Rapat Kerja dan Sosialisasi GACA  Majelis Kesejahteraan Sosial PDA Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pada hari Sabtu 1 Juni 2024 MKS PDA ( Majelis Kesejahteraan Sosial ) Pimpinan Daerah Asiyiyah Sleman menggelar Rapat Kerja dan Sosialisasi GACA yaitu Gerakan Aisyiyah Cinta Anak,  acara bertempat di Rumah Makan Puri Mataram Beran Tridadi Sleman dengan diikuti oleh perwakilan seluruh MKS PCA se Sleman dengan masing-masing cabang mengirimkan dua orang peserta  dan Anggota MKS PDA Sleman . Acara tersebut j dibuka secara resmi oleh Ketua PDA Sleman Dra Hj  Hanik Rosyada M.Ag. yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini juga dalam rangka menyemarakkan milad Aisyiyah ke 107 dengan temanya ” Memperkokoh Dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan  Semesta” . Untuk menambah semangat peserta juga mengajak hadirin untuk bersama memberikan  Salam semangat ,   Apa kabar ibu-ibu?   Semakin sehat   Semakin cerdas semakin taqwa…aamiin Sementara Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial Ketua MKS PDA Sleman Yuli Kuswandari. M.Hum dalam sambutannya  menyampaikan “ tujuan diadakan acara ini antara lain untuk forum silaturahmi dan penyampaian program kerja MKS, antara lain  ke depan untuk semua cabang  bahkan sampai ranting bisa memiliki Program GACA yaitu Gerakan Aisyiyah Cinta Anak dengan berbagai bentuk program kerjanya”. Dan harapannya diakhir acara nanti semua MKS PCA bisa membuat dan mengumpulkan RTL nya. H sebagai pembicara yaitu Hj Dra Umi Hidayati M.Pd. dari MKS PWA DIY dengan materi Kupas Tuntas GACA antara lain “Gerakan Aisyiyah Cinta Anak yaitu suatu gerakan yang bersifat masif dalam rangka melindungi anak-anak terhadap kekerasan gerakan ini dikerjakan secara kolaborasi lintas majelis tergantung masalah yang dihadapi  dan ini merupakan sebuah gerakan yang dilakukan oleh ‘Aisyiyah dalam rangka melakukan perlindungan terhadap anak dari segala tindak kekerasan”. Serangkaian kegiatan yang dilakukan Aisyiyah dan jaringannya secara berkesinambungan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak, mencegah dan mengurangi kekerasan terhadap anak di keluarga, Sekolah dan masyarakat. Reportase Noor KAsihati SPD PDA Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman

Loading

Menyongsong Idul Qurban,  Majelis Tabligh PDM Sleman Menggelar Kursus Mubaligh ke-3, “Problematika Qurban Dalam Tinjauan Fiqih”.

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Setelah diawali pada Januari yang lalu, Majelis Tabligh PDM Sleman kembali menggelar Kursus Intensif Mubaligh Muhammadiyah (KIMM) putaran ke-3, Sabtu, 1 Juni 2024, di SMK Muhammadiyah 1 Sleman. Kegiatan pembinaan mubaligh yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali itu diikuti 61 mubaligh dari 17 PCM di lingkup PDM Sleman. KIMM ke-3 ini digelar jelang Idul Adha dengan mengetengahkan topik “Problematika Qurban Dalam Tinjauan Fiqih”. Topik ini dipilih mengingat permasalahan qurban yang dihadapi oleh para mubaligh di lapangan sangat beragam, sedangkan sebagian belum ada jawabannya dalam fatwa resmi persyarikatan. Dengan demikian diharapkan kegiatan ini menjadi bekal para mubaligh dalam menjawab problematika qurban yang terjadi di masyarakat. Selama dua setengah jam para peserta tampak antusias menyimak pemaparan materi yang disampaikan Ustadz Fajar Rahmadani, Lc, MA, Ph.D, dari Majelis Tarjih dan Tajdid PWM DIY. Dengan cukup menarik, narasumber mengajak peserta memahami permasalahan qurban itu secara mendasar dan utuh dengan pendekatan ushul fiqih dan perbandingan madzhab. Narasumber mengawali pembahasan dengan mengemukakan konsep klasifikasi ajaran Islam yang terbagi dalam masalah ushuliyah (pokok) dan masalah furu’iyah (cabang). Menurutnya, masalah ushuliyah itu didasarkan pada dalil qath’i (definitif), sehingga harus dipahami secara tekstual. Sedangkan masalah furu’iyah berdasar dalil zhanni (spekulatif) sehingga dapat dipahami secara kontekstual. Fajar Rahmadani menjelaskan,”  dalam masalah qurban pun juga demikian. Sebagian merupakan masalah yang harus dipahami secara tekstual sesuai dalil, dan sebagian lainnya merupakan masalah cabang yang dapat dipahami secara kontekstual berdasar aspek kemaslahatan umat”. Dijelaskan, diantara masalah yang harus dipahami secara tekstual adalah tentang jenis hewan qurban, hari penyembelihan, ketentuan berserikat bagi shahibul qurban dan larangan seputar bagian hewan qurban. Sedangkan diantara masalah yang dapat dipahami secara kontekstual adalah tentang  pembagian dan pemanfaatan daging qurban. Seusai acara, para peserta rata-rata menyambut baik kegiatan kursus intensif ini. Prima Aziz, peserta dari PCM Depok mengatakan bahwa” topik kegiatan ini cukup bagus, kontekstual dan sesuai kebutuhan warga Muhammadiyah di tingkat bawah”.  Sedangkan peserta dari PCM Cangkringan berharap agar program ini dapat dilanjutkan secara berkesinambungan. Terpisah, Ketua Majelis Tabligh PDM Sleman, Wildan Wahied mengatakan, “ kursus mubaligh Muhammadiyah ini sendiri merupakan program unggulan majelis yang akan diadakan secara berkala”. Wildan mengatakan, untuk penyiapan program ini, MT PDM Sleman secara khusus telah membentuk tim yang bertugas menyusun kurikulum dan sylabus. Reportase Wildan Wahied S.Pdi Ketua Majelis Tabligh PDM Sleman, Editor  Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman

Loading

Kemah Prestasi Pandu Pengenal Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kabupaten Sleman

Pakem, Pdmsleman.or.id Perkemahan merupakan salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh SD Muhammadiyah dalam rangka untuk mengevaluasi kegiatan Hizbul Wathan. Kegiatan kemah tahun ini bernama “Kemah Prestasi Pandu Pengenal Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kabupaten Sleman”. Perserta kemah adalah siswa kelas V dari SD Muhammadiyah Kadisoka, 1 Pakem, Prambanan, Bayen, Dhuri, 1 Ngaglik dan 2 Pakem yang berjumlah 349 siswa dengan rincian sebagai berikut: No Nama Pangkalan Putra Putri Jumlah Siswa 1 SD Muhammadiyah Kadisoka 6 3 80 2 SD Muhammadiyah 1 Pakem 6 5 92 3 SD Muhammadiyah Prambanan 4 5 75 4 SD Muhammadiyah Bayen 2 1 19 5 SD Muhammadiyah Dhuri 1 2 20 6 SD Muhammadiyah 2 Pakem 1 1 20 7 SD Muhammadiyah 1 Ngaglik 2 3 43   Jumlah 22 20 349             Kemah dilaksanakan pada Jumat-Ahad, 17-19 Mei 2024, bertempat di Buper Wonokemuning, Wonogiri, Pakembinangun, Pakem, Sleman. Tujuan dari perkemahan ini adalah untuk memotivasi dan menumbuhkan rasa memiliki HW serta rasa peduli dan kemandirian pada setiap anggota. Untuk menumbuhkan sikap mandiri, mengurangi sikap manja, dan ketergantungan kepada orang tua, maka perlu diciptakan bentuk kegiatan yang berlokasi jauh dari tempat tinggal. Yang sekaligus berfungsi sebagai wahana untuk mengukur dan menguji kemampuan, ketaatan, kekompakan, serta penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.            Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan diperkemahan yaitu:                Kegiatan kemah dibuka secara resmi oleh ketua PDM Sleman    H. Harjaka, S.Pd.,S.Ag.,MA. pada Jumat, 17 Mei 2024.  Dalam sambutannya Beliau menyampaikan karakter yang harus dimiliki oleh Pandu Hizbul Wathan sesuai dengan bunyi UU Pandu HW diantaranya:              Pada malam harinya adalah penyalaan Api Unggun dan Pentas Seni. Para peserta kemah secara bergantian menampilkan satu pentas di atas panggung bersama regunya masing-masing. Acara Pentas Seni sangat meriah dan sangat menghibur. Peserta kemah sangat antusias untuk menampilkan kebolehannya. Sekitar pukul 22.30 peserta kemah dipersilahkan untuk memasuki tenda masing-masing untuk beristirahat. Tepat pukul 03.00 peserta kemah dibangunkan untuk sholat lail, dilanjutkan sholat subuh dan mendengarkan kultum.              Kemah berakhir pada Ahad, 19 Mei 2024, dengan upacara penutupan. Dalam upacara penutupan sekaligus diumumkan peraih lomba kegiatan selama perkemahan berlangsung. Setelah upacara selesai dilanjutkan berjabat tangan antara peserta kemah dengan panitia. Kemudian siswa membongkar tenda dan pulang ke rumah masing-masing. Reportase : Erlin Noviyanti Prihastuti, S.Pd. SD Muh 1 Pakem Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Workshop Kiat Sukses PPDB SMP Muhammadiyah se-Sleman

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Kamis, 16 Mei 2024 bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan berlangsung workshop yang diikuti 75 orang terdiri dari  kepala sekolah dan tim PPDB dari 25 SMP Muhammadiyah se-Sleman. Workshop ini diprakarsai BKS/Badan Kerjasama Sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman, dengan tema workshop “Menjemput sukses PPDB 2024/2025 SMP Muhammadiyah se-Sleman”. H. Surakhmad, S.Pd selaku ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman menyampaikan sambutan terkait PPDB yakni pertama, unsur kepercayaan penting. Harus ada yang beda tidak standar-standar saja, misal tanya ke orang tua pingin apa di sekolah itu putranya misal siswa bisa sholat, baca Quran dan tahfidz. Harapan kedua bahwa sekolah sebagai pendonor, sekolah dibuat membayar tinggi sehingga pengelolaan juga tinggi yang tidak mampu kita santuni. Kita berada di atas karena pemberi posisi kita, beri pelayanan terbaik bahkan memberi santunan bagi siswa miskin. Kiat sukses PPDB 2024 disampaikan oleh H. Pahri, M.M selaku pembina FGM/Forum Guru Muhammadiyah dan juga merupakan kepala sekolah SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang dan sempat viral dengan PPDB Abnormal. Semula SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi memiliki siswa 200an kini menjadi 2.500an siswa dan semula gedung tertutup kebun tebu kini berkembang pesat menjadi 7 lantai. Intinya sekolah harus berinovasi. Reportase H. Wahdan Arifudin S.Pd. KS SMPM 1 Tempel, MPI PDM Sleman Editor  Arief Hartanto  MPI PDM Sleman

Loading

Syawalan dan Silaturahmi HIDIMU Kabupaten Sleman, Warga Difabel Harus Mampu Dan Berdaya

Sleman, Pdmsleman.or.Id Sabtu 11 Mei 2024 bertempat di Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo Beran Sleman berlangsung acara Syawalan dan Silaturahmi warga penyandang disabilitas Muhammadiyah yang tergabung dalam HIDIMU Kab. Sleman. Ketua PDM Sleman Harjaka, S.Pd, S.Ag, MA, pada kali itu mengungkapkan tentang Dalam konsep Jawa, setiap manusia itu harus urip, arep, urup, dan urup. Konsep filisofi Sunan Kalijaga ini berangkat dari intisari Al Qur’an. Urip dalam bahasa Indonesia berarti hidup. Ya, hidup yang kita kenal sekarang. Hidup di dunia, bernafas, butuh makan, butuh teman, dan lain sebagainya. Artinya, urip harus menjadi mahluk sosial yang dilandasi oleh akhlakul karimah, sehingga hidupnya menjadi bermanfaat bagi orang lain (hablum minannas). Arep “berarti setiap manusia memiliki kemauan. Manusia itu selalu punya kemauan dan kehendak. Mau sukses, mau kaya, mau dapat nilai bagus, mau sukses dunia – akhirat, dan lain-lain. Intinya semua kemauan itu adalah ego dan nafsu. Nafsu manusia akan dunia yang begitu menyilaukan.” Selanjutnya, kata Gus Jaka,  adalah urap. Urap adalah makanan yang terdiri dari berbagai macam rebusan sayur yang dicampur dan ditambahkan sambal kelapa. Urap merupakan analogi kehidupan. Dalam hidup, kita akan bertemu, bercampur, bergesekan, berinteraksi dengan berbagai jenis manusia. Berjodoh dengan berbagai macam takdir kehidupan. Berkreasi dalam mengolah rasa menanggapi itu semua. Kita akan lancar menghadapi urap manakala kita telah bisa menakhlukkan arep yang ada pada diri kita. Semakin cerdas kita mengelola kekarepan atau ego kita, semakin bijak kita dalam menghadapi urap. Nah, ketika kita beres dengan urusan urip, arep dan urap, saatnya kita beralih pada urup.  Urup berarti nyala. Menyalakan hati kita untuk melihat cahayaNya. Mengganti segala orientasi hidup kita akan dunia menjadi orientasi akhirat. Menyalakan kesadaran akan singkatnya hidup dan adanya pertanggugjawaban atas polah tingkah kita. Sadar betul bahwa tujuan pengembaraan hidup ini hanya untuk pulang ke kampung akhirat. Pulang pada Sang Pemilik Hidup, pencipta segala macam rasa dan rupa, tempat menggantungkan segala macam urusan dan perkara. Sementara itu, Ketua DPW HIDIMU Prop. DIY, “sudah saatnya, kaum disabilitas menunjukkan potensi yang dimilikinya.” Warga difabel harus mampu dan berdaya, seperti manusia yang lain. Kalau mereka bisa melakukan sesuatu, maka kita pun harus bisa. “Kita jangan menunjukkan kalau kita perlu dikasihani, tapi kita bisa dan mampu berdaya,’ demikian kata Pak Jati. Menurut Ketua MPKS PDM Sleman, Wahyu Purhantara, warga disabilitas yang tergabung dalam HIDIMU Sleman harus gumregah untuk membuktikan dirinya itu mampu mandiri, berdaya dan bisa hidup berdampingan dengan orang lain yang memili potensi. Pada acara silaturahmi ini dihadiri oleh sekitar 70an warga disabilitas yang datang dari berbagai penjuru kapanewon di Sleman. Ada yang istimewa pada silaturahmi kali ini, yakni menghadirkan Juru Bicara untuk penyandang tuna wicara. Reportase Drs. Wahyu Purhantara Ketua MPKS PDM Sleman, Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

15 Unit AmbulanMU Sleman Hadiri Silaturahmi Relawan AmbulanMu Yogyakarta

Pdmsleman.Or.Id Silaturahmi ambulans Muhammadiyah se DIY merupakan agenda kegiatan rutin yang dilaksananan setiap tahunnya dengan tempat secara bergilir di 4 kabupaten dan 1 kotamadya. Dimana untuk tahun ini Kulon Progo sebagai tempat ajang silaturahmi yakni di Komplek Kantor Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang Kamis 09 Mei 2024. Acara yang digagas oleh Pengurus AmbulanMU DIY dan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY ini bertujuan dari kegiatan ini sebagai wadah dan sarana pertemuan antar driver dan relawan ambulans Muhammadiyah se DIY dan juga agar terjalin keakraban sebagai satu keluarga besar Muhammadiyah dan sebagai sarana menyampaikan informasi serta ilmu terkait ketugasan driver dan relawan ambulans. Dalam kegiatan silaturahmi yang diadakan di Kulon Progo ini  dihadiri kurang lebih 450 peserta yang terdiri dari driver dan relawan ambulans dengan kurang lebih 150 armada ambulanMU se DIY, dan juga dihadiri perwakilan ambulans Muhammadiyah dari Jawa Tengah serta Jawa Timur. Turut hadir dalam acara tersebut Unsur pimpinan PWM Yogyakarta, PDM Kulon Progo, PCM Kalibawang, Forkompimkap Kalibawang serta Lurah Banjararum. Pada kesempatan ini 15 Unit AmbulanMU Sleman turut hadiri membersamai saudara-saudaranya sesama penggiat kemanusiaan berkemajuan dalam Silaturahmi Relawan AmbulanMu kali ini. Sebelumnya rombongan AmbulanMU seSleman sempat berkumpul di Loji PCM Minggir untuk berangkat bersama menuju lokasi acara. Tutur Furi WIjanarko crew AmbulanMu Godean sebagaimana disampaikan kepada Arief Hartanto pada Jum’at ini. Pada kesempatan tersebut menghadirkan Ir. H. Ahmad Syauqi Soeratno, MM anggota DPD RI terpilih Yogyakarta dari unsur Muhammadiyah sebagai tamu kehormatan menyampaikan bahwa “ Ambulans Muhammadiyah sangat dibutuhkan masyarakat dan sangat membantu pemerintah jadi mohon dijaga niat baik ini,  menjadi relawan ambulans Muhammadiyah adalah tugas mulia yang akan menjadi amal jariyah kita kelak”. Selain itu menjadi driver ambulans Muhammadiyah yang ramah, tidak mudah emosi serta kemrungsungan karena Muhammadiyah adalah organisasi besar maka diharapkan ambulans Muhammadiyah juga bisa menjalankan tertib secara administrasi tambahnya. Kegiatan silaturahmi ditutup dengan acara ramah tamah di antara seluruh driver dan relawan dan diakhiri dengan konvoi secara bersama-sama dengan “Strobo only no sirine” dengan mematuhi aturan berlalu lintas.

Loading

Mitra Pemberdayaan Ekonomi Lazismu PDM Sleman, Gandeng Produsen Produk Homecare PRM Purwomartani

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Salah satu upaya pemberdayaan ekonomi Muhammadiyah Sleman adalah dengan menggandeng PT.Sang Surya Bersinar (SSB) adalah perusahaan yang bergerak di bidang Distribusi Produk  Homecare, Bodycare merupakan Mitra Pemberdayaan Ekonomi Lazismu Daerah Sleman yang berada di Ranting Purwomartani Selatan masuk di bawah Majelis Ekonomi PCM Kalasan, PDM Sleman, DI Yogyakarta. Beberapa produknya mendapatkan apresiasi dari Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Abdul Mu’ti, Bupati Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo dan DR. Yayan Suryana PWM DIY ketika mendapatkan bingkisan dari PDM Sleman dalam acara halal bil halal PDM Sleman beberapa waktu lalu. Saat ini PT Sang Surya Bersinar mulai mendistribusikan produk-produk  Bodycare seperti BodywashMU, ShampooMU dan PastaMU. BodywashMU adalah Sabun Mandi cair dengan Volume 250 mL dan 1000 mL, merupakan sabun mandi cair yang memiliki tingkat hyangiene yang tinggi ,keharuman Aromatic Tropis yang khas  dan memiliki keampuhan yang sangat optimal dalam melindungi kulit dari kuman yang berbahaya dan kemampuanya menutrisi kulit dan memberi kelembaban yang optimal. Produk ini memiliki keunggulan : Kualitas lebih bagus, Melindungi tubuh dari kuman lebih dari 18 Jam, Isi lebih banyak dan harga lebih hemat. ShampooMU merupakan Shampoo dengan volume 250 mL dan 1000 mL merupakan Shampoo untuk semua jenis kulit yang akan menutrisi rambut dan kulit kepala sehingga rambut akan lebih lembut, mengembang dan lebih berkilau. ShampooMU memiliki harga yang sangat kompetitif dengan kemasannya yang 1,000 mL menjadikanya lebih hemat. PastaMU adalah pasta Gigi MU dengan kemasan 225gr dengan harga Rp.30.000 merupakan pasta gigi dengan harga yang kompetitif di kelasnya dengan keunggulan lebih fresh and cool, membuat nafas menjadi lebih segar dan mencegah pertumbuhan kuman penyebab bau mulut. PastaMU juga efektif membersihkan mulut dan gigi sehingga lebih bersih sekaligus membantu perawatan mulut dan gigi. Secara keseluruhan produk-produk MU Series telah memiliki legalitas yang komplit seperti merk terdaftar dalam  PDKI, BPOM dan Sertifikat Halal MUI. Dimana untuk mendapatkan Produk MU Series adalah di setiap PCM/PCA yang bermitra dengan PT.Sang Surya Bersinar selanjutnya lewat MEBP ataupun KLL PCM,PCA setempat sebagai agen pendistribusian ke masing-masing jamaah atau warga Muhammadiyah. Dengan demikian MEBP ataupun KLL akan mendapatkan profit share dan PDM akan mendapatkan royalty dari peredaran Produk di Daerahnya. Sehingga ini bisa menjadi tambahan pendapatan untuk mengembangkan dakwah di daerahnya masing-masing mengingat potensi warga jama’ah Muhammadiyah yang besar dan tersebar di berbagai daerah. Jika disetiap PCM/PCA diasumsikan ada penjualan 1000 set BodywashMU, ShampooMU dan PastaMU setiap bulan, maka PCM/PCA lewat MEBP ataupun KLL akan dapat pembagian keuntungan Rp 15.000.000 setiap bulan atau Rp.180,000,000 setahun. PDM akan mendapatkan Rp.1000 untuk setiap produk yang terdistribusi ke Jama’ah atau warga Muhammadiyah dari PT. Sang Surya Bersinar tanpa mengurangi profit di setiap PCM /PCA. Sebagaimana disampaikan Syinta Brata Ketua LAZISMU PDM Sleman kepada Arief Hartanto dari MPI PDM Sleman pada Ahad 6 Mei 2024 bahwa semangat pemberdayaan ekonomi ini dengan Motto “Belanja Sekaligus Beramal” dengan Tagline “ Dari Umat Oleh Umat Untuk Umat” dan spirit “Menjaga Ekonomi Umat”, kami ingin agar jihad ekonomi ini mendapat support atau dukungan dari kalangan Warga Muhammadiyah. Untuk info lebih lanjut bisa kontak : Ustadz Sumadi 08121547943. Reportase Syinta Brata S.SI  LAZISMU PDM Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman

Loading

Rekap berita Silaturahmi Syawal 1445 H PDM Sleman Bersama Sekum PP Muh Prof Abdul Mu’ti

Sleman, Pdmsleman.Or.id Link Youtube Link Google Drive Foto dan Video oleh SMKM Panasan Sleman Compilasi oleh Arief Hartanto MPI PDM Sleman https://drive.google.com/drive/folders/1Aj3cv7tNLVdd-1dF9AK6zDCfXu7Qxlb-

Loading

Silaturrahmi Syawal 1445 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Hadirkan Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed . Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar acara Silaturrahmi Syawal 1445 H pada Rabu, 1 Mei 2024 di Masjid Agung Dr. Wahidin Sudirohusodo, Jl. Parasamya Tridadi Sleman. Acara ini insya Allah dihadiri oleh ribuan pengurus, kader, struktur organisasi Muhammadiyah, AUM dan warga Muhammadiyah Sleman. Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, diundang sebagai pembicara utama. Beliau memberikan pandangan inspiratif tentang peran Muhammadiyah dalam mencerahkan peradaban dan kebangsaan. Ketua PDM Sleman, H. Harjaka M.Pd, menyampaikan “ pentingnya kehadiran seluruh elemen Muhammadiyah dalam acara ini untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat dalam menjalankan misi keagamaan dan peradaban dan kebangsaan khususnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita sebagai bagian dari Muhammadiyah dan warga Sleman ” ujar H. Harjaka sebagaimana disampaikan kepada arief Hartanto dari MPI PDM Sleman. Dalam rangka mendukung kegiatan organisasi, disediakan pula layanan pengurusan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) bagi yang membutuhkan. Mobil Keliling (KTAM) dari PWM DIY siap melayani para anggota yang ingin mengurus atau memperpanjang keanggotaannya. Selain itu, untuk memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kalangan warga Muhammadiyah, panitia juga membuka kesempatan bagi para pelaku UMKM yang ingin menampilkan produk dagangan mereka dalam acara ini. Mereka yang berminat dapat menghubungi panitia penyelenggara untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Acara Silaturrahmi Syawal ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat jalinan di antara anggota Muhammadiyah Kabupaten Sleman untuk siap berkontribusi dalam memajukan masyarakat dan bangsa.

Loading

Insiden Minibus dan Evakuasi Pemudik Terlantar Warnai Posko MudikMU Tempel

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Posko MudikMU Sleman di Tempel dalam mendukung pelayanan arus mudik untuk warga masyarakat pada 5 April – 15 April 2024 yang dibuka 24 Jam di kompleks Masjid Baitussalam PCM Tempel (Jl. Magelang Km 17 Tempel) diwarnai dengan berbagai dinamika.Menurut Komandan Posko Sutiyono Ketika ditemui Arief Hartanto MPI PDM Sleman menyatakan ” sampai hari terakhir sebanyak 555 pemudik penerima manfaat keberadaan posko MudikMu Tempel ini, dengan 391 memanfaaatkan fasilitas untuk istirahat, 109 memakai fasilitas dapur mini, 33 pemakai bengkel darurat, 21 menggunakan faslitas Kesehatan dan ambulanMu”,Ada beberapa catatan kejadian yang menonjol selama kegiatan PoskoMu diantaranya pada Sabtu, 13 April 2024 sekitar pukul 03.30, sebuah minibus menabrak pohon di timur Posko MudikMU Tempel. Rombongan minibus yang berisi 10 orang berasal dari Tawangmangu menuju Banjarnegara mengalami insiden tersebut, mengakibatkan bagian depan minibus ringsek dan patahnya as roda belakang. Diduga kecelakaan ini disebabkan oleh sopir yang mengantuk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Minibus kemudian ditarik ke arah Posko MudikMU untuk menunggu perbaikan lebih lanjut. Sementara itu, para penumpang diberi kesempatan untuk beristirahat di Masjid Baitussalam yang berada di lingkungan Posko MudikMU. Mereka juga mendapat fasilitas sarapan dan makan siang dari PoskoMU sambil menunggu jemputan dari Banjarnegara.Pada hari berikutnya Ahad, 14 April 2024 terjadi peristiwa kesehatan yang melibatkan Arya Saputra (15 tahun). Sepulang dari silaturahmi ke rumah temannya di Pasar Tempel, Arya berencana kembali ke kampung halaman di Tegal, Jawa Tengah. Dia berjalan kaki menuju Jombor untuk mencari bus ke Tegal, namun di tengah perjalanan, tepatnya di Jl Magelang Km 17, Arya mendadak tidak sadarkan diri.Tim Posko MudikMU Tempel segera mengevakuasi Arya ke Posko MudikMU Aman yang berada di Masjid Baitussalam PCM Tempel. Setelah diperiksa oleh petugas jaga RS PKU Muhammadiyah Sleman, Arya disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu. “Awalnya kami mendapat laporan dari warga di sekitar lokasi ditemukannya Arya lalu kami evakusai ke Posko Mudikmu dan setelah stabil lanjut kami dalami terkait asal usulnya. Usut punya usut kedatangan Arya ke Jogja karena dijanjikan pekerjaan oleh temannya sebagai pedagang baju di Pasar Tempel, tetapi karena tidak sesuai harapan maka ia memutuskan kembali ke Tegal. Karena kurangnya informasi bekal yang disiapkan hanya cukup untuk berangkat ke Jogja saja sedangkan untuk pulang hanya tersisa Rp2000 saja. Berhubung sudah tidak punya tujuan lagi ia nekat jalan kaki dari Tempel ke Terminal Jombor berharap ada yang memberinya tumpangan. Sampai Jl Magelang KM 17 badannya sudah tidak sanggup lagi hingga tak sadarkan diri.Juang Mahron, personel Posko MudikMU Tempel, menyatakan bahwa “ kami memfasilitasi pemulangan Arya, yang dievakuasi oleh tim Posko MudikMU Tempel ke Tegal dengan menggunakan bus Citra Adi Lancar. Juang berharap Arya dapat berangkat dari agen Gamping pukul 20.00 dan tiba dengan selamat sampai rumah di dekat Stasiun Tegal”. Kedua peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya Posko MudikMU Tempel dalam memberikan pelayanan kepada para pemudik, baik dalam situasi darurat seperti kecelakaan, maupun dalam menangani kondisi kesehatan pemudik yang membutuhkan bantuan. Posko MudikMu ini diinisiasi MDMC PWM DIY, dan di Kab. Sleman PDM Sleman melalui MDMC DAN LAZISMU SLEMAN membuka 3 titik posko mudikmu masing2 di Gamping, Prambanan dan tempel.Khusus di tempel MDMC dan LazizMu Sleman berhasil menghimpun 148 relawan yg tergabung dlm gugus tugas Posko MudikMu Tempel. 148 personil ini terdiri dari 8 dokter dan 14 tenaga medis bidan /perawat dari PKU Muhamadiyah Sleman, 6 unit mobil ambulanMu beserta 32 driver dan co driver, 12 personil KOKAM, 11 personil TSPM, dan melibatkan 61 Teknisi kesehatan dan mesin juga siswa dari SMK Muhammadiyah di sleman barat. Juga 10 personil dari MDMC Sleman yg bertugas mengendalikan posko mudikmu di Tempel. Posko MudikMU Tempel terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk mendukung perjalanan para pemudik agar tetap aman dan nyaman sebagai salah satu bagian Muhammadiyah yang berkomitmen selalu memberi untuk negeri sebagai perwujudan Islam berkemajuan dan Rahmatan lil alamin. Reportase Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading