SMK Muhammadiyah 2 Turi Perkuat Semangat Wirausaha Siswa Lewat Unjuk Inovasi Kewirausahaan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Komitmen SMK Muhammadiyah 2 Turi dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda Nampak dalam penyelenggaraan kegiatan Unjuk Inovasi Kewirausahaan. Program ini merupakan bagian dari Bantuan Pemerintah Program Proyek Kreatif Kewirausahaan yang bertujuan mendorong kreativitas serta kemandirian siswa dalam mengembangkan produk usaha berbasis inovasi. Rangkaian kegiatan digelar di dua lokasi berbeda. Acara pertama berlangsung di GOR Amongrogo pada 27–29 November 2025, dilanjutkan dengan kegiatan kedua di PLUT Sleman pada 5 Desember 2025. Panitia masih merencanakan agenda lanjutan yang akan diselenggarakan pada Jumat, 12 Desember 2025, dan diproyeksikan menjadi puncak perkenalan produk unggulan siswa kepada masyarakat yang lebih luas. Dalam gelaran tersebut, animo masyarakat terlihat sangat tinggi. Banyak pengunjung memadati area pameran untuk melihat langsung karya para siswa. Kehadiran publik yang besar ini menjadi bukti bahwa ide dan kreativitas peserta didik memiliki daya tarik sekaligus potensi pasar yang menjanjikan. Produk-produk unggulan yang dipamerkan di antaranya Shafamu Nata de Aloevera, Shafamu Sabun Cuci Piring, serta Wanitech Audio Amplifier. Ketiga produk ini mendapat perhatian besar karena dinilai memiliki keunikan dan peluang usaha yang dapat dikembangkan ke tahap produksi masal. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi, Pamuji Subekti, S.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya wadah unjuk kemampuan, namun juga sarana pendidikan nyata untuk meningkatkan mental berwirausaha. “Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa karya siswa kita tidak kalah bersaing. Ini menjadi penyemangat besar bagi sekolah untuk terus mendampingi siswa dalam berinovasi,” ungkapnya di sela acara. Pelaksanaan kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, DUDIKA, serta Komunitas UKM Sembada. Kolaborasi tersebut tidak hanya bersifat pendampingan, tetapi juga memberi wawasan praktis mengenai standar produk yang layak masuk pasar serta strategi pengembangan usaha. Salah satu masukan konstruktif datang dari Sri Wara Nusandari, S.E., M.M., Ketua Tim Jaringan Usaha dan Kemitraan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman. Ia menilai hasil karya siswa sangat inovatif dan mampu bersaing dari segi kreativitas. Khusus untuk produk minuman aloe vera, Sri Wara memberikan saran penambahan informasi berupa keterangan rasa dan tanggal produksi pada label kemasan agar nilai informatif dan kepercayaan konsumen meningkat. “Harapan kami, ke depan semakin banyak lulusan SMK Muhammadiyah 2 Turi yang menjadi wirausahawan sukses,” tuturnya penuh optimisme. Selain itu, dukungan juga disampaikan oleh Nining Sapitri, S.Hut  Konsultan PLUT KUMKM Sleman. Ia memberikan apresiasi khusus kepada produk Wanitech Audio Amplifier. Menurutnya, kualitas suara amplifier buatan siswa tersebut sangat baik dan memiliki nilai jual tinggi. Ia menegaskan bahwa Dinas Koperasi dan UKM siap membantu siswa untuk mengurus PIRT, sertifikat halal, hingga HAKI guna mempersiapkan legalitas produk menuju pasar yang lebih luas. Melalui kegiatan Unjuk Inovasi Kewirausahaan, SMK Muhammadiyah 2 Turi kembali mempertegas perannya sebagai sekolah yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga pada pembentukan generasi muda yang kreatif, produktif, dan siap bersaing di dunia usaha.

Loading

Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PDM Sleman Gelar Workshop Manajemen Retail Modern

Sleman,  Pdmsleman.Or.Id Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PDM Sleman menyelenggarakan Workshop Manajemen Retail Modern bertempat di Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman pada Rabu (3/12), yang dihadiri para pelaku ritel dan praktisi usaha dari berbagai wilayah di DIY. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan dinamika persaingan ritel modern dan perkembangan teknologi.​ Acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia, Arif Fajar Wibisono, S.E., M.Sc., yang menekankan pentingnya pemahaman manajemen ritel yang terstruktur, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan serta mendorong peserta untuk memanfaatkan forum workshop sebagai ruang belajar bersama dan membangun jaringan antarpelaku usaha.​ Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Ketua yang membidangi ekonomi, Drs. H. Irfan Haris, yang memberikan pengantar mengenai tantangan dan peluang sektor ritel di era digital. Irfan Haris menegaskan bahwa “ peningkatan kapasitas manajerial, penguasaan sistem, dan pembentukan mindset ritel yang profesional menjadi kunci agar usaha ritel mampu tumbuh berkelanjutan”.​ Ketua PDM Kabupaten Sleman, H. Harjaka, S.Ag., M.Ag., menyampaikan “ apresiasi kepada MEBP PDM Sleman atas inisiatif penyelenggaraan workshop yang selaras dengan agenda penguatan kemandirian ekonomi umat”. Harjaka sekaligus secara resmi membuka kegiatan workshop dan mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di unit usaha masing-masing.​ Sesi materi diawali oleh Johan Satori selaku konsultan ritel dan trainer koperasi yang menyajikan topik ritel dasar, pembentukan mindset retail, serta tata kelola layout toko. Melalui materi ini, peserta diajak memahami prinsip dasar pengelolaan toko yang rapi, efektif, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan.​ Pemateri berikutnya adalah Taefur Aziz dan Muzaki Al Amin yang mengulas manajemen retail modern dengan fokus pada penyusunan dan penerapan Standard Operating Procedure (SOP), strategi pricing, pengendalian shrinkage, serta sesi diskusi interaktif. Peserta mendapatkan gambaran praktis mengenai bagaimana sistem, harga, dan pengendalian kehilangan barang berpengaruh langsung pada kinerja dan keuntungan usaha ritel.​ Selama penyampaian materi, jalannya workshop didampingi oleh moderator sekaligus penanggung jawab acara, Ketua MEBP PDM Sleman, Rama Widia Sentot, S.E., M.Ek. Peran moderator memastikan alur materi berjalan sistematis, membuka ruang tanya jawab yang konstruktif, dan menghubungkan pengalaman praktisi dengan kebutuhan konkret peserta di lapangan.​ Melalui workshop ini, MEBP PDM Sleman berharap lahir pelaku ritel yang semakin profesional, adaptif terhadap sistem manajemen modern, dan memiliki jaringan kolaborasi yang kuat di tingkat kabupaten serta wilayah DIY. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekonomi lokal dan memberdayakan pelaku usaha ritel berbasis nilai-nilai keunggulan dan kemandirian. Rep : Rama WS, MEBP PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MDMC Gerakkan Dukungan Nasional untuk Respons Siklon Seyar: 240 Relawan Diterjunkan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Yogyakarta, Pdmsleman.or.id Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah  29 November 2025 menggerakkan dukungan berskala nasional untuk merespon dampak Siklon Seyar yang memicu hujan ekstrem, banjir, dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25 November 2025. Kejadian ini menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa, sehingga menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai unsur MDMC di tingkat pusat maupun wilayah. Sebagai langkah awal, MDMC telah mengirimkan tim asistensi tanggap darurat sekaligus mengoordinasikan pengerahan tim-tim profesional MDMC se-Regional Sumatera dan MDMC se-Jawa. Pola penempatan dukungan ditata berdasarkan wilayah terdampak. Untuk mendukung respons di Sumatera Barat, dikerahkan MDMC dari provinsi-provinsi di Sumatera yang tidak terdampak langsung, yakni Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, dan Jambi. Sementara itu, dukungan untuk Sumatera Utara difokuskan melalui penguatan tim dari MDMC Jawa Tengah dan MDMC Jawa Timur yang akan bertugas di wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Langkat. Adapun untuk respon di Aceh, MDMC Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan MDMC Jawa Barat ditempatkan di wilayah Lhokseumawe dan Bireuen. Masing-masing MDMC wilayah pendukung tersebut ditugaskan mendirikan pos pelayanan dengan rincian 7 lokasi pos pelayanan di Sumatera Barat, 4 lokasi pos pelayanan di Suamatera utara dan 3 lokasi pos pelayanan di aceh, dan akaterus berkembang sesuai kenutuhan dan kecukupan sumberdaya. Pos pelayanan ini  menyediakan beberapa jenis layanan utama, antara lain layanan kesehatan, dukungan psikososial, penyediaan air bersih, hunian darurat, pendidikan darurat, serta distribusi bantuan permakanan dan logistik nonpangan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak penyintas sekaligus menjaga keberlangsungan layanan dasar di lokasi terdampak. Pada kloter pertama, sedikitnya 240 personel relawan dikerahkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kekuatan ini terdiri dari Tim Emergency Medical Team (EMT) MDMC yang berasal dari 13 RS Muhammadiyah–’Aisyiyah, tim psikososial, tim logistik, tim manajemen posko koordinasi dan data-informasi (datin), serta Tim SAR Muhammadiyah. Seluruhnya akan bersinergi dengan pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, dan jaringan kemanusiaan lainnya di lapangan. Masa penugasan relawan MDMC pada fase Tanggap Darurat Muhammadiyah ditetapkan hingga 5 Januari 2026, dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di masing-masing daerah. Seluruh operasi darurat ini didukung sepenuhnya oleh Lazismu sebagai mitra filantropi Muhammadiyah. Melalui pengerahan kekuatan regional Sumatera dan dukungan lintas pulau dari DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk hadir bersama warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan respon yang cepat, terukur, dan berkelanjutan.  Source MDMC DIY

Loading

Kokurikuler SMP Muhammadiyah 2 Godean, Mengembangkan Kreativitas Mengolah Makanan

Godean, Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 2 Godean kembali menghadirkan kegiatan kokurikuler pada bulan November 2025 yang inspiratif.  Kali ini, sekolah mengadakan program Kokurikuler Kewirausahaan berupa memasak sebagai upaya mengembangkan kreativitas murid dalam mengolah makanan, melatih kemandirian dalam menyiapkan makanan sehat,  menumbuhkan sikap kerjasama, disiplin dan tanggung jawab.   Dalam kegiatan tersebut, siswa dibimbing untuk membuat berbagai produk kreatif, seperti makanan ringan, minuman segar, kerajinan tangan, serta produk ramah lingkungan. Guru pembimbing memberikan materi mulai dari pengenalan konsep wirausaha, pengelolaan modal, cara menentukan harga jual, hingga strategi pemasaran yang menarik. Anis Udiarti Lestari,S.Si selaku koordinator kokurikuler menyampaikan: “Pada kokurikuler ini kami mengambil tema Hidup Hemat dan Produktif, anak- anak berkreasi memasak menggunakan bahan dasar yang sederhana seperti tempe, tahu, pisang, singkong dan ubi. Bahan tersebut mereka olah menjadi berbagai jenis makanan seperti kolak, pisang aroma, nuget pisang, nuget tempe, tahu krispy dan lain-lain”. Salah satu momen paling meriah dari kegiatan ini adalah kegiatan memasak dari bahan mentah menjadi siap saji dan dinikmati bahkan ada yang menyajikan seperti warung dan café. Setiap kelas membuka stan di kelas masing-masing untuk memasarkan produk yang telah mereka buat. Suasana sekolah tampak ramai dimana guru-guru berkunjung ke tiap stand kelas masing-masing untuk mencicipi aneka masakan olahan yang variatif. Salah satu guru bu Diyah menyampaikan “Senang melihat anak- anak menjalin kerjasama” Sedangkan Staf kesiswaan Pak Danang menuturkan “Meriah, melatih anak kerjasama, menambah kekompakan antar siswa” Banyak murid yang mengaku senang karena bisa merasakan pengalaman membuat makanan dan minuman bahkan sampai melayani pengunjung dengan ramah, ibaratnya murid berlatih membuka usaha dan berjualan langsung. Diantaranya Zada murid kelas 9B menyampaikan “Menyenangkan, asyik, semua bisa diajak kerjasama, membuat kita disiplin” sedangkan Asta dari murid kelas 8B merasa  “Senang, meningkatkan kekompakan kelas” Kepala SMP Muhammadiyah 2 Godean Wahdan Arifudin, S.Pd juga menyampaikan bahwa program kokurikuler kewirausahaan berupa memasak ini merupakan bagian dari upaya sekolah menyiapkan generasi muda yang mandiri dan inovatif. “Kami ingin murid-murid tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecakapan hidup, keberanian berinovasi, dan jiwa wirausaha yang positif,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan murid SMP Muhammadiyah 2 Godean mampu menumbuhkan karakter kreatif, ulet, jujur, dan bertanggung jawab. Sekolah menjadikan program ini sebagai kegiatan unggulan yang berkelanjutan dan terus dikembangkan setiap tahunnya.

Loading

Bara Api Warisan Tema Kajian Masjid Aisyah Ponosaran Girikerto

Turi , Pdmsleman.Or.id Suasana pagi yang sejuk menyelimuti Masjid Aisyah, Ponosaran, Girikerto  Turi pada Ahad Legi 30 November 2025 dimana ratusan jama’ah dari berbagai wilayah di Girikerto memadati kajian rutin yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Girikerto dengan menghadirkan narasumber Ustadz Faraid Drs. H. Sunarto, MS dari Multazam Yogyakarta. Kajian kali ini mengusung tema “Bara Api Warisan”, kajian ini menyita perhatian jamaah karena topik pembahasan dinilai sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat. Dalam pemaparannya, Ustadz Sunarto menyampaikan bahwa persoalan warisan merupakan salah satu titik sensitif yang kerap memicu perpecahan keluarga jika tidak dipahami dengan benar. “Harta warisan jika tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber masalah yang sangat besar, bagaikan bara api,” tegasnya di hadapan jamaah. Ia menambahkan, banyak keluarga berselisih, bahkan antar saudara kandung, hanya karena perebutan warisan akibat kurangnya pemahaman terhadap syariat Allah SWT mengenai pembagiannya. Ustadz Sunarto mengingatkan bahwa Allah SWT telah memberikan aturan yang jelas mengenai warisan di dalam Al-Qur’an, khususnya pada QS An-Nisa ayat 7 hingga ayat 13. Beliau mengutip firman Allah:“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. An-Nisa: 10).Menurutnya, ayat ini memberikan peringatan tegas kepada siapa pun yang mengambil hak waris orang lain, terlebih anak yatim, bahwa tindakan tersebut sama halnya dengan menelan bara api neraka. Lebih lanjut ia menuturkan bahwa setiap umat Islam diperintahkan untuk taat pada ketentuan Allah mengenai pembagian warisan. Ustadz Sunarto mengutip firman Allah:“Itulah batas-batas hukum Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya…” (QS. An-Nisa: 13).“Barang siapa mengikuti petunjuk Allah akan mendapat keselamatan, kebahagiaan, dan surga yang kekal,” jelasnya. Sebaliknya, orang yang melanggar aturan waris justru terancam kesengsaraan di akhirat meskipun memiliki banyak amal ibadah lainnya. Dalam kajian tersebut, Ustadz Sunarto juga menekankan bahwa harta yang ditinggalkan orang tua bukanlah milik anak sepenuhnya, melainkan titipan Allah yang harus dikembalikan melalui sistem pembagian waris. Ia menyampaikan firman Allah:“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan…” (QS. Al-Anfal: 28).Menurutnya, kesadaran ini penting agar manusia tidak terjebak dalam cinta dunia yang berlebihan sehingga rela mengorbankan keharmonisan keluarga demi materi. Guna mencegah konflik warisan di kemudian hari, Ustadz Sunarto memberikan pesan moral kepada jamaah agar setiap keluarga membangun komunikasi dan pemahaman sedari awal. “Sebelum ajal tiba, orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak tentang harta dan waris. Selain itu, dalam rumah tangga penting ada kejelasan apakah harta tersebut milik suami, istri, atau harta bersama,” tuturnya. Kejelasan ini, ujarnya, akan memudahkan pelaksanaan pembagian waris tanpa menimbulkan masalah. Menutup kajiannya, Ustadz Sunarto mengingatkan pentingnya ilmu faraid sebagai pedoman umat Islam. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW tentang perintah kepada Abu Hurairah untuk mempelajari faraid karena ia adalah ilmu pertama yang akan diangkat — artinya ilmu itu ada namun tidak lagi diamalkan oleh umat. “Jika umat Islam mengabaikan ilmu waris, bukan hanya muncul kesenjangan sosial, tetapi muncul dosa besar karena mengabaikan ketentuan Allah,” tegasnya. Kajian yang berlangsung hampir dua jam tersebut mendapat respons positif dari jamaah. Banyak peserta menyatakan bahwa tema ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini dan memberikan pencerahan baru tentang pentingnya memahami hukum waris Islam. PRM Girikerto berharap kegiatan kajian rutin seperti ini dapat semakin memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat, khususnya dalam aspek hukum Islam yang berkaitan dengan kehidupan sosial. Dengan penuh antusias, jamaah berharap kajian bertema serupa dapat diangkat kembali di masa mendatang agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya menjalankan ketentuan Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan  termasuk persoalan warisan yang sering dianggap sepele namun berdampak besar bagi keutuhan keluarga dan masyarakat. Rep  H. Agus Nugroho S Editor  Arief Hartanto   MPI PDM Sleman

Loading

PCM Ngemplak Sukses Gelar Hari BerMuhammadiyah Milad ke 113 Sleman, Ribuan Jama’ah Padati Auditorium Abdulkahar Muzakir UII

Ngemplak, Pdmsleman.Or.Id Pengajian Hari BerMuhammadiyah Kabupaten Sleman dalam rangka milad Muhammadiyah ke 113 diselenggarakan pada Sabtu, 29/11/2025 di Auditorium Abdulkahar Muzakir Universitas Islam Indonesia. ‎‎Ketua PDM Kabupaten Sleman H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A. menyampaikan bahwa Muhammadiyah selalu berjuang mensejahterakan masyarakat dengan semua amal usaha. Ketua PCM Ngemplak DR. Joko Santoso menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antar lembaga dan warga, serta memperkuat basis keilmuan warga Muhammadiyah dan betapa gerakan Muhammadiyah yang dirintis oleh Kiai Ahmad Dahlan 113 terus kokoh berkembang dan bisa menjawab tantangan zaman. ‎‎Sekda Kabupaten Sleman Drs. Sumiarto M.A. mengapresiasi peran aktif Muhammadiyah dalam membantu kesejahteraan masyarakat khususnya di kabupaten Sleman. ‎“Kolaborasi pemerintah dalam Muhammadiyah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam pembangunan rumah layak huni dan bantuan biaya pendidikan bisa ditingkatkan,” katanya. ‎‎Pengajian yang dihadiri oleh warga Muhammadiyah, Aisyiyah, Ortom dan Pengawai AUM tersebut menghadirkan ust. H. Agus Andriyanto, Lc. Dengan tema memajukan Kesejahteraan Bangsa. ‎‎Ust. Agus Andriyanto menyampaikan dalam tausiyahnya bahwa hidup harus selaras antara dunia dan akhirat. ‎“Kesuksesan yang sebenarnya adalah bagaimana di akhirat dijauhkan dari api neraka, bukan hanya sejahtera di dunia semata. Meningkatkan kesejahteraan umat adalah tugas kita sebagai sesama muslim serta harus bisa memilih yang haram dan yang halal” katanya. ‎‎Rangkaian Hari Bermuhammadiyah dimeriahkan Pentas Angklung dari SD Muhammadiyah Macanan, Tari menari, Tapak suci, dan pemeriksaan kesehatan gratis, serta pula disiarkan langsung melalui TV MU. Rep : Totok Sekretariat PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Kontingen SMP Muhammadiyah 1 Depok Raih Enam Medali di Olympicad VIII DIY, Wujud Mutu Pembinaan, Keteladanan Pendidik dan Kepemimpinan Berkemajuan

Depok,Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 1 Depok kembali menegaskan kualitas pembinaan dan mutu pendidikan melalui torehan enam medali pada ajang Olympicad VIII Tingkat Wilayah DIY, yang dilaksanakan pada 22–23 November 2025. Prestasi ini memperkuat posisi sekolah sebagai institusi yang konsisten mencetak peserta didik dan tenaga pendidik berprestasi. Pada cabang siswa, Syifa Annisa Putri meraih medali emas kategori Story Telling, disusul Afifa Fitriya (perunggu Desain Poster) dan M. Azka Dhanadyaksa (perunggu News Reading Inggris). Di cabang Film Indie, MSD Cinema Lab turut mempersembahkan medali perunggu melalui karya sinematik berkualitas yang digarap oleh enam peserta didik berbakat: Kholivah Purnia Arvita, Mochammad Fanni Shofiatul Azami, Alif Zhafirin Anwaruddin, Muhammad Dzaky Izzuddin, Ananda Nicolas, dan Rae Ayu Shima Ewo Rumbi. Di tingkat pendidik, Laili Isna Fatkhurrahmah, S.Pd., menyumbang emas Inovasi Belajar Guru, menunjukkan kreativitas dan profesionalisme tenaga pendidik dalam mengembangkan strategi pembelajaran inovatif. Prestasi juga diraih pimpinan sekolah, di mana Abidin Fuadi Nugroho, S.Pd.I., M.Pd., Kepala SMP Muhammadiyah 1 Depok, meraih medali perak pada kategori Best Practice Kepala Sekolah sebagai wujud kepemimpinan visioner yang berdampak pada peningkatan mutu sekolah. Dalam keterangannya, Abidin menyampaikan apresiasi terhadap guru dan pelatih:“Keberhasilan ini merupakan hasil kinerja kolektif seluruh warga sekolah. Para guru dan pelatih memainkan peran strategis dalam mengarahkan potensi siswa sehingga mampu bersaing di tingkat wilayah. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.” Enam medali Olympicad VIII menjadi bukti nyata bahwa kultur berprestasi, kepemimpinan berkemajuan, dan pembinaan berkelanjutan menjadi fondasi utama SMP Muhammadiyah 1 Depok dalam memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan dan persyarikatan. kontributor – nhc

Loading