Ahmad Syauqi Soeratno DPD RI, Perkuat Penanganan Bullying dan Kekerasan terhadap Anak di DIY

Yogyakarta. Pdmsleman.Or.Id Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bersama Anggota Komite III DPD RI Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahmad Syauqi Soeratno menginisiasi pertemuan lintas pemangku kepentingan guna memperkuat penanganan kasus bullying atau perundungan terhadap anak, kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak, serta penculikan anak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin (22/12) bertempat di Ruang Serbaguna lt. 1 DPD RI DIY  membahas inventarisasi materi pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 terkait isu perundungan, pelecehan seksual, dan penculikan anak. Dalam forum tersebut, DPD RI menghimpun pandangan dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan anak, komunitas pendamping korban, hingga perwakilan Forum Anak. Dari paparan yang disampaikan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa meskipun DIY telah memiliki regulasi dan layanan pendukung, kesenjangan pemahaman dan koordinasi di lapangan masih menjadi tantangan utama. Pertemuan ini menghadirkan seluruh stakeholder yang selama ini menangani persoalan perlindungan anak, baik dari unsur pemerintah provinsi, kabupaten/kota, komunitas, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID/KPAIC), hingga jejaring pegiat perlindungan anak. Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa persoalan perundungan, kekerasan seksual, dan penculikan anak tidak dapat ditangani secara parsial, melainkan memerlukan kerja kolaboratif lintas sektor. Selama ini, masing-masing pihak telah bekerja sesuai kewenangan, namun koordinasi di lapangan dinilai belum sepenuhnya berjalan optimal. “Hari ini kita kumpulkan semua stakeholder yang menangani persoalan bullying, kekerasan atau pelecehan seksual terhadap anak, serta penculikan anak. Kita ingin duduk bersama untuk melihat sejauh mana penanganan yang sudah dilakukan dan apa saja yang masih perlu diperkuat,”  tutur Syauqi dalam pertemuan tersebut. Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan, DPD RI menargetkan beberapa langkah strategis. Pertama, melakukan penelaahan terhadap regulasi-regulasi yang ada, baik di tingkat daerah maupun nasional, untuk memastikan apakah sudah cukup melindungi anak atau masih terdapat celah yang perlu diperbaiki. Regulasi ini menjadi landasan penting agar setiap penanganan kasus memiliki kepastian hukum yang jelas. Kedua, DPD RI mengidentifikasi berbagai persoalan di luar fungsi pengawasan formal. Dalam praktiknya, penanganan kasus sering kali membutuhkan koordinasi lintas lembaga, mulai dari aparat penegak hukum, instansi pemerintah, hingga komunitas pendamping korban. Namun diakui, koordinasi tersebut belum semuanya berjalan lancar, sehingga berdampak pada lambatnya penyelesaian kasus atau tidak maksimalnya perlindungan terhadap korban. “Tugas kami berusaha memastikan bahwa proses koordinasi antar pihak itu bisa berjalan lebih baik, karena persoalan anak ini tidak bisa diselesaikan oleh satu lembaga saja,” lanjutnya. Langkah ketiga, forum ini menghasilkan kesepakatan untuk menyusun rekomendasi dalam bentuk policy paper positif dari DIY yang nantinya akan dibawa ke DPD RI di tingkat nasional. Dokumen tersebut akan memuat praktik-praktik baik yang telah berjalan, sekaligus praktik-praktik yang dinilai belum efektif, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan nasional terkait perlindungan anak. Keempat, para pihak sepakat untuk membentuk forum-forum lanjutan yang lebih teknis dan terstruktur. Forum tersebut akan dilengkapi dengan pembagian peran yang jelas, dituangkan dalam bentuk tabel kerja dan program yang terukur. Dengan demikian, penanganan kasus bullying, kekerasan seksual terhadap anak, dan penculikan anak diharapkan dapat berjalan lebih terencana, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kesepakatan ini, DPD RI bersama seluruh stakeholder optimistis upaya perlindungan anak di DIY dapat diperkuat secara sistematis, sehingga hak-hak anak terlindungi dan kasus-kasus kekerasan terhadap anak dapat ditekan secara signifikan.

Loading

Menjawab Tantangan Generasi Alpha

Anak-anak yang lahir antara tahun 2010 – 2025 atau sering disebut sebagai generasi alpha diyakini akan menghadapi banyak tantangan, sekaligus kesempatan di masa depan. Menurut Wahyu Purhantara, selaku Ketua MPKS PDM Sleman, mereka lahir langsung bisa menikmati teknologi dunia maya. Bagaimana tidak, ibunya sambil menyusui bayinya sambil menikmati tiktok, youtube, IG, medsos lainnya. Secara psikologis perilaku oknom ini telah menanamkan dunia gaget kepada putra putrinya. Maka, lanjut Wahyu Pur yang juga sebagai Ketua Forum Lembaga Kesejahteraan Anak (FLKSA) Kabupaten Sleman, perilaku yang demikian itu secara tidak langsung telah menanamkan nilai-nilai instant kepada generasinya. Sehingga ke depannya, di dalam pengasuhan dan pendidikan keluarga perlu dibekali muatan nilai-nilai keagaam dan ketimurandalam penggunaan gawai. Dan ini memerlukan keteladaan dari orang tua atau pengasuhnya, komitmen untuk menggunakan medsos secara cerdas, serta pentingnya komunikasi yang dialogis antara orang tua/ pengasuh dengan anak, dan lain-lain. Ini agar hak anak untuk tumbuhkembang tetap terpenuhi. Paparan Wahyu Pur itu disampaikan pada acara Penguatan Kapasitas Kepengasuhan yang diadakan oleh PSAA Muhammadiyah Seyegan beberapa waktu yang lalu. Sebagai anak panti asuhan kadang rentan terhadap pengaruh negatif yang ada di dunia maya. Akibatnya, menurut pengurus Forum Panti Asuhan Muhammadiyah dan Aisyiah (FORPAMA) Prop. DIY, anak asuhsangat sensitif terkena kekerasan, baikverbal maupun non-verbal, seperti: perundungan, grooming, dll. Sementara itu menurut Wuri Astuti, generasi alpha terlahir sudah menikmati kemajuan teknologi yang luar biasa, sehingga mental mereka sangat rapuh dan tidak mandiri. Mereka, menurut KetuaMajelis Kesejahteraan Sosial (MKS PWA DIY),  memiliki kemampuan belajar yang progresif, disamping beberapa hal, seperti: a) Punya sumber informasi yang luas. Maka orang tua/ pengasuh panti perlu memberikan pendampingan supaya informasi yang didapat anak dapat sesuai kebutuhannya. b) Sulit mengikuti aturan. Menurut Wuri yang juga Wakil Ketua PDA Kota Yogyakarta, Generasi alpha tidak dapat dibatasi oleh aturan seperti generasi sebelumnya. Energi yang mereka miliki sulit ditahan karena dunia digital yang menghubungkan mereka dengan perspektif tak terbatas untuk membendung kebutuhan diri sendiri. c) Interaksi melalui media social. Generasi alpha biasanya sudah akrab dengan sosialisasi melalui media sosial. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian, Beliau menekankan bahwa, supaya anak tidak kesulitan untuk sewaktu-waktu harus melakukan interaksi tatap muka. Namun secara kemasyarakatan, mereka cenderung kurang sosialisasi. Mereka terlalu asik dengan ponselnya masing-masing. Bahkan mereka cenderung abai. d) Sulit diprediksi dan individualistis. Anak dari generasi alpha cenderung terus berubah-ubah dan tak bisa diprediksi. Mereka juga cenderung lebih individualistis dan karenanya generasi alpha tidak termasuk dalam kategori orang yang dominan. Dan e) Cenderung terlalu santai. Mereka terlahir dalam kondisi segalanya sudah ada. Adanya Atificial Inteligent (AI) telah merubah segalanya. Anak-anak menyerahkan pekerjaan ilmiahnya kepada AI. Tren hidup saat ini menjadi kian populer di antara para generasi alpha. Yang mana, anak-anak ini hanya mengkhawatirkan hidup yang dijalani hari ini. Mereka juga cenderung tidak suka terlalu banyak berbagi. Rep  H. Wahyu Poerhantoro

Loading

Keberangkatan 22 Jamaah Umroh Aisyiyah Amanah  Sleman dan Biro Umroh Al Azis Menuju Tanah Suci

Madinah, Pdmsleman,Or.Id Suasana haru dan rasa syukur menyelimuti keberangkatan 22 jamaah umroh Aisyiyah Amanah Sleman yang memulai perjalanan spiritual menuju Tanah Suci pada 21 Desember. Rombongan diberangkatkan dari Yogyakarta dengan pendampingan Tour Leader berpengalaman, HM Riyanto, yang memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib, aman, dan khusyuk. Perjalanan jamaah diawali dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta. Dari sana, jamaah melanjutkan penerbangan internasional menuju Jeddah, Arab Saudi. Setibanya di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, jamaah langsung diarahkan menuju Madinah Al-Munawwarah menggunakan bus AC eksekutif yang nyaman dan representatif. Penggunaan fasilitas transportasi darat yang memadai ini ditujukan agar jamaah dapat beristirahat dengan optimal setelah perjalanan panjang, sehingga kondisi fisik tetap prima saat memasuki agenda ibadah di Madinah. Setibanya di Madinah, jamaah langsung melakukan proses check-in di hotel yang berlokasi strategis di sekitar pelataran Masjid Nabawi. Pada hari pertama, jamaah memfokuskan diri untuk melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Nabawi, dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Rasulullah SAW dan Raudhah. Selain itu, HM Riyanto memimpin orientasi medan guna mengenalkan jalur akses masjid, pintu masuk jamaah pria dan wanita, serta fasilitas umum di sekitar hotel. Memasuki hari kedua, jamaah mengikuti program City Tour sejarah Islam dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, antara lain Masjid Quba, Masjid Qiblatain, kawasan Perang Khandaq, Jabal Uhud, serta Kebun Kurma sebagai bagian dari wisata edukasi religi. Untuk mendukung kekhusyukan ibadah, Aisyiyah Amanah Sleman menempatkan jamaah di hotel setaraf bintang dengan jarak sangat dekat ke Masjid Nabawi. Selain itu, konsumsi jamaah disediakan dalam bentuk prasmanan dengan menu bercita rasa nusantara guna menjaga stamina selama beribadah. Salah satu jamaah, Sunarti, menyampaikan apresiasinya atas pelayanan yang diberikan selama perjalanan.“Alhamdulillah, bimbingan dari HM Riyanto sangat telaten. Sejak berangkat dari Sleman hingga tiba di Madinah, semua terorganisir dengan baik. Busnya nyaman, dan penjelasan sejarah saat City Tour sangat menambah wawasan iman kami,” ujarnya. Sementara itu, HM Riyanto menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan jamaah menjadi prioritas utama.“Kami berkomitmen agar jamaah tidak hanya sampai secara fisik di Tanah Suci, tetapi juga memperoleh nilai ibadah yang mabrur melalui pendampingan yang intensif dan terarah,” tuturnya. Keberangkatan ini sejalan dengan ketentuan penyelenggaraan ibadah umroh sebagaimana diatur oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, yang menekankan aspek pelayanan, perlindungan, dan pembinaan jamaah agar ibadah dapat dilaksanakan secara optimal dan sesuai tuntunan syariat. Rep HM Riyanto KBIUH Aisyiyah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Peringati Hari Ibu, Jamaah Ash-Sholikhah Luncurkan Buku Bersama Bunda Literasi Sleman

Seyegan, Pdmsleman.Or.id Peringatan Hari Ibu dimaknai secara istimewa oleh Jamaah Pengajian Ash-Sholikhah Masjid Al Kausar, Mrincingan, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, dengan menggelar peluncuran buku karya jamaah pada Rabu, 23 Desember 2025. Kegiatan literasi ini menghadirkan Bunda Literasi Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya, sekaligus sebagai tokoh yang secara simbolis meluncurkan buku berjudul Menulis dan Berkarya. Acara yang berlangsung di lingkungan Masjid Al Kausar tersebut diselenggarakan oleh Takmir Masjid Al Kausar Mrincingan dan diikuti jamaah pengajian Ash-Sholikhah yang selama ini diasuh oleh Siti Lailiyah. Peluncuran buku ini menjadi wujud nyata peran perempuan dalam menghidupkan budaya literasi berbasis masjid dan komunitas. Ketua Takmir Masjid Al Kausar, Mulyono, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi kaum ibu, tetapi juga diharapkan mampu menginspirasi kalangan bapak-bapak dan remaja untuk gemar menulis. Menurutnya, tulisan yang lahir dari pengalaman hidup dapat menjadi catatan sejarah berharga bagi generasi mendatang. “Menulis adalah cara sederhana namun bermakna untuk mendokumentasikan perjalanan hidup dan nilai-nilai kebaikan. Kami berharap gerakan literasi ini dapat menular ke seluruh jamaah, termasuk generasi muda,” tuturnya. Senada dengan hal tersebut, Imam Masjid Al Kausar, Drs. H. Suwandi, M.Pd., menuturkan bahwa buku Menulis dan Berkarya menyajikan tulisan-tulisan khas kaum ibu yang sarat makna. Pembaca akan diajak memahami dinamika dan romantika kehidupan rumah tangga dari sudut pandang perempuan yang jujur, reflektif, dan membumi. Dalam sambutannya sebelum peluncuran buku, Bunda Literasi Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasi dan rasa salut atas semangat jamaah pengajian Ash-Sholikhah yang berhasil menuangkan gagasan dan pengalaman menjadi sebuah karya buku. Ia menilai gerakan ini sebagai langkah konkret dalam membangun peradaban literasi di tingkat akar rumput. “Literasi sangat bermanfaat untuk membuka wawasan, memperluas cara pandang, serta menjadi sarana berbagi pengalaman hidup yang bernilai bagi pembaca,” ujarnya. Kegiatan ditutup dengan peluncuran resmi buku Menulis dan Berkarya yang ditulis oleh Sumarah, Fajar Retnowati, Sarinah, Tutik Mul Rahmawati, Mukimah, serta Suwandi yang mengangkat tema tentang peran ayah. Peluncuran buku ini menjadi penanda bahwa masjid dapat menjadi pusat penguatan literasi dan pemberdayaan umat. Reportase: Sumarah, M.Pd. Seyegan

Loading

SD Muhammadiyah Pakem Belajar Untuk Better Achievement

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 20 Desember 2025  bertempat di Restoran Om Jola (Omah Joglo Lawas) Sumberadi Mlati, pada hari segenap guru dan karyawan SD Muhammadiyah Pakem berkolaborasi dengan SD Muhammadiyah 2 Pakem mengikuti rangkaian acara seminar dalam rangka peningkatan kapasitas guru dan karyawan. Agenda belajar bersama ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap semester. Sekolah ini berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dengan belajar dalam berbagai hal. Sejalan dengan pernyataan Albert Einstein “Once you stop learning, you start dying.” Ketika Anda berhenti belajar, Anda dekat dengan Kematian. Belajar bisa dilakukan dengan siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Setiap jam adalah pelajaran, setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah. Ada 2 sesi belajar pada acara tersebut, sesi pertama dimulai pukul 09.00-12.00 oleh Bapak Bayu Satriyo Wicaksono, S.E., M.Psi, CHt. seorang Training Facilitator & Coach dari Astadaya Consulting. Coach Bayu melatih peserta untuk bisa mengenal diri, memulai untuk berkomitmen dan aksi untuk melayani dalam rangka mencapai tujuan bersama. Beliau mengajarkan untuk self awareness, (sadar diri), self management (manajemen diri), social awareness (sadar sosial) dan relationship management (manajemen hubungan dengan relasi). Semakin mengenali diri, akan semakin mudah mengenali orang lain. Semakin kita memahami bahwa dalam sebuah tim pasti akan terjadi perbedaan pendapat, perbedaan respon, perbedaan karakter. Apalagi saat harus berinteraksi dengan pihak eksternal, mengantisipasi perubahan-perubahan kondisi eksternal, tentu akan lebih kompleks lagi dinamikanya. Oleh karena itu memerlukan  “growth mindset” Pada kesempatan ini Coach Bayu juga menjelaskan tentang hikmah bangun dan tidur awal untuk kesehatan fisik dan mengurangi risiko depresi 23%. Hal ini terhubung dengan perasaan seseorang yang merasa waktu berjalan lambat dan waktu berjalan cepat. Stres negatif yang timbul ketika kita tidak sanggup mengatasi tekanan atau tantangan yang dihadapi dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman, kewalahan, cemas, dan gelisah, yang jika berkelanjutan dengan intensitas tinggi, lama kelamaan akan merusak kesehatan mental. Beliau menjelaskan agar peserta bijak dalam menghadapi stres negatif ini tidak hanya memendam, melampiaskan  atau mengalihkan, lebih dari itu kita sebaiknya berupaya mengalirkan stres tersebut. Caranya adalah menulis corat-coret bebas, “brain dump” (menuliskan semua isi pikiran di kertas, bercerita ke sosok terpercaya/ profesional, mengalirkan emosi ke benda yang sederhana, melakukan aktivitas seni dan olahraga atau melakukan psikoterapi dengan pendampingan profesional. Lebih lanjut Coach Bayu menjelaskan mengenai hukum kekekalan energi. Jumlah energi dari sebuah sistem tertutup itu tidak akan berubah-ubah, ia akan tetap sama. Energi tersebut tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan oleh manusia; namun ia dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi yang lain. Bahwa sekecil apapun usaha kita akan mendapatkan balasan yang setimpal, jika kita merasa gaji kita kurang dari usaha atau pekerjaan kita maka Allah akan memberikan hasil usaha atau bonus lain berupa rizki atau keberkahan berbeda, misalnya kesehatan, dimudahkan dalam berbagai urusan, keharmonisan keluarga dan sebagainya. Sebaliknya jika kita hanya berusaha kecil sementara kita mendapatkan gaji atau hasil yang lebih, itu artinya minus. Bisa jadi Allah akan menimpakan penyakit atau kesehatan yang terganggu sehingga kita harus mengeluarkan biaya pengobatan dan sebagainya. Hal ini sesuai dengan QS Al Isra ayat 7 :“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat,maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri”. Selain itu juga dikuatkan dalam QS Az-Zalzalah ayat 7-8: “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah, dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya” Pada sessi kedua, pukul 13.00-15.00 acara dilanjutkan oleh Ibu Ayuk Rahadhian S, S.Psi., M.Psi., Psikolog, narasumber dari Lembaga Layanan Psikologi Zaituna.  Psikolog yang sudah bekerjasama dengan SD Muhammadiyah Pakem sejak tahun 2019 ini menyampaikan materi tentang ”Peran Strategis Sekolah Dalam Pelayanan Kesehatan Mental Anak”. Kesehatan mental adalah kondisi sejahtera mental yang memungkinkan individu mampu mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuannya, belajar dan bekerja dengan baik, serta mampu berkontribusi pada komunitasnya. Kondisi ini bersifat kontinum, kompleks, personal, dipengaruhi oleh faktor risiko dan faktor protektif yang beragam.  Contoh masalah Kesehatan mental pada anak SD antara lain: masalah emosi berupa gangguan kecemasan, depresi yang bisa berdampak pada kehadiran di sekolah, prestasi sekolah, isolasi sosial, kesepian, dan perilaku menyakiti diri sendiri. Kedua gangguan perilaku berupa gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder  (ADHD) berupa kesulitan memusatkan perhatian dan atau bergerak berlebihan dan bertindak cepat tanpa mempertimbangkan konsekuensi.  Gejala Conduct Disorder meliputi perilaku yang merusaj dan menantang, berdampak pada prestasi akademik dan meningkatkan risiko perilaku criminal. Ketiga gejala disleksia yakni lambat dan tidak mampu membaca dengan benar, kesulitan mengeja, kesulitan menulis, bingung dengan kata yang mirip, serta kesulitan mengikuti pembelajaran dan membutuhkan proses yang sistematis, eksplisit, dan terstruktur dalam membaca, menulis, dan belajar dengan bahasa. Pada akhir acara Ibu Ayuk menyampaikan “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allaah itu dekat”  (QS Al Baqarah : 214). Diharapkan setiap usaha kita selalu libatkan Allah, dengan berdoa dan berusaha insyaallah, semua masalah akan terselesaikan. (Penulis: Ari Fitri Utami,  : Masruri)

Loading

Muhammadiyah Salurkan 30 Ton Beras Bantuan Kemanusiaan dari UEA untuk Penyintas Banjir di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat

Sumatera Utara, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 30 ton beras yang berasal dari Uni Emirat Arab (UEA) bagi penyintas banjir di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Penyaluran bantuan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (22/12) sebagai bagian dari respons berkelanjutan Muhammadiyah terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sejak akhir November 2025. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, M.A., menyampaikan bahwa bencana banjir telah berlangsung hampir tiga pekan dan berdampak luas pada kehidupan masyarakat. Muhammadiyah, sebagai gerakan dakwah yang responsif, terus berupaya hadir secara cepat dan tepat dalam mendampingi para penyintas. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dan penyaluran bantuan, baik berupa dana, pangan, pakaian, maupun family kit. Seluruh bantuan akan disalurkan sesuai amanah dan dikoordinasikan dengan pemerintah setempat. Secara teknis, Ketua Pos Koordinasi Nasional (Poskornas) Muhammadiyah, Indrayanto, menjelaskan bahwa 30 ton beras tersebut merupakan bantuan dari Uni Emirat Arab yang direkomendasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk didistribusikan melalui MDMC. Dari total bantuan tersebut, sebanyak 25 ton disalurkan untuk wilayah Sumatera Utara yang mencakup Kota Medan, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Langkat. Sementara 5 ton lainnya disalurkan untuk wilayah Aceh melalui lima posko MDMC di lima kabupaten terdampak. Selain beras, Muhammadiyah juga menyalurkan sebanyak 3.000 paket family kit yang dihimpun oleh Lazismu dan diperuntukkan bagi penyintas di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Seluruh logistik bantuan telah berada di masing-masing pos koordinasi wilayah sesuai dengan lokasi sasaran penyaluran. Penyaluran bantuan pada tahap ini ditargetkan menjangkau sekitar 6.000 kepala keluarga atau setara dengan 24.000 jiwa di sepuluh kabupaten/kota. Dalam paparannya, Indrayanto juga menyampaikan bahwa sejak fase tanggap darurat dimulai pada 27 November 2025 hingga rencana berakhir pada 4 Januari 2026, Muhammadiyah telah melakukan layanan kemanusiaan di 20 kabupaten/kota dengan mendirikan 24 pos pelayanan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 14.318 jiwa telah menerima layanan, dengan dukungan 655 relawan yang berasal dari unsur lokal, regional Sumatera, hingga Jawa. Layanan yang diberikan mencakup layanan kesehatan, air bersih, hunian darurat, distribusi logistik dan pangan, family kit, dukungan psikososial, serta penyelenggaraan pendidikan darurat. Sebanyak 14 rumah sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah turut terlibat melalui pengiriman 42 tim Emergency Medical Team (EMT). Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan Muhammadiyah sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Muhammadiyah terus memperpanjang fase respons tanggap darurat hingga Januari 2026 mengingat masih banyak wilayah yang membutuhkan dukungan.Koordinasi antara pusat dan daerah, serta dengan pemerintah, akan terus diperkuat agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih cepat dan tepat. Budi Setiawan juga menegaskan bahwa dalam seluruh respons kebencanaan, Muhammadiyah mengedepankan prinsip One Muhammadiyah One Response (OMOR), di mana seluruh majelis, lembaga, dan unsur persyarikatan bergerak secara terpadu sejak fase darurat, transisi, hingga pemulihan. Dalam pendistribusian bantuan, Muhammadiyah berkomitmen memastikan hak-hak penerima manfaat terpenuhi secara bermartabat, dengan pendampingan dan pengawalan bersama unsur pemerintah. Melalui penyaluran bantuan 30 ton beras dari Uni Emirat Arab serta 3.000 paket family kit ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus hadir membersamai para penyintas bencana, tidak hanya sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai mitra bersama dalam proses bangkit dan pulih dari dampak bencana.(*) Budi Santoso, S.Psi., M.KM.Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah

Loading

Kiprah PCA Tempel Warnai Milad Muhammadiyah ke-113 Dengan Pasar Murah dan Seni Budaya 

Tempel.Pdmsleman.Or.Id Peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 di Kapanewon Tempel berlangsung meriah dengan keterlibatan aktif Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel. Kegiatan yang digelar di Lapangan Cemoro, Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Minggu (21/12/2025) tersebut dihadiri sekitar 1.500 warga Muhammadiyah se-Cabang Tempel serta masyarakat umum. PCA Tempel yang diketuai Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD turut mengambil peran strategis dalam rangkaian kegiatan Milad Muhammadiyah ke-113 yang secara keseluruhan dikoordinatori Apt. Isnaini, S.Farm. Kehadiran PCA Tempel tidak hanya memperkuat partisipasi perempuan dalam peringatan milad, tetapi juga menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu kontribusi utama PCA Tempel adalah penyelenggaraan Pasar Murah yang berada di bawah tanggung jawab Divisi Pasar Murah dengan koordinator Siti Rofingah, A.Md.Keb. Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya membantu meringankan beban ekonomi warga. Sejak pagi hari, area pasar murah dipadati masyarakat yang antusias memanfaatkan program tersebut. Pengadaan konsumsi ditanggang bersama oleh 9 ranting dengan masing masing ranting mendonasikan 250 paket snak dan  air  mineral Sekretaris PCA Tempel, Ervin Iswandayani, menjelaskan bahwa pasar murah ini merupakan hasil gotong royong seluruh anggota PCA Tempel. “Dana yang digunakan untuk kegiatan pasar murah berasal dari iuran anggota PCA Tempel yang berhasil dihimpun hingga sekitar Rp10 juta. Ini menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas perempuan ‘Aisyiyah terhadap masyarakat,” ujarnya. Selain kegiatan sosial, PCA Tempel juga memeriahkan acara melalui penampilan seni budaya. Grup angklung dan paduan suara PCA Tempel tampil membawakan sejumlah lagu, di antaranya Sang Surya, Mars ‘Aisyiyah, serta beberapa lagu hiburan lainnya. Penampilan tersebut dipimpin oleh Dra. Siti Salamah dan mendapat apresiasi dari para hadirin. Partisipasi PCA Tempel juga terlihat dalam kegiatan pawai Milad Muhammadiyah ke-113. Seluruh anggota PCA Tempel terlibat aktif dengan mengikuti pawai menggunakan kereta mini, menambah semarak suasana peringatan milad dan menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute pawai. MEK PCA Tempel (majelis ekonomi dan ketenagakerjaan ) yg diketuai Sri Kayati Nuringsih SE jg ambil peran dalam Bazar. Di sisi lain, layanan sosial juga diperkuat melalui kehadiran PASHMINA (Pelayanan Kesehatan Remaja Nasyiatul ‘Aisyiyah) yang membuka pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan ini meliputi pemeriksaan kesehatan dasar serta edukasi kesehatan remaja sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui keterlibatan aktif PCA Tempel, peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum penguatan peran perempuan dalam dakwah sosial, ekonomi, dan kesehatan di tengah masyarakat. Rep  Ervin Iswandayani PCA Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCM Tempel Gelar Pengajian, Launching AmbulansMu Unit 2, dan Pawai Akbar Milad Muhammadiyah ke-113

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempel menggelar rangkaian kegiatan Pengajian Akbar, peluncuran AmbulansMu Unit 2, serta Pawai Akbar dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-113. Kegiatan berlangsung pada Ahad, 21 Desember 2025, sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, bertempat di Lapangan Cemoro, Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman. Agenda ini menjadi wujud konsistensi Muhammadiyah Tempel dalam dakwah, penguatan layanan sosial, dan pengembangan pendidikan. Ketua PCM Tempel, H. Syamsul Alam, S.Ag., menyampaikan bahwa peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Tempel dikemas secara terpadu agar memberi dampak nyata bagi umat dan masyarakat luas. “Milad Muhammadiyah tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus menghadirkan kemanfaatan. Launching AmbulansMu Unit 2 ini merupakan komitmen Muhammadiyah Tempel dalam memperkuat layanan kesehatan dan kemanusiaan,” ujarnya. Pengajian Akbar menghadirkan penceramah Dr. H. Khoirudin Basori, M.Si., yang menekankan pentingnya tajdid dan peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban Islam berkemajuan. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah harus terus adaptif terhadap tantangan zaman. “Muhammadiyah hadir untuk mencerahkan, membebaskan, dan memberdayakan umat melalui amal usaha yang nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan social serta pentingnya berbagi kepada yang membutuhkan, didasari dgn keikhlasan dan mengharap ridho Allah serta istiqomah artinya beramal dlm kondisi apapun lapang maupun sempit.,” tuturnya. Acara ini dihadiri sejumlah tamu undangan Ketua PDM Sleman H. Harjaka serta dari unsur pemerintah dan Forkopimkap, di antaranya Panewu Tempel Dakiri, S.Sos., M.Si., Kapolsek Tempel, Danramil Tempel, Lurah Sumberrejo, perwakilan Puskesmas Tempel 1 dan 2, serta UPT Pendidikan Kapanewon Tempel. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi yang kuat antara Muhammadiyah dan pemerintah dalam pembangunan masyarakat. Ribuan peserta dari berbagai unsur persyarikatan turut ambil bagian, meliputi PCM, PRM, PCA, PRA, AUM se-Cabang Tempel, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, IPM, Hizbul Wathan, Tapak Suci, hingga Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Kebersamaan lintas ortom ini memperlihatkan soliditas organisasi dalam menggerakkan dakwah dan kegiatan sosial. Pawai Akbar menjadi salah satu agenda yang paling menyedot perhatian publik. Peserta pawai berasal dari seluruh Amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan di Tempel, mulai dari Kelompok Bermain (2 sekolah), TK ABA (13 TK), SD Muhammadiyah (10 sekolah), SMP Muhammadiyah (1 sekolah), hingga SMK Muhammadiyah (2 sekolah). Iring-iringan pawai berlangsung tertib dan meriah, menampilkan kreativitas pelajar serta semangat bermuhammadiyah sejak usia dini. Rute pawai meliputi Cemoro Ke Utara Banjarharjo  Jlapan Plotengan Krasakan Pasar Tempel Kromodangsan Sedogan Gondanglegi Kantongan Soko Tegal Soko Wetan Ngabean Kadisono Mangkudranan Molodono Tempel Banjo Tempel Jlegongan Kragan Pringapus Karanggawang Jetis Rebobkng Lor Blimbingan Mancasan Batang Bandung Pertigaan Ngino Kemusuh Gendol Finis Cemoro. Selain itu, rangkaian kegiatan juga diramaikan dengan Bazar UMKM Aisyiyah yang menampilkan produk-produk lokal warga persyarikatan, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat oleh PAshmina  NA Tempel. Kegiatan ini mempertegas peran Aisyiyah dalam pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesehatan keluarga.  Rep  Samsul Alam  PCM Tempel Rep editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ustadz H. Muhammad Jazir, ASP Berpulang

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya: Ustadz H. Muhammad Jazir, ASPKetua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Almarhum dikenal sebagai sosok ulama dan tokoh umat yang istiqamah dalam dakwah, pengabdian, serta penguatan peran masjid sebagai pusat ibadah dan pelayanan masyarakat. Dedikasi dan keteladanan beliau telah memberikan kontribusi besar bagi pengembangan Masjid Jogokariyan dan gerakan dakwah Islam di tengah umat. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Loading