NGAGLIK BERKEMAJUAN
![]()
NGAGLIK BERKEMAJUAN
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka menyongsong Hari Anak Nasional 2024, Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Sleman mengadakan kegiatan Dongeng Bahagiakan Yatim Piatu dan Dhuafa dengan tema Tahun Baru, Semangat Baru. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad, 14 Juli 2024 jam 09.00 WIB sampai jam 11.15 WIB di Masjid Besar Sleman Kota. Sejumlah 90 anak dari 8 PRA se-kapanewon Sleman senang bergembira mengikuti kegiatan ini. Yuli Kuswandari, S. Pd., M. Hum. selaku ketua Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman dan memberikan sambutan. Dan ketua Lazismu KLL PCM Sleman, Arief Eko Wahyudi, S. Sos. memberikan sambutan dan menyampaikan bingkisan peralatan sekolah kepada 10 anak yatim piatu dan dhuafa. Setelah acara pembukaan dan sambutan-sambutan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Dongeng yang dibawakan oleh Bemantiyo S. Pd. AUD. (kakTio). Dalam dongeng, Kak Tio menyampaikan “ mari kita teladani kisah sahabat Nabi dan memberikan pesan kepada anak-anak untuk menjadi anak yang Sholeh/khah”. Selain memberikan dongeng, kak Tio memberikan sulap dan berbagi Doorprize. Anak – anak pulang dengan bahagia dan ruang gembira. Kegiatan ini terlaksana atas donasi dari Lazismu KLL PCM Sleman dan bantuan dari para muhsinin. Reporter : Dewi Novitasari (Majelis Kesejahteraan Sosial PCA Sleman) Editor Arief Hartanto SE MP PDM Sleman
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id PERNYATAAN SIKAP PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH (PDM) KABUPATEN SLEMAN ATAS MARAKNYA BERDIRI PEREDARAN DAN / ATAU PENJUALAN MINUMAN BERALKOHOL
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Ahad 14 Juli 2024 Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) PCA Sleman, yang diketuai oleh Siti Badriyah, menyelenggarakan pelatihan pembuatan Sibori Kanoko di rumah Ibu Martini, Jaban Tridadi, Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh lima anggota MEK PCA Sleman sebagai uji coba sebelum pelatihan ini diberikan kepada ranting-ranting di wilayah Sleman. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru kepada anggota MEK dalam seni batik Sibori Kanoko, sebuah teknik pewarnaan kain yang berasal dari Jepang dan dikenal dengan motif-motif unik yang dihasilkan dari teknik ikat celup. Para peserta diajarkan cara membuat motif-motif tersebut dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar. Selain pelatihan batik Sibori Kanoko, acara ini juga dilengkapi dengan praktik pembuatan jus buah oleh Bapak Darto dari Jaban, yang selama ini telah memproduksi dan menjual jus buah sebagai minuman sehat. Peserta pelatihan diajarkan cara membuat jus buah yang segar dan sehat, serta tips-tips untuk menjadikannya sebagai peluang usaha. Siti Badriyah, Ketua MEK PCA Sleman, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi para anggota dan menjadi inspirasi untuk mengembangkan keterampilan baru yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga. “Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, anggota MEK dapat memiliki keterampilan tambahan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk membuka peluang usaha baru,” ujarnya. Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka merasa senang bisa belajar teknik baru dan mendapatkan pengetahuan tambahan tentang pembuatan jus buah yang sehat. Dengan adanya pelatihan seperti ini, diharapkan para anggota MEK PCA Sleman dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mampu mengembangkan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat sekitar. Kegiatan pelatihan pembuatan Sibori Kanoko dan jus buah ini menunjukkan komitmen MEK PCA Sleman dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sleman. Reportase H. Ashari SIP PCM Sleman, MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.id Ahad, 14 Juli 2024 – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sleman melalui tiga majelisnya menyelenggarakan berbagai kegiatan penting. Salah satu kegiatan yang menonjol adalah “Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)” yang diselenggarakan oleh Majelis Hukum dan HAM (MHH). Acara ini bertempat di Rumah Dinas Bupati Sleman dan mengambil tema “Peran Aisyiyah dalam Perlindungan Anak dan Perempuan”. Kegiatan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran warga ‘Aisyiyah mengenai peran dan kepedulian terhadap masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Acara ini diikuti oleh anggota MHH Cabang dan Ranting se-cabang Sleman, serta perwakilan Pimpinan Harian PCA dan Pimpinan Harian PRA se-cabang Sleman. Total peserta yang hadir mencapai 50 orang. Dr. Ane Permatasari, SIP, MA dari MHH PWA dan Mada Kartikasari, M.P.Si, seorang psikolog dari PUSPAGA Sleman, bertindak sebagai narasumber dalam acara tersebut. Kedua narasumber ini memberikan materi yang sangat informatif dan bermanfaat mengenai perlindungan perempuan dan anak. Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, turut hadir dalam acara ini bersama dengan Ketua MHH PWA DIY, Alfia Nuriska, MHH PDA Sleman, Netty Purwati, MSi, Sunarti, dan Retno Endah Sawitri. Kehadiran mereka memberikan dukungan moral yang kuat terhadap upaya perlindungan perempuan dan anak yang dilakukan oleh Aisyiyah. Acara ini diselenggarakan oleh MHH PCA Sleman yang diketuai oleh Dwi Paryati, S.Kep. Ns, dalam sambutannya, Dwi Paryati mengungkapkan “ pentingnya peran aktif semua pihak dalam mengatasi masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak”. Ia juga berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan edukasi dan perlindungan yang lebih baik bagi perempuan dan anak di Sleman. Sosialisasi ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi para peserta, tetapi juga memperkuat jaringan dan kolaborasi antara berbagai pihak yang peduli terhadap perlindungan perempuan dan anak. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan upaya perlindungan perempuan dan anak dapat semakin efektif dan berdampak luas. Reportase H. Ashari SIP PCM Sleman, MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Kalasan, PDmsleman.Or.Id Kalasan, 12 Juli 2024 PCM Kalasan menggelar Pengajian Rutin Lapanan bertempat di Masjid Baiturrahman Bayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY dengan menghadirkan Ustadz Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag., Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pengajian ini adalah pengajian rutin setiap selapan sekali antar PCM dan PCA se-Kabupaten Sleman di bawah koordinasi PDM Sleman, pada hari Jumat Kliwon bakda sholat Jumat, sekira pukul 13.00. Hadir dalam pengajian tersebut jajaran PDM/ PCA Kabupaten Sleman, PCM dan PCA se-Sleman, dan masyarakat simpatisan Muhammadiyah di sekitar Purwomartani. Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi., dalam sambutannya menjelaskan bahwa “ PCM Kalasan mendukung penuh Pengajian rutin yang diinisiasi oleh PDM Sleman sebagai bagian dari dakwah Muhammadiyah untuk menguatkan dan membumikan nilai-nilai Islam bagi seluruh masyarakat”. Di bagian akhir sambutannya, Sunandar tidak lupa mempromosikan produk unggulan Majelis Ekonomi PCM Kalasan berupa ShampoMu, PastaMu, dan BodywashMu. Harapannya, produk-produk tersebut bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan peralatan mandi warga masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah. Pemasaran produk Muhammadiyah sebagai upaya mewujudkan dakwah Muhammadiyah yang makmur dan memakmurkan. PCM yang berminat menjalin mitra untuk mengembangkan Majelis Ekonomi bisa berkomunikasi langsung dengan distributor Ustadz Sumadi, S.T., M.B.A. No. HP 081392444299. Narasumber pengajian, Dr. H. Yayan Suryana menyoroti pentingnya penguatan ideologi Kemuhammadiyahan di tengah-tengah masyarakat yang beragam dalam memaknai momen Tahun Baru Hijriyan 1446 H, Ustadz Yayan menjelaskan bahwa “ akhir-akhir ini Muhammadiyah menghadapi tantangan serius dalam mengembangkan dakwah di tengah-tengah realitas masyarakat yang semakin beragam”. Bahkan, warga Muhammadiyah pun pada kenyataannya semakin beragam latar belakang pemahaman dalam beragama Islam. Persyarikatan Muhammadiyah adalah organisasi besar dan sangat mapan, baik dari sisi usia maupun organisasinya sehingga semakin banyak simpatisan, bahkan pengurus Muhammadiyah dari berbagai ormas Islam lain karena faktor ekonomi, misalnya bekerja di amal usaha Muhammadiyah atau karena faktor sosioreligius tercerahkan oleh dakwah Muhammadiyah, bahkan mungkin karena faktor ingin mencari aman, berlindung di Muhammadiyah. Berdasarkan beberapa studi yang dilakukan oleh peneliti, warga Muhammadiyah itu dikelompokkan menjadi beberapa bagian yang biasanya diakronimkan dengan: Muhammadinu, yaitu warga Muhammadiyah yang masih mengamalkan kebiasaan NU, seperti tahlilan, yasinan, dll. Muhsal, Muhammadiyah yang cenderung kepada Salafi), Muhkris yaitu simpatisan Muhammadiyah dari Kristiani, yakni para mahasiswa beragama Kristen, Katholik yang study di Universitas Muhammadiyah di Indonesia bagian Timur, seperti NTT, Papua. Muhnas, yakni warga Muhammadiyah yang berhaluan nasionalis, dan Muhkhlis, yakni warga Muhammadiyah yang ikhlas, totalitas dalam ber-Muhammadiyah. Ustadz Yayan menegaskan bahwa dalam mengembangkan dakwah Muhammadiyah di tengah-tengah konstelasi dakwah ormas Islam lainnya di negeri ini jangan sampai terjebak masalah friksi yang menguras energi dan tidak produktif. Hal yang penting dilakukan adalah penguatan ideologi Kemuhammadiyahan bagi segenap warga Muhammadiyah sehingga dalam menghadapi berbagai khilafiyah dalam beribadah bisa menyikapi secara bijak, santun, dan tidak mudah terprofokasi. Menurutnya, warga dan simpatisan Muhammadiyah yang belum sepenuhnya beridiologi Muhammadiyah tidak harus dijauhi, tetapi harus berupaya dipenuhi kebutuhannya, terutama kebutuhan ruhaninya agar pada akhirnya ia memiliki ideologi Muhammadiyah yang kuat, seperti pepatah Jawa, kecekel iwake, aja buthek banyune. Menurut Ustadz yayan Suryana, hal-hal penting yang perlu dilakukan untuk penguatan ideologisasi Kemuhammadiyahan adalah sebagai berikut: Pertama, Mengembangkan Sekolah Kader. Sekolah ini khusus untuk mencetak kader-kader Muhammadiyah yang militan. Sekolah kader berbeda dari sekolah-sekolah Muhammadiyah yang selama ini ada karena para siswa dari Sekolah Muhammadiyah Umum tidak menjadi jaminan menjadi kader Muhammadiyah militan; Kedua, Mengoptimalkan peran Majelis Tablig dan Tarjih Muhammadiyah dari berbagai level pimpinan. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong majelis berperan aktif dalam dakwah Muhammadiyah di level akar rumput agar ideologisasi Kemuhammadiyah mengakar di seluruh masyarakat, terutama warga Muhammadiyah; Ketiga, Baitul Arqom bagi seluruh kader dan pengurus Muhammadiyah, baik ditingkat ranting, cabang, dan level di atasnya, termasuk para pengelola Amal Usaha Muhammadiyah. Baitul Arqom adalah pendidikan kader untuk menggembleng kader militan Muhammadiyah; Keempat, Gerakan Makmur dan memakmurkan masjid-masjid Muhammadiyah. Upaya ini dimaksudkan agar dakwah Muhammadiyah bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekaligus memberi identitas Muhammadiyah sesuai dengan prinsip gerakan dakwah yang makmur dan memakmurkan. Contoh kecilnya misalnya Gerakan menyediakan tempat sampah botol dan gelas minuman kemasan plastik yang berlabel Muhammadiyah kepada seluruh masjid-masjid Muhammadiyah; Kelima, Penguatan Guru dan dosen di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Hal ini penting untuk menyinkronisasikan pengamalan keagamaan yang relevan dengan keputusan-keputusan tarjih Muhammadiyah, misalnya dalam ibadah praktis, manasik haji, dll.; Keenam, Optimalisasi Dakwah Digital. Kita harus mengoptimalkan dakwah digital untuk menyelaraskan dengan kebutuhan kekinian dan membidik generasi milenial karena dakwah Muhammadiyah adalah dakwah yang mencerdaskan. Pada akhir pengajian, Ketua Majelis Dikdas PDM Sleman, Drs. Abdullah Kasri, mewakili Ketua PDM Sleman yang berhalangan hadir karena sakit, menyampaikan beberapa informasi, antara lain: (1) Pengajian Lapanan Jumat Kliwon, 16 Agustus 2024 yang akan datang bertempat di PCM Seyegan, diharapkan semua bisa hadir; (2) PKU Muhammadiyah Sleman sekarang ini sudah mulai beroperasi memberi layanan pasien. Diharapkan bulan Juni sudah terakreditasi sehingga bisa melayani pasien BPJS; (3) Diharapkan seluruh PCM beserta segenap Majelis-majelisnya aktif melakukan gerakan untuk merealisasikan program kerjanya; (4) Baitul arqom agar diintensifkan untuk seluruh kader Muhammadiyah di wilayah masing-masing. (Sarno R Sudibyo, MPI PCM Kalasan, https://pcmkalasan.or.id ) Reportase : DR. Sarno R Sudibyo, MPI PCM Kalasan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Tempel, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka memasuki tahun ajaran baru 2024/2025, pada hari Jumat, 12 Juli 2024 SMP Muhammadiyah 1 Tempel mengadakan acara Sarasehan Pendidikan di ruang pertemuan sekolah setempat. Acara tersebut mengangkat tema “Peningkatan Layanan, Sinergitas dan Kualitas Pembelajaran Kurikulum Merdeka dan Ismuba di Era Digital”. Acara ini menghadirkan Abdullah Mukti, S.Ag., M.Pd., wakil sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai pemateri dalam acara ini serta diikuti oleh seluruh guru, karyawan dan staf SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Dalam sambutannya Kepala sekolah Wahdan Arifudin, S.Pd. menyampaikan “ rasa terima kasih atas kerjasama dan perhatian segenap guru dan karyawan terlebih dengan kehadiran Abdulah Mukti, S.Ag, M.Pd sebagai narasumber luar biasa dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menyempatkan waktu untuk berbagi pengalaman, kiat sukses selama memimpin sekolah dan terus berkiprah memajukan sekolah Muhammadiyah di segenap penjuru Indonesia”. Tema yang diambil tentang pelayanan atau service exelence, membangun sinergi dan kualitas pembelajaran terasa sangat penting di tengah-tengah persaingan sekolah yang semakin kompetitif baik sekolah negeri maupun swasta saat ini. Sarasehan sendiri merupakan wadah kegiatan untuk berdiskusi ataupun bertukar pikiran antar pihak yang bertujuan untuk membahas permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dan kemudian mencari solusi dari kendala-kendala yang terjadi. Abdullah Mukti menyampaikan ” di dalam lingkup Pendidikan, Pelayanan is “everything”, sehingga pelayanan sangat berpengaruh pada perubahan kualitas sekolah”. Terkait layanan harus menumbuhkan kepercayaan, yang terpenting untuk diwujudkan ada tiga hal yakni, membangun citra sekolah (Image Building); membangun kepercayaan (Trust Building); dan lembaga perwalian (Trust Institution). Dengan memberika pelayanan yang terbaik, sehingga dapat mewujudkan keberhasilan sekolah. Sinergitas dan Kualitas Pembelajaran dapat ditingkatkan melalui hal-hal kecil seperti dimulai dengan kebersihan dan kerapian sekolah. Dalam meningkatkan kualitas Pendidikan juga harus didasari dengan mindset, karena mindset merupakan kepercayaan yang akan menentukan reaksi dan pemaknaan seseorang terhadap situasi. Dalam mewujudkan perubahan dapat dicapai melalui tips berikut, a) harus punya mimpi untuk kedepannya (Dream); harus yakin (Believe); berdoa dan lakukan (Pray & Will). Dalam peningkatan layanan, sinergitas dan kualitas Pendidikan dapat diupayakan dengan berbagai hal. Terutama peranan Kepala Sekolah sebagai innovator yang artinya Kepala Sekolah sebagai penentu untuk bergerak dalam melakukan perubahan. Namun, tidak hanya Kepala Sekolah saja akan tetapi berbagi peran antar Guru, Staf, dan karyawan harus senantiasa menciptakan ide atau hal-hal baru yang menarik dan ciptakan sigmentasi sekolah. Dalam era digital saat ini sekolah harus melakukan promosi yang tidak pernah berakhir (Never Ending Job Promoting). Dengan adanya perkembangan digital pada masa kini akan lebih memudahkan dalam melakukan promosi sekolah dengan memanfaatkan sosial media TikTok dan Instagram agar lebih banyak mencapai ketertarikan seseorang. Dengan adanya Sarasehan Pendidikan ini bertujuan dapat memotivasi guru dan dapat memberikan solusi dalam upaya meningkatkan kualitas layanan sekolah. Upaya yang menjadikan sekolah itu hebat dapat dimulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Semoga dengan upaya yang dilakukan dapat memberikan kemudahan dan kelancaran dalam menuju SMP Muhammadiyah 1 Tempel berkembang pesat dan menjadi MUTESA JAYA. -Ayu Tri Utami, S.Pd., Guru SMP Muhammadiyah 1 Tempel
![]()
![]()
Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Rabu 10 Juli 2024 menjadi penanda baru bagi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ali Bin Abi Thalib Muhammadiyah di Margoagung Seyegan merayakan Khutbah Taaruf perdana, menandai dimulainya tahun ajaran baru. Acara bertema “Membangun Sinergisme antara Santri, Wali Santri, dan Pondok Pesantren” ini dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Panewu Kapanewon Seyegan, pimpinan PCM Seyegan, lurah Margoagung, serta orang tua/wali santri dan tamu undangan lainnya. Khutbah Taaruf ini juga menjadi momen penyambutan 23 santri baru yang terdiri dari santri jenjang SMP, SMK, dan perguruan tinggi. Para santri akan mengikuti pembelajaran di sekolah umum dan kepondokan. Dalam sambutannya, H. Arif Sulistyo SIP selaku PDM Sleman menegaskan peran penting pesantren di tengah kondisi zaman yang memprihatinkan saat ini. “Pesantren adalah pilar esensial dalam pendidikan yang tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujarnya. Konsep pendidikan holistik di pesantren, selain mengembangkan ilmu pengetahuan, juga menyemaikan akhlak dan adab santri melalui muamalah sehari-hari. Sementara itu, Panewu Kapanewon Seyegan menyambut baik kehadiran Ponpes Tahfidzul Qur’an Ali Bin Abi Thalib di wilayah Seyegan. “Ponpes ini diharapkan dapat meningkatkan sektor SDM dan ekonomi di Seyegan. Semoga putra-putri warga Seyegan juga dapat menjadi santri di sini,” harapnya. Direktur Pondok, Ustadz Santoso, menjelaskan hakikat khutbah taaruf dan pondok, “ meskipun Pondok Tahfidz belum memiliki lahan sendiri, ia menekankan bahwa selalu ada jalan untuk harapan dan ikhtiar yang baik. Mengirim anak ke pesantren diibaratkan seperti memindahkan anak pohon pisang dari induknya agar dapat tumbuh maksimal di tempat yang subur”. Istilah “titip” kepada pesantren memiliki makna mendalam. TITIP adalah akronim dari Tega, Ikhlas, Tawakkal, Ikhtiar, dan Percaya. Orang tua harus tega berpisah dengan anak, ikhlas melepaskan mereka, bertawakkal kepada Allah, terus berikhtiar memenuhi kebutuhan anak, dan memiliki kepercayaan penuh terhadap pesantren. Pada akhir khutbah taaruf, dilakukan penyerahan al-Qur’an secara simbolik kepada santri baru oleh Direktur Pondok, disaksikan oleh semua hadirin. Acara ini menunjukkan komitmen Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ali Bin Abi Thalib Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi bangsa yang beriman, kuat, dan berilmu. Semoga Allah memberikan kemudahan dan menjadikan kita semua istiqomah dalam menyiapkan generasi yang memiliki keimanan yang kokoh, fisik yang kuat, dan ilmu pengetahuan yang mumpuni. Sebagaimana tayang di lansir dari
![]()
![]()