PCA Sleman Kolaborasi 3 Majelis Mengadakan Pelatihan Rukti Jenazah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id PCA Sleman melalui kolaborasi majelis yaitu Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK), Majelis Kesehatan (Makes) dan Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) pada hari Sabtu, 6 Oktober 2024 M bertepatan dengan tanggal 2 Rabiul Akhir menggelar Pelatihan Rukti Jenazah di Gedung Aisyiyah Sleman. Pelatihan diikuti oleh PH, BPP, anggota MTK, Makes dan MKS dari 8 ranting yang masing-masing mengutus 4 orang atau lebih dari 1 orang PH dan BPP, 1 orang dari MTK, 1 orang dari Makes dan 1 orang dari MKS. Pelatihan Rukti Jenazah menjadi program pertama setelah kegiatan Baitul Arqam dan di tahun kedua kepemimpinan. Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Ibu Musabikhah, M. Pd. selaku ketua PCA Sleman sekaligus memberikan sambutannya. “Kegiatan ini nantinya akan menjadi awal mula terbentuknya tim Rukti Jenazah di cabang dan menyusul pembentukan Tim Rukti Jenazah yang ada di masing-masing ranting yang nantinya pelatihan hari ini memberi kebermanfaataan untuk kegiatan di masyarakat sekitar “ tuturnya. Pelatihan ini dipandu oleh Umi Nur Arifah dari Tim Rukti Janzah PKU Gamping/Sleman. Banyak peserta antusias dalam mengikuti pelatihan ini. Materi disampaikan dengan jelas dan dimengerti dilanjutkan dengan kegiatan praktek. Banyak sharing dan tanya jawab dari banyak peserta, sehingga kegiatan pelatihan ini menjadi lebih semarak. Reportase Dewi Novitasari S.PSi Majelis Kesejahteraan Sosial PCA Sleman. Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

TelurMoe, Muhammadiyah Launching Peternakan Ayam Petelur Sehat

SLEMAN, Pdmsleman.Or.Id– Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah launching peternakan ayam petelur sehat dan fungsional “TelurMoe” Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Difabel Bejen, Sleman pada Rabu (2/10). Secara simbolis, launching program peternakan ayam petelur sehat dan fungsional “TelurMoe” ini dilakukan oleh Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah dengan pembubuhan tanda tangan di prasasti. Bu Bayin berharap kegiatan ini memberikan berkah kepada masyarakat lebih luas. dilanssir dari MUHAMMADIYAH.OR.ID “Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentunya juga ‘Aisyiyah kami menyampaikan selamat launching ini,” katanya. Bu Bayin juga menyampaikan bahwa Persyarikatan Muhammadiyah terbuka untuk kerja sama dengan banyak pihak. Oleh karena itu, program peternakan ayam petelur ini dijalankan berpijak pada prinsip-prinsip kolaborasi, tidak hanya bagi internal tapi juga eksternal Persyarikatan Muhammadiyah. Program ini merupakan hasil kerja sama antara MPM PP Muhammadiyah dengan Lazismu Pusat. Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin menyampaikan program ini bagian dari aksi jihad kedaulatan pangan yang digulirkan oleh MPM sejak lama. Yamin menjelaskan, telur hasil dari program ini diberi label TelurMoe yang tidak kaleng-kaleng. Sebab memiliki nilai gizi yang tinggi, bahkan melebihi telur-telur ayam pada umumnya. Selain itu, model pemeliharaan ayam mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan. “TelurMoe ini juga bagian dari Islam rahamatan Lil alamin. Bahwa kerahmatan Islam tidak hanya untuk umat manusia saja, tapi juga untuk hewan yang dalam hal ini ayam,” katanya. Nilai lain dari program ini adalah inklusi sosial, sebab peternakan ini dikelola oleh kelompok difabel yang tergabung dalam JATAM Difabel Bejen. Yamin menambahkan, nilai yang didapatkan dari program ini juga kesetaraan gender sebab peran antara laki-laki dan perempuan berimbang. Yamin berharap, dari program peternakan ayam petelur ini akan lebih banyak melahirkan muzakki atau orang yang berzakat, dari yang sebelumnya mustahik atau yang menerima zakat. “Ini usaha kita untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, umat yang awalnya penerima menjadi pemberi zakat,” imbuhya. Saat ini, TelorMoe sudah tersertifikasi dari lembaga internasional Human Care Animal Farm (HCAF). Ditargetkan ke depan akan mendapat sertifikasi organik internasional, namun demikian menurut Yamin selama ini proses pemeliharaan sudah menggunakan cara-cara yang organik. Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazimus Pusat, Imam Ahmad Mujadid Rais mengapresiasi program peternakan ayam petelur ini. Dia mendukung model pemeliharaan ayam yang mengedepankan kesejahteraan hewan, hal itu sebagai aktualisasi Islam rahmatan Lil alamin. “Apa yang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah lakukan adalah aplikasi dari Islam Rahmatan Lil Alamin,” katanya. Sepakat dengan yang disampaikan oleh M. Nurul Yamin, Imam Mujadid Rais menyebut bahwa ini langkah kecil yang berdampak besar. Program-program yang dijalankan tidak hanya untuk menggugurkan kewajiban, melainkan program memiliki dampak yang real bagi masyarakat. “Kami menyambut baik atas yang dilakukan oleh MPM, Dia berharap program peternakan ayam petelur sehat dan fungsional ini dapat direplikasi di kawasan atau daerah lain. Sehingga wilayah atau provinsi yang lain merasakan manfaat secara langsung hadirnya program tersebut.

Loading

003 KAJIAN HIMPUNAN PUTUSAN TARJIH MUHAMMADIYAH : POKOK PIKIRAN KH MAS MANSYUR

Pdmsleman.Or.Id Kitab yang menjadi rujukan ibadah warga Persyarikatan Muhammadiyah. Edisi terbaru yang membahas peran Ketua Majelis Tarjih Pertama. Bersama : Ustadz Arsyad Arifi, Lc. Kajian ini diselenggarakan oleh : Ikuti kajiannya setiap kamis pukul 18.15 – 20.00 WIB di Aula PPM Darul Ulum (Kompleks SMK Muh 1 Tempel) Kragan, Mororejo, Tempel, Sleman.

Loading

IMM DIY, Pilkada 2024, Menghalau Money politic, Hoax dan Polarisasi

YOGYAKARTA,   Menjelang bergulirnya pesta demokrasi Pilkada Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menggelar acara “Rembuk Pilkada series 1 di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cik Ditiro Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara yang berlangsung pada hari Rabu (24/09/2024) merupakan agenda diskusi yang bertemakan “Menghalau Money politic, Hoax dan Polarisasi” dihadiri oleh beberapa narasumber diantaranya Dr. Busyro Muqoddas M.Hum (Keynote Speech), Khaira Arjunadi (Perwakilan Kapolda DIY), Ahmad Norma Permata (Akademisi dan pemikir politik), serta Iwan Setiawan (Perwakilan PWM DI Yogyakarta) Dalam acara ini M. Taufiq Firdaus selaku Ketua Umum DPD IMM DIY pada sambutannya menyampaikan “IMM bukan kalangan yang apatis dan tidak terlibat terhadap politik secara praktis, jangan sampai kita ikut terjebak sebagai pelaku praktik money politik”. Kemudian beliau juga menyampaikan “ Vaksinasi paling sempurna adalah perlawanan dari anak muda dalam hal ini IMM sebagai penghalau money politik, hoax, dan polarisasi”. Dr. Busyro Muqoddas M.Hum selaku amanat Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan apresiasi setinggi-tinggi nya terhadap DPD IMM DIY atas terselenggaranya rembuk pemuda series 1 ini. Dalam pidatonya Pak Busyro menyampaikan “Indonesia sedang membutuhkan kebangkitan kembali dari generasi muda, tanpa demokrasi ngga usah bicara korupsi. Tidak mungkin memberantas korupsi tanpa demokrasi yang sehat” begitu ujar beliau Acara rembuk pemuda berlangsung dengan 3 pemateri dan dipandu oleh Immawan M.Hafizh Renaldi selaku moderator pada acara tersebut. Ketiga Narasumber menyampaikan pandangannya perihal bagaimana menghalau money politic, hoax dan polarisasi. Kharia Junaedi sebagai Narasumber pertama memaparkan pengertian hoax secara normatif beserta ciri-cirinya. Disisi lain beliau menyampaikan “Berangkat dari evaluasi 2019 kita perlu belajar untuk pemilu 2024 yang lebih baik dari berbagai sektor diantaranya masyarakat, para tokoh agama maupun golongan, serta aparat kepolisian itu sendiri” begitu ujarnya Selain itu beliau juga menyampaikan “Kami dari aparat kepolisian menjamin atas netralnya kepolisian dalam mengarungi pilkada ke depan terutama di provinsi DIY dan begitupun daerah lainnya”. Ahmad Norma Pertama selaku narasumber kedua menyampaikan “Politik disisi lain adalah salah satunya aturan main yang dibuat oleh pemain itu sendiri, Dalam sebuah diskursus money politic sudah merambah ke semua sektor dimana hampir setiap politisi menggunakan politik yang kecuali yang tidak serius” begitu ujar beliau Ahmad Norma Permata menitipkan pesan kepada seluruh peserta acara “ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melawan politik uang diantaranya, pertama mengadakan forum cek uji fakta, kedua menjadi saksi atas pelanggaran money politik itu sendiri”. Iwan Setiawan selaku pemateri ketiga dan perwakilan PWM DIY menyampaikan pesan “Menjadi angkatan muda Muhammadiyah tidak apatis dan berperan aktif dalam politik atas nilai-nilai yang luhur dan harus senantiasa mengawal demokrasi dengan baik dan bijak” ujarnya.

Loading

Pernyataan Sikap Bersama MUI, PDM dan PCNU Sleman Atas Banyaknya Toko Yang Memperjualbelikan Minuman Keras Di Kabupaten Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Maraknya peredaran minuman keras di Kabupaten Sleman semakin mengkhawatirkan. Di banyak tempat berdiri toko-toko yang memperjualbelikan minuman keras. Bukan hanya di perkotaan, namun sampai di perkampungan. Ironisnya, beberapa toko berdiri di dekat masjid atau sekolahan yang jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol serta Pelarangan Minuman Oplosan juncto Peraturan Bupati Sleman Nomor 10 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pengendalian Dan Pengawasan Minuman Beralkohol Serta Pelarangan Minuman Oplosan. Untuk membeli minuman keras juga tidak harus datang langsung ke toko,namun bisa menggunakan jasa pesan dan antar atau kirim secara online. Pembelinya pun bukan hanya orang dewasa namun banyak juga anak di bawah umur. Akibatnya, daya rusaknya sangat masif dan tidak terkendali. Hal ini disikapi Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Pimpinan DaerahMuhammadiyah Kabupaten Sleman, dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman, menyampaikan sikap sebagaimana terlampir dalam pernyataan Sikap Bersama Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sleman, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman Atas Banyaknya Toko Yang Memperjualbelikan Minuman Keras Di Kabupaten Sleman pada 24 September 2024. Pernyataan ini ditanda tangai oleh Ketua MUI Kabupaten Sleman Dr KH Akhmad Fatah MA, Ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd., S. Ag.,MA dan KH Sidiq Pramono, S.Ag, M.SI Ketua PCNU Sleman. Berikut Pernyataan selengkapnya

Loading