadir bukan hanya sebagai gerakan, tetapi juga sebagai keluarga besar yang selalu menumbuhkan semangat kebersamaan. #mje4 #muhammadiyah Rep : #eko_asyafiq86 Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.
Pdmsleman.Or.Id Penulis: Yayan Suryana, Wakil Ketua PWM DIY. Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) ke-4 kembali digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada tanggal 12–14 September 2025. Gelaran ini bukan sekadar pameran produk, melainkan sebuah ikhtiar dakwah Muhammadiyah yang menempatkan sektor ekonomi sebagai pilar penting gerakan Islam berkemajuan. Dengan menghadirkan ratusan pelaku UMKM, Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa dakwah tidak cukup berhenti pada mimbar, tetapi juga menyentuh sendi-sendi kehidupan nyata, termasuk ekonomi. MJE#4 adalah bentuk nyata komitmen Muhammadiyah untuk mengangkat harkat UMKM menjadi kekuatan ekonomi umat yang tangguh. Di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus persaingan pasar, UMKM terbukti menjadi tulang punggung ketahanan ekonomi nasional. Maka, dengan memberdayakan UMKM, Muhammadiyah sebenarnya sedang membangun benteng ekonomi umat agar tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Ekonomi sebagai Pilar Dakwah Bagi Muhammadiyah, ekonomi bukanlah urusan sampingan, tetapi pilar dakwah yang penting. Sebab, tanpa kekuatan ekonomi, umat Islam akan selalu terbelakang dan mudah dipinggirkan. Gerakan ekonomi jamaah menjadi nadi yang menghidupkan semangat kemandirian sekaligus memperkuat posisi umat dalam percaturan sosial, politik, dan budaya. Namun, semangat ekonomi jamaah bukanlah semata-mata mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya. Orientasinya bukan akumulasi harta, melainkan menolong sebanyak-banyaknya orang melalui penyediaan barang dan jasa yang bermanfaat. Konsep keuntungan dalam ekonomi jamaah hanyalah ungkapan rasa terima kasih dari konsumen atas jasa dan produk yang diterima, bukan tujuan akhir dari usaha itu sendiri. Inilah nilai lebih dari semangat ekonomi Muhammadiyah: mengubah paradigma dari sekadar profit-oriented menuju compassion-oriented. Keuntungan bukan dilihat dari angka, melainkan dari seberapa besar nilai tolong-menolong, kepedulian, dan kebermanfaatan yang lahir dari sebuah aktivitas ekonomi. Dengan demikian, setiap rupiah yang berputar tidak hanya menguntungkan individu, tetapi juga memberi maslahat bagi banyak orang. Kiai Ahmad Dahlan pernah menegaskan, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.” Kalimat ini menjadi inspirasi bahwa gerakan Muhammadiyah, termasuk dalam bidang ekonomi, bukan untuk kepentingan diri atau kelompok, melainkan untuk memajukan umat dan menolong sesama. MJE sebagai Dakwah Jamaah dan Inovasi MJE#4 menjadi ruang dakwah jamaah yang unik. Melalui expo ini, masyarakat diajak mengenal lebih dekat kreativitas cabang dan ranting Muhammadiyah yang berkemajuan. Ada yang bergerak di bidang kuliner, fashion, kerajinan tangan, hingga teknologi. Semua menghadirkan karya nyata yang menunjukkan bahwa dakwah bukanlah wacana kaku, melainkan praktik inovasi yang dinamis dan adaptif terhadap zaman. Dakwah yang ditampilkan melalui MJE#4 bersifat inspiratif. Kehadiran para pelaku usaha Muhammadiyah yang kreatif memberi pesan kepada umat bahwa dakwah sejati memang membutuhkan inovasi, keberanian, dan kesungguhan. Hanya dengan cara itu, Islam tetap relevan dan mampu merespons kebutuhan masyarakat lintas generasi. Lebih jauh, Muhammadiyah melalui MJE menegaskan pentingnya kolaborasi. Di era ekonomi modern, tidak ada satu kekuatan pun yang bisa berjalan sendirian. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, perbankan, maupun komunitas usaha lain adalah wujud komitmen Muhammadiyah untuk kemajuan bangsa. Kolaborasi inilah yang akan melahirkan sinergi besar dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Prof. Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, pernah menegaskan bahwa gerakan ekonomi Muhammadiyah harus maju dengan cara pandang Islam yang mendasari visi bisnis. “Bukan hanya untuk mencari keuntungan, tetapi berbasis pada nilai-nilai Islam dan kemaslahatan untuk umat”. Pesan ini sejalan dengan semangat MJE#4 yang menempatkan nilai sosial sebagai roh dari aktivitas ekonom. Pesan ini sejalan dengan semangat MJE#4 yang menempatkan nilai sosial sebagai roh dari aktivitas ekonomi. Ekonomi Jamaah untuk Bangsa Di tengah semangat kolaborasi ini, Muhammadiyah tetap menjaga marwahnya sebagai gerakan dakwah. Artinya, keterlibatan dengan berbagai kekuatan ekonomi bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis, melainkan untuk memperkuat basis dakwah kemanusiaan. Muhammadiyah ingin memastikan bahwa ekonomi tumbuh tidak hanya menghasilkan pertumbuhan angka, tetapi juga menghadirkan keadilan dan kebermanfaatan bagi seluruh lapisan ummat. MJE#4 juga bisa dibaca sebagai respon Muhammadiyah terhadap tantangan kemiskinan dan kesenjangan sosial. Dengan mengangkat UMKM, Muhammadiyah tidak hanya membuka ruang pasar, tetapi juga membangun mentalitas kemandirian. UMKM yang diberdayakan berarti memberi peluang kerja, membuka lapangan usaha, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sektor ekonomi besar yang sering kali tidak ramah pada rakyat kecil. Selain itu, expo ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai entrepreneurship Islami. Nilai ini menekankan integritas, kejujuran, dan keberpihakan pada kemanusiaan dalam setiap aktivitas usaha. Jika nilai ini terus dikembangkan, Muhammadiyah bisa melahirkan ekosistem ekonomi jamaah yang tidak hanya berdaya saing tinggi, tetapi juga berkarakter Islami. Masyarakat yang hadir di MJE#4 bukan sekadar penonton, melainkan bagian dari ekosistem dakwah ekonomi. Dengan membeli produk UMKM, mereka ikut serta dalam gerakan tolong-menolong, menghidupkan usaha kecil, sekaligus memperkuat ekonomi umat. Inilah dakwah yang membumi, di mana setiap interaksi ekonomi menjadi ladang amal jariyah. Kegiatan ini juga menjadi contoh konkret bagaimana dakwah bisa menjelma menjadi ruang publik yang hidup. Tidak hanya ceramah dan pengajian, tetapi juga expo, pameran, bazar, dan forum bisnis. Semua itu adalah bagian dari strategi dakwah kultural Muhammadiyah yang semakin penting di era disrupsi. MJE#4 akhirnya bukan hanya tentang Muhammadiyah, tetapi tentang bangsa. Dengan memperkuat UMKM, Muhammadiyah telah ikut menyokong fondasi ekonomi nasional. Dengan menanamkan nilai tolong-menolong, Muhammadiyah telah mengajarkan bahwa ekonomi sejati adalah ekonomi yang berpihak pada kemanusiaan. Karena itu, gelaran MJE#4 perlu dipandang sebagai laboratorium dakwah berkemajuan. Ia mengajarkan kita bahwa dakwah tidak bisa hanya berbicara, tetapi harus memberi solusi nyata. Dakwah tidak hanya berbicara tentang akhirat, tetapi juga menata dunia. Dan dakwah tidak hanya untuk jamaah Muhammadiyah, melainkan untuk seluruh umat manusia.*
Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Yogyakarta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital. Hal ini disampaikan Wamen Fajar saat menjadi pembicara kunci dalam acara Takshow Parenting dengan tema “Menjadi Orangtua Cerdas di Era Digital: Bijak Mengasuh Kuat Membimbing di Era Digital” pada rangkaian acara Muhammadiyah Jogja Expo, Sabtu (13/09/2024). Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan pelajar dari mulai PAUD hingga SMA, para orang tua, pegiat pendidikan, dan penggerak UMKM se-DIY “Dulu kita mengenal pepatah Arab al-ummu madrasatul ula, seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Sekarang, selain ibu, gawai juga telah menjadi ‘sekolah’ pertama anak-anak. Jika tidak didampingi dengan bijak, gawai bisa menjadi sumber masalah dalam tumbuh kembang anak kita,” ujar Wamen Fajar. Wamen Fajar yang juga merupakan Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengungkapkan, riset menunjukkan hampir 33 persen anak usia 0–6 tahun di Indonesia sudah terpapar gawai, dengan rata-rata penggunaan mencapai 7 jam 20 menit per hari. Penggunaan berlebihan ini berdampak pada kesehatan mental, gangguan tidur, perubahan pola hidup, dan bahkan masalah kesehatan fisik seperti pada kesehatan mata, gigi, dan obesitas. “Dengan tantangan yang tidak mudah ini, kami di Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Pak Menteri Abdul Mu’ti sedang memperkuat layanan konseling di sekolah dan penguatan peran guru BK. Pendidikan berkualitas tidak akan terwujud jika anak-anak kita mengalami masalah mental akibat pola pengasuhan yang tidak adaptif,” jelas Wamen Fajar. Selain itu, Wamen Fajar menekankan pentingnya authoritative digital parenting, yaitu pola asuh tegas tetapi penuh kehangatan, serta kolaboratif parenting yang melibatkan sekolah, orang tua, masyarakat, dan lingkungan sosial. “Orang tua harus membuat kesepakatan yang jelas dengan anak tentang penggunaan gawai, memberi teladan, menyediakan family time, dan mendorong aktivitas fisik serta interaksi teman sebaya. Hal ini kami coba terapkan di rumah dengan anak-anak ” ungkap Wamen Fajar saat menceritakan pengalamannya dalam membangun komitmen penggunaan gawai dengan ananda tercinta di rumah. Dalam paparannya, Wamen Fajar juga mengajak orang tua untuk menghidupkan kembali kebiasaan bercerita dan mendongeng kepada anak agar mereka bisa tidur cepat, sebagai bagian dari program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diluncurkan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. “Banyak orang tua kini jarang mendongeng. Padahal, mendongeng bukan sekadar hiburan, tetapi sarana menanamkan nilai-nilai dan mempererat ikatan emosional. Di sisi lain, mendongeng bisa menemani anak agar tidur lebih cepat” sebut Wamen Fajar. Menurut Wamen Fajar, menghadapi era digital bukan hanya soal membatasi gawai, tetapi juga mengubah pola pikir orang tua agar lebih terbuka dan senantiasa mau belajar. “Peran orang tua di era digital memang berat. Tetapi dengan kesadaran bersama dan kolaborasi semua pihak, kita bisa menyiapkan generasi yang sehat secara mental, berkarakter, dan berkeadaban,” pungkas Wamen Fajar. Turut mendampingi Wamen Fajar, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Muhammad Ikhwan Ahada, Sekretaris PWM DIY Arif Jamali,Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY Widiastuti, Direktur PAUD Kemendikdasmen Nia Nurhasanah, dan Tenaga Ahli Wakil Menteri Fahmi Syahirul Alim.