HADITS ARBAIN AN-NANAWI KALASAN, 27 Oktober 2024 Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Daarul Hikmah Kalasan mengadakan Sidang Munaqasyah Hadits Arbain An-Nanawi di aula setempat. Sidang munaqasyah adalah serangkaian acara ujian para santri, dalam hal ini meliputi hafalan dan pensyarahan pemahaman makna hadits Arbain An-Nanawi yang terdiri dari 42 hadits. Sidang munaqasyah itu menghadirkan Dewan Penguji, Abdul Ghani, S.Ag., M.Ag., dan Suratno, S.Pd., M.Pd., Dosen UAD Yogyakarta dan dihadiri pengurus PCM Kalasan. Foto bersama dengan pimpinan PCM seusai sidang munaqasyah Menurut Mudhir PPTQMU, sekaligus pengasuh Ponpes, Ustadz Masruri, S.H., Al-Hafidz, sidang munaqasyah diikuti Sejumlah 12 santriwan/ santriwati. Para santri menghadapi dewan penguji untuk memaparkan hafalan dan pensyarahan Hadits Arbain An-Nanawi. Hasil sidang munaqasyah memutuskan bahwa dari 12 santriwan/ santriwati itu dinyatakan lulus 6 anak; lulus bersyarat 3 anak; dan belum lulus 3 anak. Dengan demikian 6 santri yang telah lulus dalam sidang itu berhak mendapatkan ijazah dari PPTQMU Daarul Hikmah Kalasan, sedangkan 3 siswa yang lulus bersyarat juga akan mendapatkan ijazah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh ponpes. Sidang Munaqasyah juga menetapkan tiga peserta terbaik, yakni: (1) Terbaik 1 diraih Aisyah Ainun Mardiyah; (2) Terbaik 2: Hikmah Adn; dan (3) Terbaik 3 diraih Muhammad Ichsan Nur Purnadi. Para santriwati PPTQMU Daarul Hikmah Kalasan menunggu antrean ujian Para santri PPTQMU Daarul Hikmah Kalasan Menurut Ustadzah Mambaul Lutfiyah, S.Ag., PPTQMU Daarul Hikmah Kalasan, yang berada di bawah pembinaan PCM Kalasan ini secara resmi berdiri tanggal 5 November 2020, beralamat di Jalan Jogja-Solo KM 13,5 Glondong, Tirtomartani, Kalasan. Jumlah santrinya yang menetap di ponpes 16 orang, sedangkan santri kalongnya (tidak menetap di ponpes) berjumlah 9 orang. Ustadzah Mambaul Lutfiyah menjelaskan bahwa para santri itu umumnya sudah hafal 5 hingga 10 juz Alquran. Hafalan terbanyak mencapai 15 juz. Menurut rencana para santri yang telah dinyatakan lulus akan diwisuda pada hari Jumat, 1 November 2024, bersamaan dengan Pengajian Akbar dalam rangka Milad PPTQMU di Masjid Krajan, Kalasan. (H. Sarno R Sudibyo, M.Pd., MPI PCM Kalasan. https://pcmkalasan.or.id. )
Sleman , Pdmsleman.Or.id SMK Muhammadiyah 1 Sleman atau dikenal dengan SMK Munas (Muhammadiyah Panasan) pada hari ini, Kamis 31 Oktober 2024 menggelar peresmian bengkel sepeda motor ‘Munas Motor’ . Munas Motor secara remi diresmikan oleh Arif Jamali Muis (Sekretaris PWM DIY) dan disaksikan oleh Zahrul Mufrodi (Ketua PCM Sleman), Sukijo (Pengawas Sekolah), Muhasdi Tuante (Ketua Komite SMK Mubas) dan Wali Murid SMK Munas. Acara peresmian dimeriahkan dengan beberapa rangkaian acara, yaitu Pengajian Wali Murid, Gelar Karya P5, Pentas Seni, Donor Darah, Cek Kesehatan dan Market Day Siswa-Siswi SMK Munas yang diselenggarakan di halaman SMK Muhammadiyah 1 Sleman. Dengan diresmikannya Bengkel Munas Motor, diharapkan bisa menjadi wadah bagi siswa untuk mengbangkan kompetensi khususnya pada kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM), selain itu juga nantinya bengkel tersebut akan menjadi tempat untuk pengembangan Teaching Factory sebagai media pengembangan pembelajaran berbasis industri. Acara pengajian wali murid diisi oleh Arif Jamali Muis (Sekretaris PWM DIY), dalam kesempatan itu memberi “ motifasi kepada wali murid/orang tua siswa agar anak-anak/peserta didik dapat menjadi generasi emas penerus bangsa yang berkompeten dan mempinyai jiwa islami berdakwah amar ma’ruf nahi mungkar”. Untuk mewujudkan hal tersebut Arif menjelaskan bahwa generasi emas harus mendapat pendidikan yang tepat, pendidikan mulai dari keluarga dan disekolah. Acara gelar karya menampilkan hasil-hasil karya dari proyek P5. Karya yang ditampilkan mulai dari tema bangunlah jiwa dan raganya dengan senam masal, kemudian dari tema kearifan lokal menampilkan hasil ecoprint dan ukir kayu, dari tema kebekerjaan menampilkan hasil Las dalam bentuk troley dan tralis pengaman AP Wifi serta menampilkal hasil karya videografi klip video dan video tutorial. Acara market day tidak kalah meriah dengan menyajikan dagangan dari siswa-siswi baik berupa makan, minuman, asesoris, dan lain sebagainya. Alhamdulillah semua yang di jual laris dibeli oleh para pengunjung. Donor darah juga diikuti oleh para siswa, guru, karyawan, wali murid, dan masayarakat umum. Selain itu, para siswa, guru dan karyawan juga menikmari fasilitas cek kesehatan gratis untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh mereka. Acara pentas seni dimeriahkan oleh siswa-siswi SMK Munas dan juga sekolah sekirtar, seperti SD Panasan dan SMP Muhammadiyah 1 Sleman. SD Panasan menampilkan tarian, SMP Muhammadiyah 1 Sleman menampilkan Tapak Suci. Siswa-siswi SMK Munas juga tidak kalah meriah, meraka menampilkan tarian, silat, barongan, musik, drama, dan lain sebagainya. Afifuddin S.Kom., M.Pd. SMKM 1 Sleman, MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pelatihan pembuatan bioproduk merupakan kegiatan pengabdian masyarakat oleh Departemen Kimia Universitas Airlangga (UNAIR), yang pada tahun ini diadakan di Yogyakarta. Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Sleman berkesempatan menjadi mitra sasaran. Diadakan di SMP Muhammadiyah Depok Sleman, pelatihan ini mentargetkan perempuan muda ataupun ibu ibu produktif untuk dapat memanfaatkan bahan-bahan sisa maupun bahan -bahan yang ada disekitar kita untuk meningkatkan nilai guna barang tersebut. PDNA Sleman menyambut baik dengan menghadirkan perwakilan dari 16 cabang di wilayah Kabupaten Sleman, untuk dapat mempelajari pembuatan bioproduk berupa yoghurt dan eco-enzym. Pelatihan diberikan oleh Dosen Departemen Kimia Universitas Airlangga Dr. Sri Sumarsih, M.Si dan Drs. Tokok Adiarto, M.Si mengenai apa itu bioproduk, manfaatnya dan proses pembuatan yoghurt serta eco-enzym sebagai salah satu coontoh bioproduk. Dipandu oleh Fatiha Khairunnisa, M.Si sebagai ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNAIR dan Nazula Rahma Shafriani, M.Biomed (Dosen program studi D4 Teknik laboratorium medis UNISA Yogyakarta), pelatihan berjalan lancar dan meriah. Peserta pun sangat antusias mempelajari mengenai manfaat bioproduk, serta mengikuti kegiatan praktik pembuatan yoghurt dan eco-enzym. Peserta mendapatkan masing-masing satu paket bahan pembuatan yoghurt dan eco-enzym yang terdiri dari toples besar, EM4, molase, bibit yoghurt, susu dan toples kecil. Bahan bahan ini dapat digunakan untuk mempraktekkan hasil dari pelatihan ini di rumah. Harapannya setelah peserta mendapatkan pelatihan dan mempraktekkannya, kedua produk ini dapat menjadi produk unggulan rekan rekan pimpinan daerah nasyiatul asiyiayh sleman yang memiliki nilai ekonomi. “Dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini kami berharap PDNA Sleman sebagai mitra sasaran yang beranggotakan wanita usia produktif, yaitu usia remaja hingga 40 tahun, dapat mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat bioproduk rumah tangga berupa yogurt dan eco-enzyme secara mandiri”, ungkap Fatiha Khairunnisa, M.Si selaku ketua tim pengabdi. ‘’Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sleman sangat berterimakasih kepada departemen Kimia Universitas Aisrlangga atas pelatihan dan bantuan yang diberikan, berupa bahan baku, peralatan dan bantuan modal bagi PCNA yang dapat mengirimkan video pembuatan yoghurt dan eco-enzym di cabang masing-masing’’ berikut pernyataan Galuh Mega, Ketua Departemen ekonomi dan kewirausahaan PDNA Sleman. Adapun peserta terbaik yang berhasil mengirmkan video pembuatan yoghurt dan eco-enzym Bersama anggota cabang adalah PCNA Seyegan (Tim) diketuai Ananda Mahardika, dan PCNA Moyudan (Individu) atas nama Maretha Putri Pratama.
Sleman, Pdmsleman.Or.IdAhad (27/10/2024) Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman mengadakan focus grup discussion ((FGD) mengenai Peraturan Pemerintah Nomer 28 Tahun 2024 bersama Dinkes Sleman, Balai Pengendalian Penduduk dan Dinas P3AP2KB kabupaten Sleman, MHH PWA DIY dan ketua PP Pusat ‘Aisyiyah.Kegiatan ini dilaksakanan di kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman dengan peserta sebanyak 120 peserta. Peserta berasal dari anggota MKS, Makes, MHH dan MTK serta pimpinan daerah dari 17 cabang yang ada di kabupaten Sleman.Yuli Kuswandari selaku ketua panitia menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang PP No.28 Tahun 2024 yang ditinjau dari berbagai perspektif dari pakar-pakar yang sesuai dengan keahliannya sehingga mendapatkan informasi yang jelas dan tidak partial sehingga dapat menyikapi PP tersebut dengan jelas dan bijak. Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi antar cabang di kabupaten Sleman. Kegiatan FGD ini dibuka langsung oleh ketua PDA Sleman, Dra. Hanik Rosyada, M.Ag. sekaligus memberikan sambutan. Kegiatan FGD ini dimoderatori oleh Umi Sulasi Putri dari MHH PDA Sleman dan menghadirkan empat pemateri yang pakar di bidangnya. Sesi pertama disampaikan oleh Prof. Dra. Sri Wartini, SH., MH., Ph. D selaku ketua divisi peraturan perundang-undangan dan advokasi MHH PWA DIY. Dalam menanggapi PP No.28 tahun 2024 tentang pelaksanaan Undang-undang (UU) kesehatan yang telah diterbitkan merupakan kelanjutan dari UU No.17 tahun 2023 yang seharusnya ada sinkronisasi dari perundang-undangan merujuk pada UU No.12 tahun 2011 tentang pembentukan perundang-undangan.Sesi kedua oleh Dra. Dwi Wiharyanti, M. Si. dari Balai Pengendalian Penduduk dan Dinas P3AP2KB kabupaten Sleman dimana lebih menggaris bawahi mengenai pasal 103 ayat 4 mengenai penyediaan alat kontrasepsi (alkon) dan pasal 104 ayat 3 mengenai penyediaan alkon bagi pasangan usia subur dan kelompok yang beresiko. Sangat berharap Aisyiyah dapat mendukung kebijakan pemerintah dengan adanya modul parenting Aisyiyah. Sesi ketiga disampaikan oleh dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus dari Dinas Kesehatan kabupaten Sleman yang lebih menjelaskan kesehatan reproduksi.Materi terakhir oleh Dr. Siti ‘Aisyah, M.Ag. menyampaikan mengenai pandangan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah mengenai peraturan tersebut. Posisi ‘Aisyiyah dalam gerakan perempuan yaitu wasathiyyah modernisasi Islam berkemajuan dimana pendekatan pengembangan pemikiran Islam melalui pendekatan bayani, burhani dan ‘irfani. Menanggapi pasal 103 ayat 4 butir e PP No.28 tahun 2024 menegaskan bahwa pergaulan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, dibatasi dengan ghodul bashar/menahan pandangan untuk menjaga kehormatan diri sesuai QS. An Nur ayat 30-31 dan larangan jelas dan tegas mendekati zina yang sesuai QS. Al Isra’ ayat 32.
Sabtu, 26 Oktober 2024 PCM/ PCA Kalasan mengadakan rapat kerja tahunan bertempat di Aula SD Muhammadiyah Kadisoka. Raker dihadiri oleh segenap Pimpinan PCM, Ketua dan Anggota Majelis, Kantor Layanan Lazismu, PCA, PCPM, PCNA, dan Perwakilan PRM se-Kapaewon Kalasan. Raker PCM/ PCA Kalasan tahun 2024 kali ini mengambil tema “Memajukan dan Mencerahkan Kalasan.” Raker diawali dengan pembacaan kalam illahi oleh Ibu Sugiyah dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Sang Surya dan Mars Aisyiyah dengan dirigen Ibu Ratna,S.Pd. Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi., dalam sambutannya menjelaskan bahwa Raker itu digelar untuk memenuhi ketentuan AD/ART Persyarikatan Muhammadiyah dan juga menyediakan media untuk memaparkan capaian program, evaluasi program selama setahun, sekaligus menyusun rencana program tahun 2024/2025. Rapat Kerja PCM/ PCA Kalasan dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.Pd., M.A. pkl.08.20. Selaku Ketua PDM, Harjaka menyambut baik Raker PCM/ PCA Kalasan. Menurutnya, raker ini menjadi media bertemu , penemu, dan nemu. Maknanya, raker menjadi media bertemunya seluruh pimpinan dan anggota penguru PCM/ PCA Kalasan untuk bertukar gagasan sehingga menghasilkan kesepakatan-kesepakatan kerja yang akan dirumuskan dalam program kerja PCM/PCA Kalasan tahun 2024/ 2025. Di sisi lain, Harjaka menekankan perlunya seluruh komponen PCM/ PCA Kalasab memiliki 5 sifat pokok sebagai warga Muhammadiyah, yakni: (1) Gandhes, yaitu berbudi pekerti baik; (2) Luwes, yaitu mudah bergaul, manjing ajur ajer di tengah-tengah masyarakat yang majemuk, tetapi mampu menunjukkan jati dirinya sebagai warga Muhammadiyah; (3) Mentes, yakni berisi, berilmu dan berpengetahuan; (4) Leres, yakni bener, sikap dan perilakunya baik sehingga bisa dipercaya oleh seluruh warga masyarakat; dan (5) Pantes, yakni warga Muhammadiyah harus bisa memantaskan diri agar bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Harjaka berharap Raker PCM/ PCA Kalasan ini dapat membawa Muhammadiyah yang berkemajuan. Sementara itu, penasihat PCM/ PCA Kalasan, Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag., dalam arahannya menekankan pentingnya kajian memahami Alquran secara utuh 30 juz bagi seluruh masjid Muhammadiyah di Kapanewon Kalasan secara rutin setiap hari. Sutrisno meyakini bahwa apabila hal tersebut bisa dimotori dan dilaksanakan oleh PCM, dalam waktu 3 hingga 5 tahun mendatang akan terjadi perubahan signifikan dan itu akan menjadi ikon unggulan PCM Kalasan. Beliau sudah membuktikan, mengasuh kajian memahami Alquran dalam wadah Kajian Ahad Malam (KALAM). Kajian memahami Alquran yang pada awalnya dirintis di rumah miliknya di Kompleks Perumahan UIN, Sambisari setiap Ahad malam pengikutnya semakin hari semakin bertambah banyak. Lalu, dengan dukungan semua jamaah Kalam dan simpatisan lain, dibangunlah Gedung Dakwah Kalam di atas tanah wakaf di sebelah timur Kantor Kalurahan Purwomartani. Kini kajian memahami Alquran dilaksanakan di Gedung Dakwah Kalam secara rutin setiap hari Selasa dan Jumat bakda Ashar selama sejam, diasuh langsung oleh Prof. Sutrisno dan setiap Ahad malam pkl.19.30 s.d. 20.30 kajian tematik diasuh secara bergantian oleh Prof. Sutrisno, Prof. Muhammad Chirzin, Dr. Sumedi, dan ustadz-ustadz lain secara bergantian. Adapun kajian memahami Alquran yang diasuh Prof. Sutrisno secara urut setiap hari dilaksanakan di Masjid Darul Mutaqin Kantor Kalurahan Purwomartani secara rutin setiap bakda Subuh hingga waktu syuruq. Menurutnya, berdasarkan pengalaman kajian memahami Alquran yang dilaksanakan setiap bakda Subuh hingga waktu syuruq di masjid Darul Mutaqin Kantor Kalurahan Purwomartani khatam selama 477 pertemuan. Selanjutnya, saat memasuki sesi presentasi laporan kegiatan, evaluasi, dan rancangan program kerja dipandu oleh Sekretaris PCM Kalasan Iswanto, M.Pd. Setiap majelis secara bergantian menyampaikan paparannya sekira 15 menit. Urutan presentasinya dimulai dari Majelis Tabligh, Tarjih, dan Tajdid dwakili oleh Apung Syaipudin, M.Si., Majelis Lingkungan Hidup disampaikan oleh Budi Isroi, Majelis Dikdas dan PNF disampaikan oleh Drs. H. Haryadi dan Nurwahid Sudarta, S.Pd.. Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani disampaikan oleh Drs. H. Heri Prasetya dan Supadi SAH, S.Pd. , Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Pembinaan Kesejahteraan Sosial djsampaikan oleh H. Mintardi, Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata disampaikan oleh H. Mardiyono ST dan Sumadi, S.T., M.B.A., Majelis Pemberdayaan Wakaf disampaikan oleh H. Baihaqi dan H. Kunia Wirya Dimulya, S.Kom, Majelis Pustaka dan Informasi disampaikan oleh H. Sarno R Sudibyo, M.Pd., dan Kantor Layanan Lazizmu disampaikan oleh Eko Susatyo Harso, M.Pd.I. Raker PCM/ PCA Kalasan ditutup dengan bacaan hamdallah pkl. 14.30 WIB (H. Sarno R. Sudibyo, M.Pd.,MPI PCM Kalasan https: //pcmkalasan.or.id.) Editor: Wahdan Arifudin, S.Pd, MPI PDM Sleman
Ahad, 27 Oktober 2024 PCA Sleman melalui Majelis Ekonomi Ketenagakerjaan (MEK) berkolaborasi dengan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) mengadakan kegiatan sosialisasi Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah (GLHA) dan Olahan Pangan Lokal (OPL) sekaligus pelatihan pengelolaan limbah sampaha rumah tangga.Kegiatan ibu bertempat di Gedung Dakwah PRM Slema. Sebanyak 50 peserta dari 8 ranting dari unsur ketua PRA, perwakilan MEK dan LLHPB. Dalam sambutannya, Musabikhah, M. Pd. selaku ketua PCA Sleman menyatakan bahwa kegiatan kolaborasi yang pas dengan diadakannya lomba GLHA dan OPL didukung dengan materi dari LLHPB bisa bersinergi dan sangat bagus dipraktekkan terkait pengelolaan limbah dan pekarangan untuk ketahanan pangan.Sebagai warga ‘Aisyiyah tentunya bisa menjadi penggerak di lingkungannya untuk memulai kegiatan dari pemilahan, pengelolaan dan pengolahan limbah yang bisa menghasilkan. Lahan yang terbatas tidak menjadi kendala untuk menggerakkan lumbung hidup karena kita punya slogan menanam apa yang kita makan dan makan apa yang kita tanam meskipun menggunakan polybag atau pot bahkan hydroponik.Di cabang Sleman dibentuk BIKKSA sebagai wujud untuk ketahanan keluarga.Jadi semua bersama, sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan program dan kegiatan yang direncanakan.Sosialisasi GLHA & OPL disampaikan oleh Siti Badriyah selaku ketua MEK PCA Sleman.Disela-sela materi pelatihan banyak pertanyaan karena antusias terhadap tema yang diangkat Sosialisasi Pembuatan Kompos dari Limbah Organik banyak doorpize yang diberikan oleh narasumber Prof. Dr. Ir. Erna Astuti S.T., M.T., IPM. yang juga sebagai anggota LLHPB PCA Sleman. Sedang Pelatihan pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk cair dengan reaktor ember tumpuk disampaikan oleh Dr. Siti Salamah dengan contoh-contoh pembuatan pupuk dengan media ember tumpuk. Kontributor : Musabikhah, M. Pd. Editor: Wahdan Arifudin, S.Pd
Gamping, Pdmsleman.Or.Id Musim kemarau yang cukup panjang yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta belakangan ini membuat beberapa daerah di wilayah DIY mengalami kesulitan air bersih, banyak sumur warga yang menjadi sumber air bersih mengalami kekeringan seperti yang dialami Saudara kita yang tinggal di Padukuhan Plampang II RT 63 dan RT 64 RW 20, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Menangapi hal tersebut SMKS Muhammadiyah Gamping turut serta membantu kesulitan air bersih untuk warga padukuhan Plampang II dengan mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari warga Plampang II, dalam kesempatan ini Ibu Ratna Palupi selaku perwakilan dari ESKAMUGA menyerahkan secara langsung 1 Tangki air bersih pada hari Ahad 27 Oktober 2024 Bertempat di Padukuhan Plampang II, Kalirejo, Kokap, Kulon Progo. Penyaluran air bersih ini di distribusikan untuk 2 RT yaitu RT 63 dengan jumlah penduduk 65 Jiwa, RT 64 dengan jumlah peduduk 70 jiwa. Dalam kesempatan ini Dukuh Plampang II Ibu Dwi Wuryaningsih selaku perwakilan dari warga mengucapkan terimakasih kepada SMKS Muhammadiyah Gamping atas bantuan air bersih yang diberikan, warga Plampang II juga senang dengan adanya bantuan ini. Semoga kekeringan yang melanda padukuhan Plampang II dan sekitarnya bisa segera teratasi dan bencana kekeringan segera berakhir dengan datangnya musim penghujan.