Hak Siswa, PDM Sleman Tak Izinkan Sekolah Menahan Ijazah

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah berkomitmen kuat untuk berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa membedakan latar belakang. Komitmen ini direalisasikan dengan mengelola ribuan institusi pendidikan, mulai dari tingkat paling dasar hingga perguruan tinggi, yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memiliki ratusan sekolah Muhammadiyah dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, hingga Pendidikan Menengah.  Menanggapi berbagai kasus penahanan ijazah yang terjadi di sekolah-sekolah, baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman mengadakan sosialisasi terkait peraturan-peraturan yang melarang penahanan ijazah siswa serta tindakan diskriminatif terhadap siswa yang orang tuanya belum melakukan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Pada Selasa, 14 Oktober 2025 diselenggarakan sosialisasi larangan penahanan ijazah siswa pada forum Badan Koordinasi Sekolah (BKS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman di SMP Muhammadiyah Turi. Selanjutnya pada Rabu, 15 Oktober 2025 sosialisasi yang sama diselenggarakan pada forum BKS Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman di RTG Gumuk Sikuneng. Kedua forum tersebut dihari oleh Kepala Sekolah.  Adapun sosialisasi disampaikan oleh Ari Wibowo yang merupakan Ketua Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) PDM Kabupaten Sleman. Dalam sosialisasinya Ari menyampaikan bahwa larangan penahanan ijazah siswa terdapat dalam beberapa peraturan antara lain Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 58 Tahun 2024 tentang Ijazah Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2022 tentang Spesifikasi Teknis dan Bentuk, serta Tata Cara Pengisian, Penggantian, dan Pemusnahan Blangko Ijazah Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2021/2022, serta Perda DIY Nomor 10 Tahun 2013 tentang Pedoman Pendanaan Pendidikan.  “Menahan ijazah siswa dan membatasi akses fasilitas lainnya seperti ujian atau raport hasil studi, tidak boleh dilakukan terhadap siswa hanya karena orangtuanya belum membayar SPP. Pembayaran SPP itu kewajiban orangtua kepada sekolahan, sehingga tidak bisa dibebankan kepada siswa yang memiliki hak untuk mendapatkan akses pendidikan sebagaimana siswa lainnya,” ujar Ari yang juga merupakan Dosen di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia. Ia menambahkan, dalam Perda DIY Nomor 10 Tahun 2013 terdapat sanksi administratif dan sanksi pidana yang diancamkan kepada satuan pendidikan dan pengelola satuan pendidikan. Selain itu, ada potensi dikenakan ketentuan Pasal 372 KUHP yang mengatur tindak pidana penggelapan.  “Sekolah yang sekarang masih menyimpan ijazah siswa, sebaiknya segera memanggil orangtua walinya untuk mengambil. Silakan sambil ditagih untuk melunasi SPP, boleh diangsur, tetapi bukan sebagai syarat pengambilan ijazah,” sarannya. Sosialisasi ini sebagai wujud komitmen PDM Kabupaten Sleman untuk memberikan akses pendidikan kepada siswanya tanpa diskriminasi khususnya siswa yang belum mampu membayar SPP. Sosialisasi di BKS SD/MI dibuka oleh Ketua PDM, H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., dan dihadiri Sekretaris PDM, H. Arif Mahfud, S.Ag.,M.S.I. dan Majelis Dikdasmen PDM, Drs. Suyono, M.Pd. Rep : DR.  Ari Wibowo S.H.I., S.H., M.H  Ketua Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) PDM Kabupaten Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PRM Margokaton Seyegan Sleman Masuk Daftar Finalis CRM Award VI Tahun 2025

Sleman, Pdmsleman.Or.Id PDM Sleman menunjuk PCM Kalasan, PRM Margokaton Seyegan, dan Masjid Al Barokah Pakem untuk mengikuti seleksi Nominasi CRM ( Cabang Ranting Masjid ) Award VI yang digelar LPCR PM PP Muhammadiyah tersebut. Dalam kesempatan Pengajian Hari BerMuhammadiyah PDM Sleman di Masjid Agung Dr. Wahidin Soedirohoesoedo, Sekretaris PDM sleman dalam sambutannya mewakili Ketua PDM Sleman menyampaikan doa dan harapannya, “PDM Sleman mendorong Cabang Kalasan, Ranting Margokaton Seyegan, dan masjid Al Barokah Pakem untuk dapat menyusul prestasi Cabang Prambanan, Cabang Minggir dan Ranting Nogotirto, menjadi juara di ajang CRM Award VI, tanggal 14 – 16 November 2025, di Banjarmasin. Mohon doa dari bapak dan ibu semua”.  Tiga utusan tersebut berikutnya pada hari ahad, 12 Oktober 2025 telah mengikuti seleksi bagi Cabang, Ranting dan masjid Unggul utusan dari Wilayah Jawa Bagian Timur, yaitu Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Pada seleksi tersebut PWM DIY mengirimkan 15 utusan, terdiri dari 5 Cabang, 5 Ranting dan 5 Masjid yang merupakan perwalikan dari 5 PDM di DIY. Selasa 14 Oktober 2025, Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan finalis nasional untuk ajang bergengsi Cabang Ranting Masjid (CRM) Award VI. Dalam surat keputusan yang dirilis LPCR PM PP Muhammadiyah PRM Margokaton sebagai salah satu utusan PDM Sleman berhasil masuk daftar finalis CRM Award VI tahun 2025 dan akan bersaing dengan 14 ranting unggulan dari seluruh Nusantara. PRM Margokaton akan menyusul 3 unggulan lain dari Sleman (PCM Minggir, PCM Prambanan dan Ranting Nogotirto yang tahun sebelumnya berhasil menjadi juara di ajang CRM Award untuk mengikuti CRM Award VI di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan finalis nasional untuk ajang bergengsi Cabang Ranting Masjid (CRM) Award VI. Sebanyak 45 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), dan Masjid Unggulan berhasil lolos dan akan memperebutkan gelar terbaik. Keputusan finalis ini tertuang resmi dalam Surat Keputusan LPCRPM PP Muhammadiyah Nomor 363/KEP/I.15/B/2025 tentang Finalis PCM, PRM, dan Masjid Unggulan Cabang Ranting Masjid Award VI. Proses penjurian yang ketat telah berlangsung secara bertahap pada tanggal 3, 7, 8, 9, dan 12 Oktober 2025. Hasil dari proses penilaian tersebut kemudian disahkan melalui rapat pleno LPCRPM yang digelar pada 13 Oktober 2025 di Yogyakarta. Penilaian ini berpegangan pada kriteria Cabang, Ranting, dan Masjid unggulan yang sebelumnya telah ditetapkan melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LPCRPM tahun 2023. Berikut adalah daftar lengkap 45 finalis yang terbagi dalam tiga kategori utama: Finalis Kategori PCM Unggulan Finalis Kategori PRM Unggulan Finalis Kategori Masjid Unggulan Semoga PRM Margokaton dapat meraih prestasi sebagaimana 3 unggulan lain dari kabupaten Sleman. Reportase  Enkade PRM Margokaton Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

PCM Kalasan Kukuhkan Korps Mubaligh Muhammadiyah Kalasan

 Kalasan, Pdmsleman.Or.id PCM Kalasan mengukuhkan Korps Mubaligh Muhammadiyah Kalasan pada hari Sabtu pagi, 11 Oktober 2025 bersamaan dengan Pengajian Akbar yang diselenggarakan di Lapangan Bayen, Purwomartani, Kalasan dengan narasumber Prof. Dr. Ir. H. Sukamta, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Panewu, Kapolsek, dan Danramil Kapanewon Kalasan, KUA, Lurah Purwomartani, semua pengurus PCM, PRA, dan PRM, serta AUM, UMKM, dan masyarakat sekitar. Acara dimulai dengan membaca ayat suci Alquran oleh para santri TK ABA Duri, Purwomartani dibawah asuhan Ibu Yayuk Sri Wahyuni, berturut-turut melantunkan surat Al-Fil, Al-Ma’un, dan Al-Humazah. Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi. dalam sambutannya menyatakan bahwa setelah digagas cukup lama akhirnya PCM Kalasan berhasil menginventarisasi kader Muhammadiyah yang potensial dalam wadah Korps Mubaligh Muhammadiyah Kalasan (KMMK). “Pengukuhan Korps Mubaligh Muhammadiyah Kalasan ini menjadi momen yang tepat untuk menginventarisasi dan mengkoordinasikan mubaligh Muhammadiyah Kalasan untuk mendukung dakwah Muhammadiyah yang mencerahkan dan mensejahterakan di wilayah Kalasan, “tegas Sunandar. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan SK PCM kepada Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah Kalasan, Haryadi, S.Ag. Sunandar menegaskan bahwa KMMK ini baru merupakan rintisan awal. Beliau berharap ke depan akan semakin berkembang dan semakin banyak yang bergabung dalam barisan KMMK sehingga mendukung aktivitas dakwah Muhammadiyah di Kalasan. Ketua KMMK, Haryadi, S.Ag., saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut yang akan dilakukan setelah pengukuhan adalah mengadakan rapat koordinasi, terutama dengan pengurus harian untuk memusyawarhkan hal-hal penting, mereinventarisasi anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah Kalasan berbasis ranting, dan selanjutnya mengadakan pelatihan untuk memantabkan dan menyamakan persepsi anggota KMMK. Tahun ini PCM Kalasan dipercaya oleh PDM Sleman dan PWM DIY untuk maju dalam lomba PCM Unggul tingkat nasional. Seleksi tahap pertama akan diselenggarakan pada tanggal 12 Oktober 2025 di UMS Surakarta. “Bismillah, mohon dukungan dan doa restu kepada keluarga besar Muhammadiyah Kalasan semoga dapat menambah pengalaman, wawasan, dan berkah, “ pesan Sunandar. PCM Kalasan akan terus mendorong dakwah yang mencerahkan dan mensejahterakan umat dengan mendorong semua majelis secara dinamis menjalankan fungsinya secara optimal. Prof. Dr. Sukamta dalam uraian pengajiannya mengangkat tema “Mantapkan hati ber-Muhammadiyah untuk meraih kehidupan yang berkah.” Wakil Ketua BPO PP Muhammadiyah ini menyoroti pentingnya segenap warga Muhammadiyah untuk meraih kehidupan yang berkah dengan memastikan bahwa hidupny harus bermakna, bermanfaat bagi kemaslahatan dirinya, keluarga, dan masyarakat sekitarnya sebagaimana tertuang dalam hadist nabi yang diriwayatkan oleh Tabrani yang artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Menurut Sukamta, ber-Muhammadiyah itu memiliki setidaknya mengandung pengertian, mengamalkan Islam dengan pikiran yang maju, rasional, dan berkemjuan; tidak hanya dakwah bilisan, tetapi juga dengan dakwah bil-hal yang mampu memberi solusi secara nyata kebutuhan dan problema umat. Menurut Prof. Dr. Sukamto, yang juga sebagai Ketua PCM Ngaglik ini, tanda-tanda orang yang sudah mantab dalam ber-Muhammadiyah, antara lain: (1) Teguh akidahnya, tidak mudah goyah oleh pengaruh-pengaruh aliran lain; (2) Aktif mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-hari; (3) Disiplin beribadah dan bersosial; (4) Tidak mudah terpana (ora gumunan), tidak mudah terkejut (ora kagetan), dan tidak senang pamer (ora dumeh); dan (5) Mengabdi tanpa pamrih. Dalam hadist nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dijelaskan bahwa sesungguhnya Alloh tidak melihat rupa dan hartamu, tetapi melihat hati dan amalmu. Karena itu, Sukamta mengajak kepada seluruh jamaah untuk senantiasa meneguhkan hati dalm ber-Islam untuk meraih kehidupan yang berkah. Rep : H. Sarno R. Sudibyo, M.Pd./ MPI PCM Kalasan

Loading

Sinergi Hijau Muhammadiyah Ngaglik: Launching Mosa dan Meca untuk GSSMu Ngaglik

Ngaglik, Pdmsleman.Or.Id Ahad pagi, 12 Oktober 2025, halaman Masjid Ahmad Dahlan, PCM Ngaglik tampak lebih ramai dari biasanya. Seusai kajian rutin Ahad pagi, para jamaah tak langsung beranjak pulang. Mereka tetap bertahan di halaman masjid, menyaksikan momen penting bersejarah bagi Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) Muhammadiyah Ngaglik: peluncuran Mosa (Motor Sampah), Meca (Mesin Pencacah), serta Drop Box Sampah. Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) Muhammadiyah Ngaglik yang berdiri sejak tahun 2023 hadirkan inovasi dan sinergi dalam hal pengelolaan sampah berbasis jamaah dan masjid.  Ketiga sarana baru itu menjadi simbol semangat baru dalam hal pengelolaan sampah yang lebih teratur dan bernilai. Mosa (Motor Sampah) merupakan hibah program aspirasi dari Ir. H Abdul Kadir MH, yang merupakan anggota DPRD Sleman sekaligus tokoh senior Muhammadiyah Ngaglik, sementara Meca (Mesin Pencacah) dan Drop Box Sampah merupakan hibah dari Paste Lab, perusahaan daur ulang yang telah berdiri sejak 2021 yang aktif mendorong ekonomi sirkular bagi masyarakat sekitar. Launching yang dimulai pukul 07.00 WIB itu diawali dengan sambutan dari perwakilan berbagai pihak. Nurul Asfiani sebagai Creative Associate Manager dari Paste Lab, menyampaikan alasan pihaknya memberikan hibah mesin pencacah dan drop box kepada GSS Muhammadiyah Ngaglik. “Program yang dijalankan GSS selaras dengan nilai dan visi kami di Paste Lab. Kami dengan hibah mesin pencacah ini, dapat meningkatkan nilai jual sampah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya. Paste Lab, yang selama ini aktif mendampingi komunitas pengelola sampah bagi masyarakat sekitar, melihat GSS Muhammadiyah Ngaglik sebagai salah satu mitra yang konsisten menjalankan gerakan peduli lingkungan dengan pendekatan berbasis jamaah. Dalam kesempatan yang sama, Abdul Kadir mengapresiasi GSS Muhammadiyah Ngaglik yang telah menginisiasi gerakan peduli lingkungan di wilayah Sleman, khususnya di wilayah Kapanewon Ngaglik. Ia menegaskan, persoalan sampah tidak bisa diserahkan hanya kepada pemerintah atau petugas kebersihan. Ia mengatakan, “Setiap individu berpotensi menghasilkan sekitar 0,75 kilogram sampah setiap hari. Maka, tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan ada di pundak kita semua. Saya berharap Motor Sampah (Mosa) dapat mengoptimalkan GSS memperluas jangkauan pengelolaan sampah di masyarakat” . Abdul Kadir juga berharap gerakan semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi cabang-cabang Muhammadiyah lain di Sleman, bahkan di Yogyakarta dan Nasional ujarnya. Sementara Ketua GSS Muhammadiyah Ngaglik, Hidayatul Mabrur, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan kedua pihak tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberadaan mesin pencacah akan meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan jamaah.“Jika sebelumnya sampah dijual begitu saja hanya sekitar dua ribu rupiah per kilogram, setelah dicacah bisa mencapai delapan ribu sampai sepuluh ribu. Artinya, hasil yang kembali (return) ke jamaah juga meningkat,” jelas Mabrur. Lebih dari sekadar urusan ekonomi, Mabrur menegaskan bahwa gerakan kecil ini berangkat dari semangat dakwah lingkungan, yang bercita-cita untuk membangun kesadaran kolektif di lingkungan masyarakat/jamaah, bahwa menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari amal solih yang bernilai ibadah. Sementara itu, Ketua PCM Ngaglik, Prof. Sukamto, dalam sambutannya mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi. Ia menegaskan, “atas nama PCM Ngaglik dan seluruh warga Muhammadiyah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kadir dan Paste Lab. Hibah ini menjadi langkah penting untuk memperkuat gerakan lingkungan yang sudah dimulai oleh GSS,” ujarnya. Acara kemudian ditandai dengan pemotongan pita oleh para perwakilan, disambut tepuk tangan hangat dari jamaah yang hadir. Motor Viar tiga roda yang telah dihias sederhana itu kemudian dikendarai mengelilingi halaman masjid, menandai dimulainya babak baru pengelolaan sampah berbasis jamaah di wilayah Ngaglik. Sejak awal dibentuk (tahun 2023), GSS Muhammadiyah Ngaglik terus berupaya menjadikan pengelolaan sampah sebagai sarana dakwah, pemberdayaan, dan pembentukan karakter lingkungan. Kini, dengan tambahan sarana berupa Mosa, Meca, dan Drop Box, gerakan ini harpaannya dapat menebar manfaat uang lebih luas—baik untuk kebersihan lingkungan, perubahan pola pikir, maupun peningkatan kesadaran ekologis warga Muhammadiyah juga masyarakat pada umumnya. Gerakan ini membuktikan, bahwa dari masjid pun bisa lahir inisiatif hijau yang memberi dampak besar. Dari sampah, tumbuh keberkahan; dari kepedulian, lahir peradaban yang berkemajuan. Kontak Media:Hidayatul Mabrur | 085703711762Ketua Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) Muhammadiyah Ngaglik.

Loading

Pertemuan Antar Cabang Majelis Pembinaan Kader Aisyiyah Zona Utara Sleman Bahas Penguatan Sistem Perkaderan tingkat Cabang dan Ranting. 

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman menggelar pertemuan antar cabang (PAC) se-Zona Utara pada Ahad, 12 Oktober 2025, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi, Ngablak, Bangunkerto, Turi.Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB ini mengundang seluruh anggota MPK PCA (Pimpinan Cabang Aisyiyah) dan PRA (Pimpinan Ranting Aisyiyah) dari wilayah Turi, Tempel, Pakem, dan Cangkringan.Ketua MPK PDA Sleman Waridil Khotimah, S.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sinkronisasi dan koordinasi perkaderan lintas jenjang sesuai sistem perkaderan ‘Aisyiyah. “Pertemuan ini diharapkan memperkuat pemahaman dan komitmen kader terhadap visi-misi perjuangan Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan,” ujarnya.Dalam sistem perkaderan yang telah dirumuskan MPK ‘Aisyiyah, perkaderan tidak hanya berfungsi sebagai proses regenerasi kepemimpinan, tetapi juga sebagai upaya membentuk kader yang memiliki kompetensi, integritas, dan semangat juang untuk menggerakkan organisasi, umat, dan bangsa. Pendekatan yang digunakan mencakup perkaderan Utama seperti Baitul Arqam dan pelatihan instruktur, serta perkaderan Fubgsional melalui Kajian, pembinaan keluarga sakinah, dan dakwah jamaah.Sementara itu, berdasarkan kurikulum Baitul Arqam yang digunakan dalam pembinaan kader, materi yang disampaikan tidak hanya menekankan ideologi Muhammadiyah dan Aisyiyah, tetapi juga mencakup kepemimpinan transformatif, manajemen konflik, kewirausahaan, hingga kecakapan digital. Dengan demikian, kader yang terbentuk diharapkan mampu menjawab tantangan zaman secara kontekstual dan progresif. Di zona Sleman Timur yang meliputi Ngemplak, Kalasan, Prambanan, Berbah pada hari yang sama juga diselenggarakan acara serupa.Sekretaris MPK PDA Sleman, Widayatun, S.Ag., M.Psi., menambahkan bahwa pertemuan zona ini juga menjadi sarana silaturahmi dan berbagi praktik baik antar cabang dan ranting, agar kegiatan perkaderan di setiap wilayah berjalan seragam dan berkesinambungan. “Kami ingin memastikan semangat kaderisasi tetap hidup di semua tingkatan, dari daerah hingga ranting,” ujarnya.Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meneguhkan komitmen kader perempuan ‘Aisyiyah di Sleman untuk terus berdakwah, berjuang, dan berkontribusi bagi masyarakat berkemajuan sesuai nilai-nilai Islam yang mencerahkan.Rep-Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Perjusa SD MUDA, Membangun Karakter Mulia Melalui Kebersamaan dan Kemandirian

Turi, Pdmsleman.Or.Id   SD Muhammadiyah Dadapan Turi guna membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, dan tangguh, menggelar kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) pada 10–11 Oktober 2025 di Bumi Perkemahan Pulewulung, Kecamatan Turi, Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid kelas 4 dan 5, didampingi para pembina Hizbul Wathan serta guru SD Muhammadiyah Dadapan. Suasana kemah tampak penuh semangat dan keceriaan sejak para peserta tiba di lokasi. Mereka berbaur dalam suasana kebersamaan, mendirikan tenda, dan menata peralatan kemah secara mandiri. “Tujuan utama kegiatan Perjusa adalah melatih kemandirian, kedisiplinan, dan kerja sama antar murid, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter Islami yang menjadi ciri khas sekolah Muhammadiyah,” ujar Drs. Sugeng Riyoto, dari Majelis Dikdasmen PCM Turi, saat ditemui di sela kegiatan. Selama dua hari perkemahan, para peserta mengikuti beragam kegiatan edukatif dan rekreatif, seperti upacara api unggun, jelajah alam, lomba yel-yel, serta pentas seni. Setiap kegiatan dirancang untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat kebersamaan di antara para murid. “Kami ingin anak-anak belajar langsung dari pengalaman. Mereka tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi juga melalui aktivitas yang menumbuhkan kepemimpinan dan rasa saling menghargai,” tambah Sugeng Riyoto. Salah satu guru pembina, Ramanda Syafiq, menuturkan bahwa kegiatan semacam ini menjadi sarana efektif untuk mengasah karakter siswa di luar ruang belajar. “Anak-anak sangat antusias. Mereka belajar bekerja sama, membantu teman, dan menyelesaikan tugas bersama. Ini pembelajaran berharga bagi pembentukan karakter mereka,” ujarnya. Kegiatan api unggun menjadi puncak acara, di mana para peserta menampilkan berbagai pentas seni dan yel-yel yang menggambarkan semangat kebersamaan. Sorak gembira dan tawa ceria mengiringi malam penuh keakraban tersebut. Kepala SD Muhammadiyah Dadapan Rahayu S S.Pd, dalam penutupannya, menyampaikan harapan agar kegiatan Perjusa menjadi tradisi tahunan sekolah. “Kami ingin terus menanamkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemandirian sejak dini. Melalui kebersamaan di perkemahan ini, anak-anak belajar arti penting kerja sama dan rasa syukur,” katanya. Kegiatan Perjusa SD Muhammadiyah Dadapan tahun ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi pendidikan, tetapi juga wahana pembentukan karakter menjadi generasi berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan masa depan. Rep Editor  Arief HArtanto MPI PDM SLeman

Loading

SD MBS Kembali Berjaya di Kancah Nasional, Ananda Sina Raih Juara 3 OSN IPS 2025

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id Tsaqiifsina Yodha Pribadi, atau akrab disapa Sina, murid kelas 6 SD MBS Prambanan (Jl. Piyungan Km.2, Marangan, Bokoharjo, Prambanan), berhasil menorehkan prestasi Juara 3 Olimpiade Sains Nasional (OSN) Cabang Ajang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Tingkat Pendidikan Dasar Nasional di Jakarta, Jumat (26/09/25). Kompetisi bergengsi yang diadakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini menjadi ajang unjuk kemampuan para pelajar terbaik dari seluruh Indonesia. Seleksi dimulai dari tingkat sekolah dan kabupaten/kota, dilanjutkan ke tingkat provinsi. Dari ribuan peserta, terpilih 115 murid di babak semifinal, hingga akhirnya 50 peserta terbaik melaju ke babak final di Jakarta. Ustazah Sri Lestari, S.Pd. selaku guru pembimbing bidang IPS SD MBS, turut berperan penting dalam mengarahkan dan memotivasi Ananda Sina. Beliau membangun komunikasi yang baik dengan murid dan orang tua, menyusun strategi belajar, serta menyiapkan materi dan latihan soal secara intensif. Dalam prosesnya, Ananda Sina pun menunjukkan ketekunan dan semangat belajar tinggi hingga akhirnya berhasil memperoleh kejuaraan. “Saya senang dan bangga bisa meraih medali di tingkat nasional. Terima kasih kepada orang tua dan para guru, terutama Ustazah Tari yang telah membimbing saya dengan sabar. Kuncinya adalah belajar konsisten dan banyak berlatih agar siap menghadapi setiap soal,” ujar Sina penuh rasa syukur. Ustazah Rizana Avida, ST., S.Pd., selaku Kepala SD MBS menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut. “Keluarga besar SD MBS mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih ananda. Kesuksesan adalah buah dari kerja keras dan ketekunan yang tidak akan mengkhianati hasil. Prestasi nasional ini merupakan langkah awal untuk menelurkan prestasi membanggakan lainnya. Bagi Ananda Sina, tetap rendah hati dan selalu semangat serta jadilah agen perubahan yang menginspirasi teman-teman meraih prestasi terbaiknya,” ungkapnya. Keberhasilan Ananda Sina menjadi bukti bahwa semangat belajar, ketekunan, dan dukungan dari orang tua serta sekolah dapat melahirkan generasi muda yang berprestasi dan berdaya saing tinggi. Melalui prestasi gemilang ini, SD MBS kembali mengukir kebanggaan dengan mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional. Rep : Noviana Widyaningrum, S.Pd. SD MBS Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Belajar Kepengasuhan Bayi FORPAMA DIY Kunjungi Panti Bayi Sehat

Bandung, Pdmsleman.Or.id MPKS PDM Sleman mengirimkan kafilahnya sebanyak 15 orang dari 8 panti yang dibina pada kegiatan studi tiru Forum Silaturahmi Panti Asuhan Muhammadiyah -Aisyiyah (FORPAMA) DIY yang dibawah naungan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY melaksanakan kunjungan Studi Tiru ke Pimpinan Cabang Muhamamadiyah (PCM) Sukajadi Kota Bandung, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu (04/10) bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sukajadi Kota Bandung. Adapun AUM yang dikunjungi adalah Panti Bayi Sehat Muhammadiyah Cabang Sukajadi. Sementara menurut Wahyu Purhantara selaku ketua MPKS PDM Sleman, “ diharapkan setiap panti dapat mencontoh pola manajemen panti, kepengasuhan kemandirian panti, pola-pola kerjasama antar Lembaga”. Hal Ini bertujuan lanjut Wahyu, yang juga menjadi kordinator bidang kelembagaan FORPAMA, panti-panti Muhammadiyah Aisyiah mampu mencerahkan dan memajukan umat. Dalam sambutannya ketua PCM Sukajadi, Rahmat Sanjaya menyampaikan ucapan selamat datang terhadap rombongan FORPAMA DIY “Kami ucapkan selamat datang kepada rombongan FORPAMA dari DIY, kehadiran bapak ibu merupakan  kebahagiaan bagi kami dan harapannya bisa menjadi sarana menguatkan ukhwah” tuturnya. PCM Sukajadi pada tahun ini mengikuti LPCR Award mewakili Kota Bandung “Kami sebenarnya merasa belum pantas mendapatkan kepercayaan ini karena masih perlu banyak pembenahan” ucapnya. Cabang Muhammadiyah Sukajadi memiliki 6 ranting Muhammadiyah, 2 sekolah Muhammadiyah, 2 Panti Muhahammadiyah termasuk panti bayi yang akan dikunjungi, Klinik Pratama, Surya Mart, dan beberapa Amal Usaha dibidang ekonomi lainnya “ Kami berkomitmen selalu berkonsolidasi dengan berbagai stakeholder, dan memiliki cita-cita Muhammadiyah Sukajadi Berkemajuan dan Unggul yang terejawantahkan dalam program terkait penguatan organisasi usaha dan amal usaha di Sukajadi” tambahnya. Wibowo Ketua FORPAMA menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti Studi Tiru sejumlah 50 orang “Peserta Studi Tiru ini kurang lebih 50 orang yang terdiri dari 25 Panti dengan perwakilan masing – masing  panti 2 orang” ungkapnya. Untuk meningkatkan kalitas pengasuh di Panti terdapat kelas FORPAMA. Wibowo berharap dengan adanya Studi Tiru ini peserta bisa mendapatkan informasi dan referensi terkait pengelolaan. Ferry Sopyan Kepala Panti Bayi Sehat Muhammadiyah menjelaskan terkait dengan profil singkat Panti tersebut, ia menjelaskan bahwa mereka merawat bayi yang baru lahir, anak yang terlantar, anak hasil hubungan diluar nikah dan lain sebagainya “Kami membesarkan dan merawat anak dari bayi sampai dewasa bahkan ada yang sampai menikah, nanti tergantung kondisi jika ada keluarganya yang mampu  merawatnya maka kami kembalikan anak tersebut” ungkapnya. Dalam menerima anak asuh tentunya melalui asessement terlebih dahulu yang dilakukan Tenaga Pekerja Sosial Profesional yang dimiliki oleh Panti Sehat Muhammadiyah “Kami dalam melakukan pengasuhan anak harus melalui assessment terlebih dahulu, jika anak tersebut belum diketahui orang tuanya maka akan dibuatkan akta kelahiran terlebih dahulu” tambahnya. Rep Wicak & Yu Poer

Loading

Kesehatan Jiwa dalam Islam Jadi Sorotan Kajian PCM Turi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi kembali menggelar Kajian Ahad Kliwon dengan tema “Kesehatan Jiwa dalam Islam” di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi, Ahad (5/10/2025).  Hadir sebagai narasumber  Dr. Djoko Santoso, M.Si., dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menyoroti pentingnya menjaga kesehatan jiwa dalam perspektif Islam. Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran oleh jama’ah oleh Guru TK Aisyiyah yang tergabung dalam IGABA Turi bersama sekitar 500 an jama’ah yang memenuhi Gedung Dakwah Turi di Ngablak. Dalam sambutannya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bambang Rahmanto menekankan bahwa kegiatan pengajian rutin ini bukan hanya sarana memperkuat keimanan, tetapi juga mempererat silaturahmi. “Kita bisa menghirup udara segar di Turi, berjamaah salat Subuh, dan kemudian bersilaturahim bersama di Gedung Dakwah ini. Insya Allah dengan silaturahim itu kita dibukakan pintu-pintu rezeki,” ungkapnya. Selain itu juga mengajak para jama’ah untuk bersama-sama beramal jariyah dalah satunya untuk kelangsungan AmbulanMU Turi yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat namun disisi lain memerlukan operasional yang cukup tinggi. Memasuki inti kajian, Dr. Djoko Santoso menjelaskan bahwa kesehatan jiwa memiliki kaitan erat dengan keimanan dan kebahagiaan. “Islam mengajarkan keseimbangan, bukan hanya fisik tetapi juga jiwa. Kesehatan jiwa tidak bisa dilepaskan dari bagaimana kita menjaga hubungan dengan Allah, dengan sesama, dan dengan diri sendiri,” terangnya. Menurutnya, kesehatan adalah nikmat yang sering kali terlupakan. “Coba bayangkan, ketika saudara kita sakit, mungkin tidak bisa hadir di sini. Maka ketika kita sehat, itu sudah menjadi rezeki yang luar biasa dari Allah,” tambahnya. Ia juga berpesan agar dalam setiap pertemuan sesama muslim cukup menanyakan kabar kesehatan. “Kalau ketemu itu pertanyaannya cuma satu saja: sehat, Bapak-Ibu? Itu sudah cukup,” ujarnya. Ia menambahkan, salah satu kunci kebahagiaan dalam hidup adalah menerima diri sendiri tanpa selalu membandingkan dengan orang lain. “Kalau kita ini masih banding-banding, maka sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa bahagia,” jelas Djoko. Dalam penjelasannya, Dr. Djoko mengaitkan konsep kesehatan jiwa dengan istilah qalbun salim dalam Alquran, yakni hati yang bersih dan selamat. “Allah menegaskan dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 88-89 bahwa yang akan menyelamatkan manusia di akhirat hanyalah hati yang sehat (qalbun salim). Ini menunjukkan bahwa kesehatan jiwa menjadi bagian penting dari kesempurnaan iman,” tegasnya. Arief Hartanto Turi   

Loading