Kunjungan PDM Sleman dan 25 Kepsek SMP Muhammadiyah se-Sleman ke Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran Baru

JAKarta, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangkaian kegiatan CB (Capacity Building) ke Jakarta dan Olympicad ke-7 di Bandung yang cukup menarik diawali ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Rabu, 6 Maret 2024. Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran menjadi kekuatan dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah di Kebayoran Baru terdiri dari SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah 9 dan SMA Muhammadiyah 3 Jakarta. Ketiga sekolah ini dalam satu komplek di Jalan Limau Bendi Kebayoran Baru Jakarta Selatan selain itu PCM juga mengelola 1 Rumah Sakit Taman Puring. Semua menjadi satu managemen PCM Kebayoran Baru. Menurut Kepala Sekolah Ahmad Saifuddin, S.Pd bahwa kurikulum sesuai kebutuhan dan pembiasaan di komplek Limau Bendi terdiri dari tiap hari dimulai jam 6.45 WIB berupa menyanyikan Indonesia Raya, Mars Sang Surya dan Mars SMA Muhammadiyah 3 Jakarta untuk siswa SD berupa Sholat Duha. Sementara untuk SMA wudhu dari rumah kemudian sholat duha di kelas masing-masing. “Adanya tamu menjadi berkah dari tamu tersebut ” tambah Ahmad Saifuddin. Dalam sambutannya Drs. H. Abdul Kasri wakil ketua PDM Sleman menyampaikan rasa gembira karena dapat bersilaturahmi. Harapannya membawa berkah bagi kita semua terkhusus bagi 25 SMP Muhammadiyah se-Sleman untuk dapat diterapkan di Sleman. Ketua Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran Baru Ahmad Said Matondang, ME, Sy banyak membuat tawa dan canda dalam menyampaikan “Konsep dan Strategi Sekolah Muhammadiyah Unggul dan Mencerahkan.” Ahmad Said Matondang sebelumnya juga guru SD dan kepala sekolah Muhammadiyah menyampaikan bahwa dengan pelayanan yang prima atau service excellen dimulai tahun 2017 dari 1325 siswa saat ini menjadi 2.543 siswa di Komplek ini terdiri dari SD Muhammadiyah 5, SMP Muhammadiyah 9 dan SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. Ketiga sekolah ini dikelola oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebayoran dimana tiap selasa koordinasi rutin dengan sekolah. Bahwa sekolah Muhammadiyah itu harus memantaskan diri dalam pelayanan, jika pelayanan 5 menit bisa kenapa harus ditunda, selain itu juga inovasi sekolah, dan branding. Selanjutnya Ahmad Said Matondang memberi kiat dan prinsip agar sekolah itu unggul dan berkemajuan yakni: memiliki ruh Islami, misi dakwah dan tajdid, keikhlasan dari pimpinan dan kader, sistem modern, adaptif terhadap perubahan dan rahmatan lil alamiin. Selanjutnya segenap peserta diajak berkeliling melihat proses pembelajaran interaktif dan menarik serta penampilan tiap ruang dan sudut sekolah yang tertata rapi, kelas ber-ac, bahkan ada music corner, GOR bulutangkis dan futsal di komplek Jalan Limau Kebayoran Baru satu komplek dengan Uhamka Jakarta Selatan. Reportase H. Wahdan Arifudin S.PD, KS SMPM 1 Tempel, MPI PDM Sleman

Loading

Pelatihan Menulis Best Practice bagi Guru dan Kepsek SMP Muhammadiyah se-Sleman

Depok, Pdmsleman.Or.Id Dengan tema “Mengenalkan Sekolah dengan Cerita”, Universitas Negeri Yogyakarta dan BKS (Badan Kerjasama Sekolah) SMP Muhammadiyah se-Sleman sukses menggelar Pelatihan Menulis Pengalaman Baik (Best Practice) dengan Pendekatan Proses dan Model STAR bagi guru dan kepala sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman. Program diprakarsai oleh Dosen Berkegiatan di Luar Kampus kerjasama antara Tim PkM FBSB Universitas Negeri Yogyakarta dan BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman. Bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Depok, sebanyak 50 peserta baik guru dan kepala sekolah perwakilan 25 SMP Muhammadiyah se-Sleman mengikuti dengan antusias dari pagi sampai sore hari pada Sabtu, 2 Maret 2024. Dalam kesempatan itu hadir 5 (lima) nara sumber secara bergantian diantaranya Prof. Dr. Anwar Efendi, M.Si, Dwi Budiyanto, M.Hum, Dr. Awla Akbar Ilma, M.A., Faisal Isnan, M.Pd dan Dwi Hanti Rahayu, M.Pd,. Pada sesi pertama, Prof. Dr. Anwar Efendi menyampaikan paparan pertama tentang pengalaman atau praktik baik khusus di sekolah yang harus dilakukan guru maupun kepala sekolah agar setiap apa yang kita lakukan itu yang terbaik. Dalam paparannya Prof Anwar menyampaikan inspirasi dari tokoh-tokoh dunia dan tokoh dari Indonesia agar menjadi inspirasi kita, “bahwa betapa The Power of words, kekuatan kata-kata bisa membangun kekuatan positif,  Praktik baik bisa dimulai dengan sentuhan yang konstruktif/membangun”. Pendidikan ke depan diarahkan ke-hearth. Dipastikan jika belajar itu anak-anak harus diarahkan mengkontruk meaning making, makna menjadi milik, tidak sekedar meaning getting tidak sekedar menyampaikan pokok bahasan. Bagaimana agar menjadi praktik baik maka yang pertama adalah tidak harus besar-besar tapi dari hal-hal kecil dulu yang sudah dilakukan, misal kita jadi kepala sekolah atau waka atau guru ada siswa yang terlambat maka apa yang harus kita lakukan agar menjadi praktik baik terhadap siswa tersebut. Pendidikan itu sejatinya menyelamatkan jiwa bukan sekedar mencerdaskan saja. Paparan kedua disampaikan oleh Dwi Budiyanto, M.Hum, menyampaikan contoh-contoh best practice dan sharing dengan peserta pelatihan agar best practice terus kita kembangkan melalui kegiatan sehari-hari di sekolah dalam hubungan dengan guru dan siswa agar menjadi contoh yang bisa diadaptasi dan menjadi inspirasi bagi orang lain. Paparan sesi ketiga oleh Dr. Awla Akbar Ilma, M.A. menggambil materi; Menulis dengan metode STAR, (Situasi, Tantangan, Aksi, dan Reaksi), maksudnya berisi tentang sebuah cerita yang dekat dengan kita dan ada dialog dan betul-betul dialami dan mengalir dari situasi satu dan berikutnya. Bahasanya bahasa tidak baku dan ada sentuhan sastrawi, Pertama tentang situasi, kemudian masuk ke tantangan, misal bertemu dengan siswa malas kemudian aksinya apa, didekati dan komunikasi seperti apa serta reaksinya apa. Situasi adalah gambaran-gambaran atas kondisi dan situasi yang menjadi latar belakang kisah Tantangan apa, malas, pendiam maka agar aktif, aksi langkah konkrit yang dilakukan untuk menyelesaikan tantangan, bagaimana dampak atau reaksi mengatasi masalah atau tantangan. Dengan metode STAR dibuat tabel yang menjelaskan Situasi apa, Tantangan bagaimana, Aksinya apa, dan reaksinya sepertinya apa. Sesi keempat disampaikan oleh Faisal Isnan, M.Pd dengan Materi Meninjau Aspek Kebahasaan “ dalam proses menulis ada tahapan yakni ada 4 proses yaitu; pra menulis, menulis draf, revisi dan penyuntingan”. Pertama pra menulis yakni menggali ide tulisan dan mengumpulkan bahan. Kedua membuat draf, membuat rancangan tulisansecara kasar dan belum detail. Ketiga, revisi yakni penulis melakukan revisi terhadap apa yang menjadi catatan, masukan, perubahan pada proses sebelumnya. Keempat, penulis melakukan penyuntingan terhadap tulisan yang digunakan. Menyunting naskah dari segi kebahasaan yaitu menerapkan kaidah bahasa dengan baik benar. Maksud bahasa dengan baik yakni sesuai situasi dan konteksnya kemudian maksud bahasa yang benar itu sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Apa yang disunting? Pertama, Ejaannya, sesuai EYD Edisi V (kelima). Kedua, diksi atau sesuai istilah baku, makna harus tepat, pilihan kata. Ketiga, struktur kalimat yakni minimal ada Subyek dan Predikat sebagai harga mati. Penyuntingan dapat melalui aplikasi KBBI VI Daring. Selain itu bisa melalui Tesaurus Tematis terkait kata atau kosa kata. Para peserta pada kesempatan ini dibimbing untuk menyusun best practice dalam mendampingi siswa di sekolah, dan dibimbing oleh para dosen dari UNY Yogyakarta. Tindaklanjutnya adalah memaparkan best practice secara daring pada akhir Maret 2024 dan membukukan kumpulan praktik baik itu dalam sebuah buku agar menjadi inspirasi dalam membimbing peserta didik. Pada penutupan acara Hendro Sucipto, S.Ag, M.Pd selaku Ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman menyampaikan ucapan terima kasih atas materi yang diberikan oleh FBSB UNY Yogyakarta semoga ke depan terus bekerjasama dan mengembangkan system pendidikkan dalam mendampingi siswa lebih baik lagi dan berkemajuan. Wahdan Arifudin, S.Pd, SMP Muhammadiyah 1 Tempel  MPI PDM Sleman

Loading

Kursus Intensif Mubaligh Muhammadiyah Ke-2, Angkat Tema Shalat Lail dan Permasalahannya  

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Tabligh PDM Sleman telah menyelenggarakan Kursus Intensif Mubaligh Muhammadiyah (KIMM). Bertempat di Ruang Lab SMK Muhammadiyah 2 Sleman, pada hari Sabtu  2 Maret 2024 mulai pukul 08.30 hingga 11.30 diiikuti oleh 60 peserta dari berbagai cabang se-Kabupaten Sleman. Acara KIMM ini menghadirkan Ustadz Asep Shalahuddin, S. Ag., M.Pd.I. dari MTT PP Muhammadiyah. Yang mendasari program ini, adanya fakta di lapangan, bahwa produk-produk pemikiran persyarikatan seperti: HPT, Fatwa Tarjih dan lainnya, semestinya telah tersosialisasi dengan baik di kalangan warga Muhammadiyah. Namun sering muncul pertanyaan dari warga Muhammadiyah mengenai masalah penting tertentu, sedangkan masalah itu telah ada jawabnya di dalam produk-produk persyarikatan tersebut. Untuk itu perlu forum kajian keislaman dalam format kursus singkat, serta dilakukan secara intensif dan berkala. “ Lewat kursus ini peserta diajak mengkaji suatu topik keislaman secara utuh dan tuntas, untuk kemudian disebarluaskan kepada warga Muhammadiyah serta umat Islam pada umumnya”. Demikian disampaikan oleh ketua Majelis Tabligh PDM Sleman, Wildan Wahied, SHI. Secara khusus, KIMM juga bertujuan untuk memahamkan para mubaligh terhadap masalah keislaman yang menjadi kekhasan manhaj Muhammadiyah. Misalnya masalah hisab haqiqi wujudul hilal, shalat Tarawih 4-4-3, shalat iftitah dalam pengamalan di bulan Ramadhan. Sementara itu Ustadz Asep dalam makalah yang berjudul “Shalat Lail dan Permasalahannya”, serta power point (PPt), Ustadz asal Garut ini menuturkan bahwa shalat lail disebut juga tahajjud, witir, qiyamu lail ataupun qiyamu Ramadhan. Adapun mengenai jumlah rakaat sholat lail, 11 rakaat. Berdasarkan hadits Riwayat Abu Salamah bin Abdirrahman Ketika bertanya kepada ‘Aisyah. Sedangkan mengenai urutan rakaat, ada 10 cara (Tanya Jawab Agama 3, 107-115). Yang umum 4-4-3. Ustadz Asep mengingatkan kepada takmir masjid binaan Muhammadiyah “ agar di saat memulai Ramadhan tak hanya mengumumkan kegiatan Ramadhan saja, namun yang lebih penting menjelaskan tata cara pelaksanaan shalat lail ataupun shalat tarwih”. Dimulai dengan shalat iftitah yang ringan tetapi bukan cepat, boleh sendiri maupun berjamaah. Kemudian shalat tarwih yang dilakukan dengan tetap tumakninah dan diselingi istirahat. Setelah ceramah, acara dilanjutkan tanya jawab dan foto bersama. Mengenai materi kajian pada KIMM 3 yang akan datang di saat menghadapi Idul Adha, peserta boleh mengusulkan topik masalah yang perlu dikaji. Reportase Suwandi (SWD) Majelis Tabligh PDM Sleman.  M. Ridwan Sekretariat PDM Editor  Arief  Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Upacara Penutupan Pendidikan Khusus Relawan Ke – 2  Korps Relawan Muhammadiyah MBS

Sleman,  Pdmsleman.Or.Id Pada Jum’at, 1 Maret 2024, Korps Relawan Muhammadiyah PPM Muhammadiyah Boarding School Putra Sleman, Yogyakarta melaksanakan upacara penutupan Pendidikan Khusus Relawan ke – 2. Pelaksanakan kegiatan ini merupakan penghujung rangkaian program pelatihan DIKUS Relawan ke – 2 yang sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan dalam ruang dan praktikum pada tanggal 5 – 9 Februari 2024 di komplek Gedung Kelas Putra Terpadu dan komplek SD Muhammadiyah MBS Prambanan, Sleman. Upacara kali ini hadir sebagai inspektur upacara, Indrayanto selaku Ketua Lembaga Resiliensi Bencana PWM D.I.Yogyakarta. Pada amanatnya, menyampaikan pesan kepada segenap personel Korps Relawan Muhammadiyah “ agar selalu mengasah skill yang dimiliki sebagai bekal persiapan untuk mencetak kader-kader Relawan Muhammadiyah”. Selain itu juga disampaikan bahwa merupakan sebuah kelebihan bahwa PPM Muhammadiyah Boarding School Sleman memiliki sebuah gerakan relawan berbasis pelajar dan menjadi satu – satunya sekolah Muhammadiyah yang memiliki gerakan tersebut. Sebagai upaya membentuk ketangguhan komunitas berbasis sekolah / pesantren (SPAB). Hadir juga pada kesempatan kali ini Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) PDM Kabupaten Sleman sekaligus Pembina Utama Korps Relawan Muhammadiyah PPM Muhammadiyah Boarding School Sleman, ustadz M. Fauzan Yakhsya, S.Hum beserta perwakilan tim SAR Muhammadiyah D.I.Yogyakarta. Tidak hanya melaksanakan penutupan secara seremonial saja, pada kegiatan ini juga dilaksanakan pemberian penghargaan kpeada peserta terbaik program pelatihan DIKSUS Relawan ke – 2 tahun 2024. Muhammad Akmaluddin Roofi, santri kelas 11 IPS 1 yang kesehariannya menjabat sebagai Wakil Ketua I Bid. Pendidikan, Latihan, dan Pembinaan Relawan berhasil mendapatkan penghargaan tersebut dengan perolehan nilai total tertinggi selama masa pelatihan. Reportase M. Fauzan Yakhsya S.Pd   Ketua MDMC / LRB PDM Sleman Editor Arief Hartanto SE  MPI PDM Sleman

Loading

Kunjungan Balasan Delegasi Guru Besar Kluang Johor Malaysia ke Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sebanyak 29  personil dan guru besar Kluang Johor Malaysia melakukan lawatan balasan ke Sleman Yogyakarta diterima Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo. Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Selasa malam, 27 Februari 2024 mereka di bawah pimpinan Guru Besar Tuan Johadi bin Parco disambut dan diterima dengan hangat dalam Gala Dinner International School Colaboration. Acara ini digelar atas inisiasi BKS (Badan Kerjasama Sekolah) SMP Muhammadiyah se-Sleman dan  Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman serta Pemerintah Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo menyampaikan terima kasih atas kerjasama antar sekolah di SMP Muhammadiyah se-Sleman dengan Sekolah di Kluang Johor Malaysia. “ Hal ini akan menjadikan kemajuan pendidikan di Kabupaten Sleman karena saling menerapkan dan mengisi demi kemajuan pendidikan di Sleman”. Ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman Hendro Sucipto, S.Ag, M.Pd  menyampaikan ucapan terima kasih sehingga acara ini dapat berjalan atas dukungan berbagai pihak baik teman-teman 25 kepala sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman yang hadir semua pada malam itu juga Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman serta Pemkab Sleman. Acara kunjungan ke Kluang Johor beberapa waktu lalu bulan November 2023 ke SK Tunku Mahmood 2 sekaligus menjalin kerjasama di bidang pengembangan pendidikan. “ “Selanjutnya semoga SMP Muhammadiyah se-Sleman Insya Allah sekolah unggulan”, pungkas Hendro Sucipto. Acara dihadiri juga ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Ag, S.Pd, MA dan segenap jajarannya, yang menyampaikan gembira dan senang namun sekaligus rasa deg-degan karena menyambut para guru besar atau profesor jika di Indonesia ternyata guru besar itu kepala sekolah. Kedepan semoga semakin maju kerjasamanya.  Selain itu juga hadir kepala Dinas Pendidikan Sleman Drs. H. Ery Widaryana, M.M dan segenap jajarannya serta ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman H. Surakhmad, S.Pd dan jajarannya. Juga hadir perwakilan BKS SD dan SMA/K Muhammadiyah se-Sleman. Kehadiran tamu guru besar atau rombongan kepala sekolah dari Kluang Johor Malaysia disambut dengan lagu-lagu oleh perwakilan kepala sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman di bawah koordinasi  Hasanuddin Salimi, M.Pd yang juga ketua Lembaga Seni dan  Budaya PDM Sleman. Acara menjadi meriah setelah pidato dari Guru besar Kluang Johor yakni Johadi Bin Parco yang cukup memahami perjuangan dari Kyai Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah dan juga pesan-pesan Kyai Ahmad Dahlan untuk “Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah.” Tuan Johadi juga tak kalah ikut menyumbang lagu pada kesempatan malam itu. Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dan foto bersama. Reportase H. Wahdan Arifudisn S.Pd  KS SMPM 1 Tempel , MPI PDM Sleman

Loading

Edukasi Literasi Digital: Menyiapkan Santri TPA Masjid Al-Islam Menyambut Era Society 5.0

Turi, Pdmsleman.Or.Id Tim PKM Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta memberi edukasi literasi digital pada santri di Taman Pendidikan Al-Qur’an Masjid Al-Islam pada tanggal 24 Februari 2024. Bertempat di Gedung Dahwah Al-Islam Randusongo, Donokerto, Turi Sleman, acara ini dihadiri oleh 28 santriwan dan santriwati TPA Masid Al-Islam. Edukasi literasi digital ini juga dihadiri oleh delapan orangtua santri dan 3 orang ustdzah. Sebagai pembicara adalah Sutipyo Ru’iya, mengatakan anak merupakan calon penerus di masa yang akan datang, dengan kondisi dan problem yang berbeda dengan saat ini. Karena itu anak harus mempunyai kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi kondisi pada zamannya. Saat ini sering disebut dengan zaman digital, dimana semua platform kehidupan disuguhkan dengan digitalisasi. Menghadapi era digital ini, Sutipyo Ru’iya mengatakan bahwa “ di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dengan berbagai kecanggihannya sangat mempengaruhi bagaimana sebaran informasi menghantam kehidupan ini”. Kecepatan informasi dan jangkauan penyebarannya sangat sulit untuk di kendalikan Pada saat inilah pendidikan mempunyai peran penting untuk mengarahkan, meluruskan, dan menguatkan kemampuan masyarakat (anak-anak) dalam menghadapi kenyataan tersebut.  Anak-anak sebagai aset bangsa harus diselamatkan dari kuatnya arus teknologi informasi yang membawa berbagai dampak  baik positif ataupun negatif. Materi edukasi literasi digital ini menitik beratkan pada bagaimana menggunakan handphone yang benar, “ Handphone ibarat pisau bermata dua, pada satu sisi mempunyai banyak manfaat namun di sisi yang lain dapat menjadi pembunuh”. Oleh karena itu handphone harus digunakan secara bijak.  Cara menggunakan handphone yang bijak antara lain: menggunakannya untuk komunikasi dengan memperhatikan adab-adab berkomunikasi, mencari informasi yang harus hati-hati dengan informasi hoax, untuk belajar, serta jangan lalai sehingga menggunakan HP tanpa batas. Menggunakan HP harus dibatasi, karena para santri harus belajar ilmu pengetahuan. Reportase Sutipyo Ru’iya M.SI MPI PDM Sleman

Loading

Bupati Sleman Hj. Kustini SP Buka Sosialisasi Wakafmu Dan Sertifikasi Nadzir Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman 

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Bertempat di Pendopo rumah dinas Bupati Sleman Ahad, 25 Februari 2024 Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman menyelenggarakan sosialisasi wakafMu dan sertifikasi nadzir. acara ini di buka langsung oleh Bupati Sleman Hj.Kustini Sri Purnomo yang dalam sambutannya menyampaikan “ apresiasi peran Muhammadiyah dalam membantu Pemerintah Daerah khususnya pemberdayaan Masyarakat,  kendati demikian masih banyak pekerjaan rumah yg harus diselesaikan oleh Persyarikatan Muhammadiyah terutama dalam pemanfaatan tanah wakah mengingat masih banyaknya tanah wakaf yg belum dikelola dengan baik”. Sementara itu H. Agung Nugraha ketua MPW PDM Sleman menuturkan bahwa “ sampai saat ini tanah wakaf Muhammadiyah yg sudah terinput dalam Sistem Informasi Manajemen Aset Muhammadiyah sebanyak 1.330 bidang data ini akan akan bertambah”. Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah adalah sebuah lembaga yang dibentuk sebagai unsur pembantu dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah berdasarkan Surat Keputusan Nomor 48/KEP/I.0/B/2023 tentang Nomenklatur Unsur Pembantu Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah dan Surat Keputusan Nomor 165/KEP/I.0/D/2023 tertanggal 14 Januari 2023,tentang Pengangkatan Anggota Pimpinan Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah Masa Jabatan 2022-2027. Tujuan utama dari majelis ini adalah untuk mengelola,memanfaatkan, dan mengoptimalkan aset-aset wakaf yang dimiliki oleh Muhammadiyah secara efisien dan produktif. Selain itu, majelis ini bertujuan untuk mendukung dan mewujudkanprogram-program sosial dan kemanusiaan Muhammadiyah melalui pemanfaatan aset-aset wakaf. Narasumber pada kegiatan ini menghadirkan Amirsyah Tambunan ketua MPW PP Muhammadiyah yang dalam materinya menegaskan “ perlu manajemen tata kelola yang baik agar tanah wakaf Muhammadiyah lebih produktif mengingat pentingnya Organisasi membutuhkan biaya untuk terus meningkatkan dakwahnya”. Kegiatan ini dihadiri anggota PDM Sleman oleh perwakilan PCM yg membidangi wakaf, perwakilan PCA,ketua lazismu PDM Sleman,KLL Lazismu dan juga KUA dan perwakilan dari bank Bukopin Syariah DIY. Reportase M. Ridwan, Sekretariat PDM Sleman Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Gamping, Semangat Maju dan Adaptasi

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Serah terima jabatan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Gamping dilaksanakan hari ini Kamis, 22 Februari 2024 bertempat di ruang pertemuan sekolah setempat.   Sardi, S.Pd, M.M. kepala sekolah SMK Muhammadiyah Gamping periode 2018 hingga 2024 di pindah tugaskan di SMK Muhammadiyah Turi 1, selanjutnya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menunjuk   Harimawan, S.Pd.T untuk menjadi Pelaksana Tugas Kepala Sekolah di SMK Muhammadiyah Gamping. Sardi, S.Pd, M.M. dalam sambutannya menyampaikan ” semoga kedepan SMK Muhammadiyah Gamping dan SMK Muhammadiyah Turi 1, bisa berjalan beriringan maju bersama untuk menjadi sekolah yang lebih baik lagi”. Sementara itu   Harimawan, S.Pd.T dalam sambutannya berharap ” SMK Muhammadiyah Gamping semakin maju dan mampu beradaptasi dengan dunia industri agar para lulusan dari SMK Muhammadiyah Gamping semakin beradaptasi dengan kemajuan teknologi dunia industri dan dapat terserap ke dunia industri”. Dra. Nur Farida Wijayanti, M.Pd selaku Pengawas di SMK Muhammadiyah Gamping mengapresiasi pencapaian luar biasa yang dilakukan oleh Pak Sardi selama menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMK Muhammadiyah Gamping, serta menitip pesan kepada   Harimawan untuk bisa Menanamkan, Menumbuhkan dan Mengembangkan SMK Muhammadiyah Gamping. Dalam kesempatan serah terima jabatan kali ini juga dihadiri dari perwakilan dari, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Mitra Sekolah dari Dunia Industri dan Kepala Sekolah SMP disekitar wilayah SMK Muhammadiyah Gamping. Kontributor Dwi Noviyantoro SMKM Gamping, Peserta Diklat Penulisan Berkemajuan MPI PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading