PDM Sleman Terima Mubaligh Hijrah Dari UNISA

Sleman,Pdmsleman.Or.Id Sebanyak 16 peserta Mubaligh Hijrah (MH) diserahterimakan oleh Majelis Tabligh PWM DIY kepada Majelis Tabligh PDM Sleman, Sabtu, 9 Maret 2024, di aula PDM Sleman. Serah terima dilakukan oleh Dr. Irsyadunnas dan Ust. Anwar dari MT PWM DIY, serta SL Linawati, MSI, dari Unisa, kepada MT PDM Sleman yang diwakili oleh M. Wildan Wahied dan Drs. H. Suwandi. Irsyadunnas mengatakan, “program Mubaligh Hijrah itu sendiri merupakan kegiatan rutin PWM DIY yang dijalankan Majelis Tabligh, serta dilakukan setiap tahun pada bulan Ramadhan. Selain untuk memberikan pendampingan keagamaan bagi masyarakat, program ini menjadi ajang menempa diri para peserta secara mental maupun spiritual”. Sedangkan pendamping program dari Unisa, SL Linawati “ menjelaskan, peserta program Mubaligh Hijrah yang ditempatkan di Sleman tersebut seluruhnya putri. Mereka merupakan mahasiswi dari berbagai fakultas di Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) yang direkrut melalui proses seleksi, meliputi baca Al-Quran, kultum dan wawancara”.  Sebelum diterjunkan, para peserta tersebut mendapat pelatihan di kampus Unisa, kemudian masih ditambah dengan pembekalan dari PWM DIY selama dua hari. Pembekalan ini, bertempat di asrama haji Yogyakarta bersama ratusan peserta Mubaligh Hijrah lainnya se-DIY. Ketua MT PDM Sleman, Wildan Wahied berharap, “program Mubaligh Hijrah ini dapat meringankan beban para pengelola masjid, terutama dalam hal pendampingan agama kepada anak-anak dan remaja selama Ramadhan ini”. Untuk selanjutnya, para peserta MH tersebut diterjunkan di berbagai masjid dan panti asuhan di lingkup PDM Sleman, yaitu di PCM Sleman, Depok, Seyegan, Godean, dan Gamping selama 20 hari sejak awal Ramadhan.  Di tempat pengabdiannya tersebut para peserta Mubaligh Hijrah akan melaksanakan berbagai kegiatan yang dilakukan bersama takmir dan remaja masjid, mulai dari mengasuh TPA hingga mengelola kegiatan lainnya.   Reportase  Wildan Wahid S.HI  MT PDM Sleman Edditor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MoU PDM Sleman dengan FEB UNY Yogyakarta dan Best Practice Strategi PPDB 2024/2025

Sleman, Pdmsleman.or.Id Bertempat di Auditorium FEB UNY Yogyakarta pada Sabtu, 9 Maret 2024 telah ditandatangani MoU (Memorandum of Understanding) antara PDM Sleman dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta. Penandatanganan MoU dilakukan oleh ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, M.A. dan Dekan FEB UNY Yogyakarta Prof. Dr. Siswanta, M.Pd Dalam sambutannya Dekan FEB UNY Yogyakarta Prof Dr. Siswanto, M.Pd menyampaikan “ ucapan terima kasih kepada PDM Sleman dan terkhusus Majelis Dikdasmen dan PNF dimana kerjasama ini merupakan bentuk yang saling menguatkan dimana kiprah Muhammadiyah menjadi sesuatu yang harus dicontoh dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan dunia pendidikan dimana pendidikan Muhammadiyah sebagai tempat pendidikan, layanan masyarakat, ladang dakwah dan kaderisasi”. Selanjutnya ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, M.A., menyampaikan dalam penguatan  ideologi Muhammadiyah kepada para hadirin yakni terdiri dari kepala sekolah SD, SMP, SMA/K Muhammadiyah se-Sleman serta Majelis Dikdasmen dan PNF PCM, bahwa sebagai orang Muhammadiyah harus berfikir sehingga dalam memasuki Bulan Suci Ramadhan juga harus berfikir  diantaranya; Pertama, Yahdur bil ‘ibadah yakni beribadah itu harus ada dasarnya tidak grubyak grubyuk. Kedua, yahdur fil ‘ilmi, orang Muhammadiyah itu harus dengan Ilmu. Termasuk dalam penentuan 1 Ramadhan ataupun hari raya misalnya itu juga dengan Ilmu. Kebetulan H. Harjaka dulu juga alumni IKIP jurusan Matematika  sekarang menjadi UNY juga menerapkan ilmu matematika yang dikenal dengan bilangan kapsilon jika lebih dari nol tetap positif sehingga sudah lebih dan masuk bilangan baru. Selain itu jika kita mau membuktikan nanti malam dengan HP, jika belum masuk jam 12 kurang 1 menit maka kalender belum pindah tanggal baru, begitu masuk 00 maka sudah masuk  tanggal baru. Ketiga, yahdur fi ruh. Ruh keislaman kita siapkan dan perlu dipersiapkan ruh kita. Keempat, yahdur fil Badan, dipersiapkan badan kita untuk memasuki Bulan Ramadhan. Kelima, yahdur fil maal. Kita siapkan dengan harta. Orang Muhammadiyah itu Istiqomah memiliki 5 juga yakni: 1. Istiqomah fil Ibadah, 2. Istiqomah fil aqidah, 3. Istiqomah fil maisyatil thoyibah, 4. Istiqomah fil silaturahmiyah, 5. Istiqomah fil akhlaqil karimah. Setelah itu sebagai key notes speaker disampaikan oleh Drs. H. Ery Widaryana, M.M selaku kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman memberikan motivasi untuk terus menyatukan pendapat bersama-sama mengembangkan pendidikan di Sleman. Bagaimana mengembangkan pendidikan Muhammadiyah? Marilah terus meningkatkan pelayanan pendidikan sebaik-baiknya. Terkait fasilitasi terus ditingkatkan dan tentu sesuai regulasi. Dalam pengelolaan pendidikan mari kita cari barokahNya, papar Drs. H. Ery Widaryana, M.M. menguatkan apa yang disampaikan oleh H. Harjaka. Selanjutnya pak Ery mengajak untuk terus meningkatkan keimanan dan akhlaq yang baik dalam menjalankan amanah sebagai pendidik. Silahkan persiapkan PPDB dengan sebaik-baiknya di lingkungan Muhammadiyah. Acara selanjutnya berupa penyampaian Best Practice dari SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring Muntilan dan dari SMK Muhammadiyah Imogiri. Masing-masing menyampaikan kiat dan strategi program PPDB. Reportase  H. Wahdan Arifudin S.PD  KS SMPM 1 Tempel, Sekjen MPI PDM Sleman

Loading

Rakor LPCRPM PDM Sleman: Sinergi dalam Meningkatkan Gerakan Dakwah di Grassroots

 Gamping, Pdmsleman.Or.Id Pada Sabtu, 9 Maret 2024, aula Masjid KH Sudja’ Kompleks RS PKU Muhammadiyah Gamping menjadi saksi terjadinya Rakor (Rapat Koordinasi) LPCRPM PDM Sleman. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari Muhammadiyah, termasuk Ketua PDM Sleman yang membidangi LPCRPM, Ust Nashirun, Ketua PCM Sekabupaten Sleman, serta anggota LPCRPM. Dalam sambutannya, Ust Nashirun menekankan pentingnya kolaborasi, sinergi, dan peningkatan komunikasi antar pimpinan sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas gerakan dakwah di tingkat cabang. “Kita perlu bersatu dan bekerja sama untuk menghadapi tantangan dalam memperkuat jaringan Muhammadiyah di grassroots,” ujar Ust Nashirun dengan penuh semangat. Selain itu, Rakor ini juga menjadi forum untuk pembekalan dan sosialisasi mengenai Cabang Ranting Unggul serta instrumen dan penilaiannya. Ketua LPCRPM PWM DIY, Ust Agus Yulianto, turut memberikan materi terkait hal tersebut, memberikan wawasan yang lebih mendalam bagi para peserta Rakor. Materi kedua disampaikan oleh US Prawoto, ketua LPCRPM PDM Sleman, yang membahas tentang kriteria Masjid Unggul Muhammadiyah. Hal ini menjadi penting mengingat peran masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial di masyarakat. Acara yang dimulai sejak pagi hingga dhuhur tidak hanya berfokus pada diskusi dan pembelajaran, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan RS PKU Muhammadiyah Sleman kepada para peserta. RS ini telah beroperasi secara formal dengan membuka layanan rawat jalan dan rawat inap, serta pelayanan IGD 24 jam. Menurut salah satu peserta Rakor, acara ini sangat bermanfaat dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama antar pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang. “Kami mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana membangun masjid yang unggul dan berperan aktif dalam masyarakat,” ujar salah seorang anggota LPCRPM. Rakor LPCRPM PDM Sleman bukan hanya sekedar pertemuan rutin, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan dan tantangan dalam menjalankan misi Muhammadiyah. Dengan sinergi yang kuat dan semangat yang tinggi, Muhammadiyah di Sleman siap melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Reportase US Prawoto LPCRM PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Kafilah DIY Runner Up OlympicAD VII Nasional di Bandung

Bandung, Pdmsleman.Or.Id Olympiade Ahmad Dahlan (OLYMPICAD) Nasional VII merupakan ajang kompetisi pengembangan bakat dan minat siswa Sekolah/Madrasah di seluruh wilayah Indonesia yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat. Sebanyak 221 sekolah Muhammadiyah telah mendaftar . Tahun ini diselenggarakan di Bandung  Jawa Barat 6-8 Maret 2024sebagai tuan rumahnya. Dr.Didi Suhardi selaku Ketua Majlis Dikdasmen   PNF PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa “OlympicAD ini bukan hanya sekedar kompetisi antar sekolah Muhammadiyah se Indonesia namun juga sebagai wahana silaturahmi dan tukar pengalaman sesama AUM pendidikan” Kafilah DIY pada OlympicAD VII ini mengirim sekitar 800 peserta yang terdiri dari Siswa SD, SMP, SMA, SMK, MA dan juga guru dan kepala sekolah yang ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang lomba, sebgaaimana disampaikan Edy Purwanto KS SMKM Minggir Sleman kepada redaksi pada Jum’at sore, “ Berbagai cabang lomba seperti olympiade mata pelajaran, keagamaan, musik dan bestpractice kepala sekolah dan guru diikuti oleh kafilah DI Yogayakarta” seperti yang disampaikan Ahmad Muhamad Ketua Majlis Dikdasmen  PNF PWM DIY. Alhamdulillah dengan jumlah peserta sekitar 800 an mampu menjadi juara umum ke dua setelah Jawa Tengah yang mengirimkan lebih dari 2000an peserta. Olympicad VII Nasional Bandung mendudukkan Jawa Tengah sebagai juara umum, Runner Up DIY, Ketiga Jawa Timur, Keempat Jawa Barat, Kelima DKI Jakarta dan Keenam Lampung. Melalui berbagai cabang lomba, peserta OLYMPICAD akan diuji kemampuan, gagasan, dan keterampilannya dalam memecahkan masalah, serta kemampuannya membangun jaringan dalam bidang pendidikan. Setiap cabang lomba diproyeksikan memberikan kontribusi secara signifikan bagi pengembangan bakat dan minat peserta OLYMPICAD. Ajang lomba yang diikuti siswa dan guru dirancang untuk menguji kemampuan mereka dalam berkompetisi secara sportif sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan kepercayaannya. Beberapa cabang lomba dalam OLYMPICAD diharapkan memberikan efek positif dalam membina kemampuan, keterampilan, dan kreativitas siswa dan guru. Kontributor   Edy Purwanto S.Pd  KS SMKM Minggir Sleman Editor   Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Kunjungan PDM Sleman dan 25 Kepsek SMP Muhammadiyah se-Sleman ke Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran Baru

JAKarta, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangkaian kegiatan CB (Capacity Building) ke Jakarta dan Olympicad ke-7 di Bandung yang cukup menarik diawali ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Rabu, 6 Maret 2024. Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran menjadi kekuatan dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah di Kebayoran Baru terdiri dari SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah 9 dan SMA Muhammadiyah 3 Jakarta. Ketiga sekolah ini dalam satu komplek di Jalan Limau Bendi Kebayoran Baru Jakarta Selatan selain itu PCM juga mengelola 1 Rumah Sakit Taman Puring. Semua menjadi satu managemen PCM Kebayoran Baru. Menurut Kepala Sekolah Ahmad Saifuddin, S.Pd bahwa kurikulum sesuai kebutuhan dan pembiasaan di komplek Limau Bendi terdiri dari tiap hari dimulai jam 6.45 WIB berupa menyanyikan Indonesia Raya, Mars Sang Surya dan Mars SMA Muhammadiyah 3 Jakarta untuk siswa SD berupa Sholat Duha. Sementara untuk SMA wudhu dari rumah kemudian sholat duha di kelas masing-masing. “Adanya tamu menjadi berkah dari tamu tersebut ” tambah Ahmad Saifuddin. Dalam sambutannya Drs. H. Abdul Kasri wakil ketua PDM Sleman menyampaikan rasa gembira karena dapat bersilaturahmi. Harapannya membawa berkah bagi kita semua terkhusus bagi 25 SMP Muhammadiyah se-Sleman untuk dapat diterapkan di Sleman. Ketua Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran Baru Ahmad Said Matondang, ME, Sy banyak membuat tawa dan canda dalam menyampaikan “Konsep dan Strategi Sekolah Muhammadiyah Unggul dan Mencerahkan.” Ahmad Said Matondang sebelumnya juga guru SD dan kepala sekolah Muhammadiyah menyampaikan bahwa dengan pelayanan yang prima atau service excellen dimulai tahun 2017 dari 1325 siswa saat ini menjadi 2.543 siswa di Komplek ini terdiri dari SD Muhammadiyah 5, SMP Muhammadiyah 9 dan SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. Ketiga sekolah ini dikelola oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebayoran dimana tiap selasa koordinasi rutin dengan sekolah. Bahwa sekolah Muhammadiyah itu harus memantaskan diri dalam pelayanan, jika pelayanan 5 menit bisa kenapa harus ditunda, selain itu juga inovasi sekolah, dan branding. Selanjutnya Ahmad Said Matondang memberi kiat dan prinsip agar sekolah itu unggul dan berkemajuan yakni: memiliki ruh Islami, misi dakwah dan tajdid, keikhlasan dari pimpinan dan kader, sistem modern, adaptif terhadap perubahan dan rahmatan lil alamiin. Selanjutnya segenap peserta diajak berkeliling melihat proses pembelajaran interaktif dan menarik serta penampilan tiap ruang dan sudut sekolah yang tertata rapi, kelas ber-ac, bahkan ada music corner, GOR bulutangkis dan futsal di komplek Jalan Limau Kebayoran Baru satu komplek dengan Uhamka Jakarta Selatan. Reportase H. Wahdan Arifudin S.PD, KS SMPM 1 Tempel, MPI PDM Sleman

Loading

Pelatihan Menulis Best Practice bagi Guru dan Kepsek SMP Muhammadiyah se-Sleman

Depok, Pdmsleman.Or.Id Dengan tema “Mengenalkan Sekolah dengan Cerita”, Universitas Negeri Yogyakarta dan BKS (Badan Kerjasama Sekolah) SMP Muhammadiyah se-Sleman sukses menggelar Pelatihan Menulis Pengalaman Baik (Best Practice) dengan Pendekatan Proses dan Model STAR bagi guru dan kepala sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman. Program diprakarsai oleh Dosen Berkegiatan di Luar Kampus kerjasama antara Tim PkM FBSB Universitas Negeri Yogyakarta dan BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman. Bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Depok, sebanyak 50 peserta baik guru dan kepala sekolah perwakilan 25 SMP Muhammadiyah se-Sleman mengikuti dengan antusias dari pagi sampai sore hari pada Sabtu, 2 Maret 2024. Dalam kesempatan itu hadir 5 (lima) nara sumber secara bergantian diantaranya Prof. Dr. Anwar Efendi, M.Si, Dwi Budiyanto, M.Hum, Dr. Awla Akbar Ilma, M.A., Faisal Isnan, M.Pd dan Dwi Hanti Rahayu, M.Pd,. Pada sesi pertama, Prof. Dr. Anwar Efendi menyampaikan paparan pertama tentang pengalaman atau praktik baik khusus di sekolah yang harus dilakukan guru maupun kepala sekolah agar setiap apa yang kita lakukan itu yang terbaik. Dalam paparannya Prof Anwar menyampaikan inspirasi dari tokoh-tokoh dunia dan tokoh dari Indonesia agar menjadi inspirasi kita, “bahwa betapa The Power of words, kekuatan kata-kata bisa membangun kekuatan positif,  Praktik baik bisa dimulai dengan sentuhan yang konstruktif/membangun”. Pendidikan ke depan diarahkan ke-hearth. Dipastikan jika belajar itu anak-anak harus diarahkan mengkontruk meaning making, makna menjadi milik, tidak sekedar meaning getting tidak sekedar menyampaikan pokok bahasan. Bagaimana agar menjadi praktik baik maka yang pertama adalah tidak harus besar-besar tapi dari hal-hal kecil dulu yang sudah dilakukan, misal kita jadi kepala sekolah atau waka atau guru ada siswa yang terlambat maka apa yang harus kita lakukan agar menjadi praktik baik terhadap siswa tersebut. Pendidikan itu sejatinya menyelamatkan jiwa bukan sekedar mencerdaskan saja. Paparan kedua disampaikan oleh Dwi Budiyanto, M.Hum, menyampaikan contoh-contoh best practice dan sharing dengan peserta pelatihan agar best practice terus kita kembangkan melalui kegiatan sehari-hari di sekolah dalam hubungan dengan guru dan siswa agar menjadi contoh yang bisa diadaptasi dan menjadi inspirasi bagi orang lain. Paparan sesi ketiga oleh Dr. Awla Akbar Ilma, M.A. menggambil materi; Menulis dengan metode STAR, (Situasi, Tantangan, Aksi, dan Reaksi), maksudnya berisi tentang sebuah cerita yang dekat dengan kita dan ada dialog dan betul-betul dialami dan mengalir dari situasi satu dan berikutnya. Bahasanya bahasa tidak baku dan ada sentuhan sastrawi, Pertama tentang situasi, kemudian masuk ke tantangan, misal bertemu dengan siswa malas kemudian aksinya apa, didekati dan komunikasi seperti apa serta reaksinya apa. Situasi adalah gambaran-gambaran atas kondisi dan situasi yang menjadi latar belakang kisah Tantangan apa, malas, pendiam maka agar aktif, aksi langkah konkrit yang dilakukan untuk menyelesaikan tantangan, bagaimana dampak atau reaksi mengatasi masalah atau tantangan. Dengan metode STAR dibuat tabel yang menjelaskan Situasi apa, Tantangan bagaimana, Aksinya apa, dan reaksinya sepertinya apa. Sesi keempat disampaikan oleh Faisal Isnan, M.Pd dengan Materi Meninjau Aspek Kebahasaan “ dalam proses menulis ada tahapan yakni ada 4 proses yaitu; pra menulis, menulis draf, revisi dan penyuntingan”. Pertama pra menulis yakni menggali ide tulisan dan mengumpulkan bahan. Kedua membuat draf, membuat rancangan tulisansecara kasar dan belum detail. Ketiga, revisi yakni penulis melakukan revisi terhadap apa yang menjadi catatan, masukan, perubahan pada proses sebelumnya. Keempat, penulis melakukan penyuntingan terhadap tulisan yang digunakan. Menyunting naskah dari segi kebahasaan yaitu menerapkan kaidah bahasa dengan baik benar. Maksud bahasa dengan baik yakni sesuai situasi dan konteksnya kemudian maksud bahasa yang benar itu sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Apa yang disunting? Pertama, Ejaannya, sesuai EYD Edisi V (kelima). Kedua, diksi atau sesuai istilah baku, makna harus tepat, pilihan kata. Ketiga, struktur kalimat yakni minimal ada Subyek dan Predikat sebagai harga mati. Penyuntingan dapat melalui aplikasi KBBI VI Daring. Selain itu bisa melalui Tesaurus Tematis terkait kata atau kosa kata. Para peserta pada kesempatan ini dibimbing untuk menyusun best practice dalam mendampingi siswa di sekolah, dan dibimbing oleh para dosen dari UNY Yogyakarta. Tindaklanjutnya adalah memaparkan best practice secara daring pada akhir Maret 2024 dan membukukan kumpulan praktik baik itu dalam sebuah buku agar menjadi inspirasi dalam membimbing peserta didik. Pada penutupan acara Hendro Sucipto, S.Ag, M.Pd selaku Ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman menyampaikan ucapan terima kasih atas materi yang diberikan oleh FBSB UNY Yogyakarta semoga ke depan terus bekerjasama dan mengembangkan system pendidikkan dalam mendampingi siswa lebih baik lagi dan berkemajuan. Wahdan Arifudin, S.Pd, SMP Muhammadiyah 1 Tempel  MPI PDM Sleman

Loading

Kursus Intensif Mubaligh Muhammadiyah Ke-2, Angkat Tema Shalat Lail dan Permasalahannya  

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Tabligh PDM Sleman telah menyelenggarakan Kursus Intensif Mubaligh Muhammadiyah (KIMM). Bertempat di Ruang Lab SMK Muhammadiyah 2 Sleman, pada hari Sabtu  2 Maret 2024 mulai pukul 08.30 hingga 11.30 diiikuti oleh 60 peserta dari berbagai cabang se-Kabupaten Sleman. Acara KIMM ini menghadirkan Ustadz Asep Shalahuddin, S. Ag., M.Pd.I. dari MTT PP Muhammadiyah. Yang mendasari program ini, adanya fakta di lapangan, bahwa produk-produk pemikiran persyarikatan seperti: HPT, Fatwa Tarjih dan lainnya, semestinya telah tersosialisasi dengan baik di kalangan warga Muhammadiyah. Namun sering muncul pertanyaan dari warga Muhammadiyah mengenai masalah penting tertentu, sedangkan masalah itu telah ada jawabnya di dalam produk-produk persyarikatan tersebut. Untuk itu perlu forum kajian keislaman dalam format kursus singkat, serta dilakukan secara intensif dan berkala. “ Lewat kursus ini peserta diajak mengkaji suatu topik keislaman secara utuh dan tuntas, untuk kemudian disebarluaskan kepada warga Muhammadiyah serta umat Islam pada umumnya”. Demikian disampaikan oleh ketua Majelis Tabligh PDM Sleman, Wildan Wahied, SHI. Secara khusus, KIMM juga bertujuan untuk memahamkan para mubaligh terhadap masalah keislaman yang menjadi kekhasan manhaj Muhammadiyah. Misalnya masalah hisab haqiqi wujudul hilal, shalat Tarawih 4-4-3, shalat iftitah dalam pengamalan di bulan Ramadhan. Sementara itu Ustadz Asep dalam makalah yang berjudul “Shalat Lail dan Permasalahannya”, serta power point (PPt), Ustadz asal Garut ini menuturkan bahwa shalat lail disebut juga tahajjud, witir, qiyamu lail ataupun qiyamu Ramadhan. Adapun mengenai jumlah rakaat sholat lail, 11 rakaat. Berdasarkan hadits Riwayat Abu Salamah bin Abdirrahman Ketika bertanya kepada ‘Aisyah. Sedangkan mengenai urutan rakaat, ada 10 cara (Tanya Jawab Agama 3, 107-115). Yang umum 4-4-3. Ustadz Asep mengingatkan kepada takmir masjid binaan Muhammadiyah “ agar di saat memulai Ramadhan tak hanya mengumumkan kegiatan Ramadhan saja, namun yang lebih penting menjelaskan tata cara pelaksanaan shalat lail ataupun shalat tarwih”. Dimulai dengan shalat iftitah yang ringan tetapi bukan cepat, boleh sendiri maupun berjamaah. Kemudian shalat tarwih yang dilakukan dengan tetap tumakninah dan diselingi istirahat. Setelah ceramah, acara dilanjutkan tanya jawab dan foto bersama. Mengenai materi kajian pada KIMM 3 yang akan datang di saat menghadapi Idul Adha, peserta boleh mengusulkan topik masalah yang perlu dikaji. Reportase Suwandi (SWD) Majelis Tabligh PDM Sleman.  M. Ridwan Sekretariat PDM Editor  Arief  Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Upacara Penutupan Pendidikan Khusus Relawan Ke – 2  Korps Relawan Muhammadiyah MBS

Sleman,  Pdmsleman.Or.Id Pada Jum’at, 1 Maret 2024, Korps Relawan Muhammadiyah PPM Muhammadiyah Boarding School Putra Sleman, Yogyakarta melaksanakan upacara penutupan Pendidikan Khusus Relawan ke – 2. Pelaksanakan kegiatan ini merupakan penghujung rangkaian program pelatihan DIKUS Relawan ke – 2 yang sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan dalam ruang dan praktikum pada tanggal 5 – 9 Februari 2024 di komplek Gedung Kelas Putra Terpadu dan komplek SD Muhammadiyah MBS Prambanan, Sleman. Upacara kali ini hadir sebagai inspektur upacara, Indrayanto selaku Ketua Lembaga Resiliensi Bencana PWM D.I.Yogyakarta. Pada amanatnya, menyampaikan pesan kepada segenap personel Korps Relawan Muhammadiyah “ agar selalu mengasah skill yang dimiliki sebagai bekal persiapan untuk mencetak kader-kader Relawan Muhammadiyah”. Selain itu juga disampaikan bahwa merupakan sebuah kelebihan bahwa PPM Muhammadiyah Boarding School Sleman memiliki sebuah gerakan relawan berbasis pelajar dan menjadi satu – satunya sekolah Muhammadiyah yang memiliki gerakan tersebut. Sebagai upaya membentuk ketangguhan komunitas berbasis sekolah / pesantren (SPAB). Hadir juga pada kesempatan kali ini Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) PDM Kabupaten Sleman sekaligus Pembina Utama Korps Relawan Muhammadiyah PPM Muhammadiyah Boarding School Sleman, ustadz M. Fauzan Yakhsya, S.Hum beserta perwakilan tim SAR Muhammadiyah D.I.Yogyakarta. Tidak hanya melaksanakan penutupan secara seremonial saja, pada kegiatan ini juga dilaksanakan pemberian penghargaan kpeada peserta terbaik program pelatihan DIKSUS Relawan ke – 2 tahun 2024. Muhammad Akmaluddin Roofi, santri kelas 11 IPS 1 yang kesehariannya menjabat sebagai Wakil Ketua I Bid. Pendidikan, Latihan, dan Pembinaan Relawan berhasil mendapatkan penghargaan tersebut dengan perolehan nilai total tertinggi selama masa pelatihan. Reportase M. Fauzan Yakhsya S.Pd   Ketua MDMC / LRB PDM Sleman Editor Arief Hartanto SE  MPI PDM Sleman

Loading

Kunjungan Balasan Delegasi Guru Besar Kluang Johor Malaysia ke Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sebanyak 29  personil dan guru besar Kluang Johor Malaysia melakukan lawatan balasan ke Sleman Yogyakarta diterima Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo. Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Selasa malam, 27 Februari 2024 mereka di bawah pimpinan Guru Besar Tuan Johadi bin Parco disambut dan diterima dengan hangat dalam Gala Dinner International School Colaboration. Acara ini digelar atas inisiasi BKS (Badan Kerjasama Sekolah) SMP Muhammadiyah se-Sleman dan  Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman serta Pemerintah Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo menyampaikan terima kasih atas kerjasama antar sekolah di SMP Muhammadiyah se-Sleman dengan Sekolah di Kluang Johor Malaysia. “ Hal ini akan menjadikan kemajuan pendidikan di Kabupaten Sleman karena saling menerapkan dan mengisi demi kemajuan pendidikan di Sleman”. Ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman Hendro Sucipto, S.Ag, M.Pd  menyampaikan ucapan terima kasih sehingga acara ini dapat berjalan atas dukungan berbagai pihak baik teman-teman 25 kepala sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman yang hadir semua pada malam itu juga Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman serta Pemkab Sleman. Acara kunjungan ke Kluang Johor beberapa waktu lalu bulan November 2023 ke SK Tunku Mahmood 2 sekaligus menjalin kerjasama di bidang pengembangan pendidikan. “ “Selanjutnya semoga SMP Muhammadiyah se-Sleman Insya Allah sekolah unggulan”, pungkas Hendro Sucipto. Acara dihadiri juga ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Ag, S.Pd, MA dan segenap jajarannya, yang menyampaikan gembira dan senang namun sekaligus rasa deg-degan karena menyambut para guru besar atau profesor jika di Indonesia ternyata guru besar itu kepala sekolah. Kedepan semoga semakin maju kerjasamanya.  Selain itu juga hadir kepala Dinas Pendidikan Sleman Drs. H. Ery Widaryana, M.M dan segenap jajarannya serta ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman H. Surakhmad, S.Pd dan jajarannya. Juga hadir perwakilan BKS SD dan SMA/K Muhammadiyah se-Sleman. Kehadiran tamu guru besar atau rombongan kepala sekolah dari Kluang Johor Malaysia disambut dengan lagu-lagu oleh perwakilan kepala sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman di bawah koordinasi  Hasanuddin Salimi, M.Pd yang juga ketua Lembaga Seni dan  Budaya PDM Sleman. Acara menjadi meriah setelah pidato dari Guru besar Kluang Johor yakni Johadi Bin Parco yang cukup memahami perjuangan dari Kyai Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah dan juga pesan-pesan Kyai Ahmad Dahlan untuk “Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah.” Tuan Johadi juga tak kalah ikut menyumbang lagu pada kesempatan malam itu. Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dan foto bersama. Reportase H. Wahdan Arifudisn S.Pd  KS SMPM 1 Tempel , MPI PDM Sleman

Loading