Belajar Sukses Barokah Berjamaah dari Ponpes Modern Tazakka

Batang, Pdmsleman.or,Id (Ringkasan Studi Tiru MPW PDM Sleman dan MPW PCM se Kabupaten Sleman ke Ponpes Modern Tazakka) Pada hari Ahad, 5 November 2023, rombongan studi tiru yang berjumlah sekitar 30 orang berangkat dari Masjid AsyS yifa PDM Sleman pada pukul 04.30 dan tiba di Ponpes Tazakka yang berada di Sidayu, Bandar, Cendono, Sidayu, Kec. Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah sekitar pukul 09.30. Rombongan MPW dipimpin oleh Ustadz Nasirun dari PDM Sleman, diterima oleh 3 orang pimpinan Pondok (Ustadz Anang berhalangan hadir, karena menghadiri acara di Ponpes Gontor). Berikut ini beberapa insight yang diperoleh dari studi tiru: 1. Kader Ustadz untuk menjadi ulama seperti Ustadz Anang 2. Kader membangun jaringan (dalam dan luar negeri) 3. Manajerial 4. Entrepreneur 5. Akademik 6. Supporting Yang paling sulit adalah menciptakan Leader, Oleh karenananya, fokus Ustadz Anang adalah menciptakan leader Pondok yang akan menjamin keberlangsungan pondok bahkan setelah para pendirinya sudah tidak ada. FISIK , Sebagian besar bangunan fisik di Tazakka adalah dari Wakaf.   Dimana Wakaf Uang, wakaf melalui uang. Yang didukung dengan ZIS. JARINGAN , Lazis dan Nazhir Wakaf Tazakka mendapat izin resmi sekitar tahun 2018, yang hampir berdekatan. Kekuatan program fundariising, didukung oleh Program Pembinaan Donatur serta inovasi dalam penghimpunan menjadi kunci utama. Program Fundariising Tazakka, semula mengandalkan kenclengan dan sumbangan ritel, kemudian atas arahan Ustadz Anang, dilakukan inovasi penghimpunan lazis dan wakaf berbasis Sistem dan Teknologi. Saat ini, sudah dibuat sistem informasi terintegrasi yang menjadikan Tazakka sebuah ekosistem keuangan Cashless, transparan, akuntabel. Transaksi keuangan di Tazakka, baik dari orang tua santri, toko, santri, sampai laporan hasil studi santri, sudah terintegrasi dalam sistem IT dan  bahkan sistem IT ini telah diwakafkan oleh Tazakka untuk bisa diimplementasikan di pesantren lainnya. Tazakka juga membangun jaringan di luar negeri melalui para penerima beasiswa Tazakka, maupun jaringan para pendiri, diantaranya di Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Umul Quro’ di Arab Saudi. Tazakka memiliki beberapa amal usaha yang semuanya mensupport Pondok  diantaranya  Toko Tazakka, Koperasi Siswa.  Tazakka memiliki keunikan yaitu makanan bagi para siswa di support oleh istri-istri guru dan pegawai ponpes yang diatur sedemikian rupa dan di integrasikan dalam sistem IT. Disampaikan oleh pengurus pondok, bahwa meskipun jumlah donatur pondok tidak banyak, namun dari yang tidak banyak itu kontribusinya bisa maksimal. Kolaborasi ZIS dan Wakaf digunakan untuk membiayai kegiatan pondok. Sehingga biaya pendidikan ponpes, tidak terlalu memberatkan ortu santri. Sekilas tentang sistem IT terintegrasi. Siswa tidak boleh membawa HP dan uang cash tidak digunakan dalam transaksi sebagai gantinya adalah siswa memiliki kartu siswa yang berfungsi sebagai kartu belanja. Melalui kartu siswa ini, santri bisa belanja dengan pagu/batasan Rp 300.000 per pekan, dan ada yang unik yakni mereka memiliki pagu meminjamkan uang kepada teman yang butuh, sebesar Rp 50 rb per minggu. Seluruh transaksi keuangan santri ter simpan dalam server cloud dan internal di ponpes. Termasuk history belanja, infaq, wakaf, kiriman uang orang tua. Biaya SPP 300.000 Rupiah,  uang makan 600.000 Rupiah per bulan, bisa di bayar bertahap oleh orang tua santri dan emuanya tercatat dalam sistem. Kekuatan merancang dan mengimplementasikan program fund raising Tazakka merupakan kunci sukses dalam mewujudkan cita-cita 2045 Tazakka. Tazakka memiliki maket / miniatur ponpes selama tahun2 mendatang. Gedung dan sarana prasarana lainnya. Prinsip dalam pembangunan fisik adalah Harus Selesai, namun Tidak Boleh Selesai/ berhenti, maksudnya, misal tahun ni target membangun 1 gedung, maka harus selesai terbangun dan dilanjutkan untuk pembangunan pada tahun-tahun berikutnya. Tahun 2030 Tazakka memiliki cita-cita melahirkan 10 Doktor, 30 Magister, 60 Sarjana sebagai visi kaderisasi dalam bidang sains, teknologi, studi Islam, dan kesehatan. Program pembinaan Donatur ziswaf, juga menjadi kunci sukses dalam fundariising, sebagai contoh  wakaf temporer untuk gedung A selama 5 tahun, setelah 5 tahun dana wakaf seharusnya dikembalikan, namun  karena ada program lain misal pembangunan gedung B, maka dengan melaksanakan pembinaan donatur, sebagian besar donatur gedung A akan ikut lagi menjadi Donatur di gedung B.  Bisa dengan uang yang sama, atau malah nambah tapi ada juga yang butuh untuk dikembalikan. Kekuatan Visi, diterjemahkan dalam program-program, dan didukung dengan laporan pelaksanaan yang berkesinambungan, membuat lembaga ZISWAF Tazakka terus menjadi kepercayaan para donatur. Kuncinya adalah Profesional Akuntanbilitas dan Amanah. 4 Program Lazis Tazakka: Demikian yang saya sampaikan. Semoga bisa ada manfaatnya untuk kita semua. Salam takzim  Reportase  Agung Prast  MPW PCM Ngaglik Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Mengukir Masa Depan Cerah: Pentingnya Ketahanan Keluarga Dalam Membentuk Anak-Anak Yang Unggul Di Indonesia

Dr. Triwahyuni Sukesi, S.Si, MPH* Kehidupan modern seringkali membawa kita di hadapan berbagai tantangan yang melibatkan kesehatan fisik, mental, dan sosial anak-anak. Di tengah situasi yang semakin kompleks ini, penting bagi kita untuk merenung tentang peran penting ketahanan keluarga dalam membimbing anak-anak kita menuju masa depan yang cerah. Data menunjukkan bahwa gangguan mental emosional remaja di Indonesia meningkat dari 6,1 persen menjadi 9,8 persen, sebuah angka yang mengkhawatirkan. Ini hanyalah salah satu contoh nyata yang menggarisbawahi pentingnya ketahanan keluarga dalam merespons permasalahan ini. Meningkatnya Masalah Kesehatan Mental Pada tahun-tahun terakhir, Indonesia telah menyaksikan peningkatan dramatis dalam angka gangguan mental pada remaja. Dari 6,1 persen menjadi 9,8 persen merupakan lonjakan yang signifikan. Ini berarti hampir 10 persen remaja Indonesia menghadapi masalah mental yang memengaruhi kesejahteraan mereka dan perkembangan masa depan. Angka ini membawa kita kepada pertanyaan kritis: Mengapa gangguan mental semakin merajalela, dan apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi tantangan ini? Salah satu solusi yang muncul adalah memperkuat ketahanan keluarga sebagai dasar yang kuat untuk membimbing anak-anak melewati masa-masa sulit ini. Ketahanan keluarga, dalam berbagai aspeknya, adalah pondasi penting untuk menghadapi permasalahan kesehatan mental dan sosial ini. Tantangan Kesehatan Fisik Selain gangguan mental, tantangan kesehatan fisik seperti Kurang Energi Protein (KEP) dan stunting juga tetap menjadi permasalahan serius, terutama di daerah-daerah seperti Yogyakarta. Profil kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2021 mencatat sekitar 8,50 persen balita mengalami KEP dan 9,83 persen mengalami stunting. Masalah kesehatan balita bukan hanya soal gizi, tetapi juga berkaitan dengan kondisi sosial dan ekonomi. Di tengah kenyataan ini, ketahanan keluarga memegang peran yang tak tergantikan dalam menyediakan kondisi yang memungkinkan anak-anak untuk berkembang secara fisik yang sehat. Keluarga yang memiliki ketahanan ekonomi dapat memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan pendidikan. Ini tidak hanya penting untuk pertumbuhan fisik anak, tetapi juga untuk memberikan mereka peluang dalam hal perkembangan mental dan sosial. Ketahanan Keluarga: Pondasi Masa Depan Anak-anak Ketahanan keluarga bukanlah konsep yang abstrak; ia adalah tanggung jawab nyata yang dapat kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam memahami peran ketahanan keluarga, ada empat aspek penting yang harus kita pertimbangkan: Dengan membangun ketahanan keluarga dalam aspek-aspek ini, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, tetapi juga menyiapkan mereka untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul di masa depan. Ketahanan keluarga adalah kunci untuk memberikan anak-anak peluang terbaik dalam menghadapi tantangan masa depan dan mencapai potensi sejati mereka. Bersama-sama, kita dapat membantu mereka mengukir masa depan yang cerah dan sukses di Indonesia yang kita cintai. Dalam menghadapi krisis kesehatan mental dan gizi yang mengancam, mari berkomitmen untuk membangun keluarga yang kuat, yang akan mewariskan nilai-nilai penting kepada generasi mendatang. *Dr. Tri Wahyuni Sukesi, S.Si.,MPH. Divisi SAMARA Majlis Pembinaan Kesejahteraan Sosial pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman

Loading

Rapat Kerja Nasional MPW PP Muhammadiyah Luncurkan Platform WakafMU

Jakarta, Pdmsleman.Or.id Tanggal 28 Oktober 2023 merupakan hari bersejarah dalam perwakafan di Muhammadiyah. Dalam Rapat Kerja Nasional MPW PP Muhammadiyah yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center Muhammadiyah meluncurkan platform “wakafmu” sebagai tols untuk melakukan akselerasi dan lompatan dalam pemanfaatan harta wakaf, khususnya melalui penghimpunan wakaf uang dan/atau wakaf melalui uang. Setelah berganti nomenklatur menjadi Majelis Pendayagunaan Wakaf, Muhammadyah melangkah maju tidak “sekedar” menerima dan mengadministrasi harta benda wakaf, melainkan berorientasi lebih kepada pendayagunaan wakaf sebagaimana amanat UU No 41 tahun 2004. Apakah selama ini tidak mendayagunakan Wakaf? Tentu tidak demikian, selama ini Muhammadyah telah mendayagunakan wakaf dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial  bahkan ekonomi. Platform wakafmu didedikasikan untuk membuka lebih luas masyarakat berwakaf uang secara berjama’ah. Buya Amirsyah Tambunan selalu Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadyah dalam sambutan peluncuran platform ini, “ optimis wakafMU akan mampu segera menyusul lazisMU dalam penghimpunan dana Wakaf uang. Bahkan beliau memasang target 1 milyar dalam setahun pertama. Agung Nugraha, utusan MPW PDM Sleman, yang mengikuti kegiatan Rakernas menyambut positif platform tersebut dan siap segera mensosialisasikan ke daerah,  Ia mengatakan “ PDM Sleman masih memiliki beberapa asset tanah wakaf yang belum dimanfaatkan, melalui platform wakafMU diharapkan mampu memberikan fasilitasi dan memberi kesempatan kepada banyak orang untuk berwakaf tanpa harus menunggu kaya sehingga dapat mempercepat pemanfaatan tanah wakaf agar segera dapat mengalirkan pahala baik yang berwakaf tanah maupun wakaf uang, imbuhnya”. (ran). Reportase   RA Nugraha MPW PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Penyerahan Sertifikat Wakaf Untuk PCM Prambanan dan Minggir

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Wakil Ketua PDM Sleman, H. Nasirun, melakukan penyerahan sertifikat wakaf di sela acara Rapat Koordinasi Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM pada Sabtu, 21 Oktober 2023. Dalam acara ini, Muhammadiyah kembali diberikan kepercayaan untuk mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf, sebagai manifestasi nyata dari amanah yang diberikan. H. Nasirun, selaku pimpinan yang membidangi pengelolaan wakaf di PDM Sleman, bersama dengan Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman R Agung Nugroho S.Ag, turut hadir untuk menyerahkan sertifikat wakaf kepada PCM Prambanan menerima 4 sertifikat wakaf, sementara PCM Minggir diberikan 1 sertifikat wakaf. Penyerahan sertifikat ini merupakan langkah penting dalam menjaga dan mengelola harta benda wakaf yang diberikan. Sertifikat tersebut diserahkan atas nama Nadzir Persyarikatan Muhammadiyah, menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah lembaga yang dipercaya untuk melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab. Dalam momen yang penuh makna ini, diingatkan akan tanggung jawab besar yang diemban Muhammadiyah dalam mengelola wakaf. Hal ini menjadi sebuah amanah yang harus dijalankan dengan sepenuh hati dan integritas. Pemberian sertifikat wakaf ini juga memberikan dorongan positif bagi Muhammadiyah untuk terus berkomitmen dalam pengembangan dan pemanfaatan harta benda wakaf demi kesejahteraan persyarikatan dan masyarakat. Semoga Muhammadiyah terus menjadi wadah yang dapat dipercaya dalam menjalankan misi mulia ini, memastikan bahwa wakaf-wakaf tersebut memberikan manfaat yang maksimal bagi kemaslahatan umat. (ran) Reportase         : R Agung Nugroho Majelis Pemberdayaan Wakaf PDM Sleman Editor             : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Rakor Majelis Wakaf PDM Sleman, Optimalisasi Validasi Data Dan Pendayagunaan Asset Muhammadiyah.

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 21 Oktober 2023 Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman menyelenggarakan Rapat Koordinasi Majelis Pendayagunaan Wakaf. Adapun tema yang diusung ialah adalah “ Optimalisasi Validasi Data Dan Pendayagunaan Asset Muhammadiyah”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula PDM Sleman diikuti 45 orang terdiri dari unsur Majelis Daerah, unsur PCM masing-masing 2 orang, juga dari Aisyiyah. Dengan merujuk tema diatas, dalam sambutannya, R. Agung Nugraha Ketua Majelis Pemberdayaan Wakaf PDM Sleman menyampaikan bahwa “ kegiatan ini dimaksudkan untuk merefresh pengetahuan,  pemahaman dan ketrampilan terkait operasionalisasi SIMAM untuk kemudian melakukan validasi sekaligus melakukan update data,  utamanya pemanfaatan dan titik koordinat sehingga mudahkan dalam memotret potensi pengembangan”. Selanjutnya Agung menjealskan dengan data yang valid kita dapat merumuskan pengembangan dan mendayagunakan asset wakaf sesuai dengan karakteristik dan potensi masing masing. Untuk pendayagunaan tersebut, diperlukan dana, salah satunya melalui aplikasiaplikasi JariyahMu. Galeri Foto by M Ridwan SE PDM Sleman Materi disampaikan oleh Tim dari MPW PWM dilanjutkan dengan tanya jawab serta pengenalan e-waqf oleh H. Margono. Sari pertemuan ini akan ditindaklanjuti oleh masing masing PCM bersama Amal Usaha Muhammadiyah setempat. (ran) Reportase         : R Agung Nugroho Majelis Pemberdayaan Wakaf PDM Sleman Editor             : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

160 Guru SD-SMP Muhammadiyah Peserta Baitul Arqam Siap Bangun Kembali Semangat Bermuhammadiyah

Prambanan, Pdmsleman.Or,Id Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman dan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PDM Sleman mengadakan Baitul Arqam Elementary Angkatan II Tahun 2023 pada Sabtu (7/10). Kegiatan ini dilaksanakan di Kompleks Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prambanan, Yogyakarta. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ustaz Fajar Shodiq, Direktur PPM MBS Prambanan. Ananda Furqon Darmawan, siswa PPM MBS Prambanan mengawali kegiatan dengan pembacaan kalam ilahi. Selanjutnya, para peserta Baitul Arqam Elementary II yang berjumlah sekitar 155 orang yang terdiri atas guru SD dan SMP Muhammadiyah se-Sleman menyanyikan “Indonesia Raya” dan “Sang Surya”. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari pihak Dikdasmen PNF, MPKSDI, dan PPM MBS Prambanan. Pertama-tama, Ketua Dikdasmen PNF PDM Sleman, H. Surahmad, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqam diharapkan tidak hanya menjadi persyaratan formal saja, tetapi sebagai bentuk komitmen oleh setiap pihak untuk mempelajari nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. “Nantinya selama dua hari ini, Bapak-Ibu akan berkesempatan mempelajari ketauhidan dan kompetensi yang berkaitan dengan pendalaman agama Islam lainnya,” ujarnya. Kemudian, Ketua MPKSDI PDM Sleman, Hendro Sucipto, S.Pd., mengucapkan terima kasih atas kesanggupan kerja sama dengan Dikdasmen PNF PDM Sleman dan PPM MBS Prambanan dalam rangka mewujudkan Baitul Arqam Elementary Angkatan II ini. Ia menegaskan tentang kepentingan Baitul Arqam sebagai upaya membangun semangat ber-Islam dan bermuhammadiyah bagi semua warga Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa setiap tingkatan Baitul Arqam, di antaranya elementary ‘dasar’, intermediate ‘menengah’, dan advance ‘atas’, ada untuk menyamakan visi dan tujuan sesuai dengan yang diinginkan Muhammadiyah. “Sehingga, semoga ilmu yang didapat dalam dua hari ini bisa diaplikasikan bagi kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks keluarga maupun kelompok sosial yang lebih besar,” harap Hendro Sucipto. Kegiatan berikutnya adalah penyerahan peserta secara simbolis dari MPKSDI PDM Sleman kepada Dikdasmen PDM Sleman yang diwakili oleh masing-masing ketua, Hendro Sucipto, S.Pd. dan H. Surahmad, S.Pd. Wakil Ketua PDM Sleman, Drs. H. Irfan Haris sebagai pemberi sambutan berikutnya mengajak para peserta untuk mengucapkan syukur atas penyelenggaraan Baitul Arqam sebagai kesempatan berharga untuk menimba ilmu. Ia menyampaikan perbedaan pemerolehan ilmu yang dilakukan setelah kemajuan teknologi digital saat ini. “Sayangnya, ketika ilmu itu jadi lebih mudah didapatkan, jadinya kita sekadar ‘men-download’ saja, hanya sebagai koleksi,” ujarnya. Selain keprihatinan yang ia ungkapkan mengenai komitmen menuntut ilmu, ia juga menyampaikan tentang komitmen berkiprah di Muhammadiyah, baik pimpinan cabang maupun pimpinan ranting, yang saat ini semakin lama semakin sedikit. “Perlu ada gerakan untuk membangun kembali semangat bermuhammadiyah,” tegasnya. Drs. H. Irfan Haris sendiri menuturkan kisahnya yang telah aktif di Muhammadiyah sejak mengenyam pendidikan di bangku sekolah melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ia berharap, semoga dengan Baitul Arqam bisa terbangun kembali kegiatan dan semangat bermuhammadiyah yang menetap dalam hati masing-masing para peserta. Setelah itu, ia menutup kegiatan dengan memberi ketukan sebanyak tiga kali sebagai simbolisasi pembuka kegiatan Baitul Arqam, diikuti tepuk tangan peserta. Penulis: Rasya Swarnasta (MPKSDI PDM Sleman 2022-2027) Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Memajukan Sekolah Muhammadiyah, Kepala SD/MI Muhammadiyah se-Sleman Ikuti Baitul Arqom Advance di UMM Malang

Malang – Pdmsleman.Or.id Bertempat di Hotel Kapal Garden Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen PNF) dan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman menyelenggarakan Baitul Arqam Advance Angkatan Kedua pada hari Selasa-Jum’at, 26-29 September 2023. Kegiatan yang diikuti 74 Kepala SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman ini dibuka oleh Wakil Ketua PDM Sleman yang membidangi Majelis Dikdasmen PNF dan MPKSDI, Abdul Kasri yang didampingi Pimpinan Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman Suyono dan Ketua MPKSDI PDM Sleman Hendro Sucipto. Disamping itu, dalam pembukaan tersebut dihadiri pula para Wakil Ketua PDM Sleman. Dalam sambutannya, Abdul Kasri menyampaikan bahwa “Pimpinan PDM, Majelis, Lembaga, Pimpinan AUM dan Kepala Sekolah merupakan pelaksana program hasil keputusan, baik di tingkat Pusat-Daerah. Pelaksana keputusan itu, salah satunya adalah memimpinkan dengan mengedepankan keteladanan dan musyawarah dalam mengambil kebijakan.” Bapak Suyono, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman mengatakan, Bapak/Ibu Kepala Sekolah merupakan pemimpin sekaligus teladan utama di Sekolah Muhammadiyah. Melalui BA Advance ini diharapkan mengalami peningkatan dalam bermuhammadiyah, berislam dan memajukan sekolah Muhammadiyah. Disamping itu, beliau menekankan “sebagai kepala sekolah jangan tergoda dengan rumput tetangga yang lebih hijau, kepala sekolah harus memiliki komitmen yang tinggi sebagai pemimpin di sekolah Muhammadiyah,” ujar Wakil Ketua PDM Sleman bagian pendidikan. Dikdasmen PNF dan MPKSDI PDM Sleman bekerjasama dengan BKS SD/MI Muhammadiyah Sleman menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqom (BA) Advance di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sementara Ketua MPKSDI PDM Sleman Handro Sucipto menjelaskan bahwa “kegiatan BA di Muhammadiyah merupakan kegiatan penting dalam membangun dan menguatkan ideologi keislaman dan kemuhammadiyah bagi anggota Muhammadiyah. Terkhusus bapak/ibu yang hari ini mengikuti BA Advance yang merupakan perkaderan tingkat purna dalam jenjang perkaderan di Muhammadiyah.” Fokus dalam BA ini adalah bagaimana peserta memiliki nalar kritis, terlebih sebagai Kepala Sekolah dalam menjalankan amanah persyarikatan. Sedangkan tindak lanjut dari kegiatan ini adalah mengembangkan Muhammadiyah melalui sekolah yang dipimpin dengan ruh Muhammadiyah dan semangat tajdid. Kegiatan BA Advance dapat terselenggara berkat dukungan dan Kerjasama anatara PDM Sleman, Majelis Dikdasmen PNF, Majelis MPKSDI, dan BKS SD/MI Muhammadiyah Sleman, serta bantuan dari UMM Malang. Reportase      : Basyir-MPKSDI PDM Sleman Editor              : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman

Loading

HIDIMU Sleman Gumregah Berkemajuan

Pdmsleman.Or.Id        Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) DPD Kab Sleman  hari   Ahad (24-9-2023) mengadakan Musyda  yang pertama. Pada musyda kali ini menindaklanjuti dari hasil Musywil Hidimu DPW Prop. DIY 2023. Musyda HIDIMU Sleman ini termasuk urutan kedua, setelah HIDIMU Bantul menyelenggarakan hal yang sama pada beberapa waktu yang lalu. Pada kesempatan ini, ketua HIDIMU DIY dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Bendahara HIDIMU DPW   Waluyo mengatakan bahwa, “ dalam kondisi terbatas, kaum disabilitas juga punya kelebihan, bisa mandiri, punya kompetensi seperti insan yang lain, maka pemberdayaan disabilitas harus mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat, termasuk kaum disabilitas”. Sementara itu, Wakil Ketua PDM Drs. AS. Ardani memberikan motivasi, bahwa masyarakat muslim itu perlu ukhuwah islamiyah, termasuk kaum disabilitas. “ HIDIMU hadir untuk mewadahi warga disabilitas Muhammadiyah yang ingin berdaya dan berkemajuan”.  Untuk itu, lanjutnya,  “diperlukan syarat yakni taaruf, saling mengeenal sesama anggota; tafahum, saling memahami kebutuhan dan kondisi sesame  dan) ta’awun, yaitu saling menolong kepada sesama. Di HIDIMU, kita akan bisa kumpul, kenal, faham dan slaling menolong kepada sesamac. Semua ini merupakan bentuk amal sholih yaitu amal  yang nyata, sebagai wujud keimanan kita. Manfaat berorganisasi adalah model kerja yang tertata. Dan ini merupakan sebuah kebaikan. “Di HIDIMU menjadi wadah dan kiprah kaum disabel  agar berdaya, tertata, dan dpt meninggalkan kemaksiatan, lanjutnya,” lanjutnya Dari Musyda ini telah berhasil memilih kepengurusan HIDIMU DPD Sleman Peeiode 2022 – 2027 dengan Ketua  Sudaryanti, Sektretaris Wildan, Bendahara  Yuliana, dan Suwarni, Bid Pemberdayaan: Muryati. Di akhir acara, ketua MPKS PDM Sleman menyampaikan bahwa,  Musyda ini menjadi titik awal kebangkitan kaum disabilitas Muhammadiyah Sleman yang selama tidak ada kegiatan. HIDIMU ini akan lebih berdaya dengan membangun jaringan, baik pemerintah maupun swasta. “Jangan sampai kaum disabel dimarginalisasi oleh keadaan, Meski tidak utuh, kita tetep ampuh”, pesan Wahyu Purhantara, menutup kegiatan Musyda ini. Rep: yu Poer MPKS PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading