Tabligh Akbar Semangat Berjamaah, Muhammadiyah Sleman Targetkan Pembangunan Kantor PDM yang Representatif

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar acara Tabligh Akbar dan Penggalangan Dana di Atrium Shinta, Sleman City Hall (SCH), Sabtu (10/01/2026). Perhelatan yang menjadi rangkaian Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 ini dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum., serta jajaran tokoh Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Acara ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah nyata PDM Sleman untuk mewujudkan mimpi memiliki kantor pusat yang representatif. Saat ini, kantor PDM Sleman harus berbagi ruang di area Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sleman, yang kondisinya kian sempit akibat perkembangan layanan kesehatan. Direktur RS PKU Muhammadiyah Sleman, dr. Yoga Wiratama, menceritakan sejarah mengharukan di balik lokasi kantor saat ini. Pada tahun 2021, PDM Sleman dengan legowo mengikhlaskan lahan kantornya untuk pengembangan instalasi rumah sakit demi kepentingan layanan BPJS bagi warga Sleman. “Bapak-bapak PDM mengikhlaskan kantornya agar kebermanfaatannya lebih luas. Saat ini, PKU Sleman telah melayani belasan ribu pasien per tahun. Inilah saatnya kita membantu PDM untuk memiliki gedung sendiri yang layak,” ujar dr. Yoga. Ketua Panitia Penggalangan Dana, H. Nasirun, S.A.P., memaparkan rencana strategis pembelian tanah Unit 2 yang berlokasi di sisi barat. Lahan yang diincar berada di Jalan Jejamuran (diusulkan menjadi Jl. KH Ahmad Dahlan), tepat bersisihan dengan pengembangan RS PKU. “Sangat ironis, Sleman memiliki 154 Ranting, 79 SD, dan puluhan SMK hebat, tapi kantor PDM-nya untuk parkir saja susah. Kita menargetkan penggalangan dana tahap kedua ini untuk membebaskan lahan di sekitarnya agar kompleks Muhammadiyah Center Sleman bisa terwujud,” tegas Nasirun di hadapan para hadirin. Berdasarkan laporan, panitia telah berhasil mengelola dana sebesar Rp5,4 miliar pada tahap pertama untuk pembelian tanah dan gedung senilai Rp3,5 miliar. Kini, tantangan selanjutnya adalah membebaskan lahan tambahan dengan estimasi harga Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per meter persegi. Dalam sambutannya, H. Harjaka Ketua PDM Sleman menekankan bahwa kontribusi warga bukan sekadar masalah nominal, melainkan upaya membersihkan diri dari sifat bakhil (pelit). Panitia mulai mengedarkan brosur kesanggupan wakaf tanah, di mana warga diharapkan dapat menyumbang minimal 10 meter persegi atau semampunya. “Kami mengumpulkan Bapak/Ibu semua untuk memberikan sedekahnya agar kita bersih dari sifat bakhil. Kita sudah dipermudah dengan lokasi yang strategis di SCH, maka mari kita sambut dengan aksi nyata,” ajaknya. Dahlan Rais yang hadir sebagai pembicara inti memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat PDM Sleman. Kehadiran tokoh-tokoh dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) besar seperti UNISA, UMY, dan UAD diharapkan menjadi motor penggerak percepatan pembangunan ini. Merujuk kepada surat Saba ayat 13 ternyata kita akan menemukan jawaban yang lain. Dimana keluarga Daud untuk menunjukkan rasa syukurmu untuk membuktikan rasa syukurmu, Cuma sedikit orang-orang yang bersyukur dengan menunjukkan atau membuktikannya itu dengan amal. Kita buka tafsir. Maka semua mufassir sepakat maksudnya beramallah kamu itu ternyata beramallah kamu yang lebih baik. Berbuatlah kamu yang lebih baik untuk menunjukkan rasa syukurmu. Kalau kita merujuk kepada firman ini, maka bersyukur dengan alhamdulillahiabbil alamin itu benar. Dengan sujud syukur juga boleh. Tapi kalau kita sekali lagi merujuk kepada ayat tadi, ditunjukkan dengan berbuat lebih baik, ditunjukkan dengan beramal lebih baik. Muhammadiyah Aisyiyah bagai Sang Surya menyinari dunia tak harap kembali, karena akan dapat ganti dari Allah SWT dan perbuatan baik itu akan kembali kepada diri kita. Acara ditutup dengan sesi lelang tanah simbolis dan pengumpulan infak spontan. Dengan semangat gotong royong, Muhammadiyah Sleman optimis pusat dakwah yang megah di Bumi Sembada segera berdiri tegak, sejajar dengan kemajuan pendidikan dan kesehatan yang telah mereka torehkan.  #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Reportase Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Peran Muhammadiyah dalam Pembangunan  Produk Halal di Wilayah Kabupaten Sleman DIY Dalam Gelaran (MSE) # 1

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Jumat, 9 Januari 2026  dalam event MSE Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) # 1 di Sleman City Hall(SCH), Lembaga Pengkajian, Pengawasan dan Pendampingan Produk Halal (LP4H) PDM Sleman berkesempatan melaksanakan Talkshow  Ekonomi di kegiatan MSE #  1 dengan tema  Peran Muhammadiyah dalam Pembangunan  Produk Halal di Wilayah Kabupaten Sleman DIY dengan sub tema  Titik Kritis Produksi Kuliner Halal. Dalam event tersebut, tampil Ketua LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY , Drs. Sutarman, M.A. bersama Sekretaris H. Kurnia Widyadimulya, S. I. Komp.,MSc. Dipandu oleh moderator Ngudah dari SMK Muhammadiyah Turi. Ketua LP4H Sutarman memulai dengan menyampaikan berdasarkan Peraturan Bupati Sleman Nomor: 65 Tahun 2024 Tentang Percepatan Sertifikasi Halal Bagi Produk Usaha Miko Kecil Dan Menengah di Kabupaten Sleman DIY. Kapala Dinas Perindag Sleman melaunching proyek aksi perubahan melalui “Sinergi Sadar Halal ”  terbentuk kawasan Sektor Kuliner dan Industri Kecil Menengah (IKM), antara lain: Sentra Industri Halal Bakpiah Minomartani dan Jadah Tempe Kaliurang di wilayah Pemda Tk. 2 Sleman DIY.          LP4H PDM Sleman merupakan  satu-satunya lembaga yang sudah terbentuk di wilayah PWM DIY. BPJPH menetapkan implementasi kewajiban sertifikasi halal akan mulai  Tahun 2026 bulan November pemerintah mencanangkan wajib bersertifikat halal untuk  semua UMK di Wilayah NKRI, maka  BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) membentuk UPT. Balai PJPH di tiap Provinsi & Kabupaten.  Tahun 2026 Presiden Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto menetapkan  target dengan menyiapkan kuota 1,35 Juta Sertifikasi Halal Gratis bagi pelaku UMK (Usaha Mikro & Kecil) di seluruh Indinesia guna memperkuat hilirisasi produk UMKM dan perlindungan bagi konsumen muslim. Di akhir sesi,  Ketua LP4H PDM Sleman menjelaskan dari perspektif fiqih tentang pengertian  halal, haram dan subhat beserta contoh-contohnya. Sementara Sekretaris LP4H PDM Sleman H. Kurnia Widyadimulya, S.I. Komp., M. Sc lebih menyoroti tentang titik kritis produksi kuliner halal. Bahan yang halal, tetapi kalau dalam prosesnya ada hal yang haram, maka hasil olahan makanan tersebut bisa jadi haram. Contoh olahan ayam atau  bakar, ketika kuas yang dipakai tidak halal, maka ayam atau bebek bakar akan menjadi haram. Begitu juga dalam hal penyembelihan unggas, juga perlu diperhatikan betul, apakah penyembelih sudah bersertifikat halal atau belum. “Kita harus menjadi konsumen cerdas” katanya, “artinya sebagai konsumen ketika membeli makanan, pastikan di tempat yang terjamin kehalalannya”. Di akhir sesi  menyampaikan contoh salah satu usaha depo air minum isi ulang di wilayah Tirtomartani Kalasan Aquakita yang sudah memiliki sertifikat halal dari LPPOM MUI. Dalam usaha air isi ulang ini ada titik kritis pada bahan filter atau rang yang dipakai, harus terjamin kehalalannya. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Kontributor: Slamet Widada & Sutarman, Lembaga Pengkajian, Pengawasan dan Pendampingan Produk Halal (LP4H) PDM Sleman DIY Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengajian Jumat Legi Ustadz Jadiyo mengajak Jamaah Memperbaiki Aklaq  Mulia 

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Pengajian Jumat Legi  PCM dan PRM Berbah didukung oleh Lazismu Berbah PRM  diselenggarakan pada hari Jumat siang tanggal 9 Januari 2026 di Masjid An Nur Bercak, Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Pengajian yang sebelumnya disuguhi penampilan musik Angklung  SD Muhammadiyah Bulu dengan Kepala sekolah Endah Rahmawati SPd, MPd,  selain dihadiri ustadz  H. Jadiyo Utomo, SAg juga  dihadiri pimpinan dan pengurus PCM, PCA, PRM, Guru Karyawan TK, SD, SMP dan SMK , LAZISMU, PKU Muhamadiyah Berbah, takmir masjid An Nur serta ribuan jamaah warga  perserikatan Muhammadiyah Berbah. Ketua PCM Berbah H. Achmad Muhajir Hanifi  mengucap terimakasih atas kehadiran ustadz H. Jadiyo Utomo, SAg juga kepada jamaah yang hadir pada pengajian Jumat Legi.Bahwa PCM  dan PCA Berbah mempunyai agenda pengajian rutin setiap lapan pada Jumat Legi waktunya setelah ojamaah sholat Jumat sampai masuk sholat Ashar. Serta pengajian Ahad pagi dari jam 06 sampai  jam 07 setiap Ahad Pon. Kedua pengajian tersebut dilaksanakan dengan tempat bergantian .” Harapannya dengan kedua pengajian tersebut sebagai wadah mencari ilmu dan syiar dakwah perserikatan Muhammadiyah.” Ungkap Muhajir. Pada kesempatan tausyiah pengajian tersebut ustadz Jadiyo Utomo menyampaikan bahwa terdapat tiga hal yang  akan didapatkan ketika mengikuti pengajian atau tausyiah yaitu Aqidah yang lurus, ibadah yang tulus dan akhlaq yang bagus. Ketiga hal tersebut akan menjadi tujuan yang harus dijalani manusia dalam mencapai kebagian dunia dan akherat. Aqidah yang lurus serta ibadah yang tulus merupakan bentuk amalan yang hanya dapat dirasakan oleh pribadi  manusianya sendiri yang berhubungan langsung  dengan pencipta Allah Yang Maha Esa.Namun amalan yang dapat dirasakan oleh orang lain adalah aklaq yang bagus.“Namun demikian ketika seseorang yang mempunyai Aqidah  lurus, ibadah yang tulus biasanya akan menjadikan Aklaq yang bagus, memberikan manfaat yang  luas kepada masyarakat.”  Ucap ustadz Jadiyo yang merupakan Penyuluh Agama Fungsional Kemenag kabupaten Sleman. Dijelaskan oleh ustadz Jadiyo  menurut Imam Ghazali bahwa sifat  hati dibagi menjadi tiga yaitu Qalbun salim hati yang sehat, Qalbun Maridh hati yang sakit dan Qalbun Mayyit hati yang mati. Qalbun  Mayyit adalah hatinya orang kafir yang tidak bisa menerima kebenaran hatinya keras dan sudah mati.Sedangkan Qalbun Waridh adalah hati yang ditempeli kotoran atau setan sifat  iri, dengki,  sombong selalu melihat orang lain itu salah tidak ada yang benar. Karena terbawa sifat hati yang sakit.Sementara Qalbun Salim adalah hati yang bersih atau sehat dimana hati akan bisa mendapatkan petunjuk, arahan dan hidayah. Hati ini yang akan membawa kebahagian dunia dan akherat.” Dengan hati yang sehat akan membawa Aqidah yang lurus, ibadah yang tulus serta akan membentuk Aklaq yang bagus dan mulia. Sebagai bekal menjani kehidupan dunia dan akhirat.”Pungkas wakil ketua PRM Pandowoharjo, Ngaglik, Sleman. Rep Kusnadi  Berbah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Majelis Ekonomi Bersama Lazismu PCM Berbah Bagikan 1.200 Voucher BerasMu

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Majelis Ekonomi bersama Lazismu Berbah bagikan 1200 voucher belanja berasmu bagi warga  Jamaah Muhammadiyah Berbah saat Pengajian Jumat Legi 9 Januari 2026 di Masjid An Nur Bercak, Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berbah H. Achmad Muhajir Hanifi menyampaikan bahwa pembagian voucher belanja berasmu merupakan upaya Majelis Ekonomi dan didukung oleh Lazismu Berbah, sebagai upaya menggerakan ekonomi warga Jamaah Muhammadiyah , juga membantu warga yang membutuhkan beras murah namun berkualitas. Perputaran  ekonomi bisa terjadi karena beras yang dijual Majelis Ekonomi PCM Berbah merupakan beras produk dari  Jaringan Petani Muhammadiyah (JATAM) dikemas 3 kiloan dan dipasarkan  oleh  Majelis Ekonomi Muhammadiyah.“Dengan mempergunakan voucher belanja tersebut  akan mendapatkan potongan harga.”Ucap Muhajir. Voucher sejumlah 1.200 tersebut akan dibagikan kepada 6 Ranting Muhammadiyah yang ada di Cabang Berbah.Voucher akan diberikan secara simbolis kepada ketua PRM masing-masing. Selanjut dari PRM akan dibagikan kepada jamaah yang membutuhkan terutama warga duafa.” Selain menyampaikan voucher, PCM Berbah melalui Lazismu memberikan kursi kepada Masjid An Nur Bercak . Kursi tersebut  untuk duduk ketika sholat  bagi jamaah  yang membutuhkan.”  Dalam kesempatan tersebut ketua PCM Berbah menyampaikan bahwa perserikatan Muhammadiyah Berbah baru saja menerima wakaf tanah beserta rumah di di pinggir jalan Sampaan Berbah. Dusun Tegalsari, Tegaltirto, Berbah dari Hajah Amronah.  Wakaf senilai 7 Milyar tersebut dipergunakan sebagai kantor dan gedung dakwah Muhammadiyah Berbah.” Semoga Hajah Amronah yang memberikan wakaf tersebut mendapatkan pahala berlipat.  Keikhlasannya semoga menjadikan semangat warga jamaah untuk berkegiatan di perserikatan Muhammadiyah.” Ketua Majelis Ekonomi PCM Berbah H. Siswanto menjelaskan tentang Voucher belanja tersebut. Bahwa dengan belanja beras produk JATAM Majelis Ekonomi PCM Berbah  satu kantong 3 kilo gram seharusnya harga normal 42 ribu rupiah . Namun  dengan mempergunakan voucher tersebut hanya membayar 37 ribu rupiah. Pembelian dan penukaran voucher berasMu Berbah dilakukan pada warung atau tempat yang sudah ditetapkan. Untuk wilayah Rangting Sendangtirrto di warung H. Supardi Karanganyar, Ranting Kalitirto di Rumah H. Anwar Sanusi, Ranting Tegaltirto warung Bapak Supatin Krikilan. Untuk Ranting Jogotirto ada tiga tempat yaitu Suradi Jogomangsan, Ngadiyono Blambangan dan Farid Imron Rejosari.” Dengan dibagi titik penjualan pada  masing masing wilayahf diharapkan pelayanan berasmu menjadi lebih mudah .” Jelas  H. Siswanto. Rep Kusnadi  Berbah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Sarasehan Pendidikan Bersama Staf Khusus Mendikdasmen: Guru Harus Kompeten dan Sejahtera

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, telah diselenggarakan Sarasehan Pendidikan bersama Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan mengangkat tema “Pendidikan bermutu untuk Semua”. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan para pendidik, kepala sekolah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, Majelis dikdasmen dan PNF dan pemerhati pendidikan, dari PAUD, TK ABA, SD, SMP, SMA/K se-Kabupaten Sleman bertempat di Sinta Hall, Sleman City Hall, Denggung Sleman Yogyakarta pada Jum’at 9 Januari 2026 dalam rangkaian kegiatan Muhammadiyah Sleman Expo #1 tanggal 9-11 Januari 2026 Dalam sarasehan tersebut, Staf Khusus Menteri Dikdasmen RI, Arif Jamali Muis, M.Pd menegaskan bahwa kompetensi guru merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang seimbang. “Guru hari ini harus adaptif terhadap perubahan zaman, dimana kita menghadapi era algoritma dan AI sehingga guru mampu adaptif  memanfaatkan teknologi, serta menjadi teladan dalam karakter dan akhlak bagi murid” tegasnya dalam pemaparan yang di pandu oleh moderator Hasanuddin Salimi, M.Pd. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas tantangan dunia pendidikan kedepan, penguatan literasi dan numerasi yang masih rendah, serta peran guru dalam membentuk generasi berkarakter di tengah perkembangan digital. “Tema utama menteri pendidikan adalah pendidikan bermutu untuk semua. Islam berkemajuan memiliki ciri berpedoman tauhid, tapi tauhid yang menggerakkan. Seorang pendidik akan gelisah melihat perkembangan mutu menurun, jumlah murid juga turun. Berbicara tentang mutu maka ada beberapa hal yang perlu disampaikan dan diwujudkan bersama yang menjadi esensi sarasehan ini yakni: Pertama, guru harus kompeten dan sejahtera. Seorang guru harus mampu beradaptasi dengan situasi kekinian. Anak-anak kita jika belajar pytagoras bisa tetapi jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi kurang adaptif. Saat ini era algoritma sehingga seorang guru harus mampu menghadapi perubahan. Perubahan itu dimulai dari kelas. Transformasi itu akan terlihat di masa yang akan datang, dan tergantung apa yang dilakukan guru saat ini. Kedua, Pembelajaran harus bermakna dan adaptif. Bagama cara mengajarkan teologi Al Maun oleh Kyai Ahmad Dahlan, dimana diajarkan sampai 3 bulan. Sebelumnya wal asri 7 bulan pertemuan dan ini menjadikan kebermaknaan atau sudahkah implementasi ajaran Kyai Dahlan dapat diterapkan secara bermakna, berkesadaran dan menggembirakan. Ketiga, Fasilitas harus memadahi sehingga program revitalisasi gedung kelas, dan fasilitas pendukung terus dilakukan Keempat, Pendidikan itu harus ada kolaborasi agar paradigma kita itu fastabiqul khoirot terus dilakukan Para peserta menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik. Selanjutnya dalam diskusi disampaikan beberapa penanya yang mencoba mengkritisi program baik itu tentang kesejahteraan guru, kebijakan guru P3K, guru paruh waktu dan lain-lain. Menurut Apung Syaifuddin, M.Pd selaku sekretaris BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman menyampaikan bahwa : “upaya yang dilakukan oleh pemerintah sudah sedikit banyak membantu dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dan berharap peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan dan menjadi tugas kita bersama.” Ujar Apung yang merupakan kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Kalasan Disisi lain menurut Yudi Megawanto selaku peserta  menyampaikan bahwa “Upaya pendidikan bermutu untuk semua apakah benar-benar sudah menjawab tantangan dan permasalahan dunia pendidikan di tengah perubahan zaman dimana tugas utama pendidik atau guru adalah memberikan nilai-nilai, moral, akhlaq yg mendasar bagi murid sudah menjadi tugas dan fungsi pokok seorang guru? Harapannya terus dilakukan dan berproses untuk mewujudkan guru yang kompeten dengan memperhatikan fungsi pokok guru, tutur Yudi yang merupakan kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Minggir. “Guru janganlah hanya mengejar kesejahteraan dan karir, tetapi dia juga adalah kurir Tuhan untuk anak-anak didiknya” tambah Didik. Sarasehan ini diharapkan menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen bersama bahwa guru yang kompeten adalah fondasi utama terciptanya pendidikan yang bermutu untuk semua dan berkeadilan. Bravo Pendidikan Muhammadiyah Sleman. Maju bersama dan bersama-sama  maju. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Rep  H. Wahdan Arifudin S.Pd  KS SMPMuh 2 Godean   MPI PDM Sleman Editor   Arief Hartanto MPI PD Sleman

Loading

Definisi Sekolah Unggul, Sarasehan Pendidikan Sleman di SCH

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka Muhammadiyah Sleman Expo #1 di Sleman City Hall, Denggung Sleman, pada Jum’at, 9 Januari 2026 telah sukses diselenggarakan sarasehan pendidikan se- Kabupaten Sleman.  Ketua Majelis Dikdasmendan PNF PDM Sleman, H. Surakhmad menyampaikan dalam sambutan sarasehan pendidikan  bahwa “Solidaritas dan kolaborasi  antar sekolah sangat penting, untuk itu mohon kepada kepala sekolah dari PAUD, TK ABA, SD, SMP, SMA/K se-Kabupaten Sleman untuk mencurahkan uneg-unegnya kepada kementerian melalui stafsus.  Selain itu H. Surakhmad, S.Pd menyampaikan apresiasi atas sarasehan ini sehingga sekolah menjadi terus “maju bersama dan bersama-sama  maju” Dalam sesi pertama disampaikan best practice dari ketua BKS SD, SMP,  SMA/K Menurut Sulasmi bahwa sekolah Muhammadiyah yang unggul adalah unggul dalam segala bidang tetapi yang membedakan adalah unggul dalam karakter.Hendro Sucipto, ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman menyampaikan  bahwa unggul itu memiliki pembeda dari sekolah lain.Sedangkan Sigit Rohmadiyanto dari SMK menyampaikan bahwa SMK dikatakan  unggul paling tidak setelah lulus bekerja, jika tidak kemudian berwirausaha serta memiliki keunggulan selain daya beda juga daya saing yang sesuai dunia nyata, ungkap Sigit yang juga Kepala sekolah SMK Muhammadiyah Prambanan. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Rep  H. Wahdan Arifudin S.Pd  KS SMPMuh 2 Godean   MPI PDM Sleman Editor   Arief Hartanto MPI PD Sleman

Loading

Meriah, Pembukaan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE#1)

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto MM memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 yang digelar pada Jumat hingga Ahad, 9–11 Januari 2026, di Sleman City Hall. Menurutnya, Muhammadiyah selama ini memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Susmiarto menegaskan bahwa kontribusi Muhammadiyah di Kabupaten Sleman telah dirasakan secara nyata oleh pemerintah daerah maupun masyarakat. Salah satu sektor yang paling menonjol adalah pendidikan. Ia menyebut, keberadaan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan merupakan bagian dari layanan dasar yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Peran Muhammadiyah itu sangat besar, terutama di bidang pendidikan. Ini adalah layanan dasar yang sangat menentukan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sleman,” ujar Susmiarto saat memberikan sambutan dalam rangkaian pembukaan MSE #1. Selain pendidikan, Susmiarto juga menyoroti kontribusi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di sektor kesehatan. Melalui rumah sakit, klinik, serta berbagai program edukasi kesehatan, Muhammadiyah dinilai ikut membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat. “Di bidang kesehatan, peran Muhammadiyah juga sangat jelas. Melalui rumah sakit dan layanan-layanan edukasi kesehatan, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ikut berperan membangun kesadaran masyarakat untuk hidup sehat,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Susmiarto juga mendorong Muhammadiyah untuk terus mengembangkan dakwah di sektor ekonomi. Menurutnya, penyelenggaraan Muhammadiyah Sleman Expo menjadi contoh konkret bagaimana organisasi kemasyarakatan dapat berkontribusi langsung dalam penguatan ekonomi umat, khususnya di tingkat akar rumput. “Dengan adanya expo ini, Muhammadiyah terlibat aktif sampai di level ranting, bersinergi dengan binaan-binaan dari pemerintah maupun organisasi lain. Atas kontribusi tersebut, saya menyampaikan terima kasih,” ungkapnya. Muhammadiyah Sleman Expo #1 sendiri tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran produk, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi bagi Ranting, Cabang, dan Amal Usaha Muhammadiyah di Sleman. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas tentang gerakan sosial-keagamaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan. Ketua PDM Sleman Harjaka menyampaikan bahwa MSE #1 merupakan sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk melihat secara langsung gerakan Muhammadiyah di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga keagamaan. Sementara itu, Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada, yang secara resmi membuka acara, menilai pelaksanaan expo di pusat perbelanjaan sebagai langkah berani dan kontekstual. Menurutnya, MSE #1 mencerminkan dakwah Muhammadiyah yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan selaras dengan semangat Muhammadiyah berkemajuan. Ketua Panitia Eko Sumardianto melaporkan bahwa Muhammadiyah Sleman Expo #1 diikuti oleh 52 peserta, yang terdiri dari unsur persyarikatan, amal usaha, dan pelaku UMKM. Melalui MSE #1, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap kolaborasi antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara spiritual, sosial, dan ekonomi. Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading