Prambanan, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Islami (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman dan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) PDM Sleman memulai penyelenggaraan Baitul Arqam Elementary Angkatan I Tahun 2023 pada Sabtu 16 September 2023 di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta, Prambanan. Kegiatan yang dilaksanakan hingga Ahad 17 September 2023 ini diikuti oleh guru-guru SD Muhammadiyah se-Sleman sebanyak 160 peserta. H. Surahmad, S.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PDM Sleman, mengawali sambutannya dengan menjelaskan tentang rangkaian kegiatan Baitul Arqam Elementary yang akan dilaksanakan selama tiga kali, dengan dua angkatan berikutnya menyusul diadakan bulan Oktober mendatang. “Baitul Arqam ini dilaksanakan untuk memfasilitasi Bapak-Ibu peserta dalam pemberian materi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Harapannya, Bapak-Ibu peserta dapat mensyiarkan Islam melalui persyarikatan, sehingga menumbuhkan anak-anak yang saleh-salihah dan berkemuhammadiyahan,” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kerja samanya dengan MPKSDI PDM Sleman atas penyelenggaraan Baitul Arqam Elementary ini. Selanjutnya, Surahmad melakukan penyerahan secara simbolis para peserta dari Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman kepada MPKSDI PDM Sleman. Hendro Sucipto, S.Pd., Ketua MPKSDI PDM Sleman, menegaskan dalam sambutannya mengenai Baitul Arqam yang menjadi perkaderan formal di Muhammadiyah bagi semua warga Muhammadiyah. “Artinya, Baitul Arqam ini menjadi ruh dari semangat kemuhammadiyahan,” tambahnya. Hendro juga menjelaskan tentang jenjang-jenjang Baitul Arqam yang diterapkan di lingkup PDM Sleman, di antaranya Baitul Arqam Elementary, Baitul Arqam Intermediate, dan Baitul Arqam Advance. Dalam kegiatan Baitul Arqam Elementary ini, Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., Ketua PDM Sleman turut hadir memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Baitul Arqam Elementary. Ia mengisahkan tentang penamaan “baitul arqam” yang diambil dari kisah perjalanan dakwah Nabi Muhammad Saw secara sembunyi-sembunyi di Mekkah. “Saat itu, dakwah dilakukan di rumah sahabat Nabi yang bernama Arqam. Oleh karena itu, Muhammadiyah mengambil nama tersebut menjadi Baitul Arqam ‘rumah Arqam’ sebagai tempat pelatihan dan pendidikan terkait Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” terang Harjaka. Harjaka mengobarkan semangat berdakwah di persyarikatan Muhammadiyah dengan mengisahkan sekilas tentang sepak terjang perjalanan pendidikannya hingga berkecimpung di Muhammadiyah. Berikutnya, ia membuka kegiatan Baitul Arqam Elementary Angkatan I dengan bacaan basmallah diikuti dengan ketukan tiga kali dan tepuk tangan peserta. Selama dua hari, sebanyak 160 peserta memperoleh materi tentang ideologi keislaman dan kemuhammadiyahan, tata cara ibadah sesuai tuntunan Rasulullah Saw, keorganisasian amal usaha Muhammadiyah (AUM), hingga materi tentang revitalisasi sekolah. Para instruktur dari MPKSDI PDM Sleman juga terlibat dalam pengarahan screening bacaan Al-Qur’an dan ibadah salat, serta pembinaan keislaman dalam kultum, tadarus, dan kajian ayat para peserta. Reportase: Rasya Swarnasta (MPKSDI PDM Sleman 2022-2027) Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.id Pada hari Senin 11 September 2023 di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, berlangsung pelantikan kepala sekolah baru untuk sejumlah sekolah di bawah naungan Muhammadiyah. Acara ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa kepemimpinan di Sekolah Muhammadiyah tidak mengalami kekosongan yang terlalu lama. Dalam pelantikan ini, sejumlah kepala sekolah baru resmi dilantik untuk jabatan mereka. Di antara mereka adalah Lilis Purwandani, SE, yang menjadi Kepala SD Muhammadiyah Sunten, Sri Angga Bagaskara, S.Pd, yang akan memimpin SD Muhammadiyah Sragan, dan Ayunita Aviani Hidayati, S.Pd, yang akan memegang jabatan Kepala SD Muhammadiyah Gendol. Selain itu, Nurwijiyanto, S.T, akan menjadi Kepala SD Muhammadiyah Mantaran, Trini Diah Pintarti, S.Pd, akan memimpin SD Muhammadiyah Trini, Rizana Avida, S.T, akan menjadi Kepala SD MBS Prambanan, dan Yudi Megawanto, S.IP, akan memegang jabatan Kepala SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, H. Harjaka, memberikan arahan yang sangat penting kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Dalam pesanannya, ia mengingatkan bahwa jabatan Kepala Sekolah adalah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Di sekolah Muhammadiyah itu pergantian dan perpindahan kepala sekolah itu hal yang biasa..sebagai kader persyarikatan harus siap ditugaskan di mana aja untuk kemajuan AUM dan persyarikatan. Pesan ini menggarisbawahi tanggung jawab besar yang diemban oleh kepala sekolah dalam mendidik generasi muda. Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dalam organisasi Muhammadiyah, termasuk Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal, H. Surakhmad, S.Pd, serta Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Majelis Dikdasmen AUM terkait. Pelantikan ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam memastikan kontinuitas kepemimpinan di sekolah-sekolahnya. Semua pihak berharap kepala sekolah yang baru dilantik akan mampu memberikan kontribusi positif dalam pengembangan pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah. Reportase M Ridwan Sekretariat PDM Sleman, Editor : Arief Hartanto MPI PDM SLeman
PDMSleman.Or.Id Ahad 10 September 2023 bertempat di Gedung AR Fahrudin Lantai V Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Brawijaya/Ring Road Barat PDM Sleman menggelar Dialog Ideopolitor 2023. Acara Dialog Ideologi, Politik dan Organisasi yang diikuti unsur Anggota PDM , PDA Kabupaten Slemanserta Pimpinan Cabang Muhammadiyah Aisyiyah se-Kabupaten Sleman dan Ketua Ortom Tingkat Daerah Kabupaten Sleman berjumlah sekitar 340an peserta. Dalam Pembukaan Ideopolitor yang mengangkat tema Mewujudkan Muhammadiyah Sleman yang Unggul dan Berkemajuan, Ketua PDM Sleman H. Harjaka menegaskan “ bahwa Program Ideopolitor merupakan program PP Muhammadiyah dan nanti diharapkan bisa diadakan di tingkat cabang. Ideopolitor (Ideologi, Politik, Organisasi). Ideologi Muhammadiyah harus menjadi pegangan dalam gerak langkah kita. Politik harus cerdas, yakni encere endas (otak yang encer)”. Disamping itu dalam Organisasi kita kedepan harus memiliki pengkaderan dimana Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah diharapkan sampai tingkat Ranting. Prof. Dr. Gunawan Budiyanto rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam sambutan menyampaikan bahwa “ acara ideopolitor jangan sampai sebatas melaksanakan saja. Kita terlalu lama meninggalkan konsep ideologi Muhammadiyah”. Beberapa pemateri yang dijadwalkan mengisi acara ini antara lain Optimalisasi Potensi Lokasi Menuju Kemandirian Muhammadiyah. oleh : Dr. H. Anwar Abbas, M.M. , Peneguhan Ideologi Muhammadiyah di Tengah Dinamika Gerakan Keagamaan oleh : Dr. H. Agung Danarto, M.Ag. , Tata Kelola Organisasi Muhammadiyah Yang Modern dan Berkemajuan Oleh : M. Izzul Muslimin, SIP dan Pemantapan Program Pemenangan DPD Oleh : H. Isnawan, S.E.,M.M./TPW. Reportase H Wahdan A S.Pd, Ashari SIP MPI PDM Sleman, Foto Al Mufti Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman
Gamping, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman membuka kegiatan Coaching Instruktur MPKSDI Sleman pada Jum’at (8/9) di Muhammadiyah Green School (MGS) Gamping, Sleman. Tema Coaching Instruktur kali ini yakni “Instruktur Sleman untuk Perkaderan Sleman yang Maju dan Berkeadaban”. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas para kader MPKSDI PDM Sleman untuk menyambut pelaksanaan Baitul Arqam di waktu yang akan datang. Muhaimin, S.Ag., M.Pd., Ketua PCM Gamping yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPKSDI Sleman, hadir dan memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan ini. Ia menjelaskan tentang latar belakang pembangunan MGS Gamping yang telah dimulai sekitar tahun 2018. Ia mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kepercayaan MPKSDI PDM Sleman yang telah menetapkan MGS Gamping sebagai lokasi Coaching Instruktur. “Selamat mengikuti pelatihan, semoga dua hari ini mendapatkan kesehatan dan kelancaran, juga mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tutupnya. Hendro Sucipto, S.Th.I., M.Pd., Ketua MPKSDI PDM Sleman membuka sambutannya dengan menegaskan bahwa perkaderan menjadi aspek yang penting dalam Muhammadiyah, di mana MPKSDI dapat terlibat secara strategis. “Dulu, namanya adalah Majelis Pendidikan Kader, sekarang sudah diubah menjadi Majelis Pembinaan Kader. Semoga penggantian ini menjadikan upaya kaderisasi kita lebih luas dibandingkan sebelumnya,” harapnya. Kemudian, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Coaching Instruktur, Arif Mahfud, S.Ag., M.S.I., Sekretaris PDM Sleman mengawali dengan ajakan untuk mengkritisi infiltrasi-infiltrasi gerakan Islam yang semakin masif di Indonesia. Ia berpendapat bahwa ini menjadi salah satu tantangan Muhammadiyah, di samping adanya permasalahan sosial akibat dampak globalisasi. Solusi untuk merespons keadaan tersebut adalah penguatan dan pendalaman kapasitas internal organisasi. Arif memberikan pemaparan tentang langkah-langkah yang membutuhkan solidaritas bersama demi mengatasi tantangan tersebut. Pertama, penyetaraan pemberdayaan amal usaha Muhammadiyah. Kedua, sentralisasi tata kelola keuangan, terutama di PCM-PCM se-DIY. Ketiga, kemandirian pendanaan dalam bidang dakwah. Keempat, penguatan konsolidasi di internal Muhammadiyah. “Tidak usah kaku-kaku. Di Muhammadiyah harus bergembira,” ujarnya. Selanjutnya, Arif juga menyampaikan tentang strategi yang saat ini sedang menjadi prioritas PDM Sleman. Dari startegi-strategi yang ada, terdapat strategi yang spesifik bisa dilakukan oleh MPKSDI, yakni reformasi kaderisasi dan pendiasporaan kader Muhammadiyah. “Perlu ada pemetaan untuk masuk ke daerah-daerah pelosok di lingkup kecamatan. Apabila MPKSDI bisa menghidupkan kembali PRM-PRM yang ada di Sleman, itu sudah baik sekali,” tegasnya. Selama kegiatan Coaching Instruktur yang terlaksana selama dua hari hingga Sabtu (9/9) ini, para peserta memperoleh berbagai materi-materi untuk menunjang keinstrukturan. Di antaranya mulai dari tentang pendalaman SPM dan arah kebijakan MPKSDI PP Muhammaidyah dan MPKSDI PWM DIY, keinstrukturan, teknik kajian ayat atau fatkhul qulub, teknik trainer outbound, hingga evaluasi pelatihan dan perkaderan. Penulis: Rasya Swarnasta (MPKSDI PDM Sleman 2022-2027) Editor : Arief Hartanto , MPI PDM Sleman
Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dalam langkah-langkahnya harus senantiasa dibimbing Al Qur’an dan Hadist, menurut ketua PDM Sleman H. Nasirun ada 5 karakteristik Islam Berkemajuan, berikut penjelasannya. Tauhid adalah inti dari risalah yang dibawa oleh nabi-nabi dan titik sentral kehidupan umat, yang tidak hanya terdapat dalam keyakinan saja, melainkan juga dalam perbuatan nyata. Tauhid sesungguhnya merupakan keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan yang Esa, yang menciptakan dan memelihara alam semesta, dan bahwa hanya Allah yang patut disembah. Tauhid yang murni memiliki makna pembebasan manusia dari paham kemusyrikan, percampuran dan kenisbian agama. Tauhid juga merupakan keyakinan bahwa semua manusia pada hakikatnya adalah satu makhluk yang mulia, dan karena itu harus dimuliakan dan dicerahkan. Tauhid yang murni memiliki makna pembebasan manusia dari belenggu ketidakadilan dan penghisapan antarmanusia. Bertauhid berarti berjuang untuk menyemaikan benihbenih kebenaran dan kebaikan, seperti perdamaian, keadilan, kemaslahatan, dan kesejahteraan. Selain itu, tauhid akan membawa kepada sikap kritis saat melihat ketimpangan, ketidakwajaran dan ketidakadilan dalam masyarakat, sebuah perwujudan dari kemurnian akidah. Tauhid yang murni menghadirkan ketulusan, dan membuang jauh-jauh kesombongan dan penggunaan segala cara untuk mengejar kekuasaan dan kekayaan yang hanya berjangka pendek dalam topeng kesalehan. 2. Bersumber pada al-Qur’an dan al-Sunnah (al-Ruju’ ila al-Qur’an wa al-Sunnah). Al-Qur’an adalah sumber utama untuk memahami dan mengamalkan Islam.Al-Qur’an menjadi sumber keyakinan, pengetahuan, hukum, norma, moral dan inspirasi sepanjang zaman. Sunnah Rasul adalah sumber kedua setelah al-Qur’an, yang menggambarkan diri Nabi Muhammad SAW sebagai teladan yang harus dicontoh. Kehidupan Nabi Muhammad SAW merupakan contoh jelas dari isi al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Dalam memahami dua sumber tersebut, diperlukan pemahaman terhadap teksteks, pemikiran yang maju, dan ilmu pengetahuan yang luas. Semakin tinggi akal dan luas ilmu pengetahuan yang digunakan, akan semakin kaya makna yang dapat diambil dari dua sumber tersebut. Islam yang bersumber pada alQur’an dan al-Sunnah merupakan agama yang mengajarkan kebenaran (al-haqq) dan juga kebajikan (al-birr) sehingga setiap persoalan perlu dilihat dari sudut benar atau salah, dan juga dari sisi baik atau buruk. b. Bersumber pada al-Qur’an dan al-Sunnah (al-Ruju’ ila al-Qur’an wa al-Sunnah). Al-Qur’an adalah sumber utama untuk memahami dan mengamalkan Islam. Al-Qur’an menjadi sumber keyakinan, pengetahuan, hukum, norma, moral dan inspirasi sepanjang zaman. Sunnah Rasul adalah sumber kedua setelah al-Qur’an, yang menggambarkan diri Nabi Muhammad SAW sebagai teladan yang harus dicontoh. Kehidupan Nabi Muhammad SAW merupakan contoh jelas dari isi al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Dalam memahami dua sumber tersebut, diperlukan pemahaman terhadap teksteks, pemikiran yang maju, dan ilmu pengetahuan yang luas. Semakin tinggi akal dan luas ilmu pengetahuan yang digunakan, akan semakin kaya makna yang dapat diambil dari dua sumber tersebut. Islam yang bersumber pada alQur’an dan al-Sunnah merupakan agama yang mengajarkan kebenaran (al-haqq) dan juga kebajikan (al-birr) sehingga setiap persoalan perlu dilihat dari sudut benar atau salah, dan juga dari sisi baik atau buruk. 3. Menghidupkan Ijtihad dan Tajdid (Ihya’ alIjtihad wa al-Tajdid) Ijtihad (mengerahkan pikiran) merupakan upaya yang sungguh-sungguh untuk memahami atau memaknai al-Qur’an dan al-Sunnah. Ijtihad dihidupkan melalui pemanfaatan akal dan ilmu pengetahuan yang dilakukan secara terus-menerus agar melahirkan pemahaman yang sesuai dengan tujuan agama dan dengan problem-problem yang dihadapi oleh umat manusia. Ijtihad tidak berhenti pada tataran pemikiran bagaimana memahami agama tetapi juga berlanjut pada bagaimana mewujudkan ajaran agama dalam semua lapangan kehidupan, baik individu, masyarakat, umat, bangsa maupun kemanusiaan universal. Ijtihad merupakan bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan tajdid, yang bermakna pembaharuan baik dalam bentuk pemurnian maupun dinamisasi dalam pemahaman dan pengamalan agama. Pemurnian diterapkan pada bidang akidah dan ibadah, sementara dinamisasi (dalam makna peningkatan, pengembangan, modernisasi dan yang semakna dengannya) diterapkan pada bidang akhlak dan muamalah dunyawiyah. Tajdid diperlukan karena pemahaman agama selalu menghadapi tantangan zaman dan situasi masyarakat yang terus berubah. Tajdid adalah upaya dalam mewujudkan cita-cita kemajuan dalam semua segi kehidupan, seperti pemikiran, politik, ekonomi, sosial, pendidikan dan kebudayaan. 4. Mengembangkan Wasathiyah (Tanmiyat alWasathiyah). Al-Qur’an menyatakan bahwa umat Islam adalah ummatan wasathan (umat tengahan), yang mengandung makna unggul dan tegak. Islam itu sendiri sesungguhnya adalah agama wasathiyah (tengahan), yang menolak ekstremisme dalam beragama baik dalam bentuk sikap berlebihan (ghuluww) maupun sikap pengabaian (tafrith). Wasathiyah juga bermakna posisi tengah di antara dua kutub, yakni ultra-konservatisme dan ultraliberalisme dalam beragama. Selaras dengan itu, wasathiyah menuntut sikap seimbang (tawazun) antara kehidupan individu dan masyarakat, lahir dan batin, serta duniawi dan ukhrawi. Wasathiyah tidak mengarah pada toleransi terhadap sekularisme politik dan permisivisme moral. Karena Islam adalah agama wasathiyah, maka ia harus menjadi ciri yang menonjol dalam berpikir dan bersikap umat Islam. Wasathiyah diwujudkan dalam sikap sosial (1) tegas dalam pendirian, luas dalam wawasan, dan luwes dalam sikap; (2) menghargai perbedaan pandangan atau pendapat; (3) menolak pengkafiran terhadap sesama muslim; (4) memajukan dan menggembirakan masyarakat; (5) memahami realitas dan prioritas; (6) menghindari fanatisme berlebihan terhadap kelompok atau paham keagamaan tertentu; dan (7) memudahkan pelaksanaan ajaran agama. 5. Mewujudkan Rahmat bagi Seluruh Alam (Tahqiq al-Rahmah li al-‘Alamin). Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Karena itu, setiap muslim berkewajiban untuk mewujudkan kerahmatan itu dalam kehidupan nyata. Di tengah-tengah maraknya pertentangan dan permusuhan di dunia ini, Islam harus dihadirkan sebagai pendorong bagi terciptanya perdamaian dan kerukunan, dan di tengah-tengah situasi ketidakadilan, maka ia harus ditampilkan sebagai agama yang mewujudkan keadilan dan menghilangkan kezaliman. Islam harus dihadirkan sebagai kekuatan yang membawa kesejahteraan, pencerahan, dan kemajuan universal. Misi kerahmatan itu bukan saja penting bagi kemaslahatan umat manusia, tetapi juga bagi kemaslahatan seluruh makhluk ciptaan Allah di muka bumi ini, seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, lingkungan dan sumber daya alam.
Sleman, Pdmsleman.Or.id Selasa, 29 Agustus 2023, Edy SR, Konsultan Branding Brandpreneur didapuk menjadi salah satu pemateri dalam acara Coaching Clinic Kepala Sekolah Muhammadiyah se Sleman yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman di Hotel Grand Keisha Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, beliau memaparkan tentang bagaimana Menata Jejak Digital sebagai Aset Branding. Dimana sekolah diharapkan muncul dalam mesin pencarian Google pada posisi diatas. “Apa yang orang tanyakan kepada Mbah Google tentang sekolah Muhammadiyah? Ternyata ada hal yang unik terjadi yaitu muncul “sekolah muhammadiyah negeri atau swasta,”ungkap Edy. Berawal dari sinilah dapat diungkapkan bahwa sekolah Muhammadiyah masih minim dalam melakukan branding melalui dunia digital. Maka Coach Edy memaparkan materi bagaimana memanfaatkan sosial media untuk branding sekolah Muhammadiyah. “Brand itu persepsi. Sebuah investasi di benak atau ingatan. Persepsi diedukasi sedikit demi sedikit. Bagaimana dalam waktu yang terbatas, agar mudah diingat maka pertajam value kita dengan spesialisasi, reputasi dan pembeda yang unik. Dan caranya apa yang dijanjikan harus dibuktikan pada pasar kita. Sekolah kita mau diingat sebagai apa, kita jaga kepercayaannya. “Sunatullohnya branding adalah trust dari lisan ke lisan. Kalau sekarang ditambah dari tulisan ke tulisan, “lanjutnya. Kemudian dirinya menjabarkan bagaimana mengenalkan brand, dikenalkan kepada siapa, dan upaya mengenalkan dengan mengoptimalkan mesia social. “Ada tiga cara mengenalkan brand, yaitu verbal, visual dan melalui pengalaman yang mengesankan. Verbal dengan menyampaikan, visual dengan cara bagaimana membangun ingatan pada diri seseorang dalam 3 detik pertama. Bisa menggunakan tagline, tagar, nama unik yang beda, kata kunci, logo, jenis huruf yang diusahakan sama terus, warna. Kita juga harus mengenal siapa yang akan menjadi target brand kita,”. Menurut Subkultur digital, 76,8% penduduk saat ini menggunakan internet. Terbukti dari hal sederhana, sekarang mau tahu rumah makan soto terdekat saja bertanyanya sama Mbah Google. Sejalan juga dengan survey, durasi warganet internetan di Indonesia dengan rata-rata pengguna internet usia 16 – 64 tahun, dalam sehari mengakses internet selama 8 jam dan nyaris separuhnya untuk media sosial. Maka dari itu Edy SR berharap sekolah Muhammadiyah mengoptimalkan media sosial untuk branding sekolah. Sekolah dapat memilih media sosial yang relevan saat ini untuk branding sekolah yang tepat sasaran kepada target brand. “Lebih mudah dan murah mengelola media sosial dibanding dengan web atau youtube. Video-video pendek vertikal sekarang banyak diminati. Seperti reel atau short video di youtube. Maka bagaimana membuat video yang menarik pada 8 detik pertama untuk menarik minat orang melihat video kita,”ungkapnya lebih lanjut. Begitu banyak materi yang bermanfaat disampaikan. Dan juga antusias dari peserta coaching, hingga Coaching Clinik yang sedianya berakhir pukul 17.00 WIB selesai pada pukul 18.15 WIB. Reportase : Pamuji Sri Subekti S.Si KS SMKM 2 Turi, MPI PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Ibnu Novel Hafidz, General Manager Hotel Grand Keisha dan Edy SR, Konsultan branding Brandpreneur beri Coaching Clinic Branding Sekolah Muhammadiyah kepada Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah dari unsur Paud, TK, SD, SMP, SMA dan SMK Muhammadiyah di Kabupaten Sleman pada Selasa, 29/08/2023 di Hotel Grand Keisha Yogyakarta. Coaching pertama oleh Ibnu Novel Hafidz yang menyampaikan tentang bagaimana proses branding dilakukan. Sedangkan coaching kedua oleh Edy SR yang menyampaikan bagaimana teknis branding sekolah dengan memanfaatkan sosial media. Ibnu Novel Hafidz mengawali coaching dengan memberi gambaran contoh mudah memahami branding adalah kisah Rasulullah Muhammad SAW mendapat gelar Al Amin. Sehingga ketika beliau menyampaikan wa asyhadu anna Muhammadurrasulullah yaitu menyampaikan dirinya utusan Allah maka orang percaya kepada beliau. Branding Al Amin diberikan oleh orang-orang yang mengenalnya bahkan musuhnya juga mengakui. “Visi itu pondasi. Sedangkan branding itu persepsi atau gambaran yang ada di benak. Dan persepsi dibangun oleh panca indra. Kita dapat menanamkan persepsi tentang sekolah mulai dari hal yang kecil, seperti menjaga kebersihannya, keramahan, pelayanan yang baik. Jadi branding bukan hanya iklan, tapi melalui praktik langsung. Contoh ketika seseorang datang ke sekolah kemudian melihat sekolah bersih, rapi, terasa nyaman lalu kemudian dia masuk ke kamar mandi dan bau pesing maka persepsi yang tadi sudah dibenak bagus hancur hanya karena toilet yang pesing,“tegasnya. Proses branding dapat diawali dengan melakukan analisis SWOT agar kita mengetahui posisi kita dimana. Kita harus tahu posisi kita dimana, lalu lihat pasar dan kompetitornya siapa. Tidak harus kita menjadi siapa tetapi tetap menjadi diri sendiri. Posisi disini maksudnya kemampuan. Cari kemampuan apa yang kita miliki yang itu berbeda dengan kompetitor, sehingga calon siswa kelak dia akan menentukan akan sekolah dimana sesuai dengan yang dia minati. “Proses disrupsi atau saling makan bukan yang besar yang akan mampu bersaing tetapi yang mampu beradaptasi yang akan bertahan,”ucapnya mengingatkan peserta coaching. Ada beberapa pesan lain juga yang dapat dirangkum dari coachingnya. Pertama, tauhid itu hal yang sangat penting dalam branding. Karena semua hal terjadi tidak lepas dari kehendakNya. Kedua, yang dijual lembaga pendidikan itu alumni. Jadi perhatikan betul alumni. Hargai alumni, contohnya selama mereka masih menjadi siswa, kita layani dengan baik. Misal dengan mengucapkan terima kasih setiap habis pembelajaran, meminta maaf jika salah. Ketiga, di era digital saat ini ada 3R (rating, review, recommend) yang dilihat oleh orang, maka kita pelihara google map sekolah dengan sering diupdate dan upayakan rating bintangnya minimal 4,6. Lebih lanjut beliau juga menjelaskan tentang brand step yaitu pondasi – komunikasi – ritensi – evaluasi. Setelah peserta coaching menunaikan sholat Ashar dan coffe break dilanjutkan coaching oleh pemateri kedua. Reportase : Pamuji Sri Subekti S.Si KS SMKM 2 Turi, MPI PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman. Pdmsleman.Or.Id Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Sleman dan Forum Guru Muhammadiyh (FGM) Sleman bekerjasama dengan Grand Keisha Yogyakarta melaksanakan Coaching Clinic Kepala Sekolah Muhammadiyah bertajuk Branding Sekolah Muhammadiyah di Hotel Grand Keisha, Jl. Gejayan Condongcatur, Yogyakarta pada Selasa, 29-08-2023. Pada sambutannya, Ketua Forum Guru Muhammadiyh (FGM) Sleman, H. Sigit Rohmadiantoro yang juga sebagai Kepala SMK Muhammadiyah Prambanan menuturkan “Coaching Clinic ini dihadiri 117 peserta dari unsur Paud, TK, SD, SMP, SMA dan SMK, serta tamu dari BKS Pontianak”. Ucapan terima kasih kepada Grand Keisha yang telah menyediakan tempat, makanan, maupun fasilitas lainnya dan sekaligus General Manajernya menjadi salah satu nara sumber dalam acara tersebut tambah Sigit. Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Sleman, H. Surakhmad, S.Pd. menyampaikan sambutannya, mengawali dengan menampilkan slide berjudul “AUM Unggulan Bertebaran di Sleman”. Sebuah judul yang diambil sebagai bagian dari cita-cita agar Sekolah Muhammadiyah menjadi sekolah yang memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Sekolah tanpa keunggulan akan ditinggalkan. Jadi sekolah muhammadiyah harus memiliki keunggulan agar diminati dan tidak ditinggalkan. Dirinya juga mengingatkan tujuan pendidikan Muhammadiyah yaitu “membentuk manusia muslim yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cakap percaya pada diri sendiri, berdisiplin, bertanggung jawab, cinta tanah air, memajukan dan memperkembangkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan dan beramal menuju terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Pasal 3, Qaidah Dikdasmen”. Visi Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman adalah mewujudkan pendidikan Muhammadiyah Daerah Sleman yang unggul, mandiri, kompetitif dan berkemajuan. Visi ini sejalan dengan tujuan pendidikan Muhammadiyah. Langkah-langkah atau kebijakan-kebijakan dalam majelis harus diambil sesuai dengan visi yang sudah ditetapkan. Bagaimana langkah mewujudkan visi maka diturunkan melalui misi-misi. Terdapat enam misi disini yakni Pertama menerapkan karakter utama pendidikan ISMUBA yang berkemajuan. Kedua, Menerapkan pendidikan holistik dan integratif. Ketiga, menghasilkan lulusan berkemajuan, unggul, kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Keempat, mengimplementasikan tata kelola modern yang transparan dan akuntabel. Kelima, mengimplementasikan penyelenggaraan pendidikan yang inklusif. Keenam, meningkatkan kolaborasi antar lembaga pendidikan baik internal maupun eksternal,”terang H. Surakhmad, S.Pd. Lebih lanjut tentang Dinamika transformasi atau manajemen perubahan, “Pada bagian apa perlu dilakukan transformasi atau manajemen perubahan. Pada beberapa hal seperti merasa sudah “besar”, rutinitas dan birokratis, fixed mindset (pemikiran yang mandek), dan merasa tidak ada tantangan. Step perubahan yang dapat dilakukan adalah dengan menghidupkan sekolah, lalu mengembangkannya, dan harapan berikutnya sekolah akan maju pesat,”ucapnya. Pada akhir sambutan, menyampaikan harapannya semoga dengan branding sekolah dengan menunjukkan keunggulannya maka Sekolah Muhammadiyah menjadi sekolah yang dituju, sekolah yang diminati melebihi sekolah lainnya. Setelah selesai sambutan acara dilanjutkan dengan coaching oleh dua pemateri Ibnu Novel Hafidz, General Manager Grand Keisha dan Ibnu SR, Konsultan branding Brandpreneur. Reportase : Pamuji Sri Subekti S.Si KS SMKM 2 Turi, MPI PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Bantul (19/08/2023) Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (Dikdasmen-PNF PWM DIY) menyelenggarakan acara diskusi publik dan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengusung tema “Menggali Potensi Keunggulan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah”. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, (19/8) di Grand Rohan Syariah Bantul Yogyakarta. Hadir dalam acara yakni Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., Wakil ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muh. Dr. Kasiyarno, M.Hum., Ketua PWM DIY, Dr. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., Sekretaris PWM Arif Jamali Muis, Wakil Ketua PWM DIY Gita Dhanu Prananta, S.E., M.M, Ridwan Furqoni M.P..I., Prof. Suyata, Ph.D., Guru Besar Ilmu Pendidikan, Kepala SMA Muhammadiyah 3 Jakarta, Kepala SMK Negeri 2 Malang, dan MAN Insan Cendikia Serpong dan 130 peserta dari SD/SMP/SMA/SMA/MA se-DIY. Ikwan Ahada Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menyampaikan keputusan Musywil PWM mempertajam salah satu program istimewa dengan memperkuat pilar pendidikan Muhammadiyah DIY. Sebagaimana keterlibatan Muhammadiyah dalam dunia pendidikan yang telah berlangsung sebelum Indonesia merdeka. Ia bercerita bahwa pendiri Persyarikatan, KH. Ahmad Dahlan pada 1913 tidak hanya sebagai pemimpin tetapi juga memimpinkan Muhammadiyah. “Secara pribadi, beliau menjadi contoh sosok pekerja dan memberikan pengorbanan yang tidak hanya menyumbang ide dan gagasan, tapi juga membongkar sebagian rumahnya dalam rangka menegakkan pilar pendidikan,”. Ikhwan Ahada menyarankan agar pendidikan harus selaras dengan keadaban perlu dikedepankan dalam pendidikan Muhammadiyah. Melalui FGD ini, Ia berhadap bisa mewujudkan berbagai potensi keunggulan sekolah selain jumlah siswa. Keunggulan yang bisa muncul dari berbagai aspek. “Maka keunggulan yang dikaitkan pada ikhsannya seseorang ini menjadi hal tepat baik dari dimensi kognisi, perilaku budaya, kemampuan spesifik sains dan teknologi, termasuk interpreuner seseorang,” tutup Ikhwan. Sementara Ketua Dikdasmen PNF DIY, Achmad Muhamad M.Ag mengatakan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan NonFormal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (Dikdasmen-PNF PWM DIY) memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan amanat muktamatar muhammadiyah di solo dan keputusan musywil DIY. Melalui FGD ini, Achmad meminta sumbang gagasan, ide, sekaligus kritikan masukan yang membangun dari para narasumber dan umpan balik peserta. “Kami yakin dari ide dan gagasan yang kita terima bisa menjadi jalan untuk terus melangkah mewujudkan harapan Persyarikatan agar sekolah/madrasah Yogyakarta menjadi unggul dan berkemajuan,”. “Keunggulan yang dimaksud tidak hanya dari satu perspektif, bisa dari berbagai perspektif dan beragam aspek, di mana masing-masing sekolah mampu mewujudkan keunggulan itu dan menguatkan sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tambah Achmad.