KOKAM Berbah Gelar Pelatihan Damkar dan Gergaji Mesin, Tingkatkan Kapasitas Tanggap Darurat

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Bidang KOmando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) dan Search And Rescue (SAR) Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PC PM) Kapanewon Berbah menggelar pelatihan penanggulangan kebakaran dan penggunaan gergaji mesin (chain saw). Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 26 Oktober 2025 di SMK Muhammadiyah Berbah ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan teknis para relawan. Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman dimana acara dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti secara antusias oleh para anggota. “Kami menyelenggarakan acara teori dan praktek penggunaan gergaji mesin (senso) ini sebagai bentuk kesiapsiagaan ,” ujar Panca Septiana dari Bidang Kokam dan SAR PC PM Berbah kepada Arief Hartanto pada Senin pagi. Adapun sebagai pemateri pada kesempatan ini adalah Sutiyono dan Sutaryanto pengurus LPB Sleman dan juga penggiat kerelawanan yang sudah malang melintang dalam dunia kebencanaan baik di tingkat Sleman maupun nasional. “ Kegiatan ini menitikberatkan pada dua kompetensi utama yakni pertama, teknik pemadaman kebakaran yang mencakup prosedur standar penanganan awal insiden kebakaran dan kedua, pelatihan intensif penggunaan gergaji mesin, yang merupakan alat vital dalam operasi SAR,  terutama untuk membuka akses di lokasi bencana yang terhalang reruntuhan atau pohon tumbang” tutur Sutiyono. Pelatihan semacam ini dinilai krusial mengingat posisi strategis Kapanewon Berbah dan potensi risikonya. Dengan pembekalan keterampilan teknis ini, diharapkan relawan KOKAM dan SAR dapat merespon insiden dengan lebih cepat, efektif, dan aman. “ Kegiatan ini merupakan implementasi dari semangat fastabiqul khoirot, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan  yang terus digaungkan Muhammadiyah. Melalui pelatihan berkelanjutan, PC PM Berbah berkomitmen untuk mencetak relawan yang terampil dan siap diterjunkan dalam berbagai situasi darurat, sehingga kontribusinya bagi keselamatan masyarakat menjadi semakin nyata dan berdampak. Rep n Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Seleksi OlympicAD Tingkat SMP Muhammadiyah Se-Sleman Tahun 2025

Sleman,  Pdmsleman.Or.Id Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman menggelar kegiatan Seleksi Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) tingkat Kabupaten Sleman yang berlangsung di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan pada Senin, 27 Oktober 2025 dari pagi sampai siang. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan murid dari 25 (dua puluh lima) SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Kegiatan seleksi ini bertujuan untuk menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Sleman dalam ajang OlympicAD tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk tingkat nasional akan di gelar bulan Februari di Makassar Sulawesi Selatan. Adapun cabang lomba yang diikuti untuk tingkat SMP/MTs meliputi 21 cabang olimpiade terdiri dari 2 cabang mata pelajaran yaitu IPA dan Matematika serta 19 cabang non mapel olimpiade yaitu, tahfidz, tilawah, kaligrafi, fahmil Qur’an, pidato Bahasa arab, Bahasa Inggris, story telling, music akustik, musikalisasi puisi,  senam anak Indonesia hebat, Desain Poster, Dakwah digital, Film Indie, majalah sekolah, pembelajaran inovatif bagi guru serta best practice bagi kepala sekolah. Dalam sambutannya, hadir Wakil Ketua PDM Sleman Drs. H. Abdul Kasri didampingi Drs. Suyono, M.Pd dan Dra. Sri Maryani, M.Pd dari Majelis Dikdasmen PDM Sleman, menyampaikan bahwa OlympicAD merupakan wadah untuk menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat sekaligus mengasah potensi akademik dan religius siswa Muhammadiyah.  “Melalui OlympicAD ini, kita ingin melahirkan generasi unggul yang cerdas, berakhlak, dan memiliki semangat juang seperti Kiai Ahmad Dahlan, Selamat bertanding. Kalian semua murid terpilih, maksimalkan kemampuan dan kompetensi, jalan berprestasi terbuka lebar, manfaatkan kesempatan ini. Selamat berjuang!” ujarnya. Kegiatan seleksi untuk non mapel berlangsung dengan lancar dan penuh antusias. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya. Untuk mapel atau bidang akademik sudah dilaksanakan sebelumnya pada Sabtu, 18 Oktober 2025 dibagi 2 korwil yakni korwil barat di SMP Muhammadiyah 1 Minggir dan korwil timur di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan dengan system CBT untuk IPA dan Matematika. Panitia melibatkan dewan juri dari berbagai sekolah Muhammadiyah dan tokoh pendidikan di Sleman. Hasil seleksi dapat di download di sini. Para juara mendapatkan medali, piagam penghargaan dan tiket untuk maju ke OlympicAD tingkat DIY. Sementara itu, Ketua Badan Kerjasama Sekolah atau BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman, Hendro Sucipto, M.Pd  menyampaikan apresiasinya dan ucapan terimakasih kepada tuan rumah, panitia dan seluruh peserta. “Alhamdulillah penyelenggaran olympicAd se-Sleman berjalan sukses atas kerjasama semua sekolah, kami sampaikan selamat kepada semua prestasi yg di dapat. Kami bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan besar ini. Semoga peserta yang terpilih bisa membawa nama baik SMP Muhammadiyah se Sleman ke tingkat selanjutnya di D.I. Yogyakarta,” tuturnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat fastabiqul khairat terus tumbuh di kalangan pelajar, guru dan kepala sekolah SMP Muhammadiyah se- Sleman, menuju generasi berkemajuan yang berilmu dan berakhlak mulia serta berdaya saing sesuai semangat perjuangan K.H. Ahmad Dahlan sebagai inspirasi dalam berinovasi, berdakwah, dan berkontribusi bagi kemajuan umat dan bangsa. Bravo SMP Muhammadiyah se-Sleman. Bergerak, bersatu dan maju. Aamiin Rep  Wahdan Arifudin, S.Pd Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Wujudkan Sekolah Siaga Bencana, SD Muhammadiyah Mantaran Trimulyo Gandeng MDMC Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Mitigasi Gempa Bumi di SD Muhammadiyah Mantaran Trimulyo, Sleman, menggelar kegiatan edukatif bertajuk Mitigasi Gempa Bumi, Senin (27/10). Kegiatan ini menghadirkan Supriyanto, atau yang akrab disapa “Ndan Supri Semprit” bersama team ambulanMU Turi, dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Sleman, yang dikenal sebagai penggiat kerelawanan Muhammadiyah dari Cangkringan dengan pengalaman panjang di dunia kebencanaan, terutama dalam penanganan erupsi Merapi dan berbagai peristiwa nasional lainnya.Dalam paparannya, Supriyanto menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kesiapsiagaan sejak dini di lingkungan sekolah. “MDMC adalah lembaga penanggulangan bencana milik Muhammadiyah yang tidak hanya bergerak saat terjadi bencana, tetapi juga fokus pada edukasi, mitigasi, dan kesiapsiagaan masyarakat,” ujarnya.Ia memulai materi dengan pengenalan tentang bencana, mencakup berbagai jenis bencana seperti alam, nonalam, dan sosial. Menurutnya, pemahaman tentang bencana sangat penting agar masyarakat, terutama siswa, tidak panik saat terjadi peristiwa alam seperti gempa bumi. “Bencana tidak bisa dihindari, tapi dampaknya bisa diminimalkan jika kita siap,” tegasnya.Materi utama mengenai gempa bumi disampaikan dengan gaya yang interaktif. Supriyanto menjelaskan secara sederhana apa itu gempa, penyebab terjadinya, serta potensi dampak dan risiko yang bisa timbul. “Gempa bumi terjadi akibat pergerakan lempeng bumi. Dampaknya bisa berupa kerusakan bangunan, korban jiwa, hingga trauma psikologis. Karena itu, penting untuk tahu cara menyelamatkan diri,” jelasnya di hadapan para siswa dan guru.Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penyelamatan diri saat terjadi gempa. Para siswa diajak mempraktikkan langkah-langkah dasar seperti “drop, cover, and hold on”—menunduk, berlindung di bawah meja, dan bertahan hingga guncangan berhenti. Mereka juga diajarkan untuk segera menuju titik kumpul yang aman setelah situasi dinyatakan kondusif. Suasana simulasi berlangsung penuh semangat dan antusias.Usai kegiatan, dilakukan sesi evaluasi untuk meninjau kesiapan sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Dalam rekomendasinya, Supriyanto menyampaikan beberapa hal penting yang perlu ditindaklanjuti oleh sekolah. “Sekolah perlu memperbarui Tim Siaga Sekolah agar lebih responsif, memperbarui dokumen rekontingensi atau SOP penanggulangan bencana, serta memasang rambu-rambu kebencanaan seperti jalur evakuasi dan titik kumpul,” pesannya.Nur Hayati S,Ag, MM Kepala sekolah SD Muhammadiyah Mantaran menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan mitigasi semacam ini bisa dilaksanakan, terima kasih kepada MDMC PDM Sleman dan Ndan Supri atas ilmunya. Edukasi semacam ini sangat penting agar warga sekolah tangguh menghadapi bencana.Arief Hartanto KIM Kertomandiri Pendidikan Siaga Bencana

Loading

 ‘Aisyiyah Turi Gelar Musypimcab, Perkuat Peran Perempuan untuk Turi Berkeadilan

Turi,Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kapanewon Turi telah menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) I periode 2022-2027 di SMK Muhammadiyah 1 Turi pada Sabtu 25 Oktober 2025. Acara yang dihadiri oleh 76 orang perwakilan dari seluruh ranting, pimpinan cabang, dan lembaga ini bertujuan untuk mengevaluasi program serta menajamkan visi organisasi ke depan. Hadir juga dalam kegiatan ini unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi Drs. Bambang Rahmanto,  Panewu Turi  Joko Susilo, SP, M.Si, tokoh masyarakat, TNI, Polri, serta ortom Muhammadiyah seperti Nasyiatul ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Kokam Turi. Dalam pidato pembukaannya, Ketua PCA Turi, Sri Winarti, M.Pd., menekankan pentingnya momentum ini untuk bermuhasabah dan memperkuat komitmen. “Kita tidak hanya ingin menjadi organisasi yang baik, tetapi organisasi yang adil dan berkemajuan,” tegasnya. Musypimcab kali ini mengusung tema  “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan untuk Mewujudkan Turi Berkeadilan.” Perempuan berkemajuan adalah mereka yang maju dalam segala aspek, bebas dari diskriminasi, dan memiliki ciri beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, serta berpikiran terbuka. Sementara ‘berkeadilan’ berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya, tidak berat sebelah, dan memenuhi hak serta kewajiban setiap pihak. “Dalam konteks perempuan, berkeadilan berarti mengakui dan memenuhi hak-hak perempuan secara utuh sesuai syariat, baik hak dalam pendidikan, ekonomi, maupun peran publik,” jelasnya. Ia juga mengingatkan para kader bahwa amal di organisasi adalah investasi akhirat dan mendorong semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Secara rinci, Musypimcab ini mengulas capaian berbagai program unggulan PCA Turi. Di antaranya adalah  Pendampingan Mualaf  yang telah berjalan sejak 2018,  Pengajian Dhuafa  rutin setiap Jumat Legi yang disertai pembagian sembako, serta  Pembinaan Guru KB-TK ABA  untuk memantapkan ideologi. Tutur Eni Sulistyowati SE  salah satu panitia kepada Arief Hartanto pada Sabtu sore. Selain itu, berbagai majelis dan lembaga di bawah PCA Turi juga menunjukkan kinerja yang aktif. Mulai dari Majelis Tabligh dengan pengajian keliling, Majelis Kesehatan yang rutin mengadakan pemeriksaan, Majelis Kesejahteraan Sosial dengan penyantunan duafa dan disabilitas, hingga Lembaga Penanggulangan Bencana yang aktif dalam sosialisasi. Agenda musyawarah ditutup dengan tekad kolektif untuk terus berkontribusi nyata yakni menghadirkan Islam yang ramah, mencerahkan, dan memberdayakan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar ranting dan lembaga, sehingga ‘Aisyiyah Turi semakin dinamis dan mampu menjawab tantangan sosial di masyarakat.

Loading

Jangan Meremehkan Kebaikan Kecil, Pesan H. Sigit Warsito di Kajian Ahad Legi PRM Girikerto

 Turi, Pdmsleman.Or.Id Suasana Ahad pagi (26/10/2025) terasa hangat di Masjid Aisyah Ponosaran ketika PRM Girikerto, Turi, Sleman menghelat Kajian Ahad Legi yang rutin digelar setiap bulan, jamaah mendapatkan tausiyah penuh makna dari Drs. H. Sigit Warsito, M.A. dengan tema “Jangan Meremehkan Kebaikan Walau Kecil.” Dalam ceramahnya yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, Ustadz Sigit menegaskan pentingnya menghargai setiap amal kebaikan, sekecil apa pun bentuknya. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi: “Jangan meremehkan kebaikan yang kecil, meskipun hanya berbicara dengan wajah ceria. Itulah bagian dari kebaikan.” Menurutnya, Islam mengajarkan agar umatnya tidak menyepelekan perbuatan baik yang tampak kecil di mata manusia, karena setiap amal akan dicatat dan dibalas oleh Allah SWT. “Kita tidak tahu amal mana yang menjadi sebab seseorang masuk surga. Maka, jangan pernah remehkan senyum, sapaan, atau sedekah kecil,” ujarnya di hadapan jamaah. Ia juga mengingatkan agar tidak menyepelekan dosa, sekecil apa pun. “Orang kafir memandang dosa seperti lalat yang hinggap di hidung, dianggap remeh. Tetapi orang mukmin memandang dosa seperti duduk di bawah gunung, takut gunung itu runtuh menimpanya,” kata Ustadz Sigit, mengutip perumpamaan dari para sahabat. Dalam kehidupan sehari-hari, tambahnya, seringkali manusia menganggap enteng kesalahan, seperti mengambil barang kecil tanpa izin, meski milik keluarga sendiri. “Contohnya, mengambil rumput milik tetangga atau uang milik suami tanpa izin. Ini hal kecil, tapi bisa berdampak besar di sisi Allah,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keikhlasan dalam berbuat baik. Kebaikan tidak perlu diumbar atau diceritakan kepada orang lain. “Doa yang paling cepat dikabulkan adalah doa seseorang untuk saudaranya tanpa diketahui. Malaikat pun akan mendoakan kebaikan yang sama bagi yang berdoa,” tuturnya. Ustadz Sigit kemudian mengingatkan pesan Rasulullah SAW kepada para wanita muslimah agar tidak meremehkan pemberian tetangga, betapapun kecil nilainya. “Wahai para wanita muslimah! Janganlah salah seorang di antara kalian meremehkan tetangganya meskipun [pemberiannya] hanya berupa kaki domba,” (HR Bukhari dan Muslim). Ia menafsirkan hadits tersebut sebagai ajakan untuk menghargai niat baik dan ketulusan pemberi, bukan semata nilai barangnya. “Bagi yang memberi, mungkin itu sesuatu yang sangat berharga. Maka, hargailah pemberiannya, bukan bentuknya,” ujar beliau menutup ceramahnya. Kajian Ahad Legi PRM Girikerto ini menjadi momentum bagi jamaah untuk kembali menata niat dan memperkuat semangat berbuat baik, sekecil apa pun, dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa setiap amal akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Rep  Ir. Agus Nugroho Setiawan  PCM Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Muhamadiyah Aisyiyah Seyegan Terus Melangkah, Dari Optimalisasi Wakaf Hingga Komitmen Tangani Masalah Sosial

 Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Asiyiyah Seyegan menggelar acara Musyawarah Pimpinan Cabang   di SMK Muhammadiyah Seyegan pada Ahad (26/10/2025).  Rapat yang bertujuan mengevaluasi program yang telah berjalan dan merencanakan program kerja  mendatang ini diwarnai dengan sejumlah agenda. Salah satu poin penting yang dibahas adalah amanah pengalihan tanah wakaf dari Multazam kepada PCM Seyegan. “PCM Seyegan menerima amanah untuk pengalihan tanah wakaf dari Multazam ke PCM Seyegan, selanjutnya untuk pondok pesantren,” ujar Tri Subandi, M.Pd., selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Seyegan. Hal ini menjadi fondasi kuat bagi pengembangan lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah di wilayah Seyegan. Dalam kesempatan yang sama, para peserta rapat juga turut mendoakan dan berikan dukungan untuk keberhasilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Margokaton yang akan mewakili daerah dalam Lomba Cabang Ranting Masjid (CRM) tingkat nasional di Banjarmasin pada tanggal 14-16 November 2025 mendatang, sebagaimana disampaikan H. Wahyu Poer kepada Arief Hartanto pada Ahad sore. Ageng Wijaya, ME., selaku Panewu Anom yang hadir dalam rapat, menekankan bahwa Muspimcab menjadi penanda bahwa organisasi ini hidup, berkembang, dan bermanfaat. Ia berharap kolaborasi ke depan semakin dikuatkan. “Diharapkan ke depan PCM PCA Seyegan bersama stakeholder Seyegan yang lain ikut menangani masalah-masalah sosial ekonomi, seperti kemiskinan, stunting, peredaran miras dan napza, dan lain-lain,” tegas Ageng. Senada dengan hal tersebut, H. Nasirun, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), dalam paparannya menyoroti pentingnya perubahan paradigma organisasi. Ia menegaskan bahwa untuk maju, organisasi harus keluar dari kungkungan lokal (inward looking). “Organisasi jika ingin maju, maka harus keluar dari kungkungan lokal. Prinsip outward looking ini dilakukan sebagai terobosan dan menjadi pembuka pembaharu organisasi. Potensi PCM harus menjadi modal untuk berubah lebih baik,” jelas Nasirun. Lebih lanjut, Nasirun memberikan peringatan tentang bahaya stagnansi. “Selama organisasi hanya  inward looking , maka organisasi itu hanya ‘ uthak-uthek ’ di dalam saja, sehingga peluang dari luar tak mampu diraih,” imbuhnya. Rep : H. Wahyu Poer PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kajian Sabtu Sore PRM Sleman Salurkan Paket Bantuan Pendidikan LAZISMU Sleman Untuk 20 Anak

Sleman,Pdmsleman..Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Aisyiyah Sleman kembali menggelar agenda rutin Kajian Sabtu Sore (KSS) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ranting Sleman, Sabtu (25/10) ba’da ashar pukul 15.30 hingga 17.00 WIB. Kajian kali ini terasa istimewa karena diawali dengan penyaluran bantuan dana pendidikan dari Lazismu PCM Sleman bagi 20 anak yang membutuhkan. Ketua PRM Sleman, H. Muh Hasim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapannya agar bantuan ini dapat memberi manfaat nyata bagi penerimanya. “KSS sore ini cukup spesial dengan diawali penyaluran dana pendidikan dari Lazismu PCM Sleman. Semoga bermanfaat untuk membantu membeli perlengkapan sekolah,” ujar Hasim.Ia menambahkan, Lazismu PCM Sleman juga memiliki program sosial lain, seperti bantuan renovasi rumah, dan PRM Sleman dipercaya menyalurkan satu paket bantuan tersebut kepada warga yang membutuhkan. Usai penyerahan bantuan, acara dilanjutkan dengan kajian bersama Ustaz Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM., yang juga merupakan Ketua PCM Sleman. Dalam tausiyahnya, Prof. Zahrul menyampaikan pesan penuh motivasi kepada anak-anak penerima bantuan agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu. “Saya ingin anak-anak semua jangan pernah berhenti belajar. Dimanapun berada, kapanpun waktunya, manfaatkan kesempatan untuk menambah ilmu,” pesan Prof. Zahrul. Beliau juga berbagi pengalaman pribadinya dalam menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral (S3). Ia menekankan pentingnya disiplin waktu, rajin belajar, dan memilih lingkungan yang baik sebagai kunci keberhasilan. “Hikmah yang bisa kita ambil adalah bagaimana memanfaatkan waktu dengan baik, rajin, dan memilih lingkungan yang mendukung untuk belajar,” tambahnya. Anak-anak penerima bantuan hadir bersama orang tua mereka, yang tampak antusias mengikuti kegiatan ini. PRM Sleman berharap ke depan para orang tua tersebut semakin aktif mengikuti kegiatan dakwah dan kajian rutin di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ranting Sleman. Melalui kegiatan seperti Kajian Sabtu Sore ini, PRM dan PCA Sleman berupaya membangun budaya belajar dan semangat keislaman di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, agar tumbuh menjadi insan berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi umat. Rep  Rhomandika CN  Sleman Editor  Arief Hartanto  MPI PDM Sleman  

Loading

Kontingen MDMC Sleman Aktif Dalam Gelar Gladi Lapang MDMC DIY Siaga Erupsi Merapi, Wujudkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Lembaga Resiliensi Bencana Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (LRB PWM DIY) menggelar Latihan Gabungan dan Gladi Lapang Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Merapi pada 23–26 Oktober 2025 di Pakem, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kesiapan seluruh potensi relawan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah DIY dalam menghadapi situasi kedaruratan bencana, khususnya potensi erupsi Gunung Merapi dan bencana hidrometeorologi. Latihan gabungan ini merupakan rangkaian puncak setelah sebelumnya dilaksanakan berbagai pelatihan sektoral, antara lain Pelatihan Manajemen Posko, Pelatihan Manajemen Logistik dan Peralatan (LOGPAL), Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP), serta Diklat SAR Muhammadiyah DIY yang hingga kini masih berlangsung. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis dan koordinasi lintas klaster dalam sistem tanggap darurat Muhammadiyah. Sebanyak 176 peserta yang terdiri dari unsur relawan LRB PDM se-DIY, Fakultas Kedokteran UAD, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, Gamping, Sleman, Pakem, dan Cangkringan, RS AMC, RS UAD, RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede, Fresht UNISA, TBM UAD, Korps AD UAD, LLHPB PDA se-DIY, serta Ortom Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Ketua MDMC DIY, Indrayanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud keseriusan Muhammadiyah dalam memperkuat kesiapsiagaan dan aksi antisipatif menghadapi bencana. “Gladi lapang penanganan darurat bencana erupsi Merapi ini merupakan puncak rangkaian Latihan Gabungan Relawan Muhammadiyah DIY yang diawali dengan kick off pada 20 September 2025. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan penguatan kapasitas relawan lintas klaster mulai dari kesehatan, logistik, SAR, psikososial, hunian, komunikasi, hingga manajemen posko dan pos pelayanan,” ujarnya. Indrayanto menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi relawan Muhammadiyah DIY untuk memperkuat struktur dan sistem tanggap bencana yang terintegrasi. “Latgab ini menjadi tonggak pergerakan relawan dalam memperkuat tim-tim respon yang handal di tingkat daerah maupun provinsi. Ke depannya kami akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan pembentukan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah di tingkat wilayah serta memperkuat sistem tanggap terpadu di bawah semangat One Muhammadiyah One Response,” jelasnya. Kontingen Sleman Latgab MDMC DIY  menurut Nur Khairudin selaku ketua LRB MDMC Sleman menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung di Bhumi perkemahan Kwarpus HW. Kaliurang  Ngipiksari, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman Yogyakarta.  Dari LRB Sleman mengirimkan personal yang tergabung dalam klister SAR terdiri dari Rifqi Wahyu Saputra, Andriyanto,  M Ekhsan , Psikososial;  Harjanto,  R.Kunto Aji , Manajemen Posko ; Nurkhoirudin, Supriyana, Wahyu Dwi S , Rohmadi, Hari Kusnadi , Dapur Umum ; Sarjianto, Wahid Hudaya   sedangkan untuk Logistik ; M Ishom, Suti dengan tambahan 3 unit armada LAZISMU Sleman. Melalui latihan gabungan ini, LRB PWM DIY menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas relawan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana secara profesional, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas lembaga dalam Muhammadiyah ini diharapkan mampu memperkuat peran persyarikatan sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.  Rep MDMC DIY Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading