Muhammadiyah Berbah Gelar Pengajian Ahad Pagi Syawalan Dan Pamit Haji

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah  (PCM) Berbah menyelenggarakan Syawalan,  pengajian triwulan tiap Ahad Pagi dan pamit haji pada hari Ahad pon  6 April 2025 bertempat di gedung Serbaguna Kalurahan sendangtirto. Padukuhan Sribit, Sendangtirto, Berbah. Sleman, DIY  Hadir dalam pengajian  PCM Berbah, Ortom Muhammadiyah Berbah ( PCA, PCNA, PCPM,lPM Berbah). Lazismu, Ambulanmu, ketua PRM dan PRA Se-Cabang Berbah, Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Berbah (PKU, SMK , SMP, SD, Paud, TK ABA, LKSA Ukhwatul Aitam, Mart mu Kalitirto) Calon Jamaah Haji dan warga jamaah Muhammadiyah Berbah . Kegiatan  pengajian Syawalan diawali dengan  pembacaan  Ayat suci Al Qur’an dilanjut menyanyikan lagu Indonesian Raya,  Mars  Muhammadiyah dan Aisyiyah.  Wakil Ketua Bidang Tabligh PCM Berbah Dr. Dadi Nurhadi mewakili ketua PCM Berbah mengucapkan selamat datang pada pengajian Ahad pagi syawalan dan pamit Haji jamaah Muhammadiyah Berbah.Pengajian Ahad pagi merupakan sarana syiar dakwah PCM Berbah. Diambil pada Ahad pagi tiga bulan sekali pada hari Ahad Pon.“Sebenernya Aisyiyah Berbah sudah menyelenggarakan pengajian setiap Jumat Legi” ucap Dadi. Namun hari Jumat itu merupakan hari kerja sehingga menjadi kendala bagi yang masih aktif bekerja. Oleh sebab itu PCM Berbah memutuskan mengadakan pengajian pada hari libur Ahad pon pagi hari dari jam 06.00 sampai 07.300.” Harapannya kedua pengajian tersebut baik Jumat Legi dan Ahad Pon bisa berjalan beriringan sehingga syiar  dakwah Muhammadiyah berkembang bersama”. tambahnya. Ustadz Dr. Muh. Ikhwan Ahada, SAG,MA yang merupakan Ketua Pimpinan Wilayah  Muhammadiyah DIY menyampaikan bahwa umat Islam oleh Allah  SWT telah mendapatkan Tarbiyah atau pelatihan selama bulan Ramadhan. Pelantihan menjaga sholat, pelatihan tepat waktu puasa dari subuh sampai magrib, pelatihan sodakoh, berlatih sabar juga melatih banyak amal ibadah pada bulan puasa.“Namun kebanyakan dari kita tidak bisa berhasil lolos  pelatihan dari Allah pada bulan Ramadhan. Sehingga ketika selesai Ramadhan akan kembali pada rutinitas sebelum bulan Ramadhan” ungkap ustadz lkhwan. Adapun ciri ciri orang mendapatkan hikmah pelatihan dari Allah pada bulan Ramadhan bisa dilihat dari ibadah dan perilaku  keseharian . Orang yang mendapatkan hikmah bulan Ramdhan yang  pertama adalah lebih semangat beribadah dari pada sebelum bulan Ramadhan.Yang kedua lebih bisa menjaga hati dari perkara yang menjadikan penyakit hati.“Bila seseorang mengalami penyakit badan yang merasakan dampaknya adalah diri sendiri yang  bila sabar menerima sebagai penggugur dosa. Namun bila seseorang memiliki penyakit hati iri, sombong, pelit, yang merasakan dampaknya adalah orang lain” kata ustadz Ikhwan. Adapun ciri ketiga  adalah lebih banyak melakukan sodakhoh dan amal Soleh.Oleh Allah umat Islam  dilatih pada bulan Ramadhan untuk sodakhoh karena Fadilah sodakhoh bulan Ramadhan akan  mendapatkan 700 pahala .  “Namun Allah juga menjanjikan bahwa sodakhoh dibulan lain bisa mendapat 7 cabang kebaikan dan  pada setiap cabang akan muncul 100 kebaikan bahkan bisa lebih” tambah Ustadz. Adapun ciri yang ke empat adalah menjaga ukuwah berjamaah. Secara Ansih bahwa Islam berpegang kepada Al Qur’an dan hadis. Namun tradisi yang baik lebaran Idul Fitri merupakan momen yang pas untuk saling memaafkan dengan saling memberikan hadiah.“Namun ukuwah yang lebih tinggi lagi adalah ukuwah basariyah yaitu berbuat baik kepada semesta dengan cara menjaga kebersihan  lingkungan, tidak membuat kerusakan lingkungan sekitar” pungkas Ustadz lkhwan. Rep : Kusnadi KIM Berbah Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Mempertahankan Semangat Al-Qur’an Pasca Ramadan, Kajian Ahad Pagi Masjid Ahmad Dahlan Hadirkan Ustadz Dr. KH. Masyhuri

Ngaglik, Pdmsleman.Or.Id Pada Ahad 6 April 2025 Mengawali bulan Syawal dengan nuansa spiritual yang kental, Masjid Ahmad Dahlan yang berada di Ngetiran, Sariharjo, Ngaglik, Sleman menggelar Kajian Ahad Pagi bertajuk “Mempertahankan Semangat Al-Qur’an di Bulan Syawal dan Bulan Lainnya”. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Ustadz Dr. KH. Masyhuri, MBA., MM., yang juga dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Aqwamu Qila. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 06.00 hingga 07.00 WIB ini disambut hangat oleh jamaah dari berbagai wilayah. Meski Ramadan telah usai, semangat masyarakat untuk terus menggali nilai-nilai keislaman tampak masih menggelora. Dalam kajiannya, Ustadz Masyhuri menyampaikan pentingnya menjaga konsistensi dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sepanjang tahun, tidak hanya saat Ramadan. Ia menegaskan bahwa semangat Al-Qur’an yang telah dibangun selama bulan suci jangan sampai padam setelah Idulfitri. “Ramadan memang bulan turunnya Al-Qur’an, tapi semangatnya jangan berhenti di situ. Syawal adalah awal untuk membuktikan apakah kita benar-benar berhasil dalam pelatihan Ramadan,” ungkapnya dalam tausiyah. Lebih lanjut, beliau mengajak jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman harian, bukan hanya dibaca tetapi juga dijadikan sumber solusi atas berbagai persoalan kehidupan. “Banyak orang kembali ke rutinitas lama pasca-Ramadan. Padahal seharusnya, Ramadan itu menjadi titik balik. Kita harus istiqamah dengan amalan Qur’ani sepanjang tahun,” tambahnya. Acara ini dimoderatori oleh Pak Bas, yang dikenal aktif sebagai Bendahara DMI Kabupaten Sleman sekaligus pengurus DKM Ahmad Dahlan dan PCM Ngaglik. Dalam sesi pembuka, Pak Bas mengajak jamaah untuk menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah setelah sebulan penuh berpuasa. Kajian yang digelar oleh Dewan Kemakmuran Masjid Ahmad Dahlan PCM Ngaglik ini juga menjadi momentum silaturahmi Syawal antar warga dan jamaah. Selain mempererat hubungan spiritual, kegiatan ini mendorong partisipasi umat untuk turut berkontribusi dalam memakmurkan masjid melalui infak terbaik yang disediakan selama acara. “Ini bukan hanya tentang mendengarkan ceramah. Ini adalah pengingat bagi kita semua agar tidak menjadi hamba musiman—rajin hanya saat Ramadan, lalu kembali lalai di bulan-bulan berikutnya,” ujar salah satu peserta kajian. Dengan berakhirnya acara tepat pukul 07.00 WIB, para jamaah tampak antusias menyambut ajakan untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an di hari-hari setelah Ramadan. Kajian ini bukan hanya menjadi penutup akhir pekan yang penuh makna, tetapi juga pengingat akan komitmen spiritual yang tak boleh redup seiring berlalunya bulan suci. Repost Dmikab.sleman@wordpress.Com

Loading

Menipisnya Iman Akan Berpengaruh Pada Hilangnya Kejujuran Pada Diri Seseorang

Moyudan, Pdmsleman.Mu.Or.IdPelaksanaan Shalat Idul Fitri 1446 H serentak berlangsung pada Senin ( 31/3/2025 ). Salah satunya di Lapangan Sumbersari, Moyudan, Sleman.Shalat Id yang diikuti ribuan umat Muslim tersebut menghadirkan Imam dan Khatib H. Abu Hanifah Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM) Moyudan.Dalam khotbahnya Abu Hanifah mengutarakan bahwa setelah sebulan menjalankan ibadah Ramadhan semoga menjadikan kita kepada hamba Allah yang bertakwa. Takwa merupakan golongan umat yang paling mulia di sisi Allah.” Setelah Ramadhan usai, hendaknya kita senantiasa tetap teguh dan istiqomah di dalam kebaikan dan ketakwaan kapanpun dan dimanapun.” Papar Abu.Selanjutnya Abu mengutarakan bagi orang yang berpuasa dengan benar tidak mungkin menjadi pendusta, berlaku curang, menjadi pencuri, koruptor dan sebagainya. Rendahnya kejujuran menjadi keprihatinan, bahkan terjadinya krisis moral yang sedang melanda bangsa kita. Salah satunya adalah hilangnya kejujuran pada sebagian Anak bangsa.” Menipisnya iman akan mempengaruhi hilangnya kejujuran pada diri seseorang.” Imbuhnya.Abu juga menambahkan dan berharap agar lulusan Madrasah Ramadhan menumbuhkan pribadi yang bertakwa dengan karakter mulia yang dihiasi dengan kemuliaan akhlak.Selanjutnya Ia juga menuturkan bahwa diharamkan masuk neraka bagi 4 pribadi yang Hayin, layun, salin, dan qoribu minannas.” Hayin yaitu rendah hati, layin yaitu lemah lembut, sahlin adalah memudahkan urusan sesama, sedangkan qoribu minannas adalah dekat dengan manusia.” Jelas Abu.Di akhir khutbahnya Abu menyampaikan bahwa PCM Moyudan akan segera membangun gedung dakwah, yang membuka penawaran investasi yang tidak akan rugi. Dengan memberikan amal jariyah dan turut berpartisipasi dalam pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Moyudan.” Segera lakukan langkah nyata untuk kemajuan agama Islam di Moyudan, ingat janji Allah. Barang siapa memberikan pinjaman kepada Allah dengan pinjamam yang baik, maka Allah akan mengembalikan berlipat ganda pahala untuknya dan diberikan surga.” Pungkas Abu.( Giek/PCM Moyudan)

Loading

Himbauan Pelaksanaan Syiar Takbir Keliling PWM DIY

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Takbir di malam id hukumnya sunnah bagi setiap muslim. Takbir dapat dilaksanakan sendiri atau berjamaah, dapat dilaksanakan di rumah, di masjid, di mushalla, juga di jalan. Bisa dilaksanakan dengan duduk berdiam diri, jalan, atau dengan berkendara, baik darat, laut maupun udara.Di masyarakat Muslim di Indonesia kegiatanTakbir Keliling bukan sekedar kegiatan dengan nuansa syiar agama, tetapi juga nuansa seni budaya. Dalam Tanya Jawab Agama, Majelis Tarjih Muhammadiyah menjelaskanSyiar Takbir keliling yaitu membaca takbir dengan cara dikomando biasanya dilakukan dengan berjalan kaki atau berkendaraan keliling melewati kampung-kampung atau jalan raya. Takbir dengan cara ini memang tidak dijumpai hadits yang menerangkan seperti itu. Namun demikian, praktek membaca takbir dua hari raya, dapat ditemukan contohnya.Dalam Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari sbb: Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Abu Hurairah dan Ibnu Umar (tanpa sanad) bahwa keduanya pergi ke pasar, pada hari kesepuluh sambil membaca takbir dan orang-orang mengikuti takbir mereka. Hal yang demikian juga diriwayatkan oleh al-Bagawi dan al-Baihaqi, bahwasannya Ibnu Umar itu sebagai orang yang selalu memperlihatkan tuntunan nabi membaca takbir dari rumahnya sampai ke tempat shalat. Takbir Keliling yang dikumandangkan pada dua hari raya, di samping bermakna syukur pada hari yang penuh kegembiraan juga sekaligus syiar akan keagungan Allah. Untuk menjaga syiar dakwah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY menghimbau sbb: Pertama, Menjaga ketertiban selama pelaksanaan Takbir Keliling. KalauTakbir Keliling selalu memenuhi jalan raya, tetap diusahan memberi jalan kepada pejalanan yang dalam kondisi darurat. Koordinasi dengan pihak keamanan adalah upaya menjaga ketertiban dalam Takbir Keliling. Menjaga situasi dan kondisi agar tetap aman dan kondusif. Kedua, Suara takbir tetap menjadi syiar utama dalam Takbir Keliling. Walaupun ada maskot, gerak dan kostum dalam menyemarakkan takbir keliling. Tetapi syiar utama Takbir Keliling adalah suara Takbir yang dikumandangkan. Panitia Takbir Keliling perlu menekankan dalam Lomba Takbir Keliling nilai tertinggi pada suara takbir yang syahdu, merdu dan sesuai lafaz. Music jangan mengalahkan suara takbir. Ketiga, Perhatikan waktu takbir keliling. Jangan sampai Takbir Keliling berkhir dini hari. Banyak kejadian panitia dan peserta takbir keliling selesai lomba dini hari, pagi harinya bangun kesiangan dan tidak mengikuti sholat id. Sehingga menjaga waktu lomba Takbir Keliling agar selesai sebelum dini hari perlu dilakukan oleh panitia. Keempat, Dalam Takbir Keliling ada unsur seni budaya. Seni budaya adalah hasil dari rasa, karya dan karsa manusia dalam merasakan keindangan hidup. Seni Budaya dalam Takbir keliling tentunya yang sesuai dengan tuntunan Islam dan mengajak kepada kepada Allah SWT. Seni budaya dalam Takbir Keliling perlu menjaga aurat laki-laki dan perempuan, maskot tidak menjurus kepada kesyirikan dan tidak berlebihan dalam pembiayaan. Editor: Iwan Setiawan dan Arief  Hartanto

Loading