Berita Duka

Innalillahi wainnailaihi raji’un, Segenap Keluarga Besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman turut berduka cita atas meninggalnya Ibu R. Ng. Sri Rohayati Puni Astuti Binti R. M. Prapto Harjono ( Istri H. Harjaka S,Ag, S,Pd MA Ketua PDM Sleman ) padaAhad, 6 Juli 2025 jam 12.00 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Semoga diampuni segala dosanya dan diterima segala amal baiknya ditempatkan di surga-Nya. Keluarga diberikan kesabaran. Aamiin. Aamiin Yaa Rabbal’alamiin.

Loading

Rapat Koordinasi Muhammadiyah Daerah Sleman, Forum Evaluasi dan Rencana Aksi

Sleman, Pdmsleman.Or.Id  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman pada Ahad, 6 Juli 2025 menggelar acara Rapat Koordinasi PDM Sleman dengan acara Laporan dan Evaluasi 24 Majelis dan Lembaga pada Semester Pertama (Januari-Juni 2025).   Acara ini berlangsung di Pendopo Kantor DPRD Sleman Jalan Parasamya No. 1 Beran Sleman sebagai  forum pertemuan di tingkat daerah untuk mengevaluasi program kerja, menyusun rencana aksi, dan merumuskan kebijakan organisasi untuk periode mendatang. H. Sukirman MA, Sleman dalam pengajian ifititah menyampaikan sebagaimana disampaikan salah satu Senior Muhammadiyah yakni H. Djarnawi Hadikusumo bahwa  “ Muhamadiyah itu kalau rapat ditulis dan hasil rapat yang dilaksanakan”. Selain itu perlunya memperkuat ideology Muhammadiyah dan membangun dan mengakrabkan sesama pengurus pimpinan sebagaimana disampaikan dalam tafsir Surat Al Hujurat oleh Prof. Yunahar Ilyas harus dijalin dengan ta’aruf, tafahum, ta’awun dan takaful ( jaminan kaemanan dan kesejahteraan). Sambutan Wakil Ketua PDM oleh AS. Ardani MA Sebagai gerakan Islam Muhammadiyah banyak merefleksikan kepada perintah-perintah Al Quran, diantaranya surat Ali Imran ayat 104 “ Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. Maka ciri pertama adalah harus ada gerakan Islam yang membawa manfaat / maslahat untuk umat. Koordinasi dan komunikasikan untuk program-program strategis yang dilaksanakan Majelis dan lembaga yang ada di Muhammadiyah Sleman.  Misal pengembangan ekonomi di tingkat Cabang semisal yang sudah di rintis di PCM Minggir. Merawat ideology Muhammadiyah sangat penting sehingga kegiatan yang dilakukan jelas dengan bingkai Muhammadiyah menjalankan dakwah Islam secara teorganisasi. 6 program unggulan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman masa jabatan 2022-2027 sebagaimana disampaikan oleh Arief Mahfud  S,Ag Sekretaris PDM SLeman adalah penguatan ideologi dan konsolidasi Persyarikatan (Cabang, Ranting dan Ortom), Pengadaan Gedung PDM Sleman, Digitalisasi Tata Kelola Kantor, Aset dan Kepegawaian, Tata Kelola Keuangan Terintegrasi  Bendahara PDM Sleman, Pengembangan AUM  Unggulan dan Gerakan Ekonomi Secara Masif serta Peningkatan Kesejahteraan Pegawai  Amal Usaha Muhammadiyah Bidang Pendidikan. Selanjutnya segenap Lembaga dan Majelis memaparkan apa yang telah dilakukan selama 6 bulan terakhir dalam apa yang sudah dikerjakan dan rencana ke depan untuk dievaluasi program dan saling bersinergi untuk melaksanakan program unggulan yang yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Daerah. Reportase  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kemendes PDT Dukung ‘Aisyiyah Membangun Desa Lewat Qaryah Thayyibah

Turi, Pdmsleman.Or.Id Konsentrasi yang tinggi pemerintahan di era Prawbowo Subianto membangun pemberdayaan masyarakat di desa membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak termasuk ‘Aisyiyah. Pesan tersebut disampaikan oleh Penasihat Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendes PDT), Zainuddin Maliki dalam sesi Capacity Building ‘Aisyiyah Cadre Camp pada Sabtu (5/7/25). “Kalau desa diurusi dengan benar kita akan menjadi negara yang subur, makmur, gemah ripah loh jinawi,” ucap Zainuddin. Ia meyakini bahwa jika desa diurusi semua maka tidak akan ada kemiskinan di Indonesia. Terlebih menurutnya Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto yakni swasembada pangan dikaitkan dengan kemanan. “Ada teori yang menyatakan food as the weapon, jadi kalau kita ingin menjadi orang kuat yang bisa bertahan dari serangan apapun kalau kita punya ketahanan pangan,” ucapnya. Oleh karena itu ia mendorong semua kader ‘Aisyiyah untuk tidak menyia=nyiakan semangat dari Presiden Prabowo membangun desa ini. Menurutnya ‘Aisyiyah adalah termasuk pihak yang siap bergandeng tangan dengan pemerintah untuk bersama membangun desa. Terlebih ‘Aisyiyah sudah menjalin kerjasama dengan Kemendes PDT dengan gerakan Qaryah Thayyibahnya. “Alhamdulillah PP ‘Aisyiyah beberapa waktu lalu sudah bertemu Pak Menteri punya Qaryah Thayyibah, kami ingin gerakan ini terus dilakukan sebagai sebuah gerakan nyata dan berorientasi pada desa, membangun di desa, membangun dari bawah,” ucapnya. Apalagi menurutnya, ‘Aisyiyah punya struktur hingga Cabang dan Ranting yang semuanya bergerak. “Insya Allah desa akan tersentuh dengan baik, mengalami transformasi, desa berkembang menjadi desa maju sejahtera.” Dalam tugas yang diemban Kemendes PDT untuk membangun desa ini, Zainuddin menyebut bahwa Menteri Kemendes PDT tidak bisa bekerja sendiri sehingga membutuhkan sinergi dengan banyak pihak. “Pak Menteri ingin membuat superteam, pak menteri tidak ingin menjadi superhero tetapi ingin membentuk superteam dalam membangun desa, dan salah satu team itu dari ‘Aisyiyah,” ucapnya.  Salah satu nilai plus Muhammdiyah ‘Aisyiyah menurut Zainuddin adalah amanah yang kuat jika diberikan kepercayaan termasuk dalam mengelola bantuan dana. “Muhammadiyah ‘Aisyiyah kelebihannya kalau ada anggaran 100 juta di lapangan jadi 200 juta, jadi kalau ada anggaran ngalir bukan berkurang tetapi justru bertambah,” terangnya yang disambut tepuk tangan para kader. Dalam kesempatan tersebut, Ibnu Mahmud Bilalludin, dari Kemendes PDT juga menegaskan kembali MoU antara PP ‘Aisyiyah dengan Kementerian Desa. “Ini kesempatan awal agar ada kolaborasi antara ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia dengan Kementerian Desa.” Ia berharap seluruh kader ‘Aisyiyah akan terlibat dan secara bersama-sama membangun desa sehingga hasilnya lebih baik.

Loading

Majelis Pendidikan KAder PP ‘Aisyiyah Perkuat Peran Kader Melalui ‘Aisyiyah Cadre Camp

 Turi, Pdmsleman.Or.Id “Cabang dan Ranting menjadi program strategis nasional karena Cabang dan Ranting ini barisan terdepan dari eksistensi ‘Aisyiyah.” Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (MPK PP ‘Aisyiyah) dalam pembukaan ‘Aisyiyah Cadre Camp (ACC) pada Sabtu (5/7/25) di Bumi Perkemahan Jaka Garong, Sleman. “Ketika ‘Aisyiyah eksis di Cabang dan Ranting maka keberadaan ‘Aisyiyah akan dirasakan betul oleh masyarakat sehingga kemanfaatan akan diterima ketika Cabang dan Ranting berkembang,” lanjutnya. Mami menyebut bahwa melalui ACC ini para kader bisa menguatkan dan mengembangkan ‘Aisyiyah di Cabang dan Ranting dan akan menjadi piloting sistem perkaderan di Wilayah, Daerah, Cabang, hingga Ranting. “Ini adalah salah satu cara hilirisasi supaya model perkaderan ini bisa diterapkan di Wilayah, Daerah, Cabang, dan Ranting sehingga setelah acara ini harus ada tindak lanjut yang kita lakukan, bersama mari kita gerakan Cabang dan Ranting melalui camping,” tambah Mami. ACC yang dalam pelaksanaanya bekerjasama Hizbul Wathan ini dihadiri 25 Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah yang tergabung 68 regu sebanyak 548 peserta. Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Aisyah menyebut ACC ini adalah bentuk inovasi kaderisasi yang dilahirkan oleh MPK PP ‘Aisyiyah perideo 2022-2027. “Ini salah satu model perkaderan fungsional yang menggunakan berbagai metode yang menyenangkan mencerahkan menggembirakan, dengan ACC ini Insya Allah semua bergembira mengikuti perkaderan” ACC ini menurut Aisyah melengkapi proses perkaderan yang merupakan bagian integral kaderisasi yang merupakan salah satu amanah muktamar. “Seluruh perkaderan akan diarahkan pada visi pengembangan kaderisasi yaitu meningkatkan kualitas kader yang memiliki integritastas, komitmen, militansi, ghirah, solidaritas, ukhuwah, daya juang, wawasan dan profesionalitas berbasis ideologi gerakan yang menjiwai seluruh perilaku kader, anggota, dan pimpinan organisasi,” tegasnya. Sehingga melalui ACC ini akan membentuk kader Cabang Ranting yang peduli lingkungan akan lahir kader Cabang Ranting yang peduli dan menghadirkan aksi solusi untuk memecahkan permasalahan sosial maupun alam di depan mata. “Maka para kader ini melakukan jihad dalam Muhammadiyah yang memberikan solusi di dalam masyarakat,” Fajar Riza Ul Haq, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam kesempatan tersebut mengapresiasi kegiatan perkaderan ACC yang dilaksanakan MPK PP ‘Aisyiyah. Menurut Riza kaum perempuan punya peran kuat terkait lingkungan. “Betapa besar peran kaum perempuan bisa mengubah banyak hal yang sifatnya sederhana untuk membentuk kebiasaan baik. Peran ibu-ibu di keluarga, di masyarakat menjadi sangat menentukan untuk perbaikan lingkungan hari ini dan di masa depan,” tegasnya. Ibu secara filosif disebut Riza adalah rahim peradaban, ibu juga rahim kebudayaan karena ibulah yang melahirkan dan mendidik anak-anak menjadi manusia yang punya akhlak yang baik. Oleh karena itu, Kementerian disebut Riza sangat menyadari peran penting para perempuan yakni ibu sebagai jantung keluarga serta sekolah pertama buat semua anak termasuk terkait isu lingkungan. Lingkungan disebut Riza menjadi salah satu tujuan pembelajaran Kemendikdasmen agar anak peka atas lingkungan sekitar. Lingkungan memiliki berbagai permasalahan yang kompleks termasuk terkait manusianya. “Kita semua bagian dari ekosistem, bukan mensubordinasi ekosistem maka manusia harus jadi bagian dari lingkungan sekitar.” Peran ibu menurut Riza menjadi fundamental dalam lingkungan bukan hanya level keluarga tetapi masyarakat dan kenegaraan bahkan banyak riset menyatakan kalau suatu wilayah dipimpin perempuan maka akan punya kepedulian tinggi pada isu lingkungan. Lebih lanjut, Riza mendorong para kader ‘Aisyiyah untuk dapat terus menonjolkan karakeristik dakwah ‘Aisyiyah yang menerminkan nilai-nilai rahmah, amanah, dan maslahah. “Itu bisa menjadi salah satu pancaran nilai dakwah ‘Aisyiyah di ruang publik yang mencerminkan semangat perempuan berkemajuan di ruang publik karena apa yang kita lakukan dan yakini harus menebar ramah dan kasih sayang di lingkungannya.” Dalam kesempatan tersebut, Kemendikdasmen mendapatkan apresiasi dari salah seorang  peserta yang merupakan orangtua murid sekaligus seorang guru. Kader ‘Aisyiyah bernama Sinta dari Pontianak ini sangat mengapresiasi Sistem Penerimaan Murid Baru yang diterapkan oleh Kemendikdasmen kepemimpinan Abdul Mu’ti. Sistem SPMB ini menambahan poin nilai bagi siswa yang memiliki pengalaman di bidang organisasi. Sinta merasa sangat terbantu karena dari empat anaknya, dua anak tidak mau terlibat aktif dalam organisasi padahal kedua orang tuanya adalah aktivis Muhammadiyah ‘Aisyiyah. Tetapi anaknya yang ketiga mau aktif di organisasi dan terpilih sebagai Ketua OSIS atau Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah di sekolahnya, selain itu juga terpilih menjadi Ketua Pratama Hizbul Wathan. “Kebijakan Kemendikdasmen yang sangat saya apreasiasi karena anak saya sendiri alhamdulillah kemarin lulus di SMTI dari 2000 pelamar menjadi 400 lalu tes wawancara tes fisik. Karena dia aktif sebagai ketua OSIS dan Ketua Pratama dia mendapat nilai lebih. Saya sangat berterimakasih kebijakan dari Kemendikdasmen yang sangat mendukung aktivis Muhmmadiyah dan anak-anaknya menjadi aktivis Muhammadiyah.” Acara kemudian dilanjutkan dengan dimulainya gelaran ACC secara simbolis dengan membunyikan angklung. Dilakukan juga launching mars ‘Aisyiyah Cadre Camp yang diiringi oleh nyanyian seluruh kader.

Loading

Lazismu PWM DIY Peduli Guru dengan Program FitriMu Untuk 700 Guru Senilai Rp. 1,6 Milyard

Yogyakarta ,Pdmsleman.Or.Id DR. Muhammad Ikhwan Ahada selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY  menyampaikan komitmen untuk terus berikhtiar untuk melakukan perbaikan kesejahteraan guru.   Posisi guru sangat penting dimana di Muhammadiyah salah satu pilarnya adalah pendidikan, semangat Al Ma’un yang menginspirasi lahirnya ribuan AUM. Kekokohan lembaga pendidikan di Muhammadiyah dan Asiyayah terbukti dimana bisa bertahan meski dengan jumlah murid yang minim.  “Dengan bermodal stempel Muhammadiyah dan keikhlasan para guru untuk berkhidmat dalam pendidikan, semoga para guru golongan yang masuk surga pertamakali karena akar keihklasan yang sangat bagi guru-guru Muhammadiyah yang tujuan akhirnya keridhoan Allah SWT” Sebagai salah satu ikhtiar untuk membantu menyelesaikan persoalan guru honorer, LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan program “Peduli Guru dengan FitriMu”. Program ini merupakan bantuan stimulant yang diberikan kepada Guru Muhammadiyah-’Aisyiyah atas dedikasinya telah konsisten mengajar dan mencerdaskan murid di sekolah/madrasah Muhammadiyah-’Aisyiyah. Guru merupakan garda terdepan bangsa dalam proses pembelajaran yang bertujuan menjadikan para pelajar sebagai sumber daya manusia yang cerdas, unggul dan maju di masa depan. Namun,fenomenanya kesejahteraan para guru masih belum bisa terpenuhi terutama untuk guru yang berstatus Honorer. Hal ini sebagaimana nampak dalam lauching program peduli guru dengan Fitrimu  dilaksanakan pada Sabtu, 5 Juli 2025 di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Siti Moendjijah Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta) . Sumber dana program ini dari Zakat, Infaq umum dan program pendayagunaan zakat fitri yang dihimpun pada bulan Ramadhan 1445 H/2025 M yang selanjutnya akan disalurkan setiap bulannya untuk guru-guru yang bergaji dibwah Rp. 750.000 selama setahun kedepan. Menurut Pimpinan LAZISMU DIY. Bidang Program Maryono,  “ Program Bhakti Guru Fitrimu ini merupakan amanah Tanwir Muhammadiyah Kupang dan juga merupakan Keputusan dari PWM DIY dan Program ini sendiri sudah berjalan sejak 2020” tuturnya. Terima kasih juga diucapkan kepada Rektor UNISA Yogyakarta atas support untuk kegiatan ini, dan Fitrimu ini menjadi juga program orkestrasi dan kolaborasi wilayah, daerah, dan kantor layanan Lazismu se-D.I. Yogyakarta serta dukungan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Kolaborasi dengan Majelis  DIKDASMEN PNF PWM DIY dan berbagai mitra donator seperti Bank BPD Syariah DIY dan BPRS HIK MCI. Penerima Manfaat adalah Guru yang aktif mengajar di Sekolah/Madrasah Muhamadiyah-’Aisyiyah Memberikan bantuan dana ZISKA kepada guru sebesar Rp 200.000,-/bulan Lazismu Wilayah, Lazismu Daerah daerah (disesuaikan kemampuan daerah masing-masing). Tahun 2025 ini ditargetkan penerima manfaat sejumlah 500 orang, namun karena antusias dari berbagai  stakeholder menjadi 704 orang penerima manfaat di tahun ini dengan total anggaran mencapai 1,6 Milyar Rupiah.

Loading

Mabrur: Antara Spiritualitas Haji dan Realitas Sosial

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Penulis: DR. Yayan Suryana Wakil Ketua PWM DIY. Musim haji kembali usai. Jamaah haji Indonesia mayoritas sudah tiba kembali di tanah air, membawa segudang pengalaman spiritual dan doa yang tak putus dipanjatkan di Tanah Suci. Doa yang paling sering terdengar dari kerabat dan masyarakat adalah, “Semoga menjadi haji yang mabrur.” Sebuah harapan yang mulia, karena haji mabrur, menurut sabda Nabi Muhammad saw. “tidak ada balasan baginya kecuali surga.” Namun, dalam euforia penyambutan ini, kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan penting dan reflektif, benarkah kemabruran itu akan terwujud dalam wajah masyarakat kita? Secara kuantitas, Indonesia adalah negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Setiap tahun, ratusan ribu umat Islam dari negeri ini memenuhi panggilan Allah untuk menunaikan rukun Islam kelima. Namun ironisnya, negeri ini masih diliputi oleh praktik korupsi yang merajalela, pelanggaran hukum yang tak kunjung surut, serta perilaku tak beretika yang kerap menghiasi panggung publik. Dalam banyak kasus, kita justru menemukan para pelaku korupsi atau ketidakadilan adalah mereka yang secara simbolik telah menunaikan ibadah haji, bahkan menyandang gelar “haji” di depan namanya. Realitas ini tentu menohok nurani kita. Sebab haji mabrur sejatinya bukan sekadar gelar atau status sosial, melainkan bukti nyata dari transformasi diri. Ia adalah komitmen untuk hidup jujur, adil, bersih, dan membawa kemaslahatan bagi sesama. Mabrur berarti kembali dari haji dengan membawa semangat keberpihakan kepada kebenaran dan kebaikan—dalam konteks hubungan kepada Tuhan maupun kepada manusia. Ketika seseorang telah menapaki Arafah dan melempar jumrah di Mina, seharusnya ia telah menaklukkan hawa nafsu, membersihkan hati, dan menyiapkan diri untuk hidup dalam kejujuran dan amanah sosial. Tentu kita tidak bisa serta-merta menilai kemabruran seseorang, karena itu adalah urusan antara dirinya dan Allah. Namun kita bisa menakar dampaknya dari perubahan sikap, dari kontribusinya terhadap lingkungan, dan dari sejauh mana ia menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sosial. Haji yang mabrur bukan hanya dilihat dari kekhusyukan doa atau tangisan di Multazam, melainkan dari keberanian menolak sogokan, dari integritas saat memegang jabatan, dari kesetiaan pada keadilan, serta kepedulian pada sesama yang lemah. Oleh karena itu, momentum kepulangan jemaah haji harus menjadi titik refleksi kolektif. Bukan sekadar seremonial penjemputan, tetapi peringatan moral bahwa negeri ini membutuhkan lebih banyak orang-orang yang sungguh-sungguh mabrur. Semoga mereka yang baru saja menunaikan ibadah haji benar-benar membawa pulang semangat kesucian, membersihkan ruang-ruang publik dari dosa sosial, dan menjadi teladan dalam membangun masyarakat yang jujur, adil, dan beradab. Jika haji tidak mengubah laku, maka kita sedang mengabaikan inti ibadah itu sendiri. Jika kemabruran hanya sebatas harapan tanpa realisasi, maka ibadah haji hanya akan menjadi ritual kosong. Mari jadikan kepulangan ini bukan hanya sebagai akhir perjalanan fisik, tetapi awal dari perjalanan moral yang lebih luhur.Wallahu a’lam bish-shawwab

Loading

Alhamdulillah Rombongan Jama’ah Haji SOC 67  Sleman Tiba Kembali di Bumi Sleman Sembada

Madinah, Arab Saudi – Sleman, Pdmsleman.Or.Id Rombongan jamaah haji asal Kabupaten Sleman pada hari ke-42, Selasa, 1 Juli 2025/6 Muharram 1447 H yang tergabung dalam Jama’ah haji Kloter 67 SOC telah menyelesaikan ibadah haji dan siap untuk kembali ke tanah air. Dimulai dengan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nabawi: Jamaah haji Kloter 67 SOC melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Nabawi. Rombongan Kloter 67 diberangkatkan dari Hotel Artal Internasional, Sektor 1 Madinah, dengan didampingi 6 petugas yang terdiri dari tenaga kesehatan dan petugas kloter, Persiapan Pemulangan ke Tanah Air: Pukul 06.20, jamaah haji siap menuju bandara untuk melakukan persiapan pemulangan ke tanah air. Penerbangan Menuju Tanah Air: Pukul 11.20, jamaah haji melakukan penerbangan menuju tanah air . Sebanyak 359 jemaah haji Kabupaten Sleman yang tergabung dalam Kloter 67 Embarkasi Solo (SOC 067) tiba di Tanah Air melalui Bandara Adi Soemarmo, Rabu pagi, 2/7/2025 sekitar pukul pukul 05.50 WIB, jamaah haji tiba di Bandara Adisumarmo Solo dengan selamat. Tiba di Asrama Haji Donohudan Solo oleh disambut oleh Kabid Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH Debarkasi Solo, H. Basori Alwi, Sekretaris PPIH Debarkasi Solo, Drs. H. Jauhar Mustofa, M.Si., serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Sidik Pramono, S.Ag., M.Si., yang turut memantau langsung proses penerimaan jamaah. Upacara Doa Bersama: Setelah tiba di Solo, jamaah haji mengikuti upacara doa bersama yang dipimpin oleh Bp Ruswanto. Kloter 67 Sleman ini terdiri dari 174 jemaah laki-laki dan 185 jemaah perempuan, dengan rincian status kesehatan, Risiko Tinggi Berat (Orange) 72 orang, Risiko Tinggi Sedang (Biru) 50 orang, Risiko Tinggi Ringan (Hijau) 96 orang, Tidak Risiko Tinggi 138 orang Dilanjutkan dengan pemberangkatan Menuju Sleman pada Pukul 08.00, jamaah haji berangkat menuju Sleman serta tiba di Sleman Pukul 09.00 WIB, jamaah haji tiba di Sleman dan disambut dengan hangat oleh Sekda Sleman Penyambutan jamaah haji dilakukan di Masjid Agung Sleman. Setelah acara berakhir Jamaah Pulang ke Rumah masing-masing diliputi  dengan penuh rasa syukur dan bahagia setelah menyelesaikan ibadah haji 1447 H kali dan semoga menjadi Haji dan Hajjah yang Mabrur .   Aamiin Reportase H. Imam Subarkah, Jama’ah KBIHU Aisyiyah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading