Pengukuhan Pengurus Kebun Bibit Balai Benih Muhammadiyah masa jabatan 2024-2027

Turi, Pdmsleman.or.Id Kawasan sabuk Merapi sisi selatan, yakni Turi dan Pakem merupakan cacthment area bagi kita yang berada di perkotaan, baik Sleman, Jogja, maupun Bantul. Kesadaran ini diwujudkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) melalui Majelis Lingkungan Hidup (MLH), mengukuhkan Pengurus Kebun Bibit Balai Benih Muhammadiyah masa jabatan 2024-2027 dan yang mengukuhkan adalah DR. Sapardiyono Wakil Ketua PWM DIY yang digelar di Turi, Sleman pada Minggu, 9 Juni 2024. “Didirikan pada 2019, Kebun Bibit Muhammadiyah dimaksudkan sebagai wahana produksi sekaligus pemasaran bibit holtikultura dan bibit lainnya, serta sebagai kebun edukasi, tak hanya itu, Kebun Bibit Muhammadiyah juga diharapkan dapat menjaga vegetasi di daerah tangkapan air (water catchment area) agar tidak rusak”, kata Ketua Pengelola Kebun Bibit Balai Benih Muhammadiyah, Totok Pratopo. “Sehingga kalau hutan atau vegetasi di daerah hulu ini rusak, maka ancamanya adalah gangguan air minum bagi warga yang tinggal di sisi selatan,” kata dia lagi. Totok menuturkan, jumlah lahan yang akan dikelola oleh Balai Benih Muhammadiyah di Turi adalah seluas seperempat hektare atau 2400 meter persegi. Kebun tersebut sudah ditanami berbagai macam aneka buah sejak lima tahun lalu. Kedepan, Pengurus Kebun Bibit Balai Benih Muhammadiyah akan membudidayakan serta memperbanyak koleksi tanaman-tanaman buah yang langka dan banyak diminati. “Sehingga warga persyarikatan (Muhammadiyah) yang menghendaki untuk menanam atau menghijaukan kawasan bisa mendapatkan bibit dengan mudah dan dengan senang hati menerima,” tandas Totok. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PWM DIY Ahid Mudayana menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari dakwah lingkungan yang dilakukan Muhammadiyah. Dia menambahkan, kebun bibit yang berjalan sejak lima tahun silam ini akan ditanami pohon-pohon yang sudah jarang ditemui, seperti Nangka, kluwih, cempedak, dan lain sebagainya. “Sehingga pohon-pohon yang semakin jarang kita lihat itu, tetap bisa nikmati keberadaannya. Dan semoga ini bisa berjalan dengan baik sehingga nanti bisa kita budidayakan menjadi banyak dan itu bisa diberikan kepada warga Muhammadiyah dan warga Daerah Istimewa Yogyakarta,” tutur Ahid. Pada kesempatan itu, Ahid juga mengucapkan selamat kepada Totok Pratopo beserta para Pengurus Kebun Bibit Balai Benih Muhammadiyah yang baru saja dikukuhkan. “Semoga dengan dikukuhkannya ini menambah ghirah semangat kita terus berdakwah, khususnya dalam melestarikan lingkungan di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ucap Ahid.   Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY Sapardiyono mengatakan, budidaya bibit pohon di kebun Balai Benih Muhammadiyah merupakan program yang sangat bermanfaat bagi umat manusia.  Sebagaimana disampaikan Jenal A. Nurfalah, Sekretaris MLH PWM DIY kepada Arief Hartanto pada Ahad disela-sela acara. “Pohon itu mempunyai arti yang sangat luar biasa berguna bagi umat manusia. Jadi kita menanam pohon itu sesungguhnya menanam masa depan. Tidak hanya sekedar (bermanfaat) secara ekonomi, tapi pohon itu nantinya akan mengurai CO2 menjadi oksigen, sehingga bisa turut mengurangi panas bumi,” tuturnya. Selain itu, tambah Sapardiyono, pohon juga berfungsi sebagai ‘rumah’ berbagai macam hewan, sehingga kemudian menimbulkan suatu ekosistem baru. “Jadi, sesungguhnya menanam pohon itu tidak sekedar kita menanam dan menghasilkan ekonomi yang banyak, tapi juga dalam rangka melestarikan bumi,” tandasnya. Hadir pula dalam kesempatan itu ketua PDM Sleman H. Harjaka, Ketua MLH sleman H. Kusno Wibowo, MLH se DIY, PCM, PCA Turi dan KOKAM dalam acara yang berlangsung ditengah nuansa kebun asri di Ngentak Bangunkerto Turi. Reportase Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman

Loading

Pelatihan Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman Diikuti Oleh 30 An Peserta

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY Sabtu 18 Juni 2024 Pukul 13.00 WIB – 15.20 bertempat di Angkringan Sultan Jl Truntung, Truntung Tamanmartani Kalasan Sleman D.I.Y., menyelenggarakan Pelatihan Manejemen Pengelolaan  Hewan Qurban ( Hendeling, teknik dan praktik penyembelihan dan praktek asah alat/pisau sembelih). Alhamdulillah pelatihan berlangsung dengan lancar dan antusias, diikuti oleh Perwakilan PCM sekabupaten Sleman, perwakilan DMI sekabupaten Sleman, PRM dan DMI di Kapanewon Kalasan , serta para takmir masjid di kalurahan Tamanmartani. Pelatihan disampaikan oleh Tri Hartanto Saputro   ketua Juleha Sleman. Materi pelatihan disampaikan dua sesi, sesi pertama penjelasan tentang teknik Hendeling dan praktik penyelidikan hewan, Alhamdulillah banyak pertanyaan disampaikan oleh para peserta, dan diskusi berjalan dengan menarik. Sesi kedua pemateri menyampaikan tentang teknik dan praktik asah peralatan sembelih baik pra maupun pasca menyembelih. “ Alhamdulilahilladzi bi ni’matihi tathimusholihaat, banyak ilmu pengalaman dan manfaat yang didapat. Silaturahmi diantara para juru sembelih baik di lingkungan internal Muhammadiyah maupun dengan para peserta perwakilan dari lembaga lain berlangsung hangat dan penuh keakraban” tandas Mohammad Hasan, S.H.I., Ketua Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY. Semoga JagalMu bisa menjadi wadah bagi para juru sembelih khususnya di perserikatan Muhammadiyah untuk bersama-sama menebarkan manfaat dan bisa mewujudkan apa yang menjadi misi utama dari Lembaga Pengawasan Pengkajian dan Pendampingan Produk Halal (LP4H) PDM Sleman.  Sebagai tindak lanjut dari Pengukuhan Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY maka dilaksanakan Koordinasi Edukasi dan Sosialisasi kegiatan tetsebut. Ditulis Mohammad Hasan, S.H.I., (Ketua Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman D.I.Y.) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Hari Bermuhammadiyah -Silaturrahim & Pengajian PDM Sleman-Gedung Dakwah PCM Turi-Jum’at 7 Juni 2024

Loading

Pengukuhan Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Bagi umat Islam menyembelih hewan untuk dikonsumsi tidaklah semata memotong leher dari hewan, namun lebih merupakan wujud ketaatan terhadap perintah agama serta bagian ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah.   Hal ini tidak hanya menjelang ibadah Qurban Idul Adha namun juga harus jadi perhatian dalam kehidupan setiap hari kesadaran akan halalnya daging yang dikonsumsi. Hal ini mendorong Lembaga Pengkajian, Pengawasan Dan Pendampingan Produk Halal (LP4H) PDM Kabupaten Sleman, DIY pada Sabtu 02 Juni 2024 bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2 PDM Sleman DIY menyelenggarakan “Pengukuhan Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY”. Salah satu tugas LP4H adalah memberi pelatihan tenaga yang profesional dan Syar’I dibidang Penyemblihan hewan untuk kebutuhan harian maupun Idul Qurban bagi warga Muhammadyah maupun umum. Terbentuknya Jagal Mu sebagai wadah bagi para Juru Sembelih Halal dilingkungan Muhammadyah khususnya di Kabupaten Sleman. JagalMU Sleman sebagai mitra pemerintah dalam menegakkan danmenjaga aturan agar proses penyembelihan hewan ruminansia dan unggas serta penanganan bahan makanan yang halal dan thayyib. Hadir PDM Kabupaten Sleman, para Ketua Majelis & Lembaga, para Ketua PCM se Sleman dan tamu undangan dari Jagal Mu PDM Kota Yogyakarta.    Menurut Ketua LP4H PDM Kabupaten Sleman  Drs. Sutarman, M.A., menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah antara lain” Terbentuknya Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY sebagai wadah bagi Jagal/Juru Penyembelih Halal (Juleha) di lingkungan PDM Kabupaten Sleman, DIY dan Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman, DIYsebagai mitra pemerintah dalam menegakkan dan menjaga aturan agar proses penyembelian hewan ruminansia dan unggas serta penanganan bahan makanan yang halal dan thoyyib”.                                        Sementara Wakil Ketua PDM Kabupaten Sleman Drs. H. Irfan Haris Ketika menyampaikan materi pembekalan menekankan bahwa “ dalam SKKNI Juru Sembelih Halal wajib mempunyai 13 kompentensi “pengembangan profesionalitas dan pengembangan penyembelihan”. Adapun kompetensinya meliputi : melakukan ibadah wajib, menetapkan persyaratan syariat Islam, menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja, melakukan komunikasi efektif, mengkoordinasi kan pekerjaan, menerapkan higiene sanitasi, menerapkan prinsip kesejahteraan hewan, menyiapkan peralatan penyembelihan, melakukan pemeriksaan fisik hewan, menetapkan kesiapan hewan untuk disembelih, menetapkan teknik penyembelihan hewan, memeriksa kelayakan proses penyembelihan, dan menetapkan status kematian hewan.               Dan yang lebih penting adalah menekankan urgensi Juleha adalah mengkoordinasikan pekerjaan dari 13 kompetensi tersebut. Reportase Drs Sutarman MA LP4H PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Rapat Kerja dan Sosialisasi GACA  Majelis Kesejahteraan Sosial PDA Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pada hari Sabtu 1 Juni 2024 MKS PDA ( Majelis Kesejahteraan Sosial ) Pimpinan Daerah Asiyiyah Sleman menggelar Rapat Kerja dan Sosialisasi GACA yaitu Gerakan Aisyiyah Cinta Anak,  acara bertempat di Rumah Makan Puri Mataram Beran Tridadi Sleman dengan diikuti oleh perwakilan seluruh MKS PCA se Sleman dengan masing-masing cabang mengirimkan dua orang peserta  dan Anggota MKS PDA Sleman . Acara tersebut j dibuka secara resmi oleh Ketua PDA Sleman Dra Hj  Hanik Rosyada M.Ag. yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini juga dalam rangka menyemarakkan milad Aisyiyah ke 107 dengan temanya ” Memperkokoh Dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan  Semesta” . Untuk menambah semangat peserta juga mengajak hadirin untuk bersama memberikan  Salam semangat ,   Apa kabar ibu-ibu?   Semakin sehat   Semakin cerdas semakin taqwa…aamiin Sementara Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial Ketua MKS PDA Sleman Yuli Kuswandari. M.Hum dalam sambutannya  menyampaikan “ tujuan diadakan acara ini antara lain untuk forum silaturahmi dan penyampaian program kerja MKS, antara lain  ke depan untuk semua cabang  bahkan sampai ranting bisa memiliki Program GACA yaitu Gerakan Aisyiyah Cinta Anak dengan berbagai bentuk program kerjanya”. Dan harapannya diakhir acara nanti semua MKS PCA bisa membuat dan mengumpulkan RTL nya. H sebagai pembicara yaitu Hj Dra Umi Hidayati M.Pd. dari MKS PWA DIY dengan materi Kupas Tuntas GACA antara lain “Gerakan Aisyiyah Cinta Anak yaitu suatu gerakan yang bersifat masif dalam rangka melindungi anak-anak terhadap kekerasan gerakan ini dikerjakan secara kolaborasi lintas majelis tergantung masalah yang dihadapi  dan ini merupakan sebuah gerakan yang dilakukan oleh ‘Aisyiyah dalam rangka melakukan perlindungan terhadap anak dari segala tindak kekerasan”. Serangkaian kegiatan yang dilakukan Aisyiyah dan jaringannya secara berkesinambungan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak, mencegah dan mengurangi kekerasan terhadap anak di keluarga, Sekolah dan masyarakat. Reportase Noor KAsihati SPD PDA Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman

Loading

Menyongsong Idul Qurban,  Majelis Tabligh PDM Sleman Menggelar Kursus Mubaligh ke-3, “Problematika Qurban Dalam Tinjauan Fiqih”.

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Setelah diawali pada Januari yang lalu, Majelis Tabligh PDM Sleman kembali menggelar Kursus Intensif Mubaligh Muhammadiyah (KIMM) putaran ke-3, Sabtu, 1 Juni 2024, di SMK Muhammadiyah 1 Sleman. Kegiatan pembinaan mubaligh yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali itu diikuti 61 mubaligh dari 17 PCM di lingkup PDM Sleman. KIMM ke-3 ini digelar jelang Idul Adha dengan mengetengahkan topik “Problematika Qurban Dalam Tinjauan Fiqih”. Topik ini dipilih mengingat permasalahan qurban yang dihadapi oleh para mubaligh di lapangan sangat beragam, sedangkan sebagian belum ada jawabannya dalam fatwa resmi persyarikatan. Dengan demikian diharapkan kegiatan ini menjadi bekal para mubaligh dalam menjawab problematika qurban yang terjadi di masyarakat. Selama dua setengah jam para peserta tampak antusias menyimak pemaparan materi yang disampaikan Ustadz Fajar Rahmadani, Lc, MA, Ph.D, dari Majelis Tarjih dan Tajdid PWM DIY. Dengan cukup menarik, narasumber mengajak peserta memahami permasalahan qurban itu secara mendasar dan utuh dengan pendekatan ushul fiqih dan perbandingan madzhab. Narasumber mengawali pembahasan dengan mengemukakan konsep klasifikasi ajaran Islam yang terbagi dalam masalah ushuliyah (pokok) dan masalah furu’iyah (cabang). Menurutnya, masalah ushuliyah itu didasarkan pada dalil qath’i (definitif), sehingga harus dipahami secara tekstual. Sedangkan masalah furu’iyah berdasar dalil zhanni (spekulatif) sehingga dapat dipahami secara kontekstual. Fajar Rahmadani menjelaskan,”  dalam masalah qurban pun juga demikian. Sebagian merupakan masalah yang harus dipahami secara tekstual sesuai dalil, dan sebagian lainnya merupakan masalah cabang yang dapat dipahami secara kontekstual berdasar aspek kemaslahatan umat”. Dijelaskan, diantara masalah yang harus dipahami secara tekstual adalah tentang jenis hewan qurban, hari penyembelihan, ketentuan berserikat bagi shahibul qurban dan larangan seputar bagian hewan qurban. Sedangkan diantara masalah yang dapat dipahami secara kontekstual adalah tentang  pembagian dan pemanfaatan daging qurban. Seusai acara, para peserta rata-rata menyambut baik kegiatan kursus intensif ini. Prima Aziz, peserta dari PCM Depok mengatakan bahwa” topik kegiatan ini cukup bagus, kontekstual dan sesuai kebutuhan warga Muhammadiyah di tingkat bawah”.  Sedangkan peserta dari PCM Cangkringan berharap agar program ini dapat dilanjutkan secara berkesinambungan. Terpisah, Ketua Majelis Tabligh PDM Sleman, Wildan Wahied mengatakan, “ kursus mubaligh Muhammadiyah ini sendiri merupakan program unggulan majelis yang akan diadakan secara berkala”. Wildan mengatakan, untuk penyiapan program ini, MT PDM Sleman secara khusus telah membentuk tim yang bertugas menyusun kurikulum dan sylabus. Reportase Wildan Wahied S.Pdi Ketua Majelis Tabligh PDM Sleman, Editor  Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman

Loading

Kemah Prestasi Pandu Pengenal Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kabupaten Sleman

Pakem, Pdmsleman.or.id Perkemahan merupakan salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh SD Muhammadiyah dalam rangka untuk mengevaluasi kegiatan Hizbul Wathan. Kegiatan kemah tahun ini bernama “Kemah Prestasi Pandu Pengenal Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kabupaten Sleman”. Perserta kemah adalah siswa kelas V dari SD Muhammadiyah Kadisoka, 1 Pakem, Prambanan, Bayen, Dhuri, 1 Ngaglik dan 2 Pakem yang berjumlah 349 siswa dengan rincian sebagai berikut: No Nama Pangkalan Putra Putri Jumlah Siswa 1 SD Muhammadiyah Kadisoka 6 3 80 2 SD Muhammadiyah 1 Pakem 6 5 92 3 SD Muhammadiyah Prambanan 4 5 75 4 SD Muhammadiyah Bayen 2 1 19 5 SD Muhammadiyah Dhuri 1 2 20 6 SD Muhammadiyah 2 Pakem 1 1 20 7 SD Muhammadiyah 1 Ngaglik 2 3 43   Jumlah 22 20 349             Kemah dilaksanakan pada Jumat-Ahad, 17-19 Mei 2024, bertempat di Buper Wonokemuning, Wonogiri, Pakembinangun, Pakem, Sleman. Tujuan dari perkemahan ini adalah untuk memotivasi dan menumbuhkan rasa memiliki HW serta rasa peduli dan kemandirian pada setiap anggota. Untuk menumbuhkan sikap mandiri, mengurangi sikap manja, dan ketergantungan kepada orang tua, maka perlu diciptakan bentuk kegiatan yang berlokasi jauh dari tempat tinggal. Yang sekaligus berfungsi sebagai wahana untuk mengukur dan menguji kemampuan, ketaatan, kekompakan, serta penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.            Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan diperkemahan yaitu:                Kegiatan kemah dibuka secara resmi oleh ketua PDM Sleman    H. Harjaka, S.Pd.,S.Ag.,MA. pada Jumat, 17 Mei 2024.  Dalam sambutannya Beliau menyampaikan karakter yang harus dimiliki oleh Pandu Hizbul Wathan sesuai dengan bunyi UU Pandu HW diantaranya:              Pada malam harinya adalah penyalaan Api Unggun dan Pentas Seni. Para peserta kemah secara bergantian menampilkan satu pentas di atas panggung bersama regunya masing-masing. Acara Pentas Seni sangat meriah dan sangat menghibur. Peserta kemah sangat antusias untuk menampilkan kebolehannya. Sekitar pukul 22.30 peserta kemah dipersilahkan untuk memasuki tenda masing-masing untuk beristirahat. Tepat pukul 03.00 peserta kemah dibangunkan untuk sholat lail, dilanjutkan sholat subuh dan mendengarkan kultum.              Kemah berakhir pada Ahad, 19 Mei 2024, dengan upacara penutupan. Dalam upacara penutupan sekaligus diumumkan peraih lomba kegiatan selama perkemahan berlangsung. Setelah upacara selesai dilanjutkan berjabat tangan antara peserta kemah dengan panitia. Kemudian siswa membongkar tenda dan pulang ke rumah masing-masing. Reportase : Erlin Noviyanti Prihastuti, S.Pd. SD Muh 1 Pakem Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Workshop Kiat Sukses PPDB SMP Muhammadiyah se-Sleman

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Kamis, 16 Mei 2024 bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan berlangsung workshop yang diikuti 75 orang terdiri dari  kepala sekolah dan tim PPDB dari 25 SMP Muhammadiyah se-Sleman. Workshop ini diprakarsai BKS/Badan Kerjasama Sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman, dengan tema workshop “Menjemput sukses PPDB 2024/2025 SMP Muhammadiyah se-Sleman”. H. Surakhmad, S.Pd selaku ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman menyampaikan sambutan terkait PPDB yakni pertama, unsur kepercayaan penting. Harus ada yang beda tidak standar-standar saja, misal tanya ke orang tua pingin apa di sekolah itu putranya misal siswa bisa sholat, baca Quran dan tahfidz. Harapan kedua bahwa sekolah sebagai pendonor, sekolah dibuat membayar tinggi sehingga pengelolaan juga tinggi yang tidak mampu kita santuni. Kita berada di atas karena pemberi posisi kita, beri pelayanan terbaik bahkan memberi santunan bagi siswa miskin. Kiat sukses PPDB 2024 disampaikan oleh H. Pahri, M.M selaku pembina FGM/Forum Guru Muhammadiyah dan juga merupakan kepala sekolah SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang dan sempat viral dengan PPDB Abnormal. Semula SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi memiliki siswa 200an kini menjadi 2.500an siswa dan semula gedung tertutup kebun tebu kini berkembang pesat menjadi 7 lantai. Intinya sekolah harus berinovasi. Reportase H. Wahdan Arifudin S.Pd. KS SMPM 1 Tempel, MPI PDM Sleman Editor  Arief Hartanto  MPI PDM Sleman

Loading

Syawalan dan Silaturahmi HIDIMU Kabupaten Sleman, Warga Difabel Harus Mampu Dan Berdaya

Sleman, Pdmsleman.or.Id Sabtu 11 Mei 2024 bertempat di Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo Beran Sleman berlangsung acara Syawalan dan Silaturahmi warga penyandang disabilitas Muhammadiyah yang tergabung dalam HIDIMU Kab. Sleman. Ketua PDM Sleman Harjaka, S.Pd, S.Ag, MA, pada kali itu mengungkapkan tentang Dalam konsep Jawa, setiap manusia itu harus urip, arep, urup, dan urup. Konsep filisofi Sunan Kalijaga ini berangkat dari intisari Al Qur’an. Urip dalam bahasa Indonesia berarti hidup. Ya, hidup yang kita kenal sekarang. Hidup di dunia, bernafas, butuh makan, butuh teman, dan lain sebagainya. Artinya, urip harus menjadi mahluk sosial yang dilandasi oleh akhlakul karimah, sehingga hidupnya menjadi bermanfaat bagi orang lain (hablum minannas). Arep “berarti setiap manusia memiliki kemauan. Manusia itu selalu punya kemauan dan kehendak. Mau sukses, mau kaya, mau dapat nilai bagus, mau sukses dunia – akhirat, dan lain-lain. Intinya semua kemauan itu adalah ego dan nafsu. Nafsu manusia akan dunia yang begitu menyilaukan.” Selanjutnya, kata Gus Jaka,  adalah urap. Urap adalah makanan yang terdiri dari berbagai macam rebusan sayur yang dicampur dan ditambahkan sambal kelapa. Urap merupakan analogi kehidupan. Dalam hidup, kita akan bertemu, bercampur, bergesekan, berinteraksi dengan berbagai jenis manusia. Berjodoh dengan berbagai macam takdir kehidupan. Berkreasi dalam mengolah rasa menanggapi itu semua. Kita akan lancar menghadapi urap manakala kita telah bisa menakhlukkan arep yang ada pada diri kita. Semakin cerdas kita mengelola kekarepan atau ego kita, semakin bijak kita dalam menghadapi urap. Nah, ketika kita beres dengan urusan urip, arep dan urap, saatnya kita beralih pada urup.  Urup berarti nyala. Menyalakan hati kita untuk melihat cahayaNya. Mengganti segala orientasi hidup kita akan dunia menjadi orientasi akhirat. Menyalakan kesadaran akan singkatnya hidup dan adanya pertanggugjawaban atas polah tingkah kita. Sadar betul bahwa tujuan pengembaraan hidup ini hanya untuk pulang ke kampung akhirat. Pulang pada Sang Pemilik Hidup, pencipta segala macam rasa dan rupa, tempat menggantungkan segala macam urusan dan perkara. Sementara itu, Ketua DPW HIDIMU Prop. DIY, “sudah saatnya, kaum disabilitas menunjukkan potensi yang dimilikinya.” Warga difabel harus mampu dan berdaya, seperti manusia yang lain. Kalau mereka bisa melakukan sesuatu, maka kita pun harus bisa. “Kita jangan menunjukkan kalau kita perlu dikasihani, tapi kita bisa dan mampu berdaya,’ demikian kata Pak Jati. Menurut Ketua MPKS PDM Sleman, Wahyu Purhantara, warga disabilitas yang tergabung dalam HIDIMU Sleman harus gumregah untuk membuktikan dirinya itu mampu mandiri, berdaya dan bisa hidup berdampingan dengan orang lain yang memili potensi. Pada acara silaturahmi ini dihadiri oleh sekitar 70an warga disabilitas yang datang dari berbagai penjuru kapanewon di Sleman. Ada yang istimewa pada silaturahmi kali ini, yakni menghadirkan Juru Bicara untuk penyandang tuna wicara. Reportase Drs. Wahyu Purhantara Ketua MPKS PDM Sleman, Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading