Menata Hati, Menguatkan Tauhid Bersama Ustadz Ismail Hermana

Turi, Pdmsleman.Mu.or.id Kajian Sabtu Pagi 22 November 2025 Masjid Baiturrahim, Turi gelar pengajian Menata Hati, Menguatkan Tauhid Bersama Ustadz Ismail Hermana (Ketua Yayasan Bumi Mandiri Mandiri, Edukator Happy Umrah). Dalam kesempatan ini disampaikan bahwa Sayidul istighfar bermakna pengakuan bahwa Allah adalah Tuhanku, dan aku adalah makhluk-Mu. Manusia mengakui banyak dosa. Mungkin baju kita bersih, tapi bisa jadi hati kita belum bersih  Bahkan ketika kita mati, kita  dimandikan sampai bersih, dibungkus kain kafan yang bersih, tapi belum tentu rohani kita sudah bersih. Oleh karena itu, di satu sisi kita harus banyak memohon ampun, dan di sisi yang lain harus banyak berbuat kebaikan, baik ke Allah sang pencipta dan baik kepada sesama makhluk Allah. Suatu ketika seorang ayah bertanya kepada anaknya yang mash kecil “apa itu pantulan atau gema” Anaknya belum tahu, maka ayahnya pun menjelaskan bahwa gema adalah suara yang akan mengikuti dari suara kita keluarkan. Sang ayah pun membuktikan dengan mengajak anaknya ke suatu lembah, dan diteriakkan suara, maka bergemalah suara itu Demikianlah kehidupan, apa yang kita lakukan akan memantul, bergema dan diikuti dengan perbuatan lainnya Setiap kebaikan akan memancarkan kebaikan berikutnya, dan sebaliknya setiap keburukan akan bergema memancarkan dan munculkan keburukan lainnya. Untuk bisa melakukan kebaikan memang butuh perjuangan, namun jika mampu melakukannya akan berbuah kenikmatan. Ibarat sebuah pendakian, berat dalam perjalanannya namun  jika sudah sampai puncaknya  akan mendapatkan pemandangan yang luar biasa. Hidup adalah perjalanan spiritual, Ibarat buku, yang pada umumnya dinilai dari sampulnya. Begitulah hidup, yang juga ditentukan  terutama oleh penutupnya (kematian) dengan Husnul khatimah Shalatlah di masjid sampai mati, jangan menunggu mati untuk dishalatkan di masjid.   Sebagaimna dituturkan H. Agus Nugroho Setiawan, M.P. takmir masjid  kepada redaksi pada Sabtu pagi. Godaan hidup sudah terjadi sejak jaman Nabi Adam as. Demikian juga dengan kita semua, banyak salah dan dosa kepada suami, istri, anak, orang tua, saudara, teman dan lainnya. Oleh karena itu, kita harus banyak memohon ampun kepada Allah antara lain dengan istighfar Rep H Agus Nugroho S PCM Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Perlindungan Hukum Bagi Perempuan dan Anak

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman melalui Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) sukses menggelar Seminar Panel bertajuk “Penguatan Kesadaran Hukum dan Akses Keadilan untuk Perempuan dan Anak”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 November 2025, di Pendopo Rumas Dinas Bupati Sleman ini, tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi momen penting peluncuran sentra layanan hukum bagi masyarakat. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB tersebut, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pakar hukum. Pembicara utama dalam seminar panel ini meliputi Endang Wihdatiningtyas, S.H. (Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY sekaligus eks komisioner Bawaslu RI), Dwi Retno Widati, S.T., S.H., MPA dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DIY, serta Ari Wibowo, S.H.I., M.H. (Ketua MHH Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman dan Pakar Hukum Pidana FH UII). Materi “Perlindungan Hukum Bagi Perempuan dan Anak” yang disampaikan oleh Ari Wibowo, Ketua Majelis Hukum dan HAM (MHH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman & Dosen FH UII, menggarisbawahi “ urgensi perlindungan khusus karena perempuan dan anak dianggap sebagai kelompok rentan dengan keterbatasan fisik, mental, dan sosial, yang membutuhkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi”.. Landasan hukum perlindungan ini berakar pada konvensi internasional seperti CEDAW (Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan) dan CRC (Hak Anak). Di tingkat nasional, berbagai instansi seperti Kemen PPPA, Komnas Perempuan, KPAI, dan UPTD PPA memiliki peran . Materi ini secara rinci membahas tiga payung hukum utama di Indonesia yakni UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT: Mengatur kekerasan Fisik, Psikis, Seksual, dan Penelantaran dalam lingkup rumah tangga. Korban KDRT berhak atas perlindungan menyeluruh, layanan kesehatan, kerahasiaan identitas, pendampingan hukum dan sosial, serta dukungan spiritual. UU No. 12 Tahun 2022 tentang TPKS: Payung hukum yang melindungi korban kekerasan seksual dan mengidentifikasi sembilan jenis utama TPKS, termasuk pelecehan nonfisik dan kekerasan berbasis elektronik. Korban TPKS dijamin haknya atas perlindungan, layanan terpadu, kerahasiaan identitas, pendampingan, dan restitusi. UU No. 23 Tahun 2002 jo. UU No. 35 Tahun 2014 jo. UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak: Mendefinisikan anak sebagai individu di bawah 18 tahun (termasuk dalam kandungan). Undang-undang ini mengatur tindak pidana terhadap anak (fisik, psikis, eksploitasi, penelantaran) dan menjamin hak anak korban atas bantuan hukum dan pemulihan komprehensif. Penutup materi menekankan Peran Aktif Masyarakat sebagai tanggung jawab bersama dimana Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesadaran, melaporkan kasus kekerasan, memberikan dukungan psikologis dan sosial, serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.  Rep  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

SMK Muhammadiyah 1 Sleman Raih Medali Emas Dakwah Digital dan Perak Film Indie Ajang OlympicAD 2025

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah 1 Sleman kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) tingkat DI Yogyakarta yang digelar pada Sabtu, 22 November 2025. Pada kompetisi bergengsi ini, sekolah berhasil membawa pulang dua medali sekaligus dari dua kategori berbeda. Pada cabang Dakwah Digital yang berlangsung di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Ma’ruf Rosyidi berhasil meraih Juara 1 dan menyumbangkan medali emas untuk sekolah. Penampilan Ma’ruf dinilai unggul dalam penyampaian pesan dakwah yang kreatif, komunikatif, dan sesuai perkembangan media digital. Sementara itu, pada cabang Film Indie yang dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, tim film yang yang diwakili oleh Dias, Zaki, dan Mukti berhasil meraih Juara 2 dan membawa pulang medali perak. Karya mereka dinilai kuat dalam sisi sinematografi, alur cerita, dan pesan moral yang disampaikan. Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas siswa SMK Muhammadiyah 1 Sleman dalam dunia digital kreatif dan dakwah modern. Sekolah berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi dan berkarya. Rep  Afifundin SMKM 1 Sleman

Loading

OlympicAD DIY VIII Resmi Dibuka Ketua PWM DIY, Media Anak-anak Ekspresikan Kemampuan, Pemahaman Dan Daya Nalar.

Yogyakarta. Pdmsleman.Or.Id Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dibuka, Sabtu (22/11). Pembukaan berlangsung di Grha Ibnu Sina SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta yang dipimpin Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada. Sebanyak 1681 peserta sekolah/madrasah Muhammadiyah se-DIY turut berpartisipasi dalam agenda dua tahunan tersebut. Bersamaan dengan itu, mempertandingkan sebanyak 27 cabang lomba mulai dari bidang akademik, seni, keislaman, penelitian, hingga teknologi. Sebanyak lima lokasi tersebar untuk pelaksanaan OlympicAD DIY VIII, yaitu SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, dan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Ketua Panitia OlympicAD DIY VIII Sarjilah mengatakan, sejak awal, para pendahulu Muhammadiyah telah meletakkan fondasi perlombaan dalam dunia pendidikan melalui Congres Moerid pada tahun 1925. Tujuannya, memperkuat silaturahmi dan menanamkan budaya kompetisi yang sehat di kalangan pelajar Muhammadiyah. “Inilah tradisi besar yang diwariskan dan terus dijaga hingga kini. Dan hari ini, tradisi tersebut telah kita wujudkan dalam bentuk OlympicAD,” katanya. Menurutnya, OlympicAD telah berkembang menjadi kompetisi terbesar di lingkungan Persyarikatan. Kompetisi tersebut mencakup akademik, seni, olahraga, teknologi, hingga keislaman. “Yang melibatkan para siswa, guru, dan kepala sekolah,” ucapnya. Sarjilah menekankan, OlympicAD bukan sekadar ajang berkompetisi, tetapi menjadi ruang pemetaan potensi dan pembibitan talenta terbaik. “Yang kelak akan mewakili DIY ditingkat nasional di Makassar, Sulawesi Selatan pada Februari 2026 mendatang,” tuturnya. Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY Achmad Muhamad menekankan, OlympicAD menjadi ajang silaturrahmi pelajar Muhammadiyah. “Bahwa OlympicAD kita bertanding dan berkompetisi, tapi satu hal yang jangan dilupakan, OlympicAD adalah ajang silaturrahmi,” tegasnya. Achmad menambahkan, OlympicAD juga menjadi ruang untuk meningkatkan semangat berprestasi pelajar Muhammadiyah dalam bidang akademik, seni, olahraga, dan keislaman secara kolektif. “Kita tidak hanya bersemangat untuk menjadi juara di DIY saja, tapi harus sampai ke Makassar. Kita berangkat bersama-sama untuk meraih juara umum,” ujarnya. Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY Tukiman mengapresiasi prestasi pelajar Muhammadiyah DIY sangat luar biasa. “Baik dari guru, kepala sekolah, maupun siswa-siswanya,” bebernya. Tukiman sangat optimis, prestasi gemilang pelajar Muhammadiyah dapat berkembang lebih baik lagi. “Dengan sistem yang sudah terbangun sangat luar biasa, akan menjadi inspirasi dan pengisi prestasi gemilang ke depannya,” jelasnya. Sementara, Ikhwan menyebut OlympicAD merupakan media anak-anak mengekspresikan kemampuan, pemahaman, daya nalar, sekaligus juga menjadi ruang mengamalkan. Menurutnya, hal ini berimplikasi pada tumbuhnya kepercayaan diri, terbentuknya karakter kompetitif yang sehat, serta meningkatnya motivasi belajar siswa. “OlympicAD tidak hanya cerdas cermat, adu kemampuan secara kognitif-akademis, tapi juga ada fahmil Qur’an, bagaimana memahami Al-Qur’an, tapi juga ada sains dalam bentuk praktek,” jelasnya. Ikhwan mendorong para peserta berkompetisi dengan sebaik-baiknya. Dengan outputnya, dapat meraih prestasi ditingkat nasional yang membanggakan. “Dengan #DIYIstimewaPWMDIYJuara, ini memberikan semangat agar pasca-OlympicAD VIII, anak-anak kita lahir para juara dalam OlympicAD tingkat nasional di Makassar nanti,” katanya. Ikhwan berharap, para peserta OlympicAD ini lahir menjadi kader-kader Dahlan muda yang berkemajuan. “Sebagai implementasi dari fastabiqul khayrat. Tidak sekadar perlombaan secara jasmani, tetapi berlomba apa yang dipahami menjadi amal harian, tapi memiliki dampak bagi agama, kemanusiaan, sosial, dan global,” tandasnya. Rep (Cris) Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Seminar Panel “Penguatan Kesadaran Hukum dan Akses Keadilan untuk Perempuan dan Anak” PD Aisyiyah Sleman

Sleman. Pdmsleman.Or.Id  Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman melalui Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) sukses menggelar Seminar Panel bertajuk “Penguatan Kesadaran Hukum dan Akses Keadilan untuk Perempuan dan Anak”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 November 2025, di Pendopo Rumas Dinas Bupati Sleman ini, tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi momen penting peluncuran sentra layanan hukum bagi masyarakat. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB tersebut, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pakar hukum. Pembicara utama dalam seminar panel ini meliputi Endang Wihdatiningtyas, S.H. (Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY sekaligus eks komisioner Bawaslu RI), Dwi Retno Widati, S.T., S.H., MPA dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DIY, serta Ari Wibowo, S.H.I., M.H. (Ketua MHH Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman dan Pakar Hukum Pidana FH UII). Seminar ini diikuti oleh kurang lebih 150 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai tingkatan organisasi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sleman, seperti BIKSA PCA, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Sleman, MHH PCA se-Sleman, LHKP PCM se-Sleman, hingga MKS PCA se-Kabupaten Sleman. Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman, H. Harda Kiswoyo, dan turut dihadiri oleh Ketua PDA Sleman, Hj. Sunarti. Dalam kesempatan istimewa ini, Ketua PWA DIY, Endang Wihdatiningtyas, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi tonggak bersejarah bagi ‘Aisyiyah Sleman. “Dalam kesempatan kali ini Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah sekaligus melaunching Pos Bantuan Hukum (PosBakum) MHH PDA Sleman,” ujar Endang. Peluncuran PosBakum ini merupakan wujud nyata komitmen ‘Aisyiyah dalam memberikan akses keadilan dan pendampingan hukum, khususnya bagi kelompok rentan, yaitu perempuan dan anak. PosBakum MHH PDA Sleman diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan konsultasi dan bantuan hukum. Bupati Sleman, , dalam sambutannya, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif ‘Aisyiyah Sleman dalam menyelenggarakan seminar ini dan mendirikan PosBakum. Beliau menegaskan bahwa kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi hukum dan akses keadilan seperti ini perlu terus ditindaklanjuti dan dikembangkan. “Kegiatan seperti ini perlu terus ditindaklanjuti, terutama untuk Sleman. Diharapkan PosBakum ‘Aisyiyah Sleman bisa jadi pelopor pembentukan Masdarkum di masyarakat,”  serta mendorong agar PosBakum ‘Aisyiyah Sleman dapat segera berkolaborasi erat dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Sleman.  Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus-kasus hukum yang melibatkan perempuan dan anak di wilayah Sleman.  Dukungan terhadap langkah strategis ini juga datang dari Kanwil Kemenkumham DIY, yang disampaikan oleh Dwi Retno Widati, S.T., S.H., MPA. Dalam penyampaian materinya, Dwi Retno menyambut baik langkah progresif ‘Aisyiyah dan mengumumkan rencana kerja sama yang lebih luas di masa depan. “Kanwil Kemenkumham akan melakukan MoU dengan ‘Aisyiyah DIY dalam program-program kegiatan hukum, terutama berkolaborasi dengan PosBakum PWA DIY,” ungkap Dwi Retno. Kerja sama ini menandai pengakuan resmi dan dukungan institusional pemerintah terhadap peran strategis ‘Aisyiyah sebagai organisasi masyarakat yang aktif dalam penegakan dan penyuluhan hukum. PosBakum PWA DIY, melalui kolaborasi ini, akan memiliki jangkauan dan sumber daya yang lebih besar dalam memberikan pelayanan hukum gratis kepada masyarakat. Seminar panel ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan para peserta, memperkuat pemahaman mereka mengenai isu-isu hukum yang krusial, dan bagaimana peran aktif ‘Aisyiyah dapat menjadi solusi. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, dikoordinasikan dengan baik, sebagaimana disampaikan oleh Nur Uswatun Khasanah, S.E. dari PDA Sleman. Pelaksanaan seminar dan peluncuran PosBakum ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan kesadaran hukum di Kabupaten Sleman, menjamin bahwa setiap perempuan dan anak memiliki akses yang setara terhadap keadilan dan perlindungan hukum.  Rep   Nur Uswtun K  SE PDA Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Trending! Pertama di DIY: Ortom SD MBS Resmi Dilantik

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id SD MBS untuk pertama kalinya menyelenggarakan Apel Akbar dan Pelantikan Organisasi Otonom (Ortom) pada bulan Oktober di halaman sekolah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen SD MBS dalam membina kader persyarikatan Muhammadiyah sejak dini. Acara tersebut tak hanya dihadiri oleh Pelantik dan Saksi Pelantik, tetapi turut hadir pula perwakilan wali murid dan seluruh siswa kelas 4 hingga kelas 6 yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Suasana apel berlangsung khidmat dan inspiratif.   H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman selaku pembina apel menyampaikan pesan dari Ali bin Abi Thalib: “Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah, maka jadilah orang yang berilmu (Kun ‘Aliman)”. Dalam pesannya agar siswa SD MBS menjadi anak yang pintar dengan cara memperhatikan pelajaran, mencintai kegiatan sekolah, dan menaati tata tertib. Di akhir amanat,   Harjaka menyampaikan nasihat berbahasa Jawa, “Padang rembulane, jembar kalangane,” yang berarti otak dan pikirannya masih luas serta perjalanan belajarnya masih panjang. Setelah pelaksanaan apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan tiga organisasi otonom (Ortom) di lingkungan SD MBS. Ketiga organisasi tersebut adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Junior, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW), dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cilik. Sebanyak 14 murid, terdiri atas 7 putri dan 7 putra, resmi dilantik sebagai pengurus IPM Junior. Ketua terpilih, Ananda Zahra Asysyifa Humairabersama jajaran pengurusnya dilantik oleh Ipinawati Alifia Maheswari dari PCIPM Kapanewon Prambanan. Ustazah Rizana Avida, S.T., S.Pd. selaku Kepala SD MBS serta   H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A. selaku PDPM Kabupaten Sleman Sebanyak 20 murid, terdiri dari 10 putra dan 10 putri, dikukuhkan sebagai Dewan Pengenal HW SD MBS. Ananda Muhibba Mumtaz Muhammadi dipercaya sebagai Komandan Putra, sedangkan Ananda Aqila Najla Prameswari sebagai Komandan Putri. Pelantikan dilakukan oleh Ramanda Anna Yaskuri dari Kwartir Cabang HW Kapanewon Prambanan.   H. Surakhmad, S.Pd. selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Sleman, Ustaz Agus Yulianto selaku Dikdasmen PCM Kapanewon Prambanan, dr. H. Omar Indroyono selaku PCM Kapanewon Prambanan, serta Ustaz Rahmat Susanto, S.Pd. selaku Wapim I Bidang Pendidikan PPM MBS Yogyakartahadir sebagai saksi. Sebanyak 10 putra bergabung dalam pasukan KOKAM Cilik SD MBS.Komandan terpilih,  Ananda Fathan Al Farabi bersama pasukan dilantik oleh   Eko Priyantoro, S.Kom. dari PCM Kapanewon Prambanan.   Prakasa Radya Sulendra, S.T. selaku PDPM Kabupaten Sleman dan   Aiptu Yusup B.,S.H. selaku Ps. Panit Binmas Polsek Kapanewon Prambananhadir sebagai saksi. Salah satu momen istimewa dari kegiatan ini adalah pelantikan IPM Junior SD MBS yang menjadi IPM tingkat SD pertama di wilayah DIY. Usai pelantikan, dilaksanakan penandatanganan berita acara dan pembacaan ikrar oleh para pelantik dan pengurus ortom SD MBS, sebagaimana dituturkan Noviana Widyaningrum, S.Pd. pada Kamis 20 November 2025. Ustazah Rizana Avida, S.T., S.Pd., selaku Kepala SD MBS, menyampaikan bahwa kehadiran ortom di SD MBS merupakan wadah belajar berorganisasi dan pembentukan karakter kepemimpinan. “Melalui ortom, para siswa diajarkan tanggung jawab dan kedisiplinan agar mampu menjadi pionir teladan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya. Beliau juga berharap para pengurus ortom dapat menjadi kader Muhammadiyah yang cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual, sehingga siap mengemban amanah umat dan bangsa di masa depan. Rep : Noviana Widyaningrum, S.Pd. Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Lazismu Sleman, Berdayakan Umat Dari Mustahik Menjadi Muzakki 

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Kabupaten Sleman pada Rabu, 19 November 2025 bertempat di The Westlake Resto, Bedog, Jl. Ringroad Barat, Baturan Trihanggo Gamping Sleman, melaksanakan program optimalisasi peran LazisMu dalam pemberdayaan Umat, berkolaborasi dengan PT Lancar Laju Barokah, UAD dan Bank BPD D.I. Yogyakarta. Syinta Brata, S.Si. (Ketua LazisMu) Kabupaten Sleman dalam pengantarnya menyampaikan  bahwa salah satu program optimalisasi gerakan yang dilakukan LazisMu Kabupaten Sleman ialah berupaya memberdayakan umat dari Mustahik menjadi Muzakki, dari Penerima menjadi Pemberi dari Tangan di bawah menjadi tangan di atas. “Hari ini kami menghadirkan narasumber utama owner PT Lancar Laju Barokah, yang memiliki produk ayam halal bersertifikat. Kami juga menghadirkan para pelaku usaha yang tergabung di Kantor Layanan LazisMu (KKL) Kabupaten Sleman,  Insyaa Allah kolaborasi ini mencapai hasil optimal”, harapnya. Acara berlangsung dari pukul 10.00 pagi hingga menjelang Ashar. Sambutan dan paparan materi disampaikan sebelum sebelum ISHOMA serta diskusi antara para pelaku usaha dan owner PT Lancar Laju Barokah dilakukan setelah ISHOMA sampai menjelang Ashar. Antusiasme luar biasa dari peserta. Alan Dahlan, owner PT Lancar Laju Barokah menekankan pentingnya jaringan dalam setiap usaha. Bagaimana membuka peluang usaha baru, visibilitas pengenalan produk, sumberdaya dan dukungan, kredibilitas, motivasi, serta tantangan dan hambatan, “Setiap pelaku usaha pasti mengalami tantangan dan hambata. Untuk itu PT Lancar Laju Barokah memberikan pendampingan dan berusaha mencarikan solusinya yang efektif.” pungkasnya. Rep M.A. Sanusi, MEK PCM Berbah). Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah PDM Sleman “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Launching Muhammadiyah Sleman Expo #1  (MSE #1)  

‎ Sleman, Pdmsleman.Or.id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 pada Selasa, 18 November, di Sleman City Hall angkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Acara berlangsung meriah dihadiri ratusan Pengurus PDM, Cabang, Ranting, Organisasi otonom dan Amal Usaha Muhammadiyah se Sleman dengan rangkaian kegiatan, penampilan seni, serta peluncuran program Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE #1) . ‎‎Ketua PDM Sleman, Harjaka, dalam sambutannya menegaskan kembali prinsip dasar gerakan Muhammadiyah.“Aqidah Muhammadiyah tauhid menuju akhirat serta menekankan pentingnya pemurnian akidah dan penguatan spiritualitas di tengah dinamika masyarakat”. ‎‎Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Muhammadiyah bagi pembangunan. Ia menyebut Muhammadiyah telah berperan nyata dalam bidang pendidikan, ekonomi, dakwah, sosial, dan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Sleman. ‎‎‎‎Rangkaian acara juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dan budaya, antara lain Tari Saman dari SMA Muhammadiyah 1 Sleman, pembacaan puisi oleh siswa SD Muhammadiyah Sleman, tilawah dari santri MBS Prambanan, penampilan paduan suara Gita Aisyiyah Sleman, serta atraksi dari Padepokan Tapak Suci. ‎‎Pada momen tersebut, PDM Sleman resmi meluncurkan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1, yang akan digelar pada 9-11 Januari 2026 di Sleman City Hall. Expo ini menjadi bagian dari rangkaian Milad Muhammadiyah dan bertujuan memperkuat sinergi gerakan ekonomi, sosial, dan dakwah serta lebih memperkenalkan Muhammadiyah khususnya di Muhammadiyah Sleman. ‎‎ Acara dilanjutkan dengan Penyerahan Piagam Penghargaan dalam dua kategori utama: pengembangan amal usaha dan pemberdayaan cabang serta ranting. Penerima Penghargaan Kategori Pengembangan Amal Usaha: Penerima Penghargaan Kategori Pemberdayaan Cabang dan Ranting Terbaik: Penyerahan penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras di tingkat bawah yang menjadi vital bagi kelangsungan persyarikatan. H. Cahyono, S.Ag, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, dalam tausiyahnya menekankan bahwa “  pentingnya penguatan ideologi persyarikatan di tengah derasnya arus informasi dan  mengajak hadirin untuk bersyukur atas usia Muhammadiyah yang semakin matang di 113 tahun adalah sebuah angka yang membuktikan kekuatan dan daya tahan persyarikatan dan Muhammadiyah tidak menunjukkan tanda-tanda surut, melainkan terus berkembang, bertambah kuat, dan memberikan manfaat yang semakin luas”. ‎ ‎Rep  Totok Yudho P  Sekretariat Kantor PDM Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading