![]()
Author Archives: Arief Hartanto
Haedar Nashir Terima Penghargaan Bintang LVRI, Serukan Komitmen dan Nilai Keindonesiaan bagi Generasi Muda
JAKARTA, pdmsleman.or.Id JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menerima penghargaan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada Kamis (10/7) di Jakarta. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan kontribusinya yang dinilai besar dalam mendukung perjuangan nilai-nilai kejuangan serta penguatan kelembagaan LVRI.Dalam sambutannya, Haedar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas penghargaan yang diterimanya. Ia mengaku terharu karena merasa belum sepenuhnya layak untuk menerima penghargaan tersebut, namun tetap menerimanya dengan penuh tanggung jawab moral. “Dengan rasa syukur kepada Allah, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penghargaan Bintang LVRI ini. Terus terang, kami merasa belum layak, namun penghargaan ini menjadi amanah dan inspirasi yang mendalam, baik bagi diri kami, keluarga, organisasi, maupun generasi bangsa,” ujar Haedar. Ia mengisahkan pertemuannya dengan pimpinan LVRI di Yogyakarta yang menyampaikan berbagai kisah perjuangan masa lalu. Pertemuan itu, menurutnya, membangkitkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menghidupkan kembali semangat juang dan pengorbanan para pejuang kemerdekaan di era kini. Haedar pun menegaskan pentingnya tiga hal untuk membangun Indonesia ke depan: komitmen, integritas, dan pengabdian tanpa pamrih.Haedar juga menyinggung figur Panglima Besar Jenderal Soedirman, tokoh yang berasal dari kalangan Muhammadiyah, sebagai teladan pengabdian dan komitmen luhur. “Jenderal Soedirman menjadi contoh ideal yang membumi tentang integritas dan pengabdian. Dalam usia muda, beliau menunjukkan kepemimpinan luar biasa dalam Perang Gerilya. Itulah teladan untuk generasi muda hari ini,” jelasnya. Nilai kedua yang disoroti Haedar adalah pentingnya menanamkan nilai-nilai keindonesiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menyatakan bahwa pewarisan nilai-nilai Pancasila tidak boleh sekadar simbolik, tetapi harus terwujud nyata dalam tindakan. “Warisan nilai itu mahal. Kita harus hidupkan dalam praksis sehari-hari, dipadukan dengan nilai agama dan budaya luhur bangsa,” tambahnya. Poin ketiga, Haedar menyerukan agar masa depan Indonesia dirancang dengan menggabungkan kemajuan intelektual dan teknologi (IPTEK) dengan kekayaan nilai-nilai luhur. Menurutnya, bangsa Indonesia harus menghindari dua ekstrem: kehilangan nilai karena mengejar kemajuan, atau stagnan karena hanya menjaga tradisi. “Perpaduan antara kemajuan dan nilai adalah kepentingan bersama agar kita bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain,” tuturnya.Sementara itu, Ketua Umum LVRI periode 2022—2027, Herman Bernhard Leopold Mantiri, menegaskan bahwa Bintang LVRI adalah penghargaan tertinggi yang hanya diberikan kepada tokoh yang memiliki jasa besar bagi LVRI dan perjuangan nilai-nilai kebangsaan. Ia menyebut komitmen Haedar Nashir, termasuk dalam renovasi kantor DPD LVRI Yogyakarta, sebagai wujud nyata dukungan terhadap LVRI.“Bintang LVRI tidak diberikan dengan mudah. Ini adalah bentuk penghargaan atas kontribusi besar dari Bapak Haedar Nashir dan Bapak Yendra Fahmi, yang kami rasakan manfaatnya sangat besar. Semoga kerja sama terus terjalin di masa depan,” kata Mantiri. Acara penganugerahan tersebut turut dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional, di antaranya Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti, serta sejumlah pimpinan dan kader Muhammadiyah. Hal tersebut menandai pertemuan antara generasi pejuang kemerdekaan dan generasi penerus bangsa dalam semangat kolaborasi membangun Indonesia yang berkeadaban.
![]()
Sambut Tahun Ajaran Baru, SD MBS Prambanan Launching Smart Class
Prambanan. Pdmsleman.Or.Id SD MBS Prambanan resmi meluncurkan program Smart Class dengan tema “Smart Class, Smart Kids, Smart Parents” pada Selasa siang, 8 Juli 2025, bertempat di Masjid Al-Birr. Kegiatan ini dihadiri oleh wali murid kelas 1 sebagai bentuk sinergi antara sekolah dengan orang tua dalam mewujudkan pendidikan yang modern dan bermakna. Launching ini diresmikan oleh Ustaz Agus Yulianto, M.Pd., selaku Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan turut dihadiri oleh Ustaz Didik Riyanta, S.Sos.I, Pimpinan Pondok Pesantren Modern (PPM) MBS Yogyakarta. Sebagai bagian dari PPM MBS Yogyakarta, SD MBS Prambanan terus berinovasi dalam menyelaraskan nilai-nilai pesantren dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Dalam sambutannya, Ustaz Agus menyampaikan bahwa kualitas sebuah sekolah sangat ditentukan oleh kualitas pembelajaran di dalam kelas. “SD MBS Prambanan telah menunjukkan langkah nyata dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui konsep Smart Class,” ujarnya. Acara peresmian dilanjutkan dengan praktik pembelajaran langsung oleh tim pengajar ustazah SD MBS Prambanan. Suasana berlangsung seru dan interaktif. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan belajar menggunakan smart TV, mencoba media interaktif yang mendukung pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran. Kepala SD MBS Prambanan, Ustazah Rizana, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Smart Class merupakan bagian dari program unggulan SD MBS Prambanan dan bentuk komitmen sekolah dalam mewujudkan generasi Qur’ani yang cerdas dan bermanfaat bagi umat. Dengan peluncuran Smart Class ini, SD MBS Prambanan semakin memantapkan langkahnya sebagai sekolah dasar berbasis pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman Rep :. (Arumnoviana SD MBS)
![]()
Hadiri, Hari Bermuhammadiyah PDM Sleman Di Lapangan Sendangagung Minggir
Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka Hari Bermuhammadiyah, PDM Sleman menggelar acara pada hari Sabtu Kliwon, 12 Juli 2025, bertepatan dengan 17 Muharram 1447 H, di Lapangan Sendangagung, Minggir.Dalam kesempatan ini menghadirkan Ust. H. Lanang Mudadi, S.Pd.I dari PDM Temanggung sebagai pembicara dan acara ini terbuka dan mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan meramaikan kegiatan ini.Menurut H. Nasirun, S.A.P Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman yang berasal dari Minggir menuturkan “ berbagai kegiatan menarik telah disiapkan, di antaranya adalah bazaar UMKM, pentas seni kerawitan, Angklung, Tapak Suci, Drumband, Donor darah, Periksa kesehatan gratis, Service sepeda motor, dan pembuatan KTA Muhammadiyah. Kopdar AmbulanMu juga akan memeriahkan acara tersebut. Tidak kalah menariknya Hari Ber,-Muhammadiyah akan dihadiri ratusan BikerMu dari seluruh Sleman dan sekitarnya. Bazar UMKM kali ini akan menampilkan produk-produk lokal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah warga Muhammadiyah yang jadi kesempatan emas bagi masyarakat untuk mendukung ekonomi lokal sekaligus mendapatkan barang berkualitas.Selain itu, pentas seni akan menjadi daya tarik tersendiri, menampilkan berbagai pertunjukan yang melibatkan talenta lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menghibur dan mempererat tali silaturahmi antar warga.Pemeriksaan kesehatan akan digelar secara gratis, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memeriksakan kesehatan mereka tanpa biaya. Ini adalah langkah penting dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan di tengah masyarakat.Demikian juga bagi anggota Muhammadiyah, acara ini juga menyediakan layanan pembuatan KTA (Kartu Tanda Anggota) Muhammadiyah. Ini adalah kesempatan bagi mereka yang ingin bergabung dan berkontribusi dalam organisasi yang telah berperan besar dalam pembangunan masyarakat.Kopdar Ambulan Mu juga akan hadir, memberikan informasi dan layanan terkait kesehatan. Ini adalah inisiatif yang sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang membutuhkan akses cepat ke layanan kesehatan. Selain itu, acara ini juga akan mengadakan donor darah, yang merupakan kegiatan mulia untuk membantu sesama yang membutuhkan.Sebagai penutup, acara ini akan dimeriahkan dengan doorprize menarik bagi para pengunjung. Dengan berbagai kegiatan yang telah disiapkan, diharapkan Hari Bermuhammadiyah kali ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi antar warga Muhammadiyah se Kabupaten Sleman. Rep Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Seyegan Gelar Workshop Implementasi Lagu Anak Berbasis Nilai-nilai Karakter Bagi Siswa Sekolah Dasar
Seyegan, Pdmsleman.or.id Departemen Pendidikan Seni Musik, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (FBSB UNY) bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Seyegan menggelar Workshop Implementasi Lagu Anak Berbasis Nilai-nilai Karakter Bagi Siswa Sekolah Dasar pada hari Selasa hingga Rabu tanggal 8-9 Juli 2025 di Gedung Pertemuan Gendhuk Wulan Margodadi Seyegan Sleman. Workshop yang digelar selama 2 hari ini diikuti oleh sekitar 70 orangpeserta yang merupakan Guru TK Aisyiah dan Guru SD Muhammadiyah di Kapanewon Seyegan. Menyajikan materi yang sangat beragam di antaranya Mengenal Notasi Musik, Harmoni Lagu Anak, Membuat Lagu Sederhana, Bernyanyi dengan Benar, Praktek Bernyanyi Lagu Anak, dan Pola Aba-aba sederhana. Narasumber yang dihadirkan juga merupakan dosen FBSB UNY yang sudah pakar di bidangnya antara lain Dr. Heni Kusumawati, M. Pd. , Drijastuti Jogjaningrum, S.Sn., M.A. , Lukas Gunawan Arga Rakasiwi, S.Pd., M.Pd., Dr. Fu’adi, S.Sn., M.A., Ambar Fidianingsih, S.Pd., M.Pd., Drs. Agustianto, M.Pd. , dan Panca Putri Rusdewanti, S.Pd., M.Pd. Dr. Heni Kusumawati, M. Pd. menyampaikan bahwa workshop ini digelar sebagai implementasi Kegiatan Dosen Berkegiatan di Luar Kampus yang bertujuan untuk memberikan pelatihan membuat lagu sederhana pada guru dengan mengenalkan teori musik, menulis notasi, harmoni dan lirik lagu yang mengandung nilai-nilai karakter, serta membuat lagu anak sederhana dengan muatan karakter dan melatih siswa di sekolah menyanyikan lagu baru yang mengandung karakter. “Tujuan kegiatan ini tidak hanya untuk menghidupkan kembali lagu anak-anak, namun juga untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika sejak dini. Semoga dengan ilmu yang diberikan ini dapat membangkitkan semangat dan rasa percaya diri dari para guru untuk mengajarkan lagu baru pada anak-anak didik dengan nada yang benar, dan dapat menyampaikan pesan2 yang terkandung dalam lagu yang diajarkan sehingga anak menjadi paham akan makna dari lirik lagu yang diajarkan,” ungkapnya. Di akhir materi, peserta juga diberi tantangan untuk membuat karya lagu sebagai wujud penerapan materi yang telah diterima selama mengikuti workshop. Setelah workshop ini selesai, kerjasama antara FBSB UNY dengan PCM dan PCA Seyegan tidak berhenti sampai di sini, namun tetap berlanjut sehingga diharapkan guru-guru dapat mengajarkan lagu-lagu baru yang diajarkan saat workshop pada peserta didik, selanjutnya tim pengabdi akan melakukan pendampingan untuk melihat keberhasilan implementasi lagu baru di sekolah pada waktu yg sudah disepakati. (Dhian Navitri/PCA Seyegan)
![]()
Menghidupkan Puasa Ayyamul Bidh: Ibadah Sunnah dan Pilar Kesadaran Hijriah
Penulis: Yayan Suryana Wakil Ketua PWM DIY Puasa Ayyamul Bidh—yakni puasa yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan hijriah—merupakan salah satu sunnah yang konsisten diamalkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash, Rasulullah saw. bersabda: صيامُ ثلاثةِ أيَّامٍ من كلِّ شَهرٍ صيامُ الدَّهرِPuasa tiga hari setiap bulan adalah seperti puasa sepanjang tahun.”(HR. al-Bukhari dan Muslim) Tiga hari yang dimaksud dalam hadits ini dijelaskan oleh sebagian riwayat dan penjelasan ulama sebagai Ayyamul Bidh, yaitu hari-hari di pertengahan bulan ketika bulan purnama bersinar terang di malam hari. Keutamaan puasa ini tidak hanya terletak pada pahala yang besar, melainkan juga pada makna simboliknya sebagai momen pengendalian diri di tengah terang dunia, agar tidak larut dalam godaan yang tampak memesona. Menariknya, puasa Ayyamul Bidh juga memiliki dimensi peradaban yang luas. Dengan menjadikannya kebiasaan kolektif, umat Islam seolah diingatkan secara periodik untuk senantiasa merujuk pada kalender hijriah. Dalam konteks membangun peradaban Islam yang berbasis spiritualitas, kesadaran terhadap waktu hijriah sangat penting. Ia menanamkan identitas kultural dan religius yang berbeda dari kalender masehi yang mendominasi ruang publik global. Puasa ini menjadi penguat pengamalan hijrah sebagai orientasi transformasi diri dan masyarakat secara berkelanjutan. Namun, sering kali umat Islam mengalami kesulitan dalam memastikan kapan tanggal 13, 14, dan 15 hijriah itu jatuh, terutama karena minimnya perhatian terhadap penanggalan hijriah. Di sinilah peran penting Kriteria Hisab Global Terpadu (KHGT) yang telah diusulkan dan dikembangkan oleh Muhammadiyah. KHGT memungkinkan penetapan awal bulan hijriah secara ilmiah, global, dan konsisten. Dengan dukungan KHGT, umat Islam dapat mengetahui awal bulan hijriah dengan pasti dan serempak, sehingga dapat melaksanakan puasa Ayyamul Bidh secara kolektif dan terkoordinasi. Puasa sunnah ini, yang dulu tampak sebagai ibadah pribadi, kini berpotensi menjadi sarana membangun kesadaran kolektif terhadap sistem waktu Islam. Dalam masyarakat yang kehilangan orientasi terhadap waktu-waktu ibadah berbasis hijriah, Ayyamul Bidh bisa menjadi tonggak pengingat bulanan yang bukan hanya menyehatkan tubuh dan jiwa, tetapi juga menyehatkan peradaban umat. Karenanya, sudah semestinya umat Islam kembali menghidupkan sunnah ini. Bukan hanya untuk meneladani Rasulullah SAW, tapi juga untuk meneguhkan identitas peradaban Islam yang berbasis waktu ilahiah. Maka, puasa Ayyamul Bidh bukan hanya bentuk ibadah individual, tapi juga gerakan kolektif umat menuju pemurnian spiritual dan kemajuan peradaban. Wallahu a’lam bish-shawab
![]()
Kontingen Aisyiyah Sleman Juara Konten Kreatif Video Dalam Jambore Nasional Aisyiyah Cadre Camp
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Jambore Aisyiyah Cadre Camp (ACC) yang berlangsung pada Sabtu- Ahad 5-6 Juli 2025 di Bumi Perkemahan Jaka Garong, Sleman meninggalkan banyak cerita momen berharga. Salah satunya dari kontingen bagi anggota Aisyiyah Sleman. Sebagaimana disampaikan Waridil Khotimah S.Pd dari Majelis Kader PDA Sleman, dalam kegiatan ini kontingen PDA Sleman hadir diantara ratusan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia apalagi bertempat di Kabupaten Sleman. Dalam kegiatan ini PDA Sleman menugaskan sejumlah anggota Aisyiyah untuk bergabung dalam kegiatan ini diantaranya Margiyanti S.Pd dan Endri dan sejumlah anggota lainnya. Menurut Margiyanti meskipun awalnya ragu, akhirnya memutuskan untuk ikut serta.” Kecintaan saya terhadap camping sejak kecil membuat saya bersemangat, meskipun saya belum sepenuhnya memahami kegiatan yang akan dilaksanakan”. Setelah bergabung dalam grup WhatsApp peserta, kami mulai menerima informasi dan petunjuk teknis yang cukup banyak. Jambore ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh MPK pusat, dan mendengar kata “nasional” tentu membuat kami merasa bahwa ini adalah event yang sangat penting. “ Masalah muncul dimana awalnya, suami tidak mengizinkan, tetapi setelah berbicara, beliau akhirnya mendukung keputusan saya untuk ikut acara ini “ tambahnya. Bersama delapan teman dari berbagai daerah seperti Pakem, Ngaglik, Minggir, dan Sleman, kami siap berpartisipasi. Dari Pakem, Ismiyati, Suhartini; Ngaglik Syaadah dan Rahma, Sleman oleh Margiyanti, Saerani serta Wiwik dari Minggir. Meskipun kesibukan masing-masing membuat kami sulit untuk bertemu, kami berhasil berkumpul di rumah Ibu Margiyanti untuk membahas persiapan. Dalam pertemuan sepakat untuk memilih Margiyanti sebagai ketua regu, nama regu “Fathonah”. Salah satu tugas dalam kegiatan adalah membuat konten video tentang tokoh yang menjadi nama regu kami, yaitu Ibu Fathonah. Mencari waktu untuk wawancara dengan beliau ternyata tidak mudah, tetapi pada tanggal 16 Juni, kami berhasil melakukannya. Wawancara berjalan lancar dan hasilnya diunggah ke TikTok dan Instagram, mendapatkan banyak perhatian dari netizen. Hari H pun tiba pada tanggal 5 Juli, kontingen Aisyiyah Sleman hadir di Garongan dengan berbagai perlengkapan. Mbak Endri telah menyiapkan bunga merah putih dan oleh-oleh khas Slondok, sementara saya membawa nasi crispy. Acara pembukaan di pagi hari diikuti dengan berbagai rangkaian kegiatan, termasuk pensi yang melibatkan kolaborasi dari lima kabupaten. Meskipun kami tidak meraih juara, penampilan kami berhasil menghibur semua peserta. Malam itu, ada beberapa peserta yang memilih tidur di luar tenda di bawah sinar bulan yang indah. Pagi harinya, kami melaksanakan sholat tahajud dan subuh berjamaah, diikuti dengan lomba nasi goreng. Kami memilih untuk tidak ribet dan hanya memasak nasi goreng, sementara sarapan nasi pecel dibeli matang. Hari kedua diisi dengan lomba jelajah alam. Regu kami, dengan nomor urut 35, berhasil menyelesaikan semua pos dalam waktu yang cukup baik. Banyak cerita lucu dan yel-yel kreatif yang menghibur kami sepanjang perjalanan. Momen tak terlupakan terjadi ketika kami mendapatkan buah nangka gratis dari seorang petani di tengah perjalanan. Setelah melewati berbagai tantangan, kami tiba di tenda utama dengan total langkah 10.050 dan jarak 6,93 km. Saat acara penutupan, kami sudah merasa lelah dan pesimis. Namun, ketika nama regu “Fathonah” diumumkan sebagai juara 1 untuk kategori konten kreatif video, kami terkejut dan langsung berlari ke panggung. Semua lelah dan ngantuk kami hilang seketika, digantikan dengan tawa bahagia dan haru. Alhamdulillah, pengalaman ini menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi kami semua. Rep Margiyanti Aisyiyah Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Silaturahmi Akbar Ambulans Muhammadiyah Indonesia di Pantai Tali Wolu, Parangtritis
Parangtritis, Pdmsleman.Or.id Silaturahmi Akbar Ambulans Muhammadiyah Indonesia yang dihadiri oleh 436 peserta dan 160 unit ambulans dari berbagai wilayah berlangsung dengan semarak di Pantai Tali Wolu, Parangtritis, Kretek, Bantul, pada Ahad pagi 6 Juli 2025.Acara yang digagas Forum Pengelola Ambulans Muhammadiyah (Forpam) Bantul ini menjadi ajang silaturahmi, koordinasi, dan konsolidasi antar relawan dan pengelola ambulans Muhammadiyah Regional DIY dan Jawa Tengah. Hadir dalam kesempatan ini Wakil Ketua PWM DIY Dr. H. Ahmad Ghozali, M.A, Ketua PDM Bantul Arba Riksawan Qomaru, S.E,Kepala Dinas Kesehatan Bantul dr. Agus Tri Widiyantara, M.M.R, dan Kapolsek Kretek AKP Sutrisno, S.H., M.H. Silaturahmi Akbar diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ambulan Muhammadiyah. Agus Suprapto selaku Ketua Forpam Bantul menyampaikan pentingnya “ sinergi dan soliditas antar relawan ambulans Muhammadiyah”. ”. Dalam kegiatan ini juga digelar sarasehan Bersama LAZISMU Pusat tentang sinergi menjalankan misi sosial dan kemanusiaan. Dari Sleman hadir dalam kesempatan ini relawan ambulanceMU PCM Tempel, PCM Minggir PCM Depok, PCM Prambanan, PCM Seyegan, PCM Mlati, RSPM, PCM Gamping, PCM Ngaglik, Berbah dan AMM Sleman. Juang Mahron salah satu peserta kegiatan, dari AmbulanceMU Tempel menuturkan “ pada kegiatan kali ini dari Sleman hadir sebanyak 12 titik layanan ambulanMu hadir diantara total peserta secara keseluruhan”. Acara Silaturahmi Akbar Ambulans Muhammadiyah Indonesia berlangsung, lancar guna memperkuat jaringan layanan kemanusiaan Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pelepasan 100 ekor tukik (anak penyu) di Pantai Tall Wolu. Setelah itu, puncak acara adalah konvoi spektakuler 160 unit ambulans dengan rute Pantai Tall Wolu – Jembatan Kretek II – JJLS Barat – Jembatan Pandansimo – Bundaran Srandakan.
![]()
Majelis Pengembangan Pondok Pesantren Paparkan Sejumlah Program Unggulan Peluang Studi ke Timur Tengah
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Ahad 6 Juli 2025 Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman berlangsung di Pendopo DPRD Sleman. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam organisasi Muhammadiyah, termasuk para pimpinan Majelis dan lembaga PDM Sleman. Rapat ini bertujuan untuk menyampaikan laporan dan evaluasi program yang telah dilaksanakan selama periode Januari hingga Juni 2025. Majelis Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah Sleman memaparkan sejumlah program yang telah berjalan. Di antara program lama yang dilaporkan adalah sosialisasi pemetaan anak-anak santri di wilayah Sleman untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah serta penyediaan beasiswa untuk Pesantren Muhammadiyah. Program ini telah berjalan dengan baik dan diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan bagi santri. Selain itu, pendampingan dalam pendirian dan perizinan pesantren juga menjadi fokus utama. Saat ini, proses ini sedang berlangsung di (MGS) dan Ma’had Ali Bin Abi Thalib. Pendampingan penyaluran native speaker bagi Pondok Pesantren Muhammadiyah juga telah dilaksanakan di (MBS) Prambanan, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris santri. Namun, tidak semua program berjalan sesuai rencana. Monitoring dan evaluasi pesantren Muhammadiyah di wilayah Sleman tidak dapat dilaksanakan karena sudah dilakukan oleh (LP2) PWM. Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara lembaga yang ada dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren. Dalam rapat tersebut, Majelis Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah Sleman juga memperkenalkan program baru untuk tahun 2025. Salah satunya adalah pembukaan kuota beasiswa untuk PesantrenMu bagi santri berprestasi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Program ini diharapkan dapat memberikan motivasi lebih bagi santri untuk berprestasi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. LP2M juga berkomitmen untuk membantu membangun kerjasama kuota beasiswa Timur Tengah untuk pondok pesantren di Sleman. Agenda safari dauroh untuk kunjungan rektor Timur Tengah ke kampus dan pondok pesantren di Sleman juga menjadi salah satu program baru yang diharapkan dapat memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan di Indonesia dan Timur Tengah. Ust. H. Riandi Pratama, Lc, Wakil Ketua LP2M Sleman, menyampaikan” pentingnya kerjasama dan kolaborasi antara pondok pesantren Muhammadiyah di Sleman”. Ia berbagi pengalaman pribadi ketika mendampingi beberapa rektor kampus di Timur Tengah, seperti Rektor International University of Africa Sudan, Prof. Dr. Hatim Ustman, dan Presiden International Union of University, Prof. Dr. Muhammad Khair Al-Ghobbani. Pengalaman ini menunjukkan betapa pentingnya menjalin hubungan internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren. “Semoga dengan adanya kerjasama dan kolaborasi yang baik, para pimpinan pondok pesantren Muhammadiyah se-Sleman mampu mewujudkan banyak generasi unggul yang go internasional dan mendunia,” harap Ust. Riandi. Rep Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
G2RT MU – EMAS (KmE1): INOVASI MODEL G2RT MU LP UMKM PWM DIY UNTUK USIA EMAS PERTAMA DI INDONESIA
Sleman Pada hari Rabu, tanggal 02 Juli 2025, bertempat di Masjid K.H. Sudja, LAZISMU PKU Muhammadiyah bersama dengan RS PKU Gamping dan Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil Menengah (LP UMKM) Muhammadiyah menggelar Seminar Masa Persiapan Pensiun (MPP) Tahap 2 yang bertajuk Inkubasi Entrepreneur PKU Muhammadiyah. Kegiatan yang diselenggarakan selama dua (2) hari ini diikuti oleh 20 karyawan dari RS PKU Muhammadiyah Gamping yang telah memasuki masa pension (usia emas). Kegiatan ini merupakan persiapan pensiun para karyawan RS PKU Muhammadiyah Gamping. Pada kesempatan tersebut sesi dibuka oleh Juang Kurniawan S, M.Pd.B.I selaku Ketua Bidang Industri Mikro & Kecil, LP UMKM PWM DIY; sekaligus Kepala Lembaga Kemahasiswaan & Alumni UPY; yang juga Anggota Komtek 03 – 13 SNI G2RT. Berlanjut pada sesi materi oleh Rika Fatimah P.L., ST, M.Sc., Ph.D selaku Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur; Wakil Ketua Komtek 03 – 13 SNI G2RT; yang juga merupakan Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM); dan pengurus Bidang Industri Mikro & Kecil, LP UMKM PWM DIY, berkesempatan untuk menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Rika Fatimah dalam paparannya yang berjudul “G2RT MU – EMAS (KmE): Manajemen Ikonik (Visioner) Bisnis (& Legalitas)” menyampaikan bahwa ruh ekonomi Indonesia yakni Ekonomi Pancasila, yang memiliki 5 prinsip visioner utama dalm berkegiatan ekonomi yang pula tercermin dari kelima sila nya. Visioner adalah kemampuan untuk menciptakan dan mengartikulasikan sebuah visi yang realistis, kredibel, dan mendorong para pengikutnya untuk tumbuh dan berkembang menuju masa depan. Masa depan yang dimaksud bukan hanya satu tahun atau dua tahun ke depan, namun beyond kemampuan manusia untuk ‘mengatur’ salah satunya untuk masa depan anak cucu kita. “Orang yang visioner itu berarti orang yang selalu berdoa … tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk pasangan, anak, orang tua, juga masyarakat sekitar…sikap visioner ini merupakan investasi jangka panjang pada seseorang untuk memunculkan sifat ikhlas, pasrah, dan Lillahi Ta’ala kepada Allah SAW…’ ,” tutur Rika Fatimah. Rika melanjutkan sikap ini sejalan dengan peribahasa Jawa alon alon waton kelakon yang memiliki arti tindakan yang sabar, tidak terburu-buru atau tergesa-gesa, dan disertai dengan pemikiran yang masak ‘….yaitu tindakan penuh kesadaran dengan perencanaan matang dan bukan pemikiran yang lamban seperti yang kerap difahamkan di masyarakat luas…’. Sifat ikhlas, pasrah, dan Lillahi Ta’ala dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berwirausaha akan mengajarkan seseorang untuk selalu bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Sang Pencipta, karena bentuk rezeki tidak hanya terbatas pada finansial, namun juga dapat berbentuk kelapangan dan kemudahan dalam berkehidupa. Sejatinya tindakan tersebut tidak hanya dilakukan oleh usia produktif namun juga oleh masyarakat usia emas (senior citizen). Lebih lanjut, Rika Fatimah menyampaikan bahwa saat ini sebagian besar UMKM di Indonesia masih sebatas “Berjualan”, belum “Berbisnis”. Hal ini dapat dilihat bahwa penilaian kepada UMKM binaan Pemerintah diukur dengan omset yang diperoleh. Pudarnya keyakinan dalam masyarakat bahwa yang seharusnya dicari adalah “Rezeki”, dan itu yang seharusnya diyakini umat Muslim. “… rezeki sudah ada porsinya, dan Allah SAW memastikan bahwa rezeki tidak akan tertukar…semangat rezeki hakikatnya membuat setiap individu ingat kepada Zat yang menciptakan manusia … semangat rezeki tersebut digerakkan kembali dalam Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur…” ujar Rika Fatimah. G2R Tetrapreneur merupakan model inovasi gotong royong gerakan wirausaha berkelanjutan berkemampuan untuk penciptaan kemandirian dan kewibawaan asli Indonesia menuju produk ikonik global. Perkembangan model G2R Tetrapreneur dari tahun ketahun tidak hanya menyasar pada desa sebagai sebuah kelembagaan, namun juga kepada komunitas, maupun instansi sebagai penggerak ekonomi. Keluwesan model asli Indonesia ini dalam pelaksanaannya dibuktikan nyata dengan telah terbentuknya beberapa Unit G2R Tetrapreneur berbasis komunitas antara lain G2R Tetrapreneur Komunitas Kuliner binaan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemekop UKM) Republik Indonesia dengan nama G2RT KmK4. Selain itu, G2R Tetrapreneur juga telah diimplementasikan oleh Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil Menengah (LP UMKM) Muhammadiyah PWM DIY. Sejalan dengan hal tersebut, pensiunan karyawan di RS PKU Muhammadiyah Gamping bersama pendampingan dari LazisMU DIY dan LP-UMKM PWM DIYh pada G2RT MU membentuk model G2RT Komunitas Emas pertama di Indonesia yaitu Unit G2R Tetrapreneur Komunitas Emas Pertama atau G2RT MU KmE1. Rika menjelaskan “…G2RT KmE1 ini memiliki pergerakan khas mengikuti karakter komunitasnya yaitu pensiun para karyawan RS PKU Muhammadiyah Gamping. Komunitas pension atau emas tersebut memiliki profil professional yang mumpuni sehingga kemampuan manajerial sangat sesuai jika diarahkan pada model bisnis hilir yang bekerjasama dengan produk unggulan (PU) G2RT dari kabupaten se-DIY baik perdesaaan, perkotaan, maupun G2RT komunitas lainnya…”. Produk-produk yang berasal dari Unit G2RT merupakan produk yang telah terjamin dan memiliki standarisasi G2R Tetrapreneur (SNI G2RT) karena telah melalui berbagai proses mulai dari produksi, pengemasan hingga manajerial bergotong royongnya. Sama halnya dengan berbagai standardisasi yang dikeluarkan oleh International Organization for Standardization (ISO), Standardisasi G2R Tetrapreneur ini juga mengatur para pelaku usaha untuk dapat memproduksi produk-produk kualitas global, tanpa meninggalkan jati diri bangsa, yaitu gotong royong. Sebagaimana standardisasi yang dikeluarkan oleh ISO, SNI G2R Tetrapreneur juga memiliki struktur atau tahapan-tahapan standardisasi yang jelas. G2RT KmE1 terdiri dari 9 (Sembilan) orang kepengurusan inti atau disebut juga sebagai Tim 9. Adapun Tim 9 terdiri dari Ketua, Ambassador, Manajer Tim, Operasional keuangan, Memahami Keuangan, Operasional Produk Unggulan (PU), Memahami Produk Unggulan (PU), Memahami Pasar, dan Memahami pesaing. Kepengurusan Tim 9 tersebut tentunya diperkuat dengan keanggotaan masing-masing fungsi harian dan kerjanya yang berkembang sesuai dengan perkembangan jumlah keanggotaan G2RT MU KmE1 kedepannya.
![]()