Kajian Rutin PRM Girikerto Bahas Enam Amal yang Menjadi Saksi di Hari Kiamat

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Girikerto kembali menggelar kajian rutin yang diikuti jamaah dengan penuh antusias. Kajian ini dilaksanakan pada Ahad Legi, 4 Januari 2026, bertempat di Masjid Aisyah, Ponosaran, Girikerto, Kapanewon Turi. Sejak pagi, jamaah dari berbagai kalangan tampak memadati masjid untuk mengikuti pengajian yang sarat dengan pesan keimanan dan motivasi beramal. Kajian rutin kali ini menghadirkan Ustadz Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A, selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, Ustadz Harjaka menyampaikan materi berdasarkan Hadis Riwayat Imam Abu Dawud, yang menjelaskan tentang enam perkara yang kelak akan menjadi saksi bagi seseorang di hari kiamat. Ustadz Harjaka menjelaskan bahwa “ Rasulullah SAW menyampaikan, siapa saja yang mengerjakan salah satu dari enam perkara tersebut dengan sungguh-sungguh, maka amal itu akan menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah SWT kelak. Enam perkara tersebut bukan hal yang berat, namun sering kali kurang diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari”. Perkara pertama adalah shalat yang dikerjakan dengan benar, baik dari segi tata cara, waktu, maupun kekhusyukannya. Ustadz Harjaka menyampaikan bahwa orang yang menjaga shalat akan mendapatkan sepuluh keutamaan, lima di dunia dan lima di akhirat. Lima keutamaan di dunia antara lain wajah yang bercahaya karena wudhu, hati yang bersinar dan sabar, badan yang sehat, rezeki yang lancar, serta mendapatkan rahmat Allah SWT. Sedangkan lima keutamaan di akhirat adalah mendapatkan ridha Allah, perlindungan di alam kubur, timbangan amal yang berat, menjadi penghalang panasnya api neraka, dan memperoleh kenikmatan surga. Perkara kedua adalah menunaikan zakat, termasuk di dalamnya infak dan sedekah. Ustadz Harjaka menekankan bahwa harta yang dimiliki sejatinya hanyalah titipan dari Allah SWT. Besar kecilnya zakat, infak, dan sedekah disesuaikan dengan banyaknya harta yang dititipkan. Ia mengibaratkan zakat seperti burung, burung kecil akan bertelur kecil, dan burung besar akan bertelur besar, sesuai dengan kemampuannya. Perkara ketiga adalah menjaga silaturahmi. Menurut Ustadz Harjaka, silaturahmi bukan sekadar berkunjung, tetapi menyambung dan menjaga tali persaudaraan. Ia mengingatkan jamaah agar tidak mudah terpecah belah, menghindari rasa iri dan dengki, terlebih kepada saudara sendiri. Persatuan dan kebersamaan menjadi kunci kuatnya umat. Perkara keempat adalah memegang amanah dengan baik. Amanah dari Allah memiliki banyak bentuk, seperti anak, harta, jabatan, dan tanggung jawab lainnya. Ustadz Harjaka menyoroti kondisi saat ini, di mana banyak orang belum mampu mengemban amanah dengan benar. Ia menegaskan bahwa amanah paling penting adalah nyawa atau ruh yang diberikan Allah, yang harus digunakan untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat. Perkara kelima adalah menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW berpesan agar rezeki yang diperoleh digunakan dengan bijak dan sederhana. Ustadz Harjaka mengingatkan agar umat Islam tidak bersikap boros dan berlebihan, serta tidak menggunakan harta hanya karena mumpung memiliki. Perkara keenam adalah menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Ibadah haji juga akan menjadi saksi di hari kiamat bagi orang yang menunaikannya dengan ikhlas dan sesuai tuntunan. Kajian rutin PRM Girikerto ini diharapkan mampu menambah pemahaman dan semangat jamaah untuk memperbaiki kualitas ibadah serta amal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengamalkan enam perkara tersebut, jamaah diharapkan semakin siap menjadi pribadi yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat. Rep  Agus Nugroho Setiawan  PCM Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Ketua PCM Turi Beri Pembinaan Rohani di Kapanewon Turi Tekankan Nilai Syukur dan Etos Kerja sebagai Ibadah

Turi Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) sekaligus penutupan akhir tahun 2025, Dewan Pengurus KORPRI Unit Kapanewon Turi menggelar serangkaian kegiatan yang sarat makna kebersamaan dan pengabdian. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu malam, 31 Desember 2025, bertempat di Aula Kapanewon Turi, Sleman. Kegiatan Pembinaan Rohani kembali digelar di lingkungan Kapanewon Turi sebagai upaya memperkuat nilai spiritual, etos kerja, serta kebersamaan aparatur dan masyarakat. Kegiatan yang dikemas secara reflektif dan komunikatif ini mengangkat tema besar tentang pentingnya rasa syukur, tanggung jawab, dan bekerja sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Pembinaan rohani tersebut disampaikan oleh BARA Drs. H. Bambang Rahmanto, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi  yang juga aktif dalam berbagai struktur persyarikatan dan dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang organisasi, pendidikan, serta pelayanan publik. Dalam paparannya, ia mengajak peserta untuk melakukan “refresh” spiritual agar tetap memiliki semangat pengabdian di tengah dinamika pekerjaan dan kehidupan sosial . Dalam penyampaian materi, narasumber menegaskan bahwa tugas manusia, khususnya sebagai orang tua dan aparatur, bukanlah hal yang ringan. “Tugas orang tua tidak ringan, karena di situlah pondasi karakter, nilai, dan akhlak generasi masa depan dibentuk,” disampaikan dalam salah satu bagian materi pembinaan rohani tersebut . Selain itu, pembinaan rohani juga menyoroti berbagai tantangan mental dan sikap kerja yang kerap muncul di lingkungan kerja. Dengan gaya komunikatif dan diselingi humor edukatif, pemateri menguraikan sejumlah istilah metaforis yang disebut sebagai “penyakit pegawai”, seperti AIDS (Alpa, Izin, Dikit-dikit Sakit), BATUK (Banyak Ngantuk), hingga MAGH (Makan Gaji Buta). Istilah-istilah tersebut digunakan sebagai media refleksi agar peserta mampu melakukan evaluasi diri secara jujur dan konstruktif . Menurut pemateri, sikap kerja yang tidak disiplin, kurang teliti, dan minim tanggung jawab tidak hanya berdampak pada kinerja individu, tetapi juga merusak kepercayaan dan kebersamaan dalam organisasi. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk membangun budaya kerja yang sehat, produktif, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual. “Bekerja sebagai ibadah, jangan hanya berorientasi pada uang,” menjadi salah satu pesan utama yang ditekankan dalam pembinaan rohani tersebut. Nilai ini diharapkan mampu mengubah cara pandang peserta dalam menjalani profesi, bahwa pekerjaan bukan semata-mata kewajiban administratif, melainkan ladang amal dan pengabdian . Pembinaan rohani juga menekankan pentingnya kebersamaan dan sinergi dalam organisasi. Dengan kebersamaan yang kuat, tantangan pekerjaan dan persoalan sosial dapat dihadapi secara lebih ringan dan solutif. Peserta diajak untuk saling menguatkan, menjaga komunikasi, serta menumbuhkan empati dalam lingkungan kerja maupun masyarakat. Melalui kegiatan ini, Kapanewon Turi berharap pembinaan rohani tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar mampu membentuk karakter aparatur dan masyarakat yang bersyukur, berintegritas, serta memiliki semangat kerja yang dilandasi nilai ibadah. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan dan bermakna.

Loading

Kajian Milenial 2 Cooking Class & Sharing Session: Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam

 Turi, Pdmsleman.Or.Id  Ahad Tanggal 28 Desember 2025, Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) dan Pemuda Muhammadiyah (PM) Turi kembali berkolaborasi dengan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY. Program pengabdian masyarakat yang difasilitasi oleh dosen prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) UMY yaitu Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I. Kegiatan ini berupa kelas keputrian yakni kajian rutin dengan tema Menjaga Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam, Cooking Class, dan Forum Group Discussion untuk inisiasi Pusat Belajar Keluarga di Kapanewon Turi dengan menggunakan metode Asset-based Community Development (ABCD). Cooking class dikemas dalam kegiatan baking class (kelas memanggang roti) dan kultum kesehatan reproduksi dalam perspektif islam. Setidaknya 16 peserta terdaftar dan mengikuti kegiatan ini hingga akhir. Materi ini merupakan materi lanjutan pada kegiatan Kajian Milenial 1 yang bertemakan Kesehatan Reproduksi dalam Islam. Fiqih reproduksi merupakan hal yang dijabarkan dalam kegiatan kali ini karena bersinggungan langsung dengan aktivitas sehari-hari seorang muslim. Pukul 8.00 pagi kegiatan dimulai dengan pembukaan dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya dan Mars Nasyiatul ‘Aisyiyah. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Ketua PCNA Turi, dengan disambung pemateri pertama bernama Yunda Evi selaku ahli baking dari Garongan, dimulai dengan menjelaskan setiap alat dan bahan yang digunakan dalam membuat Brownies Coklat Ketan Hitam. Lalu beliau memulai praktek baking dengan mencampur semua bahan sesuai takaran dengan dibantu beberapa peserta, dan kegiatan baking berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Selama proses baking berlangsung Yunda Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I selaku pemateri kedua menyampaikan isi materi Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam dalam kajian menyampaikan hal-hal seperti “ pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, dampak kesehatan reproduksi untuk memperoleh keturunan yang baik, dan eratnya menjaga kebersihan dengan praktek thoharoh seseorang”. Beberapa pertanyaan oleh para peserta muncul, diantaranya tentang mandi wajib, peran reproduksi dalam mempersiapkan keturunan sholih, menjaga reproduksi dengan pola hidup sehat, dan masih banyak lagi. Materi yang disampaikan begitu menarik sehingga peserta dengan antusias bertanya sambil tidak sabar menunggu kue coklat selesai dalam proses bakin-nya. Pada sesi terakhir, para pemateri menutup sesi dengan keterbukaan untuk menjawab jika masih ada hal yang ingin ditanyakan diluar kegiatan. Proses baking-pun akhirnya selesai, maka brownies siap untuk disajikan dan dicicipi bersama-sama dan berfoto bersama dengan memegang brownies yang siap makan di dalam nampan. Akhir  kegiatan diwarnai dengan foto bersama dan menyalakan yel-yel. Semoga kegiatan Kamil 2 ini dapat memberikan kebermanfaatan untuk semua pihak dan memperluas kaderisasi untuk dakwah Muhammadiyah yang lebih berkemajuan. Rep  Dyah Kinanti PCNA Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Donasi Lazismu Berbah Rp. 327.893.200  Untuk Aceh Dan Sumatera 

Berbah, Pdmsleman.Or.Id LAZISMU Berbah berhasil menghimpun donasi 327.893.200  untuk bencana alam Aceh dan Sumatera. Donasi tersebut secara simbolis disampaikan ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah H. Achmad  Muhajir Hanifi kepada Ketua Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman Synta Brata,SSi hari Ahad 28 Desember 2025  di Masjid Al Hikmah Krikilan, Tegaltirto. Berbah, Sleman , Yogyakarta.  Penyerahan donasi disaksikan sesepuh Muhammadiyah  ustadz Drs. H. Wahidan Alwi, ketua Lazismu Berbah H. Ardi Sehami, SAG, MM.Ketua Kantor layanan  Lazizmu Berbah Saifu Rijal,SH,MM, Relawan Lazismu Aris Wibowo dan Totok, ketua LBSO PDA Sleman Hj. Yuliani Martiningsih, SPd, Ketua PCA Berbah Hj. Isrodah,SPd, ketua PRM Tegaltirto  Rohadi, sie dakwah PRM  Tegaltirto H.Heriyanto, SH , Pengurus takmir Masjid Al Hikmah beserta jamaah pengajian Ahad  Pagi perserikatan Muhammadiyah. Ketua Lazismu  PDM Sleman Synta Brata,SSi menyampaikan bahwa jumlah donasi yang dihimpun melalui Lazismu Berbah merupakan yang terbanyak di LAZISMU PDM Sleman bahkan terbanyak di tingkat Kantor Layanan Lazismu PWM DIY. Donasi tersebut merupakan hasil dari dukungan Perserikatan PCM Berbah yang telah memberikan jalan kepada kepada  LazisMu Berbah untuk bisa masuk ke jamaah juga melalui semua lembaga didalam perserikatan Muhammadiyah.“Diharapkan untuk hati menjaga semangat berdonasi. Penghimpunan donasi tidak hanya untuk kebencanaan saja. Namun juga untuk kehidupan sosial yang lain.” Ungkap  Synta Brata. Ditambahkan Brata bah untuk lazismu PDM Sleman terkumpul  2.180.000.000 dan untuk lazismu PP Muhammadiyah terkumpul 70 milyar.” Trimakasih kepada jamaah Perserikatan Muhammadiyah atas pengumpulan donasi.  “Harapannya menjadi amal yang mengalir tanpa henti dan bermanfaat buat korban bencana.”Pungkasnya. Ketua PCM Berbah H. Achmad Muhajir Hanifi mengucapkan terimakasih kepada semua jamaah persyarikatan Muhammadiyah yang telah merelakan sebagian hartanya untuk membantu meringankan korban bencana di Aceh dan Sumatera. Kepercayaan jamaah yang telah menitipkan donasinya melalui  Lazismu membuat kebanggaan bagi  PCM Berbah.Karena ternyata donasi tidak hanya dari warga Berbah namun juga dari sekitar Kapanewon Berbah bahkan ada yang dari Bontang, Kalimantan.” Semoga semua ini menambah kepercayaan jamaah kepada Kantor  Layanan Lazismu Berbah. Serta memberikan kemanfaatan yang lebih luas.” Ungkap  Muhajir. Rep Kusnadi Berbah

Loading

35 Anak Ikuti Khitanan Massal Kl Lazismu Pcm Sleman

 Sleman, Pcmsleman.Or.Id KL Lazismu PCM Sleman gelar Khitanan massal 2025 dilaksanakan hari Kamis 25-12-2025 di klinik pratama ‘Aisyiyah Panggeran Sleman diikuti oleh 35 anak. KL Lazismu PCM Sleman selaku panitia menggandeng juru supit dr RS PKU Muh. Gamping, alhamdulillah berjalan lancar. Disamping itu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis oleh tim medis klinik ‘Aisyiyah panggeran. ”Tidak lupa dihaturkan jazakumullah utk semua muzaki atas donasinya selama ini juga para sponsor yang turut mendukung acara ini. Kedepan kita gagas. Menjadi acara rutin setiap tanggal 25 des kita adakan agenda tahunan khitanan massal.” Terang ketua panitia Arief Eko Wahyudi, SSos. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran PCM Sleman, PCA Sleman. PRA dan PRM Triharjo, tamu undangan dan keluarga anak yang dikhitan.      ‘Menyambut baik program yang diadakan oleh Lazismu PCM Sleman. Semoga membawa berkah dan bermanfaat bagi warga yang memerlukan khitan. Tahun ini bertambah target peserta menjadi 35 anak. Patut disyukuri, ‘ tandas H. Toto Trikasjono. MKes. mewakili PCM Sleman. Acara berjalan kondusif. 35 anak terbagi menjadi 5 kelompok. Ada 7 bed pelaksanaan. Sehingga sebelum dhuhur acara selesai. Rep : H. Ashari PCM Sleman

Loading

Evaluasi Tahun ke-6, PWM DIY Optimalkan Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah di Turi

 Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) melalui pengelola Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah melaksanakan kegiatan evaluasi dan refleksi pengelolaan kebun tahun ke-6 yang berlokasi di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis Legi, 25 Desember 2025, bertempat di gasebo Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah DIY. Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk meninjau capaian sekaligus menyusun langkah strategis pengelolaan kebun ke depan. Sejumlah unsur turut diundang dalam kegiatan tersebut, antara lain Majelis Lingkungan Hidup PWM DIY, Ketua PDM Sleman yang membidangi Majelis Lingkungan Hidup, Majelis Lingkungan Hidup PDM Sleman, serta seluruh pengurus Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah DIY, sebagaimana tercantum dalam surat undangan resmi bernomor 01/Kb.M/XII/2025 tertanggal 19 Desember 2025. Dalam evaluasi tersebut disepakati bahwa optimalisasi kebun menjadi fokus utama pada tahun berjalan. Upaya yang dilakukan meliputi perawatan intensif tanaman, penyiangan gulma, serta pemupukan secara terjadwal agar pertumbuhan tanaman lebih maksimal. Hal ini dilakukan mengingat kondisi kebun saat ini sudah cukup padat dengan berbagai jenis tanaman buah, sehingga tidak diperlukan penambahan tanaman baru. Totok Pratopo selaku ketua Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah DIY menyampaikan “Kondisi tanaman saat ini relatif sudah padat, sehingga fokus kita bukan lagi menambah, tetapi meningkatkan kualitas pertumbuhan melalui perawatan yang optimal” . Selain itu, pengelola kebun juga melakukan penggantian terhadap pohon kelapa kopyor yang mati akibat serangan hama wawung. Pohon yang terdampak diganti dengan bibit kelapa kopyor hasil kultur jaringan yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Bibit unggul tersebut merupakan hibah dari Sri Purnomo, Prof. Dr. Ir. Nurcholish, dan Prof. Suyanto ZA. Penggantian ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas kebun sebagai pusat pembibitan tanaman buah unggulan Muhammadiyah. Bibit hasil kultur jaringan dipilih karena memiliki daya tumbuh yang lebih baik dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap serangan hama. Bambang Rahmanto PCM Turi “ kami tidak hanya fokus pada tanaman, pengelola juga berupaya mengoptimalkan pemanfaatan kolam yang ada di area kebun. Kolam tersebut direncanakan diisi dengan ikan sebagai bagian dari integrasi ekosistem kebun. Selain memberikan nilai tambah secara ekologis, keberadaan ikan juga diharapkan dapat memperindah kawasan kebun agar lebih sedap dipandang”. Melalui evaluasi tahun ke-6 ini, PWM DIY berharap Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah di Turi dapat terus berkembang sebagai laboratorium lingkungan, sarana edukasi, serta contoh pengelolaan kebun berkelanjutan yang memberi manfaat bagi persyarikatan dan masyarakat luas. Rep  Bambang Rahmanto PCM Turi editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Peringati Hari Ibu, Jamaah Ash-Sholikhah Luncurkan Buku Bersama Bunda Literasi Sleman

Seyegan, Pdmsleman.Or.id Peringatan Hari Ibu dimaknai secara istimewa oleh Jamaah Pengajian Ash-Sholikhah Masjid Al Kausar, Mrincingan, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, dengan menggelar peluncuran buku karya jamaah pada Rabu, 23 Desember 2025. Kegiatan literasi ini menghadirkan Bunda Literasi Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya, sekaligus sebagai tokoh yang secara simbolis meluncurkan buku berjudul Menulis dan Berkarya. Acara yang berlangsung di lingkungan Masjid Al Kausar tersebut diselenggarakan oleh Takmir Masjid Al Kausar Mrincingan dan diikuti jamaah pengajian Ash-Sholikhah yang selama ini diasuh oleh Siti Lailiyah. Peluncuran buku ini menjadi wujud nyata peran perempuan dalam menghidupkan budaya literasi berbasis masjid dan komunitas. Ketua Takmir Masjid Al Kausar, Mulyono, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi kaum ibu, tetapi juga diharapkan mampu menginspirasi kalangan bapak-bapak dan remaja untuk gemar menulis. Menurutnya, tulisan yang lahir dari pengalaman hidup dapat menjadi catatan sejarah berharga bagi generasi mendatang. “Menulis adalah cara sederhana namun bermakna untuk mendokumentasikan perjalanan hidup dan nilai-nilai kebaikan. Kami berharap gerakan literasi ini dapat menular ke seluruh jamaah, termasuk generasi muda,” tuturnya. Senada dengan hal tersebut, Imam Masjid Al Kausar, Drs. H. Suwandi, M.Pd., menuturkan bahwa buku Menulis dan Berkarya menyajikan tulisan-tulisan khas kaum ibu yang sarat makna. Pembaca akan diajak memahami dinamika dan romantika kehidupan rumah tangga dari sudut pandang perempuan yang jujur, reflektif, dan membumi. Dalam sambutannya sebelum peluncuran buku, Bunda Literasi Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasi dan rasa salut atas semangat jamaah pengajian Ash-Sholikhah yang berhasil menuangkan gagasan dan pengalaman menjadi sebuah karya buku. Ia menilai gerakan ini sebagai langkah konkret dalam membangun peradaban literasi di tingkat akar rumput. “Literasi sangat bermanfaat untuk membuka wawasan, memperluas cara pandang, serta menjadi sarana berbagi pengalaman hidup yang bernilai bagi pembaca,” ujarnya. Kegiatan ditutup dengan peluncuran resmi buku Menulis dan Berkarya yang ditulis oleh Sumarah, Fajar Retnowati, Sarinah, Tutik Mul Rahmawati, Mukimah, serta Suwandi yang mengangkat tema tentang peran ayah. Peluncuran buku ini menjadi penanda bahwa masjid dapat menjadi pusat penguatan literasi dan pemberdayaan umat. Reportase: Sumarah, M.Pd. Seyegan

Loading