10 Stand PDM Sleman Siap Meriahkan Muhammadiyah Jogja Expo #4 2025

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) ke-4 kembali digelar sebagai hajatan besar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2025. Acara yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) pada 12-14 September 2025 ini menjadi ajang inovasi dakwah dan syiar Muhammadiyah dalam membangun ekosistem dakwah yang progresif dan inklusif. MJE tidak hanya menampilkan produk-produk unggulan UMKM warga Muhammadiyah, tetapi juga menjadi wadah bagi program-program unggulan dari jamaah cabang, ranting, dan masjid. Khusus untuk wilayah Kabupaten Sleman, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman melalui koordinasi Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Masjid (LPCRPM) telah menyiapkan 10 stand yang akan menampilkan berbagai potensi terbaik dari cabang, ranting, dan masjid unggulan. Menurut US Prawoto S.Ag, Ketua LPCRPM PDM Sleman, “Kesepuluh stand tersebut terdiri dari PCM Prambanan, PCM Minggir, PCM Kalasan, PCM Berbah, PCM Godean, PCM Sleman, PRM Margakaton, PRA Perumnas CC, PRA Sumberarum, dan Masjid Al Kautsar Mrincingan Seyegan.” Ia menambahkan, “Kami mengajak seluruh warga Muhammadiyah di wilayah Sleman untuk berbondong-bondong menghadiri perhelatan MJE dan mengunjungi stand PDM Sleman nomor 41 sampai 50.” Prawoto menegaskan bahwa keikutsertaan PDM Sleman dalam MJE #4 ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antar elemen Muhammadiyah di tingkat daerah. “Melalui stand-stand ini, kami ingin menunjukkan keberagaman dan kekuatan dakwah Muhammadiyah yang tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat,” ujarnya. Muhammadiyah Jogja Expo sendiri merupakan event tahunan yang telah menjadi agenda penting PWM DIY dalam memperkuat jaringan dakwah dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga Muhammadiyah. Selain pameran produk UMKM, MJE #4 juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti seminar, talkshow, hiburan budaya, dan presentasi produk unggulan. Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menarik ribuan pengunjung dari berbagai kalangan. Dengan persiapan matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, PDM Sleman optimis bahwa kehadiran mereka di MJE #4 akan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Muhammadiyah di DIY. “Kami siap menyambut dan melayani pengunjung dengan berbagai produk dan program unggulan yang kami bawa,” pungkas US Prawoto. Rep US Prawoto S.Ag LPCRPM PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Gelaran Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) ke-4

MJE #4: Acara Tiga Hari Penuh Inspirasi dan Hiburan Yogyakarta, 10 September 2025 – Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) ke-4 akan segera digelar mulai Rabu, 10 September 2025. Proses loading in peserta dimulai pukul 07.00 WIB pada tanggal 10 September hingga Jumat, 12 September pukul 07.00 WIB. Peserta pameran wajib menggunakan Loading Pass untuk akses masuk selama proses loading in. ID Card peserta pameran akan diberikan saat loading in dengan ketentuan dua ID Card per booth. Berikut jadwal lengkap kegiatan MJE #4 yang berlangsung selama tiga hari: Hari Pertama – Jumat, 12 September 2025 Hari Kedua – Sabtu, 13 September 2025 Hari Ketiga – Minggu, 14 September 2025 MJE #4 menjanjikan rangkaian acara yang kaya akan edukasi, budaya, dan hiburan. Seluruh masyarakat diundang untuk hadir dan meramaikan acara ini.

Loading

Milad ke 17 SMK Muhammadiyah Gamping Bangun Masjid Baru

Gamping, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah Gamping menyelenggarakan Pengajian Taman Surga dalam rangka Milad ke-17 sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baabul Ilmi tahap I, pada hari Sabtu, 6 September 2025 bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1447 H. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah ini dimulai pukul  07.00 WIB dan dihadiri lebih dari 400 orang jamaah. Kepala SMK Muhammadiyah Gamping, Asarika Fajarini, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jamaah yang hadir. “Alhamdulillah, kami bersyukur atas usia SMK Muhammadiyah Gamping yang telah menginjak 17 tahun. Terimakasih atas kehadiran dan doa bapak-ibu jamaah. Kami memohon dukungan, baik moril maupun materiil, khususnyadalampembangunan Masjid Baabul Ilmi yang memerlukan dana sebesar Rp 984.750.000. Semoganiatbaikinimendapatridha Allah SWT,” ujarnya. Lebih lanjut disampaikan  bahwa sekolah telah membuka pendaftaran peserta didik baru gelombang inden tahun ajaran 2026/2027. Pengajian diisi tausiyah oleh Ustadz Drs. H. Hamdan Hambali, Wakil KetuaPimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, yang mengajak jamaah untuk turut berperan aktif dalam pembangunan masjid. “Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat. Oleh karena itu, mari kita sisihkan sebagian rezeki kita sebagai amal jariyah. InsyaAllah setiap rupiah yang kita keluarkan akan mengalir pahalanya hingga akhirat,” tegasnya. Pada kesempatan tersebut, panitia mengumumkan bahwa telah terkumpul donasi awal sebesar Rp 45.314.000 dari jamaah dan para donatur. Bagi masyarakat yang berkeinginan menyalurkan infaq dapat melalui: Bank BPD DIY Syariah No. Rekening: 806 211 000836a.n. Mushola SMK Muhammadiyah Gamping. Acara ditutup dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baabul Ilmi sebagai symbol dimulainya proses pembangunan. Selain itu, panitia juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis serta servis sepeda motor gratis bekerjasama dengan Yamaha Sumber Baru Motor, yang mendapat apresiasi tinggi darimasyarakat. Rep Dwi Sumartono Gamping Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Peran MDMC DIY dan FORPAM Sleman Siapkan Dukungan Kesehatan dan Ambulans Antisipasi Pergerakan Massa 1 September 2025

Yogyakarta,  Pdmsleman.or.Id Menyambut aksi damai yang direncanakan berlangsung pada tanggal 1 September 2025, berbagai pihak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan koordinasi intensif untuk mengantisipasi pergerakan massa. Salah satunya adalah rapat posko dukungan kesehatan yang digelar di kantor Dinas Kesehatan DIY pada 31 Agustus 2025, pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Dalam rapat tersebut, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC/  Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) DIY) diminta menyiapkan tim kesehatan yang siap siaga selama aksi berlangsung. Menurut Fauzi salah satu pengurus MDMC menyampaikan dalam rapat tersebut, “MDMC diminta menyiapkan tim kesehatan dengan peran strategis, termasuk rumah sakit rujukan di wilayah kota, Bantul, dan Sleman, serta tim evakuasi dan EMT (Emergency Medical Team) yang lengkap dengan obat-obatan,” ujarnya. Sedangkan Rumah sakit rujukan yang disiapkan meliputi PKU Kota, PKU Gamping, PKU Bantul, dan PKU Sleman. Selain itu, MDMC juga menyiapkan 10 armada ambulans dan 10 personil pengendali operasi posko induk yang berlokasi di Kepatihan. Pos kesehatan akan didirikan di tiga titik strategis, yaitu Hotel Garuda, Hotel Ibis, dan Kepatihan. Apel petugas dijadwalkan pukul 08.00 WIB di Kepatihan. Seluruh kegiatan posko dukungan ini berada di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dan Dinkes DIY. Untuk mengoptimalkan koordinasi, Demit SAR Muh selaku koordinator tim MDMC ditunjuk secara resmi. Selain itu, rapat koordinasi juga melibatkan FORPAM Sleman, Ambulancemu, dan MPKU. FORPAM Sleman bertanggung jawab menyiapkan personil dan armada ambulans untuk standby di Polresta Sleman dan sebagai backup di Kepatihan serta DPRD DIY. “Penanggung jawab FORPAM Sleman adalah Darojat NA, dengan Sigit Y sebagai koordinator lapangan,” jelas Komandan FORPAM Sleman, H. Darojat. FORPAM Sleman menginstruksikan seluruh titik layanan (TL) ambulans di Sleman untuk mengikuti arahan dari MDMC PWM DIY dan berkumpul di Puskesmas Sleman bersama Dinkes Sleman. Apel bersama akan dilaksanakan pukul 07.00 WIB di Masjid Gede Sleman. Jalur komunikasi pergerakan TL akan dikoordinasikan  oleh koordinator lapangan. Dalam edaran resmi yang diterima redaksi, FORPAM Sleman menegaskan lima hal mendasar yang harus dipatuhi oleh seluruh petugas ambulans selama bertugas, yaitu Memakai dan membawa identitas diri seperti KTP, SIM, serta seragam FORPAM biru atau identitas TL, mengikuti arahan dari MDMC PWM, posko, kepolisian, dan TNI, menggunakan alat pelindung diri (APD) standar, termasuk helm, sepatu, celana panjang non-jeans, baju panjang, masker, kacamata, dan sarung tangan, membawa logistik dan perbekalan pribadi yang cukup serta memastikan kondisi armada dalam keadaan prima dan siap bertugas. Sigit Gita, korlap Ambulanmu Sleman, menambahkan, “Kami berkomitmen untuk bergerak satu komando dan siap memberikan pelayanan kesehatan serta evakuasi cepat selama aksi berlangsung. Keselamatan peserta aksi dan petugas menjadi prioritas utama kami.” Koordinasi yang matang antara MDMC, FORPAM Sleman, Dinkes DIY, dan BPBD DIY ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi pergerakan massa yang diperkirakan akan berlangsung damai namun tetap membutuhkan pengamanan dan dukungan medis yang optimal. Alhamdulillah antisipasi atas pergerakan massa kali ini tidak ada insiden yang berdampak dan dengan kesiapan yang terorganisir dan sinergi antar lembaga, aksi damai 1 September 2025 di DIY diharapkan berjalan lancar dan aman. #JagaJogja  #Jogjaaman #Aksidamai #JogjaIstimewa #MDMCDIY #Forpam #AmbulanMU

Loading

Tabligh Akbar dan Peletakan Batu Pertama Pondok Pesantren Al Hadharah Islamic Boarding School Ngentak Turi

Turi, Pdmsleman.or.Id Ahad, 31 Agustus 2025 / 8 Rabiul Awal 1447 Hijriyah sebuah sejarah lahir dengan diadakanyya rangkaian tabligh Akbar dan Peletakan Batu Pertama Pondok Pesantren Al Hadharah Islamic Boarding School (AHIBS) bertempat di Ngentak Bangunkerto Turi Sleman Yogyakarta.Gagasan pendirian pondok pesantren ini adalah untuk menjaga tradisi keilmuan Islam di Indonesia, dimana pesantren merupakan tempat yang sentral dalam melahirkan generasi terbaik zaman ini. Ditambahkan dengan tantangan pergaulan bebas dan ketergantungan kepada gadget menjadi alasan mendasar akan perlunya Pendidikan pesantren.Dalam tabligh Akbar pagi ini, taushiyah disampaikan oleh Ustadz H. Agus Taufiqurrohman, M.Kes., Sp.S., selalu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengapresiasi atas inisiasi pembangunan pesantren ini mengapresiasi atas inisiasi pembangunan pondok pesantren tersebut. Ia mendorong agar pondok itu bisa sesuai dengan ciri khas Muhammadiyah.Ketua PCM Turi Bambang Rahmanto menyampaikan bahwa pondok pesantren ini milik PCM Turi yang akan menjadi pusat keunggulan untuk pengembangan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK),”Hadir pula dalam kesempatan Sekretaris Daerah Sleman Susmiarto MM, Panewu Turi Joko Susilo MM, Dewan Pakar Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah, Prof. Suyanto beserta segenap tamu undangan sekitar 1.200 orang.H. M. Taufik, Lc., M.Pd selaku salah satu pendiri Pondok pesantren Al Hadharah Islamic Boarding School (AHIBS) Yogyakarta menyampaikan berharap hadirnya lembaga ini menjadi Lembaga Pendidikan Pesantren yang berkomitmen Membangun generasi Rabbani, berakhlak mulia dan berwawasan global.Pondok pesantren ini dibangun di atas tanah wakaf milik Giyat seluas 1203 m2 yang telah diserahkan kepada PCM Turi.Bersama tabligh Akbar dan Peletakan Batu Pertama ini, sekaligus peristiwa launching Penerimaan Santri Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 . Arief Hartanto

Loading

 Workshop Penguatan Kapasitas Pengurus dan Pengasuh LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah Sleman: Menjawab Tantangan Pengasuhan di Era Digital

Sleman,Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar workshop penting bertajuk “Penguatan Kapasitas Pengurus dan Pengasuh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Sleman.” Pada Sabtu 30 Agustus 2025 .  Kegiatan ini merupakan bagian dari program divisi Muhammadiyah Children Center (MCC) yang fokus pada penguatan pengelolaan panti asuhan di wilayah Sleman. Workshop berlangsung di kantor PDM Sleman dan dihadiri oleh para pengurus dan pengasuh LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ketua divisi MCC, Ahmad Zainal Fanani, S.Pd., MA, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan pengasuh dalam menghadapi berbagai problematika yang selama ini dihadapi oleh LKSA. “Penguatan manajemen dan pengasuhan menjadi kunci agar anak-anak asuh dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang,” ujarnya. Dalam sambutannya, Ketua PDM Sleman, AS. Ardhani, mengungkapkan sejumlah tantangan utama yang dihadapi oleh LKSA, antara lain Sarana dan prasarana yang masih terbatas, manajemen sumber daya manusia (SDM) dan keuangan yang perlu ditingkatkan, Problem pengasuhan yang kompleks, Tantangan tresshold alumni, yaitu bagaimana alumni panti dapat beradaptasi dan mandiri setelah keluar dari panti. Menurut Ardhani, pengurus dan pengasuh harus menjadi teladan dan solutif dalam menjalankan tugasnya. “Mereka harus mampu membangun mashlahah agar anak-anak asuh merasa bahagia dan mendapatkan perhatian yang layak,” tegasnya. H. Wahyu Purhantoro, MMmenyoroti perubahan signifikan yang dibawa oleh teknologi digital dalam pola asuh anak. “Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pola asuh anak. Orang tua dan pengasuh dihadapkan pada tantangan baru untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan baik di tengah arus informasi yang begitu deras,” jelas Wahyu. Ia menambahkan bahwa pola asuh positif di era digital menjadi kunci untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Beberapa tantangan pengasuhan yang dihadapi saat ini antara lain Kecanduan gadget., Kurangnya pengawasan orang tua, Cyberbullying, Grooming dan tracking serta Keamanan online anak-anak. Untuk mengatasi hal tersebut, Wahyu menyarankan agar pengasuh meningkatkan literasi digital dan menggunakan teknologi sebagai alat edukasi. “Pengasuh harus mengawasi aktivitas online anak-anak, membangun komunikasi yang terbuka dan positif, serta menjadi contoh dalam penggunaan gawai,” ujarnya. Lebih lanjut, Wahyu menekankan pentingnya manajemen kasus yang sistematis terhadap setiap anak secara periodik. Salah satu metode yang dianjurkan adalah asesmen, yang bertujuan untuk mengungkap dan memahami permasalahan, kebutuhan, serta potensi anak asuh. Dengan demikian, pengurus dan pengasuh dapat menyusun rencana dan tindakan yang tepat untuk mendukung perkembangan anak. Salah satu pembicara utama, Yuli Ernawati, S.Sos., dari Dinas Sosial Sleman, memberikan wawasan terkait Manajemen kasus pekerja sosial yakni “ proses terorganisir untuk menilai, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi layanan yang bertujuan membantu individu dan keluarga mengatasi kebutuhan kompleks dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan “ Sementara itu, Fatimah, S.Pd., dari Divisi MCC MPKS PWM D.I. Yogyakarta, Perkuat pemahaman anak tentang akidah dan syariat Islam. Ini menjadi benteng agar anak dapat mengenali konten yang sesuai dan menyaring pengaruh negatif mediasosial. Ketua MPKS Sleman, Workshop ini menjadi momentum penting bagi pengurus dan pengasuh LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah Sleman untuk memperkuat kapasitas mereka dalam menghadapi tantangan pengasuhan modern. Dengan dukungan dari MPKS PDM Sleman dan divisi MCC, diharapkan pengelolaan panti asuhan Miuhammadiyah di Sleman semakin profesional dan mampu memberikan lingkungan terbaik bagi anak-anak asuh. Rep  Yu Poer Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Jejaring AmbulanMU Sleman dan RS PKU Muhammadiyah Sleman Tingkatkan Penanganan Gawat Darurat dan Keselamatan Lalu Lintas

Sleman,Pdmsleman.Or.Id Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penanganan gawat darurat serta pemahaman tertib berlalu lintas, Ambulanmu Sleman bekerja sama dengan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sleman menggelar kegiatan pelatihan dan gathering yang berlangsung di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sleman pada Sabtu 30 Agustus .  Acara ini diikuti oleh para relawan ambulan dan tenaga medis yang mengenakan seragam FORPAM Sleman abu-abu biru lengkap dengan rompi wilayah dan identitas tim lapangan (TL). Direktur RS PKU Muhammadiyah Sleman, dr. Safiqulatif Abdillah, MMR., Sp.PA, yang diwakili oleh Manajer Pelayanan dr. Ihsan, menyampaikan komitmen rumah sakit dalam memberikan layanan kemanusiaan terbaik. “Ambulan merupakan garda terdepan dalam layanan kesehatan pra rumah sakit sehingga harus berdaya dan memiliki keilmuan yang mumpuni,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pihak rumah sakit akan memberikan pelatihan stabilisasi dan ambulasi pasien secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Sambutan dari FORPAM Sleman disampaikan oleh Ndan Darojat “ kami memberikan apresiasi tinggi kepada para relawan ambulan yang telah standby di titik aksi pada malam sebelumnya dan juga menyampaikan terima kasih atas undangan dan fasilitas yang diberikan oleh RS PKU Muhammadiyah Sleman, yang sangat mendukung kelancaran kegiatan ini”. Salah satu materi penting yang disampaikan dalam pelatihan adalah tentang keselamatan berkendara (safety driving) oleh Ipda Jarot Windarto dari Unit Kamsel Satlantas Polresta Sleman. Ia menekankan bahwa “biasanya kecelakaan berawal dari pelanggaran,” sehingga penting untuk menjunjung tinggi etika berlalu lintas. Ipda Jarot juga menjelaskan berbagai jenis sirine yang digunakan ambulan, antara lain sirine Hi-Lo untuk menjemput pasien, yelp 1 untuk membawa pasien dalam kondisi stabil, yelp 2 untuk pasien urgent, dan sirine panjang yang digunakan saat membawa jenazah. Selain itu, Gugun dari Jasa Raharja Kanwil DIY memberikan informasi penting mengenai titik rawan kecelakaan di wilayah DIY, yang paling tinggi berada di daerah Depok.  Ia juga menyampaikan bahwa biaya ambulan dari tempat kejadian perkara (TKP) ke rumah sakit maksimal sebesar Rp 500.000,- akan dicover oleh Jasa Raharja dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat yang membutuhkan layanan ambulan dalam kondisi darurat. Materi terakhir disampaikan oleh dr. Briliant dari RS PKU Muhammadiyah Sleman yang membahas teknik stabilisasi pasien dan penilaian jalan nafas. Penanganan yang tepat pada tahap awal ini sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa pasien sebelum tiba di rumah sakit. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis para relawan dan tenaga medis, tetapi juga memperkuat sinergi antara Ambulanmu Sleman dan RS PKU Muhammadiyah Sleman dalam memberikan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan aman. Dengan pelatihan berkelanjutan dan pemahaman tertib berlalu lintas, diharapkan angka kecelakaan dan kesalahan penanganan pasien dapat diminimalisir. Sebagai garda terdepan dalam layanan kesehatan pra rumah sakit, ambulan dan relawan harus selalu siap dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Kegiatan seperti ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional dan humanis di Sleman. Rep  : Juang Mahrom AmbiulanMU Tempel Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading