Muhammadiyah Turi
![]()
Muhammadiyah Turi
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi menggelar Pengajian Syawalan, Halal Bihalal, serta pamitan jamaah haji pada Ahad Kliwon, 10 Syawal 1447 H atau 29 Maret 2026 bertempat di Gedung DakwahMu di Ngablak Bangunkerto Turi. Kegiatan yang dihadiri sekitar 500an jamaah ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan narasumber utama Prof. Drh. H. Agung Budiyanto. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan DR. H. Agus Nugroho Setiawan PCM Turi yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Syawal sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan amal ibadah pasca-Ramadan. “Atas nama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga amal ibadah kita selama Ramadan diterima Allah dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan yang akan datang,” ujarnya sebagaimana disampaikan kepada contributor Arief Hartanto. Sambutan juga disampaikan perwakilan pemerintah kapanewon yang diwakili Panewu Anom Turi Muh. Yunan Nurtrianto, S.STP, M.Sc. Ia memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah Turi atas kontribusinya dalam mendukung program pemerintah, sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama mengatasi persoalan sosial. Hadir juga sejumlah Lurah dan Kapolsek dan Danramil Turi dalam kesempatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Muhammadiyah Turi yang telah membantu program pemerintah. Namun, kami juga mengajak untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi masyarakat sangat dibutuhkan melalui kegiatan pemberdayaan dan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Memasuki sesi inti, pengajian disampaikan oleh Prof. Drh. H. Agung Budiyanto yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Syawal merupakan refleksi dari keberhasilan pembinaan spiritual selama bulan suci. “Ramadan itu membentuk karakter. Setelah Ramadan, manusia seharusnya lebih cepat mendekat kepada Allah, lebih rendah hati, dan tidak merasa paling hebat. Kita ini sejatinya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. “Apa yang ada di sisi kita akan lenyap, sedangkan yang ada di sisi Allah itulah yang kekal. Maka setiap aktivitas harus bernilai akhirat,” lanjutnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya mengendalikan emosi sebagai bentuk kekuatan sejati. “Orang kuat itu bukan yang menang berkelahi, tetapi yang mampu menahan amarah,” ujarnya, mengutip hadis Nabi. Rangkaian acara dilanjutkan dengan ikrar halal bihalal yang berlangsung penuh haru. Seluruh jamaah saling memaafkan atas kesalahan yang disengaja maupun tidak, sebagai wujud pembersihan hati di bulan Syawal. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk pamitan jamaah haji PCM Turi tahun 1447 H. Perwakilan jamaah, Sri Ismawati, SE., menyampaikan permohonan doa restu kepada seluruh hadirin. “Kami memohon doa agar diberikan kesehatan, kelancaran, dan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sempurna serta kembali dengan predikat haji mabrur,” tuturnya. Ia menyebutkan sebanyak 14 calon jamaah haji dari keluarga Muhammadiyah Turi dijadwalkan berangkat pada 23 April 2026. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah serta sarapan pagi Soto Bersama seluruh jama’ah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen jamaah dalam meningkatkan kualitas ibadah serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Rep n Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Syawwalan yang dirangkaikan dengan peresmian Sekretariat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sidorejo. Acara ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Godean, Lurah Sidorejo, Dukuh Pare 2 dan Pare 3, tokoh masyarakat, anggota PRM PRA Sidorejo serta tokoh masyarakat sekitar. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, dan diakhiri dengan tausiyah serta doa bersama. Bertempat di rumah H. Kuswanto, Dusun Pare 2 Sidorejo Godean Sleman Yogyakarta Ahad, 29 Maret 2026 telah diresmikan kantor sekretariat Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Sidorejo oleh ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean Haris Darmawan, S.Pd Menurut ketua panitia Drg. Sri Wijayanti menyampaikan bahwa “tujuan peresmian sekretariat ini adalah untuk meningkatkan gerak langkah dakwah berkemajuan di Sidorejo dan pelaksanaan peresmian ini bertepatan dengan kajian penguatan ideologi Muhammadiyah tiap Ahad Kliwon yang dibimbing oleh H. Hadi Suprapto”. Adanya kantor ini merupakan kebaikan H. Kuswanto untuk dapat digunakan dalam kegiatan PRM PRA Sidorejo. Dilaporkan juga kegiatan lain diantaranya pengajian rutin Jumat Wage, pengajian tiap Sabtu pagi di Masjid Prawirosetiko dan kajian Ahad kliwon ini serta kegiatan per majelis. Lurah Sidorejo, Isharyanto mengapresiasi kegiatan PRM PRA agar lebih baik lagi karena sebelumnya belum memiliki sekretariat saat ini sudah akan diresmikan kantor sekretariat dan di Sidorejo sudah ada tanah wakaf Muhammadiyah di Dusun Ganjuran akan lebih membawa manfaat bagi masyarakat. “Terimakasih kepada Bapak Kuswanto atas kesediaan memanfaatkan untuk sekretariat sebagai penguatan dakwah Muhammadiyah di Sidorejo”. Selanjutnya Haris Darmawan, S.Pd menyampaikan dalam sambutan bahwa” kantor sekretariat PRM PRA Sidorejo merupakan yang pertama di Cabang Muhammadiyah Godean dan menjadi penting untuk lebih menunjukkan eksistensinya lagi walau gerak langkah baik PRM PRA Sidorejo sudah real ada dan eksis namun dakwah kepada jamaah harus lebih ditingkatkan”. Adapun tanah wakaf di Ganjuran nanti insyaAllah untuk pemanfaatan panti asuhan, diharapkan dapat dirintis dan dikelola oleh PRM PRA Sidorejo mengingat dakwah tidak hanya pengajian saja namun juga pemberdayaan bagi warga masyarakat tidak mampu juga peningkatan ekonomi warga masyarakat pungkas Haris. Acara Syawwalan semakin terasa khidmat dengan tausiyah yang mengangkat tema pentingnya akhlaq bagi seorang warga Muhammadiyah. Dalam tausyiyah Hadi Suprapto menyampaikan ada 3 perkara yang hendaklah kamu bisa melakukan, Pertama, memberi orang yang tidak pernah member, Kedua, ampunilah orang yang menyakiti dan Ketiga, menjadi penghubung menyambung silaturahmi. Selain itu, setelah doa oleh Drs. H. Moh. Fatchan dan pengguntingan pita masuk kantor sekretariat, suasana keakraban juga terlihat saat ramah tamah dan makan bersama yang menjadi penutup kegiatan ini. Rep H Wahdan Arifusin SPd PCM Godean Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
PRM Margokaton
![]()
PRM Margokaton
![]()
PRM Margokaton
![]()
Muhammadiyah Turi
![]()
Moyudan.Pdmsleman.Or.id Ramadhan telah memberi kesempatan kepada umat untuk memperbaiki diri, mengantarkan umat pada hari kemenangan. Berkat rahmat Allah SWT., umat mampu menahan lapar, dahaga, mengendalikan hawa nafsu hingga memperbanyak ibadah. Allah SWT. telah memberikan kehidupan, kesehatan, dan kesempatan menyambut Idul FItri dengan kebersihan hati. Ustad Heru Suprayitno menegaskan Idul Fitri bukan sekedar perayaan, tetapi awal dari ujian sesungguhnya. Bukan hanya merayakan kemenangan tetapi juga harus merenungkan apa yang harus dilakukan pasca Ramadan. Sebagai insan bertaqwa, sebagai alumni madrasah Ramadan, ada 3 JJJKperan penting umat. Pertama berperan untuk diri sendiri. Ramadan telah membentuk diri kita disiplin sholat, disiplin membaca Qur’an, disiplin menahan amarah, memperbanyak sedekah, serta manjauhi maksiat. “Kita harus menjadikan ibadah dan amal baik sebagai bagian dari hidup kita, bukan sekedar ritual musiman, dengan tetap istiqomah. Jangan biarkan semangat Ramadan mati begitu saja. Khusus kaum muda, remaja masjid, teruslah bersemangat mengurus kegiatan di masjid, jangan jauhkan dirimu dari masjid.” tegasnya. Kedua, berperan untuk keluarga, membangun rumah tangga dengan nilai-nilai Ramadan. Karena keluarga adalah benteng utama dalam membentuk peradaban. Jika ingin membangun bangsa yang kuat, mulailah dari keluarga yang kuat. Ramadan telah mengajarkan kepada kita arti kasih sayang, kebersamaan, dan tanggung jawab. Maka, setelah Ramadhan, kita harus terus membimbing keluarga dalam kebaikan, jangan biarkan rumah tangga diisi dengan kemaksiatan, pertengkaran dan kelalaian. Jadikan rumah tangga sebagai tempat penuh dengan ketenangan, ketaqwaan dan keberkahan. Sebagai suami, jadilah pemimpin yang adil dan bertanggung jawab. Sebagai istri, jadilah pendamping yang sholihah penuh kasih sayang. Sebagai orang tua, jadilah teladan bagi anak-anaknya. “Kita didik anak-anak menjadi generasi unggul dan kuat, kuat fisik, mental, ekonomi dan kuat keimanannya,” tegas khatib.Kedepan, anak-anak kita menghadapi tantangan yang tidak mudah, diperlukan mental kuat dengan terus memohon pertolongan Allah dengan sabar dan doa. Ketiga, berberan untuk bangsa, menjadi umat yang bermanfaat. Menukil Hadits Riwayat Ahmad, Khoirunnaas anfa’uhum linnaas. “Sebaik-baik umat adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” Bangsa kita tidak hanya membutuhkan umat soleh individu, tetapi juga Soleh sosial yang peduli sesama dan peduli sosial. “Jangan hanya sibuk dengan ibadah pribadi, tetapi melupakan tanggungjawab sosial. Jangan hanya mencari pahala untuk diri sendiri, tetapi lupa menegakkan keadilan dan membela kebenaran di masyarakat,” tegasnya. Qur’an Al-Maidah: 2 mengajarkan umat untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan dan taqwa, jangan bertolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Di sinilah pentingnya sebuah organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, sebagai sarana untuk bersama-sama mencapai tujuan mulia dengan dakwah yang lebih baik, lebih terarah dan sistematis. Karena kebaikan yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir. “Idul Fitri bukan akhir perjalanan ibadah, melainkan awal tantangan baru. Ramadhan telah menempa kita menjadi pribadi yang lebih baik, dan harus kita jaga dan kita terapkan nilai-nilai yang telah kita pelajari,” pungkasnya.Rep Sugiyanto Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman
![]()
Pdmsleman,Or.Id Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H berlangsung khidmat di Lapangan Masjid Jami At-Taqwa Minomartani, Jalan Piranha Raya No. 7 Mlandangan, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (20/3/2026) pagi. Sejak pukul 06.00 WIB, ribuan jamaah telah memadati lokasi untuk menunaikan ibadah sekaligus menyimak khutbah Idul Fitri yang penuh makna. Bertindak sebagai imam adalah Ustadz Miftahus Surur, S.E., M.E., AWP-S, sementara khutbah disampaikan oleh Ustadz Drs. Agus Triyanta, M.A., M.H., Ph.D. dengan tema “Sebagai Layaknya Orang yang Lulus Ujian”. Dalam khutbahnya, Agus Triyanta menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kemenangan setelah umat Islam menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. “Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan, karena umat Islam merayakan kemenangan setelah menahan berbagai dorongan nafsu dan godaan syaitan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar ritual ibadah, melainkan sebuah proses pendidikan spiritual yang mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan ketahanan dalam menghadapi ujian kehidupan. “Puasa adalah pelajaran bahwa untuk mencapai kesuksesan tidak ada jalan pintas, tidak ada shortcut. Semua harus melalui proses dan perjuangan,” tegasnya. Lebih lanjut, ia mengkritisi fenomena masyarakat modern yang cenderung menginginkan hasil instan tanpa melalui proses yang benar. Menurutnya, puasa menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati hanya dapat diraih melalui usaha dan pengorbanan yang sungguh-sungguh. Dalam penjelasannya, ia juga mengaitkan puasa dengan konsep ketakwaan sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an. “Tujuan utama puasa adalah agar kita menjadi insan yang bertakwa, dan ketakwaan itulah yang akan mengantarkan pada kebahagiaan sejati,” ungkapnya. Ia menambahkan, kebahagiaan yang hakiki bukan terletak pada materi, jabatan, atau popularitas, melainkan pada kedekatan dengan Allah SWT. “Orang yang bertakwa akan merasakan kebahagiaan sejati, karena ia mampu menerima segala ketentuan Allah dengan lapang dada,” jelasnya. Menutup khutbah, jamaah diajak menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki diri, serta menjaga nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana haru dan khusyuk terasa saat doa dipanjatkan bersama, memohon agar seluruh amal ibadah diterima dan diberikan kesempatan bertemu Ramadhan berikutnya. Pelaksanaan Sholat Idul Fitri ini berlangsung tertib dan lancar, serta menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Minomartani dan sekitarnya. Berikut khutbah lengkapnya Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Gamping, Pdmsleman.Or.Id Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan pengabdian berjudul ” Penguatan Literasi Politik Bagi Pimpinan Dan Anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah Trihanggo Utara dan Trihanggo Selatan Gamping Sleman. .” Program ini merupakan bagian dari catur darma perguruan tinggi UMY terutama dalam darma pengabdian. “Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi politik di kalangan pimpinan dan anggota Ranting Muhammadiyah (PRM) Trihanggo Utara dan Trihanggo Selatan, yang terletak di Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Proposal ini mengidentifikasi rendahnya pemahaman kader Muhammadiyah terkait literasi politik yang berbasis pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan, serta terbatasnya kemampuan mereka dalam membaca dinamika politik secara kritis. Hal ini menyebabkan kesenjangan dalam partisipasi politik yang berdampak pada rendahnya peran PRM dalam memberikan edukasi politik yang menyeluruh dan berkualitas di tingkat akar rumput. ” jelas Drs. Juhari Sasmito Aji, M.Si pada 17 Maret 2026. Program ini dilaksanakan oleh Drs. Juhari Sasmito Aji, M.Si, yang menjadi ketua. Anggota program pengabdian adalah Prof. Dr. Ulung Pribadi, , M.Si. (Dosen) dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, Wisnu Harja (Anggota Tendik) dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, Firda Nadia Aulia (Mahasiswa) Ilmu Pemerintahan, Della Rahmi Fitriana (Mahasiswa) Ilmu Pemerintahan, Andhira Verdelia Suharno (Mahasiswa) Ilmu Pemerintahan, dan Drs, Oktiva Anggraini (Mitra pengabdian) dari Universitas Widya Mataram Yogyakarta. UMY melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) secara aktif memfasilitasi dosen untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menjadi komitmen UMY dalam pelaksanaan catur darma perguruan tinggi Muhammadiyah. Bukti UMY adalah kampus berdampak. Rep Juhari Sasmito Gamping
![]()