Training of Trainers (TOT) LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Cirebon

Cirebon, Pdmsleman.Or.Id Universitas Muhammadiyah Cirebon menjadi tuan rumah untuk Training of Trainers (TOT) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 8 hingga 10 Desember 2023. Acara TOT ini dihadiri oleh para perwakilan dari beberapa LDK PWM, PDM yang tergabung dalam Regional 2 sepulau Jawa. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas dan kapasitas pengurus LDK di lingkungan PWM Regional 2. Selama tiga hari, peserta TOT diberikan pemahaman mendalam tentang tata kelola organisasi, pengembangan kepemimpinan, serta strategi dakwah yang relevan dengan tantangan zaman. Workshop interaktif, diskusi kelompok, dan presentasi proyek menjadi bagian integral dari kegiatan ini. Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon, Ahmad Hasan, MT menyampaikan harapannya bahwa TOT ini akan memberikan dampak positif dalam mengembangkan potensi kepemimpinan para pengurus dan memperkuat peran LDK sebagai agen dakwah di lingkungan khusus. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. KH. Saad Ibrahim, M.A dalam sambutannya mengapresiasi partisipasi aktif para peserta. Beliau menyatakan bahwa kegiatan semacam ini merupakan investasi dalam membentuk para Da’i yang berkualitas, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. TOT LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Cirebon diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada peserta sebagai pengakuan atas partisipasi mereka dalam kegiatan ini. Semangat kebersamaan dan semangat dakwah dalam organisasi Muhammadiyah untuk terus berkembang menjadi poin penting yang diharapkan terus terjaga dalam perjalanan kepemimpinan mahasiswa di masa mendatang. Reportase : Widodo, S. AG M.SI Ketua LDK PDM SLEMAN Editor : Arief Hartanto SE, MPI PDM SLeman

Loading

Majelis Hukum dan HAM PDM Sleman, Sukses Gelar Kajian Konflik Israel-Palestina

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Konflik Israel-Palestina berlangsung sudah sangat lama, dan tidak berkesudahan sampai dengan hari ini. Bahkan beberapa hari terakhir ini terjadi perang besar yang menimbulkan banyak korban. Sudah tidak terhitung lagi berapa nyawa yang telah melayang akibat konflik tersebut, belum lagi kerugian harta benda. Gempuran Israel yang membabi buta telah merenggut nyawa warga sipil, anak-anak, perempuan, dan petugas kesehatan. Meskipun masih ada beberapa negara yang mendukung Israel, namun demo anti-Israel terjadi secara masif di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Untuk mengetahui sejarah panjang konflik Israel-Palestina, serta bagaimana peran hukum Internasional, Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman DIY menyelenggarakan Kajian Hukum dan HAM Kontemporer #1: “Perang Tak Berujung: Bagaimana Sejarah Konflik Israel-Palestina dan Peran Hukum Internasional?” pada Rabu, 22 November 2023 secara daring melalui zoom meeting. Hadir dalam diskusi tersebut 2 Guru Besar sebagai narasumber, yaitu Prof. Dr. Muhammad Wildan, M.A. (Guru Besar Antropologi Islam UIN Sunan Kalijaga). dan Prof. Dr. Sefriani, S.H., M.Hum. (Guru Besar Hukum Internasional UII), dengan dipandu Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H. (Ketua MHH PDM Sleman) selaku host. Prof. Wildan menyampaikan secara panjang lebar mengenai sejarah terjadinya konflik Israel-Palestina, kemudian siapa etnis Israel dan Palestina, sejak kapan terjadi konflik, hak atas tanah Palestina, hingga solusi yang mungkin bisa ditempuh untuk mengatasi konflik 2 negara tersebut. “Secara historis, etnis Israel juga memiliki hak atas wilayah Palestina-Yerusalem. Sebenarnya Palestina sudah menerima pembagian wilayah Palestina sesuai yang telah disepakati, tetapi Israel terus memperluas wilayah pemukiman Yahudi,” jelasnya. Menurut Prof. Wildan, dalam mengatasi konflik Israel-Palestina diperlukan keterlibatan lembaga-lembaga internasional yang netral untuk mendamaikannya. Adapun Prof. Sefriani banyak menjelaskan pelanggarakan-pelanggaran Israel di Gaza terhadap Hukum Internasional, akar masalah terjadinya konflik, peran Hukum Internasional, dan solusi 2 negara. “Awal mula terjadinya konflik karena pencaplokan wilayah Palestina oleh zionis Israel yang kemudian berkembang ke isu agama, etnis, ras, budaya, pelanggaran HAM, dan lain sebagainya sehingga menjadi sangat kompleks,” ujarnya. “Banyak pelanggaran yang dilakukan Israel selama terjadinya konflik, mulai dari genosida fisik dan budaya, kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan pelanggaran-pelanggaran lainnya terhadap Hukum Internasional. PBB sudah berulang kali mengeluarkan resolusi namun Israel tetap tidak bergeming,” tambahnya. Ia menyayangkan Amerika Serikat yang menggunakan standar ganda dalam menyikapi konflik antar 2 negara. Amerika Serikat tegas terhadap Rusia dan Irak misalnya, namun tidak dengan Israel. Oleh karena itu, Prof. Sefriani menyerukan pemberian sanksi sepihak kepada Israel melalui saluran diplomasi dan sanksi ekonomi, misalnya boikot produk Israel dan afiliasi pendukungnya secara selektif. Ketua MHH PDM Sleman, Ari Wibowo, yang juga bertindak selaku host acara mengaku sangat senang karena diskusi dihadiri banyak peserta dari berbagai daerah hingga mencapai batas maksimal kuota zoom meeting. “Kuota zoom meeting maksimal hanya 300 dan alhamdulillah langsung penuh. Banyak yang tidak kebagian kuota dan meminta video diupload melalui youtube. InsyaAllah MHH PDM Sleman akan secara periodik menyelenggarakan diskusi dengan topik-topik kekinian lain yang terkait dengan hukum dan HAM. Dengan diskusi semacam ini, kami berharap bisa meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu hukum dan HAM, serta memberikan kontribusi positif sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing,” tutupnya. Reportase DR. Ari Wibowo MHH PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Partisipasi PDM Sleman Dalam Muhammadiyah Jogja Expo ( MJE ) 2023

Pdmsleman.Or.id Gelaran Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) 2023 yang digelar Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY melalui Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PWM DIY kembali digelar  di Jogja Expo Center (JEC), Bantul pada 24-26 November 2023 yang bertujuan mengangkat prestasi dan potensi warga Muhammadiyah se-DIY. MJE kali ini akan mengangkat potensi 632 ranting dan 50 cabang Muhammadiyah di DIY. Oleh karena itu, jamaah persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah akan tumpah ruah dengan harapan potensi yang ada di masing-masing akan betul-betul teraktualisasi,” ujar Ikhwan Ahada dilansir dari Republika Online. Digelar dengan konsep yang lebih megah dengan rangkaian acara yang lebih beragam dan jumlah stan (booth) UMKM yang lebih banyak yakni total 182 stan  di indoor area. Di area outdoor, pihaknya menyediakan panggung untuk acara konser amal dan juga menyediakan 10 booth khusus untuk SMK di bawah naungan Muhammadiyah, terutama yang memiliki jurusan otomotif. Di stan-stan panitia MJE 2023 akan memberikan fasilitas layanan service sepeda motor gratis untuk para driver ojek online (ojol). Kegiatan MJE ini juga mendapatkan sambutan yang semangat dari PDM Sleman dengan mengirimkan  peserta MJE dari Sleman yakni PCM Gamping, Seyegan, Kalasan, Tempel, Pakem, Sleman dan Minggir dan adapun untuk ranting PRM Bendosari Moyudan, Nogotirto Gamping, Madurejo Prambanan yang menempati stand no 41-50 dan ditambah kelaz VVIP No. 16 stand dari PDM Sleman. Menurut H. Nasirun Wakil Ketua PDM Sleman sebagaimana disampaikan kepada Arief Hartanto MPI PDM Sleman” kami mempunyai harapan dengan mengikuti MJE akan muncul PCM dan PRM serta Amal Usaha Unggulan di Sleman Sehingga percepatan kemajuan di Sleman semakin lancar dan sukses”. Selain itu akan ada penampilan Grup Karawitan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman Dalam rangka menjaga dan melestarikan kebudayaan yang akan tampil pada Jumat, 24 November 2023 pagi  bertempat di  Panggung Level Selasar MJE #3, Jogja Expo Center. Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PKU Sleman di Launching Bertepatan Milad Ke 111 Muhammadiyah

Sleman , Pdmsleman,Or,Id Bertepatan dengan Milad Muhammadiyah ke-111 tanggal 4 Jumadil Awwal 1445 H / 18 November 2023,  Kolaborasi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan RS PKU Muhammadiyah Gamping melakukan Soft Launching RS PKU Muhammadiyah Sleman (PKU Sleman) di Komplek Pembangunan PKU Sleman di Jl. Magelang Pandowoharjo Sleman Yogyakarta. Hadir dalam acara tersebut Ketua PP Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurahman, Sp.S., M. Kes, Bupati Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo, Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., Ketua PDM Sleman Harjaka, S.Pd, MA, Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gamping dr. H. Ahmad Faesol, MMR, M. Kes., Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dr. Muhammad Komarudin, Sp. A dan H. Hanik Rosyada M.Pd beserta Jajaran Pimpinan Daerah Muh – Aisyiyah Sleman dan H. Sri Purnomo Msi. Ketua Pembangunan RS PKU Muhammadiyah Sleman, Ahmad Faesol yang sekaligus Direktur Utama RS PKU Muh Gamping Yogyakarta mengatakan,”  kehadiran PKU Sleman merupakan wujud komitmen Muhammadiyah dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memberikan layanan kesehatan yang komprehensif; preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Sleman”. Sementara dr. Agus Taufiqurahman Ketua PP Muhammadiyah dalam amanahnya menyampaikan bahwa  Persyarikatan Muhammadiyah bersyukur di Milad yang ke-111 ini telah bertambah layanan kesehatan di Kabupaten Sleman. Hal ini sejalan dengan tema milad “Menyelematkan Semesta”, dimana salah satu konsentrasinya adalah layanan Kesehatan”. Melalui layanan kesehatan yang paripurna maka Muhammadiyah telah hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara khusus di Sleman. PKU sleman merupakan binaan PKU jogja dan Gamping sehingga pelayanan diharapkan memenuhi standart mutu kesua RS paripurna ujar agus taufiqurahman.  Acara soft launching ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Sleman , Hj. Kustini disaksikan oleh tamu undangan dan dilanjutkan dengan meninjau berbagai fasilitas yang ada di RS PKU Muhammadiyah Sleman yang terdiri atas bangunan 3 lantai dengan bangunan standar medis. Di akhir ditutuo dengan doa oleh K.H. Drs. Hamdan Hambali selanjutnya sebagai rasa kesyukuran atas usia Muhammadiyah yang ke 111 yang ditandai dengan launching RS PKU Sleman .

Loading

Seminar dan Workshop Perpustakaan Berbasis TI: Meningkatkan Literasi dan Layanan Pendidikan

Kamis, 16 November 2023, Perpustakaan UNISA Yogyakarta, bekerjasama dengan HIMPUSMA Sleman, Perpustakaan UMY, Perpustakaan UAD, MPI PWM DIY, Majelis Dikdasmen PDM Sleman, dan FPPTMA Korwil DIY-Jateng Selatan sukses menyelenggarakan Seminar Nasional, Penguatan Literasi, Hibah, dan Workshop Pengelolaan Perpustakaan Berbasis TI dengan tema “Aplikasi SLIMS untuk Otomasi Perpustakaan”. Antusiasme peserta sangat mengesankan, mencapai 120 orang, melebihi target awal sebanyak 55 orang. Kehadiran para kepala sekolah, kepala perpustakaan, pustakawan, dan pengelola perpustakaan, serta guru sekolah Muhammadiyah di Yogyakarta dan sekitarnya, mencerminkan kebutuhan akan peningkatan literasi dan pengelolaan perpustakaan. Seminar, penguatan literasi, hibah, dan workshop ini berlangsung di Ruang Seminar Lantai 9, Gedung Siti Moendjijah, UNISA Yogyakarta. Dalam pembukaan acara, Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kep, M,Kep., Sp. Mat., menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat melalui perpustakaan UNISA Yogya, UAD, dan UMY untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di sekolah-sekolah. Afan Kurniawan, MT, Ketua MPI PWM DIY, juga menyoroti pentingnya jejaring, TIK, dan inovasi dalam pengembangan perpustakaan Muhammadiyah. Dalam serangkaian kegiatan, Perpustakaan UNISA Yogyakarta memberikan hibah kepada Perpustakaan SD Muhammadiyah Mlangi, yang melibatkan penyerahan rak buku, buku cetak, barcode scanner, komputer, dan pendampingan hingga otomasi perpustakaan berfungsi sepenuhnya. Irkhamiyati, M.IP., Kepala Perpustakaan UNISA Yogya dan Ketua Umum FPPTMA, menekankan pentingnya konsep ini dalam mendukung mutu kualitas perpustakaan sekolah. Workshop pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi melibatkan pemahaman tentang aplikasi SLiMS, khususnya versi terbaru, Bulian 9. Pembicara, Bapak Sulistya Adhi Gunawan, A.Md., dan Ibu Sri Wahyuni, SIP, memandu peserta dalam instalasi dan praktik penggunaan aplikasi. Mereka menyoroti keunggulan SLiMS Bulian 9, yang lebih menarik, mudah dikembangkan, dan fleksibel. Acara juga dimeriahkan dengan seminar penguatan literasi untuk perpustakaan sekolah, yang membahas peran perpustakaan dan pustakawan dalam mendukung Kurikulum Merdeka. Abdul Wahid Aziz, S.I.Pust, dan Muh. Erdianyah, C.A., S.IP., membedah topik ini, menekankan kolaborasi perpustakaan dengan stakeholder sekolah dan inovasi sebagai kunci keberhasilan. Dengan demikian, seminar, hibah, dan workshop ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekolah, sejalan dengan perkembangan zaman.

Loading

Rapat Kerja Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman: Membangun Sinergi Menuju Sleman Berkemajuan Masa Jabatan 2022-2027

Sleman, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah 2 Sleman menjadi saksi dari momentum penting dalam organisasi Muhammadiyah Kabupaten Sleman dengan digelar Rapat Kerja Daerah pada Ahad 12 November 2023. Acara ini diikuti anggota Pimpinan PDM Sleman, dan tiga utusan dari Majelis dan Lembaga di Lingkungan PDM Sleman hadir dalam Rapat Kerja Pimpinan Daerah, yang bertujuan untuk memantapkan program kerja selama masa jabatan 2022-2027. Rapat kerja ini dihadiri oleh seluruh pimpinan, ketua, dan sekretaris masing-masing majelis dan lembaga. Fokus utama rapat adalah memastikan para pimpinan dapat menjelaskan program kerja dengan baik. Tujuannya adalah agar pelaksanaannya dapat menjadi lebih maksimal dan terarah, memberikan dampak positif bagi masyarakat. H. Arif Mahfud, SAg, MSI selaku Sekretaris PDM Sleman, membuka acara dengan menyoroti kinerja majelis dan lembaga. Ia menekankan pentingnya program kerja yang tidak hanya didasarkan pada keinginan pimpinan tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat. Dalam pandangannya, program kerja harus dapat terwujud dan memberikan manfaat konkret. Ketua PDM, H. Harjaka, S.Ag, .MPd.I memberikan arahan penting, “Dalam penyusunan program kerja, tidak perlu banyak, yang terpenting adalah fokus. Evaluasi kegiatan majelis dan lembaga akan dilakukan setiap tiga bulan.” Harapannya, fokus pada program yang sedikit namun efektif akan memberikan hasil yang lebih baik. Harjaka juga mendorong para pimpinan untuk bekerja secara maksimal. Salah satu caranya adalah dengan mewakafkan waktu untuk mengurus dan menjalankan program-program yang telah disusun. Dengan begitu, diharapkan Muhammadiyah Kabupaten Sleman dapat memberikan kontribusi nyata dan positif bagi masyarakat. Rapat Kerja Pimpinan Daerah ini mencerminkan semangat sinergi dan kolaborasi di antara para pimpinan, menciptakan fondasi yang kokoh untuk meraih visi dan misi Muhammadiyah Kabupaten Sleman selama masa jabatan 2022-2027. Dengan semangat yang sama, diharapkan setiap program kerja yang dijalankan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Menghadapi Pemilu 2024 Pimpinan Daerah Muhammadiyah juga menekankan untuk meningkatkan konsolidasi internal untuk mensukseskan calon DPD RI yaitu Sauqi Soeratno menjadi Anggota DPD RI Reportase Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Majlis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman Study Tiru ke Pondok Modern Tazakka Batang Jateng

Batang, Pdmsleman,Or.Id Dalam rangka menjalin silaturahmi dan studi tiru pengembangan wakaf, Majlis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Daerah Sleman ( PDM Sleman) Daerah Istimewa Yogyakarta berkunjung ke Pondok Modern Tazakka Batang Jawa Tengah, Ahad 12 Robi’ul Akhir 1445H/ (5/11). Rombongan berjumlah 24 orang terdiri dari 7 orang anggota MPW PDM Sleman, 14 utusan MPW Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan 3 dari unsur Pimpinan Daerah Aisiyah (PDA) Sleman. Didampingi Wakil Ketua PDM Sleman yang membidangi wakaf H. Nasirun, rombongan disambut baik di ruang penerimaan tamu pondok modern tazakka oleh Kepala Departement Kehumasan Ustadz Alam Mahardika, M.H., Kepala Departement Wakaf Ustadz Aminudin dan Kepala Departement Amal Usaha Ustadz Subhi Mahmassani,S.H.I., M.E. Tujuan kunjungan ke Pondok Modern Tazakka untuk belajar bagaimana mengembangkan wakaf, khususnya melalui instrumen wakaf uang. Dalam kesempatan ini, Nasirun menyampaikan “Kami silaturahmi ke Pondok Modern Tazakka ini ingin menimba ilmu sebanyak banyaknya bahkan besuk kita harus kembali kesini lagi untuk bisa bertemu dengan pak kiyai Anang bila perlu menginap lima hari untuk bisa lebih mendalami lagi” tandasnya. Ia menambahkan saat ini MPW PDM Sleman memiliki visi setiap satu cabang punya satu amal usaha dan mempunyai masjid binaan muhammadiyah.Nasirun berharap studi tiru ini dapat diterapkan dimasing masing cabang. “mari kesempatan belajar ini kita manfaatkan betul untuk selanjutnya MPW PDM Sleman segera bergerak dan mencopy ilmu yang didapat dari kunjungan ini yang nantinya dapat diterapkan di tingkat cabang” imbuhnya. Sementara itu ustadz Alam memaparkan untuk mengembangkan wakaf maka harus menyiapkan 3 hal yaitu sistem, SDM dan jaringan.“Sebuah lembaga pengembangan wakaf harus memiliki sistem yang kuat jangan sampai ditengah jalan berubah ubah” paparnya. Lebih lanjut ustadz Alam menegaskan bahwa lembaga wakaf harus punya cita cita yang dapat diwujudkan dalam sebuah program, “Kita harus memiliki cita cita sehingga ketika ada orang ingin mewakafkan hartanya dalam jumlah ratusan juta bahkan milyaran kita tidak akan kaget dan bingung karena kita sudah memiliki program 20 atau 30 tahun yang akan datang” tegasnya. Ia mencontohkan lembaga wakaf tazakka telah memiliki visi sampai dengan 2030 tahun yang akan datang yaitu kaderisasi bidang study islam, kesehatan, sain dan teknologi meliputi 10 Dokter, 30 Master dan 60 Sarjana, dan sampai tahun ini lebih 10 Dokter telah terkader. Sedangkan visi pembnagunan di tahun 2030 yang akan datang yaitu pembnagunan perguruan tinggi, rumah sakit, pusat studi, pusat belanja dan convention international hall. “Skema ini akan sangat berguna untuk membangun kepercayaan umat dalam mewakafkan hartanya di lembaga wakaf yang kita kelola” jelasnya. Ustadz Alam juga menambahkan dalam hal pengembangan wakaf uang, lembaga dapat memanfaatkan media untuk mengemas program program wakaf yang mudah di akaes oleh masyarakat, seperti tazakka memanfaatkan mesin EDC untuk mempermudah wakif dalam mewakafkan uang tunainya. Selain itu tazakka juga mengembangkan wakaf tunai melalui aplikasi mobile yaitu tazakka mobile. Tazakka juga memanfaatkan grup grup whatsApp wali santri untuk menyebarluaskan informasi program program wakaf tazakka, juga media televisi, Instagram, dan website. Selain itu “Kami juga meluaskan jaringan dari alumni jemaah haji plus dari travel yang kami kelola” pungkasnya. Acara diakhiri dengan ramah tamah makan siang dan penyerahan kenang kenangan dari MPW PDM Sleman kepada Pondok Modern Tazakka setelah sebelumnya berkeliling melihat pondok dan shering tentang program progam wakaf tunai di ruang guru dan ruang media. Reportase (Nis) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman Informasi Penerimaan Pegawai ( GTTP/KTTTP) Sekolah Di Bawah Naungan Muhammadiyah Sleman

Loading