Pengajian Bersama Syeikh Poer Ji di Masjid At Tauchid SMP Muhammadiyah 2 Godean

Godean, Pdmsleman.Or.id Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, jamaah dan masyarakat menghadiri kegiatan Pengajian Tarhib Ramadhan bersama Syech Poer Ji dengan tema “Ramadhan Lebih Bermakna”. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh antusias serta ger-geran. Pengajian ini menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan penuh berkah. Ustadz Drs. Purwono, MA menyampaikan di hadapan ratusan jamaah dari PRM, PRA, IPHUI, PHBI Sidomulyo, JIT/Jamaah Ibu-Ibu At Tauhid, serta perwakilan guru karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean di Masjid At Tauhid Sembuh Sidomulyo Godean Sleman Yogyakarta pada Ahad,  8 Februari 2026. Dengan tema “Ramadhan lebih bermakna” disampaikan oleh Ustadz Purwono yang sering dipanggil Syekh Poer Ji bahwa Bulan Ramadhan harus dilakukan dengan penuh keimanan dan keikhlasan akan diampuni segala dosa-dosanya. Bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan besar untuk memperbaiki hati, memperkuat iman, dan meningkatkan amal kebaikan. “Taqwa adalah tujuan puasa sebagaimana dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183, taqwa pada hakekatnya adalah keyakinan yang mantab kepada Allah, rasa takut yang mendalam, dan perasaan muraqabah yang terus-menerus, maka taqwa merupakan aktualisasi ketaatankepada ilahi. Siapa yang mempersiapkan diri dengan baik untuk meraih taqwa, insyaAllah akan merasakan Ramadhan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan,” tutur beliau. Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk memaksimalkan ibadah di bulan suci dengan 9 (Sembilan) tips/kiat agar iman dan taqwa meningkat selama ramadhan dengan aktifitas berikut: 1.         Puasa 2.         Sholat 3.         Sahur dan Buka 4.         Baca Qur’an dan menghatamkannya 5.         Sedekah 6.         I’tikaf 7.         Banyak Berdoa 8.         Mengajak berbuat baik 9.         Kurangi nonton TV dan main HP Kegiatan pengajian ini diakhiri dengan doa bersama oleh Ustadz Purwono,agar umat Islam diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk menjalani Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan.  Seno Pitoyo, S. Kep, Ns, selaku panitia berharap pengajian ini dapat menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.Dengan adanya kegiatan ini, Ramadhan tahun ini diharapkan benar-benar menjadi bulan yang lebih bermakna, bukan hanya secara ritual, tetapi juga dalam membangun pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.Selain pengajian dimeriahkan penampilan angklung dari TK ABA Melati Putih Sidomulyo Godean, Pemeriksaan Kesehatan dari PKU Muhammadiyah Gamping dan aneka UMKM di Sidomulyo. Rep H. Wahdan Arifudin KS SMPM 2 Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Optimalisasi Potensi Usaha Mikro melalui Program DIY Parfum Laundry oleh  Mahasiswa KKN Reguler 124 UMY

Turi, Pdmsleman.Or.id Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 124 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Girikerto Turi Sleman yang berada di bawah bimbingan Dr. Siti Dyah Handayani, S.E., M.M. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melaksanakan program kerja berupa pelatihan pembuatan DIY parfum laundry di Dusun Tritis, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan parfum laundry di masyarakat, sementara harga produk di pasaran relatif cukup mahal. Padahal, parfum laundry dapat dibuat secara mandiri dengan bahan yang mudah diperoleh dan biaya yang lebih terjangkau, sehingga juga bisa berpotensi menjadi peluang usaha rumahan bagi warga. Pelatihan yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026 ini diikuti oleh 35 peserta dari ibu-ibu RW 02 Dusun Tritis. Kegiatan menghadirkan anggota KKN Reguler 124 UMY sebagai narasumber sekaligus fasilitator. M.Irsyad muzaki selaku ketua KKN 124 menyampaikan adapun kegiatan ini kami selenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya ibu ibu, agar dapat memanfaatkan peluang usaha rumahan yang sederhana dan memiliki nilai ekonomis. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai bahan-bahan yang digunakan seperti bibit parfum, methanol, dan fixative, termasuk fungsi serta takaran yang tepat agar menghasilkan aroma yang tahan lama. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai analisis SWOT produk DIY parfum laundry agar mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam mengembangkan usaha tersebut. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, dan praktik langsung pembuatan parfum laundry secara berkelompok hingga tahap pengemasan sederhana. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan mencoba langsung proses pencampuran bahan. Melalui program ini, mahasiswa KKN Reguler 124 UMY bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta mendorong terciptanya peluang usaha yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi warga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses produksi sekaligus potensi pengembangan usaha parfum laundry sebagai produk bernilai jual di lingkungan sekitar. Editor Arief Haratnto MPI PDM Sleman

Loading

Pengajian Hari Bermuhammadiyah se-Sleman Perkuat Konsolidasi Dakwah, Galang Dana Gedung Dakwah Godean

Godean, Pdmsleman.or.IdPengajian Akbar Hari Bermuhammadiyah tingkat Kabupaten Sleman digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, di kawasan eks Relokasi Pasar Godean, Berjo Kulon, Kalurahan Sidoluhur. Sejak jauh hari, suasana antusias telah terasa. Ribuan warga Muhammadiyah dari berbagai unsur pimpinan persyarikatan, organisasi otonom, hingga jamaah ranting. Panitia memperkirakan sekitar 5.000 undangan hadir, menjadikan momentum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang temu besar warga Muhammadiyah se-Sleman untuk saling menguatkan.Pengajian ini tidak berdiri sendiri. Ia disinergikan dengan ikhtiar strategis Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean dalam upaya memulai pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah di lahan seluas 2.284 meter persegi yang telah diletakkan batu pertamanya pada 31 Januari 2026.  Di atas lahan yang berada di jalur strategis itu, PCM Godean menaruh harapan besar: terbangunnya pusat dakwah yang hidup, terbuka, dan bermanfaat luas bagi umat.Ketua PCM Godean, Haris Darmawan, S.Pd menyampaikan keyakinannya bahwa ikhtiar kolektif akan mempercepat terwujudnya pusat dakwah tersebut.  “Momentum Pengajian Hari Bermuhammadiyah kami sinergikan untuk menguatkan dukungan jamaah terhadap pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean. Ini ikhtiar bersama agar pusat dakwah segera terwujud dan berfungsi bagi umat,” ujarnya.  Baginya, gedung dakwah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simpul penggerak aktivitas persyarikatan dan pelayanan umat di tingkat cabang.Panitia menegaskan, pengajian ini dirancang sebagai ruang konsolidasi gerakan sekaligus penggalangan dukungan nyata. Stan infak dibuka di area depan lokasi, lengkap dengan kanal donasi agar jamaah dapat berkontribusi secara berkelanjutan. “Di depan lokasi sudah ada panitia yang siap menerima kesanggupan jamaah untuk membantu pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean. Kami juga menyiapkan informasi rekening agar infak dan donasi bisa terus mengalir,” tutur perwakilan panitia. Nuansa pengajian kian hidup dengan kehadiran layanan sosial. Pemeriksaan kesehatan gratis dan bazar produk lokal yang dikelola ranting serta Aisyiyah setempat menjadi bagian dari rangkaian acara.  Kehadiran layanan ini memperlihatkan wajah dakwah berkemajuan: menguatkan spiritualitas sekaligus menyentuh kebutuhan nyata warga, serta mendorong denyut ekonomi lokal. Penceramah utama, H. Iskak Sulistia, S.Ag., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Klaten sekaligus unsur Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid PP Muhammadiyah, mengajak jamaah menjaga keseimbangan hidup.  “Muhammadiyah mengajarkan keseimbangan, attawazun bainar ruhiyah wal madiyah—ibadah harus kokoh, ikhtiar duniawi juga serius dan ditempuh dengan cara yang benar,” tegasnya.  Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan agar kemajuan tidak menjauhkan manusia dari nilai agama, seraya mengutip Surah Al-An’am ayat 44 sebagai peringatan agar tidak terperdaya oleh kelapangan dunia.Menurutnya, warga Muhammadiyah dituntut menjadi pribadi yang saleh sekaligus hadir memberi manfaat sosial. “Kuat ibadahnya, kuat pula kontribusinya bagi masyarakat,” katanya.  Pesan itu seolah menegaskan arah gerak Muhammadiyah: membangun iman, merawat integritas, dan memperluas kebermanfaatan.Panitia mencatat, hingga akhir rangkaian kegiatan, infak khusus pengajian mencapai Rp19,5 juta, sementara total donasi pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean telah merangkak ke sekitar Rp118 juta. Capaian ini dipandang sebagai modal awal yang menumbuhkan optimisme. Lebih dari angka, ia mencerminkan kepercayaan jamaah terhadap ikhtiar kolektif persyarikatan. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, Pengajian Hari Bermuhammadiyah juga menjadi ruang temu lintas cabang dan ranting. PDM Sleman menyampaikan bahwa agenda serupa akan berlanjut di Kapanewon Mlati pada bulan Syawal mendatang. Melalui kesinambungan agenda ini, Muhammadiyah Sleman menegaskan komitmennya merawat gerakan dakwah yang menyatukan penguatan iman, pelayanan sosial, dan pembangunan institusi umat. Rep H Wahdan arifudin SPD  PCM Godean  MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kajian PRM Girikerto Bersama H. Sudarto PDM Sleman, Menyambut Ramadhan sebagai Bulan Ampunan dan Pendidikan Iman

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Girikerto menggelar kajian Ahad Legi dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Ahad (8/2/2026). Kegiatan keagamaan ini menghadirkan Ustadz H. Sudarto, S.Pd., dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman sebagai penceramah utama. Dalam kajiannya, Ustadz Sudarto menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan istimewa yang memiliki banyak sebutan mulia. Di antaranya Syahrul ‘Adin (bulan ibadah), Syahrul Mubarak (bulan penuh keberkahan), serta Syahrul Maghfirah (bulan ampunan). “Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi bulan pendidikan iman dan kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah. Ia menegaskan bahwa perintah berpuasa di bulan Ramadhan secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 yang menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang batil. “Siapa pun yang menjumpai bulan Ramadhan, maka wajib baginya berpuasa. Ini perintah langsung dari Allah, bukan pilihan,” tegasnya. Lebih lanjut, Ustadz Sudarto mengaitkan makna Ramadhan sebagai Syahrul Maghfirah dengan kisah doa Malaikat Jibril yang diamini oleh Rasulullah SAW. Ia mengutip hadis riwayat Ibnu Khuzaimah, Ahmad, dan Al-Baihaqi tentang celakanya seseorang yang menjumpai Ramadhan namun tidak mendapatkan ampunan dosa. “Hadis ini menjadi peringatan keras bagi umat Islam. Jangan sampai kita melewati Ramadhan tanpa ampunan,” katanya. Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga mengamini doa Malaikat Jibril terkait tiga golongan yang celaka, salah satunya adalah orang yang masuk dan keluar bulan Ramadhan tanpa diampuni dosanya. Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bazzar, Hakim, dan Bukhari. Menurut Ustadz Sudarto, tidak diampuninya dosa seseorang di bulan Ramadhan bisa disebabkan karena tidak menjalankan perintah Allah dengan benar, termasuk puasa yang tidak sesuai tuntunan. “Bisa jadi puasanya hanya menahan lapar dan haus, tetapi tidak menjaga lisan, perilaku, dan niat ibadah,” jelasnya. Sebagaimana disampaikan oleh Dr. H. Agus Nugroho Setiawan dari PCM Turi yang turut hadir dalam kajian tersebut. Pentingnya kualitas ibadah, khususnya shalat. “Shalat harus dilakukan sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW, yakni di awal waktu, berjamaah di masjid, dan dengan kekhusyukan,” tuturnya. Ia menambahkan, pada bulan Ramadhan ibadah shalat harus lebih diintensifkan, baik shalat wajib maupun sunnah. “Shalat tarawih harus dilakukan secara istiqamah selama Ramadhan, bukan hanya semangat di awal bulan saja,” pungkasnya. Kajian ini diharapkan dapat menjadi pengingat dan bekal spiritual bagi jamaah PRM Girikerto dalam menyambut dan mengisi bulan Ramadhan dengan ibadah yang berkualitas serta penuh kesadaran iman. Rep   H. Agus NS PCM Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kolaborasi SD Muhammadiyah Banyuraden dan LazisMu UMY Tingkatkan Literasi Siswa

Gamping, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Banyuraden menyelenggarakan program pengembangan literasi siswa melalui kerja sama dengan layanan perpustakaan keliling Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) UMY. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam memperkuat budaya membaca dan pemerataan akses bahan bacaan bagi seluruh peserta didik. Kepala SD Muhammadiyah Banyuraden, Maria Ulfa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah berlangsung hampir dua tahun dan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI. “Karena jumlah siswa cukup banyak, layanan perpustakaan keliling dijadwalkan dua minggu sekali dengan dua sesi dalam satu hari, yakni sesi pertama pukul 08.15–09.30 dan sesi kedua pukul 10.00–11.30,” jelasnya, Rabu (4/2/2026). Maria Ulfa menegaskan, kehadiran perpustakaan keliling di lingkungan sekolah diharapkan menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan minat baca sekaligus meningkatkan kualitas literasi siswa. “Buku-buku yang disediakan menarik dan mudah dipahami, sehingga siswa lebih antusias membaca. Kegiatan ini mendorong perluasan wawasan serta melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif sejak dini,” ujarnya. Menurutnya, program tersebut juga menjawab tantangan keterbatasan akses bahan bacaan yang masih dialami sebagian siswa. Melalui layanan bergerak yang rutin, pemerataan literasi diharapkan dapat terwujud. “Membaca yang dikemas secara menyenangkan akan membentuk kebiasaan positif dan menjadi fondasi pembelajaran sepanjang hayat,” tambahnya. Layanan Perpustakaan Keliling (Pusling) LazisMu UMY hadir dalam bentuk kendaraan serbaguna roda tiga yang dimodifikasi sebagai perpustakaan bergerak. Kehadiran Pusling ini merupakan wujud apresiasi dari Bank Indonesia kepada LazisMu UMY atas capaian juara pertama dalam Festival Ekonomi Syariah se-Jawa Tahun 2023 di Surabaya. Melalui kolaborasi sekolah dan lembaga filantropi tersebut, SD Muhammadiyah Banyuraden menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan belajar yang literat, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan dasar. Rep Athiful Editor Arief Hartanto

Loading

Kajian dan Rapat PRM Tamanmartani Utara Bahas Sikap Warga Muhammadiyah terhadap Tradisi Sadranan serta Persiapan Ramadhan

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id PRM Tamanmartani Utara menyelenggarakan kegiatan kajian dan rapat rutin pada hari Senin, 2 Februari 2026, pukul 20.00 WIB, bertempat di rumah Bapak Heriyanto, Dalem Tamanmartani. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan warga Muhammadiyah PRM Tamanmartani Utara dengan suasana yang khidmat dan penuh keakraban. Acara diawali dengan kajian keislaman yang disampaikan oleh Drs. H. Agus Jati Susilo dari Cageran, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Dalam kajiannya, beliau mengangkat tema “Sikap Warga Muhammadiyah terhadap Tradisi Sadranan”. Pemateri menjelaskan bagaimana warga Muhammadiyah sebaiknya menyikapi tradisi sadranan yang berkembang di masyarakat dengan tetap berpegang pada tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah, serta mengedepankan nilai dakwah, kebijaksanaan, dan akhlak mulia dalam bermasyarakat. Kajian ini memberikan pemahaman yang mencerahkan serta menjadi bahan refleksi bagi jamaah dalam menyikapi tradisi lokal secara bijak. Setelah kajian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat PRM Tamanmartani Utara. Rapat diawali dengan sambutan Ketua PRM Tamanmartani Utara, yang menekankan pentingnya kebersamaan, soliditas pengurus, serta kesiapan PRM dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Agenda utama rapat membahas rencana kegiatan Ramadhan, yang meliputi: Melalui rapat ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi warga Muhammadiyah maupun masyarakat sekitar. Kegiatan kajian dan rapat PRM Tamanmartani Utara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh program yang telah direncanakan mendapat kemudahan dan keberkahan dari Allah SWT. Rep Tomi Nugraha

Loading

Peletakan Batu Pertama Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean

Godean, Pdmsleman.Or.Id Bertempat di lahan seluas 2.284 m2 tepatnya di timur kantor Kapanewon Godean pada Sabtu, 31 Januari 2026 telah sukses diadakan peletakan batu pertama atau groundbreaking gedung dakwah Muhammadiyah Godean. Dalam acara yang digagas oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean dan KL Lazismu Godean, peletakan batu pertama dilakukan oleh Lurah Sidoagung Edi Utomo, ketua PCM Godean Haris Darmawan, wakil PDM Sleman H. Darojat Nuur Ahmad, tokoh Muhammadiyah Hadi Suprapto dan Supriyanto, serta sesepuh Aisyiyah Ismiati Adib Susilo, serta Kyai Saebani dari Bantul. Dalam pengajian setelah peletakan batu pertama disampaikan oleh Kyai Saebani dari Bantul. Beliau menyampaikan bahwa ada “5 I” agar tidak tergoda syaiton dalam kehidupan Pertama, Isti‘anah, yakni memohon pertolongan kepada Allah (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ) Kedua, Isti‘adzah yakni berlindung kepada Allah dari godaan setan (A‘ūdzu billāhi minas-syaithānir-rajīm) Ketiga, Istighfar yakni memohon ampun kepada Allah, larena dosa adalah pintu masuk setan, Keempat, Ikhlas, yakni memurnikan niat hanya karena Allah, Setan tak berdaya menghadapi hamba yang ikhlas Kelima, Istiqamah yakni konsisten dalam kebaikan dan ketaatan, Bukan hanya semangat di awal, tapi terus dijaga Kyai Syaebani juga menyampaikan bahwa”Muhammadiyah itu ada karena kerjasama dengan kompak, harus sehat, orang dulu itu “la tahdhop”, jangan mudah marah. Papar Kyai Syaebani yang menyampaikan dengan penuh kelucuan. Diakhir pengajian disampaikan bahwa orang Muhammadiyah itu tujuan utamanya adalah mengajak ke surga secara bersama-sama kenapa? Karena mau cari apa di Muhammadiyah itu, nyari uang gak ada karena adanya urunan dan tombok, mau cari nama? gak ada nama atau jeneng di Muhammadiyah itu, di Muhammadiyah itu hanya mencari pahala atau ridho Allah. Dengan peletakan batu pertama ini semoga dimudahkan untuk peletakan kedua, ketiga dan seterusnya, pungkas Kyai Saebani Sebelumnya dalam sambutannya ketua PCM Godean, Haris Darmawan menyampaikan bahwa kita yakin akan mampu dan optimis memanfaatkan lahan ini untuk gedung dakwah Muhammadiyah Godean. Selanjutnya ketua menyampaikan bahwa besok Sabtu, 7 Februari 2026 InsyaAllah akan diadakan Pengajian Hari Bermuhammadiyah se-Sleman bertempat di eks Relaksasi Pasar Godean Berjo Sidoluhur yang InsyaAllah akan dihadiri 5.000 undangan. Sedangkan Lurah Sidoagung Edi Utomo menyampaikan bahwa lahan ini bermula saat tahun 2014 dimana saat itu menjadi Lurah di awal periode, ada warga yang akan menjual lahan sawah seluas 2.284 m2 kemudian bersama ketua PCM Godean waktu itu yakni Drs. Robingun menghadap untuk menindaklanjuti dan langsung deal. Sehingga pak Lurah optimis bahwa warga Muhammadiyah Godean akan mampu mewujudkan sebelum masa jabatan sebagai lurah berakhir 2029, harap Lurah Edi Utomo yang juga kader Muhammadiyah. Kegiatan dihadiri 250 undangan dan muzakki Lazismu Godean. Acara ditutup dengan doa dan penghargaan bagi pengumpul zakat terbanyak dari Lazismu Godean diantaranya kepada Muji Suprapto dari Sidoluhur sebagai pengumpul terbanyak. Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd  PCM Godean KS SMP muhammadiyah 2 Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading