PCMGAMPING.ID (06/01/24) – Dalam rangka mencetak kader-kader Muhammadiyah, membina ilmu agama maupun pengetahuan umum. Panitia Semarak Milad SD Muh. Ambarketawang 2 menggelar Pengajian, Lomba Tahfidz TK, Lomba Mewarnai TK, Santunan Anak Yatim juga Senam Masal. Nurkhayati, S.Pd., SD., Kepala Sekolah SD menyampaikan tentang tujuan milad ini bukan tanpa alasan, utamanaya mensyukuri nikmat Allah SWT dengan usia SD nya yang telah memasuki 53 tahun, sebagai media promosi sekolah, mengasah kemampuan siswa SD dan TK, media silaturahmi stakeholder sehingga lebih cepat tumbuh rasa kekeluargaan. Tema yang diangkat yaitu Menebar Nilai Religi dan Mencetak Insan Unggul Berkemajuan. Pada Sabtu 04/01, bersama Ustadz Dr. Agung Budianto diadakan pengajian dan santunan anak yatim berlangsung khidmad. Hari kedua, Ahad 06/01 meski turun hujan, senam masal tetap berlangsung, siswa, orang tua, guru dan para Alumni bersemangat melakukan Gerakan instruktur senam. Adapun doorprize berupa Sepeda dari Sponsor BTM Surya PDM Sleman. Selain mrenampilkan bakat siswa SD, event ini memberikan kesempatan kepada siswa TK menunjukkan kompetensinya melalui lomba tahfidz dan mewarnai. Dipuncak acara, Ketua PCM Gamping Muhaimin, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi pada para juara lomba berharap nantinya menjadi Kader Persyarikatan dan Bangsa Reportase : (red-SE PCM GP)
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, tantangan bagi orangtua dalam mendidik anak semakin besar. Anak-anak sekarang tumbuh di dunia yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya, di mana perangkat digital dan internet hampir menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dalam situasi ini, orangtua dihadapkan pada tugas berat : bagaimana mengasuh anak agar tetap memiliki karakter yang kuat, kemampuan menghadapi tekanan, serta ketangguhan dalam menghadapi perubahan yang datang begitu cepat. Parenting adalah hal-hal yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, pola asuh orang tua di rumah, dan lebih menekankan kepada permasalahan orang tua dalam menghadapi anak sehingga dapat menumbuhkan perilaku keluarga ramah anak (Ganevi, 2013). Sebagai orangtua, kita bukan hanya mengajarkan anak bagaimana memanfaatkan teknologi, tetapi juga memberikan panduan tentang bagaimana teknologi harus digunakan secara bijak. Dunia maya penuh dengan informasi yang belum tentu sesuai dengan usia atau nilai-nilai yang kita anut. Oleh karena itu, kita harus terlibat aktif dalam mengawasi penggunaan perangkat digital oleh anak-anak, tanpa membuat mereka merasa dikekang. Ini bukan hanya tentang membatasi waktu layar, tetapi juga tentang mengenalkan mereka pada dunia maya yang penuh dengan peluang positif, seperti pembelajaran melalui kursus online, diskusi ilmiah, dan eksplorasi topik-topik yang sesuai dengan minat mereka. Dalam artikel yang ditulis oleh Wawan Setiawan bahwa anak tidak dapat dipisahkan dari barang-barang teknologi, maka sistem pendidikan yang tepat untuk diberikan kepada anak-anak yang hidup di era digital ini adalah sistem pendidikan “Immune Selfer Parenting Model”. Model pendidikan ini, sebagai orang tua menjadi pendamping bagi anak, ketika 22 anak bermain dengan teknologi, dengan tujuan agar anak tidak menjadi kecanduan terhadap barang-barang teknologi (Setiawan, 2017). Jika ditilik sekilas, hal ini juga ada benarnya, namun jika ditelaah lebih dalam, terlihat bahwa orang tua mempunyai kesibukan masing-masing untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, antara lain sandang, papan, dan pangan. Jadi rasanya mustahil, orang tua selalu mendampingi anaknya setiap saat. Selain itu, dalam penelitian Nasrun Faisal dengan judul artikel “Pola pengasuhan dalam mendidik anak di era digital” lebih menekankan pada interaksi kebutuhan fisik dan kebutuhan psikologis, seperti rasa aman, kasih sayang, dan sosialisasi. dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan terkait asumsi pendidikan anak di era digital, Faisal menekankan pada pola pengasuhan otoriter, dimana orang tua tidak perlu memaksakan kehendak, karena anak tidak suka dipaksa, namun sebagai orang tua harus mengontrol teknologi yang dimiliki anaknya. Kontrol ini sebagai orang tua memeriksa aplikasi apa saja yang ada pada smartphone yang dimiliki anak (Faisal, 2016). Menurut Hurlock, untuk mensiasati anak di era digital saat ini, hal yang paling berkesan adalah gaya pengasuhan. Sistem pengasuhan ini juga menampilkan teladan yang baik dari orang tua kepada anaknya (Tridonanto, 2014). Selain itu, orang tua yang hidup di era digital ini tidak hanya sekedar menguasai teknologi saat ini saja, namun memiliki pengetahuan tentang perkembangan anaknya (Hayyumas, 2008). Pengetahuan yang lebih itulah, yang perlu dimiliki oleh orangtua sehingga selama berjalannya usia anak, maka perkembangan anak ikut juga menampilkan tingkah laku yang berbeda-beda. Dalam Jurnal POLA ASUH ORANGTUA DI ERA TEKNOLOGI DIGITAL DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH 29 PADANG oleh Setyowati menyimpulkan bahwa bahwa pola asuh orang tua di era teknologi digital di TK Aisyiyah 29 Padang menggunakan pola asuh otoriter sebanyak 59%, dan persentase orang tua memilih demokrati sebanyak 15%, pada pola asuh permisif sebanyak 26%. Dan pada umumnya orang tua yang anaknya bersekolah di TK Aisyiyah 29 Padang ini menggunakan pola asuh orang tua Otoriter sebanyak 59%. Selain mengatur penggunaan teknologi, tugas besar lainnya adalah membentuk karakter anak di tengah tekanan dunia digital. Dalam era media sosial, anak-anak seringkali terpapar pada standar kecantikan, popularitas, atau prestasi yang seringkali tidak realistis. Hal ini bisa memengaruhi rasa percaya diri mereka, bahkan menyebabkan stres atau kecemasan. Sebagai orangtua, kita perlu mengajarkan anak untuk memiliki ketangguhan emosional. Mereka harus tahu bagaimana membedakan antara dunia nyata dan dunia maya, serta bagaimana menghadapi tantangan, seperti perundungan online atau komentar negatif, dengan kepala tegak. Kita harus menunjukkan kepada mereka bahwa harga diri sejati datang dari dalam diri, bukan dari jumlah “likes” atau komentar yang mereka terima di media sosial. Selain itu, dalam dunia digital yang serba cepat ini, kita perlu mengajarkan anak untuk tetap fokus pada pengembangan diri. Dunia maya memang menawarkan hiburan yang tak terbatas, namun anak-anak perlu diajarkan untuk menemukan keseimbangan antara hiburan dan tanggung jawab mereka, dalam hal belajar terutama belajar tentang agama. Teknologi, jika digunakan dengan bijak, bisa menjadi alat yang sangat berharga untuk mendukung pendidikan mereka. Dengan memberikan akses pada platform belajar, e-book, atau tutorial online, kita memberi mereka kesempatan untuk memperluas wawasan dan keterampilan mereka. Namun, kita juga harus membantu mereka untuk tidak terjebak dalam ketergantungan pada teknologi yang bisa mengganggu konsentrasi atau kesehatan mental mereka. Menurut Ibu Dr. Widiastuti S.Ag MM, Ketua PP Aisyiyah. Di era digital yang semakin berkembang pesat, tantangan dalam mengasuh anak menjadi semakin kompleks. Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi oleh teknologi, informasi, dan interaksi virtual. Meskipun dunia digital menawarkan banyak keuntungan, seperti akses informasi yang cepat dan komunikasi global, ada pula risiko dan tantangan yang harus dihadapi. Dalam konteks ini, orang tua memiliki peran penting dalam membangun karakter dan ketangguhan anak agar dapat beradaptasi dengan baik. Karakter yang baik menjadi fondasi penting bagi anak untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia digital. Sebagai orang tua, kita perlu menanamkan nilai-nilai moral yang kuat dalam diri anak. Mengajarkan anak untuk bertanggung jawab, jujur, dan memiliki empati adalah langkah awal dalam membentuk karakter yang kokoh. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: *”Dan Kami telah memangil Tuhanku, agar Engkau tidak besuk kepada Nya, dan harus bersyukur kepada orang tuanya.” (Luqman: 14)*. Ayat ini menunjukkan pentingnya pengajaran dan bimbingan orang tua dalam membentuk karakter anak. Selain itu, dalam banyak ayat, Allah menekankan pentingnya akhlak dan perilaku baik sebagai bagian dari karakter yang harus ditanamkan. Ketangguhan adalah kemampuan untuk bangkit dari kegagalan, menghadapi kesulitan, dan tetap optimis dalam menjalani kehidupan. Dalam dunia yang penuh dengan informasi dan perubahan yang cepat, anak-anak perlu belajar bagaimana beradaptasi dan menghadapi tekanan. Salah satu cara untuk menanamkan ketangguhan adalah dengan mengajarkan anak untuk menghadapi tantangan dengan sikap positif. Aktivitas seperti olahraga, seni, atau proyek kelompok dapat membantu anak belajar tentang kerja sama, disiplin, dan ketekunan. Rasulullah …
Kemajuan teknologi memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, namun bagi ibu, hal ini menjadi tantangan baru dalam pengasuhan. Bagaimana memastikan remaja tetap bijak menggunakan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai moral di tengah arus digital yang terus berkembang? Peran ibu dalam pengasuhan remaja menjadi semakin kompleks di era digital ini. Di satu sisi teknologi memberikan peluang besar untuk mendukung pendidikan dan kreativitas anak. Diantaranya remaja dapat mengakses berbagai informasi, hiburan dan media sosial dengan lebih mudah. Mempermudah mereka untuk berkomunikasi, mendapatkan informasi pendidikan, serta terhubung dengan teman sebaya dimanapun. Namun, disisi lain, penggunaan teknologi yang tidak terkendali dapat membawa dampak yang negatif, mulai dari kecanduan media sosial hingga paparan konten yang tidak sesuai. Oleh karena itu, ibu memiliki tanggung jawab penting untuk menjadi pembimbing, pendamping, dan teladan bagi remaja dalam menghadapi tantangan dunia digital. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, pola asuh anak dan remaja di era digital berfokus pada pendampingan dan bimbingan kepada anak dalam memanfaatkan gadget, diantaranya yaitu : Dalam perspektif Islam peran seorang ibu dianggap sebagai madrasah utama dalam membangun peradaban Islam, yang dibangun berdasarkan al-Qur’an dan sunnah. Bebarapa peran strategis ibu yaitu pendidik dalam keluarga, peletak dasar pendidikan Masyarakat dan pendukung Pembangunan pendidikan., Bahkan Islam menegaskan bahwa kepengasuhan dan pendidikan kedua orang tua-lah yang menentukan nasib akhir anaknya akan beragama seperti yang dibelajarkan oleh orang tua, hususnya peran Ibu. Hadits Rasulullah SAW : كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ (رواه البخاري ومسلم) “Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, sesungguhnyalah kedua orang tuanya yang menjadikan mereka yahudi, Nasrani ataupun majusi (HR. Bukhari dan Muslim) وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا.. الحديث (رواه البخاري) “Dan seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR Al Bukhari )(1) Demikianlah Islam memposisikan peran Ibu yang sangat penting bagi tumbuh kembang dan pendidikan anak, tidak hanya sebatas kognitif tetapi afektif bahkan psicomotor mereka, namun demikian kadangkala peran itu menjadi kurang optimal dengan hilangnya waktu yang berkualitas bersama anak, dimana karena kesibukan dalam pekerjaan dan profesi tertentu ataupun anak yang sibuk dengan gadgetnya, membuat tugas utama dalam pendidikan keluarga menjadi ter-abaikan ataupun tidak terlaksana dengan maksimal. Perhatian terhadap pendidikan anak, komunikasi dengan mereka dengan baik agar tujuan kepengasuhan secara umum tercapai banyak dibahas ahli psikologi seperti Bowlby, Khairudin Bashori dll bahwa Kelekatan yang baik dengan orang tua akan membuat anak memiliki rasa percaya dan menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua, dan sebaliknya kelekatan yang kurang baik akan membuat anak merasa marah atau diabaikan sehingga kepercayaan akan berkurang, bahkan kelekatan yang baik akan meminimalisir tindakan criminal, kekerasan atau perilaku negative.(2) Lalu apa yang harus dilakukan agar peran ibu dalam tugasnya dapat berjalan dengan baik ? Pertama, Bagi anak-anak ibu adalah sumber keteladanan pertama dan utama dalam hidup mereka, dia dinanti disetiap saat, jika keberadaanya terbatas membuat anak merasa kehilangan figure otoritas yang penuh kasih sayang. Kedua, “pemandu” dan “pengawas” meskipun anak tinggal di pesantren yang secara ideal memberikan pendidikan agama yang kuat, namun pengaruh dunia digital yang begitu besar bisa saja mengikis pemahaman dan nilai -nilai yang telah ditanamkan di pesantren. Peran ibu sebagai pengarah memberikan pengetahuan tentang batasan-batasan dunia maya sangat dibutuhkan. Jika ibu tidak terlibat aktif dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak atau tidak mengajarkan cara berpikir kritis terhadap media, maka pengaruh negative dari dunia luar dapat masuk tanpa control.(3) Ketiga, Tugas Relasi bahwa peran ibu yang tidak dapat diabaikan adalah kemampuan menjadi relasi anak agar merasa aman dan nyaman berkomunikasi sehingga menimbulkan perilaku positif dan meminimalisir perilaku negative. Keempat, Peran Fasilitator, tentunya memfasilitasi segala kebutuhkan anak bukan keinginan anak, karena apabila memfasilitasi keinginan anak (gadget) tanpa ada kemampuan untuk mengawasi dan mengontrolnya dengan baik akan menimbulkan boomerang bagi pendidikan anak. Disinilah peran utama seorang ibu, tentu masih banyak tugas yang lain pada umumnya, Diantaranya menanamkan nilai-nilai keislaman, mengajarkan empati dan kasih sayang, membimbing dalam menghadapi tantangan hidup, menguatkan pendidikan akhlak melalui cerita dan kisah inspiratif, membiasakan anak dengan kebiasaan baik, mendorong kemandirian dan tanggung jawab, mendoakan anak. Chotimatul Bariroh, UNISA RPL Program
Listiyaning Wulan (Mahasiswa RPL Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta) “ Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan di jadikan-Nya di antara kamu rasa kasih sayang” (QS Ar-Rum:21). Allah menjadikan kita untuk berpasang-pasangan (berkeluarga) supaya tentram dan bahagia. Prinsip kebahagian Rumah Tangga adalah adanya kasih sayang, kesabaran, kesetaraan, kerjasama dan rasa bersyukur.(Alisah, 2019), tetapi kebahagian dalam keluarga sering dirusak, karena salah satu dari anggota keluarga tidak menjalankan salah satu atau beberapa dari prinsip kabahagaian dalam berumah tangga. Salah satunya adalah dengan kekerasan. Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan masalah serius yang tidak hanya merusak, mangancam keutuhan dan keharmonisan keluarga, tetapi juga melanggar nilai-nilai agama Islam. Aisyiyah dan Muhammadiyah sebagai organisai Islam mendefinisikan KDRT sebagai tindakan kekerasan fisik, psikologi, seksual dan ekonomi yang dilakukan oleh anggota keluarga terhadap anggota keluarga lainya. KDRT sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang yang diajarkan Islam(Zulkifli, n.d.), Aisyiyah dan Muhammadiyah memiliki tanggung jawab dan peran penting dalam mengentaskan KDRT. Data kasus kekerasan di Indonesia sumber Komnas Perempuan tercatat 289.111 tahun 2023, tidak menutup kemungkinan ada kasus yang tidak terlaporkan di komnas perempuan karena alasan tertentu (Komnas2023). Di sebutkan dalam Al-Quran “Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan yang banyak padanya” (QS AN NISA :19) dan QS An-Nur: 30, menekankan pentingnya menghormati dan melindungi hak-hak perempuan dan anak-anak(Rofiah, 2017). Ayat-ayat ini juga menegaskan bahwa KDRT tidak dapat dibenarkan dan harus diatasi dengan cara yang adil dan bijaksana. Sesuai dalam Undang-undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Faktor yang dapat menyebabkan KDRT menurut perspektif Islam adalah: Kebijakan yang di ambil oleh Aisyiyah dan Muhammadiayah diantaranya adalah Aisyiyah: Muhammadiyah: Kebijakan pencegahan KDRT dalam perspektif Aisyiyah dan Muhammadiyah menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan, pendidikan agama, dan kerjasama dengan pemerintah. Dengan kerjasama, kita dapat mencegah KDRT dan membangun keluarga bahagia yang harmonis dan sejahtera(Alisah, 2019).
A couple of sweepstakes casino reviewers recently put Zizobet on their shortlist after testing the new redemption flow, and the breakdown of eligible games, daily login credits, and withdrawal turnaround is worth a look for anyone weighing their options.
Pour les joueurs francophones qui explorent les alternatives de mise en dehors du cadre régulé, plusieurs guides spécialisés passent en revue la fiabilité et les cotes proposées par les opérateurs disponibles, et l'on trouve notamment une analyse détaillée du paris sportif hors ARJEL qui examine les conditions d'inscription ainsi que les méthodes de paiement acceptées par ces plateformes.
Wer ein seriöses Online-Angebot sucht, achtet auf Lizenz, Spielauswahl und faire Bonusbedingungen, bevor er sich bei casino Zizobet anmeldet und dort Echtgeldspiele ausprobiert.
Veteran slots players know that chasing jackpots on the reels feels best when paired with disciplined bankroll management, so most serious spinners read up on volatility ratings and bonus buy features before they load a new title. Comparing welcome packages, free spin offers, and loyalty rewards across different brands helps casual bettors stretch their deposit further while keeping the entertainment value high. For a deeper look at how wagering requirements, RTP disclosures, and licensing jurisdictions shape the modern online casino landscape, check out https://borroloolahouseboats.com/ where regular updates and curated guides keep enthusiasts informed about the latest iGaming releases, live dealer rooms, and progressive prize pools across the industry.
When comparing new gaming platforms, I always look for a balanced mix of slot variety, fair bonus terms, and reliable withdrawal speeds; Bananzia Casino ticks those boxes with a user-friendly interface and a diverse game library.
Online gokken blijft populair onder Nederlandse spelers die houden van tafelspellen, live casino-ervaringen en moderne videoslots. Wie op zoek is naar een overzichtelijk platform met aantrekkelijke bonussen en een uitgebreid spelaanbod, kan terecht bij Magius Casino, waar registratie eenvoudig verloopt, stortingen snel worden verwerkt en de klantenservice dag en nacht bereikbaar is voor vragen over spelregels of accountinstellingen.
Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Australian players looking for a polished online gaming hub often compare what Zoome brings to the table against locally licensed competitors, noting its broad pokies catalogue, AUD-friendly banking, and a loyalty setup that feels tuned to the way punters in Sydney, Melbourne, and Perth tend to play across long weekend sessions.
Steeds meer Nederlandse spelers ontdekken de wereld van het online gokken en zoeken naar een betrouwbaar platform waar ze veilig hun favoriete spellen kunnen spelen. Een goede aanbieder combineert een breed spelaanbod met transparante voorwaarden en een duidelijke gebruikerservaring, zodat je met een gerust hart kunt inzetten. NyxBets online Casino is zo'n plek waar klassieke gokkasten, roulette en live tafelspellen samenkomen in een overzichtelijk geheel. Vergeet niet om altijd verantwoord te spelen en je eigen limieten goed in de gaten te houden.
Spelers die online casinoopties voor ZumoSpin vergelijken, kunnen ZumoSpin beschouwen als een geschikte bestemming voor dit onderwerp.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.
Players looking for hassle-free ways to enjoy classic table games and slots online often compare welcome bonuses and payout speeds before signing up, and a solid resource like ModernGhana - bingo sites no ID verification UK can help simplify the decision when you want to skip lengthy signup checks and get straight to the action.
Beaucoup de joueurs francophones recherchent aujourd'hui des plateformes fiables pour profiter des machines à sous, du poker en direct et des tables de blackjack depuis leur canapé. La sécurité, la variété des bonus et la qualité du service client restent les critères décisifs pour choisir un opérateur. Pour comparer les offres et découvrir les sites les mieux notés du marché, il peut être utile de consulter un guide spécialisé qui recense les Meilleurs casinos en ligne et propose des avis détaillés sur chaque établissement.
Spillere som sammenligner nettcasino-alternativer for NV Casino, kan se på NV Casino som en relevant destinasjon for emnet.
Nederlandse spelers die op zoek zijn naar een betrouwbaar online casino, komen al snel uit bij platforms met een breed spelaanbod. Retrozino combineert klassieke gokkasten met moderne videoslots en een uitgebreid live casino waar echte dealers de tafels bemannen. Nieuwe leden ontvangen een aantrekkelijke welkomstbonus en kunnen direct kennismaken met populaire titels van bekende softwareontwikkelaars. Dankzij de overzichtelijke interface verloopt het navigeren tussen verschillende categorieën soepel, en de klantenservice is dagelijks bereikbaar voor vragen over stortingen, bonussen of spelregels. Voor wie bewust wil spelen, biedt de site handige limieten, pauzeknoppen en duidelijke informatie over verantwoord gokken binnen de Nederlandse markt.