Amal Jariyah Karpet Masjid Asy Syifa PDM Sleman

Pdmsleman.Or.Id “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”(QS At-Taubah: 18) Assalamualaikum wr.wbBapak/Ibu para muzaki dan munfik Lazismu, berikut ada peluang amal jariyah untuk memenuhi kebutuhan karpet Masjid Asy Syifa PDM Sleman dengan kebutuhan 90 m² = Rp. 36.000.000,- dengan skema Donasi¼ m² Rp. 100.000,-½ m² Rp. 200.000,-1 m² Rp. 400.000,-Sekiranya bapak/Ibu bekenan membantu bisa melaui Lazismu Gamping, Setor langsung ke BTM Surya PDM Sleman PCM Gamping atau Via Tranfer sementara melaui BSI No Rek. 120 130 1404.Konfirmasi transfer via WA :0823 2555 9773 (Giyanti)0857 2801 9609 (Nurul)Atau berkenan bisa kami ambil dirumah bapak/ibu semuanya.Bismillahrrahmanirrahim kami siap Donasi : .

Loading

Upgrading Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Ahad, 3 Nopember 2024 bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Sleman , Krapyak triharjo Sleman hadir  38 pimpinan dari 44 Pimpinan ranting ‘Aisyiyah Sleman menyelenggarakan kegiatan Upgrading Pimpinan yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader.  Dengan maksud dan tujuan untuk memperkuat dan memperteguh idiologi dalam berorganisasi di ‘Aisyiyah. “ Kegiatan ini untuk mengawali periode kepemimpinan 2022-2027. Diundang pula kader ‘Aisyyah dari Nasyiatul ‘Aisyiyah di ranting Sleman untuk menunjukkan  estafet kepemiminan kedepannya” sebagaimana disampaikan oleh Ketua Penyelenggara Siti Norohmah, S.Pd. Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Sleman dalam sambutannya menyampaikan “ kegiatan ini sangat bagus, untuk menyatukan gerak langkah organisasi kepada semua pimpinan dengan materi yang menari”k. Diibaratkan organisasi ‘Aisyiyah ini satu tubuh yang terdiri dari kepala, kaki, tangan, tubuh dll. Maka tidak bisa berjalan sendiri, harus Bersama-sama. Papar Murdiastuti, S.Pd selaku Ketua PRA Sleman. Dalam awal pidato iftitah ketua PCA Sleman Musabikhah, M.Pd menyampaikan bahwa “ Sleman sedang tidak baik-baik saja bahkan se daerah istimewa Yogyakarta dengan maraknya Minuman keras dan beralkohol lainnya”. kita sebagai Warga ‘Aisyiyah harus berperan hadir menegakkan agama Islam yang sebenar benarnya dengan gerakan dakwah amar ma’ruf Nahi Munkar dengan berbagai cara. Risalah Islam Berkemajuan. Didalamnya terdapat  ciri  perempuan berkemajuan salah satunya  Akhlaqul karimah. Contoh, Yang kelihatannya sepele dan tidak terasa kadang kita berkata yang menyakiti orang lain, maka dari itu kita kembali kepada al quran Qulan kariima, Qoulan sadidan. Berkata yang baik, berkata yang jujur atau benar. Diibaratkan pula berkata tidak melalui lisan tp kadang kita bermedsos melalui whatsapp dll. Maka perlu berhati-hati. Hasanudin M.Pd selaku narasumber mencerahkan bagaimana kita dalam beraisyiyah? Memiliki komitmen , konsisten dalam berkidmat, memperkokoh system gerakan dll. 7 tantangan Muhammadiyah  a.l  tujuh tantangan dakwah Muhammadiyah 1. Medsos yg mempengaruhi gaya hidup 2. Globalisasi dan perkembangan ekonomi yg sangat liberal 3. Realitas paham agama yg berkembang di masyarakat 4. Perkembangan multikultural ttg HAM, toleransi dan pluralisme 5. Menurunnya penguasaan ilmu agama Narasumber kedua Retno Endah Sawitri, M.Ag dari PDA Sleman menyampaikan Kriteria Dasar pemimpin yaitu : Punya inelegensi yang baik, Memiliki kematangan social, Memiliki motivasi intrinsic dan motivasi  berprestasi, memiliki kepedulian, memiliki karakter yang baik, dan dapat berkomunikasi secara efektif. Di akhir sessi dilaksanakan Deklarasi Anti MIRAS dari PRA Sleman, dengan pernyataan: 1.  menolak dan mengecam tindakan berkaitan dengan peredaran, konsumsi, dan penyalahgunaan minuman beralkohol dan narkoba di wilayah kab sleman. 2. Menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menyelamatkan anak bangsa dari bahaya miras. Kontributor : Musabikhah, M. Pd. PCA Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Peduli Kesehatan Reproduksi, RS PKU Yogyakarta Adakan Seminar

Kesehatan reproduksi menjadi isu yang menarik dewasa ini. Terutama pada kanker serviks. Terlebih jumlah kasus pada kanker serviks jumlahnya terus meningkat. Bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta dan juga Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (FK UAD), PKU Yogyakarta menunjukkan sikap serius dalam hal penanganan terhadap masalah reproduksi, tidak hanya pada perempuan namun juga pada laki laki. Sebagai langkah preventif dapan dilakukan pemberian vaksin HPV sejak dini. “Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin HPV diberikan pada anak perempuan mulai usia 9 tahun,” Tutur salah satu pemateri pada Seminar Kesehatan Reproduksi dr. Yanantri Binga R, M. Med.Sc, Sp.A (2/11). Dengan demikian, lanjutnya, diharapkan dapat menurunkan angka kanker serviks menjadi 4 per 100.000 penduduk pertahun pada tahun 2030 mendatang. Cakupan program vaksin HPV yang luas akan menjadi kunci keberhasilan dalam upaya mengurangi beban penyakit, serta melindungi mendatang dari resiko masalah kesehatan serius. Pemberian imunisasi HPV merupakan bagian dari kegiatan BIAS pada anak perempuan usia kelas 5 (dosis pertama) dan usia 6 (dosis kedua) SD/MI atau sederajat dengan interval 12 bulan (minimal 6 bulan) melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Editor: Wahdan Arifudin

Loading