1000 Cahaya Muhammadiyah dan LPCR PM Gelar ToT Audit Energi dan Dakwah Ramah Lingkungan

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Krisis iklim semakin nyata, sementara kebutuhan energi terus melonjak. Di tengah situasi ini, 1000 Cahaya bersama Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Audit Energi dan Penguatan Dakwah Ramah Lingkungan. Bertempat di SM Tower Malioboro, Senin (19/8), acara ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dahlan Rais, Sekretaris LPCR PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah Isngadi Marwah Atmadja, dan Direktur 1000 Cahaya Hening Parlan, dengan peserta lebih dari 100 kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Dahlan Rais, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan bahwa persoalan lingkungan bukan lagi isu pinggiran, melainkan amanah moral sekaligus religius. “Kerusakan lingkungan adalah akibat ulah manusia. Allah sudah memberi tanda-tanda jelas. Tugas kita merangkul semua pihak untuk bergerak bersama menjaga bumi,” ungkapnya “Transisi energi adalah keniscayaan. Muhammadiyah harus jadi pelopor pengurangan dampak kerusakan lingkungan. Energi alternatif seperti tenaga surya bukan pilihan tambahan, tapi kebutuhan mendesak,” tegas Hening Parlan. Menepis anggapan bahwa gerakan ini menolak energi fosil, Gatot Supangkat, Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menekankan bahwa program ini justru mendukung pemerintah dan PLN dalam penyediaan energi yang ramah lingkungan. “Sejuk bumiku, nyaman hidupku, aman masa depan anak cucu kita. Muhammadiyah hadir untuk memperkuat, bukan melemahkan, upaya bangsa menuju energi bersih,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris LPCR PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Isngadi Marwah Atmadja, menambahkan bahwa transisi energi bukan hanya soal hemat biaya, melainkan misi menjaga bumi agar tidak semakin rusak. Ia bahkan menyinggung pengalaman pandemi Covid-19 ketika udara jauh lebih bersih akibat minimnya mobilitas, berbanding terbalik dengan kondisi kualitas udara saat ini.

Loading

Hari Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni Tahunan, Mandat Sejarah yang Harus Terus Diperjuangkan

YOGYAKARTA Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam Pidato Kebangsaan memperingati 80 Tahun Indonesia Merdeka pada Ahad (15/08) menyampaikan optimisme sekaligus refleksi mendalam mengenai perjalanan bangsa. Haedar menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan mandat sejarah yang harus terus diperjuangkan agar tujuan luhur pendiri bangsa dapat terwujud. “Alhamdulillah dalam perjalanan 80 tahun Indonesia Merdeka, terdapat banyak kemajuan di berbagai bidang kehidupan. Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Politik, Ekonomi, kehidupan Beragama, dan dimensi kehidupan lainnya memberi banyak harapan bagi masa depan Indonesia,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda, generasi milenial, dan generasi Z adalah harapan bangsa untuk membawa estafet perjuangan Indonesia di era baru kehidupan postmodern abad ke-20 yang sarat kompleksitas.Haedar mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya berani melakukan perubahan mendasar menuju pemerintahan yang lebih bersih, efisien, dan bebas korupsi. “Patut diapresiasi political will Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada pengembangan sumberdaya manusia yang berkualitas, mendorong para pengusaha besar agar peduli bangsa, memihak sepenuhnya rakyat kecil, menegakkan kedaulatan bangsa, serta terobosan kebijakan lainnya berbasis Asta Cita,” kata Haedar. Haedar berharap langkah dan political will Presiden benar-benar membawa angin segar bagi bangsa. Menurutnya, arah kebijakan tersebut harus diwujudkan demi Indonesia yang bersatu, berdaulat, dan sejahtera.Guru Besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini menekankan bahwa keberanian politik presiden tidak boleh berhenti di tataran wacana, melainkan harus diikuti sepenuhnya oleh kementerian dan institusi pemerintahan terkait. “Yang terpenting, seluruh kementerian dan institusi pemerintahan hingga ke daerah mengikuti satu irama, sehingga memberi jalan dan harapan baru bagi masa depan Indonesia yang lebih berkemajuan setelah 80 tahun merdeka,” ucap Haedar. Pidato kebangsaan ini juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif bahwa kemerdekaan Indonesia lahir melalui perjuangan panjang dan penuh pengorbanan. Haedar mengingatkan para elite yang kini berada di pemerintahan agar menjadikan amanat konstitusi sebagai pedoman utama. Mandat rakyat, menurutnya, bukanlah sarana untuk memperkaya diri, tetapi untuk mengabdi. “Khusus bagi para petinggi negeri di seluruh struktur pemerintahan, jadikan Indonesia merdeka sebagai mandat untuk mengabdi sepenuh hati dalam menjalankan perintah Konstitusi. Lindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan sepenuh tanggungjawab untuk memberi dan bukan meminta,” tuturnya. Di tengah tantangan global yang kian kompleks, Haedar menegaskan bahwa komitmen politik yang berorientasi pada rakyat kecil dan pembangunan sumberdaya manusia menjadi kunci. Ia mengajak untuk menjadikan kemerdekaan bukan hanya simbol, melainkan gerak nyata menuju Indonesia maju. “Mari wujudkan Indonesia yang ‘Bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, dan Indonesia maju’ sebagaimana tema hari ulang tahun kemerdekaan ke-80 tahun ini,” kata Haedar.

Loading

Bedah Buku Media dan Islam Berkemajuan, 110 Tahun Suara Muhammadiyah

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Saat ini masyarakat mengambil sumber rujukan keagamaan condong kepada tokoh-tokoh yang tampil di media mainstream, terutama televisi. Sehingga seolah mereka memiliki otoritas keagamaan yang lebih ketimbang tokoh-tokoh Muhammadiyah. Hal tersebut disampaikan Direktur PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah, Deny Asy’ari dalam Launching dan Bedah Buku berjudul Media dan Islam Berkemajuan, di Graha Suara Muhammadiyah, Rabu (13/8/2025), acara  ini digelar sebagai rangkaian Milad 110 Tahun Suara Muhammadiyah . Deny menambahkan media Muhammadiyah harus bisa bersaing di tengah gempuran media online yang memunculkan cyber religion. Sementara Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, Prof. Muchlas berpesan agar jurnalis Muhammadiyah tidak menjadi korban Artificial Intelegent (AI). “Jangan menjadi jurnalis AI, harus lebih pintar dari AI,” ungkapnya. Ia pun mengapresiasi, buku Media dan Islam Berkemajuan yang ditulis Roni Tobroni. Ia pun menyebut empat tokoh yang diulas dalam buku tersebut memiliki kontribusi untuk bangsa. Empat tokoh tersebut, Haji Fachrodin, Buya HAMKA, Ahmad Syafii Ma’arif, dan Haedar Nashir. Hadir juga dalam kesempatan tersebut, penulis Roni Tobroni, Pemimpin Redaksi Kedaulatan Rakyat,  Octo Lampito dan Pemimpin Redaksi Suara Muhammadiyah, Isngadi Marwah. Octo memaparkan peran media dalam perjuangan bangsa sangat besar. “Dulu ketika ada peristiwa perjuangan untuk angkat senjata, seperti saat agresi militer, media tidak terbit karena ikut berjuang,” terangnya. Sedangkan Isngadi mengungkapkan media Islam, khususnya Suara Muhammadiyah memiliki daya ubah. Nampak pula hadir Ketua Umum Tapak Suci  Drs. M. Afnan Hadikusumo, MPI PWM dan PDM se DIY, HW, IMM PDNA dan sejumlah undangan para pemerhati media dan literasi, sedangkan untuk MPI PDM Sleman nampak hadir Arief Hartanto dan Eko Triyanto.  Rep  Eko Triyanto

Loading

Lomba Semarak Cabang Ranting Masjid Muhammadiyah VI 2025

Sleman, Pdmsleman.Or.Idh LPCRPM PP Muhammadiyah dengan bangga mempersembahkan Lomba Semarak CRM Awards & Expo VI 2025. Acara ini bertujuan untuk menggali kreativitas dan bakat anggota Muhammadiyah di seluruh dunia. Terdapat empat kategori lomba yang dapat diikuti, yaitu Lomba Esai Foto, Lomba TikTok, Lomba Vlog, dan Lomba Cipta Lagu. Setiap kategori menawarkan kesempatan bagi peserta untuk mengekspresikan diri dan menyebarkan pesan positif melalui berbagai media. Total Hadiah Menarik Dengan total hadiah mencapai 54 juta rupiah, lomba ini tidak hanya memberikan penghargaan bagi para pemenang, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dari seluruh anggota. Hadiah untuk setiap kategori bervariasi, mulai dari 6 juta rupiah untuk Lomba Esai Foto hingga 25 juta rupiah untuk Lomba Cipta Lagu. Ini adalah kesempatan emas bagi para peserta untuk menunjukkan bakat mereka dan mendapatkan pengakuan atas karya yang dihasilkan. Detail dan Ketentuan Lomba Pengumpulan karya untuk semua kategori lomba dibuka hingga Selasa, 15 Oktober 2025. Peserta diharapkan untuk mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk mengisi formulir pra-produksi dan mengikuti akun media sosial resmi LPCRPM PP Muhammadiyah. Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu karya, sehingga memberikan peluang lebih besar untuk meraih kemenangan. Kategori Lomba yang Tersedia Pengumuman Pemenang dan Penjurian Proses penjurian akan dilakukan oleh dewan juri yang berkompeten, dan hasilnya akan diumumkan pada 9 November 2025. Pemenang akan diumumkan melalui Instagram, Fanspage, dan website resmi LPCRPM PP Muhammadiyah. Selain itu, ada juga kategori Juara Favorit yang ditentukan berdasarkan akumulasi like dan komentar selama masa penjurian. Informasi Lebih Lanjut Untuk informasi lebih lanjut mengenai lomba ini, peserta dapat mengunjungi website resmi di lpcr.or.id atau mengikuti akun Instagram LPCRPM PP Muhammadiyah. Mari berpartisipasi dalam Lomba Semarak Cabang Ranting Masjid Muhammadiyah VI 2025 dan tunjukkan kreativitas serta semangat kita dalam memakmurkan masjid dan cabang ranting!

Loading

Stadium General Sekolah Ideologi Muhammadiyah PWM DIY di UAD Yogyakarta, Ideologi Sebagai penjaga Arah Gerak Persyarikatan

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.id Senin, 11 Agustus 2025 bertempat di Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Rektor UAD Yogyakarta digelar Stadium  General Sekolah Ideologi Muhammadiyah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini bertujuan untuk membentuk kader-kader Muhammadiyah yang militan dan tercerahkan dengan mengangat tema “ Dari kelas ke Gerakan :Ideologi Sebagai penjaga Arah Gerak Persyarikatan”. Prof. Dr. Muchlas, M.T. Rektor UAD menyampaikan  dalam sambutan, “ Kegiatan ini dalam rangka membentuk kader kader persyarikatan tentu kami sangat mendukung untuk mengawal persyarikatan Muhammadiyah. Treatment secara formal mungkin Sekolah ideologi angkatan pertama  hendaknya terus dikembangkan tidak hanya bagi kepala sekolah tapi untuk diaspora di Muhammadiyah di masa yang akan datang”. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Ikhwan Ahada, S.Ag, M.A. juga menyampaikan bahwa “ sekolah Ideologi ini kita upayakan dengan kesungguhan agar kepemimpinan Muhammadiyah di DI Yogyakarta bisa diupayakan meningkat. Selain upaya Yogyakarta sebagai mercusuar Muhammadiyah tetapi juga dalam kuantitas meningkat”. Sekolah Ideologi ini sebagai penguat pilar dan peneguh di Muhammadiyah, angkatan pertama ini sebagai pilot projek yang tidak boleh gagal. Setahun kedepan diharapkan memiliki perwira perwira yang akan menjaga aspek aspek kualitas tapi juga kuantitas. Dengan DPT di Daerah Istimewa Yogyakarta hanya sekitar 400 ribu saja yang ke Muhammadiyah dan masih terus diperjuangkan dan mewujud dalam kehidupan. Maka representasi harus lebih banyak kuantitas. Mampu menghadirkan sosok kader satu tahun kedepan bahwa alumni nanti memiliki kader yang berkarakter kemajuan dan memiliki wajah bagi 5 daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta. “Kepada Prof Haedar Nashir kita punya harapan yang lebih karena beliau tidak hanya dikenal di tingkat nasional tetapi juga internasional. Terimakasih kepada UAD Yogyakarta, kepada MPKSDI atau Majelis Pemberdayaan Kader dan Sumberdaya Insani PWM Daerah Istimewa Yogyakarta” Prof. Dr. Haedar Nashir sebagai keynote speecs dalam sekolah Ideologi Muhammadiyah ini menyampaikan  beberapa hal diantaranya bahwa “ sekolah Ideologi Muhammadiyah ini tidak hanya penting tetapi sangat penting. Ideologi itu suatu cita-cita dan strategi untuk mencapainya. Didalamnya ada system”. Hal pertama, faham agama,  yakni faham keislaman yakni konstruksi nilai, ajaran yang akan kita amalkan dalam kehidupan. Tarjih memformulasikan agama sebagai suatu pedoman yang diturunkan melalui Nabi Muhammad sebagai petunjuk untuk keselamatan dunia dan akhirat. Muhammadiyah merespon dinnul Islam bukan hanya sebagai perintah dan larangan tetapi sebagai irsyaddah. Berarti pelajari secara luas Al Quran dan hadist. Pelajari di Tarjih Muhammadiyah dan Tafsir At Tanwir. Sehingga banyak pimpinan Muhammadiyah hanya belajar hitam dan putih saja. Orang Muhammadiyah dalam memahami dengan pendekatan bayanni atau verbal, tarjih memahami tidak hanya satu pendekatan tetapi dengan bayanni, burhani dan irfani. Secara lengkap bisa dipelajari dan dicermati dalam putusan-putusan tarjih Muhammadiyah. Sehingga lahirlah Islam berkemajuan, bukan sebagai mahzab tetapi perspektif atau pandangan keislaman.  Pungkas Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si Dalam stadium general ini disematkan jas bagi peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah angkatan pertama oleh Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Ikhwan Ahada, S.Ag, M.A. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah serta ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Serta dihadiri oleh rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Aisyiyah atau Unisa Yogyakarta serta ratusan undangan perwakilan dari PDM, PDA, serta kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rep  H. Wahdan Ariffudin S.Pd  KS SMPM 2 Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

SMP Musapra Sleman Raih Dua Penghargaan dalam Festival Literasi Sleman 2025

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Komitmen dalam menumbuhkan budaya literasi kembali ditunjukkan oleh SMP Muhammadiyah 1 Prambanan (Musapra) Sleman melalui ajang Festival Literasi Kabupaten Sleman Tahun 2025 yang digelar oleh Komunitas Yuk Menulis di SMP Negeri 3 Ngaglik, pada Sabtu (2/8/2025) lalu. Dalam festival yang mempertemukan para insan literasi dari berbagai kalangan ini, SMP Musapra Sleman berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan bergengsi. Kepala SMP Musapra Sleman, Daswati Rofiatun Sahifah, dinobatkan sebagai Juara 1 Penulis Puisi Tingkat Kabupaten Sleman dalam Kategori Umum melalui karya berjudul “Merdeka, Indonesiaku.”  Puisi tersebut menyuarakan semangat nasionalisme dalam bahasa yang kuat, reflektif, dan menyentuh, mencerminkan jiwa seorang pendidik yang berpikir kritis dan peka terhadap nilai-nilai kebangsaan. Selain prestasi pribadi tersebut, SMP Musapra Sleman juga berhasil meraih penghargaan sebagai Sekolah Aktif Literasi Tingkat Kabupaten Sleman, sebuah pengakuan atas dedikasi dan konsistensi sekolah dalam membina ekosistem literasi yang hidup, produktif, dan inklusif. Daswati menyampaikan bahwa keterlibatan dalam festival ini bukan semata ajang kompetisi, melainkan bagian dari strategi sekolah dalam membangun semangat berliterasi di kalangan siswa.  “Mengikuti festival literasi merupakan salah satu upaya kami untuk membangun motivasi siswa dalam berliterasi dan berkarya, terutama puisi. Sebab, banyak siswa SMP Musapra Sleman yang berbakat di bidang tersebut,” ujarnya, di SMP Musapra Sleman, Senin (4/8/2025) Ia menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan branding sekolah sebagai ‘Sekolah Bakat Multi Talenta’, yang mendorong peserta didik untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi masing-masing.  “Semoga prestasi-prestasi ini menjadi semangat untuk terus berliterasi. Kami berharap siswa-siswi menjadi generasi yang unggul, kreatif, dan berkembang sesuai bakatnya,” imbuhnya. Festival ini menjadi bukti bahwa literasi bukan sekadar program formal, melainkan denyut nadi peradaban yang harus terus dihidupkan di lingkungan pendidikan.  Dengan prestasi ini, SMP Musapra Sleman menegaskan perannya sebagai sekolah yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menginspirasi. Rep (Athiful/KIM Depok) Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

RAKORNAS Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH AP) PP Muhammadiyah

Yogyakarta,Pdmsleman.Or.Id Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH AP) PP Muhammadiyah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) di SM Tower Yogyakarta pada Jum’at Pada tanggal 8 Agustus 2025. Acara ini mengusung tema “Bersinergi Membangun Hukum yang Berkemajuan dan Berkeadilan; Kontribusi Muhammadiyah dalam Menegakkan hak-hak rakyat.” Tema ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam memperjuangkan keadilan dan hak-hak masyarakat di tengah tantangan hukum yang kompleks. Ketua LBH AP, Taufik Nugroho, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran LBH AP sebagai pejuang di balik layar. Ia menyatakan, “LBH AP berperan dalam mengamankan semua gugatan-gugatan dalam menyelesaikan permasalahan, bekerja sama dengan para pimpinan Muhammadiyah.” Taufik juga menyoroti bahwa Muhammadiyah telah eksis selama satu abad karena mampu memberikan manfaat dan solusi bagi masyarakat. Namun, ia mengakui bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal sumber daya manusia (SDM) di daerah. “Baru 50% Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang memiliki LBH AP,” ungkapnya. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ibnu Basuki Widodo,  memberikan   apresiasi mendalam terhadap kiprah Muhammadiyah dalam dunia advokasi. “Saya merasa sangat terhormat berdiri di hadapan para pejuang keadilan”. Dirinya juga mengingatkan pentingnya menghindari konflik kepentingan (conflict of interest) di kalangan advokat, terutama dalam kasus-kasus korupsi yang merupakan kejahatan luar biasa. “Korupsi merusak keadilan dan ekonomi negara,” tegasnya. Sementara itu, Ptof. Haedar Nashir, MSi  Ketua PP Muhammadiyah, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar RAKORNAS ini dapat menjadi momentum untuk membangun sistem hukum yang lebih adil. “Tema sinergi ini adalah tema yang berat, tetapi kita hidup dalam sistem hukum dan bermasyarakat yang realitasnya kita hadapi bersama,” ujarnya. Haedar menekankan bahwa masalah hukum, terutama terkait tindak pidana korupsi, tidaklah sederhana. Ia mengingatkan bahwa perjalanan Indonesia selama 80 tahun tidak terlepas dari dinamika kehidupan bernegara, hukum, politik, sosial, dan agama. “Untuk membangun hukum yang berkemajuan, kita perlu membangun sistem hukum yang lebih adil dan dirasakan oleh masyarakat Indonesia,” tambahnya. Dalam pandangannya, hukum tidak dapat dipisahkan dari dimensi keagamaan. Ia mengutip Al-Qur’an yang menekankan pentingnya menegakkan keadilan. “”Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” ujarnya, merujuk pada QS Al-Maidah ayat 8.Ayat ini menekankan pentingnya berlaku adil, bahkan kepada mereka yang dibenci, dan mengingatkan bahwa keadilan adalah bagian dari ketakwaan kepada Allah. Haedar juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan tiga pendekatan dalam menegakkan hukum, dalam memahami ajaran agama, digunakan tiga pendekatan yaitu bayani (menggunakan teks), burhani (menggunakan akal), dan irfani (menggunakan hati). Tiga pendekatan ini turut menjadi manhaj (cara) yang diperlukan untuk memahami dan memaknai ajaran agama (pendekatan tasawuf). “Nabi Muhammad SAW membangun peradaban aqidah, ibadah, dan muamalah secara kuat. Iman kepada Allah tergantung pada cinta kepada sesama,” jelasnya. Dalam konteks ini, Haedar menekankan bahwa menegakkan hukum keadilan memiliki banyak dimensi. “Ekosistem yang baik dalam hukum, politik, dan ekonomi perlu dibangun,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk hidup dengan kesadaran hukum yang lebih baik. Rakornas kali  ini dengan semangat sinergi, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus berjuang demi keadilan sosial dan hukum yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Nampak hadir Ketua PP Muhammadiyah DR. H. Busyro Muqoddas MH, Dr. Trisno Raharjo, S.H., M.Hum. Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah dan sejumlah undangan dari ligkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah. 100  advokat dengan back grounf Muhammadiyah sekuruh Indonesia berkumpul untuk membahas strategi dan isu krusial dalam bidang hukum di Indonesia .

Loading