Pengukuhan Pengurus Kebun Bibit Balai Benih Muhammadiyah masa jabatan 2024-2027

Turi, Pdmsleman.or.Id Kawasan sabuk Merapi sisi selatan, yakni Turi dan Pakem merupakan cacthment area bagi kita yang berada di perkotaan, baik Sleman, Jogja, maupun Bantul. Kesadaran ini diwujudkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) melalui Majelis Lingkungan Hidup (MLH), mengukuhkan Pengurus Kebun Bibit Balai Benih Muhammadiyah masa jabatan 2024-2027 dan yang mengukuhkan adalah DR. Sapardiyono Wakil Ketua PWM DIY yang digelar di Turi, Sleman pada Minggu, 9 Juni 2024. “Didirikan pada 2019, Kebun Bibit Muhammadiyah dimaksudkan sebagai wahana produksi sekaligus pemasaran bibit holtikultura dan bibit lainnya, serta sebagai kebun edukasi, tak hanya itu, Kebun Bibit Muhammadiyah juga diharapkan dapat menjaga vegetasi di daerah tangkapan air (water catchment area) agar tidak rusak”, kata Ketua Pengelola Kebun Bibit Balai Benih Muhammadiyah, Totok Pratopo. “Sehingga kalau hutan atau vegetasi di daerah hulu ini rusak, maka ancamanya adalah gangguan air minum bagi warga yang tinggal di sisi selatan,” kata dia lagi. Totok menuturkan, jumlah lahan yang akan dikelola oleh Balai Benih Muhammadiyah di Turi adalah seluas seperempat hektare atau 2400 meter persegi. Kebun tersebut sudah ditanami berbagai macam aneka buah sejak lima tahun lalu. Kedepan, Pengurus Kebun Bibit Balai Benih Muhammadiyah akan membudidayakan serta memperbanyak koleksi tanaman-tanaman buah yang langka dan banyak diminati. “Sehingga warga persyarikatan (Muhammadiyah) yang menghendaki untuk menanam atau menghijaukan kawasan bisa mendapatkan bibit dengan mudah dan dengan senang hati menerima,” tandas Totok. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PWM DIY Ahid Mudayana menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari dakwah lingkungan yang dilakukan Muhammadiyah. Dia menambahkan, kebun bibit yang berjalan sejak lima tahun silam ini akan ditanami pohon-pohon yang sudah jarang ditemui, seperti Nangka, kluwih, cempedak, dan lain sebagainya. “Sehingga pohon-pohon yang semakin jarang kita lihat itu, tetap bisa nikmati keberadaannya. Dan semoga ini bisa berjalan dengan baik sehingga nanti bisa kita budidayakan menjadi banyak dan itu bisa diberikan kepada warga Muhammadiyah dan warga Daerah Istimewa Yogyakarta,” tutur Ahid. Pada kesempatan itu, Ahid juga mengucapkan selamat kepada Totok Pratopo beserta para Pengurus Kebun Bibit Balai Benih Muhammadiyah yang baru saja dikukuhkan. “Semoga dengan dikukuhkannya ini menambah ghirah semangat kita terus berdakwah, khususnya dalam melestarikan lingkungan di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ucap Ahid.   Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY Sapardiyono mengatakan, budidaya bibit pohon di kebun Balai Benih Muhammadiyah merupakan program yang sangat bermanfaat bagi umat manusia.  Sebagaimana disampaikan Jenal A. Nurfalah, Sekretaris MLH PWM DIY kepada Arief Hartanto pada Ahad disela-sela acara. “Pohon itu mempunyai arti yang sangat luar biasa berguna bagi umat manusia. Jadi kita menanam pohon itu sesungguhnya menanam masa depan. Tidak hanya sekedar (bermanfaat) secara ekonomi, tapi pohon itu nantinya akan mengurai CO2 menjadi oksigen, sehingga bisa turut mengurangi panas bumi,” tuturnya. Selain itu, tambah Sapardiyono, pohon juga berfungsi sebagai ‘rumah’ berbagai macam hewan, sehingga kemudian menimbulkan suatu ekosistem baru. “Jadi, sesungguhnya menanam pohon itu tidak sekedar kita menanam dan menghasilkan ekonomi yang banyak, tapi juga dalam rangka melestarikan bumi,” tandasnya. Hadir pula dalam kesempatan itu ketua PDM Sleman H. Harjaka, Ketua MLH sleman H. Kusno Wibowo, MLH se DIY, PCM, PCA Turi dan KOKAM dalam acara yang berlangsung ditengah nuansa kebun asri di Ngentak Bangunkerto Turi. Reportase Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman

Loading

Hari Bermuhammadiyah -Silaturrahim & Pengajian PDM Sleman-Gedung Dakwah PCM Turi-Jum’at 7 Juni 2024

Loading

Strategi di Balik Lezatnya Bisnis Hewan Kurban

Turi, Pdmsleman.Or.Id Oleh: H. Akhmad Khairudin, S.S., M.B.A. (Majelis Ekonomi PCM Turi) Idul Kurban atau Hari Raya Kurban merupakan salah satu hari raya besar dalam Islam yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Islam. Hari raya ini ditandai dengan pemotongan hewan kurban yang dilakukan oleh umat Muslim yang mampu. Dengan adanya momentum tersebut, terdapat fluktuasi yang signifikan antara permintaan hewan kurban dan ketersediaan hewan kurban mendekati hari raya tersebut. Secara makro, equilibrium pada mekanisme pasar hewan kurban dapat tercapai apabila jumlah ketersediaan hewan kurban sebanding dengan jumlah permintaan pada kondisi harga tertentu. Pada tahun 2022, terjadi kelangkaan ketersediaan sapi di Surabaya karena ancaman wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Kelangkaan ini bukan hanya disebabkan oleh banyaknya hewan ternak yang mati akibat wabah tersebut, tetapi juga karena ketatnya distribusi akibat isu PMK. Akibatnya, penjualan sapi di Kota Surabaya mengalami penurunan omzet mencapai 50% dan kenaikan harga sapi di daerah sekitar. Fenomena ini menjadi tantangan bagi peternak, penjual hewan, atau penyedia untuk menyeimbangkan ketersediaan menjelang Idul Adha. Pada tahun 2023, berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, terdapat ketersediaan hewan kurban mencapai 2,7 juta ekor. Ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha dapat dihitung melalui penghitungan jumlah hewan yang tersedia di pasar dan peternakan, proyeksi kebutuhan hewan kurban, dan ketersediaan berdasarkan jenis hewan. Melihat fenomena di atas dengan memperhatikan nilai permintaan (demand) dan ketersediaan (supply), bisnis sapi dan hewan kurban lainnya tampak sangat menggiurkan karena terjadi lonjakan permintaan pada musim kurban. Apakah hal tersebut cukup valid untuk terus bertahan bagi para peternak, blantik, atau penjual sapi untuk berkecimpung dalam bisnis tersebut, atau banyak peternak unggas yang akan beralih ke peternakan hewan kurban? Perlu strategi yang tepat untuk dapat berbisnis secara berkelanjutan. Analisis Struktur Industri Bisnis Hewan Kurban di Indonesia Menurut teori Porterian, yaitu Porter’s Five Forces atau Lima Pilar Porter, kerangka kerja ini digunakan untuk menganalisis tingkat persaingan dalam suatu industri dan membantu memahami struktur pasar. Berikut ini adalah implementasi Teori Porter dalam menganalisis struktur pasar sapi dan hewan kurban di Indonesia: 1. Kekuatan Persaingan Antar Perusahaan (Rivalry Among Existing Competitors) Pasar hewan kurban, khususnya sapi di Indonesia, terdiri dari banyak peternak kecil hingga perusahaan besar yang menyediakan hewan kurban. Tingkat persaingan di pasar ini cukup tinggi, terutama menjelang Idul Kurban, di mana permintaan melonjak tajam. Harga dan kualitas hewan kurban menjadi faktor utama persaingan. Peternak dan penjual yang mampu menyediakan hewan dengan kualitas baik dan harga kompetitif cenderung lebih unggul dibandingkan yang hanya asal menyediakan hewan dan mematok harga di atas pasar. Agar lebih unggul, peternak dan penjual harus memahami harga sapi saat menjelang Idul Kurban, memberikan layanan tambahan seperti jasa antar, atau menyediakan jasa penyembelihan dan distribusi hewan kurban. 2. Ancaman Pendatang Baru (Threat of New Entrants) Masuknya pendatang baru ke pasar sapi dan hewan kurban relatif mudah karena tidak memerlukan modal besar untuk memulai peternakan kecil. Namun, beberapa faktor seperti skala ekonomi, reputasi, dan jaringan distribusi yang dimiliki oleh pemain lama bisa menjadi hambatan (barrier) bagi pendatang baru. Selain itu, regulasi pemerintah terkait kesehatan dan kesejahteraan hewan juga menjadi tantangan tersendiri. Pendatang baru biasanya terlalu emosional dalam penyediaan hewan kurban tanpa memahami regulasi dan mekanisme operasional di sekitarnya. Aspek teknis, strategi pemasaran, dan kekuatan finansial juga harus terukur agar dapat bersaing dengan aktor yang sudah lama bermain di dunia perdagangan ini. Seringkali peternak kalah taktik dengan blantik/penjual sapi karena tidak memahami penjualan dan buta terhadap kalkulasi finansial dan operasional. 3. Ancaman Produk atau Jasa Pengganti (Threat of Substitute Products or Services) Ancaman dari produk pengganti (substitution) di pasar sapi dan hewan kurban relatif rendah karena hewan kurban memiliki nilai religius dan simbolis yang tidak dapat digantikan oleh produk lain. Namun, variasi jenis hewan kurban (kerbau, kambing, domba) dapat menjadi pilihan substitusi bagi konsumen, tergantung pada harga dan preferensi budaya. Di Kudus, Jawa Tengah misalnya, kerbau, kambing, dan domba lebih dominan daripada sapi. Artinya, tidak ada pengganti hewan kurban yang signifikan di pasaran sehingga tidak mengakibatkan sapi tergantikan dan berpengaruh langsung terhadap harga sapi. 4. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok (Bargaining Power of Suppliers) Pemasok utama di pasar ini adalah peternak yang menyediakan hewan kurban. Kekuatan tawar menawar pemasok tergantung pada jumlah peternak di suatu wilayah dan kemampuan mereka untuk mempengaruhi harga. Di daerah dengan banyak peternak, kekuatan tawar menawar pemasok cenderung rendah karena persaingan yang tinggi. Sebaliknya, di daerah dengan sedikit peternak, kekuatan tawar menawar bisa lebih tinggi. Di sinilah perusahaan transporter atau cargo dan pedagang sapi mendapat keuntungan dengan bermain di daerah yang memiliki ketersediaan rendah namun permintaan tinggi. Seperti di Kalimantan, misalnya, banyak hewan didatangkan dari Sulawesi guna memenuhi permintaan dan banyaknya orang yang mampu menunaikan kurban di daerah tersebut. 5. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Bargaining Power of Buyers) Pembeli dalam pasar sapi dan hewan kurban terdiri dari individu, kelompok masyarakat, dan organisasi ketakmiran masjid. Kekuatan tawar menawar pembeli meningkat menjelang Idul Kurban karena banyaknya pilihan hewan kurban yang tersedia. Pembeli cenderung memilih hewan berdasarkan kualitas, harga, dan layanan tambahan seperti pengiriman dan penyembelihan. Pembeli yang membeli dalam jumlah besar, seperti masjid atau lembaga amal, memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih besar dibandingkan pembeli individu. Seharusnya dengan adanya segmentasi konsumen tersebut, penjual harus lebih sensitif terhadap pembeli. Menjual dengan institusi atau organisasi yang notabene melakukan pembelian secara kolektif akan berpengaruh terhadap kenaikan omzet daripada pembeli individu. Pebisnis harus memahami bagaimana memberikan pelayanan lebih dengan mengorientasikan kepada kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Dengan begitu, kekuatan besar yang dimiliki para pembeli untuk memilih dagangan dan penyedia tidak akan mudah beralih ke lain hati. Implementasi dalam Analisis Struktur Pasar Sapi dan Hewan Kurban di Indonesia Pengimplementasian Teori Porter dalam analisis pasar sapi dan hewan kurban di Indonesia, terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh yaitu: Mengumpulkan data mengenai jumlah peternak, volume penjualan, harga hewan kurban, dan tren permintaan selama beberapa tahun terakhir. Dengan begitu, tidak hanya data permintaan dan supply yang dapat diketahui, tetapi juga dapat melakukan estimasi berdasarkan referensi demografi pula. Mengidentifikasi pemain utama di pasar, strategi yang digunakan, dan tingkat persaingan. Sebagaimana berlayar di lautan bisnis, ukuran kapal kita dan ukuran serta jumlah kapal lainnya harus terukur. Dengan kapal yang …

Loading

Tasyakuran Kelulusan SMK Muhammadiyah 2 Turi, Bersyukur dengan Perbaikan Mutu Pendidikan dan Lulusan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pengumuman Kelulusan tingkat SMA/K di SMK Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah 2 Turi Ngablak dilaksanakan Senin, 06 Mei 2024. Acara ini sekaligus dirangkai dengan tasyakuran purna siswa tahun ajaran 2023/2024. Pada kesempatan ini Pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, PCM Turi, Pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Turi, PRM Sidorejo dan Perwakilan dari Kapolsek Turi turut hadir membersamai selama acara berlangsung. Nuansa bermuhammadiyah, kesederhanaan, kidmat, dan berbudaya mewarnai acara tasyakuran. Acara diawali dengan tampilan opening dari Tapak Suci. Kemudian siswa yang purna memasuki ruang aula dengan iringan musik trasional Jawa dan dipandu oleh dua anggota Pasukan Paskibra. Nuansa budaya juga terasa dari tarian tradisional Jawa yang dibawakan oleh siswi kelas XI dan XII. Pembawa acara membawakan rangkaian acara dalam bahasa Jawa, Indonesia dan Jepang yang merupakan salah satu program keunggulan di SMK Muhammadiyah 2 Turi. Pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman sekaligus Pengawas Dikpora DIY, Mujiono, S.Pd.M.Hum. berkenan memberikan hasil belajar siswa dan menyampaikan sambutan. “Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada anak-anak yang telah lulus. Terapkanlah ilmu yang sudah kalian dapatkan dengan baik dan datanglah kembali ke sekolah untuk memberikan praktik baik sebagai contoh untuk adik-adik kelas, “pesan beliau kepada siswa purna diakhir sambutannya. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi, Pamuji Sri Subekti, S.Si. dalam salam sambutannya juga menyampaikan pesan kepada para lulusan. “Bawalah pelajaran apapun yang baik dari sekolah ini dan lanjutkanlah praktik baik dari sekolah di masyarakat agar membawa kebaikan dunia akhirat kalian. Namun tinggalkanlah apa-apa yang menurut kalian buruk di sini agar kami dapat memperbaikinya,”ucapnya. SMK Muhammadiyah 2 Turi terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mutu lulusan. Terbukti lulusan saat ini beberapa siswa sudah bekerja, contoh lulusan Teknik Audio Video, Hafid yang bekerja di bidang multimedia, Aurelia bekerja dibidang pendidikan sebagai guru honor dan Baqir dinyatakan diterima di AMIKOM. Beberapa siswa Keperawatan di terima di Poltekkes dan beberapa juga sedang berjuang untuk dapat masuk universitas. Nilai terbaik 1, 2, dan 3 Keperawatan mendapat beasiswa melanjutkan di  Universitas Permata Indonesia. Bahkan siswa kelas XI Keperawatan tahun 2024 ini, atas nama Erista Pangesti sudah diterima sebagai karyawan di salah satu klinik di swasta Pakem. UNISA juga berkenan memberikan beasiswa pendidikan kepada peserta lomba LKS Keperawatan atas nama Lailatul Hasanah kelas X yang mendapat Juara Harapan 1. Reportase Pamuji Subekti S.Si KS SMKM Muhammadiyah 2 Turi Editor Arief Hartano MPI PDM Sleman

Loading

Syawalan dan Halal Bil Halal (PRM), (PRA), dan AMM Wonokerto II Turi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), dan AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) Wonokerto II menggelar acara Syawalan dan Halal Bil Halal pada hari Sabtu, 4 Mei 2024 pada waktu ba’da Isya di Masjid As Sholeh Dusun Garongan Kembang, Wonokerto, Turi, Sleman. Acara tersebut dihadiri H. Muhammad Isnawan, SE., MPH. selaku perwakilan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Yogyakarta. Dihadiri ratusan jama’ah yang berasal dari Mushola Al Hidayah Ledok Garongan Timur, Masjid As Sholeh Pusung, Masjid Al Huda Pojok, dan Mushola Al Hidaya Projayan, acara tersebut berlangsung dengan lancar dan kepanitian kegiatan sangat rapih yang pelaksanaannya dilakukan sepenuhnya oleh seluruh AMM Wonokerto II. Menurut Anton Kurniawan,S.Farm., Apt. selaku Pembina/penggerak AMM dan juga Sekertaris PRM Wonokerto II, “ keterlibatan langsung pemuda-pemudi dalam acara tersebut sangat penting dikarenakan selain mendidik kader muda-mudi Muhammadiyah, masih banyak program-program PRM dan PRA Wonokerto II yang membutuhkan kepiawaian dan kelincahan generasi milenial untuk menunjang operasional maupun menghidupkan semangat muda saat Ramadhan di bulan berikutnya”. Acara tersebut dibuka oleh dua pembawa acara yaitu sdr. Tofa dan Triatmojo yang terlihat piawai di depan publik karena pemuda tersebut saat Ramadhan maupun di hari-hari biasa sudah terbiasa membawakan kultum di mushola maupun masjid. Acara diawali dengan Sambutan oleh Drs. Suwanto selaku perwakilan PRM Muhammadiyah Wonokerto II, dilanjutkan pembacaan tilawah ayat suci Alquran QS. Ali ‘imran 133 dari AMM Wonokerto II pula. H. Muhammad Isnawan, SE., MPH. berpesan kepada jamaah untuk terus menjaga keistiqomahan untuk terus beribadah bukan hanya di bulan Ramadhan saja akan tetapi juga di bulan-bulan berikutnya. “ Menurutnya, Istiqomah dengan bilangan yang sedikit namun stabil itu lebih baik daripada hanya sekali dengen bilangan banyak namun tak nampak lagi atau berhenti” imbuhnya. Pengalamannya sebagai direktur di RS. PKU Yogyakarta berpesan jika kita mengkalkulasikan nikmat kesehatan, tentunya Allah SWT telah berfirman secara berulang-ulang dalam surat Ar Rahman: فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ Artinya: Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan. Ayat ini diulang 31x di dalam surat tersebut dengan maksud sindiran Allah SWT kepada kita untuk bisa bersyukur atas nikmat yang tidak terhitung tersebut. Jika nikmat kesehatan dianalogikan selayaknya pasien yang sakit dan membutuhkan Oksigen (O2) beserta perawatan secara intensif di ICU, maka apabila pasien membutuhkan biaya perawatan rata-rata Rp 500.000 perhari termasuk kebutuhan Oksigen, maka pengeluaran per bulannya sudah mencapai Rp15.000.000. Pertanyaannya berapa nominalnya jika kita diberi hidup selama 60 tahun? Tanya beliau kepada jamaah. Artinya, apabila kita diberikan kesehatan dan nikmat atas gratisnya Oksigen (O2) Allah SWT, cara yang terbaik bagi kita adalah mensyukurinya. Bentuk Syukur itu harus kita wujudkan dengan bentuk amal sholeh diantaranya melakukan ibadah-ibadah wajib dan meningkatkan ibadah sunnah seperti puasa sunnah Syawal 6 hari, Senin dan Kamis, Daud, Ayyamul Bidh, dan Puasa 10 Assyura. Bentuk ibadah lainnya juga harus kita pelihara seperti pentingnya sholat berjamaah dan mengajak kebaikan dimulai dari lingkungan terkecil yaitu lingkungan keluarga. Secara rasional, Ustad H. Muhammad Isnawan menegaskan jika kita sebagai umat Muslim menginginkan surga, maka mulai sekarang harus dipersiapkan. Selain menjelaskan pentingnya ibadah-ibadah tersebut, kita harus cerdas dalam menjalankannya. Artinya, butuh ilmu untuk mengetahui tatacara ataupun Fiqih dalam sholat, berpuasa, dan amalan-amalan lainnya agar ibadah kitab isa optimal dan tidak rugi waktu dan tenaga. Sebagai contoh, bacaan Basmallah sendiri jika dihitung pahalanya berjumlah 180, sangat rugi apabila kita melafalkannya dalam kondisi munfarid (sendiri). Di sinilah pentingnya sholat berjamaah di masjid yang pahalanya lebih banyak daripada sholat sendirian di rumah. Imbuhnya, terlebih lagi apabila surat yang dibaca dalam sholatnya Panjang maka berlipat-lipat pula pahala amalan sholat berjamaah kita. Pengajian tersebut berjalan dengan lancar meskipun jumlah peserta melebihi kapasitas masjid yang sudah disediakan. Panitia mengantisipasinya dengan menyediakan tenda tambahan apabila terjadi luapan peserta atau situasi hujan. Menurut Drs. Suwanto, Masjid ini inshaAllah akan direnovasi secepatnya di bulan ini karena selain dapat menampung jamaah gabungan yang lebih banyak dari Garongan Ledok, Pojok, dan Projayan dalam acara serupa, kita juga berupaya memaksimalkan untuk dapat memfasilitasi bukan hanya jamah kita sendiri saja, namun juga jamaah musafir ataupun kunjungan wisatawan dari Desa Wisata Garongan misalnya yang ingin mengikuti sholat jumat di masjid As Sholeh Garongan atau kajian Minggu Pagi yang dihadiri jamaah se Wonokerto. Syawalan dan halal bil halal yang pada hakikatnya adalah menjalin silaturahmi sesama muslim, sebagai bentuk ibadah “hablu minannas” sudah selayaknya kita harus pula berkomunikasi untuk mentransfer semangat ibadah-ibadah kepada muslim yang lain. Inilah esensi kepengurusan PRM/PRA Wonokerto II beserta Ortomnya untuk berkiprah lebih intensif dalam upaya peningkatan pelayanan jamaah masjid melalui program-programnya. Seluruh pengurus PRM dan PCA, beserta ortomnya saat ini ingin terus melakukan meningkatkan pelayanan terhadap jamaah khususnya di lingkup Wonokerto II bukan hanya sebatas acara seremonial seperti pengajian akbar, namun kita memfasilitasi pula sebagai contoh dalam pelaksanaan qurban, yaitu dengan program Tabungan Qurban. Dengan program tersebut jamaah bisa melakukan perencanaan qurban 1(satu) tahun sebelumnya dengan cara menabung setiap bulannya dengan nominal yang sudah ditetapkan. Hasil Tabungan Qurban tersebut kemudian diakumulasikan dan digabungkan dengan sohibul qurban lainnya untuk memenuhi pembelian hewan Qurban. Menurut Arwan Arifin, selaku pengurus PRM Wonokerto II yang puluhan tahun berkecimpung dalam pelaksanaan program-program PRM dan kegiatan masjid, evaluasi setelah pelaksanaan program itu penting bagi kami sebagai bentuk perbaikan yang terus-menerus untuk menyempurnakan dalam kegiatan berikutnya. Kaderisasi AMM ini juga perlu dilibatkan karena membawa dampak positif yang signifikan atas kelancaran pelaksanaan kegiatan PRM/PRA Wonokerto II. Dengan begitu semangat “fastabiqul qairat” bisa kita tanamkan pada pemuda-pemudi untuk lebih terarah. Reportase  H. Ahmad Khaorudin MBA  PRA Wonokerto 2, MPI PDM Sleman Editor  : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

#SholatIdulFitri Rabu #1Syawal 1445 H/10 April 2024 PHBI PRM Sidoharjo Lapangan Ngablak Bangunkerto

Muhammadiyah Turi Turi, Pdmsleman.Or.Id

Loading

Buka Bersama Pemuda Muhammadiyah Turi dan Nasyiatul Aisyiyah Turi: Mempererat Tali Silaturahmi dalam Keharmonisan Beragama

Turi,  Pdmsleman.Or.Id Senin tanggal 1 April 2024, Pemuda Muhammadiyah Turi dan Nasyiatul Aisyiyah Turi dalam rangkaian kegiatan menyambut Ramadhan 1445 H menyelenggarakan acara buka bersama di halaman rumah Mastoni Guna di Ganggong, Bangunkerto, Turi, Sleman , seorang bapak muda yang telah aktif lama di AMM maupun KOKAM Turi. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 50 orang dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk pemuda, remaja, dan ibu-ibu yang tergabung dalam Nasyiatul Aisyiyah. Menurut Dyah Kinanthi salah satu dari PCNA Turi menyampaikan “ kegiatan buka bersama ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota serta memperkuat kebersamaan dalam menjalankan ajaran agama”. Acara ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial, di mana para peserta dapat saling berbagi rezeki dengan sesama. Hadir pula Azis Yon Haryono M.Si PCPM Turi, sejumlah KOKAM, Yunda PCNA. Selain berbuka puasa bersama, acara ini juga diisi dengan tausiyah dari ustadz setempat yang membahas tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Sementara Ustadz muda Iqbal M Ridho alumni MBS Prambanan yang juga hafidz Qur’an ini menyampaikan betapa kader Angkatan Muda Muhammadiyah Turi bisa menjadi kader terbaik, kader kebanggaan dan selalu siap sedia dan selalu bergembira. Hal ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam membangun umat yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi sesama. Edy Purwanto, S.Pd dari Majelis MPKSDI PCM Turi yang hadir dalam kesempatan tersebut berharap “ agenda ini dapat menjadi awal yang baik untuk terus meningkatkan kegiatan ber Muhammadiyah memperkuat kembali semangat persaudaraan dan kebersamaan angkatan muda Muhammadiyah serta menjadi ladang amal yang bermanfaat bagi kita semua.” Reportase : Ellien Delinov AMM Turi Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading