LPCRPM PDM Sleman Gelar Pemantapan PCM dan PRM Menghadapi Pemilu 2024, Optimalisasi Pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam Peran Kebangsaan di Kabupaten Sleman DIY  

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Program awal  LPCRPM (Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting, Pembinaan Masjid)  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman adalah pemantapan PCM dan PRM menghadapi pemilu 2024 di gelar di Convention Hall Gedung Erwin Santosa lantai 4 RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta, Sabtu, 23 September 2023 dengan mengangkat Tema: “optimalisasi Pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam Peran Kebangsaan di Kabupaten Sleman DIY “ Dalam sambutan ketua LPCRPM PDM Sleman, US. Prawoto, S.Ag. M.KM menyampaikan bahwa “ jika kita sungguh-sungguh insya Allah target program kita terpenuhi bahkan melebih”i. Selain itu meski di cabang dan ranting sudah punya strategi. Kita menghadirkan dari wilayah dan daerah serta dari cabang Minggir, Moyudan dan Gamping untuk memberikan materi terkait prestasi yang bagus dalam pemilihan DPD RI 5 tahun lalu. Dalam sambutan PDM Sleman disampaikan oleh H. Nasirun bahwa “ program LPCR yang utama adalah: pertama, setiap cabang harus memiliki masjid Muhammadiyah Unggulan. Kedua,  tiap cabang harus miliki toko-Mu unggulan. Ketiga, tiap cabang harus memiliki AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) unggulan”. Dalam hal kebangsaan disampaikan pula paparan dari Dr. Sapardiyono, menyampaikan paparan menarik dengan tema Muhammadiyah dan Politik Kebangsaan. Peran kebangsaan Di bidang politik warga Muhammadiyah dengan menggunakan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah. Muhammadiyah bersikap netral-aktif terhadap semua kekuatan politik, warga Muhammadiyah harus aktif berpartisipasi politik dan tidak boleh bersikap apolitis “Warga Muhammadiyah harus mengedepankan etika dalam melakukan aktivitas politik warga muhammadiyah dalam melakukan aktivitas politik harus berorientasi pada kepentingan umum, bukan kepentingan diri sendiri dan golongan artikulasi politik warga Muhammadiyah harus menunjukkan sikap politik moderat”. Bagaimana menghadapi pemilu 2024? Adalah dengnan memberikan penyadaran bahwa pemilu adalah peristiwa rutin 5 tahunan. Muhammadiyah memposisikan sikap netral dan menjaga kedekatan yang dengan semua kontestan. Warga Muhammadiyah sudah cerdas, memilih berdasarkan track record dan siapa calon yang darah Muhammadiyah-nya lebih kental. Beberapa poin penting tentang Pemilu, Definisi kampanye: Kampanye Pemilu adalah kegiatan Peserta Pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh Peserta Pemilu untuk meyakinkan Pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan/atau citra diri Peserta Pemilu dengan penetapan DPD: 4 Oktober sd 3 November 2023. H. Harjaka, S.Pd., S.Ag. MA Ketua PDM Sleman dalam Posisi Kebangsaan Dakwah Muhammadiyah pada Pemilu 2024 menyampaikan beberapa hal, Hari kimat sebagai penanda akhir zaman, wajah manusia dalam kondisi pucat karena akan berada dalam kondisi seperti orang yang lelah, dikarenakan kemanapun bergerak hanya dijumpai api. Sebagai warga Muhammadiyah jangan sampai kita dikhawatirkan dalam ayat tersebut, yaitu bingung dan lelah dengan hal-hal yang semu. Masuk menjadi anggota Muhammadiyah tidak hanya sekedar membuat “kartu Muhammadiyah” tetapi harus berniat memperjuangkan Islam. Harus sungguh-sungguh dalam mewujudkan Islam yang sebenar-benarnya secara Istiqomah. QS Fushshilat ayat 30 : orang yang mengaku benar-benar beriman harus mengucap (qoulun),  amalun (diamalkan) niatun (niat),  wa sunnatun (dan sesuai sunnah. Jika orang yang beriman sudah mengucap tapi tidak mengamalkan maka termasuk orang yang munafik,  Jika orang yang beriman sudah mengucap, mengamalkan tetapi tidak niat karena Allah maka termasuk orang yang Kufur. Jika ada orang yang beriman sudah mengucap, mengamalkan, sudah berniat tetapi tidak sesuai Sunnah maka termasuk Ahli Bid’ah.  Kemajuan dan perkembangan teknologi atau fasilitas bukan masuk dalam istilah bid’ah hasanah, melainkan merupakan kemajuan zaman. Tidak ada istilah bid”ad hasanah, bid’ah tetaplah bid’ah. Di muhammadiyah harus Istiqomah fil aqidah : tidak boleh dicampur dengan syirik dan TBC dan stiqomah fil ibadah : jika ada perintah dilaksanakan, jika larangan dijauhi.  Istiqomah fil ma’isyah atau rejeki, istiqomah fil akhlaqul karimah, adab sopan santun unggah ungguh harus dipertahankan. Istiqomah fil silatir rohimah (persatuan), istiqomah fi siyasah (politik) agama akan hancur karena 3 perkara : a. Orang ahli agama tetapi fajir (pelo, tidak konsisten) b. Pemimpin yang semena-mena c. Mujtahidun jahilun (mujtahid kurang referensi dalam menentukan hukum).  Berusaha memperoleh hasil maksimal dalam mengamankan suara untuk Syauqi Soeratno untuk DPD Dapil DIY. Reportase : H. Wahdan Arifudin PCM Godean, MPI PDM Sleman Editor   : Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman

Loading

Muhammadiyah Alat Menyebarkan Islam Agama Tauhid

Pdmsleman.or.id H. Harjaka. S.Pd MA , Ketua PDM Sleman Muhammadiyah yang dirintis  oleh KH. Ahmad Dahlan terus melangkah. Muhammadiyah bukanlah agama, namun Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang selalu mendakwahkan kebenaran agama khususnya Islam jadi Muhammadiyah hanyalah merupakan alat saja untuk menyebarkan agama tauhid yaitu Islam. Muhammadiyah bukan agama, namun Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang selalu mendakwahkan kebenaran agama khususnya Islam jadi Muhammadiyah hanyalah merupakan alat saja untuk menyebarkan agama tauhid yaitu Islam. Menurut ibnu Taimiyah, tauhid dijabarkan menjadi 3 bagian, yaitu Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa sifat. Berikut macam-macam tauhid dan penjelasannya: 1. Rububiyah Macam-macam tauhid yang pertama adalah Rububiyah. Beriman bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta. Sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an yang berbunyi: “Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” (Az-Zumar 39:62). Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh manusia, tidak ada seorang pun yang mengingkarinya. Namun pengakuan seseorang terhadap Rububiyah ini tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam, karena sesungguhnya orang-orang musyrikin Quraisy yang diperangi rasulullah mengakui dan meyakini jenis tauhid ini. Sebagaimana firman Allah, “Katakanlah: ‘Siapakah Yang memiliki langit yang tujuh dan Yang memiliki Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka apakah kamu tidak bertakwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari -Nya, jika kamu mengetahui?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka dari jalan manakah kamu ditipu?’” (Al-Mu’minun: 86-89) Contoh perilaku sehari–hari adalah : a. Tidak merasa hebat , sombong dan takabur. b. Bersyukur bila mendapat nikmat baik yang disangka maupun tidak disangka. c. Introspeksi diri dan bersabar bila mendapat ujian 2. Uluhiyah Macam-macam tauhid yang kedua adalah Uluhiyah. Uluhiyah dapat diartikan sebagai mentauhidkan atau mengesakan Allah dari segala bentuk peribadahan baik yang dzohir (terlihat) maupun batin. Itu artinya kamu beriman bahwa hanya Allah SWT semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya. “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (‘Al ‘Imran 3:18) Beriman terhadap uluhiyah Allah merupakan konsekuensi dari keimanan terhadap rububiyah-Nya. Hal ini berarti mengesakan Allah SWT dalam segala macam ibadah yang kamu lakukan, seperti salat, doa, nazar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut ,dan berbagai macam ibadah lainnya. Di mana kamu harus memaksudkan tujuan dari semua ibadah tersebut hanya kepada Allah SWT semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rasul dan merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah mengenai perkataan mereka itu “Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (Shaad 38:5) Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy mengingkari jika tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan untuk Allah semata. Oleh karena pengingkaran inilah maka mereka dikafirkan oleh Allah dan rasul-Nya walaupun mereka mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta alam semesta. Contoh dalam kehidupan sehari-hari : Berdoa kepada Allah, meminta kepada Allah, melibatkan Allah dalam semua aktivitas kita. Tidak mendatangi dukun, tidak mempercayai ramalan. 3. Asma wa Sifat Macam-macam tauhid yang ketiga adalah Asma Wa Sifat. Beriman bahwa Allah SWT memiliki nama dan sifat baik (asmaul husna) yang sesuai dengan keagungan-Nya yang telah Allah SWT tetapkan di Al-Qur’an dan As-sunah. Dalam bertauhid kepada asma wa sifat ini jangan dilakukan dengan adanya tahrif (penyelewengan), ta’thil (penolakan) dan takyif (penggambaran), dan tasybih (penyerupaan). Umat Islam sendiri, mengenal 99 asma’ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah SWT yang wajib diimani. Imam Syafi’i meletakkan kaidah dasar ketika berbicara tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagai berikut: “Aku beriman kepada Allah dan apa-apa yang datang dari Allah dan sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Allah. Aku beriman kepada Rasulullah dan apa-apa yang datang dari Rasulullah sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Rasulullah.” Contoh dalam kehidupan sehari-hari : Perilaku seorang akan berbuat maksiat, walaupun tidak ada yang mengawasi karena yakin bahwa Allah melihat apa yang manusia lakukan. Editor : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman

Loading

PDM Sleman Mengikuti Workshop Penyusunan Tafsir Ringkas Ayat Ideologis dan Dakwah

Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka merespon kebutuhan mubaligh Muhammadiyah akan adanya tafsir Al Quran tematik yang ringkas, Majelis Tabligh (MT) PWM DIY menginisiasi penyusunan buku Tafsir Ringkas Ayat-Ayat Ideologis dan Dakwah. Kegiatan ini diawali dengan penyelenggaraan workshop selama satu hari, pada hari Sabtu, 16 September 2023, di gedung Tabligh Institute, Tirtonirmolo, Bantul, diikuti oleh para utusan dari Majelis Tabligh PDM dan mubaligh Muhammadiyah se-DIY. Tak ketinggalan, PDM Sleman turut mengirim tiga orang utusan, yaitu Drs. Suwandi, M.Pd.I, M. Taufiq, Lc., dan M. Wildan Wahied, SHI. Ketiganya merupakan anggota Majelis Tabligh (MT) PDM Sleman. Dalam sambutannya, Miftahul Haq, SHI, MSI, selaku Panitia sekaligus Ketua MT PWM DIY mengatakan, “ workshop tersebut merupakan kegiatan awal yang akan dilanjutkan dengan penulisan tafsir tematik oleh seluruh peserta workshop. Diharapkan, Januari 2024 nanti tulisan-tulisan tersebut dapat diterbitkan dalam bentuk buku sebagai pedoman praktis bagi para mubaligh Muhammadiyah”. Workshop tersebut menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Chirzin dan Dr. Ustadzi Hamzah sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Muhammad Chirzin yang merupakan anggota tim tafsir Al Quran Kemenag mengatakan, “para mubaligh Muhammadiyah membutuhkan model buku tafsir yang ringkas dan berisi, tematik, serta aktual dengan persoalan kekinian”. Menurutnya pula, untuk membedakan tafsir Muhammadiyah itu dengan buku tafsir lainnya, diharapkan tafsir ringkas ini nantinya juga mengetengahkan pendapat para ulama tafsir Muhammadiyah, seperti Hamka, KH Ahmad Azhar Basir maupun KH Djarnawi Hadikusumo. Selanjutnya Muhammad Chirzin menjelaskan langkah-langkah dan metode penyusunan tafsir ringkas tematik tersebut. Sedangkan Dr. Ustadzi Hamzah memaparkan salah satu contoh model tafsir ringkas yang dapat menjadi pedoman bagi para mubaligh, yaitu Tafsir Al Munir karya Syaikh Wahbah Az-Zuhaili. Menurutnya, kitab tafsir itu ringkas dan sistematis, karena selain menjelaskan makna kalimat, tafsir itu menekankan pada maksud ayat serta pelajaran yang dapat diambil dari ayat tersebut. Ustadzi juga mengetengahkan contoh penafsiran terhadap Surah Ali Imran 110 yang menyebut umat Islam sebagai khairu ummah (umat terbaik). Dijelaskan, predikat sebagai umat terbaik itu tidak akan datang dengan sendirinya, melainkan baru dicapai jika umat Islam memenuhi syarat dan prasyarat yang dibutuhkan, yaitu amar ma’ruf nahi munkar yang dilandasi dengan keimanan. Dalam kegiatan tersebut peserta dibimbing melakukan praktek langsung menyusun tulisan yang berisi tafsir ringkas. Diawali dengan mengelompokkan ayat-ayat Al-Quran secara tematik, memilah ayat-ayat pilihan, kemudian menulis penjelasan singkat terkait ayat-ayat yang dipilih dengan merujuk pada beberapa kitab tafsir. Pada workshop tersebut, utusan dari PDM Sleman terlibat aktif dan tampak antusias mengikuti setiap kegiatan hingga berakhirnya acara. Liputan: Wildan Wahid S.Ag Majelis Tabligh PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

160 Guru SD Muhammadiyah se- Sleman Ikuti Baitul Arqam Sebagai Ruh Semangat Kemuhammadiyahan

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Islami (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman dan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) PDM Sleman memulai penyelenggaraan Baitul Arqam Elementary Angkatan I Tahun 2023 pada Sabtu 16 September 2023 di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta, Prambanan. Kegiatan yang dilaksanakan hingga Ahad  17 September 2023 ini diikuti oleh guru-guru SD Muhammadiyah se-Sleman sebanyak 160 peserta. H. Surahmad, S.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PDM Sleman, mengawali sambutannya dengan menjelaskan tentang rangkaian kegiatan Baitul Arqam Elementary yang akan dilaksanakan selama tiga kali, dengan dua angkatan berikutnya menyusul diadakan bulan Oktober mendatang. “Baitul Arqam ini dilaksanakan untuk memfasilitasi Bapak-Ibu peserta dalam pemberian materi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Harapannya, Bapak-Ibu peserta dapat mensyiarkan Islam melalui persyarikatan, sehingga menumbuhkan anak-anak yang saleh-salihah dan berkemuhammadiyahan,” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kerja samanya dengan MPKSDI PDM Sleman atas penyelenggaraan Baitul Arqam Elementary ini. Selanjutnya, Surahmad melakukan penyerahan secara simbolis para peserta dari Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman kepada MPKSDI PDM Sleman. Hendro Sucipto, S.Pd., Ketua MPKSDI PDM Sleman, menegaskan dalam sambutannya mengenai Baitul Arqam yang menjadi perkaderan formal di Muhammadiyah bagi semua warga Muhammadiyah. “Artinya, Baitul Arqam ini menjadi ruh dari semangat kemuhammadiyahan,” tambahnya. Hendro juga menjelaskan tentang jenjang-jenjang Baitul Arqam yang diterapkan di lingkup PDM Sleman, di antaranya Baitul Arqam Elementary, Baitul Arqam Intermediate, dan Baitul Arqam Advance. Dalam kegiatan Baitul Arqam Elementary ini, Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., Ketua PDM Sleman turut hadir memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Baitul Arqam Elementary. Ia mengisahkan tentang penamaan “baitul arqam” yang diambil dari kisah perjalanan dakwah Nabi Muhammad Saw secara sembunyi-sembunyi di Mekkah. “Saat itu, dakwah dilakukan di rumah sahabat Nabi yang bernama Arqam. Oleh karena itu, Muhammadiyah mengambil nama tersebut menjadi Baitul Arqam ‘rumah Arqam’ sebagai tempat pelatihan dan pendidikan terkait Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” terang Harjaka. Harjaka mengobarkan semangat berdakwah di persyarikatan Muhammadiyah dengan mengisahkan sekilas tentang sepak terjang perjalanan pendidikannya hingga berkecimpung di Muhammadiyah. Berikutnya, ia membuka kegiatan Baitul Arqam Elementary Angkatan I dengan bacaan basmallah diikuti dengan ketukan tiga kali dan tepuk tangan peserta. Selama dua hari, sebanyak 160 peserta memperoleh materi tentang ideologi keislaman dan kemuhammadiyahan, tata cara ibadah sesuai tuntunan Rasulullah Saw, keorganisasian amal usaha Muhammadiyah (AUM), hingga materi tentang revitalisasi sekolah. Para instruktur dari MPKSDI PDM Sleman juga terlibat dalam pengarahan screening bacaan Al-Qur’an dan ibadah salat, serta pembinaan keislaman dalam kultum, tadarus, dan kajian ayat para peserta. Reportase: Rasya Swarnasta (MPKSDI PDM Sleman 2022-2027) Editor      : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

7 Kepala Sekolah SD -SMP di Lingkungan PDM Sleman DIlantik

Sleman, Pdmsleman.Or.id Pada hari Senin 11 September 2023 di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, berlangsung pelantikan kepala sekolah baru untuk sejumlah sekolah di bawah naungan Muhammadiyah. Acara ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa kepemimpinan di Sekolah Muhammadiyah tidak mengalami kekosongan yang terlalu lama. Dalam pelantikan ini, sejumlah kepala sekolah baru resmi dilantik untuk jabatan mereka. Di antara mereka adalah Lilis Purwandani, SE, yang menjadi Kepala SD Muhammadiyah Sunten, Sri Angga Bagaskara, S.Pd, yang akan memimpin SD Muhammadiyah Sragan, dan Ayunita Aviani Hidayati, S.Pd, yang akan memegang jabatan Kepala SD Muhammadiyah Gendol. Selain itu, Nurwijiyanto, S.T, akan menjadi Kepala SD Muhammadiyah Mantaran, Trini Diah Pintarti, S.Pd, akan memimpin SD Muhammadiyah Trini, Rizana Avida, S.T, akan menjadi Kepala SD MBS Prambanan, dan Yudi Megawanto, S.IP, akan memegang jabatan Kepala SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, H. Harjaka, memberikan arahan yang sangat penting kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Dalam pesanannya, ia mengingatkan bahwa jabatan Kepala Sekolah adalah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Di sekolah Muhammadiyah itu pergantian dan perpindahan kepala sekolah itu hal yang biasa..sebagai kader persyarikatan harus siap ditugaskan di mana aja untuk kemajuan AUM dan persyarikatan. Pesan ini menggarisbawahi tanggung jawab besar yang diemban oleh kepala sekolah dalam mendidik generasi muda. Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dalam organisasi Muhammadiyah, termasuk Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal, H. Surakhmad, S.Pd, serta Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Majelis Dikdasmen AUM terkait. Pelantikan ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam memastikan kontinuitas kepemimpinan di sekolah-sekolahnya. Semua pihak berharap kepala sekolah yang baru dilantik akan mampu memberikan kontribusi positif dalam pengembangan pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah. Reportase M Ridwan Sekretariat PDM Sleman, Editor : Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

340 Peserta Ikuti Dialog  IDEOPOLITOR Muhammadiyah 2023 Angkat Tema Mewujudkan Muhammadiyah Sleman yang Unggul dan Berkemajuan.

PDMSleman.Or.Id Ahad 10 September 2023 bertempat di Gedung AR Fahrudin Lantai V Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Brawijaya/Ring Road Barat PDM Sleman menggelar Dialog Ideopolitor 2023. Acara Dialog Ideologi, Politik dan Organisasi yang diikuti unsur Anggota PDM , PDA Kabupaten Slemanserta Pimpinan Cabang Muhammadiyah Aisyiyah se-Kabupaten Sleman dan Ketua Ortom Tingkat Daerah Kabupaten Sleman  berjumlah sekitar 340an peserta. Dalam Pembukaan Ideopolitor yang mengangkat tema  Mewujudkan Muhammadiyah Sleman yang Unggul dan Berkemajuan, Ketua PDM Sleman H. Harjaka menegaskan “ bahwa Program Ideopolitor merupakan program PP Muhammadiyah dan nanti diharapkan bisa diadakan di tingkat cabang.  Ideopolitor (Ideologi, Politik, Organisasi). Ideologi Muhammadiyah harus menjadi pegangan dalam gerak langkah kita. Politik harus cerdas, yakni encere endas (otak yang encer)”. Disamping itu dalam Organisasi kita kedepan harus memiliki pengkaderan dimana Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah diharapkan sampai tingkat Ranting. Prof. Dr. Gunawan Budiyanto rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam sambutan  menyampaikan bahwa “ acara ideopolitor jangan sampai sebatas melaksanakan saja. Kita terlalu lama meninggalkan konsep ideologi Muhammadiyah”. Beberapa pemateri yang dijadwalkan mengisi acara ini antara lain Optimalisasi Potensi Lokasi Menuju Kemandirian Muhammadiyah. oleh : Dr. H. Anwar Abbas, M.M. , Peneguhan Ideologi Muhammadiyah di Tengah Dinamika Gerakan Keagamaan oleh : Dr. H. Agung Danarto, M.Ag.  , Tata Kelola Organisasi Muhammadiyah Yang Modern dan Berkemajuan Oleh : M. Izzul Muslimin, SIP dan Pemantapan Program Pemenangan DPD Oleh : H. Isnawan, S.E.,M.M./TPW. Reportase H Wahdan A S.Pd, Ashari SIP MPI PDM Sleman, Foto Al Mufti Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

MPKSDI Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PDM Sleman Siap Cetak Instruktur Berkeadaban

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman membuka kegiatan Coaching Instruktur MPKSDI Sleman pada Jum’at (8/9) di Muhammadiyah Green School (MGS) Gamping, Sleman. Tema Coaching Instruktur kali ini yakni “Instruktur Sleman untuk Perkaderan Sleman yang Maju dan Berkeadaban”. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas para kader MPKSDI PDM Sleman untuk menyambut pelaksanaan Baitul Arqam di waktu yang akan datang. Muhaimin, S.Ag., M.Pd., Ketua PCM Gamping yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPKSDI Sleman, hadir dan memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan ini. Ia menjelaskan tentang latar belakang pembangunan MGS Gamping yang telah dimulai sekitar tahun 2018. Ia mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kepercayaan MPKSDI PDM Sleman yang telah menetapkan MGS Gamping sebagai lokasi Coaching Instruktur. “Selamat mengikuti pelatihan, semoga dua hari ini mendapatkan kesehatan dan kelancaran, juga mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tutupnya. Hendro Sucipto, S.Th.I., M.Pd., Ketua MPKSDI PDM Sleman membuka sambutannya dengan menegaskan bahwa perkaderan menjadi aspek yang penting dalam Muhammadiyah, di mana MPKSDI dapat terlibat secara strategis. “Dulu, namanya adalah Majelis Pendidikan Kader, sekarang sudah diubah menjadi Majelis Pembinaan Kader. Semoga penggantian ini menjadikan upaya kaderisasi kita lebih luas dibandingkan sebelumnya,” harapnya. Kemudian, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Coaching Instruktur, Arif Mahfud, S.Ag., M.S.I., Sekretaris PDM Sleman mengawali dengan ajakan untuk mengkritisi infiltrasi-infiltrasi gerakan Islam yang semakin masif di Indonesia. Ia berpendapat bahwa ini menjadi salah satu tantangan Muhammadiyah, di samping adanya permasalahan sosial akibat dampak globalisasi. Solusi untuk merespons keadaan tersebut adalah penguatan dan pendalaman kapasitas internal organisasi. Arif memberikan pemaparan tentang langkah-langkah yang membutuhkan solidaritas bersama demi mengatasi tantangan tersebut. Pertama, penyetaraan pemberdayaan amal usaha Muhammadiyah. Kedua, sentralisasi tata kelola keuangan, terutama di PCM-PCM se-DIY. Ketiga, kemandirian pendanaan dalam bidang dakwah. Keempat, penguatan konsolidasi di internal Muhammadiyah. “Tidak usah kaku-kaku. Di Muhammadiyah harus bergembira,” ujarnya. Selanjutnya, Arif juga menyampaikan tentang strategi yang saat ini sedang menjadi prioritas PDM Sleman. Dari startegi-strategi yang ada, terdapat strategi yang spesifik bisa dilakukan oleh MPKSDI, yakni reformasi kaderisasi dan pendiasporaan kader Muhammadiyah. “Perlu ada pemetaan untuk masuk ke daerah-daerah pelosok di lingkup kecamatan. Apabila MPKSDI bisa menghidupkan kembali PRM-PRM yang ada di Sleman, itu sudah baik sekali,” tegasnya. Selama kegiatan Coaching Instruktur yang terlaksana selama dua hari hingga Sabtu (9/9) ini, para peserta memperoleh berbagai materi-materi untuk menunjang keinstrukturan. Di antaranya mulai dari tentang pendalaman SPM dan arah kebijakan MPKSDI PP Muhammaidyah dan MPKSDI PWM DIY, keinstrukturan, teknik kajian ayat atau fatkhul qulub, teknik trainer outbound, hingga evaluasi pelatihan dan perkaderan. Penulis: Rasya Swarnasta (MPKSDI PDM Sleman 2022-2027) Editor : Arief Hartanto , MPI PDM Sleman

Loading

5 Karakteristik Islam Berkemajuan

Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dalam langkah-langkahnya harus senantiasa dibimbing Al Qur’an dan Hadist, menurut ketua PDM Sleman H. Nasirun ada 5 karakteristik Islam Berkemajuan, berikut penjelasannya. Tauhid adalah inti dari risalah yang dibawa oleh nabi-nabi dan titik sentral kehidupan umat, yang tidak hanya terdapat dalam keyakinan saja, melainkan juga dalam perbuatan nyata. Tauhid sesungguhnya merupakan keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan yang Esa, yang menciptakan dan memelihara alam semesta, dan bahwa hanya Allah yang patut disembah. Tauhid yang murni memiliki makna pembebasan manusia dari paham kemusyrikan, percampuran dan kenisbian agama. Tauhid juga merupakan keyakinan bahwa semua manusia pada hakikatnya adalah satu makhluk yang mulia, dan karena itu harus dimuliakan dan dicerahkan. Tauhid yang murni memiliki makna pembebasan manusia dari belenggu ketidakadilan dan penghisapan antarmanusia. Bertauhid berarti berjuang untuk menyemaikan benihbenih kebenaran dan kebaikan, seperti perdamaian, keadilan, kemaslahatan, dan kesejahteraan. Selain itu, tauhid akan membawa kepada sikap kritis saat melihat ketimpangan, ketidakwajaran dan ketidakadilan dalam masyarakat, sebuah perwujudan dari kemurnian akidah. Tauhid yang murni menghadirkan ketulusan, dan membuang jauh-jauh kesombongan dan penggunaan segala cara untuk mengejar kekuasaan dan kekayaan yang hanya berjangka pendek dalam topeng kesalehan. 2. Bersumber pada al-Qur’an dan al-Sunnah (al-Ruju’ ila al-Qur’an wa al-Sunnah). Al-Qur’an adalah sumber utama untuk memahami dan mengamalkan Islam.Al-Qur’an menjadi sumber keyakinan, pengetahuan, hukum, norma, moral dan inspirasi sepanjang zaman. Sunnah Rasul adalah sumber kedua setelah al-Qur’an, yang menggambarkan diri Nabi Muhammad SAW sebagai teladan yang harus dicontoh. Kehidupan Nabi Muhammad SAW merupakan contoh jelas dari isi al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Dalam memahami dua sumber tersebut, diperlukan pemahaman terhadap teksteks, pemikiran yang maju, dan ilmu pengetahuan yang luas. Semakin tinggi akal dan luas ilmu pengetahuan yang digunakan, akan semakin kaya makna yang dapat diambil dari dua sumber tersebut. Islam yang bersumber pada alQur’an dan al-Sunnah merupakan agama yang mengajarkan kebenaran (al-haqq) dan juga kebajikan (al-birr) sehingga setiap persoalan perlu dilihat dari sudut benar atau salah, dan juga dari sisi baik atau buruk. b. Bersumber pada al-Qur’an dan al-Sunnah (al-Ruju’ ila al-Qur’an wa al-Sunnah). Al-Qur’an adalah sumber utama untuk memahami dan mengamalkan Islam. Al-Qur’an menjadi sumber keyakinan, pengetahuan, hukum, norma, moral dan inspirasi sepanjang zaman. Sunnah Rasul adalah sumber kedua setelah al-Qur’an, yang menggambarkan diri Nabi Muhammad SAW sebagai teladan yang harus dicontoh. Kehidupan Nabi Muhammad SAW merupakan contoh jelas dari isi al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Dalam memahami dua sumber tersebut, diperlukan pemahaman terhadap teksteks, pemikiran yang maju, dan ilmu pengetahuan yang luas. Semakin tinggi akal dan luas ilmu pengetahuan yang digunakan, akan semakin kaya makna yang dapat diambil dari dua sumber tersebut. Islam yang bersumber pada alQur’an dan al-Sunnah merupakan agama yang mengajarkan kebenaran (al-haqq) dan juga kebajikan (al-birr) sehingga setiap persoalan perlu dilihat dari sudut benar atau salah, dan juga dari sisi baik atau buruk. 3. Menghidupkan Ijtihad dan Tajdid (Ihya’ alIjtihad wa al-Tajdid) Ijtihad (mengerahkan pikiran) merupakan upaya yang sungguh-sungguh untuk memahami atau memaknai al-Qur’an dan al-Sunnah. Ijtihad dihidupkan melalui pemanfaatan akal dan ilmu pengetahuan yang dilakukan secara terus-menerus agar melahirkan pemahaman yang sesuai dengan tujuan agama dan dengan problem-problem yang dihadapi oleh umat manusia. Ijtihad tidak berhenti pada tataran pemikiran bagaimana memahami agama tetapi juga berlanjut pada bagaimana mewujudkan ajaran agama dalam semua lapangan kehidupan, baik individu, masyarakat, umat, bangsa maupun kemanusiaan universal. Ijtihad merupakan bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan tajdid, yang bermakna pembaharuan baik dalam bentuk pemurnian maupun dinamisasi dalam pemahaman dan pengamalan agama. Pemurnian diterapkan pada bidang akidah dan ibadah, sementara dinamisasi (dalam makna peningkatan, pengembangan, modernisasi dan yang semakna dengannya) diterapkan pada bidang akhlak dan muamalah dunyawiyah. Tajdid diperlukan karena pemahaman agama selalu menghadapi tantangan zaman dan situasi masyarakat yang terus berubah. Tajdid adalah upaya dalam mewujudkan cita-cita kemajuan dalam semua segi kehidupan, seperti pemikiran, politik, ekonomi, sosial, pendidikan dan kebudayaan. 4. Mengembangkan Wasathiyah (Tanmiyat alWasathiyah). Al-Qur’an menyatakan bahwa umat Islam adalah ummatan wasathan (umat tengahan), yang mengandung makna unggul dan tegak. Islam itu sendiri sesungguhnya adalah agama wasathiyah (tengahan), yang menolak ekstremisme dalam beragama baik dalam bentuk sikap berlebihan (ghuluww) maupun sikap pengabaian (tafrith). Wasathiyah juga bermakna posisi tengah di antara dua kutub, yakni ultra-konservatisme dan ultraliberalisme dalam beragama. Selaras dengan itu, wasathiyah menuntut sikap seimbang (tawazun) antara kehidupan individu dan masyarakat, lahir dan batin, serta duniawi dan ukhrawi. Wasathiyah tidak mengarah pada toleransi terhadap sekularisme politik dan permisivisme moral. Karena Islam adalah agama wasathiyah, maka ia harus menjadi ciri yang menonjol dalam berpikir dan bersikap umat Islam. Wasathiyah diwujudkan dalam sikap sosial (1) tegas dalam pendirian, luas dalam wawasan, dan luwes dalam sikap; (2) menghargai perbedaan pandangan atau pendapat; (3) menolak pengkafiran terhadap sesama muslim; (4) memajukan dan menggembirakan masyarakat; (5) memahami realitas dan prioritas; (6) menghindari fanatisme berlebihan terhadap kelompok atau paham keagamaan tertentu; dan (7) memudahkan pelaksanaan ajaran agama. 5. Mewujudkan Rahmat bagi Seluruh Alam (Tahqiq al-Rahmah li al-‘Alamin). Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Karena itu, setiap muslim berkewajiban untuk mewujudkan kerahmatan itu dalam kehidupan nyata. Di tengah-tengah maraknya pertentangan dan permusuhan di dunia ini, Islam harus dihadirkan sebagai pendorong bagi terciptanya perdamaian dan kerukunan, dan di tengah-tengah situasi ketidakadilan, maka ia harus ditampilkan sebagai agama yang mewujudkan keadilan dan menghilangkan kezaliman. Islam harus dihadirkan sebagai kekuatan yang membawa kesejahteraan, pencerahan, dan kemajuan universal. Misi kerahmatan itu bukan saja penting bagi kemaslahatan umat manusia, tetapi juga bagi kemaslahatan seluruh makhluk ciptaan Allah di muka bumi ini, seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, lingkungan dan sumber daya alam.

Loading