MPKSDI Ajak PCM se-Sleman Jadi Penggerak Roda Kaderisasi dalam PID

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman telah menyelenggarakan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) pada Jum’at-Sabtu (2-3/2). Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan dan diikuti sebanyak 42 peserta, dengan 17 di antaranya berasal dari ortom. Materi yang dibagikan di antaranya Bedah SPM dan Arah Kebijakan Perkaderan Muhammadiyah, Keinstrukturan: Teoretis dan Aplikatif, Teknik Kajian Ayat (Fathul Qulub), Teknik Pengelolaan Outbound dan Ice Breaking, Teknik FGD dan Active Learning, dan Teknik Evaluasi Perkaderan. Dalam penutupan yang dilaksanakan pada akhir kegiatan, Master of Trainer, Sugeng, menyampaikan bahwa kegiatan PID secara umum berjalan dengan lancar, dirinya mempertegas tentang kedisiplinan yang menjadi poin evaluasi kali ini sehingga beberapa kegiatan pun perlu disesuaikan agar kembali sesuai jadwal, tetapi hal ini tidak mengurangi kekhidmatan selama pelaksanaan PID. Sugeng menyampaikan tiga poin yang menjadi rencana tindak lanjut dari PID kali ini, yakni “ Pertama, menjadi instruktur yang siap ditugaskan oleh MPKSDI PDM Sleman; kedua, menyelenggarakan Baitul Arqam di masing-masing Cabang, dan; ketiga, menghidupkan Angkatan Muda Muhammadiyah”. Hendro Sucipto, S.Th.I., M.Pd., Ketua MPKSDI PDM Sleman, menyampaikan terima kasih kepada para peserta atas antusiasme dan komitmen mengikuti kegiatan PID dari awal hingga akhir. “Tanpa adanya komitmen Bapak-Ibu, kegiatan ini tidak dapat utuh sebagaimana saat ini,” ujarnya. Hendro mengulang kembali salah satu poin dalam rencana tindak lanjut, yakni kaderisasi di tingkat Cabang dan Ranting. Salah satu indikator tumbuhnya proses perkaderan adalah adanya Angkatan Muda Muhammadiyah, seperti Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah. Ia juga memaparkan harapan MPKSDI agar PCM turut mendukung menjadi penggerak dalam proses kaderisasi. “Harapannya, Bapak-Ibu siap menjadi Instruktur Daerah yang solid untuk terlibat dalam kesuksesan perkaderan di Sleman. Sebab, salah satu ruh perkaderan adalah adanya perkaderan formal, salah satunya Baitul Arqam,” ujarnya. Instruktur Daerah ini nantinya akan diberikan dalam bentuk sertifikat atau syahadah, dengan pelaksanaan poin-poin tindak lanjut yang sudah disepakati akan menjadi ukuran keberhasilan para peserta dalam PID. Selanjutnya, ia juga menyampaikan tentang target yang disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY mengenai penambahan kader di masing-masing daerah se-DIY sebesar 20.000 kader. Harapannya, PCM se-Sleman dapat mendukung PDM Sleman untuk bersedia bekerja sama dalam rangka kesuksesan perkaderan di Kabupaten Sleman. “Kita juga perlu meneguhkan kembali, bahwa instruktur adalah percontohan dalam sebuah persyarikatan. Karena kita yang mengajak dan memberikan penguatan perkaderan,” tegasnya. Kontributor Hendro Sucipto MPKSDI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Tingkatkan Syiar Melalui Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan

Sleman, Pdmsleman.or.Id Sabtu 3 Pebruari 2024 MPI PDM ( Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah ) Sleman bertempat di Aula gedung PDM Sleman menggelar Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan. Awal kegiatan yang inovatif untuk majlis di PDM Sleman yang baru saja melaksanakan Rakerpim bulan Januari 2024 di SD M Condongcatur. Pelatihan Jurnalisrik Berkemajuan dilaksanakan atas Kerja sama MPI PDM Sleman dengan TIM PKM UAD yang di ketua oleh Sutipyo R., S.Ag., M.Si. Acara ini mendapat respon positif dari ORTOM dan AUM  terbukti diikuti oleh sekitar 75 peserta. Nara sumber dari pelatihan ini juga expert sesuai bidang yang dikaji. Fajar Dwi Putra,S.PT, M.Psi dari UAD menggelorakan semangat Kuatnya Arus Informasi dan  Dasar Jurnalistik, Muarif,S.Pd.I,  M.Pd membedah upaya untuk Membentuk Opini melalui Media. Pelatihan secara resmi di buka oleh Eko Sumardianto, M.Pd selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman. Setelah resmi dibuka dilanjutkan dengan launching buku Rembulan diatas Bukit Kahyangan karya H. Ashari, M.Pd pendidik aktif dari SMP Muhammadiyah Turi. H.Surahmat, M.Pd selaku ketua Majlis Pendidikan PDM berharap “ acara ini menginspirasi peserta untuk menggiatkan Literasi setiap hari. Saling memotivasi untuk gemar menulis dan kegiatan di lembaga pendidikan di wilayah Sleman saatnya untuk dipublikasikan” Kontributor   : Hj. Hanik Rosyada M.Pd  PDA Sleman

Loading

Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan MPI PDM Sleman 2024

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 3 Februari 2024 bertempat di Aula PDM akan digelar Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan MPI PDM Sleman 2024 dengan peserta terdiri dari perwakilan Guru SD, SMP & SMK Muhammadiyah se-Sleman , Perwakilan MPI dari PCM se-Sleman  dan perwakilan dari ortom PDM Sleman. Adapun materi akan mengangkat Kuatnya arus informasi dan dasar-dasar jurnalistik Berkemajuan oleh  Fajar Dwi Putra, S.PT., M.Si. (Dosen UAD Yogyakarta) dan Membentuk opini melalui media web Mu’arif, S.Pd.I., M.Pd. (Pegiat web IbTimes.id ) Kegiatan ini digelar karena di era Globalisasi di semua lini kehidupan telah memacu peradaban manusia memasuki dunia tanpa batas dan tanpa sekat lagi. Di era komunikasi yang terbuka ini peran informasi menjadi sangat penting dan dibutuhkan masyarakat. Hal ini menjadi peluang dan sekaligus tantangan kita selaku pelaku atau obyek dan bukan sebagi subyek dalam perubahan yang terjadi. Menurut H. Wahdan S  S.Pd salah satu panitia acara “ Peran pelaku perubahan dan pesan amar makruf nahi munkar masih terus akan dilakukan diantaranya pembenahan di bidang jurnalistik dan media masa sebagai corong perubahan yang selama ini masih dinilai kurang gaungnya”. Disini perlu adanya peningkatan dalam hal jurnalistik di lingkungan sekolah, guru, pimpinan persyarikatan dan pegiat persyarikatan yang masih memiliki kemauan atau motivasi yang kurang untuk menulis, kemudian menyajikan informasi yang menarik bagi masyarakat. Hal ini mendorong Majelis Pustaka dan Informasi PDM Sleman menggelar acara pelatihan jurnalistik sebagai bagian dari program dan  sekaligus bersama-sama belajar di bidang jurnalistik. Melalui Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman terus berupaya untuk lebih maju, bergerak dan tidak ketinggalan di bidang teknologi informasi dan komunikasi melalui kegiatan pelatihan jurnalitik praktis dan mendasar. Tujuan diadakan Pelatihan jurnalistik ini adalah untuk mengenal, mengetahui dan mendalami seluk beluk jurnalistik, baik itu mengenai terbitan media massa, media online, trik dan tips menulis di media massa, redaksi, layout, teknik wawancara dan lain-lain, Menulis dengan baik sesuai kode etik jurnalistik, membuat opini, press release kegiatan-kegiatan yang akan dan telah dilakukan dan meningkatkan performa institusi sekolah maupun persyarikatan dan menjadi kontributor di web pdmsleman.or.id dan media online persyarikatan.

Loading

LAZISMU Kabupaten Sleman Raih Berbagai Penghargaan dari Kemenag Kanwil DIY

Sleman, Pdmsleman.Or.Id LAZISMU Kabupaten Sleman raih berbagai penghargaan dalam kegiatan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Akreditasi dan Audit Syariah Lembaga Pengelola Zakat tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Bidang Penais Zawa Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (KEMENAG DIY) di Ros In Hotel Rabu (31/01/24) Kegiatan tersebut diikuti oleh 47 Lembaga Amil Zakat (LAZ) diantaranya 6 BAZNAS tingkat Provinsi dan Kabupaten serta 41 LAZ yang ada di DIY. BIMTEK Akreditasi dan Audit Syariah dibuka oleh H. Nurhuda, S.Ag., M.S.I, mewakili kepala bidang Penais Zawa DIY, yang dalam sambutannya menyampaikan agar “ BAZ-LAZ bersinergi dan saling meningkatkan pengelolaan ZIS-DSKL dengan cara menjaga dan meningkatkan akuntabilitasnya. Pengelolaan ZIS-DSKL harus sesuai dengan prinsip 3A (aman Regulasi, Aman Syar’i, Aman NKRI)”. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Kasubdit Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat Kemenag RI  Dr. Ahmad Syauqi, S.H., M.Hum., CLA, C.Med. Dalam kesempatan itu menyampaikan “ pentingnya Audit Syariah dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan pengelolaan zakat telah dilaksanakan dengan tolak ukur yang ditetakan secara efektif dan efisien”. Kedepan lembaga zakat didorong untuk meningkatkan efektifitas, efesiensi, dan akuntabilitas layanan dalam pengelolaan zakat terkhusus pada aspek tekhnis, administrasi, dan keuangan maka akan diberlakukan akreditasi lembaga zakat. Selain kegiatan Bimtek Akreditasi dan Audit Syariah, kegiatan tersebut juga di barengi dengan pemberian berbagai penghargaan untuk BAZ dan LAZ yang berprestasi di tahun 2023. Adapun jenis penghargaan yang diberikan diantaranya Penghargaan Audit Sesuai Syariah 2022, Bantuan Hibah APBD Pemda Tahun 2023, Presentase kenaikan ZSI-DSKL tertinggi tahunan 2022-2023, serta capaian Infak tertinggi untuk Palestina Dalam kategori penghargaan Presentase kenaikan ZSI-DSKL tertinggi tahunan 2022-2023 tersebut LAZISMU Kabupaten Sleman meraih penghargaan peringkat ke 2 setelah BAZNAZ Kabupaten Kulonprogo, sedangkan LAZISMU Kabupaten Bantul ada pada Peringkat ke 3. Selanjutnya LAZISMU Kabupaten Sleman juga meraih Penghargaan LAZ terbaik Tingkat Kabupaten/Kota pada kategori capaian Infak tertinggi untuk Palestina disusul oleh BAZNAS Kabupaten Sleman dan LAZISMU Kabupaten Bantul. Ketua LAZISMU Kabupaten Sleman Syinta Brata menyampaikan, terimakasih kepada warga persyarikatan dan masyarakat atas kepercayaannya kepada kami. Terimakasih kepada Kanwil Kemenag D.I. Yogyakarta atas penghargaan yang diberikan kepada LAZISMU Kabupaten Sleman, teruntuk juga pada Tingkat provinsi LAZISMU DIY juga meraih peringkat tertinggi dalam 2 kategori ini, tentu penghargaan ini ditujukan kepada LAZISMU secara keseluruhan. “Karena hasil kerja keras, kerja ikhlas teman-teman dari kantor layanan dan daerah, sehingga penghargaan ini diberikan kepada LAZISMU Kabupaten Sleman. Semoga kedepan semakin solid dan banyak memberikan program-program yang bermanfaat dan maslahat untuk masyarakat di D.I. Yogyakarta. Amin,” Ungkapnya. Reportase Syinta Brata Lazismu PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

“Dari Umat, Dijual untuk Umat, Keuntungannya untuk Umat”

(Rakor MEBP PDM Sleman) SLEMAN – Pdmsleman.Or.Id Pada Sabtu, 24 Januari 2024 telah dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) antara Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman dengan MEBP PCM se-Sleman. Bertempat di Aula PDM Sleman, Sawahan, Pandowoharjo, Sleman. Tercatat lebih 14 PCM se-Sleman hadir mengikuti undangan dari MEBP PDM Sleman. Anton Nugroho selaku Ketua MEBP PDM Sleman menyampaikan bahwa agenda Rakor ini adalah agenda untuk konsolidasi dan silaturahmi pimpinan MEBP se-Sleman.  “Bila perlu nantinya, agenda Rapat MEBP diadakan secara bergiliran, agar semakin guyub. Mulai dari paling pojok timur di Prambanan sampai dengan pojok barat di Minggir”, sebut Anton dalam kata sambutannya. Selanjutnya, dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta diwakili oleh Taufiqurrahman selaku Ketua MEBP PWM DIY. Taufiqurrahman yang juga Direktur Utama PT Bummy Harapan Ummat (Buharum) milik PWM DIY menyampaikan seruan jihad kepada seluruh Pimpinan MEBP. “Mengelola bisnis pribadi maupun bisnis milik persyarikatan harus sungguh-sungguh. Inilah jihad kita di persyarikatan”, ujarnya dalam sambutan. PT Buharum sendiri adalah contoh yang baik dalam pengembangan model bisnis milik persyarikatan Muhammadiyah. Saat direvitalisasi pada tahun 2014. Awalnya PT Buharum minus 60 juta. Dengan modal tambahan hanya 10 juta rupiah dan tentunya ikhtiar yang sungguh-sungguh, kini asetnya mencapai 6,3 Milyar dengan laba 1,2 Milyar pada akhir tahun 2022. MEBP PDM Sleman melalui Sekretarisnya, Rama Widia Sentot menjelaskan bahwa ada begitu banyak peluang usaha di internal Muhammadiyah. Mulai dari pengadaan barang dan jasa untuk internal, hingga pembuatan portal administrasi digital. Kata Rama Widia, “Pimpinan MEBP se-Sleman seharusnya punya semboyan baru: Hiduplah di Muhammadiyah dan Kuatkanlah Muhammadiyah”. Sehingga, kehadiran setiap Pimpinan MEBP adalah untuk menguatkan Persyarikatan melalui jalur kemandirian ekonomi. Di sesi selanjutnya, satu per satu perwakilan MEBP PCM memaparkan program kerja di masing-masing cabang.  April Suryono dari MEBP PCM Godean menyatakan bahwa mereka memiliki rencana untuk pembangunan Kolam Renang Surya Tirta Godean & Geocation Park di tanah wakaf milik PCM Godean. Dengan perhitungan bisnis yang terperinci. Menurut April, estimasi akan BEP dalam waktu 4 tahun. “Saya sampaikan ke Pimpinan Cabang. Kunci suksesnya, berikan kami kepercayaan”, tegas beliau. Dari MEBP PCM Kalasan, Sumadi, menyatakan bahwa mereka sedang mengembangkan produk unggulan Body WashMU, ShampooMU dan PastaMu. Produk-produk ini awalnya dimulai dari PRM Purwomartani. Semangat besarnya adalah agar nantinya  Toko-Toko Ritel milik Persyarikatan bisa diisi oleh produk2 lokal milik Warga Muhamadiyah. Tidak lagi diisi oleh produk-produk global, yang bisa jadi Pro Zionisme Israel.  “Produk kita seharusnya nanti punya prinsip: Dari Umat, dijual oleh Umat, keuntungannya untuk Umat.”, tegas Sumadi. Secara umum, di sesi pemaparan tiap MEBP PCM. Beberapa program kerja unggulan yang banyak disebutkan antara lain: optimasi pengelolaan tanah wakaf, penguatan Jaringan Saudagar Muhammadiyah dan Pendirian Toko Ritel di setiap PCM. Bahkan beberapa PCM berencana untuk mendirikan Muhammadiyah Business Center seperti di PCM Gamping, Prambanan dan Moyudan..  Reportase Muhammad Zulfi Ifani (MEBP PDM Sleman) Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Utusan PDM Sleman Ikuti Rakorwil 2 LPCRPM DIY, Angkat Tema Memakmurkan Masjid, mewujudkan Cabang, Ranting Yang Unggul dan Berkemajuan di DIY

Wates, Pdmsleman.Or.Id Rakorwil 2 LPCRPM DIY yang digelar di SMK 1 Wates Kulonprogo pada Ahad, 21 Januari 2024, menandai komitmen untuk memakmurkan masjid dan mewujudkan cabang serta ranting yang unggul dan berkemajuan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua PWM DIY, DR Ikhwan Ahada, dalam sambutannya menekankan pentingnya keberadaan LPCRPM sebagai pendorong utama cabang dan ranting yang menjadi ujung tombak persyarikatan. Ikhwan Ahada menyampaikan, “Semua majelis dan lembaga yang ada bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan LPCRPM dalam merealisasikan program-program kerja.” Tema sentral ini diakui sebagai poin krusial dalam memajukan struktur kepengurusan Muhammadiyah di DIY. Acara yang dihadiri oleh pimpinan LPCRPM seluruh DIY menyuguhkan tujuh materi, termasuk Strategi Pemenangan bakal calon DPD RI, Penyusunan Instrumen Masjid Muhammadiyah Unggul, Validasi Status Cabang Ranting, dan Optimalisasi Program Layanan KTAM keliling. Sesi menarik terjadi saat masing-masing daerah menyampaikan laporan kegiatan pemenangan calon DPD RI, dengan teknik dan cara variatif dalam usaha pemenangan yang saling melengkapi satu dengan lainnya. Semua Pimpinan Daerah sepakat untuk tetap maksimal dalam menghijaukan suara untuk Ir Achmad Syauqi Soeratno, MM. Sleman, sebagai salah satu kontributor, mengirimkan 4 utusan, yaitu US Prawoto, Fauzi Subhan, Jumari, dan Hepy, sebagai bentuk komitmen terhadap program pemenangan calon DPD RI. Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore itu ditutup secara resmi oleh Ust Cahyono, SAg, wakil ketua PWM DIY. Rakorwil ini menjadi momentum penting untuk menyulut semangat bersatu dan memacu aksi konkret dalam mewujudkan masjid yang makmur serta cabang dan ranting yang unggul dan berkemajuan di DIY. Reportase H. US Prawoto  LPCR PM PDM Sleman, Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman. #LPCRPM2024 #MuhammadiyahDIY #BersatuMajukanMasjid #PemenanganDPDRI

Loading

Pelatihan Pajak MEBP PDM Sleman, Cara Cermat, hemat Bayar Pajak Tahunan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id SPT tahunan kadang bikin bimbang. Kalau tak dibayarkan jadi beban, tapi kalau dibayarkan kok menipis pendapatan usaha kita. Tentunya setiap pengusaha ingin berhemat dalam hal apapun, termasuk dalam membayar pajak tahunan. Terlebih lagi bagi para pengusaha wajib pajak badan maupun wajib pajak pribadi yang penghasilannya sudah melebihi penghasilan tidak kena pajak. Bagaimana cara menghematnya?Jangan sampai menyalahi aturan!Pelajari ilmunya secara lengkap di Pelatihan Pajak bersama MEBP PDM Sleman. Investasi hanya Rp 50.000(Modul, Snack, Lunch & E-Sertifikat) 🎙️ Arif Nurman Hakim, SE., Ak., BKP, CA.(Praktisi & Konsultan Pajak) 🗓️ Selasa, 6 Februari 2024⏰ 08.30 – 11.30 WIB📍Gedung Dekranasda Slemanhttps://maps.app.goo.gl/RgzqNHgumivDTKMo9 DAFTAR SEGERA, TERBATAS HANYA 50 SEATLink Registrasibit.ly/PelatihanMEBPSleman Contact Person:MZ Ifani (0811-3939-211) Diselenggarakan oleh:MEBP PDM Sleman

Loading

Rakerwil Lazismu Diy 2024, Lazismu Sleman Meraih 3 Penghargaan Terbaik

Sleman, Pdmsleman.or.Id Penyelenggaraan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) oleh Lazismu Wilayah DI Yogyakarta ini berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya, Jalan Kaliurang Km 12,5 Klidon, Kabupaten Sleman pada Jumat-Sabtu (05-06/01) yang diikuti oleh para pengurus Lazismu Wilayah, Daerah, dan Kantor Layanan (KL) se-DI Yogyakarta serta perwakilan majelis, lembaga, dan ortom tingkat wilayah. Rakerwil Lazismu DI Yogyakarta 2024 ini juga dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Imam Mujadid Rais serta jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta yaitu Wakil Ketua Ariswan dan Sekretaris Arif Jamali Muis. Pada Rakerwil Lazismu ini ada beberapa macam kegiatan untuk penguatan Kerjasama LAZISMU dengan Lembaga maupun majelis di persyarikatan Muhammadiyah, seperti best practice Kolaborasi MLO dan penyampaian Road Map serta kebijakan LAZISMU Nasional 2024 – 2029. Yang tak kalah seru untuk setiap LAZISMU Daerah untuk melaporkan baik itu capaian kinerja, penghimpunan serta bentuk-bentuk usaha atau program yang sedang dilakukan maupun sudah. Kesemarakaan rakerwil ini ditutup dengan pengumuman LAZISMU Award dari beberapa kategori. LAZISMU Sleman dalam kesempatan ini diberi banyak keberkahan dengan mendapat beberapa penghargaan antara lain Kreatifitas  Penghimpunan ZISKA terbaik dengan program “Langitkan Doa Untuk Palestina”, Kreatifitas Pendistribusian dan Pendayagunaan Program terbaik program support Muhammadiyah Agribisnis Center, Nominasi program ekonomi berbasis inovasi sosial terbaik dan yang paling utama LAZISMU Daerah terbaik DIY. Dalam Rakerwil ini untuk capaian LAZISMU Sleman untuk tahun 2024 di targetkan naik 25% menjadi 13 Milyar, mengalami peningkatan pada capaian tahun 2023 sebesar 10 Milyar. LAZISMU Sleman harus terus berbenah dengan inovasi dan kreatifitas program yang mengena langsung untuk yang terdampak, dengan 23 KLL se Daerah Sleman sangat memungkin bisa mencapai target, dan bisa sama-sama memaksimalkan pencapaian SDGs salah satu isu yang diangkat dari Rakernas LAZISMU Nasional. Reportase   Syinta Brata Lazismu PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Jangan Salah Pilih Pemimpin

Sleman, Pdmsleman.Or.Id M. Wildan Wahied, SHI Islam sangat memandang penting masalah kepemimpinan. Pentingnya kepemimpinan itu ditunjukkan lewat peristiwa pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah di Saqifah Bani Saidah, sesaat setelah wafatnya Rasulullah. Saat jasad Nabi belum lagi dimakamkan, para sahabat lebih mendahulukan memilih khalifah pengganti Nabi daripada menyelenggarakan jenazah beliau yang agung dan mulia. Kepemimpinan merupakan hal mutlak yang harus ada, meskipun hanya di tengah sebuah kelompok kecil. Hal ini terlihat dari sabda Rasulullah SAW: إِذَا خَرَجَ ثَلَاثَةٌ فِي سَفَرٍ فَلْيُؤَمَّرُوْا أَحَدَهُمْ “Apabila tiga orang keluar dalam sebuah safar, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antaranya sebagai pemimpin.” (HR. Abu Dawud dari Abi Said al-Khudhri). Jika dalam kelompok kaum Muslimin yang sangat sedikit pun perlu ada orang yang ditunjuk sebagai pemimpin, terlebih dalam kelompok yang jauh lebih besar, seperti sebuah bangsa misalnya. Awas, Pemimpin Yang Menyesatkan Meski keberadaan pemimpin itu mutlak diperlukan, namun Nabi mewanti-wanti umatnya untuk tidak sembarangan mengangkat pemimpin. Salah satu yang dikhawatirkan Nabi atas umatnya adalah salah dalam mengangkat pemimpin. Hal ini terlihat dari hadits riwayat Tsauban RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: إِنَّ مِمَّا أَتَخَوَّفُ عَلَى أُمَّتِي أَئِمَّةً مُضِلِّينَ “Sesungguhnya, yang paling aku khawatirkan atas dirimu ialah para pemimpin yang menyesatkan”. [HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi]. Salah satu tugas pemimpin adalah membimbing orang yang dipimpinnya menuju kepada arah yang benar. Ia juga dituntut untuk mampu memberi solusi atas persoalan rakyatnya. Dengan demikian, seorang pemimpin harus memiliki kapabilitas yang memadai. Tanpa landasan itu, ia hanya akan menyesatkan rakyatnya. Hal ini ditegaskan Nabi dalam sabda beliau: إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا “Sesungguhnya, Allah tidak mencabut ilmu secara sekaligus dari umat manusia, namun Allah mencabutnya dengan cara mewafatkan para ulama. Sehingga apabila tidak lagi tersisa seorang pun ulama, manusia mengangkat orang-orang jahil sebagai pemimpin. Ketika dimintai pendapat, para pemimpin itu berfatwa ilmu. Akhirnya mereka sesat lagi menyesatkan” [HR. Al Bukhari]. Keengganan orang-orang yang kapabel untuk menjadi pemimpin adalah salah satu sebab bertahtanya para pemimpin bodoh. Selain itu, kekeliruan memilih pemimpin menjadi sebab terbesarnya. Kesalahan itu dapat terjadi karena si pemilih tidak dibimbing oleh petunjuk syariat dalam mengangkat pemimpin, atau karena cara pandang yang salah terhadap kepemimpinan. Fungsi Kepemimpinan Islam mewajibkan adanya kepemimpinan karena pentingnya fungsi kepemimpinan itu. Diantara fungsinya adalah: Pertama, mencegah kezaliman. Imam Ibnu Katsir menjelaskan hal ini dengan merujuk QS. Al-Baqarah 251: وَلَوۡلَا دَفۡعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعۡضَهُم بِبَعۡضٖ لَّفَسَدَتِ ٱلۡأَرۡضُ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ ذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam. Terhadap ayat ini Ibnu Katsir menjelaskan: لَوْلَا إِقَامَةُ الْمُلُوكِ حُكَّامًا عَلَى النَّاسِ لَأَكَلَ قَوِيُّ النَّاسِ ضَعِيفَهُمْ Seandainya tidak ada kekuasaan yang ditegakkan oleh para penguasa terhadap manusia, maka orang yang kuat akan menghabisi orang yang lemah (Ibnu Katsir, Qashas al-Anbiya, II/265). Pepatah latin mengatakan bahwa manusia adalah homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi lainnya). Dengan demikian kekuasaan berfungsi untuk membatasi tabiat manusia yang dengan kekuatannya dapat berbuat kezaliman kepada pihak yang lemah. Sehingga, dalam suatu riwayat dari Abu Bakrah disebutkan: اَلسُّلْطَانُ ظِلُّ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ فَمَنْ أَكْرَمَهُ أَكْرَمَهُ اللَّهُ وَمَنْ أَهَانَهُ أَهَانَهُ اللَّهُ Penguasa adalah naungan Allah di muka bumi. Barangsiapa memuliakannya, Allah pun memuliakannya. Barangsiapa menghinakannya, Allah pun akan menghinakannya pula (Ibnu Atsir, Usud al-Ghabah, h. 929). Kedua, menegakkan hukum Allah. Utsman bin Affan t berkata: إِنَّ اللَّهَ لَيَزِعُ بِالسُّلْطَانِ مَا لَا يَزِعُ بِالْقُرْآنِ “Sesungguhnya Allah mencegah dengan kekuasaan (manusia) apa-apa yang tidak bisa dicegah dengan Al-Qur`an.” (Ibnu Katsir, Qishah al-Anbiya, 265). Lewat Al-Quran Allah mencegah manusia melakukan perbuatan buruk. Orang beriman tentu akan berusaha menjauhi larangan Allah tersebut. Namun banyak dijumpai betapa orang yang mengaku beriman dapat pula melanggar larangan Allah. Sebabnya antara lain karena pelanggaran tersebut tidak mengakibatkan hukuman secara langsung di dunia. Disinilah kekuasaan memiliki fungsi untuk menegakkan hukum Allah agar ditaati. Allah memberi kewenangan pada penguasa untuk membuat hukum ta’zir (hukum yang penerapannya diserahkan kepada punguasa). Ancaman sanksi yang ada dalam hukum ta’zir itu dapat memaksa orang lain agar taat kepada aturan hukum. Ketiga, menyejahterakan rakyat. Rasulullah SAW bersabda: مَنْ وَلَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَاحْتَجَبَ دُونَ حَاجَتِهِمْ وَخَلَّتِهِمْ وَفَقْرِهِمْ احْتَجَبَ اللَّهُ عَنْهُ دُونَ حَاجَتِهِ وَخَلَّتِهِ وَفَقْرِهِ Siapa yang diserahi Allah mengatur kepentingan kaum muslimin, namun kemudian ia bersembunyi dari kebutuhan mereka, kemiskinan mereka, dan kefakiran mereka, maka Allah akan menolak kebutuhannya, kemiskinannya serta kefakirannya (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzy). Hadits ini menyiratkan bahwa diantara fungsi kepemimpinan adalah untuk menyejahterakan rakyat. Jika pemimpin itu tidak bersungguh-sungguh berupaya memenuhi kebutuhan rakyat, maka ia diancam tidak akan masuk surga. Nabi SAW bersabda: مَا مِنْ أَمِيرٍ يَلِي أَمْرَ الْمُسْلِمِينَ ثُمَّ لَا يَجْهَدُ لَهُمْ وَيَنْصَحُ إِلَّا لَمْ يَدْخُلْ مَعَهُمْ الْجَنَّةَ Tidaklah seorang pemimpin yang menangani urusan kaum muslimin, tetapi tidak berusaha semaksimal mungkin untuk mengurusi mereka dan memberikan arahan kepada mereka, kecuali dia tidak akan bisa masuk surga bersama kaum muslimin itu (HR. Muslim). Melihat fungsi-fungsi tersebut, maka kepemimpinan dalam Islam bukanlah urusan menikmati kekuasaan belaka, melainkan berfungsi untuk membimbing rakyatnya meraih kemaslahatan di dunia dan akhirat. Semua fungsi kepemimpinan itu kemudian dirangkum oleh Imam Al-Mawardi yang memberi definisi kepemimpinan. Beliau mengatakan: اَلْاِمَامَةُ مَوضُوعَةٌ لِخِلَافَةِ النُّبُوَّةِ فِى حِرَاسَةِ الدِّيْنِ وَسِيَاسِيَةِ الدُّنْيَا Kepemimpinan itu berfungsi untuk menggantikan tugas kenabian dalam menjaga agama dan mengatur urusan dunia. (Al-Mawardi, Al-Ahkam as-Sulthaniyah, h. 4). Tugas kenabian yang dilanjutkan itu tentu bukan untuk menerima wahyu, melainkan menjaga keberlangsungan dakwah Islam dan menegakkan hukum-hukum agama. Selain itu, juga untuk mengatur kemaslahatan kaum muslimin dalam urusan keduniaan. Sehingga, ketika seseorang memilih pemimpin hanya dengan pertimbangan material belaka, tentu ia berpotensi besar untuk terjerumus dalam kekeliruan. Karena itulah maka Islam telah memberi petunjuk kepada umatnya dalam masalah kepemimpinan ini. Islam mengatur siapa saja yang tidak boleh dipilih sebagai pemimpin, siapa yang layak untuk dipilih sebagai pemimpin, serta bagaimana kriterianya. Kriteria Pemimpin Dengan adanya fungsi yang kompleks dan tanggung jawab yang berat tersebut, maka tidak setiap orang dapat diangkat sebagai pemimpin. Karena itu para ulama merumuskan mengenai kriteria yang harus ada pada calon pemimpin. Imam Al-Mawardi, dalam kitabnya, …

Loading