Pengukuhan PCM, PCA,Serta Majelis Di Lingkungan Muhammadiyah -Aisyiyah Kapanewon Turi, DItandai Launching Beras Bermutu

Turi, Pdmsleman.Or,Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi   acara Pelantikan PCM dan PCA Turi serta Pengukuhan Majelis PCM dan PCA Turi besuk pada Sabtu 24 Shafar 1445 H/09 September 2023 M bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jln. Turi – Tempel Ngablak, Bangunkerto, Turi Sleman Drs. Bambang Rahmanto Selaku ketua PCM Turi 2022-2027 dalam kali itu menyampaikan “  Selamat mengemban Amanah untuk segenap pengurus dan pembantu pimpinan cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk masa hidmad 5 tahun ke depan untuk bisa bersinergi guna memajukan persyarikatan dan umat Islam dan Masyarakat di Turi agar ke depan lebih baik membawa Muhammadiyah Turi yang berkemajuan”. Dalam kesempatan itu juga dilauncing Bermutu Beras Muhammadiyah Turi yang merupakan rintisan usaha Majelis Ekonomi PCM Turi, guna meningkatkan kesejahteraan warga Muhamadiyah dan petani Turi. Acara Pelantikan PCM oleh Ketua PDM Sleman H. Harjaka dengan pembacaan susunan Pengurus oleh H. Darojot Noor , dan pelantikan PCA Turi  oleh Ketua PDA Sleman Hj. Hank Rosyada M.Pd serta Pengukuhan Majelis PCM dan PCA Turi masa bhakti tahun 2022 – 2027 oleh Ketua PCM Turi Drs H. Bambang Rahmanto dan Sri Winarti M.Pd. Anggota Pembantu Pimpinan PCM Turi berjumlah sejumlah sekitar 67 orang dan PCA sekitar 50 0rang sebagai darah segar untuk terus berkhidmad lima tahun ke depan. Panewu Turi Wakhid Basroni SIP berharap Muhammadiyah telah banyak berkontribusi dan membina Masyarakat terutama di Turi dengan berbagai kegiatannya untuk turut mengentaskan kemiskinan. Sambutan Pengarahan dan Pembekalan PDM Kabupaten Sleman.serta doa oleh KUA Kapanewon Turi H. Harjaka dalam pengarahannya menyampaikan sebagaimana dalam Qur’an Surat Al Fusilat Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. kemudia istiqomah   insha Allah akan diturunkan kepada mereka malaikat pada waktu namun harus istiqomah dan  tidak  goyah meski di tengah rintangan maupun kemajuan jaman yang bisa menyesatkan. “   jaman maju akeh wong tumindak kliru ninggalno tuntunan, nuruti senenging ati, ono ndonyo ati ati lan waspodo”. Juga ditekankan betapa kuatnya peran istiqomah dalam perjuangan menegakkan Islam,   istiqomah ada 5 yakni istiqomah dalam aqidah,sebagaimana penjabaran QS Al A’raf 172, kemudian  istiqomah dalam ibadah, yakni jangan menambah, kurangi atau modifikasi ibadah, lakukan saja sesuai tuntunan Allah dan Rasul. Berorganisasi juga termasuk ibadah dalam arti secara luas maka kuatkan  ditengah isu bahwa warga Muhammadiyah mengalami menurun anggotanya karena kurang pembinaan maka kuatkan  dengan pengajian dan kajian .  Kemudian istiqomah akhlakul qorimah dimana adab lebih tinggi dari ilmu, istiqomah fil maisyastit tayibah  yakni upaya mencari rizki yang baik dan halal dengan dimanapun berada warga Muhammadiyah asal jangan sampai luntur Muhammadiyahnya dan terakhir istiqomah fisilaturahimah  yakni dengan menyambung kasih sayang dan persatuan. Muhammadiyah hanyalah baju semata namun agama tetap Islam yang meneruskan perjuangan KH Dahlan meneruskan risalah Islam yang dibawa Nabi Muhmmad SAW. Reportase Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

IMM Sleman Optimis  Cetak Kader Profetik

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sleman sebagai salah satu organisasi pergerakan sekaligus perkaderan mahasiswa muhammadiyah sudah seyogyanya mempertahankan dan meneruskan jenjang perkaderan yang ada. Maka dari itu PC IMM Sleman mengadakan Darul Arqam Madya untuk membentuk kader-kader Madya sleman yang lebih siap dan mantab dalam mengamalkan trilogi trikompetensinya. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, yaitu 6-10 September 2023 di Pondok Pemuda Ambarbinangun Yogyakarta. Diikuti oleh beberapa komisariat di PC IMM Sleman, internal PC IMM Sleman, dan beberapa kader utusan dari Malang, Bengkulu, dan Bogor. Tema yang diangkat pada DAM kali ini sangatlah menarik yaitu “Paradigma Intelektual Profetik sebagai Basis Wacana Gerakan Ikatan” sebuah harapan agar nantinya kader madya yang terbentuk dapat meredam dampak dehumanisasi akibat teknologi yang belakangan ini sering terjadi. Dalam kegiatan ini peserta akan mempelajari, berdiskusi, dan mengkaji terkait tema tersebut. Yang dimana terdapat tiga pilar utama yang bersifat kesatuan, yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi. Pembukaan DAM dihadiri oleh ketua PC IMM Sleman, PDM Sleman, dan DPD IMM DIY. Pada sambutannya  Ashnov Brillianto Ahmada selaku ketua PC IMM Sleman menyampaikan bahwasanya “ wacana etika profetik telah tertanam di IMM Sleman selama beberapa dekade terakhir. Namun, perlu adanya penegasan kembali kepada kader IMM sebagai intelektual yang nantinya akan mentransformasikan masyarakat ke arah yang lebih baik”. Sementara sambutan dari PDM Sleman Arif Mahfudz, menegaskan bahwa “ kader IMM utamanya kader Madya harus bisa membumikan narasi Risalah Islam berkemajuan di Masyarakat” Kemudian sebelum membuka kegiatan, Akmal Ahsan selaku Ketua DPD IMM DIY mengajukan perubahan diksi  pada tujuan IMM dari akademisi menjadi intelektual, karena intelektual mempunyai peran yang lebih dari memahami suatu ilmu namun juga mentransformasikan masyarakat. Setelah pembukaan, Darul Arqam Madya dilanjutnya Studium Generale bersama Gus Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I, MPA Ketua MPK-SDI PP Muhammadiyah, kali ini beliau menyampaikan terkait perbedaan intelektual-cendekiawan, intelektual tradisional, intelektual organik yang selanjutnya disebut intelektual profetik. seorang intelektual profetik memiliki ciri humanisasi/emansipasi, liberasi/pembebasan, dan transendensi dengan menyelaraskan hubungan vertikal kepada tuhan dan horizontal kepada makhluk dan alam. Terdapat 7 materi dan 7 FGD pada DAM kali ini. Materi yang akan disampaikan pun beragam. Penyelenggara berharap kader madya yang dibentuk mampu memahami sekaligus mengamalkan materi yang sudah didapatkan. Berikut daftar materi dan pemateri pada kegiatan ini: Saptoni, S.Ag, M.A : Materi: Paradigma Islam , Siti Syamsiyatun, M.A.,Ph.D.: Materi: Risalah Islam Berkemajuan , Muhammad Hasnan Nahar S.Th.I., M.Ag. : Materi: IMM & Gerakan Intelektual Profetik, Anang Masduki, Ph.D. : Materi: Transformasi Sosial Masyarakat., Ahmad Norma Permata, S.Ag., M.A.,Ph.D. : Materi: Sosiologi Masyarakat, Zulfikar Yusuf, S.E., M.E. : Materi: Pemetaan Wacana Kader dan Sirajuddin Bariqi, S.Ag. : Materi: Intelektual Profetik Basis Wacana Keilmuan Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan menghasilkan kader madya yang profetik serta berguna bagi bangsa, nusa, dan persyarikatan. Reportase PD IMM Sleman, by AM Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MPKSDI Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PDM Sleman Siap Cetak Instruktur Berkeadaban

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman membuka kegiatan Coaching Instruktur MPKSDI Sleman pada Jum’at (8/9) di Muhammadiyah Green School (MGS) Gamping, Sleman. Tema Coaching Instruktur kali ini yakni “Instruktur Sleman untuk Perkaderan Sleman yang Maju dan Berkeadaban”. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas para kader MPKSDI PDM Sleman untuk menyambut pelaksanaan Baitul Arqam di waktu yang akan datang. Muhaimin, S.Ag., M.Pd., Ketua PCM Gamping yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPKSDI Sleman, hadir dan memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan ini. Ia menjelaskan tentang latar belakang pembangunan MGS Gamping yang telah dimulai sekitar tahun 2018. Ia mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kepercayaan MPKSDI PDM Sleman yang telah menetapkan MGS Gamping sebagai lokasi Coaching Instruktur. “Selamat mengikuti pelatihan, semoga dua hari ini mendapatkan kesehatan dan kelancaran, juga mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tutupnya. Hendro Sucipto, S.Th.I., M.Pd., Ketua MPKSDI PDM Sleman membuka sambutannya dengan menegaskan bahwa perkaderan menjadi aspek yang penting dalam Muhammadiyah, di mana MPKSDI dapat terlibat secara strategis. “Dulu, namanya adalah Majelis Pendidikan Kader, sekarang sudah diubah menjadi Majelis Pembinaan Kader. Semoga penggantian ini menjadikan upaya kaderisasi kita lebih luas dibandingkan sebelumnya,” harapnya. Kemudian, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Coaching Instruktur, Arif Mahfud, S.Ag., M.S.I., Sekretaris PDM Sleman mengawali dengan ajakan untuk mengkritisi infiltrasi-infiltrasi gerakan Islam yang semakin masif di Indonesia. Ia berpendapat bahwa ini menjadi salah satu tantangan Muhammadiyah, di samping adanya permasalahan sosial akibat dampak globalisasi. Solusi untuk merespons keadaan tersebut adalah penguatan dan pendalaman kapasitas internal organisasi. Arif memberikan pemaparan tentang langkah-langkah yang membutuhkan solidaritas bersama demi mengatasi tantangan tersebut. Pertama, penyetaraan pemberdayaan amal usaha Muhammadiyah. Kedua, sentralisasi tata kelola keuangan, terutama di PCM-PCM se-DIY. Ketiga, kemandirian pendanaan dalam bidang dakwah. Keempat, penguatan konsolidasi di internal Muhammadiyah. “Tidak usah kaku-kaku. Di Muhammadiyah harus bergembira,” ujarnya. Selanjutnya, Arif juga menyampaikan tentang strategi yang saat ini sedang menjadi prioritas PDM Sleman. Dari startegi-strategi yang ada, terdapat strategi yang spesifik bisa dilakukan oleh MPKSDI, yakni reformasi kaderisasi dan pendiasporaan kader Muhammadiyah. “Perlu ada pemetaan untuk masuk ke daerah-daerah pelosok di lingkup kecamatan. Apabila MPKSDI bisa menghidupkan kembali PRM-PRM yang ada di Sleman, itu sudah baik sekali,” tegasnya. Selama kegiatan Coaching Instruktur yang terlaksana selama dua hari hingga Sabtu (9/9) ini, para peserta memperoleh berbagai materi-materi untuk menunjang keinstrukturan. Di antaranya mulai dari tentang pendalaman SPM dan arah kebijakan MPKSDI PP Muhammaidyah dan MPKSDI PWM DIY, keinstrukturan, teknik kajian ayat atau fatkhul qulub, teknik trainer outbound, hingga evaluasi pelatihan dan perkaderan. Penulis: Rasya Swarnasta (MPKSDI PDM Sleman 2022-2027) Editor : Arief Hartanto , MPI PDM Sleman

Loading

5 Karakteristik Islam Berkemajuan

Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dalam langkah-langkahnya harus senantiasa dibimbing Al Qur’an dan Hadist, menurut ketua PDM Sleman H. Nasirun ada 5 karakteristik Islam Berkemajuan, berikut penjelasannya. Tauhid adalah inti dari risalah yang dibawa oleh nabi-nabi dan titik sentral kehidupan umat, yang tidak hanya terdapat dalam keyakinan saja, melainkan juga dalam perbuatan nyata. Tauhid sesungguhnya merupakan keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan yang Esa, yang menciptakan dan memelihara alam semesta, dan bahwa hanya Allah yang patut disembah. Tauhid yang murni memiliki makna pembebasan manusia dari paham kemusyrikan, percampuran dan kenisbian agama. Tauhid juga merupakan keyakinan bahwa semua manusia pada hakikatnya adalah satu makhluk yang mulia, dan karena itu harus dimuliakan dan dicerahkan. Tauhid yang murni memiliki makna pembebasan manusia dari belenggu ketidakadilan dan penghisapan antarmanusia. Bertauhid berarti berjuang untuk menyemaikan benihbenih kebenaran dan kebaikan, seperti perdamaian, keadilan, kemaslahatan, dan kesejahteraan. Selain itu, tauhid akan membawa kepada sikap kritis saat melihat ketimpangan, ketidakwajaran dan ketidakadilan dalam masyarakat, sebuah perwujudan dari kemurnian akidah. Tauhid yang murni menghadirkan ketulusan, dan membuang jauh-jauh kesombongan dan penggunaan segala cara untuk mengejar kekuasaan dan kekayaan yang hanya berjangka pendek dalam topeng kesalehan. 2. Bersumber pada al-Qur’an dan al-Sunnah (al-Ruju’ ila al-Qur’an wa al-Sunnah). Al-Qur’an adalah sumber utama untuk memahami dan mengamalkan Islam.Al-Qur’an menjadi sumber keyakinan, pengetahuan, hukum, norma, moral dan inspirasi sepanjang zaman. Sunnah Rasul adalah sumber kedua setelah al-Qur’an, yang menggambarkan diri Nabi Muhammad SAW sebagai teladan yang harus dicontoh. Kehidupan Nabi Muhammad SAW merupakan contoh jelas dari isi al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Dalam memahami dua sumber tersebut, diperlukan pemahaman terhadap teksteks, pemikiran yang maju, dan ilmu pengetahuan yang luas. Semakin tinggi akal dan luas ilmu pengetahuan yang digunakan, akan semakin kaya makna yang dapat diambil dari dua sumber tersebut. Islam yang bersumber pada alQur’an dan al-Sunnah merupakan agama yang mengajarkan kebenaran (al-haqq) dan juga kebajikan (al-birr) sehingga setiap persoalan perlu dilihat dari sudut benar atau salah, dan juga dari sisi baik atau buruk. b. Bersumber pada al-Qur’an dan al-Sunnah (al-Ruju’ ila al-Qur’an wa al-Sunnah). Al-Qur’an adalah sumber utama untuk memahami dan mengamalkan Islam. Al-Qur’an menjadi sumber keyakinan, pengetahuan, hukum, norma, moral dan inspirasi sepanjang zaman. Sunnah Rasul adalah sumber kedua setelah al-Qur’an, yang menggambarkan diri Nabi Muhammad SAW sebagai teladan yang harus dicontoh. Kehidupan Nabi Muhammad SAW merupakan contoh jelas dari isi al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Dalam memahami dua sumber tersebut, diperlukan pemahaman terhadap teksteks, pemikiran yang maju, dan ilmu pengetahuan yang luas. Semakin tinggi akal dan luas ilmu pengetahuan yang digunakan, akan semakin kaya makna yang dapat diambil dari dua sumber tersebut. Islam yang bersumber pada alQur’an dan al-Sunnah merupakan agama yang mengajarkan kebenaran (al-haqq) dan juga kebajikan (al-birr) sehingga setiap persoalan perlu dilihat dari sudut benar atau salah, dan juga dari sisi baik atau buruk. 3. Menghidupkan Ijtihad dan Tajdid (Ihya’ alIjtihad wa al-Tajdid) Ijtihad (mengerahkan pikiran) merupakan upaya yang sungguh-sungguh untuk memahami atau memaknai al-Qur’an dan al-Sunnah. Ijtihad dihidupkan melalui pemanfaatan akal dan ilmu pengetahuan yang dilakukan secara terus-menerus agar melahirkan pemahaman yang sesuai dengan tujuan agama dan dengan problem-problem yang dihadapi oleh umat manusia. Ijtihad tidak berhenti pada tataran pemikiran bagaimana memahami agama tetapi juga berlanjut pada bagaimana mewujudkan ajaran agama dalam semua lapangan kehidupan, baik individu, masyarakat, umat, bangsa maupun kemanusiaan universal. Ijtihad merupakan bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan tajdid, yang bermakna pembaharuan baik dalam bentuk pemurnian maupun dinamisasi dalam pemahaman dan pengamalan agama. Pemurnian diterapkan pada bidang akidah dan ibadah, sementara dinamisasi (dalam makna peningkatan, pengembangan, modernisasi dan yang semakna dengannya) diterapkan pada bidang akhlak dan muamalah dunyawiyah. Tajdid diperlukan karena pemahaman agama selalu menghadapi tantangan zaman dan situasi masyarakat yang terus berubah. Tajdid adalah upaya dalam mewujudkan cita-cita kemajuan dalam semua segi kehidupan, seperti pemikiran, politik, ekonomi, sosial, pendidikan dan kebudayaan. 4. Mengembangkan Wasathiyah (Tanmiyat alWasathiyah). Al-Qur’an menyatakan bahwa umat Islam adalah ummatan wasathan (umat tengahan), yang mengandung makna unggul dan tegak. Islam itu sendiri sesungguhnya adalah agama wasathiyah (tengahan), yang menolak ekstremisme dalam beragama baik dalam bentuk sikap berlebihan (ghuluww) maupun sikap pengabaian (tafrith). Wasathiyah juga bermakna posisi tengah di antara dua kutub, yakni ultra-konservatisme dan ultraliberalisme dalam beragama. Selaras dengan itu, wasathiyah menuntut sikap seimbang (tawazun) antara kehidupan individu dan masyarakat, lahir dan batin, serta duniawi dan ukhrawi. Wasathiyah tidak mengarah pada toleransi terhadap sekularisme politik dan permisivisme moral. Karena Islam adalah agama wasathiyah, maka ia harus menjadi ciri yang menonjol dalam berpikir dan bersikap umat Islam. Wasathiyah diwujudkan dalam sikap sosial (1) tegas dalam pendirian, luas dalam wawasan, dan luwes dalam sikap; (2) menghargai perbedaan pandangan atau pendapat; (3) menolak pengkafiran terhadap sesama muslim; (4) memajukan dan menggembirakan masyarakat; (5) memahami realitas dan prioritas; (6) menghindari fanatisme berlebihan terhadap kelompok atau paham keagamaan tertentu; dan (7) memudahkan pelaksanaan ajaran agama. 5. Mewujudkan Rahmat bagi Seluruh Alam (Tahqiq al-Rahmah li al-‘Alamin). Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Karena itu, setiap muslim berkewajiban untuk mewujudkan kerahmatan itu dalam kehidupan nyata. Di tengah-tengah maraknya pertentangan dan permusuhan di dunia ini, Islam harus dihadirkan sebagai pendorong bagi terciptanya perdamaian dan kerukunan, dan di tengah-tengah situasi ketidakadilan, maka ia harus ditampilkan sebagai agama yang mewujudkan keadilan dan menghilangkan kezaliman. Islam harus dihadirkan sebagai kekuatan yang membawa kesejahteraan, pencerahan, dan kemajuan universal. Misi kerahmatan itu bukan saja penting bagi kemaslahatan umat manusia, tetapi juga bagi kemaslahatan seluruh makhluk ciptaan Allah di muka bumi ini, seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, lingkungan dan sumber daya alam.

Loading

Pelantikan Kepala Sekolah Muhammadiyah Kadisoka dan Bayen Kalasan Sleman Upaya untuk Kemajuan Pendidikan

 Sleman, Pdmsleman.Or.id Senin  4 September 2023 bertempat di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, sebuah acara penting berlangsung. Kepala SD Muhammadiyah Kadisoka, Suharyanto, S.Pd, dan Kepala SD Muhammadiyah Bayen, Sutarlan, S.Ag., M.S.I, resmi dilantik dalam upacara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pemangku kepentingan pendidikan. Penataan kepemimpinan ini adalah langkah strategis untuk menggerakkan kemajuan Sekolah Muhammadiyah di Sleman.  Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, H. Harjaka, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa “ perubahan kepala sekolah ini akan membawa angin segar dalam pengelolaan sekolah. Mulai tahun ini, jabatan Kepala Sekolah dapat dimutasi atau direstorasi, sejalan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah lain. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah”. Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh pendidikan terkemuka, termasuk Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman, H. Surakhmad, S.Pd., Ketua BKS SD/MI Muhammadiyah Sleman, Sulasmi, S.Pd., serta perwakilan dari PCM Kalasan dan Majelis Dikdasmen PNF Kapanewon Kalasan. Mereka menyaksikan momen bersejarah ini yang menandai komitmen Muhammadiyah untuk terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah Sleman. Dengan pelantikan ini, diharapkan Kepala Sekolah baru akan membawa ide-ide segar dan energi baru untuk mengembangkan sekolah-sekolah di bawah naungan Muhammadiyah, sehingga pendidikan di Sleman akan semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Selamat kepada Kepala Sekolah baru, semoga mereka mampu mengemban tugas dengan baik demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Sleman. Reportase M Ridwan Kantor PDM Sleman,  Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Coaching Edy SR, Menata Jejak Digital sebagai Aset Branding Sekolah Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.id Selasa, 29 Agustus 2023, Edy SR, Konsultan Branding Brandpreneur didapuk menjadi salah satu pemateri dalam acara Coaching Clinic Kepala Sekolah Muhammadiyah se Sleman yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman di Hotel Grand Keisha Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, beliau memaparkan tentang bagaimana Menata Jejak Digital sebagai Aset Branding. Dimana sekolah diharapkan muncul dalam mesin pencarian Google pada posisi diatas. “Apa yang orang tanyakan kepada Mbah Google tentang sekolah Muhammadiyah? Ternyata ada hal yang unik terjadi yaitu muncul “sekolah muhammadiyah negeri atau swasta,”ungkap Edy. Berawal dari sinilah dapat diungkapkan bahwa sekolah Muhammadiyah masih minim dalam melakukan branding melalui dunia digital. Maka Coach Edy  memaparkan materi bagaimana memanfaatkan sosial media untuk branding sekolah Muhammadiyah. “Brand itu persepsi. Sebuah investasi di benak atau ingatan. Persepsi diedukasi sedikit demi sedikit. Bagaimana dalam waktu yang terbatas, agar mudah diingat maka pertajam value kita dengan spesialisasi, reputasi dan pembeda yang unik. Dan caranya apa yang dijanjikan harus dibuktikan pada pasar kita.  Sekolah kita mau diingat sebagai apa, kita jaga kepercayaannya. “Sunatullohnya branding adalah trust dari lisan ke lisan. Kalau sekarang ditambah dari tulisan ke tulisan, “lanjutnya. Kemudian dirinya menjabarkan bagaimana mengenalkan brand, dikenalkan kepada siapa, dan upaya mengenalkan dengan mengoptimalkan mesia social. “Ada tiga cara mengenalkan brand, yaitu verbal, visual dan melalui pengalaman yang mengesankan. Verbal dengan menyampaikan, visual dengan cara bagaimana membangun ingatan pada diri seseorang dalam 3 detik pertama. Bisa menggunakan tagline, tagar, nama unik yang beda, kata kunci, logo, jenis huruf yang diusahakan sama terus, warna. Kita juga harus mengenal siapa yang akan menjadi target brand kita,”. Menurut Subkultur digital, 76,8% penduduk  saat ini menggunakan internet. Terbukti dari hal sederhana, sekarang mau tahu rumah makan soto terdekat saja bertanyanya sama Mbah Google.  Sejalan juga dengan survey, durasi warganet internetan di Indonesia dengan rata-rata pengguna internet usia 16 – 64 tahun, dalam sehari mengakses internet selama 8 jam dan nyaris separuhnya untuk media sosial. Maka dari itu Edy SR berharap sekolah Muhammadiyah mengoptimalkan media sosial untuk branding sekolah. Sekolah dapat memilih media sosial yang relevan saat ini untuk branding sekolah yang tepat sasaran kepada target brand. “Lebih mudah dan murah mengelola media sosial dibanding dengan web atau youtube. Video-video pendek vertikal sekarang banyak diminati. Seperti reel atau short video di youtube. Maka bagaimana membuat video yang menarik pada 8 detik pertama untuk menarik minat orang melihat video kita,”ungkapnya lebih lanjut. Begitu banyak materi yang bermanfaat disampaikan. Dan juga antusias dari peserta coaching, hingga  Coaching Clinik yang sedianya berakhir  pukul 17.00 WIB selesai pada pukul 18.15 WIB. Reportase : Pamuji Sri Subekti S.Si KS SMKM 2 Turi, MPI PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading