Sleman, Pdmsleman.Or.Id Wakil Ketua PDM Sleman, H. Nasirun, melakukan penyerahan sertifikat wakaf di sela acara Rapat Koordinasi Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM pada Sabtu, 21 Oktober 2023. Dalam acara ini, Muhammadiyah kembali diberikan kepercayaan untuk mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf, sebagai manifestasi nyata dari amanah yang diberikan. H. Nasirun, selaku pimpinan yang membidangi pengelolaan wakaf di PDM Sleman, bersama dengan Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman R Agung Nugroho S.Ag, turut hadir untuk menyerahkan sertifikat wakaf kepada PCM Prambanan menerima 4 sertifikat wakaf, sementara PCM Minggir diberikan 1 sertifikat wakaf. Penyerahan sertifikat ini merupakan langkah penting dalam menjaga dan mengelola harta benda wakaf yang diberikan. Sertifikat tersebut diserahkan atas nama Nadzir Persyarikatan Muhammadiyah, menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah lembaga yang dipercaya untuk melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab. Dalam momen yang penuh makna ini, diingatkan akan tanggung jawab besar yang diemban Muhammadiyah dalam mengelola wakaf. Hal ini menjadi sebuah amanah yang harus dijalankan dengan sepenuh hati dan integritas. Pemberian sertifikat wakaf ini juga memberikan dorongan positif bagi Muhammadiyah untuk terus berkomitmen dalam pengembangan dan pemanfaatan harta benda wakaf demi kesejahteraan persyarikatan dan masyarakat. Semoga Muhammadiyah terus menjadi wadah yang dapat dipercaya dalam menjalankan misi mulia ini, memastikan bahwa wakaf-wakaf tersebut memberikan manfaat yang maksimal bagi kemaslahatan umat. (ran) Reportase : R Agung Nugroho Majelis Pemberdayaan Wakaf PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 21 Oktober 2023 Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman menyelenggarakan Rapat Koordinasi Majelis Pendayagunaan Wakaf. Adapun tema yang diusung ialah adalah “ Optimalisasi Validasi Data Dan Pendayagunaan Asset Muhammadiyah”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula PDM Sleman diikuti 45 orang terdiri dari unsur Majelis Daerah, unsur PCM masing-masing 2 orang, juga dari Aisyiyah. Dengan merujuk tema diatas, dalam sambutannya, R. Agung Nugraha Ketua Majelis Pemberdayaan Wakaf PDM Sleman menyampaikan bahwa “ kegiatan ini dimaksudkan untuk merefresh pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan terkait operasionalisasi SIMAM untuk kemudian melakukan validasi sekaligus melakukan update data, utamanya pemanfaatan dan titik koordinat sehingga mudahkan dalam memotret potensi pengembangan”. Selanjutnya Agung menjealskan dengan data yang valid kita dapat merumuskan pengembangan dan mendayagunakan asset wakaf sesuai dengan karakteristik dan potensi masing masing. Untuk pendayagunaan tersebut, diperlukan dana, salah satunya melalui aplikasiaplikasi JariyahMu. Galeri Foto by M Ridwan SE PDM Sleman Materi disampaikan oleh Tim dari MPW PWM dilanjutkan dengan tanya jawab serta pengenalan e-waqf oleh H. Margono. Sari pertemuan ini akan ditindaklanjuti oleh masing masing PCM bersama Amal Usaha Muhammadiyah setempat. (ran) Reportase : R Agung Nugroho Majelis Pemberdayaan Wakaf PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Prambanan, Pdmsleman.Or,Id Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman dan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PDM Sleman mengadakan Baitul Arqam Elementary Angkatan II Tahun 2023 pada Sabtu (7/10). Kegiatan ini dilaksanakan di Kompleks Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prambanan, Yogyakarta. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ustaz Fajar Shodiq, Direktur PPM MBS Prambanan. Ananda Furqon Darmawan, siswa PPM MBS Prambanan mengawali kegiatan dengan pembacaan kalam ilahi. Selanjutnya, para peserta Baitul Arqam Elementary II yang berjumlah sekitar 155 orang yang terdiri atas guru SD dan SMP Muhammadiyah se-Sleman menyanyikan “Indonesia Raya” dan “Sang Surya”. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari pihak Dikdasmen PNF, MPKSDI, dan PPM MBS Prambanan. Pertama-tama, Ketua Dikdasmen PNF PDM Sleman, H. Surahmad, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqam diharapkan tidak hanya menjadi persyaratan formal saja, tetapi sebagai bentuk komitmen oleh setiap pihak untuk mempelajari nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. “Nantinya selama dua hari ini, Bapak-Ibu akan berkesempatan mempelajari ketauhidan dan kompetensi yang berkaitan dengan pendalaman agama Islam lainnya,” ujarnya. Kemudian, Ketua MPKSDI PDM Sleman, Hendro Sucipto, S.Pd., mengucapkan terima kasih atas kesanggupan kerja sama dengan Dikdasmen PNF PDM Sleman dan PPM MBS Prambanan dalam rangka mewujudkan Baitul Arqam Elementary Angkatan II ini. Ia menegaskan tentang kepentingan Baitul Arqam sebagai upaya membangun semangat ber-Islam dan bermuhammadiyah bagi semua warga Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa setiap tingkatan Baitul Arqam, di antaranya elementary ‘dasar’, intermediate ‘menengah’, dan advance ‘atas’, ada untuk menyamakan visi dan tujuan sesuai dengan yang diinginkan Muhammadiyah. “Sehingga, semoga ilmu yang didapat dalam dua hari ini bisa diaplikasikan bagi kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks keluarga maupun kelompok sosial yang lebih besar,” harap Hendro Sucipto. Kegiatan berikutnya adalah penyerahan peserta secara simbolis dari MPKSDI PDM Sleman kepada Dikdasmen PDM Sleman yang diwakili oleh masing-masing ketua, Hendro Sucipto, S.Pd. dan H. Surahmad, S.Pd. Wakil Ketua PDM Sleman, Drs. H. Irfan Haris sebagai pemberi sambutan berikutnya mengajak para peserta untuk mengucapkan syukur atas penyelenggaraan Baitul Arqam sebagai kesempatan berharga untuk menimba ilmu. Ia menyampaikan perbedaan pemerolehan ilmu yang dilakukan setelah kemajuan teknologi digital saat ini. “Sayangnya, ketika ilmu itu jadi lebih mudah didapatkan, jadinya kita sekadar ‘men-download’ saja, hanya sebagai koleksi,” ujarnya. Selain keprihatinan yang ia ungkapkan mengenai komitmen menuntut ilmu, ia juga menyampaikan tentang komitmen berkiprah di Muhammadiyah, baik pimpinan cabang maupun pimpinan ranting, yang saat ini semakin lama semakin sedikit. “Perlu ada gerakan untuk membangun kembali semangat bermuhammadiyah,” tegasnya. Drs. H. Irfan Haris sendiri menuturkan kisahnya yang telah aktif di Muhammadiyah sejak mengenyam pendidikan di bangku sekolah melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ia berharap, semoga dengan Baitul Arqam bisa terbangun kembali kegiatan dan semangat bermuhammadiyah yang menetap dalam hati masing-masing para peserta. Setelah itu, ia menutup kegiatan dengan memberi ketukan sebanyak tiga kali sebagai simbolisasi pembuka kegiatan Baitul Arqam, diikuti tepuk tangan peserta. Penulis: Rasya Swarnasta (MPKSDI PDM Sleman 2022-2027) Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Malang – Pdmsleman.Or.id Bertempat di Hotel Kapal Garden Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen PNF) dan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman menyelenggarakan Baitul Arqam Advance Angkatan Kedua pada hari Selasa-Jum’at, 26-29 September 2023. Kegiatan yang diikuti 74 Kepala SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman ini dibuka oleh Wakil Ketua PDM Sleman yang membidangi Majelis Dikdasmen PNF dan MPKSDI, Abdul Kasri yang didampingi Pimpinan Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman Suyono dan Ketua MPKSDI PDM Sleman Hendro Sucipto. Disamping itu, dalam pembukaan tersebut dihadiri pula para Wakil Ketua PDM Sleman. Dalam sambutannya, Abdul Kasri menyampaikan bahwa “Pimpinan PDM, Majelis, Lembaga, Pimpinan AUM dan Kepala Sekolah merupakan pelaksana program hasil keputusan, baik di tingkat Pusat-Daerah. Pelaksana keputusan itu, salah satunya adalah memimpinkan dengan mengedepankan keteladanan dan musyawarah dalam mengambil kebijakan.” Bapak Suyono, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman mengatakan, Bapak/Ibu Kepala Sekolah merupakan pemimpin sekaligus teladan utama di Sekolah Muhammadiyah. Melalui BA Advance ini diharapkan mengalami peningkatan dalam bermuhammadiyah, berislam dan memajukan sekolah Muhammadiyah. Disamping itu, beliau menekankan “sebagai kepala sekolah jangan tergoda dengan rumput tetangga yang lebih hijau, kepala sekolah harus memiliki komitmen yang tinggi sebagai pemimpin di sekolah Muhammadiyah,” ujar Wakil Ketua PDM Sleman bagian pendidikan. Dikdasmen PNF dan MPKSDI PDM Sleman bekerjasama dengan BKS SD/MI Muhammadiyah Sleman menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqom (BA) Advance di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sementara Ketua MPKSDI PDM Sleman Handro Sucipto menjelaskan bahwa “kegiatan BA di Muhammadiyah merupakan kegiatan penting dalam membangun dan menguatkan ideologi keislaman dan kemuhammadiyah bagi anggota Muhammadiyah. Terkhusus bapak/ibu yang hari ini mengikuti BA Advance yang merupakan perkaderan tingkat purna dalam jenjang perkaderan di Muhammadiyah.” Fokus dalam BA ini adalah bagaimana peserta memiliki nalar kritis, terlebih sebagai Kepala Sekolah dalam menjalankan amanah persyarikatan. Sedangkan tindak lanjut dari kegiatan ini adalah mengembangkan Muhammadiyah melalui sekolah yang dipimpin dengan ruh Muhammadiyah dan semangat tajdid. Kegiatan BA Advance dapat terselenggara berkat dukungan dan Kerjasama anatara PDM Sleman, Majelis Dikdasmen PNF, Majelis MPKSDI, dan BKS SD/MI Muhammadiyah Sleman, serta bantuan dari UMM Malang. Reportase : Basyir-MPKSDI PDM Sleman Editor : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman
Pdmsleman.Or.Id Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) DPD Kab Sleman hari Ahad (24-9-2023) mengadakan Musyda yang pertama. Pada musyda kali ini menindaklanjuti dari hasil Musywil Hidimu DPW Prop. DIY 2023. Musyda HIDIMU Sleman ini termasuk urutan kedua, setelah HIDIMU Bantul menyelenggarakan hal yang sama pada beberapa waktu yang lalu. Pada kesempatan ini, ketua HIDIMU DIY dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Bendahara HIDIMU DPW Waluyo mengatakan bahwa, “ dalam kondisi terbatas, kaum disabilitas juga punya kelebihan, bisa mandiri, punya kompetensi seperti insan yang lain, maka pemberdayaan disabilitas harus mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat, termasuk kaum disabilitas”. Sementara itu, Wakil Ketua PDM Drs. AS. Ardani memberikan motivasi, bahwa masyarakat muslim itu perlu ukhuwah islamiyah, termasuk kaum disabilitas. “ HIDIMU hadir untuk mewadahi warga disabilitas Muhammadiyah yang ingin berdaya dan berkemajuan”. Untuk itu, lanjutnya, “diperlukan syarat yakni taaruf, saling mengeenal sesama anggota; tafahum, saling memahami kebutuhan dan kondisi sesame dan) ta’awun, yaitu saling menolong kepada sesama. Di HIDIMU, kita akan bisa kumpul, kenal, faham dan slaling menolong kepada sesamac. Semua ini merupakan bentuk amal sholih yaitu amal yang nyata, sebagai wujud keimanan kita. Manfaat berorganisasi adalah model kerja yang tertata. Dan ini merupakan sebuah kebaikan. “Di HIDIMU menjadi wadah dan kiprah kaum disabel agar berdaya, tertata, dan dpt meninggalkan kemaksiatan, lanjutnya,” lanjutnya Dari Musyda ini telah berhasil memilih kepengurusan HIDIMU DPD Sleman Peeiode 2022 – 2027 dengan Ketua Sudaryanti, Sektretaris Wildan, Bendahara Yuliana, dan Suwarni, Bid Pemberdayaan: Muryati. Di akhir acara, ketua MPKS PDM Sleman menyampaikan bahwa, Musyda ini menjadi titik awal kebangkitan kaum disabilitas Muhammadiyah Sleman yang selama tidak ada kegiatan. HIDIMU ini akan lebih berdaya dengan membangun jaringan, baik pemerintah maupun swasta. “Jangan sampai kaum disabel dimarginalisasi oleh keadaan, Meski tidak utuh, kita tetep ampuh”, pesan Wahyu Purhantara, menutup kegiatan Musyda ini. Rep: yu Poer MPKS PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Gamping, Pdmsleman.Or.Id Program awal LPCRPM (Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting, Pembinaan Masjid) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman adalah pemantapan PCM dan PRM menghadapi pemilu 2024 di gelar di Convention Hall Gedung Erwin Santosa lantai 4 RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta, Sabtu, 23 September 2023 dengan mengangkat Tema: “optimalisasi Pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam Peran Kebangsaan di Kabupaten Sleman DIY “ Dalam sambutan ketua LPCRPM PDM Sleman, US. Prawoto, S.Ag. M.KM menyampaikan bahwa “ jika kita sungguh-sungguh insya Allah target program kita terpenuhi bahkan melebih”i. Selain itu meski di cabang dan ranting sudah punya strategi. Kita menghadirkan dari wilayah dan daerah serta dari cabang Minggir, Moyudan dan Gamping untuk memberikan materi terkait prestasi yang bagus dalam pemilihan DPD RI 5 tahun lalu. Dalam sambutan PDM Sleman disampaikan oleh H. Nasirun bahwa “ program LPCR yang utama adalah: pertama, setiap cabang harus memiliki masjid Muhammadiyah Unggulan. Kedua, tiap cabang harus miliki toko-Mu unggulan. Ketiga, tiap cabang harus memiliki AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) unggulan”. Dalam hal kebangsaan disampaikan pula paparan dari Dr. Sapardiyono, menyampaikan paparan menarik dengan tema Muhammadiyah dan Politik Kebangsaan. Peran kebangsaan Di bidang politik warga Muhammadiyah dengan menggunakan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah. Muhammadiyah bersikap netral-aktif terhadap semua kekuatan politik, warga Muhammadiyah harus aktif berpartisipasi politik dan tidak boleh bersikap apolitis “Warga Muhammadiyah harus mengedepankan etika dalam melakukan aktivitas politik warga muhammadiyah dalam melakukan aktivitas politik harus berorientasi pada kepentingan umum, bukan kepentingan diri sendiri dan golongan artikulasi politik warga Muhammadiyah harus menunjukkan sikap politik moderat”. Bagaimana menghadapi pemilu 2024? Adalah dengnan memberikan penyadaran bahwa pemilu adalah peristiwa rutin 5 tahunan. Muhammadiyah memposisikan sikap netral dan menjaga kedekatan yang dengan semua kontestan. Warga Muhammadiyah sudah cerdas, memilih berdasarkan track record dan siapa calon yang darah Muhammadiyah-nya lebih kental. Beberapa poin penting tentang Pemilu, Definisi kampanye: Kampanye Pemilu adalah kegiatan Peserta Pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh Peserta Pemilu untuk meyakinkan Pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan/atau citra diri Peserta Pemilu dengan penetapan DPD: 4 Oktober sd 3 November 2023. H. Harjaka, S.Pd., S.Ag. MA Ketua PDM Sleman dalam Posisi Kebangsaan Dakwah Muhammadiyah pada Pemilu 2024 menyampaikan beberapa hal, Hari kimat sebagai penanda akhir zaman, wajah manusia dalam kondisi pucat karena akan berada dalam kondisi seperti orang yang lelah, dikarenakan kemanapun bergerak hanya dijumpai api. Sebagai warga Muhammadiyah jangan sampai kita dikhawatirkan dalam ayat tersebut, yaitu bingung dan lelah dengan hal-hal yang semu. Masuk menjadi anggota Muhammadiyah tidak hanya sekedar membuat “kartu Muhammadiyah” tetapi harus berniat memperjuangkan Islam. Harus sungguh-sungguh dalam mewujudkan Islam yang sebenar-benarnya secara Istiqomah. QS Fushshilat ayat 30 : orang yang mengaku benar-benar beriman harus mengucap (qoulun), amalun (diamalkan) niatun (niat), wa sunnatun (dan sesuai sunnah. Jika orang yang beriman sudah mengucap tapi tidak mengamalkan maka termasuk orang yang munafik, Jika orang yang beriman sudah mengucap, mengamalkan tetapi tidak niat karena Allah maka termasuk orang yang Kufur. Jika ada orang yang beriman sudah mengucap, mengamalkan, sudah berniat tetapi tidak sesuai Sunnah maka termasuk Ahli Bid’ah. Kemajuan dan perkembangan teknologi atau fasilitas bukan masuk dalam istilah bid’ah hasanah, melainkan merupakan kemajuan zaman. Tidak ada istilah bid”ad hasanah, bid’ah tetaplah bid’ah. Di muhammadiyah harus Istiqomah fil aqidah : tidak boleh dicampur dengan syirik dan TBC dan stiqomah fil ibadah : jika ada perintah dilaksanakan, jika larangan dijauhi. Istiqomah fil ma’isyah atau rejeki, istiqomah fil akhlaqul karimah, adab sopan santun unggah ungguh harus dipertahankan. Istiqomah fil silatir rohimah (persatuan), istiqomah fi siyasah (politik) agama akan hancur karena 3 perkara : a. Orang ahli agama tetapi fajir (pelo, tidak konsisten) b. Pemimpin yang semena-mena c. Mujtahidun jahilun (mujtahid kurang referensi dalam menentukan hukum). Berusaha memperoleh hasil maksimal dalam mengamankan suara untuk Syauqi Soeratno untuk DPD Dapil DIY. Reportase : H. Wahdan Arifudin PCM Godean, MPI PDM Sleman Editor : Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman
Pdmsleman.or.id H. Harjaka. S.Pd MA , Ketua PDM Sleman Muhammadiyah yang dirintis oleh KH. Ahmad Dahlan terus melangkah. Muhammadiyah bukanlah agama, namun Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang selalu mendakwahkan kebenaran agama khususnya Islam jadi Muhammadiyah hanyalah merupakan alat saja untuk menyebarkan agama tauhid yaitu Islam. Muhammadiyah bukan agama, namun Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang selalu mendakwahkan kebenaran agama khususnya Islam jadi Muhammadiyah hanyalah merupakan alat saja untuk menyebarkan agama tauhid yaitu Islam. Menurut ibnu Taimiyah, tauhid dijabarkan menjadi 3 bagian, yaitu Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa sifat. Berikut macam-macam tauhid dan penjelasannya: 1. Rububiyah Macam-macam tauhid yang pertama adalah Rububiyah. Beriman bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta. Sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an yang berbunyi: “Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” (Az-Zumar 39:62). Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh manusia, tidak ada seorang pun yang mengingkarinya. Namun pengakuan seseorang terhadap Rububiyah ini tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam, karena sesungguhnya orang-orang musyrikin Quraisy yang diperangi rasulullah mengakui dan meyakini jenis tauhid ini. Sebagaimana firman Allah, “Katakanlah: ‘Siapakah Yang memiliki langit yang tujuh dan Yang memiliki Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka apakah kamu tidak bertakwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari -Nya, jika kamu mengetahui?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka dari jalan manakah kamu ditipu?’” (Al-Mu’minun: 86-89) Contoh perilaku sehari–hari adalah : a. Tidak merasa hebat , sombong dan takabur. b. Bersyukur bila mendapat nikmat baik yang disangka maupun tidak disangka. c. Introspeksi diri dan bersabar bila mendapat ujian 2. Uluhiyah Macam-macam tauhid yang kedua adalah Uluhiyah. Uluhiyah dapat diartikan sebagai mentauhidkan atau mengesakan Allah dari segala bentuk peribadahan baik yang dzohir (terlihat) maupun batin. Itu artinya kamu beriman bahwa hanya Allah SWT semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya. “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (‘Al ‘Imran 3:18) Beriman terhadap uluhiyah Allah merupakan konsekuensi dari keimanan terhadap rububiyah-Nya. Hal ini berarti mengesakan Allah SWT dalam segala macam ibadah yang kamu lakukan, seperti salat, doa, nazar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut ,dan berbagai macam ibadah lainnya. Di mana kamu harus memaksudkan tujuan dari semua ibadah tersebut hanya kepada Allah SWT semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rasul dan merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah mengenai perkataan mereka itu “Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (Shaad 38:5) Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy mengingkari jika tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan untuk Allah semata. Oleh karena pengingkaran inilah maka mereka dikafirkan oleh Allah dan rasul-Nya walaupun mereka mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta alam semesta. Contoh dalam kehidupan sehari-hari : Berdoa kepada Allah, meminta kepada Allah, melibatkan Allah dalam semua aktivitas kita. Tidak mendatangi dukun, tidak mempercayai ramalan. 3. Asma wa Sifat Macam-macam tauhid yang ketiga adalah Asma Wa Sifat. Beriman bahwa Allah SWT memiliki nama dan sifat baik (asmaul husna) yang sesuai dengan keagungan-Nya yang telah Allah SWT tetapkan di Al-Qur’an dan As-sunah. Dalam bertauhid kepada asma wa sifat ini jangan dilakukan dengan adanya tahrif (penyelewengan), ta’thil (penolakan) dan takyif (penggambaran), dan tasybih (penyerupaan). Umat Islam sendiri, mengenal 99 asma’ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah SWT yang wajib diimani. Imam Syafi’i meletakkan kaidah dasar ketika berbicara tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagai berikut: “Aku beriman kepada Allah dan apa-apa yang datang dari Allah dan sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Allah. Aku beriman kepada Rasulullah dan apa-apa yang datang dari Rasulullah sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Rasulullah.” Contoh dalam kehidupan sehari-hari : Perilaku seorang akan berbuat maksiat, walaupun tidak ada yang mengawasi karena yakin bahwa Allah melihat apa yang manusia lakukan. Editor : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman
Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka merespon kebutuhan mubaligh Muhammadiyah akan adanya tafsir Al Quran tematik yang ringkas, Majelis Tabligh (MT) PWM DIY menginisiasi penyusunan buku Tafsir Ringkas Ayat-Ayat Ideologis dan Dakwah. Kegiatan ini diawali dengan penyelenggaraan workshop selama satu hari, pada hari Sabtu, 16 September 2023, di gedung Tabligh Institute, Tirtonirmolo, Bantul, diikuti oleh para utusan dari Majelis Tabligh PDM dan mubaligh Muhammadiyah se-DIY. Tak ketinggalan, PDM Sleman turut mengirim tiga orang utusan, yaitu Drs. Suwandi, M.Pd.I, M. Taufiq, Lc., dan M. Wildan Wahied, SHI. Ketiganya merupakan anggota Majelis Tabligh (MT) PDM Sleman. Dalam sambutannya, Miftahul Haq, SHI, MSI, selaku Panitia sekaligus Ketua MT PWM DIY mengatakan, “ workshop tersebut merupakan kegiatan awal yang akan dilanjutkan dengan penulisan tafsir tematik oleh seluruh peserta workshop. Diharapkan, Januari 2024 nanti tulisan-tulisan tersebut dapat diterbitkan dalam bentuk buku sebagai pedoman praktis bagi para mubaligh Muhammadiyah”. Workshop tersebut menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Chirzin dan Dr. Ustadzi Hamzah sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Muhammad Chirzin yang merupakan anggota tim tafsir Al Quran Kemenag mengatakan, “para mubaligh Muhammadiyah membutuhkan model buku tafsir yang ringkas dan berisi, tematik, serta aktual dengan persoalan kekinian”. Menurutnya pula, untuk membedakan tafsir Muhammadiyah itu dengan buku tafsir lainnya, diharapkan tafsir ringkas ini nantinya juga mengetengahkan pendapat para ulama tafsir Muhammadiyah, seperti Hamka, KH Ahmad Azhar Basir maupun KH Djarnawi Hadikusumo. Selanjutnya Muhammad Chirzin menjelaskan langkah-langkah dan metode penyusunan tafsir ringkas tematik tersebut. Sedangkan Dr. Ustadzi Hamzah memaparkan salah satu contoh model tafsir ringkas yang dapat menjadi pedoman bagi para mubaligh, yaitu Tafsir Al Munir karya Syaikh Wahbah Az-Zuhaili. Menurutnya, kitab tafsir itu ringkas dan sistematis, karena selain menjelaskan makna kalimat, tafsir itu menekankan pada maksud ayat serta pelajaran yang dapat diambil dari ayat tersebut. Ustadzi juga mengetengahkan contoh penafsiran terhadap Surah Ali Imran 110 yang menyebut umat Islam sebagai khairu ummah (umat terbaik). Dijelaskan, predikat sebagai umat terbaik itu tidak akan datang dengan sendirinya, melainkan baru dicapai jika umat Islam memenuhi syarat dan prasyarat yang dibutuhkan, yaitu amar ma’ruf nahi munkar yang dilandasi dengan keimanan. Dalam kegiatan tersebut peserta dibimbing melakukan praktek langsung menyusun tulisan yang berisi tafsir ringkas. Diawali dengan mengelompokkan ayat-ayat Al-Quran secara tematik, memilah ayat-ayat pilihan, kemudian menulis penjelasan singkat terkait ayat-ayat yang dipilih dengan merujuk pada beberapa kitab tafsir. Pada workshop tersebut, utusan dari PDM Sleman terlibat aktif dan tampak antusias mengikuti setiap kegiatan hingga berakhirnya acara. Liputan: Wildan Wahid S.Ag Majelis Tabligh PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman