![]()
Author Archives: Arief Hartanto
Pentingnya Mengenalkan Konsep Anti Korupsi Sejak Dini
![]()
7 Falsafah KH Ahmad Dahlan | Ust. Miftahul Haq, S.H.I, M.S.I
![]()
Songsong Musran, Muhammadiyah sendangtirto Selatan Gelar Wayangan
![]()
Sarasehan PCM se PDM Sleman
![]()
Kapanewon Berbah songsong Musycab Muhammadiyah
![]()
Islam Tidak Perlu Dimodifikasi
Seyegan, Pdmsleman.or.id “Islam itu rahmatin lil ‘alamin dan sudah up to date, sehingga tidak perlu ditambahi, dikurangi atau malah dimodivikasi,” demikian disampaikan Ketua PDM Sleman pada upacara pembukaan Musyawarah Cabang Muhammadiyah ke 12 dan Aisyiah ke 11 Seyegan hari Ahad, 20 Agustus 2023. “Jika Islam kok dimodifikasi dengan unsur apapun, lanjut Harjaka, S.Pd, A.Ag, MSI, maka orisinalitas Islam jadi tidak murni lagi, pada hal sumber rujukan Islam itu hanya Al Qur’an dan As Sunnah. Musyawarah Cabang yang mengambil tema “Membumikan Risalah Islam Berkemajuan Mencerahkan Seyegan Berkeadaban,” diterjemahkan olehnya bahwa Muhammadiyah berkemajuan itu menerapkan prinsip Islam yang kekinian, sesuai perkembangan zamannya. Mencerahkan diartikan Muhammadiyah itu harus bisa menyinari, membahagiakan, dan menyenangkan ummat. Berjuang di Muhammadiyah itu harus ikhlas, tanpa pamrih dan berkeadaban, kata Gus Jaka, warga Muhammadiyah harus memiliki dan mementingkan sopan santun, tata krama dalam dakwah dan bermasyarakat. Sementara itu, Ketua PCM Seyegan dalam sambutannya, Musyawarah Cabang kali ini memang dibuat sederhana. Ini dengan alasan bahwa PCM sedang berkonsentrasi untuk pembebasan tanah di sebelah utara SMKMu Seyegan seluas 722m2 seharga Rp.2 Milyard,-. Yang rencananya tanah dan bangunan ini akan dipergunakan untuk AUMKesehatan (klinik). Reportase : Gus Poer Seyegan
![]()
Muscab Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Ngaglik mengusung tema: “Membangun Ngaglik Berkemajuan dan Kerkebangsaan”
Muhammadiyah Cabang Ngaglik melaksanakan musyawarah cabang pada tanggal 20 Agustus 2023 yang bertempat di Sekolah Dasar Muhammadiyah Ngaglik 1 yang bertempat di ranting Sukoharjo. Acara pembukaan Muscab ini dihadiri oleh beberapa pengurus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah PDM Sleman, jajaran muspika ngaglik, seorang anggota DPRD Sleman, dan pengurus Muhammadiyah Ngaglik serta warga Muhammadiyah khususnya Ranting Sukoharjo. Panewu Ngaglik Agung Endarto, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi yang besar dan mempunyai anggota yang sangat banyak. Oleh karena itu, melalui muscab ini menghimbau agar Muhammadiyah Ngaglik semakin memberi manfaat bagi warga masyarakat dan meningkatkan sinergi dengan pemerintahan terutama di Ngaglik. Menghadapi tahun politik ini, Panewu Ngaglik menghimbau agar warga Muhammadiyah khususnya terus menjaga persatuan dan kesatuan. Sambutan panewu diakhiri dengan pembukaan Muscab. Sementara itu H. Sukamto sebagai wakil dari PDM Sleman mengingatkan, bahwa Muscab bukan semata-mata hanya untuk pergantian pengurus. Akan tetapi hal yang harus dipikirkan dalam Muscab adalah untuk menyusun rencana dan program yang akan datang, agar kerja kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas di Muhammadiyah lebih terarah dan kiprah Muhammadiyah di Cabang lebih meningkat. Pak Kamto juga mengingatkan bahwa kultur Muhammadiyah adalah tidak ada orang yang meminta untuk menjabat menjadi pimpinan. Namun jika diberi kepercayaan sebagai pimpinan atau pengurus dimanapun posisinya harus siap untuk melaksanakan. Dalam menanggapi sambutan Panewu, Pak Kamto menyatakan bahwa Insya Allah warga Muhammadiyah dalam menghadapi tahun politik akan dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan sebagai warga negara Indonesia. Di Muhamadiyah sudah ada PHIWM (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah) yang didalamnya menganjurkan agar seluruh warga Muhammadiyah bertaprisipasi aktif dalam politik. Beliau mengatakan bahwa semua warga muhammadiyah yang berkecimpung dalam politik praktis, tidak boleh hanya mewakili sebagai wakil partai, akan tetapi harus menjadi sebagai representasi warga Muhammadiyah yang berkemajuan. Diakhir sambutannya beliau juga mengingatkan bahwa nanti setelah terpilih pengurus baru di PCM Ngaglik, jangan lupa bahwa apapun yang menjadi keputusan dan rencana ke depan harus mengacu kepada keputusan-keputusan Muhammadiyah dari pusat. Rencana-rencana ke depan harus secara sinergis mengacu kepada keputusan-keputusan di atasnya. Salah satu contohnya bahwa Muhammadiyah Yogyakarta memutuskan untuk mendukung terpilihnya Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. sebagai anggota DPD, maka PCM Ngaglik dan seluruh warga Muhammadiyah di Ngaglik wajib mendukung program ini. Pembukaan Muscab Ngaglik diakhiri dengan pembacaan do’a oleh wakil dari KUA Ngaglik. Reportase : Sutipyo Ru’iya MPI PDM Sleman
![]()
Dikdasmen-PNF DIY PWM DIY Gelar FGD Sekolah/Madrasah Muhamamdiyah Unggul & Berkemajuan
Bantul (19/08/2023) Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (Dikdasmen-PNF PWM DIY) menyelenggarakan acara diskusi publik dan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengusung tema “Menggali Potensi Keunggulan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah”. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, (19/8) di Grand Rohan Syariah Bantul Yogyakarta. Hadir dalam acara yakni Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., Wakil ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muh. Dr. Kasiyarno, M.Hum., Ketua PWM DIY, Dr. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., Sekretaris PWM Arif Jamali Muis, Wakil Ketua PWM DIY Gita Dhanu Prananta, S.E., M.M, Ridwan Furqoni M.P..I., Prof. Suyata, Ph.D., Guru Besar Ilmu Pendidikan, Kepala SMA Muhammadiyah 3 Jakarta, Kepala SMK Negeri 2 Malang, dan MAN Insan Cendikia Serpong dan 130 peserta dari SD/SMP/SMA/SMA/MA se-DIY. Ikwan Ahada Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menyampaikan keputusan Musywil PWM mempertajam salah satu program istimewa dengan memperkuat pilar pendidikan Muhammadiyah DIY. Sebagaimana keterlibatan Muhammadiyah dalam dunia pendidikan yang telah berlangsung sebelum Indonesia merdeka. Ia bercerita bahwa pendiri Persyarikatan, KH. Ahmad Dahlan pada 1913 tidak hanya sebagai pemimpin tetapi juga memimpinkan Muhammadiyah. “Secara pribadi, beliau menjadi contoh sosok pekerja dan memberikan pengorbanan yang tidak hanya menyumbang ide dan gagasan, tapi juga membongkar sebagian rumahnya dalam rangka menegakkan pilar pendidikan,”. Ikhwan Ahada menyarankan agar pendidikan harus selaras dengan keadaban perlu dikedepankan dalam pendidikan Muhammadiyah. Melalui FGD ini, Ia berhadap bisa mewujudkan berbagai potensi keunggulan sekolah selain jumlah siswa. Keunggulan yang bisa muncul dari berbagai aspek. “Maka keunggulan yang dikaitkan pada ikhsannya seseorang ini menjadi hal tepat baik dari dimensi kognisi, perilaku budaya, kemampuan spesifik sains dan teknologi, termasuk interpreuner seseorang,” tutup Ikhwan. Sementara Ketua Dikdasmen PNF DIY, Achmad Muhamad M.Ag mengatakan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan NonFormal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (Dikdasmen-PNF PWM DIY) memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan amanat muktamatar muhammadiyah di solo dan keputusan musywil DIY. Melalui FGD ini, Achmad meminta sumbang gagasan, ide, sekaligus kritikan masukan yang membangun dari para narasumber dan umpan balik peserta. “Kami yakin dari ide dan gagasan yang kita terima bisa menjadi jalan untuk terus melangkah mewujudkan harapan Persyarikatan agar sekolah/madrasah Yogyakarta menjadi unggul dan berkemajuan,”. “Keunggulan yang dimaksud tidak hanya dari satu perspektif, bisa dari berbagai perspektif dan beragam aspek, di mana masing-masing sekolah mampu mewujudkan keunggulan itu dan menguatkan sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tambah Achmad.
![]()
Kontribusi Peserta Didik SMK Muhammadiyah 2 Turi pada Peringatan HUT RI ke-78 di Kapanewon Turi
Turi,Pdmsleman.Or.id Pelaksanaan HUT RI ke-78 di Kapanewon Turi pada tanggal 17 Agustus 2023 ditutup secara meriah. Alhamdulillah acara HUT RI ke-78 terlaksana secara sukses berkat pihak-pihak terkait dari berbagi institusi dan stakeholder di Kapanewon Turi. Wujud ikhtiar untuk mengisi dan menjaga kemerderkaan Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Turi adalah belajar dengan sungguh-sungguh, belajar dengan giat, dan mengimplementasikan ilmunya di masyarakat. Disampaikan Kepala Sekolah SMKM 2 Turi Pamuji S Subekti S.Si “Perjuangan murid-murid SMK Muhammadiyah 2 Turi berbuah manis. Peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Turi menampilkan performa terbaiknya dalam pembukaan acara HUT RI ke-78 di Kapanewon Turi”. Acara HUT RI ke-78 merupakan wujud empati masyarakat Indonesia untuk memperingati proklamasi kemerdekaan. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pertama kali diwujudkan pada hari Jum’at, 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56. Teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia kala itu dibacakan oleh Soekarno dan didampingi oleh Mohammad Hatta. Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan masyarakat Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Perjuangan tidaklah mudah, hal ini dikarenakan menguras tenaga, pikiran, dan juga pengorbanan dalam segala aspek. Oleh sebab itu, sebagai generasi penerus, masyarakat Kapanewon Turi terlihat khidmat selama proses upacara bendera, menjaga keamanan dan ketertiban pada pelaksanaan upacara bendera, berbaur dengan siapa saja tanpa membedakan agama, suku, dan budaya selama kegiatan upacara bendera di lapangan Turi, dan mematuhi aturan yang belaku. Mereka mempresentasikan seni tari dengan sangat apik dan percaya diri, sehingga guru-guru SMK Muhammadiyah 2 Turi merasa bangga terhadap penampilan yang diberikan. Kesenian tradisional yang mereka hadirkan adalah tari caping ayu, yang mana kesenian ini disebut-sebut sebagai simbol perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. SMK Muhammadiyah 2 Turi mempertontonkan tari tersebut karena guru dan karyawan di sana berharap dan berdoa, agar mereka mampu berprestasi di tingkat; lokal, nasional, bahkan internasional tanpa meninggalkan jati diri bangsa Indonesia. Selain kontribusi pada pembukaan kegiatan HUT RI ke-78, 10 peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Turi juga berperan dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Pasukan ini bertugas untuk mengibarkan dan menurunkan duplikat Bendera Pusaka, yang mana pasukan ini dikenal dengan istilah Paskibraka. Pasukan ini terdiri dari putra-putri terbaik dan kandidat pemimpin bangsa, yang direkrut lalu dipilih secara berangsur-angsur dan ketat, agar memilki kemampuan bagus dalam hal nilai-nilai kebangsaan, mental, dan fisik. Paskibraka pertama kali dimunculkan oleh Mayor Husein Mutahar, ajudan presiden Soekarno, lewat gagasannya pada tahun 1946. Menurut Mayor Husein Mutahar, pengibaran bendera pusaka sebaiknya dilaksakan oleh para pemuda, hal ini dikarenakan merekalah generasi penerus perjuangan bangsa. Oleh sebab itu, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka merupakan kumpulan pemuda-pemudi terbaik di angkatannya. Reportase: Nur Rohman Eko Nugroho SMKM 2 Turi
![]()