MEK Aisyiyah Tempel Gelar Pelatihan Garnish Untuk Tingkatkan Keterampilan Anggota Mengolah Bahan Pangan

Tempel, pdmsleman.Or.Id Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Aisyiyah Cabang Tempel pada Rabu, 30 Juli 2025 menggelar pelaksanaan pertemuan rutin dan dalam acara tersebut juga diadakan pelatihan pembuatan garnish. Perserta pada pelatihan ini diikuti oleh  35 orang yg berasal dari utusan ranting  Aisiyah secabang Tempel, anggota KWTA Moroberkah Mororejo, pengurus panti  Baitul Qowwam . Menurut Ketua MEK PCA Tempel, Sri Khayati Nur dalam sambutannya menyampaikan “ tujuan acara untuk meningkatkan ketrampilan  anggota Aisiyah dalam mengolah  bahan pangan agar mempunyai nilai lebih” . Pelatihan juga dihadiri oleh  ketua pimpinan Aisiyah cabang Tempel Banun Rohyati S.Pd dan  Siti Rofiah S.Pd yang dalam sambutannya Banun mengatakan “ kami berharap kegiatan  yang  dilaksanakan setiap 3 bulan sekali ini dapat menjalin ukhuwah antar anggota yang akan berdampak pada meningkatnya  kegiatan Aisiyah di ranting  masing-masing”. Pada kesempatan pelatihan  kali ini materi yang diberikan adalah pembuatan hiasan dari sayur dan buah ( garnish ) oleh praktisi kuliner  Sumarsinah dari Lodoyong Lumbung rejo Tempel Tujuan acara untuk meningkatkan ketrampilan  anggota Aisiyah dalam memanfaatkan  bahan pangan agar mempunyai nilai lebih dan dengan menghias makanan tampilan hidangan menjadi lebih menarik. Acara yang digelar di Aula Baitul Qowam Mororejo Tempel ini pelatihan garnish kali ini menggunakan berbagai bahan yang mudah didapat, seperti timun, wortel, dan pepaya muda. Peserta diajarkan teknik-teknik dasar dalam menghias makanan, mulai dari cara memotong bahan hingga menyusun hiasan yang menarik.  “Keterampilan ini sangat penting, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin menyajikan makanan yang lebih menarik untuk keluarga,” tambah Nurcahya W, Sekretaris MEK PCA Tempel. Setelah sesi pelatihan, para peserta diberikan kesempatan untuk menampilkan hasil karya mereka dengan hasilnya  berbagai kreasi menarik berhasil ditampilkan dan juga bisa dikonsumsi. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota, tetapi juga untuk mempererat hubungan antar anggota MEK dan kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun kebersamaan dan saling berbagi pengetahuan . Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anggota MEK Aisyiyah Tempel dapat menerapkan keterampilan yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari dan merupakan salah satu langkah konkret MEK Aisyiyah Tempel dalam memberdayakan perempuan melalui peningkatan keterampilan ekonomi. Dengan keterampilan yang diperoleh, diharapkan anggota dapat lebih mandiri dan berkontribusi dalam perekonomian keluarga serta masyarakat.

Loading

Launcing Ambulance MU PCM Kalasan Bersama Bupati

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., melaunching Ambulanmu dan Agro Edufarm Center Mentari PCM Kalasan bersamaan dengan event Pengajian Triwulanan PCM Kalasan di Lapangan Bayen, Purwomartani, Kalasan pada Sabtu pagi, 26 Juli 2025. Launching ditandai dengan doa bersama dipimpin dr. H. Agus Taufiqirrohman, Sp.S., M.Kes., dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Bupati Sleman disambung bunyi sirine sekitar dua puluhan mobil ambulan berderet rapi milik PCM se Kabupaten  Sleman bersahut-sahutan dan tepuk tangan meriah dari ribuan jamaah pengajian pada pagi yang cerah itu. Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyambut gembira atas launching Ambulanmu dan Agro Edufarm Center Mentari sebagai bagian dari amal usaha PCM Kalasan. Lebih lajut Harda Kiswaya menekankan bahwa  ambulan PCM Kalasan ini dan juga sederet ambulan PCM di bawah PDM Sleman menambah fasilitas pendukung layanan kesehatan dan sosial di Kabupaten Kalasan. Demikian juga Agro Edufarm Center Mentari PCM Kalasan ini juga merupakan wujud nyata dukungan Muhammadiyah terhadap ketahanan pangan yang juga menjadi prioritas program pemerintah yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Menurut Harda Kiswaya, “Keluarga besar Muhammadiyah telah berkontribusi besar terhadap peningkatan iman dan taqwa masyarakat”.  Karena itu berjanji akan meningkatkan hibah dan kerja sama dengan Muhammadiyah ke depannya. juga memohon doa dan dukungan segenap warga Muhammadiyah agar jalannya roda pemerintahan daerah di Sleman berjalan dengan lebih baik untuk masyarakat Sleman. Acara launching Ambulanmu dan Agro Edufarm Center Mentari PCM Kalasan dimeriahkan dengan sajian musik angklung ibu-ibu aisyiah PCA Kalasan di bawah pimpinan Ani Suharyani. Sekitar empat puluhan ibu-ibu berseragam cantik itu mendendang beberapa lagu, antara lain Sang Surya, Prau Layar menyeruak pagi yang cerah menggugah semangat jamaah pengajian akbar di lapangan Bayen. Suara angkluang yang indah dan kompak dipadu dengan harmonisasi musik dengan dirigen, yang sekaligus pelatih, M Deri menjadi warna tersendiri dalam agenda PCM Kalasan pagi itu. Kemerduan suara musik anglung itu kemudian dilanjutkan dengan keindahan lantunan surat Al Isro oleh Nadia dan Friska, siswa SMP Muhammadiyah 1 Kalasan. Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi., dalam sambutannya menjelaskan bahwa “ Ambulanmu PCM Kalasan itu merupakan wakaf warga Muhammadiyah Kalasan”.  Meskipun PCM Kalasan tergolong paling akhir dalam hal pengadaan dan kepemilikan ambulan di antara PCM-PCM di bawah PDM Sleman, Sunandar yakin bahwa ambulan sebagai fasilitas layanan kesehatan dan sosial sangat dibutuhkan oleh  masyarakat Kalasan secara luas. Karena itu ia bersyukur bisa mewujudkan ambulanmu itu dengan dukungan dan semangat gotong-royong seluruh warga Muhammadiyah Kalasan, difasilitasi oleh Lazismu PCM Kalasan. Di sisi lain, Sunandar juga menjelaskan bahwa berbarengan dengan Pengajian Akbar Triwulanan ini juga dilaunching Agro Edufarm Center Mentari di area tamah wakaf milik Muhammadiyah di desa Kujonsari, Purwomartani. Ia berharap Agro Edufarm Center ini bisa menjadi sarana edukasi tentang proses penanaman dan budidaya tanaman pangan, sayur dan buah kepada anak-anak didik di sekolah Muhammadiyah di Kalasan dan masyarakat  secara luas, sekaligus mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Launching Ambulanmu dan Agro Edufarm Center ini merupakn wujud dari dakwah Muhammadiyah yang mencerahkan dan mensejahterakan di wilayah PCM Kalasan. Sementara itu, dr. H. Agus Taufiqirrohman, Sp.S., M.Kes. dalam sebagai narasumber pengajian akbar  cukup menumbuhkan antusiasme jamaah. Pada bagian pembukaan Ustadz Agus Taufiqurrahman memotivasi jama’ah dengan menjelaskan bahwa jama’ah yang hadir dalam pengajian akbar pagi itu akan dimudahkan jalan ke surga dengan mengutip dan menjabarkan sebuah hadits nabi yang maknanya, “ barang siapa yang hadir dalam majelis ilmu, akan Alloh mudahkan jalan ke surga. Muhammadiyah tidak bisa dipisahkan ruh untuk mempelajari Islam melalui pengajian”. Karena itu, amal usaha yang wajib ada di tiap-tiap ranting adalah pengajian rutin sehingga  ‘ngaji’ menjadi kebutuhan. KH Ahmad Dahlan telah mengajarkan betapa seriusnya dalam mengkaji Al-Quran, sampai-sampai untuk mengkaji surat Al-‘Asr yang hanya terdiri dari 3 ayat dibutuhkan waktu selama tujuh bulan, lalu mengkaji surat Al-Ma’un dibutuhkan waktu selama lebih dari tiga bulan. Karena lamanya kajian Al-Ma’un itu santri-santrinya bertanya kepada Kyai Dahlan, “Wahai Kyai, Al-Quran itu kan tidak hanya surat Al-Ma’un saja, mengapa hanya surat itu aja yang dikaji?” mendapati pertanyaan para santrinya itu, Kyai Dahlan tersenyum sambil balik bertanya, “ Apa kalian sudah mengerti surat Al-Ma’un?” Para santri menjawab sempak, “Sudah kyai..” Apakah kalian sudah hapal dan memahami surat Al-Ma’un?” kembali para santri menjawab serempak, “Sudah kyai..” “Apakah kalian sudah mengamalkan isi surat Al-Ma’un?” Para santri kali ini diam, saling memandang satu sama lain. Momen itulah yang menginspirasi KH Ibrahim mendirikan Sekolah Muhammadiyah, Kyai Sujak, salah satu santri KH Ahmad Dahlan menginisiasi berdirinya Panti Asuhan, Panti Duafa, dan rumah sakit yang kemudian disebut PKU (Penolong Kesengsaraan Umat). Karena itulah, Ustadz Agus Taufiqurrahman berharap hadirnya Ambulanmu PCM Kalasan sebagai penolong masyarakat Kalasan, tanpa membedakan suku, agama, ras, sebagaimana pernah dicontohkan Laskar Kyai Sujak tempo dulu. Lebih lanjut Ustadz Agus menekankan bahwa “ Islam itu luhur, tidak ada yang melebihi keluhuran Islam. Hanya saja, kadang umat Islam sendirilah yang menutupi keluuran Islam itu”. Islam mengajarkan kebersihan, tetapi sebagian umatnya banyak yang jorok; Islam mengajarkan ketepatan waktu, tetapi sebagai umat Islam tidak menjalankan, justru umat lain yang menjalankan disiplin dalam segala hal. Karena itu, menarik untuk disimak pesan Khabib Norgomedov, seorang petinju Muslim berkewarganegaraan Rusia, sebagai juara dunia Kelas bridger WBA tahun 2024 dengan rekor 29 kali bertanding menang terus, tanpa kekalahan.   Dia mengatakan bahwa orang di luar Islam tidak membaca Al-Quran dan Hadits Nabi, wajar jika mereka tidak mengetahui ajaran Islam. Mereka mengetahui Islam dari melihat perilaku umat Islam. Karena itu Gazhimagomedov berpesan, “be a good ambassador of Islam,”  jadilah duta Islam yang baik agar mereka mengenal kemuliyaan Islam. Sementara itu Pak A.R. Fakhruddin pernah berpesan kepada para pengelola amal usaha Sekolah Muhammadiyah untuk mewujudkan tiga keunggulan, yakni: unggul moral spiritual, unggul intelektual, dan unggul dalam peran sosial. Kita bisa meneladani tokoh-tokoh Muhammadiyah yang diakui kontribusinya dalam memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia, seperti Jenderal Soedirman, mantan guru Sekolah Muhammadiyah, yang kemudian terjun dalam medan perang yang mewariskan nilai-nilai patriotik yang hingga kini masih melekat di tubuh TNI POLRI; Ir. H. Juanda, mantan PWM yang amat berjasa dalam menetapkan batas-batas wilayah kelautan Indonesia. Sebagai penutup, Ustadz Agus megutip Kebijakan Menteri Dikdasmen, Abdul Mu’ti, yang juga Sekretaris PP Muhammadiyah tentang 7 Kebiasaan anak-anak Indonesia, yang meliputi: (1) Rajin bangun pagi; (2) Tertib beribadah; (3) Olah raga; (4) …

Loading

Hari Syiar Ber-Muhammadiyah Turi , Kembali BerMuhammadiyah Dengan Kesungguhan Bersama Ustadz Salahuddin Zuhri

Turi,  Pdmsleman.Or.Id Keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Turi Sleman kembali menggelar kajian rutin Ahad Kliwon dengan format Hari Syiar Ber-Muhammadiyah Turi pada Ahad 27 Juli 2025 mengambil tempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi di Ngablak Bangunkerto. Dalam kesempatan Ketua PCM Turi Bambang Rahmanto juga menyampaikan bahwa PCM Turi akan melakukan peresmian pembangunan Pondok Pesantren yang terletak di Ngentak Bangunkerto Turi pada kajian ke depan. Kajian kali ini yang bertugas adalah dari keluarga SMK Muhammadiyah 1 Turi sehingga acara bisa berjalan dengan lancer. Ustaz Salahuddin Zuhri, SPD, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY, acara ini dihadiri oleh sekitar 500 jamaah berbagai kalangan, termasuk pimpinan cabang Muhammadiyah, Aisyiyah, dan masyarakat umum yang ingin menambah wawasan keagamaan. Dalam ceramahnya, Ustaz Salahuddin menekankan pentingnya kesungguhan dalam beribadah dan berorganisasi. Ia mengutip hadis yang menyatakan bahwa dua orang yang berkumpul karena Allah akan mendapatkan naungan-Nya di hari kiamat. “Jika kita berkumpul untuk tujuan yang baik, insya Allah kita akan mendapatkan keberkahan,” tegasnya. Lebih lanjut, Ustaz Salahuddin menjelaskan bahwa tradisi Muhammadiyah mengajarkan pentingnya ketertiban dan kesungguhan. Ia mengutip Surah Al-Asr yang menekankan bahwa setiap peradaban dimulai dari ketertiban para pelakunya. “Kita harus memiliki kesungguhan dalam setiap langkah kita, karena tanpa itu, kita tidak akan mencapai kesuksesan,” ujarnya. Ustaz Salahuddin juga mengingatkan jamaah bahwa ujian dalam hidup adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. “Jangan mengira bahwa kita akan masuk surga tanpa diuji. Ujian adalah tanda bahwa Allah menginginkan kita untuk lebih baik,” jelasnya. Ia mengajak jamaah untuk tidak lari dari ujian, melainkan menghadapinya dengan iman dan kesungguhan. Dalam penutup ceramahnya, Ustaz Salahuddin menekankan pentingnya menjaga iman dan ketauhidan dalam kehidupan sehari-hari. “Kita harus memastikan bahwa keluarga kita hidup dalam keimanan. Mari kita jaga agar generasi kita tidak hanya mengenal agama, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Acara ditutup dengan doa dan harapan agar semua yang hadir dapat mengamalkan ilmu yang didapat dan terus berjuang di jalan Allah. Ustaz Salahuddin mengajak jamaah untuk mengikuti akun media sosialnya agar dapat terus mendapatkan ilmu dan inspirasi. “Mari kita terus belajar dan beramal, agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Loading

Lazismu Untuk Kesejahteraan Sesama

JAKARTA – Perjalanan Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional memasuki usianya yang ke -23, tepatnya jatuh pada, 04 Juli 2025. Pada hari ini, menandai dan memperingati dua dasawarsa kiprahnya dalam berkontribusi memberi untuk negeri. Kematangan gerakannya dalam gerakan filantropi Islam, tidak bisa dipisahkan dari organisasi Muhammadiyah dengan gerakan al-Maun-nya. Tema yang diusung adalah Lazismu Untuk Kesejahteraan Semua. Suatu tema yang memancarkan semangat bahwa melalui gerakan filantrofi Islam, Lazismu mamperkuat harapan dengan pilar-pilar programnya yang dibuktikan dengan pertumbuhan penghimpunan dan penyaluran nilai manfaat kepada Masyarakat luas. Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais dalam sambutannya mengatakan perjalanan Panjang Lazismu tidak akan bermakna tanpa kolaborasi dan dukungan masyarakat. Tema yang Lazismu hadirkan dalam milad ini, sebagai upaya mengejawantahkan Tanwir Muhammadiyah di Kupang, yaitu Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua. Dalam konteks ini, Lazismu harus memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada penerima manfaat. “Kita ingin semua dapatkan nilai manfaat itu dan hak – haknya secara proporsional,” katanya. Mujadid Rais mengatakan bahwa Lazismu dengan jaringan kantor layanannya yang tersebar di seluruh Indonesia, ada 1200 lebih kantor layanan di 33 provinsi, berusaha untuk berkontribusi. Misalnya, untuk tahun ini, Lazismu telah menyalurkan program Save Our School untuk renovasi sekolah sebanyak 300 unit sekolah. “Angka 300 masih kecil, tapi kita ingin sesuatu yang berdampak dari yang paling kecil,” jelasnya. Kami berharap, kawan-kawan Lazismu wilayah terus mendukung program ini selain untuk meningkatkan penghimpunan dan berkontribusi dengan hal sekecil apa pun. Tetapi istikomah memberikan dampak dan menjadi Lembaga amil zakat terpercaya. “Alhamdulillah selama tujuh tahun berturut-turut Lazismu mendapat opini WTP, ini tantangan kami dalam menjaga amanah untuk meningkatkan peran Lazismu di masa yang akan datang,” pungkasnya sekaligus mengucapkan terima kasih kepada mitra Lazismu yang hadir. Mewakili Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin bersyukur bahwa Bersama sama dapat mengikuti acara peringatan milad Lazismu ke 23, alhamdulillah kita menyaksikan perkembangan Lazismu yang luar biasa, dan pencapaian-pencapaiannya. “Pimpinan pusat Muhammadiyah mendorong agar Lazismu tetap profesional dan Amanah,” pungkasnya. Muhammadiyah turut merasakan betul manfaat dari program-program Lazismu terutama program-program yang dilaksanakan di luar negeri dan program-program lainnya. Kita berharap bisa terus meningkatkan dan memperbaiki kinerja serta memperkuat akuntabilitas sehingga akan berdampak pada semakin percayanya masyrakat dalam menyalurkan donasi berupa zakat, infak dan sedekahnya melalui Lazismu. Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menyampaikan selamat atas milad Lazismu yang ke-23. Semoga menjadi lembaga amil zakat yang sesuai taglinenya senantiasa memberi untuk negeri. Lazismu sebagai lembaga filantropi Islam, menurutnya lahir dari DNA Muhammadiyah melalui spirit berderma (charity). “Kelahiran Muhammadiyah melakukangerakan amal nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, salah satunya mewujud dalam pelembagaan Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO),” jelasnya. Poin saya, lanjut Abdul Mu’ti, Muhammadiyah dengan perkembangannya sebetulnya memberi kesempatan kepada para jamaahnya untuk bisa berderma untuk memberikan yang terbaik. Sekarang ini saya melihat bahwa ada realitas baru bahkan menjadi trend gerakan baru dalam aktivitas memberi. “Membangun Gerakan zakat tidak lagi sebagai panggilan iman tapi gerakan kebudayaan,” paparnya. Karena itu, sambungnya, gerakan berderma melaui lembaga resmi masih menjadi tantangan kultural yang tidak sepenuhnya mudah, karena orang tidak cukup memberi dan yang diberi tidak kelihatan ini soal psikologis dan kultur. “Tantangan kultural ini harus dijawab dan tantangan kelembagaan berupa kepercayaan adalah pilihan kita, jadi harus amanah dan terus membangun kepercayaan itu, sampai akhirnya selamat bagi Lazismu yang mendapat WTP,” tandasnya. Jauh lebih penting lagi, menurutnya adalah tafsir delapan asnaf perlu dipertajam kembali. Misalnya beasiswa untuk murid banyak, tapi perlu juga beasiswa untuk guru yang masih terbatas. Jadi akuntabilitas ini terus diperkuat yang diringi dengan kepercayaan sehingga hasilnya terlihat. Apalagi saya telah mengetahui Lazismu telah menyalurkan program pendidikan melalui Save our School untuk renovasi 300 sekolah di seluruh Indonesia. Yang dilakukan Lazismu luar biasa, sebagai Menteri, saya menyampaikan terima kasih kepad Lazismu atas kepeduliannya memperbaiki sekolah-sekolah yang ada. “Masih banyak program lain yang berdampak besar bagi kebermanfaatan untuk Masyarakat,” kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini. Dalam kesempatan itu, Lazismu juga meluncurkan program Save Our School sebagai salah satu pilar program pendidikan dengan merenovasi 300 unit sekolah di tanah air di momentum usianya yang ke 32. Selain itu, Lazismu juga melakukan penyaluran program peduli Kesehatan berupa bantuan kursi roda dan alat bantu dengar kepada penerima manfaat, serah terima Al-Qur’an untuk pelosok negeri kolaborasi bersama Gramedia, santunan untuk anak binaan panti asuhan Aisyiyah, simbolis kerjasama program peduli Kesehatan mental Bersama Rumah Cahaya, dan simbolis kerjasama program pendidikan, sosial dakwah, ekonomi dan lingkungan antara Lazismu dan Tokio Marine. Di penghujung acara Lazismu menggelar Talkshow menghadirkan Habib Husein Ja’far Al-Hadar pendakwah dan konten kreator islam dan Amelia Fauzia Guru Besar Filantropi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang dipandu oleh moderator Ibnu Tsani.

Loading

Gebyar Hari Anak Nasional 2025: 1.700 Siswa PAUD Asiyiyah se Kabupaten Sleman Bersama Bupati dan Senator DIY

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Milad Aisyiyah 108 yang dirangkai dengan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap tanggal 23 Juli diperingati Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sleman melalui Majelis PAUD Dasar dan Menengah bersama Pimpinan Daerah Ikatan Guru ‘Asiyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Pawai Defile bertema “Anak Hebat, Indonesia Kuat, Menuju Indonesia Emas 2045” dan dimeriahkan Senam Massal Guru dan Anak Cinta Indonesia. Acara yang berlangsung di Lapangan Pemda Sleman ini dihadiri oleh sekitar 1.700 anak usia dini dari berbagai lembaga PAUD Aisyiyah se-Kabupaten Sleman pada Rabu 23 Kuli 2025. Hari Anak Nasional merupakan momen penting untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen bangsa bahwa anak-anak adalah generasi penerus yang harus dilindungi dan dibina. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat kebersamaan, serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas dan keceriaan mereka. Tema yang diusung, “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, mencerminkan harapan untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter mulia. Acara dimulai dengan Pawai Defile yang menampilkan berbagai kostum kreatif dari anak-anak PAUD utusan IGABA perwakilan per kapanewon dengan aksinya yang lucu dan menarik berjalan Bersama dihadapan para juri. Selain senam, acara ini juga diisi dengan pentas kreativitas anak yang menampilkan berbagai bakat, mulai dari penyerahan buket bunga kepada para tamu undangan  dan lantuan ayat al Qur’an dari anak didik PAUD kapanewon Sleman. Hanik Rosyada MA selaku Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sleman dan Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah PDA Sleman berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen semua pihak dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak Indonesia, khususnya anak usia dini. Dalam sambutannya Syauqi Soeratno, MM senator anggota DPD RI dari Yogyakarta menekankan pentingnya peran orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendukung tumbuh kembang anak. “Anak-anak adalah harapan kita semua. Kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan mendukung,” ujarnya.  “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, bahagia, cerdas, dan berkarakter mulia,” ungkap Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sleman Harda Kiswaya SE, M.Si juga menekankan pentingnya evaluasi peran pendidikan di semua jenjang, mulai dari PAUD hingga SMP. “Dinas pendidikan diharapkan dapat mengembangkan tema-tema tematik yang dapat menyambungkan agenda kegiatan pembinaan anak dari daerah hingga pusat,” tambahnya. Turut hadir  Anggota DPD RI. Syauqi Soeratno MM, ketua PDM Sleman H. Harjaka S.Pd, S,Ag, MA, PDA Aisyiyah, Kepala Dinas Pendidikan Sleman Mustadi, S.Sos, M.M.. DPRD Sleman H. Banudoyo Manggolo S.Kom, Hasil lomba defile adalah diperoleh kontingen IGABA Mlati sebagai juara 1, Berbah juara 2, Ngaglik juara 3 sedangkan Tempel dan Cangkringan sebagai juara harapan 1 dan 2. Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan anak, serta menumbuhkan iman , semangat nasionalisme dan karakter anak sejak usia dini. Kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebagai langkah konkret untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Kabupaten Sleman.

Loading

Ketua LHKP PP Muhammadiyah Soroti Peluang Demokrasi dari Pemisahan Pemilu

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pemisahan waktu pelaksanaan pemilu nasional dan pemilu daerah mengundang beragam respons dari berbagai kalangan.  Salah satu tanggapan yang mencerminkan kedalaman refleksi terhadap arah demokrasi Indonesia datang dari Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr.phil. Ridho Al-Hamdi, M.A. Dalam forum Diskusi Publik bertema “Quo Vadis Pemisahan Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal: Implikasinya untuk Masyarakat Akar Rumput” yang diselenggarakan di Aula Masjid KH. Sudja, RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Minggu (20/7/2025), Ridho menyampaikan pemikiran kritis sekaligus harapan besar terhadap putusan MK tersebut. “Ya, saya akui putusan ini bukan tanpa kritik. Tapi kita perlu menyambutnya bukan dengan penolakan emosional, melainkan dengan penalaran strategis,” ujarnya. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini menilai, pemisahan pemilu justru membuka ruang baru bagi revitalisasi demokrasi lokal yang selama ini cenderung tertutup oleh dominasi politik nasional. Ridho memotret dengan cermat bagaimana pemilu serentak selama ini telah menyebabkan seluruh perhatian masyarakat dan partai politik terpusat pada Pemilihan Presiden (Pilpres).  Akibatnya, kontestasi legislatif dan pemilihan kepala daerah seolah menjadi agenda pelengkap semata. “Proporsional terbuka pun menjadi seolah-olah tertutup karena semua energi politik dan pemberitaan publik hanya fokus pada calon presiden. Ini menjadikan panggung politik lokal seperti hilang dari radar,” tegasnya. Bagi Ridho, kondisi tersebut berbahaya bagi kehidupan demokrasi jangka panjang. Sebab, politik nasional yang terlalu dominan dapat melumpuhkan dinamika lokal, memperlemah kaderisasi, serta menjadikan partai politik sekadar kendaraan elektoral lima tahunan. Meskipun keputusan MK dianggap mengejutkan dan penuh risiko dalam pelaksanaannya, Ridho justru melihat sisi lain yang bisa dimaksimalkan.  “Ruang politik lokal punya peluang untuk tumbuh lebih sehat dan mandiri karena tidak lagi tergerus oleh gegap gempita pemilu nasional,” paparnya. Ia meyakini, dengan pemisahan waktu pelaksanaan, distribusi kerja politik partai akan menjadi lebih proporsional. Struktur partai di daerah akan terdorong untuk bekerja lebih serius dan terorganisir, tidak hanya aktif menjelang pemilu. Ridho menyampaikan, selama ini banyak struktur partai di daerah yang pasif dan hanya hidup dalam musim politik.  Jika dikelola dengan baik, momentum ini bisa menjadi titik balik untuk membangun sistem partai yang tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga pada keberlanjutan gerakan sosial-politik di akar rumput. Sebagai Ketua LHKP PP Muhammadiyah, Ridho menekankan pentingnya partai politik sebagai aktor yang hadir secara konsisten di tengah masyarakat.  Ia menolak model politik musiman yang hanya muncul setiap lima tahun sekali dan cenderung melupakan rakyat setelah pemilu usai. “Partai politik seharusnya menjadi kekuatan transformasi, bukan sekadar mesin elektoral. Ini saatnya kita merumuskan ulang fungsi partai agar lebih substantif,” tandasnya. Dalam pandangannya, putusan MK dapat menjadi alat dorong untuk membentuk kesadaran baru, bahwa demokrasi tidak boleh hanya berhenti pada angka partisipasi pemilu, tetapi harus menyentuh kualitas representasi dan keberlanjutan pengabdian. Menutup pernyataannya, Ridho menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, baik akademisi, pengamat, partai politik, hingga masyarakat sipil, untuk tidak terpaku pada debat pro dan kontra putusan MK semata.  Sebaliknya, ia mengajak untuk menjadikan keputusan tersebut sebagai momentum konsolidasi demokrasi Indonesia ke arah yang lebih substantif. “Mari kita rumuskan bersama sistem pemilu yang tidak hanya adil secara prosedural, tapi juga mampu memperkuat kualitas demokrasi dari pusat hingga daerah,” pungkasnya. Diskusi publik ini tidak hanya menyoroti implikasi teknis pemisahan pemilu, tetapi juga membuka ruang kontemplasi tentang masa depan demokrasi di Indonesia.  Pandangan Ridho Al-Hamdi memberi warna yang mendalam, bahwa di balik setiap kebijakan, terdapat peluang untuk memperbaiki kualitas hidup demokrasi di negeri ini, selama ada keberanian untuk membaca tanda zaman dan bekerja bersama demi masyarakat akar rumput. Rep : Athiful/KIM Depok Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading