Ngoding Iman, Bangun Website, Digital Branding PCM Tempel Berbasis WordPress

 Tempel, Pdmsleman.Or.Id Ir. Asroni. MT. M. Eng, ahli IT sekaligus dosen Tehnik Informatika Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengabdikan sebagian ilmunya untuk kemajuan Muhammadiyah di Cabang Tempel, Sleman. Asroni membimbing PCM Tempel yang diwakili oleh Angkatan Muda Muhammadiyah nya untuk sigap merespon perkembangan jaman dalam melakukan dakwah. Kegiatan yang bertajuk Ngoding Iman, Bangun Website: Digital Branding PCM Tempel Berbasis WordPress tersebut dilaksanakan di Kompleks SMK Muhammadiyah Tempel dan diikuti oleh Angkatan Muda Muhammadiyah Cabang Tempel. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempel, Sleman. Program dikemas dalam bentuk pelatihan satu hari bertema Ngoding Iman, Bangun Website yang berfokus pada penguatan digital branding dan pengelolaan website organisasi berbasis WordPress untuk menjangkau Generasi Z. “Angkatan Muda Muhammadiyah adalah masa depan persyarikatan, umat, dan bangsa; karena itu harus lahir pemimpin-pemimpin muda dari rahim Muhammadiyah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mengelola ruang digital secara professional” tegas Asroni. Berangkat dari semangat tersebut, penguatan kapasitas digital menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem dakwah yang relevan dengan karakter Generasi Z. Sementara itu, Ketua AMM Tempel, Ilham Sukron S. IP. mengakui bahwa sejauh ini di level PCM Tempel masih masih belum mengoptimalkan penggunaan web site untuk sarana pengembangan organisasi dan dakwah. Permasalahan tersebut meliputi belum optimalnya pemanfaatan website sebagai pusat informasi resmi, belum tertatanya struktur konten organisasi, serta keterbatasan keterampilan pengurus dalam mengelola platform digital. Pelatihan dirancang berbasis praktik langsung (hands-on), meliputi login dan setup WordPress, pembuatan halaman dasar (Beranda, Profil, Program, Berita, Kontak), penyusunan menu navigasi, publikasi berita dan media, desain halaman menggunakan Elementor atau Block Editor, instalasi plugin penting (SEO, Form Kontak, WhatsApp Button, Social Feed), hingga uji tampilan desktop dan mobile. Syukon menyambut baik kegiatan ini karena akhirnya PCM Tempel website resmi memiliki web site dengan struktur konten yang tertata, serta meningkatnya kompetensi peserta dalam manajemen website dan branding digital. Kegiatan ini diharapkan memperkuat citra organisasi, meningkatkan publikasi dakwah, serta membangun ekosistem dakwah digital yang adaptif dan berkelanjutan di kalangan Generasi Z. Dalam kegiatan ABdimas ini juga diserahkan dana hibah dari UMY kepada PCM Tempel untuk pengembangan ternak domba. Rep Roy Tempel editor Arief hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Optimalkan Wakaf Produktif: LazisMu Berbah Panen Timun Jawa dan Salurkan Santunan ke Panti Asuhan

Berbah ​ Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Kantor Layanan Berbah menunjukkan langkah nyata dalam kemandirian ekonomi umat. Bertempat di Gedung Dakwah Hj. Amronah Fadil, Jl. Sampaan-Berbah, Tegalturi, Tegaltirto, Berbah Sleman, Lazismu Berbah menggelar aksi ganda, yakni penyaluran santunan bagi anak yatim dan panen perdana mentimun jawa di lahan wakaf produktif, Kamis pagi (5/3/26). ​Dalam agenda tersebut, Lazismu Berbah menyerahkan dana sebesar Rp12.000.000 kepada Panti Asuhan (PA) Ukhuwatul Aitam Berbah. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Kepala Kantor Lazismu Berbah, Saifu Rijal, kepada Ketua PA Ukhuwatul Aitam, Anas Mahduri. ​”Alhamdulillah, hari ini kami melakukan pentasyarufan ZIS (Zakat, Infaq, Shadaqah) untuk santri PA Ukhuwatul Aitam. Harapan kami, bantuan ini dapat membuat para santri berbahagia menyambut hari yang fitri nanti,” ujar Saifu Rijal. ​Anas Mahduri menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa selain santri yang menetap di panti, dana tersebut juga akan menyasar anak-anak yatim di lingkungan Berbah yang tinggal bersama orang tua mereka. ​”Kami rutin memberikan bantuan sembako, biaya sekolah (SPP), hingga pakaian baru untuk Lebaran. Alhamdulillah, dukungan dari Lazismu hari ini sangat membantu dan akan kami belikan baju buat lebaran nanti dan untuk operasional kami, apalagi pekan ini jadwal santunan cukup padat,” jelas Anas. ​Salah satu daya tarik utama acara ini adalah panen perdana Timun Jawa di lahan seluas 1.000 m² yang berada di belakang Kantor PCM Berbah. Lahan ini merupakan wakaf dari Hj. Amronah Fadil yang baru mulai difungsikan pada November 2025 lalu. ​Kusdiana, petani yang mengelola lahan tersebut, mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 2.000 lubang tanam yang digarap sejak Januari 2026.“Ini adalah panen perdana setelah 43 hari masa tanam. Saat ini kebutuhan pasar untuk Timun Jawa mencapai 2 ton per hari, sehingga potensi ekonominya sangat besar,” ungkap Kusdiana. ​Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah, Akhmad Muhajir Hanifi, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi penguatan pilar ekonomi dakwah. “Selama ini dakwah mengandalkan ZIS, namun ke depan kita harus memperkuat diri melalui wakaf produktif. Komoditas timun ini akan terus kami kembangkan ke tanah wakaf lainnya agar hasilnya bisa menopang kegiatan dakwah secara berkelanjutan,” tegasnya. ​Selain sektor pertanian, Lazismu Berbah juga aktif dalam layanan sosial dan pemberdayaan tenaga kerja. Saifu Rijal menambahkan bahwa saat ini pihaknya mengoperasikan 2 Unit Mobil Ambulans dan 1 Unit Mobil Layanan Umat. Kemudian​ ada unit Usaha Ayam Potong dimana jualnya berlokasi di depan kantor, buka setiap pukul 05.30 hingga 10.00 WIB. Unit usaha ini mampu menjual rata-rata 100 potong ayam per hari dan mempekerjakan warga sekitar dengan gaji standar UMR. ​Dengan sinergi antara pengelolaan zakat yang amanah dan pemanfaatan aset wakaf yang produktif, Lazismu Berbah optimis dapat terus menebar manfaat lebih luas bagi masyarakat Sleman. Kusnadi Berbah

Loading

Saatnya AMM Berperan Dalam Pembangunan Desa

 Tempel, Pdmsleman.Or.Id Sirkulasi kepemimpinan pemerintahan di tingkat desa di wilayah Sleman dan sekitarnya beberapa waktu yang lalu, banyak memunculkan wajah- wajah kaum muda. Banyak Pamong dan Kepala Dukuh yang usianya masih tergolong muda dan belia. Sayangnya dari sekian banyak tokoh muda yang muncul dalam tampuk kepemimpinan desa dan komunitas tersebut, jarang yang menyertakan kader Muhammadiyah. Alasannya utamanya adalah minimnya ketertarikan kader Muhammadiyah untuk berkiprah dalam birokrasi pemerintah di Tingkat desa. Untuk itu Aangkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Tempel menggelar Focus Group Discussiaon (FGD) bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyarta yang sedang mengembangkan program Pengabdian Masyarakat bertajuk “ Penguatan Organisasi Muhammadiyah Di Tingkat Cabang”. Tampil sebagai leader dalam FGD tersebut adalah Zain Maulana, S. IP. M.A., Ph. D., dosen Prodi Hubungan Internasional UMY.  Kader kader Muhammadiyah yang tergabung dalam AMM Tempel sebenarnya sangat potensial tampil sebagai pemimpin desa atau Lembaga dan komunitas setempat. AMM Tempel yang pengurusnya lebih dari 60 orang ini, mempunyai kapasitas yang bagus, karena mereka umumnya terdidik di berbagai universitas, mempunyai pengalaman dalam pengelolaan organisasi, percaya diri dan dididik untuk mempunyai integritas yang baik sebagai warga persyarikatan maupun sebagai warga negara.  “Angkatan Muda Muhammadiyah adalah masa depan persyarikatan,  umat dan bangsa, maka harus muncul pemimpin-pemimpin muda dari rahim muhammadiyah” ungkap Zain di sela sela acara yang diselenggarakan di Kompleks Pondok Pesantre Darul Ulum Tempel itu. Di bagian lain, Ilham Sukron, ketua AMM Tempel, menyambut baik adanya FGD ini, yang mampu menambah motivasi  dan wawasan sebagai calon pemimpin masa depan. Peran serta kader Muhhamadiyah dalam kepemimpinan bangsa akan memperkuat pula keorganisasian Muhammadiyah di level cabang dan ranting. Rep : Roy Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Aisyiyah Tempel Perlu Optimalkan Peluang Bisnis Exit Tol

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen, termasuk Exit Tol Banyurejo di Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Yogyakarta, merupakan proyek strategis nasional yang meningkatkan konektivitas transportasi antarprovinsi menuju Magelang dan Semarang. Proyek infrastruktur ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan efisiensi sistem waktu dan logistik, serta daya saing daerah. “Dalam rangkaian jalan tol yang dibangun, dibangun pula pintu jalan keluar atau exit tol. Jalan keluar atau exit tol merupakan kesempatan baik bagi masyarakat sekitar karena mengandung potensi untuk menumbuhkan perekonomian local”. Demikian sebagian dari paparan dosen Ilmu Hubungan Internasional UMY, Dr. Wahyuni Kartikasari, S.T., S.I.P., M.Si, dalam kegiatan diskusi di hadapan para Pimpinan Cabang Aisyiyah Tempel Sleman beberapa waktu lalu. Penjelasan Wahyuni tersebut merupakan rangkaian dari program pengabdian masyarakat Universitas Yogyakarta yang bertemakan penguatan organisasi Muhammadiyah di lingkungan Cabang Tempel. Aisyiyah merupakan bagian dari Muhammadiyah. Dosen HI UMY ini mengamati bahwa dengan dibangunnya jalan tol dan exit tol, maka diperlukan kawasan-kawasan UMKM yang terletak di luar jalan tol. “ Keberadaan exit tol ini merupakan peluang usaha dan bisnis bagi PCA Tempel”. Sebagai Lembaga yang mempunyai bidang garap di wilayah Tempel, kini PCA Tempel melalui Majelis Ekonominya, mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah untuk membangun Jalan Tol Bawen – Yogyakarta. Karakter pengguna jalan tol yang memerlukan rest area karena menempuh perjalanan jauh ataupun pengguna jalan tol yang bertujuan wisata yang menyukai wilayah-wilayah yang mempunyai keunikan dan kekhasan daerah merupakan celah potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang bisnis ataupun menumbuhkan dan meningkatkan berbagai bentuk perekonomian lokal. Di area Tempel terdapat exit tol yang diperkirakan akan banyak masyarakat pengguna jalan yang ingin beristirahat dan mencari kebutuhan seperti makanan, minuman, atau barang lain yang dibutuhkan. Artinya, ini berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) lokal, seperti peningkatan akses pasar dan distribusi barang. Panitian Pelaksana kegiatan Abdimas UMY, Sugeng Riyanto, menambahkan bahwa “kegiatan Abdimas di merupakan bagian dari Skema khusus untuk penguatan Cabang dan Ranting Muhammadiyah”.  Menurutnya, terdapat 10 dosen UMY yang melakukan pengabdian di Muhammadiyah Cabang Tempel, sesuai dengan bidang mereka masing masing. Dalam acara ini diserahkan pula hibah untuk mitra yaitu PCA Tempel berupa modal untuk pembelian bibit indukan ternak domba untuk dapat dikembangbiakkan, sehingga pada akhirnya menjadi salah satu sumber usaha dan pendapatan bagi pendanaan kegiatan yang dilakukan PCA Tempel.  rep Roy Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Wasiat Luhur Dalam Pendidikan Keluarga Aisyiyah

 Tempel. Pdmsleman.Or.Id Gen Z, sebuah generasi yang penuh dengan warna- warni karakter yanng kadang sangat mengkhawatirkan. Mereka tumbuh Bersama berkembangnya gadget dan tehnologi informasi yang membersamainya. Mereka tumbuh berkembang di dalamnya, belajar darinya, bahkan hidup bersamanya (gadget itu). Akibatnya adalah settingan norma dalam pikirannya adalah setingan gadget,bukan hasil pendidikan moral dan perilaku yang terpola dan terencana. Pola pikiran dan perilaku mereka cenderung mengikuti apa yang ada di gadget. ‘Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan, karena remaja remaja kita terdidik oleh nilai yang entah berasal dari mana, dan banyak sekali betentangan dengan norma keseharian hidup kita. Mereka cenderung menjadi insan insan yang cuek, tak peduli lingkungan sekitar, tak banyak tahu tentang adab, tata krama dan lain sebagainya’.  Padahal, dalam masyarakat kita, banyak wasiat- wasiat yang luhur. Oleh karenanya, sebagai orang tua, apalagi ibu, tidak boleh kecolongan, mengandalkan gadget sebagai sarana edukasi anak. Ii amat berbahaya. Demikianlah disampaikan Dra. Mutia Hariati Hussin, M. Si, dosen senior di Prodi Hubungan Internasional UMY di depan 60 an pimpinan Cabang Aisyiyah se Cabang Tempel pada Ahad 1 Maret 2026, sebagai bagian dari Pengabdian Masyarakat Skema khusus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ber-wasiat bukan hanya mewariskan harta tetapi juga nilai moral, etika, atau filosofi hidup yang dijaga oleh keluarga atau komunitas dan diwariskan dari generasi ke generasi. Wasiat juga bisa berupa pepatah dan peribahasa seperti misalnya, “alon-alon waton kelakon’, “Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit” atau “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Ini adalah bentuk wasiat budaya yang mengajarkan kesabaran, kerja sama, dan solidaritas. Dalam Kehidupan Sehari-Hari, orang tua mewariskan nasihat tentang kejujuran, kerja keras, dan kesederhanaan sebagai wasiat moral. Desa atau masyarakat adat dapat melestarikan pepatah tradisional sebagai wasiat kolektif, yang mengatur hubungan sosial dan menjaga harmoni, dan di level nasional wasiat para pendiri bangsa berupa semboyan atau falsafah hidup, misalnya Bhinneka Tunggal Ika, menjadi pedoman bersama yang harus terus dijaga. Secara Filosofis, wasiat dalam bentuk pepatah/peribahasa adalah penjaga identitas budaya yang menjadi pedoman hidup. Ia berfungsi sebagai jembatan antar generasi, memastikan agar generasi berikutnya tetap berpegang pada nilai luhur sehingga nilai kebijaksanaan tidak hilang ditelan zaman. Berbagi Wasiat menegaskan bahwa berbagi bukan hanya soal harta, tetapi juga soal warisan intelektual dan moral .

Loading

Milad UMY 45, Beri Penguatan Organisasi Muhammadiyah Di Kapanewon Tempel Sleman

 Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pada Ahad 1 Maret 2026 bertepatan dengan hari kelahiran (Milad) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang ke 45, sejumlah dosen UMY melakukan pengabdian Masyarakat (Abdimas) di lingkup organisasi Muhammadiyah se Cabang Tempel. Kegiatan Abdimas ini merupakan komitmen UMY dalam memberdayakan masyarakat melalui implementasi dari hasil kajian dan riset pada dosen. Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) UMY, apt. RR. Sabtanti Harimurti M. Sc. Ph. D.  menegaskan bahwa “ UMY sangat komit terhadap pemberdayaan masyarakat tidak hanya di lingkungan Muhammadiyah, tetapi juga kepada masyarakat luas secara umum”. Komitmen tersebut ditunjuukan dengan program pengabdian masyarakat yang terstruktur setiap tahunnya, baik itu melalui program KKN mahasiswa atau program pengabdian masyarakat oleh para dosennya.  Menurut Dr. drg. Laelia Dwi Anggaeni, sp. KGA., program pengabdian masyarakat tahun ini terbagi dalam dua skema besar, yakni skema regular dan skema khusus. “UMY meluncurkan 14 program Abdimas skema khusus, ada skema Desa Binaan Wirokerten, Wirobrajan, ada yang ke Koperasi Merah putih, ada edukasi dan mitigasi bencana alam, ada yang mendampingi teman teman yang menyandang disabilitas, penguatan pada PCM Tempel, Cangkringan, Tamantirto dan lain lain, bahkan ada yang melakukan abdimas di Lapas Wirogunan” tegas dr Lia, sapaan akrabnya. Kick Off Pengabdian masyarakat skema khusus ini juga dihadiri oleh Ketua Badan Pembinan Harian UMY, Dr. H. Agung Danarto M. Ag yang juga menyambut baik Upaya ini, sekaligus menegaskan pentingnya keterlibatan semua dosen UMY dalam perstyarikatan Muhammadiyah dari Pusat, Wilayah, Daerah, Cabang, Ranting, termasuk dalam organisasi otonomnya. Program Abdimas di Kapanewon tempel ini diikuti oleh 10 dosen, yang terbagi dalam 4 kelompok masyarakat yakni pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Aisyiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah dan satu Pimpinan Ranting Muhammadiyah. Ketua pelaksana, Dr. Sugeng Riyanto, menambahkan bahwa kegiatan yang berlangsung di PP darul Ulum Tempel tersebut berlangsung sangat meriah dan diikuti oleh 150 peserta, perwakilan dari PCM, PCA dan AMM. Sementara kegiatan dengan PRM/PRA Merdikorejo baru akan dilaksanakan setelah lebaran.  Pada kesempatan ini Dr. H. Agung Danarto M.Ag., juga menyerahkan dana bantuan kepada PCM Tempel sebesar Rp. 44.250.000, untuk modal peternakan domba yang hasilnya nanti dapat membatu kegiatan kegiatan Muhammadiyah di lingkup Kapanewon Tempel. Ketua PCM Tempel, Samsul Alam, S. Ag., M. Si. Menyambut baik acara ini. Menurutnya warga Muhammadiyah Tempel telah mendapatkan edukasi yang sangat bermakna dan menggugah semangat warga Muhammadiyah untuk lebih giat lagi mengembangkan Muhammadiyah.  Rep Roy Riyanto Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kunjungan Majlis Tabligh Muhammadiyah Moyudan Teguhkan Umat Dalam Menjalankan Ajaran Islam

    Moyudan,Pdmsleman.Or.Id Di masa penjajahan Belanda, masyarakat awam termasuk umat Islam tidak diperbolehkan untuk belajar di sekolah, sementara ilmu pengetahuan agama maupun umum sangat dibutuhkan agar warga masyarakat berpengetahuan, dan dapat menjalankan ajaran agama dengan baik dan benar.    Sebelum Islam datang, di Nusantara sudah ada agama Hindu, Budha, animism dan dinamisme.  Hal tersebut berpengaruh pada umat Islam dalam pengamalan agama.  “Melihat kondisi seperti itu, Ahmad Dahlan tergerak agar umat bisa belajar dengan baik.  Beliau kemudian mendirikan Muhammadiyah, sehingga umat bisa belajar, dapat menjalankan ajaran sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad,” terang Ustad Nursalim dari Bagian Tabligh Pimpinan Muhammadiyah Moyudan di depan Jamaah Musholla Al-Ukhuwwah Depok Sombangan XIII Sumbersari Moyudan Sleman, MInggu (1/3/2026), usai Sholat Tarawih. Ustad Nursalim menegaskan Muhammadiyah bukanlah agama, tetapi sebuah organisasi atau persyarikatan umat yang dikelola dengan manajemen professional.  Persyariktan memiliki beberapa bagian seperti Tabligh, Tarjih, Bidang Pendidikan, dan berbagai amal usaha  “Bagian Tarjih misalnya membahas hukum-hukum dan tata cara ibadah, sehingga ummat tidak perlu lagi khawatir dalam menuaikan ajaran agama seperti bagaimana menunaikan sholat, zakat, puasa, haji dan lainnya,” papar Ustad Nursalim.   Muhammadiyah, lanjut Nursalim, memiliki kekayaan lebih dari 450 trilyun yang berasal dari ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) termasuk ribuan sekolah, universitas, poliklinik, rumah sakit.  Selain itu persyarikatan juga memiliki panti asuhan, lembaga sosial hingga institusi keuangan dan investasi, imbuhnya.  “Seluruh kekayaan itu milik persyarikatan Muhammadiyah, dikelola professional.  Jangan ragu menjalankan ibadah dan ber-Muhammadiyah, namun tetap menghormati dan menghargai organisasi keagamaan lain,” pesannya.  Jarak antara saat Nabi Muhammad mengenalkan Islam dengan sekarang terpaut cukup lama, sehingga Muhammadiyah berfungsi menuntun umat beribadah sesuai dengan ajaran nabi, terhindar dari pengaruh budaya, agama, dan kepercayaan yang ada sebelumnya. Muhammadiyah didirikan yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di tahun 1912 itu untuk memurnikan ajaran Islam, memajukan pendidikan dan sosial, papar Ustad Salim.  Ia juga mengajak seluruh jama’ah untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan memperbanyak amal, terlebih di bulan suci Ramadhan.  Hubungan sosial kemasyarakatan pun perlu dijaga untuk mewujudkan ketentraman dan kesejahteraan bersama. Berdasar surat Pimpinan Cabang Muhammadiyah Moyudan, pada Ramadhan 1447 H ini Majlis Tabligh menerjunkan 67 pendakwah, terbagi 13 kelompok, masing-masing terdiri dari 4 hingga 7 orang.  Para da’I atau pendakwah sebelumnya diberi pembekalan, kemudian mengunjungi dan memberi ceramah di 39 masjid / musholla yang tersebar se-Kalurahan Sumbersari Moyudan. Rep  Giek Sugiyanto Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kajian Ekologi Bagi Warga Aisyiyah Berbah, Kebersihan Hati dan Lingkungan 

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Berbah menyelenggarakan  pengajian Ramadhan  pada hari Sabtu, 11 Ramadhan 1447 H  bertepatan dengan 28 Februari 2026  bertempat di Masjid Al Hikmah Krikilan, Tegaltirto, Berbah, Sleman. Yogyakarta . Hadir dalam kegiatan Ketua PCA Berbah Hj. Isrodah,S.Pd beserta pengurus PCA Berbah, beserta 5 Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) di Berbah. Guru  IGABA SE Berbah. Dalam sambutannya Ketua PCA Berbah Hj. Isrodah. SPd menyampaikan bahwa pengajian ini merupakan pengajian rutin yang diadakan setiap Ramadhan, yang tempatnya bergilir dari ranting ke ranting. Di ikuti oleh seluruh jamaah Aisyiyah di seluruh Berbah. Bahkan ada jamaah bapak-bapak yang ikut serta dalam kegiatan ini. Antusiasme jamaah semakin banyak disetiap tahunnya. Dikesempatan ini dihadiri 250 jamaah Aisyiyah dari seluruh ranting di Cabang Berbah. “Semoga tahun depan bisa lebih banyak lagi jamaah yang mengikuti pengajian.” Dalam pengajian Ramadhan 1447 H diawali dengan tadarus Al Quran secara Bersama-sama dipinpin oleh Ibu Siti Aminah, S,Pd. Pengajian kali ini mengambil tema “Gerakan Aisyiyah membangun kesalehan ekologis berkeadilan” yang disampaikan oleh ustadzah Dra. Sri Sumyarsi.,M.Pd., M.S.I wakil ketua MTP PDA Sleman.  Dalam Tausyiah ustadzah  Sri  Sumyarsi  menyampaikan bahwasanya seorang ibu itu harus tangguh dalam segala hal. Terutama dalam membangun kesalehan ekologis berkeadilan sesuai dengan QS. Al Mukminin ayat 1-2. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang menjaga sholatnya shalat akan membuat manusia tenang yang tak terhingga, didalam hati. Betapa ada rasa Deket yang luar biasa (bisa dirasakan) pada Allah SWT apabila dijalankan dengan khusyuk. “Mari membangun budaya bersih melalui sholat. Sholat hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang bersih saja, sholat akan menjadikan kebersihan lahir batin bagi pelakunya.” Ajak ustadzah. Sejauh mana peran kita terhadap kebersihan? Diantaranya  pertama Aisyiyah beliau peka pada keshakihah ekologis . Berkeadilan melalui dakwah amar makruf nahi Munkar yang mengintegrasikan ajaran Islam dengan pelestarian lingkungan sekitar. Kedua Fokus utamanya menjadikan kebersihan dan pengelolaan sampah 3R Reduce, Reuse, Recycle  sebagai bagian dari Iman serta menempatkan perempuan sebagai agen perubahan. Sesuai dengan penggalan QS. Al An’am: 151 yang artinya “demikian itu yang diperintahkan Tuhan kepadamu supaya kamu berpikir(Ta’qiluun). Maka manfaatkanlah dan berupayalah menjadi muslimah yang cerdas, pintar, kaya ilmu, Energik bersemangat serta senantiasa aktif dalam menyiarkan kebenaran Allah SWT, sehingga benar-benar menjadi wanita yang berilmu dan terdidik.Ketiga Aisyiyah memandang menjaga kebersihan dan lingkungan sebagai wujud nyata iman. al thuhuru syathruliman ( Kesucian itu bagian dari iman).     Disinilah ekolagi dijadikan ladang amal Sholih untuk menyelamatkan bumi. Dengan demikian marilah kita fungsikan rumah tangga yang mampu untuk menanamkan nilai-nilai kepekaan lingkungan pada keluarga dalam mengurangi sampah dengan memanfaatkan limbah sampah organik sebagai pupuk untuk tanaman dan mengurangi sampah-sampah plastik.“Peran Ekofeminisme perempuan difungsikan sebagai manajer Rumah Tangga yang mampu menanamkan nilai kepekaan terhadap lingkungan keluarga dalam mengurangi sampah.” Tutur ustadzah mengakhiri tausyiah nya. Acara  berakhir dengan pembagian dorprice spesial untuk bapak-bapak yang selalu aktif mengikuti pengajian Ramadhan yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah dan dorprice untuk para jamaah yang beruntung. Rep Kusnadi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading