Kajian Ekologi Bagi Warga Aisyiyah Berbah, Kebersihan Hati dan Lingkungan 

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Berbah menyelenggarakan  pengajian Ramadhan  pada hari Sabtu, 11 Ramadhan 1447 H  bertepatan dengan 28 Februari 2026  bertempat di Masjid Al Hikmah Krikilan, Tegaltirto, Berbah, Sleman. Yogyakarta . Hadir dalam kegiatan Ketua PCA Berbah Hj. Isrodah,S.Pd beserta pengurus PCA Berbah, beserta 5 Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) di Berbah. Guru  IGABA SE Berbah. Dalam sambutannya Ketua PCA Berbah Hj. Isrodah. SPd menyampaikan bahwa pengajian ini merupakan pengajian rutin yang diadakan setiap Ramadhan, yang tempatnya bergilir dari ranting ke ranting. Di ikuti oleh seluruh jamaah Aisyiyah di seluruh Berbah. Bahkan ada jamaah bapak-bapak yang ikut serta dalam kegiatan ini. Antusiasme jamaah semakin banyak disetiap tahunnya. Dikesempatan ini dihadiri 250 jamaah Aisyiyah dari seluruh ranting di Cabang Berbah. “Semoga tahun depan bisa lebih banyak lagi jamaah yang mengikuti pengajian.” Dalam pengajian Ramadhan 1447 H diawali dengan tadarus Al Quran secara Bersama-sama dipinpin oleh Ibu Siti Aminah, S,Pd. Pengajian kali ini mengambil tema “Gerakan Aisyiyah membangun kesalehan ekologis berkeadilan” yang disampaikan oleh ustadzah Dra. Sri Sumyarsi.,M.Pd., M.S.I wakil ketua MTP PDA Sleman.  Dalam Tausyiah ustadzah  Sri  Sumyarsi  menyampaikan bahwasanya seorang ibu itu harus tangguh dalam segala hal. Terutama dalam membangun kesalehan ekologis berkeadilan sesuai dengan QS. Al Mukminin ayat 1-2. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang menjaga sholatnya shalat akan membuat manusia tenang yang tak terhingga, didalam hati. Betapa ada rasa Deket yang luar biasa (bisa dirasakan) pada Allah SWT apabila dijalankan dengan khusyuk. “Mari membangun budaya bersih melalui sholat. Sholat hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang bersih saja, sholat akan menjadikan kebersihan lahir batin bagi pelakunya.” Ajak ustadzah. Sejauh mana peran kita terhadap kebersihan? Diantaranya  pertama Aisyiyah beliau peka pada keshakihah ekologis . Berkeadilan melalui dakwah amar makruf nahi Munkar yang mengintegrasikan ajaran Islam dengan pelestarian lingkungan sekitar. Kedua Fokus utamanya menjadikan kebersihan dan pengelolaan sampah 3R Reduce, Reuse, Recycle  sebagai bagian dari Iman serta menempatkan perempuan sebagai agen perubahan. Sesuai dengan penggalan QS. Al An’am: 151 yang artinya “demikian itu yang diperintahkan Tuhan kepadamu supaya kamu berpikir(Ta’qiluun). Maka manfaatkanlah dan berupayalah menjadi muslimah yang cerdas, pintar, kaya ilmu, Energik bersemangat serta senantiasa aktif dalam menyiarkan kebenaran Allah SWT, sehingga benar-benar menjadi wanita yang berilmu dan terdidik.Ketiga Aisyiyah memandang menjaga kebersihan dan lingkungan sebagai wujud nyata iman. al thuhuru syathruliman ( Kesucian itu bagian dari iman).     Disinilah ekolagi dijadikan ladang amal Sholih untuk menyelamatkan bumi. Dengan demikian marilah kita fungsikan rumah tangga yang mampu untuk menanamkan nilai-nilai kepekaan lingkungan pada keluarga dalam mengurangi sampah dengan memanfaatkan limbah sampah organik sebagai pupuk untuk tanaman dan mengurangi sampah-sampah plastik.“Peran Ekofeminisme perempuan difungsikan sebagai manajer Rumah Tangga yang mampu menanamkan nilai kepekaan terhadap lingkungan keluarga dalam mengurangi sampah.” Tutur ustadzah mengakhiri tausyiah nya. Acara  berakhir dengan pembagian dorprice spesial untuk bapak-bapak yang selalu aktif mengikuti pengajian Ramadhan yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah dan dorprice untuk para jamaah yang beruntung. Rep Kusnadi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Angkatan Muda Muhammadiyah Tegaltirto Gelar Gema Ramadhan Bersama Seribu Santri TPA

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Ranting Tegaltirto didukung  Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Tegaltirto, LazisMu Berbah  bersama Pemerintah Kalurahan Tegaltirto  menyelenggarakan pengajian Gema Ramadhan bersama seribu Santri TPA Kalurahan Tegaltirto pada hari Ahad 22 Februari 2026 di Gedung Serbaguna Kalurahan Tegaltirto, Berbah, Sleman , Yogyakarta. Ketua Panitia pengajian TPA  Ramadhan tahun 1447 H,  Syerin  bahwa pengajian seribu Santri TPA se Kalurahan Tegaltirto merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah Ranting Tegaltirto. Dalam rangka mengisi dan memaknai bulan suci Ramadhan perlu adanya kegiatan edukatif, religius serta membangun perkembangan karakter islami anak anak santri TPA. Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak mulia serta kecintaan terhadap Al Quran sejak usia dini. Dengan mengusung tema ‘ Ramadhan Berkah, Aku Tumbuh Sholeh Bersama Al Quran’. Kegiatan ini bertujuan untuk membimbing santri TPA agar semakin dekat dengan Al Qur’an sehingga mereka mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dengan pengajian ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat beribadah memperkuat akhlak terpuji, serta membentuk  pribadi anak yang Sholeh Solehah. Pengajian dakwah santri nantinya akan di sampaikan oleh ustadz Agus Santoso,SKom atau lebih di kenal sebagai Bang Jack Sparrow. “Melalui kegiatan pengajian tersebut diharapkan tercipta suasana Ramadhan yang penuh berkah, kebersamaan dan pembelajaran bermakna bagi seluruh santri TPA se Tegaltirto.”  Selain kegiatan pengajian tidak lupa panitia menggandeng para pelaku usaha UMKM Kalurahan Tegaltirto untuk menggelar aneka jenis produk dengan di sediakan mini bazar bagi UMKM Tegaltirto.” Selain berkegiatan pengajian juga membuka kesempatan berusaha untuk kemajuan umat.” Ucap ketua panitia pengajian Santri TPA Kalurahan Tegaltirto. ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tegaltirto Rohadi menyampaikan terimakasih kepada segenap panitia yang telah sukses menyelenggarakan pengajian bagi santri untuk membangun ukuwah islamiah serta meningkatkan ibadah kepada Allah  dibulan Ramadhan. Plt Lurah  yang sekaligus menjabat  Carik Tegaltirto Yustina Dwi Rahayu, SPd mewakili pemerintah Kalurahan Tegaltirto sangat mendukung terselenggaranya kegiatan pengajian Ramadhan bagi anak santri TPA, dalam rangka membangun karakter anak dengan iman dak takwa kepada Allah SWT.  “Harapannya dengan  pengajian Santri TPA membentuk  anak yang Sholeh dan Sholehah agar menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, agama dan  Negara.” Pendakwah yang juga motivator  Bang Jack Sparrow yang memberikan pembelajaran serta membangkitkan semangat santri  untuk lebih mencintai Al-Qur’an serta meletakkan nilai keimanan dengan gaya khas dan permainan sulap dan cerita menjadi sarana dakwah yang edukatif interaktif yang sesuai dengan untuk karakter santri yang berusaha anak-anak. Ditambahkan dengan pemberian hadiah dan door prize menjadi penyemangat anak santri dalam menyerap materi yang diberikan Bang Jack Sparrow. Kegiatan pengajian Santri TPA yang diselenggarakan Angkatan Muda Muhammad Ranting Tegaltirto berlangsung seru  dan diakhiri dengan buka puasa bersama  dengan bekal takjil yang telah dipersiapkan oleh masing-masing TPA berasal.  Rep Kusnadi Berbah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PDA Sleman Gelar Kajian Ramadhan, Dorong Gerakan Zero Waste dari Keluarga ‘Aisyiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman menggelar Kajian Ramadhan pada Ahad, 22 Februari 2026, di Gedung ‘Aisyiyah Centre Ngepas. Sejak pagi, ruang  pertemuan aula lantai 2 dipenuhi jajaran pimpinan harian dan pleno PDA Sleman, Parmila Hardo Kiswoyo SE serta sekitar 300 jamaah dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kabupaten Sleman. Suasana khidmat berpadu hangat pengajian ini bukan sekadar rutinitas Ramadhan, melainkan ruang temu yang menguatkan semangat dakwah sekaligus kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ketua PDA Sleman, Hj. Hanik Rosyada, M.Ag menegaskan bahwa Kajian Ramadhan ini dirancang sebagai napas panjang pembinaan. “Pengajian tidak berhenti di bulan Ramadhan. Insyaallah, akan kami rutinkan sebulan sekali di luar Ramadhan agar ikatan jamaah tetap terjaga dan pembinaan terus berjalan,” tuturnya, menekankan pentingnya kesinambungan gerakan perempuan mengaji yang berkemajuan.Dalam sambutan yang sama,  Hanik juga menyampaikan kabar menggembirakan terkait pemanfaatan Gedung ‘Aisyiyah Centre Ngepas. Gedung tersebut kini telah dapat digunakan untuk berbagai aktivitas dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan warga ‘Aisyiyah. “Fasilitas ini kita buka seluas-luasnya untuk kegiatan ‘Aisyiyah. Mohon dukungan agar pembangunan lantai dua yang belum rampung dapat segera dilanjutkan, sehingga ke depan kita memiliki ruang yang lebih representatif untuk melayani umat,” ujarnya. Ibu Parmila HK, SE dalam kesempatan ini membersamai para jama’ah.  Kajian Ramadhan kali ini menghadirkan Dra. Listiati Budi Utami, Koordinator Divisi Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY. Listiati mengajak jamaah memulai perubahan dari rumah melalui prinsip 5R sebagai fondasi gerakan Zero Waste yaitu Refuse, menolak barang yang tak perlu, Reduce, mengurangi penggunaan produk sekali pakai, Reuse, memanfaatkan kembali barang yang masih layak; Recycle, mendaur ulang agar bernilai guna serta Rot, mengomposkan sampah organik untuk mengurangi beban lingkungan.“Zero Waste tidak harus dimulai dari langkah besar. Mulailah dari rumah, dari keluarga kecil ‘Aisyiyah. Kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama-sama, jika konsisten, akan memberi dampak yang nyata,” kata Listiati. Ia mendorong PCA dan PRA menjadikan pengelolaan sampah sebagai program berkelanjutan mulai dari edukasi pemilahan hingga membiasakan wadah pakai ulang dalam setiap kegiatan.Melalui kajian ini, PDA Sleman kembali menegaskan komitmennya bahwa dakwah bukan hanya soal kata, tetapi juga laku dan dari ruang pengajian, nilai keimanan ditautkan dengan kepedulian pada bumi dengan harapan ada perubahan yang lahir dari keluarga ‘Aisyiyah tumbuh, menguat, dan perlahan menular ke masyarakat Sleman secara lebih luas. Rep  Nunung Sekretariat PDA Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Syiar Bermuhammadiyah Kapanewon Turi Angkat Tema Puasa, Diabetes, dan Amanah Tubuh

Turi, Pdmsleman.Or.Id Kegiatan Syiar Bermuhammadiyah Kapanewon Turi digelar Ahad Kliwon, 22 Februari 2026, bertepatan 5 Ramadhan 1447 H, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngablak, Bangunkerto, Turi. Pengajian berlangsung pukul 06.00–07.40 WIB ini menghadirkan Ustadz dr. Agus Widiyatmoko, Sp.PD., M.Kes., dosen FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus dokter di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Ketua PCM Turi Drs. Bambang Rahmanto menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa kepada segenap jama’ah dan terima kasih kepada keluarga SMPM 1 Turi selaku penyelenggara kegiatan yang diikuti jamaah lintas ranting Muhammadiyah, Aisyiyah dan AUM se-Kapanewon. Dalam tausiahnya, dr. Agus menekankan bahwa tubuh manusia merupakan amanah dari Allah SWT yang wajib dirawat, bukan sekadar dimanfaatkan. “Tubuh adalah amanah Allah, bukan milik kita sepenuhnya. Cara kita makan, beristirahat, dan beribadah menentukan kualitas kesehatan dan kekuatan ibadah,” ujarnya. Pesan ini mengaitkan dimensi spiritual dengan tanggung jawab medis, terutama di bulan Ramadhan ketika pola hidup umat berubah signifikan. Ia menjelaskan puasa sebagai “terapi dari langit” yang memberi jeda pada sistem metabolisme sekaligus menguatkan disiplin spiritual. Menurutnya, puasa yang dijalankan dengan adab makan yang benar saat sahur dan berbuka dapat membantu proses reset metabolik. “Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi melatih kendali diri, memperbaiki pola makan, dan menata niat ibadah. Jika adabnya benar, dampak kesehatannya nyata,” kata dr. Agus. Topik diabetes juga menjadi sorotan utama. Ia mengingatkan bahwa diabetes kerap datang perlahan tanpa gejala mencolok, sehingga dikenal sebagai “pembunuh senyap”. Dampaknya bisa serius, mulai dari gangguan saraf mata hingga komplikasi ginjal dan pembuluh darah. “Diabetes bukan sekadar penyakit, tapi pesan lembut agar kita memperbaiki gaya hidup. Kontrol gula darah, aktivitas fisik, dan kepatuhan berobat adalah bagian dari ikhtiar,” tuturnya. Ia mengimbau jamaah dengan riwayat diabetes untuk tetap berpuasa secara aman dengan konsultasi medis, penyesuaian obat, dan pemantauan gula darah. Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menguatkan literasi kesehatan jamaah sekaligus memperteguh nilai dakwah berkemajuan. Pesan-pesan praktis seperti makan sesuai tuntunan sunnah, porsi seimbang, tidak berlebihan saat berbuka, serta menjaga hidrasi menjadi penekanan. Di akhir pengajian, dr. Agus mengajak jamaah menutup dengan doa agar diberi kesehatan untuk menguatkan ibadah. “Mari merawat amanah-Nya. Sehatkan tubuh agar ibadah lebih kuat dan konsisten,” ucapnya. Kegiatan Syiar Bermuhammadiyah Kapanewon Turi ini diharapkan menjadi ruang edukasi rutin yang memadukan nilai keislaman dengan pengetahuan kesehatan, sehingga jamaah mampu menjalani Ramadhan secara aman, produktif, dan bermakna. Rep Editor  Arief Hartanto  MPI PDM Sleman

Loading

Sosialisasi Perlindungan Hukum dalam Perkawinan, Upaya ‘Aisyiyah Turi Cegah KDRT dan Perceraian

Turi,l Pdmsleman.Or.Id PCA ‘Aisyiyah Kapanewon Turi bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Perlindungan Hukum dalam Perkawinan pada Selasa, 17 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Turi–Tempel KM 3,5, Ngablak, Bangunkerto, Turi, Sleman. Pesertanya beragam mulai dari kader ‘Aisyiyah, pengurus ranting, hingga warga sekitar yang datang untuk sama-sama memperkuat literasi hukum dalam keluarga. Dalam sambutannya, Ketua PCA Turi, Sri Winarti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan mengapa kegiatan ini penting. Ia menekankan bahwa pemahaman hukum dalam perkawinan bukan sekadar teori, tetapi bekal nyata untuk kehidupan keluarga. “Harapannya, sosialisasi ini bisa membantu mencegah KDRT, menekan angka perceraian, dan menguatkan keluarga agar lebih harmonis serta bermartabat,” tuturnya. Menurutnya, memahami hak dan kewajiban suami-istri adalah fondasi penting menuju keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Acara ini menghadirkan dua narasumber dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yaitu Dr. Perwitiningsih, S.H., M.Kn. dan Dr. Septi Nur Wijayanti, S.H., M.H.. Selain sebagai dosen, Dr. Septi juga aktif di ‘Aisyiyah sebagai Ketua PRA Donokerto 1 dan Ketua Majelis Hak Asasi dan Hukum (MHH). Keduanya membawakan materi yang saling melengkapi: dari sisi hukum positif perkawinan hingga penguatan ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai Islam. Dr. Perwitiningsih mengajak peserta memahami perlindungan hukum dalam perkawinan secara utuh—mulai dari legalitas pernikahan, hak istri dan anak, pencegahan serta penanganan KDRT, sampai jalur perlindungan hukum bagi korban. Ia mengingatkan bahwa literasi hukum sebaiknya dimulai sejak pra-nikah. Dengan begitu, pasangan paham konsekuensi yuridis seperti harta bersama, nafkah, pengasuhan anak, dan langkah hukum jika terjadi sengketa. “Perkawinan yang aman dan bermartabat perlu ditopang pengetahuan hukum yang memadai, terutama bagi perempuan agar tidak berada pada posisi rentan,” tegasnya. Sementara itu, Dr. Septi Nur Wijayanti menekankan peran ‘Aisyiyah sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput dalam membangun keluarga sakinah. Menurutnya, organisasi perempuan punya posisi strategis dalam pendampingan keluarga, mediasi konflik, hingga mengarahkan akses layanan ketika muncul persoalan hukum. “Nilai-nilai, komunikasi pasangan, dan literasi hak hukum harus berjalan bersama. Dengan jejaring yang kuat, ‘Aisyiyah bisa membangun keluarga sakinah secara lebih sistemik,” ujarnya. Diskusi pun mengalir hangat dan interaktif. Peserta berbagi pengalaman dan bertanya soal pencatatan perkawinan, perlindungan korban KDRT, hak nafkah, hingga akses bantuan hukum. Para narasumber menanggapi dengan contoh kasus dan rujukan prosedur yang praktis, sehingga mudah dipahami dan diterapkan. Kegiatan ini juga menjadi momentum PCA Turi untuk menguatkan program edukasi pra-nikah dan pendampingan keluarga di tingkat ranting. Ke depan, akan ada kelas literasi hukum berkala, klinik konsultasi keluarga, serta penguatan jejaring dengan lembaga bantuan hukum. Langkah berkelanjutan ini diharapkan mampu menekan risiko kekerasan domestik, memperkuat ketahanan keluarga, dan menghadirkan keluarga-keluarga yang aman, bermartabat, serta berdaya di Kapanewon Turi. RepIndira PCA Turi Editor Arief Hartanto  MPI PDM Sleman

Loading

Teguhkan Komitmen Menjaga Al-Qur’an, Dikdasmen dan BKS SMP Muhammadiyah Kabupaten Sleman Selenggarakan Wisuda Akbar BTHQ ke 6.

 Pdmsleman.Or.Id Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Badan Kerjasama Sekolah SMP Muhammadiyah Sleman menyelenggarakan wisuda akbar baca tulis hafal qur’an ke 6 pada Selasa, 17 Februari 2026. Bertempat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, acara wisuda diikuti oleh 1591 murid dari 25 SMP Muhammadiyah di daerah Sleman. Peserta wisuda terbagi ke dalam beberapa kategori yakni hafal qur’an lebih dari 10 juz, hafal qur’an 6-10 juz, hafal qur’an 1-5 juz, jayyid, dan mumtaz. Ketua Majelis Dikdasmen PDM Sleman, H. Surrahmad, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga kepada murid yang mengikuti acara wisuda. Sementara Sekretaris PDM Sleman H. Arif Mahfudz, S.Ag, M.S.I menyampaikan harapannya kepada peserta wisuda untuk mengimplementasikan nilai-nilai al-Qur’an dalam menghadapi persoalan kehidupan masyarakat. Ketua Majelis Dikdasmen PWM DIY, Achmad Muhammad, M.Ag mengajak seluruh hadirin untuk berakrab ria dengan al-Qur’an pada bulan Ramadan.  Turut hadir Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya yang memberikan pesan kepada peserta wisuda. “Kami mengapresiasi prestasi murid SMP Muhammadiyah se-Sleman dalam membaca dan menghafal al-Qur’an. “Berpegang teguhlah pada Al-Qur’an sampai akhir hayat, saya doakan ananda meraih kesuksesan di dunia dan akhirat”, jelasnya.  Acara wisuda disemarakkan oleh penampilan murid grup band dari SMP Muhammadiyah 2 Depok, duo vokal dari SMP Muhammadiyah 1 Moyudan, tari dari SMP Muhammadiyah 1 Prambanan, dan hadroh kontemporer dari gabungan murid beberapa SMP Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Sebelumnya disampaikan pengajian Tarhib Ramadhan oleh Ust. Saijan, S.Ag, M.Si, sebagai bekal dalam menghadapi ramadhan tinggal beberapa jam lagi. Pengajian dihadapan tamu undangan,  wisudawan,  guru karyawan dan perwakilan orang tua sekolah terdekat yakni SMP Muhammadiyah 1 dan 2 Gamping, SMP Muhammadiyah 1 dan 2 Godean serta beberapa sekolah lain.

Loading

KOKAM PDPM Sleman Tuan Rumah Apel Siaga KOKAM DIY, Tegaskan Penolakan Miras dan Premanisme

Sleman, Pdmsleman.Or.Id KOKAM Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sleman menjadi tuan rumah pelaksanaan Apel Siaga Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) DIY yang digelar di Lapangan Kompleks Balai RW 07 Kamdanen, Danikerto, Tegalrejo, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Minggu pagi (15/2/2026). Kegiatan ini digelar sebagai respons atas meningkatnya peredaran minuman keras (miras) dan praktik premanisme yang dinilai kian meresahkan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Apel siaga tersebut diikuti sekitar 700 personel KOKAM dari DIY dan Jawa Tengah. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir sebagai bentuk sinergi masyarakat sipil dengan aparat dan pemerintah daerah, di antaranya Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno, Anggota DPRD Sleman Abdul Kadir, unsur Koramil dan Polsek Ngaglik, Muspika Ngaglik, serta Eko Sumardiyanto Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Kehadiran para pihak ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Dalam sambutannya, Ahmad Syauqi Soeratno menekankan bahwa Yogyakarta sebagai Kota Pelajar dan Kota Budaya tidak semestinya dikepung toko-toko penjual miras di kawasan permukiman. Menurutnya, peredaran miras yang dibiarkan tumbuh bebas akan berdampak langsung pada gangguan keamanan warga. Ia juga mengingatkan bahwa praktik peredaran miras ilegal kerap berkamuflase dengan nama usaha berbeda, sehingga pengawasan perlu dilakukan secara konsisten dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Ia mengapresiasi semangat kolektif komunitas yang terorganisasi dalam menjaga tatanan sosial. Forum-forum seperti apel siaga ini, menurutnya, mencerminkan masyarakat yang terkelola secara struktural, memiliki program yang jelas, serta nilai yang kuat. KOKAM dinilai menjadi salah satu pionir dalam membangun gerakan sosial yang terarah dan berkelanjutan. Sementara itu, Ari Wibowo, SH., MH., mengingatkan bahwa gerakan amar makruf nahi mungkar harus tetap berada dalam koridor hukum. Pendampingan dari Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah diperlukan agar setiap langkah dan aksi lapangan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia juga menyoroti persoalan permisivisme, yakni sikap abai terhadap kemaksiatan selama tidak berdampak langsung, yang dinilai turut memperparah persoalan miras, judi daring, dan narkoba di DIY. Menurutnya, sebagian besar peredaran miras di wilayah DIY bersifat ilegal dan tidak sesuai Perda. Karena itu, kekuatan masyarakat perlu dihimpun agar tidak kalah oleh jejaring “orang-orang kuat” di balik praktik tersebut. Ia mendorong peran media untuk ikut mengedukasi publik mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan bersama. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris KOKAM DIY, Ndan Marwan Hamed, membacakan lima poin pernyataan sikap, yakni penolakan terhadap peredaran miras sebagai sumber kejahatan, penegasan dampak miras terhadap kesehatan dan ketertiban umum, komitmen melawan peredaran miras, dukungan terhadap penegakan hukum oleh kepolisian dan pemerintah, serta ajakan kepada masyarakat untuk melindungi diri dan keluarga dari bahaya miras. Pernyataan ini menjadi komitmen moral sekaligus pedoman aksi di lapangan. Usai apel, peserta melakukan longmarch sekitar lima kilometer menyusuri Jalan Palagan dengan membawa spanduk kampanye anti-miras, di antaranya bertuliskan “Jogja Berhati Nyaman, Miras Bikin Gak Nyaman” dan “Mirasmu Meresahkan, Jogja Butuh Nyaman”. Aksi damai ini dimaksudkan sebagai bentuk edukasi publik agar warga terlibat aktif dalam mencegah penyakit masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sarasehan yang menghadirkan narasumber HM Syukri Fadholi, SH. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memperdalam perspektif hukum dan sosial terkait pengendalian miras serta pencegahan premanisme di tingkat akar rumput. Sementara itu, Abdul Kadir yang juga pelindung KOKAM Ngaglik menyatakan dukungannya terhadap penguatan penegakan Perda miras di Sleman, terlebih menjelang Ramadhan. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menutup praktik-praktik ilegal sebelum bulan suci, seraya mendorong agar gerakan masyarakat seperti KOKAM terus berjalan konsisten di jalur hukum. Melalui Apel Siaga yang dipusatkan di Sleman ini, PDPM Sleman sebagai tuan rumah menegaskan pentingnya orkestrasi bersama dalam pengendalian miras dan premanisme: mulai dari komitmen warga, dukungan aparat, keberpihakan kebijakan, hingga konsistensi penegakan hukum. Kolaborasi lintas unsur tersebut diharapkan memperkuat rasa aman, menjaga marwah Yogyakarta sebagai kota berbudaya, serta melindungi generasi muda dari dampak destruktif miras.  Rep Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman  Foto  Iframe Studio pro

Loading

Breaking News, Selamat ! DIY Juara Umum OlympicAD VIII 2026 di Makassar

MAKASSAR, Pdmsleman.Or.Id Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditetapkan sebagai juara umum pertama pada OlympicAD VIII Makassar. Disusul Kontingen Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Lampung. Pengumuman disampaikan pada penutupan ajang Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII di Universitas Muhammadiyah Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu 14 Februari 2026, setelah berlangsung pada 12–14 Februari 2026. Hasil tersebut merupakan rekapitulasi resmi panitia berdasarkan akumulasi poin dari seluruh cabang lomba yang dipertandingkan selama tiga hari. Ketua Panitia Pusat Prof. Baharuddin mengatakan bahwa penetapan juara umum dilakukan setelah seluruh nilai diverifikasi dan disahkan oleh dewan juri. “DIY menempati posisi puncak klasemen akhir setelah mengumpulkan poin tertinggi dari berbagai cabang akademik dan non kademik,” ungkapnya. Konsistensi perolehan medali di sejumlah kategori menjadi faktor penentu keberhasilan kontingen tersebut. Jateng berada di posisi juara umum kedua dengan selisih poin dari DIY. Kontingen ini menunjukkan performa stabil dan mampu bersaing ketat hingga hari terakhir pelaksanaan lomba. Jatim menyusul di peringkat ketiga dengan kontribusi poin signifikan dari beberapa cabang unggulan. Perolehan tersebut menempatkan Jatim di bawah Jateng dalam klasemen akhir. Sulsel meraih posisi juara umum keempat setelah mengumpulkan poin dari berbagai kategori lomba. Sebagai tuan rumah, Sulsel tampil kompetitif dan mempertahankan posisi lima besar. Lampung melengkapi daftar lima besar dengan menempati juara umum kelima. Kontingen ini tetap menunjukkan daya saing di tengah persaingan antardaerah yang berlangsung ketat. OlympicAD VIII diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah). “Ajang ini menjadi wadah kompetisi nasional bagi peserta didik Muhammadiyah dari berbagai provinsi,” harapnya. Selama pelaksanaan, ratusan peserta mengikuti rangkaian lomba yang tersebar di sejumlah titik arena kompetisi di lingkungan kampus. Seluruh hasil pertandingan direkap secara terpusat sebelum diumumkan secara resmi pada seremoni penutupan. Dengan diumumkannya lima provinsi sebagai juara umum, OlympicAD VIII resmi ditutup pada Sabtu, 14 Februari 2026. Hasil tersebut menjadi tolok ukur pembinaan prestasi di masing-masing wilayah sekaligus referensi evaluasi untuk penyelenggaraan OlympicAD berikutnya. Terpisah, Salah satu pendamping kontingen Juara Umum 1 dari Pondok Pesantren Muallimin DIY Yogyakarta Rafa Farzaki menyampaikan rasa haru bisa meraih juara umum pertama. “Tentu saja kita akan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepada Allah SWT atas rahmat yang telah kita peroleh. Dan juga terlepas dari support dari PWM sendiri yang sangat men-support kita dari segi akomodasi, transportasi, dan lain sebagainya,” tuturnya. Ia berharap semoga kedepannya kontengen DIY selalu mendominasi di OlimpicAD selanjutnya. Terpisah, salah satu pendamping juara Umum 2 asal jateng Wibowo Juli Supatro asal SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen Jateng menyampaikan terimkasih kepada seluruh peserta dan semua elemen terkait yang telah mensukseskan kegiatan ini. “Rasa haru bisa juara kedua, disyukuri walau dikalah, insyaAllah kedepan bisa lagi juara umum,” katanya. Ia menyebut bahwa ajang olimpicAD VIII ini sebagai ajang meningkatkan mutu sekolah Muhammadiyah, untuk terus mendorong anak kita bisa lebih kreativ dan terus mengasa skillnya. “Kedepan banyak tantangan kita, termasuk juga sebagai persiapaan lomba OSN, semoga ananda kita bisa lebih berprestasi lagi diajang berikutnya,” harapnya.

Loading