Kursus Intensif Mubaligh Muhammadiyah Ke-2, Angkat Tema Shalat Lail dan Permasalahannya  

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Tabligh PDM Sleman telah menyelenggarakan Kursus Intensif Mubaligh Muhammadiyah (KIMM). Bertempat di Ruang Lab SMK Muhammadiyah 2 Sleman, pada hari Sabtu  2 Maret 2024 mulai pukul 08.30 hingga 11.30 diiikuti oleh 60 peserta dari berbagai cabang se-Kabupaten Sleman. Acara KIMM ini menghadirkan Ustadz Asep Shalahuddin, S. Ag., M.Pd.I. dari MTT PP Muhammadiyah. Yang mendasari program ini, adanya fakta di lapangan, bahwa produk-produk pemikiran persyarikatan seperti: HPT, Fatwa Tarjih dan lainnya, semestinya telah tersosialisasi dengan baik di kalangan warga Muhammadiyah. Namun sering muncul pertanyaan dari warga Muhammadiyah mengenai masalah penting tertentu, sedangkan masalah itu telah ada jawabnya di dalam produk-produk persyarikatan tersebut. Untuk itu perlu forum kajian keislaman dalam format kursus singkat, serta dilakukan secara intensif dan berkala. “ Lewat kursus ini peserta diajak mengkaji suatu topik keislaman secara utuh dan tuntas, untuk kemudian disebarluaskan kepada warga Muhammadiyah serta umat Islam pada umumnya”. Demikian disampaikan oleh ketua Majelis Tabligh PDM Sleman, Wildan Wahied, SHI. Secara khusus, KIMM juga bertujuan untuk memahamkan para mubaligh terhadap masalah keislaman yang menjadi kekhasan manhaj Muhammadiyah. Misalnya masalah hisab haqiqi wujudul hilal, shalat Tarawih 4-4-3, shalat iftitah dalam pengamalan di bulan Ramadhan. Sementara itu Ustadz Asep dalam makalah yang berjudul “Shalat Lail dan Permasalahannya”, serta power point (PPt), Ustadz asal Garut ini menuturkan bahwa shalat lail disebut juga tahajjud, witir, qiyamu lail ataupun qiyamu Ramadhan. Adapun mengenai jumlah rakaat sholat lail, 11 rakaat. Berdasarkan hadits Riwayat Abu Salamah bin Abdirrahman Ketika bertanya kepada ‘Aisyah. Sedangkan mengenai urutan rakaat, ada 10 cara (Tanya Jawab Agama 3, 107-115). Yang umum 4-4-3. Ustadz Asep mengingatkan kepada takmir masjid binaan Muhammadiyah “ agar di saat memulai Ramadhan tak hanya mengumumkan kegiatan Ramadhan saja, namun yang lebih penting menjelaskan tata cara pelaksanaan shalat lail ataupun shalat tarwih”. Dimulai dengan shalat iftitah yang ringan tetapi bukan cepat, boleh sendiri maupun berjamaah. Kemudian shalat tarwih yang dilakukan dengan tetap tumakninah dan diselingi istirahat. Setelah ceramah, acara dilanjutkan tanya jawab dan foto bersama. Mengenai materi kajian pada KIMM 3 yang akan datang di saat menghadapi Idul Adha, peserta boleh mengusulkan topik masalah yang perlu dikaji. Reportase Suwandi (SWD) Majelis Tabligh PDM Sleman.  M. Ridwan Sekretariat PDM Editor  Arief  Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

NALIKANE LINGSIR WENGI

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 14).__ Saya sempat menyapu pandang pada jam dinding besar, yang terpasang di atas kusen pintu ruang utama Ngloji. “Ahh … Masih belum terlalu malam kok”, batin saya. “Tapi, mengapa beberapa tim IT dan kordes yang perempuan, nampak sudah mulai berkemas kemas ?”, batin saya. Saya terkecoh. Rupanya, jam dinding besar itu lebih lambat 30 menit dari yang semestinya. Berarti saat ini sudah jam 22.30. Waktu yang cukup larut buat teman teman perempuan itu. Satu per satu, mereka pamit. Undur diri. Sementara itu, di ruang sayap Utara, para senior kordes itu masih setia di tempat. Menunggu para saksi menyerahkan. salinan C1 hasil. Namun, itu hanya beberapa saat saja. Sesaat kemudian, bapak bapak itu juga undur diri. Berkas salinan C1 yang diserahkan oleh saksi, kemudian diserahterimakan kepada Kordes yang lebih muda. Tiba tiba, muncullah Mbak Handayani. Saksi Syauqi dari TPS Botokan. Rupanya, dia diantar oleh Sang Suami, Mas Murjono. Menyerahkan salinan C1 hasil. Pak Satidjo, melalui group SQ Sendangarum, memutuskan untuk membawa pulang berkasnya. Dan bersedia menerima penyerahan berkas di kediamannya, besok hari. Demikian pula dengan Pak Wagiyo, untuk yang Sendangsari. Jadi, praktis tinggal yang Sendangrejo, Sendangagung dan Sendangmulyo yang masih menerima penyerahan berkas salinan C1. Sesaat kemudian, semua tim IT dan kordes juga undur diri. Tinggal Mas Fathan yang bertahan. Itupun tidak lama, sesaat kemudian, iapun undur diri. Semua berkas salinan C1 hasil diserahkan ke saya. Saya sempat kembali melirik jam dinding itu. Pukul : 11.00 malam. Ups, salah. Harus ditambah 30 menit. Berarti, pukul : 11.30 malam. Malam merangkak pelan. Sepi. Sunyi. Semua bunyi telah sembunyi. Hanya tinggal 3 orang yang sekilas masih terlihat. Ada Mas Sunu dan Pak Samija. Serta satu orang lagi, entah siapa. Tidak begitu jelas. Pak Samija adalah saksi Syauqi di TPS 03 Sendangarum. Tiba tiba, datanglah seorang saksi perempuan. Dari TPS Sendangagung. Saya pikir, dia sendirian. Ternyata, diantar ibunya. Saya harus bertahan 30 menit lagi. Group saksi SQ sudah sepi. Sudah tidak ada lagi komentar. Akhirnya, jam dinding itu menunjuk : 11.30 Itu artinya : pukul 00.00. Saya mulai berkemas kemas. Mas Sunu dan Pak Samija membantu menutup semua jendela dan pintu Ngloji. Serta membersihkan sisa makanan dan wadah makan dan minum yang berserak di sana sini. Tepat 00.10. Saya dan Pak Samija undur dirii. Sedangkan Mas Sunu masih bertahan di Ngloji. Ada satu orang lagi, yang masih ada di ruang LazisMu. Tapi tidak jelas, siapa ia. Seingat saya, sedari tadi, ia hanya tidur di kursi ruang LazisMu. “Aku balik sik ya Mas !?”, kata saya. “Ya wis ati ati !”, jawab Mas Sunu. “Ora bali pa ?”, tanya saya. “Ya sik. Dela engkas !”, jawabnya. Sayapun segera memacu motor. Otw. “Ngalup nyang hamur”. Begitu sampai di rumah, “Weh, jam pira marine TPS kene mau ?”, tanya saya ke istri saya. “Baru saja selesai. Tas wae lungguh iki”, jawabnya. Ketika baru saja saya duduk, tiba-tiba, HP saya bergetar. Ada panggilan masuk. Nomer yang tak dikenal. “Hallo… Assalammu ‘alaikum. Mas Dwi”. “Wa alaikum slm wrwb. Sinten nggih niki ?”, tanya saya. “Kula Rochmani Mas”. “Pripun Pak Rochmani ?”. “Kok jarene Ngloji mpun tutup nggih ? “, katanya. “Nggih Pak. Niki sesuai kesepakatan wau. Justru usule saking beberapa saksi. Terus dirembug kalih tim TPC SQ. Lajeng diputuske penerimaan salinan C1 ngantos jam 00.00. Mulane, wau Ngloji mpun ditutup. Dilajengje besok pagi”, jelas saya. “Wah pripun nek ngoten niku ?”, katanya. “Lhoh Pak. Nyuwun sewu. Niki sing mutuske sanes kula piyambak lho. Niki wau sampun disepakati kalih sedaya anggota tim TPC. Usulane malah saking beberapa saksi”, terang saya. “Wah, kudune nggih nunggu saksi. Ampun tutup riyin. Lha niki kula tasih teng TPS. Njenengan wis bali. Kudune rak ya sithik edhing ngoten lho”, sambungnya.. Begitu mendengar kalimat terakhir dari Pak Rochmani itu, saya langsung berdiri. Rasa kantuk saya langsung hilang. Saya langsung membalas Pak Rochmani : ” Sudah pak. Gini aja. Njenengan jam berapa akan nyerahkan salinan C1 ?”. “Nggih paling setengah jam an malih Mas !”, katanya. “Nggih pun. Kula tengga teng Ngloji !”, tegas saya. Saya langsung ingat Mas Sunu. Saya menghubunginya : “Hallo … Mas Sekjend apakah masih posisi di Ngloji ?”. “Masih …!. Piye …?”, katanya. “Tolong, lawange Ngloji dibuka !. Aku arep mrono maneh !”, kata saya. Saya lalu bergegas mengambil tas berisi berkas berkas salinan C1. Mengambil kunci motor. Lalu bergegas keluar. Tiba tiba, saya ingat anak mbarep saya. Yang jadi saksi SQ di TPS 07 Sembuhan Kidul. “Fadhli wis mulih tah ?” tanya saya kepada istri saya. “Durung !. Kasihan anak itu. Mbok nanti ditiliki !”, sambungnya. Sebelum meluncur ke Ngloji, saya sempat membuat pengumuman di Group saksi SQ Minggir. “NGLOJI DI BUKA LAGI. 24 JAM”. Sayapun segera memacu motor. Kembali ke Wisma Ngloji. Nampak, Mas Sunu masih ada di sana. Seseorang yang sedari tadi tidur di kursi Lazis, juga masih ada di sana. Masih tidur. Begitu saya masuk ruangan Lazis, ia terbangun. Beberapa saat kemudian, ada suara motor berhenti di halaman Ngloji. Dua orang anak muda masuk. Menyerahkan salinan C1 hasil.Saksi dari TPS Sendangagung. Tiba-tiba, seseorang yang sedari tadi tidur dan kemudian bangun itu, nampak duduk di kursi. Lalu berkata : “Kudune, nek pas ana acara kaya ngene iki, panitia kudu sigap. Kantor ora oleh tutup. Buka 24 jam”. Saya cuma mendengarkannya, Ia masih berkata lagi : “Blaaa …. Blaaa ….Blaaa …”. Saya mulai terpancing : “He ….Mas …. Sampeyan iki gak ngerti kenthang kimpule. Dadi gak usah melok melok !”.(*) Minggir, 25 Feb. 2024.Waktu hujan lebat, sebelum Ashar. Uwik DS.

Loading

Bupati Sleman Hj. Kustini SP Buka Sosialisasi Wakafmu Dan Sertifikasi Nadzir Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman 

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Bertempat di Pendopo rumah dinas Bupati Sleman Ahad, 25 Februari 2024 Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman menyelenggarakan sosialisasi wakafMu dan sertifikasi nadzir. acara ini di buka langsung oleh Bupati Sleman Hj.Kustini Sri Purnomo yang dalam sambutannya menyampaikan “ apresiasi peran Muhammadiyah dalam membantu Pemerintah Daerah khususnya pemberdayaan Masyarakat,  kendati demikian masih banyak pekerjaan rumah yg harus diselesaikan oleh Persyarikatan Muhammadiyah terutama dalam pemanfaatan tanah wakah mengingat masih banyaknya tanah wakaf yg belum dikelola dengan baik”. Sementara itu H. Agung Nugraha ketua MPW PDM Sleman menuturkan bahwa “ sampai saat ini tanah wakaf Muhammadiyah yg sudah terinput dalam Sistem Informasi Manajemen Aset Muhammadiyah sebanyak 1.330 bidang data ini akan akan bertambah”. Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah adalah sebuah lembaga yang dibentuk sebagai unsur pembantu dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah berdasarkan Surat Keputusan Nomor 48/KEP/I.0/B/2023 tentang Nomenklatur Unsur Pembantu Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah dan Surat Keputusan Nomor 165/KEP/I.0/D/2023 tertanggal 14 Januari 2023,tentang Pengangkatan Anggota Pimpinan Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah Masa Jabatan 2022-2027. Tujuan utama dari majelis ini adalah untuk mengelola,memanfaatkan, dan mengoptimalkan aset-aset wakaf yang dimiliki oleh Muhammadiyah secara efisien dan produktif. Selain itu, majelis ini bertujuan untuk mendukung dan mewujudkanprogram-program sosial dan kemanusiaan Muhammadiyah melalui pemanfaatan aset-aset wakaf. Narasumber pada kegiatan ini menghadirkan Amirsyah Tambunan ketua MPW PP Muhammadiyah yang dalam materinya menegaskan “ perlu manajemen tata kelola yang baik agar tanah wakaf Muhammadiyah lebih produktif mengingat pentingnya Organisasi membutuhkan biaya untuk terus meningkatkan dakwahnya”. Kegiatan ini dihadiri anggota PDM Sleman oleh perwakilan PCM yg membidangi wakaf, perwakilan PCA,ketua lazismu PDM Sleman,KLL Lazismu dan juga KUA dan perwakilan dari bank Bukopin Syariah DIY. Reportase M. Ridwan, Sekretariat PDM Sleman Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Gebyar Milad SMK Muhammadiyah 1 Tempel, Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Dan Strategi Memperkenalkan Sekolah Secara Luas

Tempel, Pdmsleman.Or.id Kamis, 8 Februari 2024 yang merupakan puncak acara milad SMK Muhammadiyah 1 Tempel dan bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, diselenggarakan beberapa kegiatan di sekolah. Dihadiri oleh 250 tamu undangan dari berbagai kalangan di sekitar lingkungan SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Acara diawali dengan pengajian Akbar oleh Drh. H Agung Budiyanto MP. Ph. D, Dosen S1 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada. Disampaikan oleh ustad Agung, “kalau ingin menjadi orang sukses, harus punya mimpi, cita-cita, motivasi, serta yang paling penting yaitu doa restu orang tua,” Pada pra acara juga disampaikan pentasyarufan dana bantuan kepada siswa kurang mampu di SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Salah satu program terbaik sekolah yaitu one day one coin, dimana setiap pagi siswa mengumpulkan koin untuk nantinya setiap tahunnya ditasyarufkan kembali kepada siswa. “Jangan sepelekan sedikitnya koin yang dikumpulkan, lama lama akan banyak dan menjadi bantuan untuk mereka yang membutuhkan,” jelas Ahmad Maftuhin, S.H.I, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Selanjutnya diadakan bazar 80 paket sembako murah dengan sasaran wali murid SMK Muhammadiyah 1 Tempel serta warga sekitar. Yang menarik dari kegiatan ini, diadakan juga market day oleh siswa siswi SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Siswa siswi mempraktekkan langsung hasil dari kelas kewirausahaan yang dipelajari setiap hari Jum’at dengan menghasilkan produk untuk dijual kepada seluruh pengunjung acara hari ini. SMK Muhammadiyah 1 Tempel dengan 4 program keahlian (Perkantoran, Akuntansi, Tata Busana, dan Perhotelan) saat ini membuka pendaftaran Peserta Didik Baru dalam Gelombang Istimewa, dimana siswa siswi kelas IX SMP yang mendaftar sampai dengan tanggal 23 Februari 2023 akan mendapatkan potongan biaya sebesar 4.2 juta rupiah. Kontributor : Errista Dewanti, S. Pd. SMK Muhammadiyah 1 Tempel Peserta Pelatihan Jurnaistik MPI PDM Sleman 2024 Editor  : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman Info PPDB : 1. 0811-2650-222 (admin) 2. link pendaftaran: bit.ly/mutemsa_ppdb2024

Loading

Pelatihan Pajak MEBP PDM Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Menjelang batas akhir pelaporan SPT Tahunan. Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MEBP PDM) Kabupaten Sleman mengadakan Pelatihan Pajak secara khusus pada Selasa, 6 Februari 2024.  Bertempat di Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman. Pelatihan ini dibersamai oleh Pembicara yang juga Konsultan & Praktisi Pajak Arif Nurman Hakim, SE., Ak., BKP, CA dari Tax House Mitranata Yogyakarta. Ketua MEBP PDM Sleman Anton Nugroho dalam sambutannya menyampaikan bahwa, “Menjelang deadline wajib pajak pribadi di bulan Maret dan wajib pajak badan di bulan April. Selaku Majelis di Muhammadiyah Sleman yang membidangi urusan bisnis dan ekonomi, kami punya kewajiban untuk mengedukasi jamaah.” “Jangan sampai karena ketidaktahuan kita. Kita harus mengeluarkan biaya hanya untuk bayar denda keterlambatan pajak”, pungkas Anton. Arif Nurman Hakim mengawali diskusi dengan menyatakan bahwa saat ini pemasukan negara lebih dari 60% ditopang oleh pajak. Sehingga, mau tidak mau, setiap warga negara Indonesia, apapun profesinya, karyawan ataupun pengusaha harus melek pajak. Arif memaparkan secara panjang lebar tentang pentingnya pelaporan pajak bagi para pengusaha, apa resikonya bila tidak melapor. Bahkan juga aturan-aturan terbaru tentang pajak, terutama kebijakan terbaru pemadanan NIK dan NPWP. “Dengan kebijakan terbaru 2024, pemadanan NIK di KTP dengan NPWP. Setiap dari kita tidak akan mungkin lari dari pajak”, tegas Arif. Arif menutup materinya dengan menyampaikan bahwa Muhammadiyah harus lebih serius dalam soal perpajakan. “Dinamika perpajakan itu tidak lagi hanya urusan karyawan atau pengusaha. Bahkan, Sekolah Muhammadiyah, Kampus Muhammadiyah pun hari ini darurat melek pajak”, pungkas Arif. Reportase Muhammad Zulfi Ifani (MEBP PDM ٍSleman) Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pelatihan Jurnalistik: Bekal Menghadapi Perubahan Era Literasi Menuju Digitalisasi

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pustaka dan Informasi atau MPI Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman menggelar pelatihan jurnalistik pada Sabtu, 3 Februari 2024. Kegiatan pelatihan bertempat di Aula PDM Sleman yang menjadi satu area dengan gedung RS PKU Muhammadiyah Sleman. Para peserta yang hadir merupakan perwakilan dari SD, SMP, maupun instansi Muhammadiyah lainnya. Kegiatan dibuka dengan launching novel karya H. Ashari, S.IP yang berjudul “Rembulan di atas Bukit Khayangan”. Menariknya, novel tersebut dijadikan sebagai doorprize bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari materi pelatihan. Pelatihan jurnalistik ini menghadirkan dua pemateri yang sudah ahli di bidangnya. Sebagai pemateri pertama ada Fajar Dwi Putra, S.PT., M.Si, selaku Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang menyampaikan materi tentang ‘Kuatnya Arus Informasi dan Dasar-dasar Jurnalistik Berkemajuan’. Konsep mundur ke depan yang diadaptasi dari Jepang menjadi pembuka pada pelatihan jurnalistik berkemajuan 2024. “Jurnalistik adalah kegiatan yang terdiri dari berpikir, aktivitas, dan evaluasi,” paparnya ketika menerangkan pengertian jurnalistik kepada para peserta. Selain itu, juga mengajak para peserta untuk aktif. Tak jarang melontarkan pertanyaan dan beberapa peserta pun saling menimpali jawaban. Termasuk memberikan praktik langsung untuk menulis naskah menggunakan pointer, sehingga lebih terstruktur dan runtut dalam menulisnya. Ada tiga jenis berita yang dibedakan berdasarkan sifat dan jam tayangnya. Pertama, Hard News merupakan berita yang bersifat keras dan harus segera tayang. Kedua, Straight News berupa berita yang sifatnya berdasarkan waktu dan update karena jika tidak segera dipublikasi, maka beritanya menjadi basi. Ketiga, Soft News yang bersifat informatif dan bisa tayang kapan saja. Kegiatan jurnalistik tak lagi hanya berupa naskah cetak seperti koran. Namun, telah berkembang dalam bentuk tulisan di media online seperti website. Untuk itu, kode etik jurnalistik tetap harus diperhatikan dalam menulis naskah. Lanjut sebagai pemateri kedua, Mu’arif, S.Pd.I., M.Pd., selaku anggota MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah/ Manager Pusat Data, Penelitian, dan Jurnal Suara Muhammadiyah. Beliau memaparkan materi yang bertema ‘Membentuk Opini Melalui Media Web’. Sebagai pembuka, menampilkan jurnal video Trik Menulis di Website. Memasuki perubahan literasi ke digitalisasi tidak bisa dipungkiri masyarakat lebih dominan pada sumber berita yang disajikan dalam bentuk video. Hal itu ditandai dengan kemunculan kreator konten yang semakin bertambah jumlahnya. Tak hanya itu, media online yang update menyajikan berita di kanal YouTube pun banyak dinantikan. Artinya, perubahan perilaku masyarakat ini mengajak pegiat literasi untuk lebih kreatif dan menyajikan tampilan website yang disertai dengan video agar lebih menarik. Sebagai penutup dalam pelatihan jurnalistik, poin penting dalam menulis naskah/ berita adalah menerapkan kaidah Search Engine Optimization (SEO). Sebuah tulisan yang memperhatikan aturan ini, maka akan lebih besar membuka peluang kanal website berada di laman pertama mesin pencari Google. *YS* Kontributor: Yunia Susanti, S.T.P dari SMP MBS Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Jurnalistik Berkemajuan MPI PDM Sleman, Semesta Digital – Unggul Berkemajuan

Sleman, Pdmsleman.Or,id Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan 2024 di gelar pada Sabtu 3 Februari 2024 bertempat di Aula PDM Sleman, Sawahan Sleman. Ketua PDM yang membidangi Majelis MPI Eko Sumardiyanto  dalam kesempatan membuka Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan 2024, atas Kerja sama MPI PDM, Dikdasmen PNF Sleman dengan Tim PKM UAD yang di ketua oleh Sutipyo R., S.Ag., M.Si. Sekitar 75 peserta pelatihan ini juga disuguhkan launching Novel Penguat Diri “ Rembulan diatas Bukit Khayangan”  karya H. Ashari, M.Pd pendidik aktif dari SMP Muhammadiyah Turi yang juga anggota MPI.  “ PDM Sleman menyambut baik kegiatan ini, harapannya web resmi PDM Sleman semakin berwarna dengan semakin banyak tulisan dan targetnya satu hari minimal satu berita bisa dimunculkan dan juga mewarnai wacana baik di internal media Muhammadiyah maupun media umum “. Fajar Dwi Putra S.PT., M.Psi. Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan mantan produser ADI TV Yogyakarta ini mengupas tema “ Kuatnya arus informasi dan dasar-dasar jurnalistik Berkemajuan”  yang memberikan dasar tentang jurnalistik dan pemahaman yang benar dan cara mengolah informasi menjadi sebuah berita yang menarik dan layak dibaca serta berbagai peluang yang bisa diraih di dunia jurnalistik. Sementara Mu’arif, S.Pd.I., M.Pd. salah seorang Redaktur Suara Muhammadiyah berbagi pengalaman bagaimana  Membentuk opini melalui media web dengan berbagai cara-caranya. Acara ini disampaikan dengan penuh semangat dan respon yang bagus dari peserta dengan mengajukan berbagai pertanyaan tentang jurnalistik, beruntung bagi beberapa peserta aktif mendapat doorprize berupa buku Novel langsung dari pengarangnya dan juga cinderamata dari panitia. Ketua MPI PDM Sleman Arief Hartanto didampingi H. Wahdan Arifudin berharap dari acara ini akan dilahirkan para pewarta syiar Islam berkemajuan di masing-masing amal usaha Muhammadiyah, Ortom dan para peserta diberikan PR untuk membuat satu reportase terkait pelatihan  dan selanjutnya dengan berbagai kiprah kegiatan lain. Acara ini bisa berlangsung sukses berkat peran dari segenap pengurus MPI PDM Sleman, Pamuji Subekti S.Si, RR Afiati Fatimah M.Pd, team SMK Muh1 Sleman dan kantor sekretariat PDM. https://drive.google.com/drive/folders/1AihaWzFZHnniL3SynXyWEMKQqWF5T7eP?usp=sharing

Loading

MPKSDI Ajak PCM se-Sleman Jadi Penggerak Roda Kaderisasi dalam PID

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman telah menyelenggarakan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) pada Jum’at-Sabtu (2-3/2). Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan dan diikuti sebanyak 42 peserta, dengan 17 di antaranya berasal dari ortom. Materi yang dibagikan di antaranya Bedah SPM dan Arah Kebijakan Perkaderan Muhammadiyah, Keinstrukturan: Teoretis dan Aplikatif, Teknik Kajian Ayat (Fathul Qulub), Teknik Pengelolaan Outbound dan Ice Breaking, Teknik FGD dan Active Learning, dan Teknik Evaluasi Perkaderan. Dalam penutupan yang dilaksanakan pada akhir kegiatan, Master of Trainer, Sugeng, menyampaikan bahwa kegiatan PID secara umum berjalan dengan lancar, dirinya mempertegas tentang kedisiplinan yang menjadi poin evaluasi kali ini sehingga beberapa kegiatan pun perlu disesuaikan agar kembali sesuai jadwal, tetapi hal ini tidak mengurangi kekhidmatan selama pelaksanaan PID. Sugeng menyampaikan tiga poin yang menjadi rencana tindak lanjut dari PID kali ini, yakni “ Pertama, menjadi instruktur yang siap ditugaskan oleh MPKSDI PDM Sleman; kedua, menyelenggarakan Baitul Arqam di masing-masing Cabang, dan; ketiga, menghidupkan Angkatan Muda Muhammadiyah”. Hendro Sucipto, S.Th.I., M.Pd., Ketua MPKSDI PDM Sleman, menyampaikan terima kasih kepada para peserta atas antusiasme dan komitmen mengikuti kegiatan PID dari awal hingga akhir. “Tanpa adanya komitmen Bapak-Ibu, kegiatan ini tidak dapat utuh sebagaimana saat ini,” ujarnya. Hendro mengulang kembali salah satu poin dalam rencana tindak lanjut, yakni kaderisasi di tingkat Cabang dan Ranting. Salah satu indikator tumbuhnya proses perkaderan adalah adanya Angkatan Muda Muhammadiyah, seperti Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah. Ia juga memaparkan harapan MPKSDI agar PCM turut mendukung menjadi penggerak dalam proses kaderisasi. “Harapannya, Bapak-Ibu siap menjadi Instruktur Daerah yang solid untuk terlibat dalam kesuksesan perkaderan di Sleman. Sebab, salah satu ruh perkaderan adalah adanya perkaderan formal, salah satunya Baitul Arqam,” ujarnya. Instruktur Daerah ini nantinya akan diberikan dalam bentuk sertifikat atau syahadah, dengan pelaksanaan poin-poin tindak lanjut yang sudah disepakati akan menjadi ukuran keberhasilan para peserta dalam PID. Selanjutnya, ia juga menyampaikan tentang target yang disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY mengenai penambahan kader di masing-masing daerah se-DIY sebesar 20.000 kader. Harapannya, PCM se-Sleman dapat mendukung PDM Sleman untuk bersedia bekerja sama dalam rangka kesuksesan perkaderan di Kabupaten Sleman. “Kita juga perlu meneguhkan kembali, bahwa instruktur adalah percontohan dalam sebuah persyarikatan. Karena kita yang mengajak dan memberikan penguatan perkaderan,” tegasnya. Kontributor Hendro Sucipto MPKSDI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

LAZISMU Kabupaten Sleman Raih Berbagai Penghargaan dari Kemenag Kanwil DIY

Sleman, Pdmsleman.Or.Id LAZISMU Kabupaten Sleman raih berbagai penghargaan dalam kegiatan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Akreditasi dan Audit Syariah Lembaga Pengelola Zakat tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Bidang Penais Zawa Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (KEMENAG DIY) di Ros In Hotel Rabu (31/01/24) Kegiatan tersebut diikuti oleh 47 Lembaga Amil Zakat (LAZ) diantaranya 6 BAZNAS tingkat Provinsi dan Kabupaten serta 41 LAZ yang ada di DIY. BIMTEK Akreditasi dan Audit Syariah dibuka oleh H. Nurhuda, S.Ag., M.S.I, mewakili kepala bidang Penais Zawa DIY, yang dalam sambutannya menyampaikan agar “ BAZ-LAZ bersinergi dan saling meningkatkan pengelolaan ZIS-DSKL dengan cara menjaga dan meningkatkan akuntabilitasnya. Pengelolaan ZIS-DSKL harus sesuai dengan prinsip 3A (aman Regulasi, Aman Syar’i, Aman NKRI)”. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Kasubdit Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat Kemenag RI  Dr. Ahmad Syauqi, S.H., M.Hum., CLA, C.Med. Dalam kesempatan itu menyampaikan “ pentingnya Audit Syariah dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan pengelolaan zakat telah dilaksanakan dengan tolak ukur yang ditetakan secara efektif dan efisien”. Kedepan lembaga zakat didorong untuk meningkatkan efektifitas, efesiensi, dan akuntabilitas layanan dalam pengelolaan zakat terkhusus pada aspek tekhnis, administrasi, dan keuangan maka akan diberlakukan akreditasi lembaga zakat. Selain kegiatan Bimtek Akreditasi dan Audit Syariah, kegiatan tersebut juga di barengi dengan pemberian berbagai penghargaan untuk BAZ dan LAZ yang berprestasi di tahun 2023. Adapun jenis penghargaan yang diberikan diantaranya Penghargaan Audit Sesuai Syariah 2022, Bantuan Hibah APBD Pemda Tahun 2023, Presentase kenaikan ZSI-DSKL tertinggi tahunan 2022-2023, serta capaian Infak tertinggi untuk Palestina Dalam kategori penghargaan Presentase kenaikan ZSI-DSKL tertinggi tahunan 2022-2023 tersebut LAZISMU Kabupaten Sleman meraih penghargaan peringkat ke 2 setelah BAZNAZ Kabupaten Kulonprogo, sedangkan LAZISMU Kabupaten Bantul ada pada Peringkat ke 3. Selanjutnya LAZISMU Kabupaten Sleman juga meraih Penghargaan LAZ terbaik Tingkat Kabupaten/Kota pada kategori capaian Infak tertinggi untuk Palestina disusul oleh BAZNAS Kabupaten Sleman dan LAZISMU Kabupaten Bantul. Ketua LAZISMU Kabupaten Sleman Syinta Brata menyampaikan, terimakasih kepada warga persyarikatan dan masyarakat atas kepercayaannya kepada kami. Terimakasih kepada Kanwil Kemenag D.I. Yogyakarta atas penghargaan yang diberikan kepada LAZISMU Kabupaten Sleman, teruntuk juga pada Tingkat provinsi LAZISMU DIY juga meraih peringkat tertinggi dalam 2 kategori ini, tentu penghargaan ini ditujukan kepada LAZISMU secara keseluruhan. “Karena hasil kerja keras, kerja ikhlas teman-teman dari kantor layanan dan daerah, sehingga penghargaan ini diberikan kepada LAZISMU Kabupaten Sleman. Semoga kedepan semakin solid dan banyak memberikan program-program yang bermanfaat dan maslahat untuk masyarakat di D.I. Yogyakarta. Amin,” Ungkapnya. Reportase Syinta Brata Lazismu PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading