Konferensi Mufasir Muhammadiyah III Digelar, Rumuskan  Gagasan  Penafsiran Al Qur’an yang Kontekstual Berkemajuan

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.id   Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Konferensi Mufasir Muhammadiyah III pada Kamis–Ahad (28-31/08) di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum strategis ini diselenggarakan sebagai upaya mempercepat penyusunan Tafsir at-Tanwir.  Tafsir ini merupakan sebuah karya monumental Muhammadiyah yang ditargetkan rampung pada tahun 2027 sekaligus bertepatan dengan seratus tahun Majelis Tarjih dan Tajdid.Dengan mengusung tema “Mewujudkan Tafsir at-Tanwir Muhammadiyah sebagai Landasan Gerak Pemikiran Tajdid yang Responsif dan Dinamis untuk Memajukan Indonesia dan Mencerahkan Semesta”, konferensi ini menghadirkan para mufasir Muhammadiyah dari dalam dan luar negeri.  Tujuannya tidak semata memperkuat jejaring mufasir, tetapi juga merumuskan gagasan penafsiran al-Qur’an yang kontekstual, moderat, dan berkemajuan. Dalam Khutbah Iftitah, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bahwa urgensi utama penyusunan tafsir ini bukan hanya untuk kepentingan internal Muhammadiyah, melainkan juga kontribusi besar bagi khazanah tafsir al-Qur’an di dunia Islam.  Menurutnya, Tafsir at-Tanwir akan menjadi panduan umat memahami al-Qur’an secara utuh sebagai sumber nilai Islam yang membimbing manusia membangun peradaban khairu ummah.  “Lewat tafsir ini kita bisa menghadirkan Islam yang mencerahkan, yang bukan hanya relevan bagi umat dan bangsa, tetapi juga memberi rahmat bagi kemanusiaan semesta,” ujarnya pada Kamis (28/8). Haedar juga menyinggung isi Tafsir at-Tanwir jilid pertama yang mengulas epistemologi dan kosmologi al-Qur’an, khususnya penafsiran atas QS Al-Baqarah ayat 29–30, sebagai kunci penting dalam merelasikan ajaran ilahi dengan realitas kehidupan. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Hamim Ilyas, menjelaskan bahwa konferensi ini menjadi sarana seleksi sekaligus penguatan kapasitas mufasir Muhammadiyah. Dari 89 naskah tafsir yang masuk, sebanyak 51 terpilih untuk dipresentasikan dan disempurnakan melalui forum ini.  “Konferensi Mufasir ini bertujuan menjaring penulis Tafsir at-Tanwir yang kompeten, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam penulisan 30 juz secara sistematis,” jelasnya.Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang menghadirkan Menteri Agama, Nazaruddin Umar,  yang menekankan pentingnya memahami al-Qur’an secara kontekstual dan transformatif. Menurutnya, al-Qur’an bukan hanya kitabullah tetapi juga kalamullah, sebuah himpunan makna yang luas seperti halnya bangunan yang tersusun dari beragam elemen.  Ia menyayangkan masih banyak kalangan yang memahami al-Qur’an secara kaku dan tekstual, sehingga sulit menghadirkan tafsir alternatif yang dinamis.  “Kelemahan umat kita hari ini adalah sangat paham masalah fikih, tapi tidak paham usul fikih. Mereka ibarat memanjat sebuah pohon, namun berpegang pada ranting rapuh ketimbang batang yang kokoh,” tegasnya. Di sinilah pentingnya mengembangkan tafsir yang tidak berhenti pada tataran tekstual, melainkan menuntun umat pada pemahaman yang transformatif. Senada dengan itu, Din Syamsuddin, dalam paparannya mengangkat tema “Manhaj Tafsir al-Qur’an Transformatif”, menekankan perlunya metode penafsiran yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga keotentikan pesan al-Qur’an. Selain itu, konferensi juga menghadirkan Parallel Session pada Jumat-Sabtu (29/30-08) yang menjadi ruang bagi para peserta untuk mempresentasikan sekaligus menyempurnakan naskah tafsir yang mereka tulis. Dalam forum ini, para pemakalah tidak hanya menyampaikan gagasannya, tetapi juga diuji argumentasinya oleh para pakar agar lahir penafsiran yang kokoh secara metodologis.  Peserta konferensi ini meliputi pimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid, para mufasir Muhammadiyah, serta penulis terpilih dari call for paper. Melalui forum ini diharapkan lahir jejaring mufasir yang solid, bertambahnya penulis Tafsir at-Tanwir yang berkompeten, serta tersusunnya strategi penulisan 30 juz secara sistematis, termasuk rencana penyelesaian juz 25–30. Setelah seluruh sesi selesai, pada Sabtu (30/08) konferensi akan ditutup dengan rapat pleno yang merangkum hasil diskusi sekaligus merumuskan tindak lanjut penyusunan Tafsir at-Tanwir ke depan. Konferensi Mufasir Muhammadiyah III menandai langkah penting bagi Muhammadiyah dalam mempercepat penyusunan Tafsir at-Tanwir. Melalui forum ini, para mufasir dihimpun untuk memperkuat kerja kolaboratif sekaligus memastikan lahirnya tafsir al-Qur’an yang relevan dengan kebutuhan umat dan tantangan zaman

Loading

H. Nasirun Resmi Dilantik Sebagai Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman Periode 2022–2027

Sleman,Pdmsleman.Or.Id H. Nasirun Wakil Ketua PDM Sleman mendapatkan amanat diangkat sebagai Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman dalam rangkaian acara pelantikan pejabat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman periode 2022–2027 pada Kamis (28/8/2025) di Aula Parasamya Setda Kabupaten Sleman. Nasirun resmi dilantik sebagai Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, menggantikan Khayatun Listinganatil Masruroh, S.Sos., yang kini bertugas sebagai ASN di Kemenag Sleman. Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, dalam sambutannya menyampaikan ” selamat   kepada pejabat yang baru dilantik menegaskan pentingnya peran BAZNAS dalam mengelola zakat secara amanah”. Turut hadir dalam acara Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., Wakil Bupati Danang Maharsa, S.E., jajaran pejabat Setda Kabupaten Sleman, Forkopimda Kabupaten Sleman, dan Kankemenag Kabupaten Sleman. H. Nasirun dalam kesempatan itu menyampaikan kepada Arief Hartanto  “ ini adalah amanat yang sangat berat namun jika diniatkan dengan ibadah Insya Allah kami akan berusaha bekerja sebaik mungkin dan semoga Allah memberikan kekuatan dengan harapan memberikan hasil yang maksimal dengan menggunakan peraturan syariat agama dan perundang-undangan yang berlaku “. Pimpinan Baznas Sleman 2022-2027 yang baru terdiri dari Ketua, Drs. H Kriswanto, MSc Waka 1, dr. H Andung Prihadi S, M.Kes, Waka 2, Muhaimin, M.Pd Waka 3, H. Muhyi Darmaji, M.Pdi dan Waka 4, H. Nasirun, S.A.P. Dengan formasi baru ini, BAZNAS Sleman diharapkan dapat lebih optimal dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sleman. Pelantikan ini juga menjadi momentum penting bagi BAZNAS Sleman untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat luas.

Loading

SMP Muhammadiyah 1 Depok Raih Juara 3 di Kejurnas Rugby 2025

Depok, Pdmsleman.Or.id Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SMP Muhammadiyah 1 Depok. Radit Setiawan, siswa kelas 7A, berhasil meraih juara 3 kategori Kelompok Umur 14 (T1 Rugby) pada ajang Kejuaraan Nasional Rugby 2025 yang digelar di Lapangan Kenari, Yogyakarta, pada 22–24 Agustus 2025. Kejuaraan yang diikuti berbagai tim dari seluruh Indonesia ini mempertandingkan beberapa kategori, mulai dari kelompok usia KU 14, KU 16, KU 18, hingga kategori dewasa. Dalam persaingan ketat di KU 14 T1 Rugby, Radit menunjukkan kemampuan, semangat juang, dan kerja sama tim yang solid hingga berhasil meraih posisi ketiga. Kepala SMP Muhammadiyah 1 Depok Abidin Fuadi S.Pd menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih Radit. “Kami sangat mengapresiasi perjuangan Radit. Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa SMP Muhammadiyah 1 Depok tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berprestasi di bidang olahraga,” ujarnya. Dengan capaian ini, Radit Setiawan diharapkan dapat terus mengasah kemampuan dan menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk berani berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.kontributor : nhc

Loading

Muhammadiyah Lakukan Pendataan dan Penandaan Aset Tanah LKSA Prambanan

Prambanan,Pdmsleman.Or.Id SLEMAN. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Prambanan melalui Koordinator Seksi Kehartabendaan melaksanakan kegiatan pemasangan tanda dan pendataan aset tanah milik Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Muhammadiyah Prambanan, Sleman, pada Selasa (26/8/2025). Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menjaga, mengamankan, dan menertibkan administrasi aset tanah persyarikatan, khususnya yang berada di wilayah Prambanan. Koordinator Seksi Kehartabendaan LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Prambanan, Eko Sumardiyanto, menjelaskan bahwa proses pemasangan tanda dan pendataan dilakukan pada beberapa titik dengan total luasan mencapai sekitar 3.000 meter persegi. Menurutnya, langkah ini tidak hanya sebatas kegiatan teknis, tetapi juga merupakan wujud komitmen Muhammadiyah dalam memastikan seluruh aset organisasi dapat tercatat dan terinventarisasi dengan baik. Eko menegaskan, keberadaan data dan tanda yang jelas atas aset tanah sangat diperlukan agar keberlangsungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk lembaga sosial dan pendidikan, dapat terjaga. “Pendataan aset tanah ini penting untuk menghindari terjadinya permasalahan hukum maupun hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh dan diikuti oleh seluruh AUM serta pimpinan persyarikatan Muhammadiyah di berbagai jenjang,” ujarnya. Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa pendataan aset tanah merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah untuk memperkuat tata kelola organisasi. Dengan tercatatnya aset secara rapi, persyarikatan akan memiliki pijakan yang kuat dalam mengembangkan program sosial, pendidikan, dan dakwah yang berkelanjutan. “Hal ini juga sejalan dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi yang selalu dijunjung tinggi oleh Muhammadiyah,” ungkap dia. Kegiatan pemasangan tanda dan pendataan aset tanah LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Prambanan disambut positif oleh warga dan jajaran PCM Prambanan. Selain menjadi upaya penertiban administrasi, kegiatan ini juga menunjukkan kesungguhan Muhammadiyah dalam menjaga amanah umat. “Aset tanah yang dimiliki persyarikatan bukan hanya sekadar lahan fisik, melainkan juga bagian dari warisan perjuangan yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” tambahnya. Dengan adanya langkah nyata ini, Muhammadiyah Prambanan menegaskan komitmennya dalam memperkuat kelembagaan sekaligus memastikan seluruh aset yang dimiliki dapat bermanfaat secara optimal bagi masyarakat. “Khususnya dalam mendukung pelayanan sosial anak dan pengembangan pendidikan,” pungkas Eko. rep (Athiful/KIM Depok)

Loading

Selamat atas Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Mahaputera Utama kepada Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. dan Prof. Dr. Abdul Mu’ti.

Keluarga Besar PDM Sleman dan Pdmsleman.Or.Id mengucapkan Selamat atas Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Mahaputera Utama kepada Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. dan Prof. Dr. Abdul Mu’ti.

Loading

SMP Muhammadiyah 1 Prambanan Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat bersama MDMC

Sleman,Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 1 Prambanan Sleman bekerjasama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada Jumat (22/8/2025).  Kegiatan ini diikuti tim Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) serta sejumlah siswa kelas VII dan VIII yang secara khusus dilatih untuk memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Kepala SMP Muhammadiyah 1 Prambanan, Daswati Rofiatun Sahifah, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dari upaya sekolah dalam membekali siswa dengan keterampilan dasar menghadapi kondisi darurat.  “Kami ingin anak-anak terbiasa sigap, cepat, tepat, dan bertanggung jawab saat menghadapi keadaan gawat darurat. Dengan keterampilan ini, mereka tidak hanya bisa membantu diri sendiri, tetapi juga orang lain di sekitarnya,” ujarnya. Lebih jauh, Daswati menekankan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian dan kesiapsiagaan warga sekolah, sekaligus memperkuat sistem penanganan kebencanaan di lingkungan pendidikan.  “Kami ingin seluruh siswa mampu menjadi teman yang menjadi penolong atau TMR bagi sesamanya. Sekolah juga perlu memiliki sistem manajemen darurat yang terstruktur, sebagaimana telah diarahkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman,” tambahnya. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkret SMP Muhammadiyah 1 Prambanan dalam mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Program SPAB menekankan tiga pilar utama, yakni fasilitas sekolah yang aman, kemampuan manajemen bencana, serta pendidikan pencegahan bencana.  Dengan pendampingan MDMC yang juga berperan sebagai Lembaga Resiliensi Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sekolah menargetkan untuk segera memiliki peta risiko bencana yang terukur serta melaksanakan simulasi bencana secara berkala. “Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat budaya tanggap darurat di kalangan siswa, tetapi juga menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang aman, peduli, dan resilien terhadap berbagai potensi bencana,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)

Loading

Milad ke-8 dan Grand Launching Logo RS UAD

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menghadiri Milad ke-8 sekaligus Grand Launching Logo Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) yang digelar di Jalan Cindelaras Raya, Karangsari, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, pada Sabtu (23/8/2025). Peresmian logo baru RS UAD dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman bersama Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pembinaan Kesehatan Umum, Kesejahteraan Sosial, dan Resiliensi Bencana Agus Taufiqurrahman, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga Irwan Akib, Rektor UAD Muchlas, Komisaris Utama PT Adi Multi Husaha Herry Zudianto, Direktur RS UAD Muallim Hawary, serta Sekretaris PWM DIY Arif Jamali Muis. Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan apresiasi kepada Universitas Ahmad Dahlan yang telah mendirikan rumah sakit di Kabupaten Sleman. Ia menilai keberadaan RS UAD semakin memperkuat fasilitas kesehatan di wilayahnya. “Sebuah kehormatan bagi Kabupaten Sleman menjadi wilayah yang dipilih untuk lokasi RS UAD. Keberadaan rumah sakit ini sangat membantu kelengkapan sarana dan prasarana kesehatan Pemerintah Kabupaten Sleman,” ungkapnya. Bupati juga berharap RS UAD terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat. “Saya amat hormat dengan Muhammadiyah. Semua kampus yang didirikan Muhammadiyah selalu menghadirkan Fakultas Kedokteran, dan semuanya berkibar,” tambahnya. Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, memberikan apresiasi atas kemajuan RS UAD yang mampu bangkit dari kesulitan finansial menjadi rumah sakit yang berkembang pesat. “Direktur yang seperti ini oleh Muhammadiyah biasanya akan dipromosikan,” ujarnya. Agus menambahkan, pelayanan kesehatan Islami yang diteladankan RS UAD sejalan dengan pesan KH Ahmad Dahlan. Menurutnya, fasilitas rumah sakit yang lebih nyaman dari hotel merupakan wujud nyata pelayanan Islami. “Artinya bukan hanya sebatas brand, melainkan memiliki keunggulan karena citra Islam adalah keunggulan itu sendiri. Baru kemudian keramahtamahan dan kesantunan hadir sebagai bagian yang tak terpisahkan dari akhlak Islam,” jelasnya. Sementara itu, Rektor UAD, Muchlas, menyampaikan bahwa RS UAD memiliki posisi strategis sebagai rumah sakit jejaring Fakultas Kedokteran UAD. “Rumah sakit ini kita dedikasikan untuk memberikan layanan profesional dan terjangkau bagi masyarakat, dengan grafik perkembangan yang luar biasa,” tegasnya. Direktur RS UAD, Muallim Hawary, dalam laporannya mengungkapkan capaian terbaru rumah sakit. Sebulan sebelumnya, RS UAD dinyatakan sebagai JKN KRIS (Kriteria Rawat Inap Standar) dengan validasi 100% oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan BPJS Kesehatan. “Ini adalah era baru RS UAD dengan tema bangkit, berkembang, berkemajuan,” ujarnya. Muallim menuturkan bahwa dalam tiga tahun terakhir jumlah dokter spesialis di RS UAD meningkat dari 10 menjadi 40 orang. Pada tahun 2026, pihaknya menargetkan program subspesialis dengan pembiayaan mandiri dari rumah sakit. “Secara bertahap RS UAD akan menjadi center of excellent. Kita tidak bisa hanya bergantung pada tenaga dokter bedah, melainkan juga harus siap dengan teknologi robotik dan kecerdasan buatan. Kita tidak boleh tertinggal,” jelasnya. Selain penguatan layanan medis, RS UAD kini juga telah menyediakan layanan Hemodialisis (HD) bagi pasien dengan kebutuhan terapi cuci darah. Kehadiran layanan ini menjadi bentuk komitmen RS UAD dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Selain penguatan layanan medis, RS UAD juga memperhatikan gizi pasien. Menu makanan dirancang sehat sekaligus lezat, berbeda dari stigma makanan rumah sakit yang biasanya hambar. “Pasien VVIP bahkan boleh memesan burger, kebab, hingga pasta, tentu dengan tetap memperhatikan standar kesehatan,” tandas Muallim. Peringatan Milad ke-8 sekaligus Grand Launching Logo RS UAD ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen RS UAD sebagai rumah sakit Islami yang profesional, modern, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat.  Dengan fasilitas yang semakin lengkap, layanan berbasis teknologi, serta dukungan tenaga medis yang kompeten, RS UAD bertekad menjadi rumah sakit unggulan yang tidak hanya membanggakan UAD dan Muhammadiyah, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi pembangunan kesehatan di Sleman dan Indonesia.  (Athiful/KIM Depok)

Loading

Ketua PP Muhammadiyah Lepas 25 Thalabah PUTM untuk Dakwah Islam Berkemajuan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid, Syamsul Anwar, resmi melepas 25 thalabah Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Tahun Pelajaran 2024/2025 dalam acara wisuda yang berlangsung di Kampus 1 PUTM, Hargobinangun, Pakem, Sleman, pada Sabtu (23/8/2025). Dalam amanatnya, Syamsul Anwar menegaskan bahwa Muhammadiyah hadir sebagai organisasi Islam yang konsisten mengemban misi dakwah amar makruf nahi mungkar dengan spektrum yang luas, tidak terbatas pada aktivitas masjid semata. Menurutnya, dakwah Muhammadiyah mencakup seluruh dimensi kehidupan masyarakat. “Dakwah adalah keseluruhan usaha, upaya, program, dan perencanaan yang meliputi berbagai bidang kehidupan dalam rangka mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yaitu masyarakat yang berkemajuan sebagaimana ditegaskan dalam Risalah Islam Berkemajuan,” ujarnya. Lebih lanjut, Syamsul menjelaskan bahwa dakwah Muhammadiyah berlaku di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga kebudayaan. Seluruhnya diarahkan untuk membangun peradaban yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Di samping itu, Muhammadiyah menekankan pentingnya pengkajian mendalam terhadap ajaran Islam, yang memerlukan keberlanjutan kaderisasi. “Pada bidang pengkajian ini diperlukan kader-kader secara berkelanjutan. Muhammadiyah bisa saja mengambil dari luar, tetapi Muhammadiyah juga memerlukan kader yang lahir dari proses pendidikan yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah sendiri,” jelasnya. Menurut Guru Besar UIN Sunan Kalijaga ini, PUTM hadir sebagai institusi strategis untuk mencetak kader ulama tarjih yang matang, membumi, dan siap berkontribusi dalam dakwah nyata di masyarakat. Ia menegaskan bahwa proses pengkaderan di lingkungan Muhammadiyah, termasuk Majelis Tarjih, dilakukan secara berjenjang, sehingga kaderisasi dapat berjalan berkesinambungan lintas generasi. “Jadi ini merupakan hal yang sangat penting. Bahkan di Majelis Tarjih saja, perekrutan kader dilakukan lintas usia. Ada yang berusia 80, 70, 60, hingga ada juga yang masih 20-an sudah direkrut untuk berkiprah di Majelis Tarjih,” ungkapnya. Syamsul juga menekankan kebutuhan mendesak Muhammadiyah terhadap kader-kader ketarjihan, khususnya di tingkat akar rumput. Hal ini sejalan dengan semakin berkembangnya jaringan pondok pesantren Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia. “Kita memerlukan kader-kader Tarjih karena sekarang ada ratusan pesantren yang memerlukan pembinaan. Jika pesantren-pesantren Muhammadiyah tidak diarahkan dengan ketarjihan yang kuat, maka ada risiko kehilangan ruhnya. Karena itu, keberadaan kader-kader Tarjih menjadi kebutuhan mendesak,” tegasnya. Acara wisuda dan pelepasan thalabah PUTM ini tidak hanya menandai lahirnya kader ulama tarjih baru, tetapi juga menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah dalam memperkuat peran kaderisasi ulama di tengah dinamika masyarakat modern. Kehadiran 25 thalabah yang dilepas diharapkan mampu memperluas jangkauan dakwah Islam berkemajuan serta menjaga kesinambungan tradisi tarjih dalam Persyarikatan. rep (Athiful/KIM Depok)

Loading

Nuansa Merah Putih Selimuti Pengajian Jumat Legi Aisyiyah Seyegan

Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Seyegan menggelar Pengajian Rutin Jumat Legi pada hari Jumat tanggal 22 Agustus 2025 di masjid Al Kautsar Mrincingan Margomulyo Seyegan. Suasana berbeda dari biasanya, kurang lebih 900 orang  jamaah Aisyiyah yang hadir dari seluruh wilayah Seyegan ini terlihat didominasi pakaian bernuansa merah putih.  “Pengajian kali ini mengambil tema merah putih sebagai bentuk rasa nasionalisme jamaah Aisyiyah Seyegan di bulan kemerdekaan”, ungkap Hj. Sarju, Ketua PCA Seyegan dalam sambutannya.  Hadir sebagai pembicara Wakil Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman Hj. Sri Sumiyarsi, M.Pd.I menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam mengisi kemerdekaan di antaranya perempuan berperan sebagai ibu dari anak-anaknya, pendamping suaminya, dan juga sebagai ibu dari masyarakat. Dalam memaknai kemerdekaan tidak lepas dari kemerdekaan dalam menyembah Allah, sebagaimana termaktub dalam Al Qur’an surat Adz Dzariyat ayat 56 yaitu Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada Allah. PCA Seyegan juga selalu bekerjasama dengan lembaga lain, termasuk dengan LAZISMU Seyegan. Salah satu agenda yang dimasukkan dalam rangkaian pengajian Jumat legi kali ini yaitu Pentasarufan Dana Pendidikan dari LAZISMU Seyegan untuk murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA). Ketua LAZISMU Seyegan, H. Wahyu Purhantara menyampaikan bahwa di bulan kemerdekaan ini LAZISMU mentasarufkan dana pendidikan dalam bentuk Subsidi SPP untuk murid TK ABA dengan total dana yang disalurkan Rp.10.220.000,- diterimakan kepada 37 murid dari 12 TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) yang ada di Seyegan. “Harapan kami dengan subsidi SPP ini tidak ada lagi murid yang menunggak pembayaran SPP sehingga operasional sekolah bisa tetap berjalan” tambahnya .  Acara Pengajian Jumat Legi yang menjadi program Majelis Tabligh dan Ketarjihan PCA Seyegan ini selalu mendapatkan respon positif dari jamaah, terbukti banyaknya jamaah yang hadir.  Ditambah dengan adanya Bazaar murah dari UMKM binaan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PCA Seyegan yang menyediakan berbagai macam olahan makanan yang bisa menjadi pilihan oleh-oleh pulang dari pengajian.  (Dhian Navitri/PCA Seyegan) Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading