![]()
Author Archives: Arief Hartanto
Press Release Muhammadiyah, NU, MUI DIY, Miras Tak Bisa Lagi Ditolerir
Merebaknya toko Minuman Keras di DIY sudah tidak bisa ditolelir lagi. Dalam 1-2 tahun terakhir kurang lebih 80 toko miras berdiri di DIY. Kampung-kampung yang kita anggap sebagai kampung santri juga disasar toko miras. Kemudahan membeli miras menjadikan masalah bagi warga masyarakat. Pelajar dan mahasiswa menjadi konsumen utama toko miras.Menjawab keresahan dari Masyarakat inilah ormas Islam yang terdiri dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama DIY dan Majelis Ulama DIY berkumpul untuk menyatakan sikap. Pernyataan sikap yang disampaikan oleh 3 ketua ormas keagamaan Muhammad Ikhwan Ahada dari PWM DIY, Ahmad Zuhdi Muhdlor dari PWNU DIY dan Machasin dari MUI DIY pada Jumat (20/9/2024). Pernyataan sikap ini berasal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada ormas Islam.Pernyatan sikap yang terdiri dari 8 point sbb: 1. Menolak berdirinya Toko Miras di DIY yang semakin tidak terkendali. 2. Meminta kepada Forkopimda ( Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) tingkat Provinsi yang terdiri dari Gubernur, Kapolda, Ketua DPRD, Kajati dan Forkopimda Kota/Kabupaten untuk membuat kebijakan progresif berkaitan dengan berdirinya Toko Miras di DIY. 3. Meminta kepada Wakil Rakyat baik Tingkat Propinsi dan Kota/Kabupaten untuk mendengar aspirasi berkaitan dengan keresahan warga Masyarakat atas berdirinya Toko Miras di DIY.4. Meminta kepada Calon Kepala Daerah yang berlaga di Pilkada, bila terpilih menjadi kepala daerah untuk membuat regulasi yang melindungi warga Masyarakat dari Toko Miras di DIY. 5. Mendorong Pemerintah Daerah di Tingkat Kota dan Kabupaten di DIY untuk menegakkan Perda terkait pelanggaran terhadap peredaran miras yang sangat bebas di Masyarakat. 6. Mendorong DPRD Kota dan Kabupaten di DIY untuk mengevaluasi Perda tentang miras, agar lebih ketat dan tidak mengancam akhlak dan masa depan generasi bangsa.. 7. Mendesak Aparat Penegak Hukum untuk melakukan penertiban dan penindakan secara tegas kepada pemilik Toko Miras di DIY. 8. Mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mensyiarkan agenda bahaya berdirinya Toko Miras di DIY.Setelah menyampaikan pernyatan sikap ini, ketiga ormas akan membawa pernyataan sikap ini kepada Gubernur DIY dan Kapolda DIY. Angkatan Muda juga dilibatkan untuk membentuk Satgas Anti Minuman Keras yang akan bekerja sama dengan pihak yang berwajib.
![]()
SMP Muhammadiyah 1 Gamping Gelar Bimtek Pijar Sekolah Learning Manajemen System
Gamping, Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 1 Gamping menyelenggarakan Bimtek Pijar Sekolah Learning Manajemen System dengan menggandeng Pijar Sekolah by Telkom Indonesia sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan manajemen sekolah. Pijar Sekolah merupakan platform manajemen sekolah berbasis digital, yang mempertemukan kebutuhan antaraSekolah, Orang TuadanPeserta didikuntuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar yangberkualitas, terukur danterintegrasidalam satu platformdengan beragam fitur, serta Pijar Sekolah mengikuti kebijakan dan ketentuan program kemendikbud terkait asesmen dan Merdeka Belajar. Pijar sekolah menyajikan pengelolaan manajemen sekolah yang terkait dengan pengelolaan data Mata Pelajaran, Jadwal Pelajaran, pengelolaan data guru, siswa, dan orang tua, membuat tagihan SPP pada fitur Payment dan dapat digunakan untuk memberikan pengumuman. Sedangkan bagi peserta didik Pijar Sekolah memudahkan dalam hal melihat jadwal pelajaran, mengakses beragam konten belajar, mengerjakan dan mengumpulkan tugas, mengerjakan ujian dan latihan soal serta evaluasi mandiri. Guru dapat menginput absensi siswa saat KBM, akses konten mengajar (Buku Digital, Video Pembelajaran, Lab Digital, Upload Materi Guru), pemberian dan penilaian tugas/project, ujian dan latihan soal (Pembuatan Soal, Penyimpanan Soal, Penjadwalan, Pelaksanaan, Penilaian, hingga Analisis Butir Soal). Selanjutnya dengan Pijar Sekolahini orang tua dapat melihat jadwal kegiatan siswa (KBM / ujian), melihat informasi tugas yang diberikan guru, melihat nilai/hasil belajar siswa, serta pembayaran SPP Sekolah. Kegiatan Bimtek Pijar Sekolah ini diselenggarakan di aula SMP Muhammadiyah 1 Gamping, dikuti oleh bapak ibu guru dan karyawan SMP Muhamamdiyah 1 Gamping, mereka sangat antusias mengikuti bimtek tersebut pada 20 September 2024.. H. Purwadi, S. Pd. hadir mewakili Majelis Dikdasmen, PNF dan Pontren PCM Gamping, dalam sambutannya beliau menyampaikn “ Kami merasa bangga dan sangat mendukung kegiatan tersebut serta berharap SMP Muhammadiyah 1 Gamping kedepan akan lebih maju dan lebih unggul”. Sementara itu Watini, S. Pd. Si. selaku kepala SMP Muhammadiyah 1 Gamping menyampaikan “ program ini diselenggarakan sebagai salah satu inovasi dalam upaya adaptasi sekolah di era digital dan pesatnya perkembangan teknologi yang dikaitkan dengan kondisi dan kebutuhan sekolah saat ini serta sebagai bentuk realisasi tindak lanjut dalam prioritas rekomendasi Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang ada dalam Rapot Mutu SMP Muhammadiyah 1 Gamping”. Ditambahkannya pula bimtek Pijar Sekolah ini diharapkan dapat meningkatkan komptensi guru dan tenaga kependidikan SMP Muhammadiyah 1 Gamping melalui praktik inovatif, meningkatkan layanan kepada peserta didik dan orag tua dengan ekosistem manajemen sekolah yang akuntabel,meningkatkan kualitas pembelajaran dan terakhir dapat membentuk generasi mendatang yang siap menghadapi tantangan global, tandas beliau. Reportase {Humas Muhiga] Editor Arief Hartantto MPI PDM Sleman
![]()
TK ABA Kenaji dan LPB PDM SLeman Kenalkan Pemahaman Kebencanaan Sejak Dini
Kalasan, Pdmsleman.Or.Id TK ABA Kenaji, Tamanmartani, Kalasan mengadakan Simulasi bencana Gempa Bumi dalam upaya memberikan bekal dan pemahaman yang benar tentang satuan Pendidikan aman Bencana kepada para siswa dan segenap pengajarnya. Terletak didekat zona sesar Opak, TK ABA ini sadar akan kemungkinan bahaya yang ditimbulkan akibat gempa, maka sejak dini membekali warga sekolah tentang pemahaman bencana Gempa. TK ABA Kenaji merupakan satuan Pendidikan yang berada di bawah Cabang Aisiyah Kalasan, tahun ajaran 2024 ini jumlah warga sekolah sebanyak 124, terdiri dari 111 siswa dan 13 guru pengasuh/karyawan. Bekerja sama dengan MDMC / LPB PDM Sleman, serta relawan bencana dari PPM MBS Prambanan pada hari Jum’at 20 September 2024 ini mengadakan pembelajaran tentang bencana, khusunya Gempa Bumi. Menurut Pemateri Ndan Supriyanto semprit dari LPB PDM Sleman “ kami menggunakan metode meliputi, pemaparan materi tentang bencana, jenisnya dan dampak yang ditimbulkan, kupasan gempa secara detail dan dipungkasi dengan simulasi penyelamatan ketika terjadi gempa” tandas pegiat relawan kebencanaan dari Cangkringan ini kepada Arief Hartanto pada Jum’at siang di sela acara. Menurut kepala TK ABA Kenaji Anjar Sidi Melawati, S.PD., ” Kegiatan Simulasi gempa ini, sebagai upaya mitigasi agar warga sekolah, baik anak didik maupun ibu guru, paham dan mengerti apa yang harus dilakukan bila terjadi gempa ketika proses belajar sedang berlangsung, sehingga semua aman dan selamat “. Reportase Ndan Supri Semprit LPB PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman,
![]()
LIVE STREAMING: Pernyataan Sikap bersama Hadirnya Toko Minuman Keras (Miras) di DIY
Muhammadiyah DIY
![]()
Ikuti, Live Kajian Hari Bermuhamadiyah PDM Sleman
LIVE STREAMINGKAJIAN HARI BERMUHAMMADIYAH PDM KABUPATEN SLEMAN 🗓 Jumat, 20 September 2024⏰ 13.00 – Selesai🎙 Prof. Dr. Ir. Sukamta, S.T., M.T., IPM Subscribe + Nyalakan Lonceng nggih 🔔
![]()
Museum Muhammadiyah, Merawat Dan Merekonstruksi Sejarah Dari Muhammadiyah Untuk Indonesia
Bantul, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah menggelar acara Museum Muhammadiyah Talk’s “Museum Muhammadiyah dari Muhammadiyah untuk Indonesia” yang dilaksanakan pada Kamis, 19 September 2024 Waktu 14.00 – 18.00 WIB di Museum Muhammadiyah Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta yang berada di kompleks Kampus UAD. Dalam kali ini hadir berbagai kalangan seperti Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Lembaga Budaya, Seni dan Olahraga PP ’Aisyiyah, Majelis PAUD Dikdasmen PP ‘Aisyiyah. Majelis Pustaka dan Informasi PWM DIY, Rektor UAD, H. Azman Latif Ketua Pembina Harian UAD ,Lembaga Seni dan Budaya PWM DIY, Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kabupaten Kota se Yogyakarta, Forkom Museum Bantul, Dinas Kebudayaan DIY dan Bantul, para pemerhati museum. Museum Muhammadiyah didirikan untuk merekam jejak langkah dengan melestarikan tinggalan sejarah yang disajikan dalam peragaan komunikatif dan edukatif agar dapat menuai hikmah bersama. Berbekal nilai luhur dan pengalaman sejarah Muhammadiyah pengunjung diharapkan dapat membentangkan cakrawala wawasan ke depan dengan lebih bijaksana dan berpartisipasi dalam gerak sejarah Muhammadiyah berikutnya. MPI PDM Sleman hadir dalam kesempatan ini diwakili oleh Arief Hartanto dan DR. Sutipyo R S.Ag hadir diantara ratusan peserta yang memenuhi ruang Amphiteater Museum Muhammadiyah sore itu. Dalam sambutannya kepala Museum Muhammadiyah Affan Kurniawan ST MT yang juga Ketua MPI PWM DIY menuturkan sebagaimana tema acara ini “ MuseumMu didirikan guna merawat dan merekonstruksi sejarah Muhammadiyah agar menjadi memori kolektif umat Islam Indonesia dan bangsa Indonesia, sekaligus Museum Muhammadiyah sebagai tempat penelitian, edukasi dan pariwisata”. Museum ini berdiri pada 14 November 2022 dengan berbagai perjuangannya terutama di masa Covid dan akhirnya bisa dibangun salah satunya untuk menyambut pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah di Solo. Peran Museum Muhammadiyah menurut Prof. Muclhas MT Rektor UAD sekaligus Ketua MPI PP Muhammadiyah yang dalam sambutannya mengutarakan bahwa “ fungsi museum Muhammadiyah ini sebagai sarana untuk memberikan informasidan tafsir yang benar tentang Muhammadiyah, karena selama ini mengalami salah tafsir tentang sejarah Muhammadiyah”. Di lantai 1 museum berisi kiprahnya pendirian Muhammadiyah dan berdirinya negara dimana dari awal kemerdekaan Muhammadiyah turut mengantarkan ke kemerdekaan Indonesia. Muhammadiyah memang tidak terlalu kaya dengan artefak, di museum ini dibuat dengan pendekatan sebagai museum gerakan persyarikatan Muhammadiyah dengan banyak definisi gerakan Muhammadiyah didalamnya. Ke depan museum diharapkan bisa menjadi satu sarana pendidikan yang menarik bagi anak muda, hal ini ditandai dengan adanya lokasi instagramable spot, dan terungkap juga dalam koleksinya bahwa Aisyiyah menjadi gerakan perempuan pertama yang melakukan konggres pertama perempuan di Indonesia. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian venue lantai 3, 4 museim Muhammadiyah yang berisi perjuangan Muhammadiyah di masa kini dan tantangan ke depan. Acara berikutnya dilanjutkan dengan diskusi tentang Museum bersama narasumber Widiyastuti, S.S., M.Hum, dari MPI PP Muhammadiyah dan Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A dan Ria Putri Palupijati. Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A menuturkan bahwa “ Museum Muhammadiyah menjadi anak bungsu dari 42 Museum yang ada di Yogyakarta, namun memiliki resources sumber daya manusia handal untuk pengelolaan dan materinya serta pangsa pasar yang jelas apalagi Yogyakarta menjadi ibukota dan tempat kelahiran Muhammadiyah, ini merupakan potensi yang sangat besar”. Selain itu penting untuk meningkatkan kualitas museum itu melalui penyampaian pesan yang terkandung dalam benda koleksi di museum, melalui para edukator inilah informasi serta nilai-nilai berharga dari setiap objek dapat dipahami dan diteladani oleh pengunjung dan juga dengan pendekatan yang lebih menyenangkan. Reportase Arief Hartanto MPI PDM Sleman.
![]()
Pelayanan KB Gratis dalam Rangka Hari Kontrasepsi Sedunia di RS PKU Muhammadiyah Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, RS PKU Muhammadiyah Sleman bekerjasama dengan BKKBN kabupaten Sleman melaksanaan pelayanan Keluarga Berencana (KB) IUD gratis pada hari Rabu, 18 September 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keluarga berencana dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat dalam memperoleh layanan kontrasepsi. Pelayanan KB gratis ini akan diselenggarakan di RS PKU Muhammadiyah Sleman mulai pukul 08.00 hingga 12.30 WIB. Warga diundang untuk memanfaatkan kesempatan ini. Tim medis berkompeten akan siap memberikan konsultasi dan pelayanan secara profesional. Acara ini merupakan bagian dari komitmen RS PKU Muhammadiyah Sleman dalam mendukung program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat dalam merencanakan keluarga dengan lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup. Rep Ridwan W SE PDM Sleman
![]()
Apresiasi Kiprahnya Dalam Pemberdayaan Masyarakat, Pemkab Sleman Serahkan Bantuan Bangunan untuk Muhammadiyah Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan Bangunan Milik Daerah berupa bangunan gedung kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Penyerahan berupa kunci pintu bangunan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo kepada Ketua PDM Sleman, H. Harjaka di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Sleman, Rabu (18/9/2024). Plt. Kepala BKAD Sleman, Tina Hastani menuturkan bahwa penyerahan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Sleman untuk mewujudkan visi Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdayasaing, menghargai perbedaan, dan memiliki jiwa gotong royong. “ Hal ini juga dilakukan untuk menunaikan misi untuk meningkatkan kualitas SDM Sleman melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau,” ungkap Tina. “Bangunan yang diserahkan berlokasi di Padukuhan Paten, Kalurahan Tridadi, Sleman dengan luas ±100 m2 dengan luas tanah 282 m2,” tambahnya. Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berterimakasih atas sumbangsih PDM Sleman yang telah ikut aktif berperan dalam menyukseskan pembangunan SDM di Kabupaten Sleman, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi massa terbesar di tanah air selama ini telah banyak membantu program pemerintah di bidang pendidikan dan kesehatan, termasuk di Kabupaten Sleman dengan mendirikan beberapa rumah sakit dan sekolah, mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK sampai dengan perguruan tinggi Muhammadiyah. Sebagaimana release yang diterima redaksi dari Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Sleman pada Rabu petang. “Diharapkan, dengan adanya penyerahan bangunan ini, Muhammadiyah semakin terbantu dan semakin memotivasi seluruh anggota keluarga Besar Muhammadiyah di Kabupaten Sleman untuk turut serta mempercepat terwujudnya visi misi Bupati Sleman, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” tambahnya. Ketua PDM Sleman, H. Harjaka menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh Pemkab Sleman ini. Dirinya berharap, bangunan yang nantinya akan dipergunakan sebagai Kantor PDM Sleman ini dapat membantu Muhammadiyah dalam menyampaikan misi dakwahnya, serta dapat membantu Pemkab Sleman memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
![]()
Hari BerMuhammadiyah 20 September 2024
![]()