Ustadz Wildan Wakhid Ingatkan Bahaya Miras di Acara Peyaluran Subsidi Alat Perlengkapan Sekolah

Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sleman menyalurkan subsidi alat perlengkapan sekolah pada 15 siswa kurang mampu di lingkungan Ranting Sleman pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Penyaluran subsidi perlengkapan alat sekolah ini merupakan program setiap tahun dari Lazismu PCM Sleman yang disalurkan melaui PRM – PRM yang ada di cabang Sleman. Ketua PRM Sleman H. Muh Hasim Sleman mengharapkan kepada penerima subsidi perlengkapan alat sekolah juga orang tuanya bisa aktif di kegiatan Muhammadiyah Ranting Sleman termasuk salah satunya Kajian Sabtu Sore di Gedung Muhammadiyah Ranting Sleman ini. Subsidi alat perlengkapan sekolah ini diserahkan oleh Ustadz M. Wildan Wakhid, SHI. Acara ini diawali dengan Kajian Sabtu Sore (KSS) yang merupakan kegiatan kajian rutin yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sleman bersama Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sleman setiap sabtu sore di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ranting Sleman yang dihadiri warga maupun simpatisan Muhammadiyah di Ranting Sleman. Biasanya setiap 2 pekan sekali Ustadz M. Wildan Wakhid, SHI yang merupakan Ketua Majelis Tabligh PDM Sleman menyampaikan Kajian Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah, pada kesempatan sabtu (26/10) ini beliau menyampaikan tema yang sedang hangat yaitu mengingatkan bahaya miras. “Khamr adalah induk berbagai macam kerusakan. Siapa yang meminumnya, shalatnya selama 40 hari tidaklah diterima. Jika ia mati dalam keadaan khamr masih di perutnya, berarti ia mati seperti matinya orang jahiliah.” (HR. Ath-Thabrani). “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat sepuluh golongan dengan sebab khamr: orang yang memerasnya, orang yang minta diperaskan, orang yang meminumnya, orang yang membawanya, orang yang minta di antarkan, orang yang menuangkannya, orang yang menjualnya, orang yang makan hasil penjualannya, orang yang membelinya, dan orang yang minta dibelikan. [HR. Tirmidzi, no. 1295; Syaikh al-Albani menilai hadits ini Hasan Shahîh”]. Khamr induk dari segala macam kejahatan, orang yang shaleh kalau dia sudah minum khamr/minum minuman keras maka dia bisa melakukan hal hal buruk yang sebelumnya tidak pernah dilakukannya. Khamr pintu masuk untuk melakuk an keburukan – keburukan lainnya. Kita prihatin karena sekarang ini khamr dijual secara legal, karena dilindungi oleh undang – undang. Toko – toko yang menjual miras berkembang di berbagai tempat dengan berbagai nama toko, semakin mudah membeli miras. Sekarang belum begitu kerasa efek dari maraknya toko – toko miras, tetapi kalau didiamkan saja toko – toko miras semakin berkembang maka 5 atau 10 tahun yang akan datang kita baru merasakan akibatnya, generasi muda kita semakin rusak, termasuk masyarakat, bangsa kita. Sejak bulan Juni 2024 sudah dimulai seruan kampanye anti miras yang dimulai Muhammadiyah, diawali dengan audiensi ke Bupati Sleman, kemudian Muhammadiyah ajak ajak ke Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia. Mendapatkan sambutan yang baik Nahdlatul Ulama dan Majelis Ulama Indonesia mendukung upaya kampanye anti miras. Muhammadiyah di berbagai Cabang bergerak melawan peredaran miras. Muhammadiyah beserta Angkatan Muda Muhammadiyah termasuk di dalamnya Pemuda Muhammadiyah, KOKAM, Nahdlatul Ulama beserta GP Ansor, Banser, Majelis Ulama Indonesia di tingkat wilayah juga melakukan seruan kampanye anti miras, baru baru ini disusul Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) DIY. Beberapa hari yang lalu ada peristiwa di Jogja orang orang mabuk melakukan penganiayaan penusukan terhadap santri dari pondok pesantren Krapyak, ini peristiwa yang menjadikan umat Islam lebih marah. Anak – anak yang mabuk itu sebelumnya nongkrong di outlet toko miras yang sedang viral itu. Peristiwa penusukan santri semakin menguatkan umat Islam untuk melakukan penolakan terhadap outlet – outlet miras itu. Sebagai penutup kajian Ustadz M. Wildan Wakhid, SHI. mengingatkan pada para hadirin bahwa kita wajib melakukan nahi munkar sesuai dengan porsi dan kemampuan masing masing. Kalau kita abai maka kemungkaran semakin merajalela. Para penjual miras itu pada mikir ketika umat Islam melalukan penolakan. Kita jangan takut untuk melakukan nahi munkar, kita menduga kemunkaran yang dilakukan itu backingnya adalah aparat, pejabat, bahkan penjahat kita jangan takut. Siapapun yang melakukan nahi munkar backingnya Allah. Kontributor: Rhomandika CN Editor: Wahdan Arifudin, S.Pd. MPI PDM Sleman

Loading

Kajian Rutin PRM dan PRA Sombangan Raya

Sumbersari – Pimpinan Ranting Moyudan ( PRM) dan Pimpinan Ranting Aisiyah (PRA) Sombangan Raya gelar kajian rutin. Kegiatan berlangsung pada hari Rabu ( 23/10/2024) bertempat di Masjid Al Muharrar Dukuh, Sumbersari, Moyudan, Sleman. Kajian dihadiri oleh anggota PRM dan PRA Sombangan Raya. Pada kesempatan tersebut menghadirkan Ustadz Yuliyanto sebagai pemateri.Dalam materinya Ustadz Yuliyanto menyampaikan bahwa sebagai pimpinan Muhmmadiyah kadang menemukan hal-hal yang tidak ideal dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh dalam suatu perjalanan bisa menemukan hal yang tidak ideal, misal shalat dalam kendaraan, harus menjamak shalat. Maka sebagai Pimpinan Muhammadiyah harusnya bisa memberikan sosialisasi kepada jamaah apabila menemukan hal tersebut.” Bagaimana cara mempraktikan apabila kita menemukan hal-hal yang tidak ideal tersebut, dengan cara melakukan praktik di jamaah.” Ungkapnya. Lebih lanjut Yuliyanto mengutarakan bagaimana cara membiasakan hal-hal yang tidak biasa dilakukan, untuk dilaksanakan dan sesuai dengan tuntunan.Selesai tausiah dilakukan diskusi bersama tentang hal-hal yang ditemukan dalam jamaah masing-masing.(Giek/KIM Moyudan) Editor: Wahdan Arifudin

Loading

SEHARI BISA LAYANI 5 PASIEN LEBIH

Kisah Driver Ambulanmu Lazismu Gamping Kisah Driver Ambulanmu Lazismu Gamping Oleh: Itawari dan Syifa Nurhaliza Mahasiswa Ekonomi Syariah Semester 7, Universitas Alma Ata Yogyakarta Di tengah kegiatan rutinitas harian Lazismu Gamping, kami berkesempatan mewawancarai salah satu sosok penting di balik layanan ambulans Muhammadiyah, Bapak Tabah. Pria yang telah mengabdikan diri selama 3 tahun sebagai driver ambulans ini berbagi cerita mengenai pengalamannya melayani masyarakat. Lazismu Gamping saat ini mengoperasikan 2 unit ambulans yang beroperasi 24 jam penuh. “Ambulan Mu ini tidak hanya sebagai kendaraan pengangkut pasien, tapi juga menjadi sarana dakwah PCM Gamping,” ujar Pak Tabah dengan semangat. Beliau menjelaskan bahwa layanan ambulans juga digunakan untuk mengantar ibu-ibu dan bapak-bapak pengajian, menjadi bagian dari misi dakwah Muhammadiyah di wilayah Gamping. Dalam sehari, Pak Tabah bisa melayani hingga 5 pasien dengan berbagai keperluan. Layanan yang diberikan meliputi: “Untuk menggunakan layanan Ambulan Mu, masyarakat cukup menghubungi nomor kontak center yang tersedia dan mengisi data diri pasien,” jelas Pak Tabah. Yang menarik, layanan ini menggunakan sistem infak seikhlasnya, membuktikan komitmen Lazismu dalam membantu masyarakat tanpa membebani. Ketika ditanya tentang suka duka selama bertugas, Pak Tabah tersenyum. “Sukanya itu bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan cabang Lazismu lain di seluruh Indonesia. Ini memberikan rasa persaudaraan yang kuat,” ungkapnya. Namun, ia juga mengakui ada tantangan yang harus dihadapi. “Dukanya tentu saat di jalan harus ekstra hati-hati, karena kita tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.” Di akhir wawancara, Pak Tabah menyampaikan harapannya untuk masyarakat Gamping. “Harapan saya, kita bisa sama-sama mendorong dan beristiqomah dalam melayani masyarakat, khususnya di wilayah Gamping. Layanan ambulans ini adalah bentuk nyata kepedulian Muhammadiyah terhadap kesejahteraan umat.” Kisah Pak Tabah dan Ambulan Mu Lazismu Gamping menjadi bukti nyata bagaimana sebuah layanan kesehatan bisa menjadi jembatan dakwah dan kepedulian sosial. Dengan sistem infak seikhlasnya dan pelayanan 24 jam, Ambulan Mu hadir sebagai solusi transportasi kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat Gamping dan sekitarnya. Kontributor: Arif Jogjasinau Editor: Wahdan Arifudin

Loading

Bincang Aisyiyah DIY dengan Cabang Sleman, Minggir dan Seyegan

Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Sleman, Minggir dan Seyegan mengikuti BINCANG (Bina Cabang Untuk Berkembang) ‘Aisyiyah DIY pada hari Sabtu (19/10/2024) bertempat di Wisma Muhammadiyah Ngloji Minggir, Sleman. Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan Kalam illahi oleh ibu Sukriyah dari PCA Sleman, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Aisyiyah dengan petugas dirigen dari PCA Minggir dan sambutan perwakilan PCA dari PCA Seyegan. Sambutan dari PWA DIY disampaikan oleh ibu Dr. dr. Siti Istianah, M.Sc. Dalam sambutannya, Istianah menyampaikan kegiatan ini dalam rangka pengembanganCabang dan Ranting secara tersistem baik melalui gerakan Keluarga Sakinah dan QoryahThayyibah maupun gerakan Dakwah Jamaah sebagai basis gerakan dakwah ‘Aisyiyah dimasyarakat dan merupakan Program Keputusan Musyawarah Wilayah ‘Aisyiyah DIY tahun 2022 tentang prioritasprogram untuk kepemimpinan periode 2022-2027. Kegiatan konsolidasi ini dilaksanakan dengan model sekali kunjungan untuk 3 (tiga) PCA yang berdekatan (model 3 in 1). Dimana PCA Sleman, PCA Minggir dan PCA Seyegan berasa dalam satu kelompok. Materi Penguatan Kepemimpinan disampaikan Puji Utami, SH. selaku ketua Majelis Hukum dan HAM PWA DIY. Puji Utami menyampaikan Gerakan Aisyiyah yang dituntut terus bergerak bukanlah sekedar gerakan organisasi biasa atau pada umumnya, tetapi harus menampilkan diri sebagai gerakan Islam berkemajuan sebagaimana karakter dan pandangan keislaman Muhammadiyah – ‘Aisyiyah serta merujuk pada risalah perempuan berkemajuan, Aisyiyah harus hadir gerakan perempuan Islam berkemajuan. Yuni Purwati, M. Pd. selaku Ketua Majelis PAUD DASMEN PWA DIY menyampaikan materi kedua mengenai Penguatan Kelembagaan. Mewujudkan Cabang dan Ranting Unggul. Yuni Purwati menyampaikan faktor keunggulan organisasi Aisyiyah DIY diantaranya Aisyiyah memiliki visi dan strategi yang jelas, inovasi berkelanjutan, pengembangan SDM dan pemanfaatan teknologi. Setelah ishoma, acara dilanjutkan dengan materi kegiatan yaitu Diskusi Pengembangan Program ditingkat Cabang yang dipimpin oleh ibu Dra. Hasta Dewi selaku ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PWA DIY. Dalam kegiatan diskusi ini, masing-masing Pimpinan Cabang saling berdiskusi mengenai sumber daya yang ada di cabang masing-masing berikut dinamikanya. Kontributor : Dewi Novitasari, S. Psi. (Majelis Kesejahteraan Sosial PCA Sleman Editor: Wahdan Arifudin

Loading

Bidang Perempuan MUI Sleman Tegas Tolak Miras

Hari Sabtu 19 Oktober 2024 bertempat di aula Sembada Kompleks Pemerintah Daerah Bidang Perempuan MUI Sleman gelar Seminar Perempuan Berdaya. Agenda seminar diikuti 40 perempuan penggerak dari Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Muslimat NU dan Fatayat NU. Dalam kata sambutan ketua MUI Dr. K.H. Abdul Fatah mengawali dengan keprihatinannya semakin maraknya peredaran miras. Narkotika di wilayah Kabupaten Sleman. Perempuan, keluarga muda juga banyak yang terjerat pinjaman online ( pinjol).Kemudian yang melanda para pelajar adalah legalitas kontrasepsi untuk pelajar.Harapannya dengan seminar ini perempuan muslimah untuk lebih peduli dan tingkatkan perhatian pada anggota keluarga dan masyarakat sekitar kita. Dra Hj. Sri Sumiarsi wakil ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah dan Hj.Fatma Amalia S.Ag. M.S.I ketua Muslimat NU DIY mengupas tuntas tentang Bagaimana cara mewujudkan Keluarga Maslahah Sakinah Mawadah Wa rahmah. Kemaslahatan sebagai atap, mewujudkan rahmatan lil alamiin, negara makmur baldatun thoyibatun warobun ghofurun. Fondasi perkawinan keluarga maslahah : muadalah,muwazanah dan mubadalah. Kisah inspiratif dan motivasi diuraikan oleh nara sumber. Seminar diakhiri dengan pernyataan bersama Perempuan MUI tolak miras, narkotika, pinjol dan kontrasepsi pelajar. Kontributor Hanik, Editor Wahdan

Loading

Abdul Mu’ti, Sekjen PP Muhammadiyah yang aktif turun ke ranting

Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed adalah sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang kemarin dipanggil oleh Calon Presiden Prabowo yang Insya Allah akan memimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Beliau adalah sosok yang bersahaja, pemurah dan juga aktif turun sampai ke cabang dan ranting. Salah satunya pernah menyapa warga di Masjid Nurullah Klepu Sendang Mulyo Minggir Sleman pada 12 Maret 2023 sebagaimana disampaikan dalam liputan Jihadi TV. Adapun link ada di https://youtu.be/tlNAAT6sJYQ?si=nK12b9TPx4liLit- Editor: Wahdan Arifudin

Loading

MPM Pusat Kenalkan Budaya Batik dan Makanan Halal Menyehatkan ke Kelompok Rentan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengadakan kegiatan Inklusi Membatik dan Pangan Halalan Thayyiban bersama kelompok dampingan pada Minggu (13/10) di Area Joglo Andini Bawono Lestari, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan Inklusi ini mencakup praktik membatik, pemaparan materi mengenai pangan halal dan thayyib, serta penyerahan makanan bergizi. Kelompok dampingan yang berpartisipasi di antaranya: Kelompok Asongan, Bank Difabel, Gading, Gerkatin, Jatam Minggir, Jalamu, Kokap, Mardiko, dan Ngoro-oro. Inklusi sosial ini juga dihadiri oleh Hilman Lathief, Bendahara PP Muhammadiyah, yang memberikan sambutan. Dalam amanatnya, ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. “Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentu sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan pemberdayaan yang diselenggarakan oleh MPM, seperti hari ini yang melibatkan kelompok inklusi. Dari tema kegiatan ini, Muhammadiyah sedang mengawal program ketahanan pangan. Kami memiliki banyak amal usaha, dan mungkin dari sana akan kita kembangkan lebih jauh,” tuturnya. Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan Inklusi Membatik dan Pangan Halalan Thayyiban ini bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional. “Forum rutin ini kami laksanakan setiap tiga bulan untuk menjalin silaturahmi, bertegur sapa, dan memantau kemajuan kelompok dampingan. Kegiatan membatik ini juga masih dalam nuansa Hari Batik Nasional. Selain itu, batik merupakan budaya asli kita yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ucapnya. Yamin juga menambahkan bahwa kegiatan terkait pangan halalan thayyiban diadakan untuk memulai kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak hanya halal tetapi juga thayyib. “Hari ini kami membagikan protein dari daging RendangMu, TelurMoe, dan sayuran. Ini adalah upaya kami dalam mendukung ketahanan pangan. Untuk menegakkan pangan yang halal, sehat, dan thayyib, diperlukan gerakan edukasi masif yang harus kita perjuangkan agar menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia,” jelasnya. Terkait tindak lanjut kegiatan membatik, Yamin menyatakan bahwa akan ada pelatihan lanjutan. “Mengingat banyak barang di sekitar kita seperti taplak meja, baju, dan sapu tangan yang bisa dibuat dengan batik, ini adalah peluang besar. Semoga di masa mendatang kelompok dampingan dapat menghasilkan karya batik yang tidak hanya formal tetapi juga bisa dipakai dalam keseharian,” pungkas Yamin. Setelah kegiatan, Yamin menyerahkan TelurMoe kepada kelompok dampingan, diikuti dengan penyerahan RendangMu dari LazisMu Jateng, serta penyerahan bantuan toilet inklusi kepada Jatam Difabel Bejen dari Danone Indonesia. Sebagai mitra MPM, LazisMu Jateng yang diwakili oleh Dwi Swasana menjelaskan tentang produksi RendangMu dan mengajak hadirin untuk berperan dalam ketahanan pangan Indonesia. “Kami bangga dan berterima kasih telah diundang di acara ini. LazisMu, sebagai mitra MPM, selalu ikut serta dalam pemberdayaan masyarakat. RendangMu dikhususkan untuk membantu korban bencana dan kemanusiaan. Dari 250 ekor sapi kurban, dihasilkan 1.000 kaleng rendang yang mampu bertahan selama dua tahun. Kami mengajak bapak-ibu sekalian untuk berkurban dan mengambil peran dalam ketahanan pangan negeri kita,” pungkasnya. Senada dengan Yamin, Karyanto Wibowo, Direktur Danone Indonesia, juga menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan manfaat dan memproduksi produk halal serta thayyib. “Ini kali kedua saya mengikuti kegiatan inklusi ini. Ini menjadi prioritas kami untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar melalui produk yang halal dan thayyib. Kami berterima kasih kepada Muhammadiyah atas kerja sama ini, dan semoga ke depannya dapat ditingkatkan,” ucapnya. Kegiatan berlangsung dengan lancar, diikuti oleh praktik membatik yang dibimbing oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta hiburan berupa penampilan pantomim dan musik dari kelompok dampingan MPM. Di akhir kegiatan, peserta menerima bingkisan berisi makanan bergizi berupa telur, rendang, dan sayuran.

Loading

Serah Terima Ketua Lembaga Resiliensi Bencana PDM Sleman

Pakem, Pdmsleman.Or.Id Bertempat di kediaman Bendahara LRB PDM Sleman, Ibu Sumarah, MPd, di Sukunan, Pakembinangun, Pakem, Rabu, 9 Oktober 2024, telah dilaksanakan serah terima Ketua Lembaga Resiliensi Bencana PDM Sleman. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua PDM Sleman, Eko Sumardiyanto, yang membacakan surat keputusan PDM Sleman tentang perubahan susunan anggota LRB PDM Sleman periode 2022-2027. Dalam surat keputusan tersebut, dijelaskan bahwa Ketua LRB Fauzan Yakhsya, S.Hum, akan digantikan oleh ketua baru, Nurkhoirudin. Dalam sambutannya, Eko Sumardiyanto menyampaikan bahwa “ perubahan susunan anggota LRB PDM Sleman ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kemampuan LRB dalam menghadapi bencana di wilayah Sleman”. Ia juga berharap bahwa dengan adanya perubahan ini, LRB PDM Sleman dapat menjadi lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugasnya. Nurkhoirudin, sebagai ketua baru LRB PDM Sleman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ia siap untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan LRB PDM Sleman. Ia juga berterima kasih kepada Fauzan Yakhsya, S.Hum, yang telah menjalankan tugasnya dengan baik selama ini. Dengan demikian, acara serah terima Ketua LRB PDM Sleman ini telah berlangsung dengan lancar dan sukses. Kini, LRB PDM Sleman di bawah kepemimpinan Nurkhoirudin siap untuk menghadapi tantangan dan meningkatkan kualitas pelayanannya  dan tetap rapatkan barisan untuk kemajuan Muhammadiyah.

Loading

380 Jama’ah Hadiri Kajian Ahad Pon PCA Tempel, Ustadz H. Agus Triyanta Ungkap 3 Ciri Ikhlas

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Sekitar 380 jamaah hadir pada Pengajian Ahad Pon Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel di Balai Kalurahan Pondokrejo, Tempel, Sleman pada Ahad, 13 Oktober 2024. Pengajian Ahad Pon merupakan salah satu agenda rutin PCA Tempel. Teknis pelaksanaannya digilir bergantian dari sembilan ranting ‘Aisyiyah yang ada di Kapanewon Tempel. Pada kesempatan kali ini, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Pondokrejo mendapatkan jatah ketempatan pengajian. “Kalurahan Pondokrejo adalah milik kita bersama, saya selaku  dari warga Pondokrejo merasa senang ‘Aisyiyah memanfaatkan fasilitas yang ada untuk syiar agama, “ucap Lurah Pondokrejo,  R Widayatma,SE pada saat PRA Pondokrejo menyampaikan keinginannya untuk memakai Balai Kalurahan Pondokrejo. Di sisi lain dirinya dan ibu lurah juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir membersamai acara pengajian karena berbarengan dengan acara lain yang tidak bisa ditinggalkan. Acara pengajian dimulai pukul 13.00 WIB dengan diawali bacaan basmallah dan doa pembuka majelis. Setelah itu lantunan ayat suci Al Quran dikumandangkan oleh Hj. Nurhayati. Kemudian Paduan Suara PRA Pondokrejo dengan dirijen Ibu Palupi menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Aisyiyah. “Monggo, /ibu semua kita perhatikan apa yang akan disampaikan oleh  Ustadz Agus sambil menikmati makanan dan minuman yang ada. Jangan sampai makanan dan minumannya bisa masuk namun ilmunya tidak masuk,”pesan  Sukamdi, S.Ip dalam sambutannya mewakili  Lurah Pondokrejo. Lebih lanjut Ketua PCA Tempel, Ibu Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD  juga memberikan sambutan. “Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Yang pertama PCA Tempel akan mengadakan Lomba Olahan Pangan dan Lomba GLHA. Kedua tentang miras yang merajalela, kami mohon ibu-ibu memperhatikan putra-putrinya agar tidak terkena minuman keras. Ketiga mari kita ajak putra putri kita untuk mengaji, “tegas Ibu Banun dalam sambutannya. Inti pengajian disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Agus Triyanta, MA, MH, Ph.D selama kurang lebih 40 menit. Beliau menyampaikan tentang manusia yang melakukan kejahataan atau kekejian yang kadang di luar batas nalar kita karena dia digoda oleh syaitan. “Dalam surat Al Hijr ayat 39, syaitan sudah menegaskan bahwa akan menjadikan manusia memandang baik perbuatan maksiat dan akan menyesatkan semua manusia. Namun syaitan juga memberi contekan bahwa hanya orang ikhlas yang tidak dapat digoda syaitan,”ucap Ustadz Agus. “Ada tiga ciri ilhlas menurut kitab. Pertama lahir dan batinnya sama, dipuji atau dikritik atau diejek rasanya sama saja. Kedua mudah melupakan kebaikan yang dia perbuat. Ketiga tujuan amalan adalah mencari pahala di akhirat saja, “lanjut beliau dalam tausiahnya. Selama berlangsungnya pengajian, jamaah yang hadir terlihat mengikuti dengan khidmad. Menjelang waktu Ashar, pengajian diakhiri dengan membaca hamdallah dan doa penutup majelis. Reportase  Pamuji Sri Subekti S.Si  PCA Tempel, MPI PDM Sleman. Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading